Title : Your saved in my heart

Author : emasnya suho

Genre : School life, friendship (sisanya tentuin aja sendiri)

WARNING! YAOI; Shounen-Ai; BL; BoyXBoy

Rated : T

Tanpa diketahui luhan kris seketika mencium bibirnya , tentu saja luhan yang sudah sadar itu dengan cepat mendorong tubuh kris dan melepaskan tautannya mereka.

"apa yang kau lakukan?" luhan mengelap bibirnya dengan punggung tangannya sembari menatap tajam Kris yang tersenyum penuh keberhasilan itu.

"akan ku buat kau menyukaiku luhan, karena sepertinya aku menyukaimu"

Plakk

Seketika tamparan menyambar pipi kris hingga merah. "akhh" Kris mengelus-elus pipinya yang sakit dan merah itu karena kesakitan, tamparan luhan lumayan membuat kris menjadi sedikit pusing .

"kenapa kau memukulku? Ini sakit sekali . haish "

"seharusnya kau yang kenapa ? kenapa kau menciumku pabo. Apa hak mu menciumku hah ?"

Kemarahan luhan sudah berada di ubun-ubun ingin sekali luhan menghabisi namja yang ada di depannya ini hingga tewas dan hancur berkeping-keping , jika saja dia tidak memiliki sama sekali hati nurani. luhan mengangkat tanganya lagi hendak memukul kris untuk kedua kalinya. Tapi kris lebih dulu peka dengan apa yang akan dilakukan luhan , tangan kekar nan kokohnya dia gunakan untuk menepis tangan luhan lembut membuat luhan tak bia berbuat apa-apa.

Deg

Luhan diam membeku tanpa sepatah katapun bahkan matanya pun tak berkedip sekalipun . kemarahannya seketika padam seperti lenyap tersiram air tepat disaat kris menggenggam lengannya lembut selama beberapa detik. Entah apa yang dipikirannya saat itu menghilangkan semua kemarahannya dan niatnya memukul kris , menurutnya perlakuan kris mirip seperti perlakuan seseorang. Oh luhan apa yang kau lakukan cepat tampar dia lagi

Selama hampir sekitar 1 menit luhan tersadar dari alam bawah sadarnya , dengan secepat kilat luhan menepis tangan kris namun melihat perbandingan tubuh luhan dengan kris tentu saja luhan pasti bakalan kalah dan tak bisa berbuat apa-apa. Kris sepenuhnya mendominasi pergerakan luhan membuat luhan tak bisa berbuat apa-apa bahkan hanya untuk menggerakkan tangannya.

"pabo, lepaskan tanganku atau kau ku tampar lagi !" bentak luhan sambil menatap tajam pada kris yang menurut kris itu terdengar imut sampai dia terkekeh.

Melihat kris yang terkekeh itu membuat luhan semakin kesal dan memberontak tak karuan berusaha terlepas dari genggaman kris. Namun kris sangat menyebalkan yang awalnya menggenggam tangan luhan lembut kini berubah menjadi sangat kuat dan cukup membuatnya kesakitan.

Bugh

" akhh"

Punggung luhan terasa nyeri saat tiba-tiba ketika menabrak tembok dengan cukup keras dan siapa lagi yang mendorongnya kalau bukan kris dengan segaja mendorongnya. Kurasa tulangku hampir patah

"listen, aku akan mencium lagi dengan ganas kalau kau masih memberontak " di tengah cengirannya kris mendekatkan bibirnya tepat di bibir luhan membuat luhan menelan ludahnya berkali-kali entah perasaan apa yang dirasakan luhan deg-deg kan mungkin , marah atau pasrah ? luhan pun tak tau.

"tapi karna kau tadi memberontak maka aku akan -" kris sengaja menghentikan ucapannya untuk membuat luhan merasa ketakutan. Kris penasaran ingin melihat wajah luhan yang ketakutan.

Keringat dingin dan ketakutan meluncur di sekitar dahi luhan belum lagi luhan bisa merasakan deru napas kris penuh nafsu di sekitar wajahnya membuatnya sangat geli tak karuan. Kumohon jangan lakukan ini lagi luhan menutup matanya tak berani melihat apa yang akan terjadi padanya , lemes, ketakutan, dan deg degkan itulah yang luhan rasakan saat ini kakinya mungkin sudah tak kuat lagi dan hampir jatoh kalau saja kris tidak menahannya.

... "hanie tunggu ada ice cream di mulutmu" sehun mendapati sisa ice cream yang masih ada di sekitar bibir luhan "eoh ? onje?" luhan akan meraba-raba ice cream yang menempel di mulutnya namun sehun menahannya

"aniya .."

Chup

sehun mengecup dan menjulati mulut luhan sampai sisa ice cream di bibirnya hilang. luhan hanya diam menikmati perlakuan sehunyang manis itu.

"hmm manis"

"hunie kau ini .."

"ingat ya hunie jangan sampai bibir ini di sentuh bibir yang lain, karna ini hanya milikku arra ?" sehun mengelus-elus bibir luhan

"arra . aku janji"luhan menunjukkan jari kelingkingnya sambil tersenyum manis pada sehun , angat manis sampai luhan tak segan-segan mencubit pipinyakarna gemas ...

Plakkk

"akhh"

Tanpa luhan sadari tangannya yang bahkan dipegang kuat oleh secara otomatis mendarat di pipi kanan kris dengan kencangnya sampai membuat pipi kris sangat memerah dari tamparannya yang pertama. Entah bagaimana caranya kekuatannya seperti terkumpul dan dia menjadi sangat kuat .

Bugh

Seakan belum puas dengan dengan menamparnya luhan mendorong kris sampai tersungkur tak berdaya di lantai bahkan sesekali menendangnya dengan tidak manusiawi. Yah luhan sudah benar-benar di luar kendali dia seperti berubah menjadi serigala yang ganas dan tanpa ampun, sedang kris hanya meringkuk kesakitan sambil menutupi wajahnya dengan lengannya takut jika luhan menghancurkan muka tampannya bisa-bisa kris tidak menjadi idola lagi di sekolah. Di saat seperti ini dia masih saja memikirkan kepopulerannya

Melihat kris yang tak berdaya akibatnya luhan memanfaatkan kesempatan itu sebaik mungkin dengan cara lari . Tak dipedulikannya lagi suara kris yang memanggilnya meski masih tersungkur di lantai semen dekat parkiran itu.

kau tau kris aku masih punya janji pada seseorang, maaf batin luhan

Drtttttt ..

Gundukan di balik selimut bergerak secara perlahan merespond getaran hp yang tak berhenti itu hingga memunculkan sesosok namja putih dengan rambut hitam , lebat dan dalam kondisi yang sangat berantakan. Namja itu meraih hpnya dan meletakkannya di telinga.

"ne yeoboseo ?"

"sehuna kamu masih tidur ?"

"hmmm"

"yakkk sehuna . palii ireona !"

"ohh presdir jung"

"ne itu aku . cepat bangun, kau ada meeting hari ini cepatlah aku akan menjemputmu 10 menit lagi arra?"

"ohhh ne arraseo . aku sudah siap"

"kau sudah mandi kan ?"

"ah.. sudah sudah"

Tittt ..

Sehun mematikan telponya secara sepihak membuat seseorang yang dipanggil presdir jung itu berdecak kesal, sehun tidak ingin di omelin sepagi ini karna itu hanya membuatnya tidak melompat dari kasurnya mengambil handuknya dan mandi secepat kelinci meloncat.

...

"jadi dalam perusahaan sekai ini kita membutuhkan inovasi terbaru agar kalangan remaja memiliki minat tinggi pada sebuah alat komusikasi canggih ..."

Tak tak tak

Sebuah rubik kotak dimainkan di tengah sebuah rapat penting dan dipenuhi orang-orang yang penting dengan jas super mahal . Tapi apa pentingnya rapat ini bagi seorang namja bernama sehun ini hingga dia bersikap seolah-olah ruangan rapat ini adalah kamarnya yang bebas melakukan apapun yang dia inginkan.

Belum lagi kedua kakinya yang kini sehun letakkan di atas meja rapat tak lupa memakai sebuah earphone di telinga dan tangannya mengutak-atik rubiknya menimbulkan suara yang cukup mengganggu ruang rapat.

Karena sikapnya yang acuh itu membuat lelah sang asisten presdir jung namanya , yahh itulah nama panggilan yang sehun gunakan pada sang asistennya walaupun sebenarnya presdir jung bukanlah seorang presdir bukanlah seorang presiden sesuai namanya.

"bagaimana tuan sehun? Ada ide lain?" seorang namja yang memimpin rapat memcah dunia sehun seketika. Sehun menghentikan permainan rubiknya sambil memandang orang yang memanggilnya.

"hmm .. sedang ku cari" sehun melanjutkan bermain rubiknya dan masih seperti keadaan semula cuek dan acuh

"tapi anda sedang bermain rubik tuan ?"

"apa kau tidak dengan aku sedang mencari ide" sehun memandang lagi orang yang mengajaknya bicara itu kali ini tanpa menghentikan permainan rubik kotaknya.

"hmm araseo tuan"

...

"jadi bagaimana rapatmu hari ini ? apa semua berjalan lancar?" keluar dari ruang rapat sehun sudah di sambut seribu pertanyaan dari presdir jung

"hmmm " sehun hanya berguman malas untuk menjawabnya karna menurutnya menjawab pertanyaanya itu tidaklah penting seperti bagaimana rapatnya berjalan lancar ? atau apa yang tamu bicarakan? Dan masih banyak lagi segudang pertanyaan.

"apa yang dia tanyakan ? apa dia menyuruhmu menyuruhmu melakukan hal-hal aneh seperti menyalakan LCD saat memulai rapat atau -"

"yakkk , bawakan saja aku minum seperti biasanya"

Sehun berjalan lebih maju dan cepat di banding presdir jung, dia sangat tidak suka mengikuti rapat seperti ini menurutnya rapan ini sangat membosankan di tambah lagi memiliki asisten cerewet semacam presdir jung . ingin rasanya sehun memecatnya dan mencari asisten yang lain , tidak secerewat presdir jung .

Tapi setiap kali dia akan memecatnya ada perasaan tak tega dalm dirinya karena beberapa faktor pertama presdir jung juga dulunya adalah asisten almarhum ayahnya yang tewas dalam kecelakaan 5 tahun yang lalu kedua presdir jung memiliki banyak kesamaan dengan ayahnya mulai dari dia mengerjakan urusan-urusan perusahaan hingga memperlakukannya seprti anak sendiri membangunkannya setiap pagi , menyiapkan pakaian yang dia gunakan untuk meeting sampai selalu menjadi teman curhat dan tempat berteduhnya di saat dia terkena masalah . presdir jung benar-benar orang yang sangat berharga bagi sehun.

"suho, aku benar-benar tidak bisa masuk hari ini"

"waeyo ? beritahu aku kenapa kau tidak bisa masuk ?"

Yeah pagi ini luhan benar-benar diganggu oleh suho yang datang ke rumah untuk menjemputnya pergi ke kampus bersama. Sial padahal aku ingin bolos lagi hari ini luhan tak ingin pergi ke sekolah adalah karena dia akan bertemu dengan namja sialan bernama kris itu belum lagi semangat kuliahnya sudah hampir hilang karena tidak adanya sehun kekasih jauhnya.

"hmm aku sedang tidak sehat"

"eoh kau sakit lagi ?" suho menempelkan punggung tangannya pada jidat dan leher luhan memeriksa apakah benar luhan banr-benar sakit

Kalau saja kau tau fisikku tidak sakit , tapi hatiku

"aku mohon suho . aku tidak bisa masuk hari ini"

"hmmm ya sudah kalau begitu aku akan memanggilkan temanku untuk menjagamu" suho merogoh hp dari saku seragamnya mengetuk-ngetuk layar hpnya kemudian menempelkannya pada telingannya.

"suho tak per-"

"ne , tolong kesini yahh luhan benar-benar sedang sakit dia harus ditemani . bisa kan kau datang sekarang" suho berbicara dengan teman namjanya lewat telepon untuk datang ke rumah luhan untuk apa tentu saja untuk merawat luhan. luhan hanya mengendus kesal keinginannya hari ini bisa sendiri pun terganggu sahabat macam apa kau ini , mengapa justru malah menggangguku ? batinnya.

Tak sampai setengah jam teman namja suho pun datang dan masuk ke rumah luhan lebih tepatnya ruang tamu luhan . luhan tersentak kaget .

"eoh ? kai ?"

"waeyo ?" tanya suho penasaran atas reaksi luhan barusan

"aniya"

"wae ? kenapa kaget seperti itu ? tidak suka aku di sini ?" merasa sedang dibicarakan kai menuai protesnya pada luhan . namun luhan tetap cuek tak peduli.

"eitss, sudah . sekarang kai , aku minta kau menjaga luhan hari gwaenchana ?" suho melerai dua insan yang saling serang itu dengan topik tujuan utama.

"suho hyung kenapa aku yang di suruh menjaga luhan ? kenapa tidak kau saja yang menjaganya . lagipula kyungsoo terpaksa ku tinggal di halte karna teleponmu tadi . aigoo"

"gwaenchana, aku akan mengantar kyungsoo nanti . kai-ah aku tidak bisa bolos hari ini , saem pasti akan sangat memarahiku "

Kai mengendus kesal , kai bingung kenapa dirinya lah yang harus menjaga luhan . kai tau suho sedang berbaik hati ingin membantu menjaga luhan tapi kenapa dia yang harus menggantikannya . kenapa harus aku ?sial

"hmm ne arraseo"

"ya sudah aku harus buru-buru pergi dulu . annyeong" suho bangkit dari kursinya dan melangkah pergi ke dari balik pintu hingga benar-benar hilang.

Setelah kepergian suho , ruangan masih hening

"kalau ingin makan ambil saja di dapur . aku mau tidur jangan di ganggu" perintah luhan santai dan malah meninggalkan kai yang masih diam tak merespon ucapan luhan Benar-benar orang yang tak dibutuhkan batin luhan. Luhan lebih memilih tidur dibandingkan berada di dekat namja berama kai ini.

...

PRANGGG

Sesuatu benda keras menabrak sebuah kaca hingga membuat kaca itu hancur berantakan tak berbentuk . kini luhan sudah benar-benar tersadar dari tidurnya matanya membulat lebar walaupun masih terlihat jelas bahwa dirinya masih sedang mengantuk dan tentu saja tanpa pikir panjang luhan melompat dari tempat tidurnya mecari asal suara yang sangat mengganggu tidurnya itu.

Melihat ke ruang tamu mulut luhan benar-benar membentuk huruf O sempurna betapa tak terkejutnya dia melihat seorang namja baru saja melempar remot TV tepat di depan layar TV sampai membuat layar TV itu berlobang tanpa kaca karna kacanya sudah lebih dulu terpecah-belah tepat di sekitarnya.

"IGE MWOYAAAAA ?" luhan bukan hanya sekedar kesal saja tapi kemarahannya sudah sangat memuncak. Kemarahannya muncul lagi seperti kemaren saat bersama kris dan menghajar kris sampai babak belur. Kai benar-benar sedang menantang maut di hadapan luhan .

"waeyo ? sudah sana tidur" kai yang tak merasaa sedikitpun bersalah itu duduk santai di kursi ruang tamu sambil mengutak-atik Hp nya.

Plakkk

"akhh"

Tanpa luhan sadari tangannya dengan cepat mendarat di pipi kanan kai dengan mulus. Kai meringis kesakitan sambil memegang pipi kanannya. Untung saja luhan hanya menamparnya saja tidak seperti kris kemaren, yang membuat luhan tak berani menghajar kai karena kai adalah orang kepercayaan suho sahabat yang sudah banyak membantunya itu.

"YAKKKK kenapa kau menaparku ?" kai bangkit protes pada luhan

"aku yang seharusnya bertanya kenapa kau merusak Tv di rumahku ?" luhan menunjuk Tv yang kini kondisinya sudah sangat mengenaskan tapi pandangannya masih tetap menatap tajam pada kai.

"kenapa emangnya ?"

"kenapa ? kau bilang kenapa ? ini rumah ku kau tak berhak merusak barang-barangku"

"terserah aku apa yang mau aku lakuin. Lagipula kan kau bisa beli yang baru dan lebih bagus"

"ohh jadi beginikan kelakuanmu di rumah merusak barang orang seenaknya , aku tau kamu orang kaya, dan berkasta tinggi tapi tidakkah kau mengerti keadaanku hah ? hik hik" suara luhan yang meninggi tadi kini mulai menurun berubah menjadi pelan dan sedikit terisak namun kai sama sekali tak mendengarnya.

"Emang keadaanmu seperti apa ? kau bisa sekolah di sekolah mahal kan membuktikan kalau kau ini orang kaya, semua kan bisa dibeli dengan uang, lagipula kau di sini kan hanya ngekost sementara rumah aslimu kan lebih luas dan megah sama seperti-"

Ucapan kai terhenti ketika seorang namja bernama suho membuka pintu ruang tamu.

"luhan hyung , bagaimana keadaanmu ?"

"eoh? Kenapa ini ?" suho juga bernasip sama seperti luhan kaget dengan mulut berbentuk bulat sempurna melihat pecahan kaca berceceran dimana-mana .

"luhan hyung, ada ap-"

"STOP " luhan menunjuk lima jarinya di depan wajah suho meski tak sama sekali melihat wajah suho bahkan meliriknya, suho peka pada maksud luhan untuk berhenti menyuruhnya berbicara.

Luhan menarik napas panjang sebelum mulai berbicara "suho , kai bisa sekarang kalian tinggalkan aku" masih tak melihat kai ataupun suho.

"eoh ? ne, kita pergi sekarang. Kajja kai-ah"

Luhan melirik ke arah pintu sejenak memastikan apakah dua namja yang membuatnya repot itu sudah sepenuhnya pergi . kaki luhan sangat lemas badannya benar-benar berkeringat napasnya juga mulai terengah-engah sambil memegangi dadanya asma ku kambuh lagi batinnya.

TBC

Huaaa sepertinya authornya makin bikin ff nya amburadul yah, mianhae semua .Untuk hunhan moment nya pasti ada ko , author bikin semanis mungkin deh , sabar hunhan shipper . coment dan sarannya jangan lupa .

Gomawo ^^

Sorry for late post