a/n: phuh, chapter 3 akhirnya update... =3=. Arigatou yang udah review... Lucu? T-ternyata ada yang ngakak baca fic ini padahal author gak bakat bikin cerita humor. *sujud syukur di pojokan*

Disclaimer : Biar gimanapun Bleach punyanya Kubo Tite, dan KHR punyanya Akira Amano. Saya cuma punya satu OC di sini dan cerita gajenya aja.

Warning: masih sama dengan chapter-chapter sebelumnya. Saya males nulis. XD *dihajar reader*

Rated : K+... Atau T? Bingung saya. =3=

Setting : saya juga bingung soal ini. Alternatif aja deh... Haha XD

~ENJOY~

SHINIGAMI IN NAMIMORI

~Chapter 3. Lily of the Valley and The Rain~

"Kau... siapa?" tanya anak laki-laki itu.

Haruhiko berpikir, bingung dengan apa yang harus dikatakannya. Salah-salah malah bisa membuat situasi jadi rumit... atau aneh. "Baiklah. Namaku... Kanezaki Haruhiko, salam kenal. Haha..."

"Haa...?"

"Sebelum menanyakan hal lainnya akan lebih baik kalau kita menyebutkan nama terlebih dulu," kata Haruhiko.

"Eh, memangnya kenapa?"

"Untuk memudahkan saat kita memanggil seseorang. Kan tidak enak kalau memanggilmu dengan 'kamu', 'oi', 'hei' atau apalah itu. Itu kan gak sopan," kata Haruhiko. Kemudian sambil tersenyum ia merogoh bagian dalam shihakusounya dan mengeluarkan sesuatu. "Kusadur kalimat itu dari manga ini... Haha."

Yamamoto hanya bisa sweatdrop melihat Haruhiko yang kini menunjukkan sebuah manga berjudul XX*ho**c jilid 2 padanya. *darimana shinigami bisa punya itu? =="*

"Ah, sudahlah. Siapa... namamu?" tanya Haruhiko.

"Ah, perkenalkan, namaku... Yamamoto Takeshi," katanya sambil tertawa.

"Eh...?" mendengar nama itu, Haruhiko langsung melihat salinan daftar nama orang-orang yang harus dicarinya. "K-kalau begitu, kau ini... Ame no Shugosha-nya Vongola Family?"

"Err... Iya sih... Memangnya kenapa?"

Haruhiko langsung shunpo dengan jarak 5 meter ke arah Yamamoto (pendek amat gitu pake shunpo segala? Buang-buang tenaga aja... =.=), dan memegang kedua tangan Yamamoto (woi, Gokyun bisa ngamuk tuh...). "Waa, bagus! Sejauh-jauhnya gue nyasar, setidaknya gue nyasar di tempat yang bener."

"Eh, hm... Rasanya tidak enak kalau kita bicara seperti ini. Mau kubawakan teh?" tawar Yamamoto.

"Haa, boleh."

~o~oOo~o~

Sepeninggal Yamamoto, Haruhiko duduk di lantai dojo itu sambil berpikir. 'Aneh, seharusnya hanya manusia yang memiliki reiatsu saja yang bisa melihat wujud shinigami. Tapi dari data yang kuterima, tidak ada keterangan kalau para Vongola ini punya reiatsu. Apa ada yang salah atau gara-gara satu kejadian yang menyebabkan semua ini?'

Belum sempat Haruhiko berpikir lebih lanjut lagi, pintu dojo terbuka. Dari baliknya muncul Yamamoto membawa nampan berisi 2 gelas teh.

"Maaf, lama menunggu," katanya, dan setelah duduk ia pun melanjutkan, "Jadi, sebenarnya ada apa kau mencariku?"

"Ah, jadi begini, Yamamoto-san..."

"Kenapa tidak memanggilku Yamamoto saja atau pake -kun. Rasanya kalau dipanggil seperti itu, terlalu sopan buatku," potong Yamamoto.

Haruhiko tertegun. "Sudahlah, biarkan saja. Ini sudah kebiasaan. Soalnya pada awalnya aku ini kan berasal dari peringkat bawah yang tiba-tiba jadi seorang kapten."

"Eh?"

"Tidak. Bukan apa-apa...," kata Haruhiko. "Baiklah, lanjut. Aku ini... Shinigami. Aku dan beberapa shinigami lainnya kemari atas dasar misi, walau aku tidak tahu sekarang mereka nyasar kemana."

Yamamoto hanya memandangi Haruhiko dengan tataran bodohnya *ditebas shigure kintoki*. Ok, gue ralat, tatapan polos aja deh. "Shinigami? Dewa... kematian?"

"Err... Iya," jawab Haruhiko ragu-ragu. Entah kenapa mendengar pertanyaan Yamamoto, ia langsung merasakan firasat buruk.

"Apa ini semacam... permainan?"

JEDDUGG! Haruhiko sukses membenturkan dirinya pada tembok di dojo itu. Firasat buruknya terbukti benar, kalau anak yang ada di hadapannya ini pasti akan menganggap ucapannya itu omong kosong.*ah, kasihan sekali dirimu, nak...*

"Serius... Aku ini S-E-R-I-U-S. Dua rius malah..," kata Haruhiko sambil mengeluarkan tanda peace.

"Tapi..." belum sempat Yamamoto berkata lagi, tiba-tiba...

DRAKK!

"Eh...?" mendengar suara itu, spontan Haruhiko dan Yamamoto langsung pergi ke luar dojo. Dan yang dilihat mereka di sana adalah... sesosok makhluk berkaki 4 dengan topeng putih berbentuk... sapi?

"WTF! Itu hollow apa sapi beneran nih?" seru Haruhiko yang hanya bisa ber-sweatdrop ria melihat sosok makhluk di hadapannya yang dilihat dari sudut manapun, bahkan kalau kita mau ber-rajin ria melihatnya lewat lubang sedotan dengan diameter 1 mm dari puncak tertinggi pegunungan Himalaya, itu adalah... SAPI!

"Hee, sugee, makhluk apa itu?" mendengar kalimat pertanyaan yang keluar dari mulut Yamamoto ini, Haruhiko langsung ingin menjatuhkan dirinya dari ketinggian ribuan kilometer di atas permukaan laut. Bagian mananya dari makhluk gaje itu yang bisa dapat predikat "sugee"?

"Yamamoto-san, makhluk itu disebut hollow, roh orang (?) yang masih punya beban di dunia ini. Penjelasan lebih lanjutnya nanti aja deh kalau kita udah ketemu sama Hitsugaya-taichou. Nanti dia ngamuk-ngamuk gaje lagi. Ahaha...," jelas Haruhiko singkat, padat tapi gak jelas.

"Jadi... Kamu beneran shinigami, ya?" tanya Yamamoto, masih dengan tampang polosnya yang belum berubah.

Haruhiko langsung headbang. 'Astaghfirullah, dosa apa gue selama ini sampe bisa ketemu sama orang yang lebih lemot dari Kusajishi-fukutaichou?' *uwaa, kali ini yang tobat Haruhiko... XD*

"Iya! Udah jangan banyak bacot, soalnya...," Haruhiko memotong kalimatnya dan mengalihkan pandangannya ke arah sapi (?) yang sedari tadi dicuekin, "... tuh makhluk mau ngeluarin cero! WTH!"

Ya, kali ini si makhluk yang merasa dicuekin itu udah ngambil ancang-ancang dengan cara membuka mulutnya untuk mengeluarkan cero. Lama kelamaan gumpalan energi berwarna merah terkumpul di mulutnya dan semakin membesar. Lalu makhluk itu menembakkan bola merah itu ke arah Haruhiko dan Yamamoto.

Haruhiko dan Yamamoto hanya bisa membelalakkan matanya, kaget. Namun, Haruhiko yang segera sadar langsung mengangkat tangannya dan mengarahkannya pada cero yang kini sedang menuju ke arah mereka. "Hadou no Sanjuu-Ichi (31), shakahou!"

Seketika bola merah yang ditembakkan Haruhiko bertubrukan dengan cero sapi gaje itu, dan menciptakan percikan-percikan merah yang mirip dengan bunga api dan kemudian menghilang.

Haruhiko yang melihat hal itu langsung cengo beberapa detik. "Wow, aku gak tau kalau kidou sama cero tubrukan bakal kayak gitu." *emang kagak. Authornya ngarang... XD*

Belum sempat Haruhiko meningkatkan kewaspadaannya lagi, makhluk itu telah melompat ke arah mereka berdua. Dan ternyata, Yamamoto jauh lebih sigap dari Haruhiko kali ini. "Shigure Souen Ryu. 8-shiki. Shinotsuku Ame!"

Dan akibat dari serangan Yamamoto itu, sang hollow dengan gaya slow ala matrix, terlempar sejauh 4 meter 40 cm 4 mm ke arah utara *siapapun di dunia ini ngitung sampe kayak gini, sumpah kerajinan amat... =.=*, dan menerjang pohon jati (?) yang berdiri tegak yang kini malah jadi ancur, gak jelas bentuk.

"Are? Yamamoto-san, sugee!" mata Haruhiko langsung berbinar melihat serangan Yamamoto barusan. Namun, baru saja Haruhiko akan berbicara lagi, matanya menangkap gerakan dari hollow tadi yang kali ini sedang nyungsep dengan sangat tidak awesome-nya di puing-puing (?) pohon jati tadi. Ia pun menghampiri makhluk yan sedang ber-nyungsep ria itu. "Kalau begini sih, tidak ada cara lain."

Haruhiko langsung mencabut zanpakutou dari sarungnya. Lalu menusukkannya tepat di kepala sapi (?) itu. Perlahan sosok itu mulai menghilang. Namun, tiba-tiba terdengar suara...

"MOOO!"

Dan makhluk itu pun menghilang, meninggalkan Haruhiko yang sweatdrop dan Yamamoto yang ketawa gaje.

"Jadi, beneran sapi tuh?" tanya Yamamoto.

"What the Hell! Emang tuh sapi punya beban apa sampe bisa jadi hollow gitu? Gaje dah...," ujar Haruhiko dengan alis mata sebelah kiri terangkat ke atas.

Sesaat keheningan melanda mereka, hingga Yamamoto mencegahnya. "Hei, kau tadi bilang 'Hitsugaya-taichou'. Apa kau datang bersama orang lain?"

JDEENG!

Haruhiko langsung ber-headwall mendengar hal itu. Sumpah, dia lupa kalau dia gak dateng sendiri ke Namimori.

"Dan kalau kau mencariku, berarti kau/kalian pasti mencari guardian yang lainnya, kan?"

"Yah, kurang lebih, deskripsi awal misinya kayak gitu..."

"Kalau begitu, bagaimana kalau kita ke rumah Tsuna?" ajak Yamamoto.

"Eh? Maksudmu Sawada Tsunayoshi?" tanya Haruhiko memastikan.

"Ya. Mungkin saja ada salah satu temanmu yang nyasar ke situ. Bagaimana?" tanya Yamamoto sambil tersenyum.

Mendengar hal itu, mata Haruhiko langsung berbinar-binar. *kurang lebih mirip sama Amano Ginji (GetBackers) kalau udah transform jadi bentuk chibi (apa namanya yah? Lupa.. ==")*. "Ah, kau baik sekali, Yamamoto-san!"

"Ahaha, baiklah. Kita bisa pergi sekarang."

"OK."

~To Be Continued~

Rei : cerita macam apa ini? *sweatdrop* ah, daripada itu, Haruhiko! Darimana dapet tuh manga!

Haruhiko : tergeletak dengan sangat mengenaskan di meja author.

Rei : What! Jadi itu punya gue! Balikin sini!

Haruhiko : ok, ok. *dalem hati* padahal gue belum baca nomor 3 nya. =3=

Hitsugaya : *tiba-tiba muncul* author, beneran gak punya sense nyiptain wujud hollow ya. Kok sapi? 0_0

Rei : gak juga sih. Kebetulan, pas lagi bikin chapter ini, aku lagi minum susu Ul***. Berhubung males mikir lagi, udah aja pake wujud itu aja. Hohoho... =o=d

All : *sweatdrop*

Rei : ok, plis review ya. And minal aidzin wal faidzin ya. =]. See you in the next chapter. Ciao...