Note : tulisan bercetak miring flashback

Mianhae saranghae chapter 3

Masih diam di dalam lift, Kyuhyun menerawang pikirannya yang sedang dilanda kegusaran. Tangannya masih memegang erat surat yang ia genggam sedari tadi. Pikirannya melayang memikirkan tawaran drama untuk Taemin bersama seorang artis yang sedang naik daun bernama lengkap Choi Siwon. Kyuhyun bimbang. Harus menerima atau menolaknya.

Jika ia menolak tawaran drama itu, bagaimana dengan perasaan Taemin ketika anak semata wayangnya itu mengetahui semua? Malaikat kecilnya pasti kecewa dengan keputusannya yang tiba-tiba menolak tawaran drama perdana Taemin. Apalagi beradu acting dengan idola Taemin sendiri. Kyuhyun sudah terlalu banyak menyakiti Taemin. Apa ia harus menyakitinya lagi dengan menolak tawaran drama itu. Padahal Kyuhyun sudah berjanji akan membahagiakan Taemin.

Tapi..

Jika Kyuhyun memutuskan untuk menerimanya. Ia sendiri yang akan sakit hati.

Eoh sakit hati? Ya. Kyuhyun akan merasakan sakit jika nantinya Taemin dan Siwon dekat sebagai hyung dan dongsaeng bukan sebagai Appa dan Aegya. Padahal sejatinya Siwon adalah ayah kandung Taemin yang sangat dinanti-nantikan namja mungil itu.

Tidak. Kyuhyun tidak tega melihat dirinya menghapus jarak hubungan antara Taemin dan Siwon.

Perasaan inilah yang terus mengganjal di otak dan pikiran Kyuhyun. Namja cantik itu tak mengerti mengapa Siwon tidak mengenalinya ketika mereka bertemu kemarin siang.

Apa benar Siwon sudah lupa dengan wajahnya ?

Apa memang Kyuhyun tidak ada artinya di mata Siwon kala itu? Sampai namja tampan itu benar-benar melupakannya ? Mengingat sedikit saja walau itu hanya sekedar namanya pun tidak.

Hah..

Kyuhyun menghela nafasnya dengan berat. Memikirkan apakah di dalam dirinya memiliki banyak perbedaan dari bentuk tubuhnya setelah ia keluar dari rumah Choi sembilan tahun yang lalu. Diperhatikannya dengan seksama di dalam pantulan dinding lift dari mulai atas hingga bawah. Bentuk tubuh ramping yang lebih condong ke tubuh ideal dengan tinggi badan 180 cm serta kulit putih pucat yang masih sama seperti dirinya ketika bekerja di rumah Choi. Dia pun selama ini tidak pernah melakukan operasi plastik untuk menyempurnakan tubuhnya seperti kebanyakan orang Korea pada umumnya.

Dapat dipastikan, sama sekali tidak ada perubahan yang mencolok pada diri Kyuhyun. Penampilan yang dulu ketika ia masih bekerja di rumah keluarga Choi tak banyak mengalami perubahan. Hanya saja ia terlihat lebih gemukan sekarang. Apakah hal itu yang menyebabkan ia terlihat sangat beda di mata Siwon?

Entahlah.

Sementara Kyuhyun masih larut di dalam pikirannya sendiri. Tak menyadari jika lift sudah sampai di dasar lantai dan siap untuk terbuka. Setelah pintu lift terbuka sepenuhnya, sebuah pemandangan yang tidak mengenakan tersaji di depan Kyuhyun. Sedang bersiap masuk ke dalam lift, seorang namja tampan yang di sampingnya sedang berdiri seorang yeoja cantik. Yeoja itu bergelayutan manja di lengan namja tampan di sebelahnya. Tanpa sengaja mata Kyuhyun beradu pandang dengan mata namja pemilik hatinya sembilan tahun yang lalu.

DEG.

Kyuhyun membisu. Jantungnya bergedup kencang. Ia benar-benar mengenali seseorang yang sekarang di depannya. Matanya, bibirnya, lekuk tubuhnya, dan aroma parfumnya, Kyuhyun sangat mengenalinya dengan seksama. Karena namja itu masih sama seperti dulu. Dialah seseorang yang mengganggu fikirannya beberapa saat lalu. Choi Siwon. Namja bermarga Choi itulah yang sedang berdiri di ambang pintu lift bersama seorang yeoja cantik disampingnya.

Seperti pertemuan sebelumnya. Siwon hanya berlalu begitu saja di hadapan Kyuhyun. Tak ada yang melirik ataupun tegur sapa, Ketiga orang itu hanya cuek dengan orang di sekitarnya. Siwon melangkah bersama yeoja yang bersamanya memasuki lift. Sementara Kyuhyun melangkah keluar dari lift.

Seperti orang lain bagi Siwon, Kyuhyun sama sekali tak diliriknya. Memang. Kyuhyun bukanlah orang penting yang harus diingat Siwon.

Hei, tak ingatkah siapa Kyuhyun dan siapa Siwon. Seharusnya Kyuhyun menyadari hal itu. Kenapa ia masih berharap Siwon akan mengingatnya ? Dia hanya seorang pelayan dan Siwon adalah anak majikannya. Itu artinya Kyuhyun memang bukanlah orang penting bagi Siwon. Tak ada salahnya jika Siwon tak memperhatikan Kyuhyun atau bahkan mengingatnya.

Sejenak, Kyuhyun berhenti melangkah dan memutar kepalanya ke belakang ketika pintu lift akan tertutup sepenuhnya. Perasaan sakit mulai menjalari hatinya kala pintu lift itu telah tertutup sempurna.

Kyuhyun memegang dadanya yang tiba-tiba berdenyut sakit.

Kenapa?

Kenapa ia merasakan perasaan seperti ini lagi. Apa ia masih menyimpan rasa pada mantan tuan mudanya dulu, Choi Siwon. Tidak. Ia tidak boleh seperti ini. Tidak boleh. Kyuhyun sudah berjanji akan mengubur dalam-dalam perasaan terlarangnya ini. Tapi, kenapa ia seolah tak rela melihat Siwon bersama yeoja lain?

Padahal setelah sembilan tahun berlalu, ingatan Kyuhyun tentang Siwon sudah hampir memudar. Ia perlahan sudah mulai bisa melupakan Siwon. Entah disebut keberuntungan atau kesialan, tiba-tiba Kyuhyun bertemu kembali dengan namja yang merupakan ayah kandung dari anaknya. Dan yang membuatnya terkejut, Siwon sama sekali tidak mengenalinya. Sungguh ironi. Ketika Kyuhyun berusaha untuk mengubur perasaan yang tak seharusnya ada. Justru rasa itu yang membuat dia dihantui rasa khawatir dan cemas tentang keadaan orang yang dikagumi Kyuhyun. Tapi rasanya semua itu sulit untuk ia lakukan. Kyuhyun sudah terlanjur mencintai namja tampan berlesung pipi itu.

Tapi, Bukankah seharusnya Siwon masih mengingat Kyuhyun, walau ingatan itu dalam wujud Kyuhyun yang berperan sebagai seorang yang pernah bekerja di rumahnya sebagai seorang pelayan keluarga. Sungguh. Kyuhyun benar-benar tidak mengerti dengan semua ini.

.

.

.

.

Setelah dari gedung SM Entertainment, Kyuhyun harus menjemput Taemin di sekolahnya. Sementara ia sendiri belum memutuskan untuk menerima atau menolak tawaran itu. Serta alasan apa yang harus ia katakan jika ia memutuskan untuk menolaknya. Apa mungkin Kyuhyun harus mengatakan alasannya yang tidak mau sakit hati melihat Taemin akrab dengan Siwon sebagai hyung dan dongsaeng ? Oh ayolah. Itu benar-benar alasan yang tidak efektif. Jadi harus bagaimana?

Pikiran-pikiran itu yang terus membayangi jiwa dan perasaanya sampai ia beberapa kali hilang fokus saat mengendarai kendaraan di jalan raya. Hal yang berbahaya tentunya jika mengendarai kendaraan dalam keadaan tidak fokus. Sekali lagi, Kyuhyun mencoba memfokuskan diri pada jalanan yang dilaluinya. Rasanya itu semua sulit ia lakukan. Terngiang di dalam pikiran dan benaknya dengan kejadian yang beberapa menit lalu terjadi.

Kyuhyun bimbang karena lagi-lagi Siwon tak mengenalinya? Apakah penampilannya sangat beda dengan dulu di mata Siwon? Kenapa namja itu sama sekali tak mengenalinya? Ya walau dulunya ia hanya seorang pelayan di kelurga Choi. Mungkin benar apa yang dikatakan Yesung kemarin. Ia memang harus melupakan Siwon dan mencarikan ayah baru untuk Taemin.

Flashback

"Hyung!" panggil seorang namja berkulit putih pucat pada namja bermata sipit yang sedang duduk di sampingnya.

Namja bermata sipit itu hanya berdehem pelan menanggapi panggilan namja manis itu. Matanya terfokus pada layar ponselnya.

"Hyung, aku ingin berbicara padamu, kenapa kau sibuk sekali dengan ponselmu itu." ucap Kyuhyun -namja berkulit putih pucat itu- sambil melipat kedua tangannya di dada.

"Kau bicara saja, Kyunnie. Aku tidak tuli untuk tidak mendengar ucapanmu." Yesung -namja bermata sipit itu- masih menyibukkan diri dengan ponsel di tangannya. Tak menyadari ekspresi kesal namun terkesan imut dari Kyuhyun.

"Kau sungguh menyebalkan hyung. Aku kan ingin bicara serius padamu." ucap Kyuhyun lirih namun suaranya dapat ditangkap oleh indera pendengaran Yesung.

Merasa diacuhkan oleh namja berkepala sedikit belebihan itu, Kyuhyun berdiri dari duduknya di sofa. Ia sengaja menghentakkan kakinya ke lantai untuk menarik pehatian Yesung.

"Kau mau kemana?" suara emas yang terdengar begitu indah, serta sebuah genggaman tangan berhasil menahan tangan Kyuhyun, seketika menghentikan langkah namja berambut ikal itu untuk pergi.

Kyuhyun menoleh ke arah tangan yang mencegah kepergiannya, terlihat Yesung tengah memasang muka heran.

"Kalau tujuanmu datang ke rumahku hanya untuk bermain ponsel. Lebih baik aku pergi saja. Silahkan lanjutkan saja aktivitasmu itu hyung." ucap Kyuhyun sinis.

"Mianhae, Kyunnie. Baiklah aku akan serius mendengarkanmu bicara. Duduklah kembali." ucap Yesung kemudian. Ia menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku. Perlahan ia tarik tangan Kyuhyun untuk kembali duduk di sampingnya.

Kyuhyun hanya menurut. Didudukkan kembali tubuhnya pada sofa panjang di samping Yesung.

"Silahkan! Kau ingin bicara apa?" Yesung menatap lekat Kyuhyun.

Entah apa yang sebenarnya terjadi, Kyuhyun malah menggigit bibir bawahnya sendiri. Ia terlihat sedang gugup sekarang.

Sepertinya Kyuhyun takut dengan arah pembicaraannya nanti. Hingga ia hanya memilih diam dan sedikit menudukkan kepalanya.

"Waeyo Kyunnie. Apa kau marah padaku?" tanya Yesung.

"Ani ,hyung" jawab Kyuhyun sekenanya.

"Lalu kenapa kau diam. Ceritalah padaku."

Kyuhyun masih diam sejenak, tak pernah terfikirkan olehnya jika ia akan menceritakan hal ini pada hyungnya yang terkenal pabbo.

Walau pabbo. Yesung merupakan orang yang begitu pehatian kepada orang-orang yang disayanginya. Tak ada salahnya jika ia menceritakan ini pada hyungnya yang sudah ia anggap sebagai hyung kandung sendiri.

"Ehmm.. hyung!" panggil Kyuhyun ragu. Ditatapnya Yesung untuk memastikan bahwa Yesung mendengar ucapanya.

"Ne."

"Apa kau masih ingat dengan Siwon." dengan sedikit hati-hati Kyuhyun mengucapkan rentetan kalimat itu. Ia tahu, Yesung sedikit sensitive jika berhubungan dengan Siwon.

Yesung membelalak, "Mwo? Siwon? Namja brengsek yang telah membuatmu menjadi seperti ini." geram Yesung.

Jika Yesung ditanya apakah ia masih ingat dengan Siwon. Tentu saja Yesung masih ingat dengannya. Ia bahkan tidak akan pernah melupakan perbuatan bejatnya yang dulu menghamili Kyuhyun dan sekarang mencampakkannya. Sungguh. Rasanya Yesung ingin membunuh namja bermarga Choi itu sekarang. Agar di dunia ini tidak ada lagi orang-orang seperti dia.

"Ya.. Hyung, bisa tidak kau pelankan suaramu sedikit. Taemin dan Minho bisa mendengar suaramu." ucap Kyuhyun sambil meletakkan jari telunjuknya di bibir. Persis seperti seorang yang sedang menyuruh orang diam.

"Namja seperti itu tidak pantas hidup di dunia ini. Dia sudah menghamilimu dan mencampakkanmu begitu saja. Itu benar-benar keterlaluan" ucap Yesung marah. Mengingat ia selalu sensitive jika sudah menyangkut dengan Siwon.

"Yak.. hyung diamlah." Yesung diam seketika. Kyuhyun menghela nafas panjang.

"Mianhae, Kyunnie. Aku terlalu emosi. Tapi, kenapa kau tiba-tiba membicarakan Siwon. Bukankah kau berjanji padaku akan melupakannnya." tanya Yesung penuh selidik.

"Ne hyung. Aku memang sudah berjanji untuk melupakannya. Tapi.. aku bertemu dengannya saat di SM Entertainment tadi."

"Mwo? Jinja? Lalu apa yang dia katakan padamu." tanya Yesung penasaran.

Namun Kyuhyun justru merasa sedih melihat ekspresi yang ditunjukkan Yesung, "Dia sama sekali tak mengenaliku hyung." ucap Kyuhyun disertai nada kecewa di dalam ucapannya.

"Mwo? Di..a tidak mengenalimu." Yesung mengepalkan kedua tangannya. Sungguh. Ia benar-benar tidak terima ini. Dongsaeng yang begitu ia sayangi dipermainkan oleh seorang namja kaya benama Siwon.

"Choi Siwon. Lelaki macam apa dia sebenarnya. Aku harus memberinya pelajaran." Ucap Yesung seraya berdiri dari kursinya.

Jika Kyuhyun tidak reflek mencegah kepergian Yesung. Mungkin namja bermata sipit itu sudah melagkah pergi entah kemana tujuannya.

"Yak.. kau akan kemana hyung." tanya Kyuhyun menatap Yesung tajam.

"Tentu saja ke gedung SM Entetainment." balas Yesung sambil menahan amarah yang siap muntah kapan saja.

"Aish.. Apa yang akan kau lakukan disana." tangan Kyuhyun masih mencekeram erat tangan Yesung. Jika ia melepasnya. Kemungkinan Yesung akan langsung melesat pergi ke gedung SM Entertainment.

"Memberi perhitungan pada Siwon."

"Aish.. Kau ini bodoh atau apa sih hyung. Kau ingin membuat keonaran disana. Hah?" ucap Kyuhyun begitu memprihatikan tindakan bodoh yang akan dilakukan Yesung.

Hyungnya yang terkenal pabbo itu suka sekali bertindak semaunya, tidak memikirkan apa yang akan terjadi nantinya jika ia melakukan tindakan konyol itu.

"Kau yang bodoh Kyunnie. Kau seharusnya bertindak lebih dari ini. Bukan hanya membiarkan Siwon tidak bertanggung jawab dengan apa yang sudah dia lakukan padamu." Yesung berhenti sejenak." Jangan bilang kalau kau masih mencintainya!" seru Yesung dengan amarah yang masih menyertai (?) nya.

Sementara Kyuhyun lebih memilih untuk menunduk, tak berani menatap Yesung yang sudah sangat marah sekarang.

"Jawab, Kyunnie." desak Yesung diikuti helaan nafas panjang.

Kyuhyun semakin menenggelamkan wajahnya, mungkin Yesung benar. Ia memang masih mencintai Siwon. Walau kenyataan Siwon tidak mencintainya.

Salahkah jika ia masih mengharapkan Siwon?

Sepertinya iya. Kyuhyun salah jika terlalu mengharap Siwon.

Yesung mengulurkan tangannya meraih pundak Kyuhyun dan menghadapkan tubuh Kyuhyun tepat di depannya.

"Hei, Kyunnie dengarkan aku. Aku mengerti perasaanmu. Kau pasti merasa sakit karena telah dipermainkan oleh Siwon. Mian karena telah membentak dan memarahimu. Aku menyesal." Yesung berhenti sejenak, tangan kanannya ia gunakan untuk mengangkat wajah Kyuhyun yang menunduk.

"Tapi, aku berharap kau bisa melupakan Siwon dan mencarikan seorang ayah baru untuk Taemin. Jangan berharap sesuatu yang mustahil terjadi. Karena itu rasanya sakit jika kau terus berharap. Aku tidak mau jika kau terpuruk lagi."

Tanpa sadar buliran bening jatuh membasahi pipi mulus Kyuhyun saat mendengar kata-kata Yesung.

Hyungnya itu benar. Ia tak seharusnya mengharap sesuatu yang mustahil. Mengharap Siwon menjadi ayah Taemin adalah sesuatu yang tak akan pernah terjadi. Ia dan Siwon bak langit dan bumi yang tidak akan pernah bisa bersatu. Ia harus mengingat hal itu.

"Kau benar hyung." ucap Kyuhyun masih dengan buliran bening yang terus keluar dari kelopak matanya. Yesung benar-benar tidak tega melihat Kyuhyun seperti ini. Yesung yang salah disini. Tak seharusnya ia memarahi Kyuhyun sampai dongseng kesayangannya itu menangis. Kyuhyun begitu rapuh.

Namja manis itu hanya terlihat tegar dari luarnya. Namun, sebenarnya ia sangat rapuh dan membutuhkan kasih sayang dan perhatian yang lebih.

Direngkuhnya tubuh Kyuhyun yang lebih rapuh dari Yesung ke dalam pelukannya. Mencoba memberi kekuatan agar dongsaengnya selalu sabar menghadapi cobaan yang ia terima. Yesung hanya berharap, semoga masalah ini cepat selesai. "Jangan memaksakan dirimu Kyunie, aku tahu sangat sulit bagimu untuk bisa melupakan Siwon yang merupakan cinta pertamamu. Walau sulit aku tahu kau mampu menghilangkan Siwon dari pikiranmu untuk selamanya. Aku akan terus mendukung dan membantumu untuk melupakannya. Tenanglah. Kuatkan dirimu, aku bersamamu."

Flashblack End

Kyuhyun menghentikan mobilnya setelah sampai di depan sekolah Taemin. Tak membutuhkan waktu lama dari SM Entertainment ke sekolah Taemin. Hanya membutuhkan waktu sekitar lima belas menit.

Kyuhyun membuka pintu mobilnya dan memandang area sekolah Taemin. Ramai. Kyuhyun memandang gerombolan anak-anak yang berhamburan menemui seseorang baik itu orang tuanya, kakaknya sepupunya atau lainnya Kyuhyun tidak paham. Semua orang dewasa yang berada disini mempunyai tujuan yang sama yaitu menjemput anak sekolah.

"Umma!" tak berselang lama, seorang namja kecil berwajah manis melambaikan tangannya pada Kyuhyun diantara gerombolan siswa yang berhamburan keluar. Namja berambut ikal itu segera memfokuskan pandangan pada sosok kecil yang memanggilnya dengan sebutan umma. Dilihatnya Taemin tengah berdiri di ambang pintu gerbang sendirian.

"Minnie" Kyuhyun mengembangkan senyuman kala melihat Taemin terlihat gembira. Ia merasa bersalah jika harus melunturkan kebahagiaan Taemin nantinya.

Taemin segera berlari menuju tempat dimana Kyuhyun memarkirkan mobil.

"Umma, lihatlah ini! nilai matematika Taemin dapat seratus!" ucap Taemin bahagia sembari menyerahkan kertas yang semula ia genggam.

"Jinja! Anak umma pintar sekali." Kyuhyun mensejajarkan tingginya dengan Taemin. Diperhatikannya kertas yang baru saja diberikan Taemin.

"Taemin sama sekali tidak mencontek umma," ucap Taemin dengan nada bangga.

"Anak umma memang pintar." Balas Kyuhyun sembari mengacak rambut Taemin.

"YA.. umma," si empunya rambut mengerucutkan bibirnya tak suka. Tangan mungilnya meraba rambut cepaknya untuk memperbaiki rambutnya yang berantakan.

"Taemin jelek sekali jika seperti itu. Senyum dong. Hanya rambut saja yang berantakan langsung cemberut seperti itu hmm?" Ucap Kyuhyun bermaksud untuk menggoda Taemin. Namun Taemin semakin mengerucutkan bibirnya.

"Siwon hyung bilang Taemin itu manis, Minho juga bilang kalau Taemin itu cantik, kenapa umma bilang Taemin jelek?" ucap Taemin dengan polosnya.

Kyuhyun terkekeh melihat kepolosan Taemin. Tangannya kembali mengacak rambut Taemin yang sebelumnya telah dirapikan si empunya.

"Ne. Taemin itu tampan kok. Anak umma adalah yang tertampan di sekolah ini." Kyuhyun mencubit kedua pipi Taemin dengan gemas.

"Ya.. umma Taemin itu manis," Protes Taemin yang lagi-lagi tidak terima dengan ucapan Kyuhyun.

Kyuhyun terkekeh geli, "Baiklah anak manis, karena nilai matematika Taemin dapat seratus, umma punya hadiah untuk Taemin"

"Jinja?" ucap Taemin girang. Itu artinya ia mengerjakan ulangan matematika dengan susah payah tidak akan sia-sia.

"Tutup dulu mata Taemin"

Taemin menurut dan segera menutup matanya.

Kyuhyun mengambil amplop pengumuman yang diperolehnya dari SM Entertaint. Ia buka kertas itu dan menaruhnya tepat di depan wajah Taemin.

"Sekarang buka mata Taemin." Suruh Kyuhyun yang kemudian mendapat respon dari Taemin. Namja kecil berwajah manis itu perlahan mengerjab-ngerjabkan matanya. Sedikit mengerutkan alisnya heran saat mendapati sebuah kertas sudah ada di hadapannya.

"Apa ini umma?" tanyanya bingung. Padahal tadinya Taemin berharap ummanya akan membelikan PSP baru atau membelikan es krim. Namun yang ia dapat hanya sebuah kertas.

"Coba Taemin baca isi surat ini" Taemin menggangguk. Dibacanya dengan seksama tulisan hangul yang tertulis di kertas itu.

Seketika matanya berbinar saat ia mulai paham dengan isi surat itu.

"Um..ma i..ni" tutur Taemin tak percaya.

"Bagaimana? Apa Taemin senang?" Kyuhyun tersenyum saat melihat ekspresi Taemin.

Taemin memeluk ummanya seketika, ia senang. Sangat senang. Melihat tulisan yang tertulis di kertas itu memberitahukan bahwa ia diterima menjadi seorang artis di SM Entertainment. Dan berita lain yang ia dapat adalah tawaran bermain drama dengan Choi Siwon. Artis yang begitu di idolakan Taemin.

"Terima kasih atas semuanya umma. Aku sayang sama umma. Sayang sekali."

"Umma juga sayang Taemin."

.

.

.

.

Seorang namja manis berjalan dengan terseok-seok sembari memasuki sebuah rumah besar dan mewah. Ia berusaha menahan berat tubuh namja yang sedang iabantu untuk berjalan. Akibat berlebihan meminum alkohol hingga membuat namja tampan yang dipapahnya itu mabuk berat.

Sebenarnya namja manis itu sudah memperingatkan namja tampan yang dipapahnya agar tidak minum berlebihan. Namun sepertinya namja itu sedang mempunyai masalah yang serius hingga ia minum sampai mabuk berat.

"Siapa yang mengajarimu mabuk berat seperti itu Choi Siwon, bahkan untuk berjalan pun kau tidak bisa, berapa botol yang kau habiskan huh?" seorang namja paruh baya mucul dari arah tangga menuju lantai dasar saat melihat anak semata wayangnya yang sedang dipapah salah satu pelayan rumahnya, perasaan amarah mulai menyelimutinya.

"Apa urusanmu." balas namja bernama Siwon seperti hilang kendali akibat terlalu banyak minum, hingga pikirannya menjadi tidak fokus.

"Ck. Kau sudah berani melawan orang tua." Namja paruh baya itu mulai tersungut emosi saat melihat anaknya tiba-tiba pulang tengah malam. Ditambah dalam keadaan yang mabuk berat.

Siwon -namja yang sedang mabuk berat- tersenyum meremehkan.

Sementara namja yang memapah Siwon -Kyuhyun- takut melihat tingkah orang tua dan anak itu. Sebenarnya ia tidak mau ikut campur dalam urusan ini, karena ia hanya seorang pelayan. Tapi, karena Siwon tidak bisa menahan berat tubuhnya. Sehingga jika Kyuhyun memutuskan untuk pergi, dalam hitungan detik tubuh Siwon dipastikan akan jatuh.

"Kenapa dia bisa seperti ini, Kyuhyun-ssi" kali ini namja paruh baya yang notabene adalah majikan Kyuhyun menatap tajam ke arah Kyuhyun.

"A..ku su..dah memperingatkan beberapa kali tu..an. Namun tuan muda ti..dak mau menurut." jawab Kyuhyun gugup. Tangannya masih ia gunakan untuk menahan berat tubuh tuan mudanya.

"Kenapa kau tidak bersikap lebih keras lagi, aku menyuruhmu menemaninya agar kau bisa mencegah Siwon mabuk. Tapi, percuma saja kalau begitu " tuan Choi -namja paruh baya itu- marah untuk kali ini. Dia sudah mempercayakan Kyuhyun untuk melarang Siwon mabuk. Namun, apa hasil yang ia dapat.

Kyuhyun menudukkan kepalanya dalam-dalam, takut. Ia benar-benar merasa bersalah."Mianhae tuan. A..ku" ucapan Kyuhyun terputus ketika tuan mudanya aka Siwon tiba-tiba membuka suara.

"Kau jangan memarahi Kyuhyun. Dia tidak salah. Aku yang tidak mau menuruti perintahnya. Jika kau ingin marah, marahi saja aku." Siwon menegakkan berdirinya yang hanya mendapat bantuan Kyuhyun untuk berdiri. Tetap saja Siwon tidak bisa berdiri sepenuhnya. Ditatapnya tajam namja paruh baya yang notabene adalah ayahnya sendiri.

Tuan Choi menghela nafas panjang. Berbicara dengan orang mabuk sama saja bicara dengan dinding. Percuma saja. Walau dinasehati sekalipun Siwon pasti akan melawan. Bahkan tidak akan diindahkan semua perkataannya.

"Ck. Kyuhyun-ssi. Bawa Siwon ke kamarnya." kemarahan tuan Choi sedikit mereda. Ia kembali mempercayakan Kyuhyun untuk membawa Siwon ke kamarnya.

"Ba..ik tuan." jawab Kyuhyun sebelum akhirnya ia kembali memapah Siwon menuju kamarnya. Namja manis bermarga Cho itu tak menyadari seringai kecil terlukis di wajah Siwon.

Kyuhyun kembali berjalan terseok-seok menuju kamar tuan mudanya. Jujur saja, Kyuhyun belum pernah sekalipun memasuki kamar Siwon. Bahkan bagian untuk membersihkan kamar tuan mudanya bukanlah Kyuhyun, melainkan pelayan keluarga Choi yang lain. Entah kenapa Kyuhyun merasakan sesuatu firasat yang tidak enak. Namun segera ia singkirkan pemikiran itu.

"Namja tua itu selalu saja mengurusi hidupku." Siwon mulai bicara melantur.

"Tapi dia adalah Appamu tuan" Kyuhyun tahu. Siwon berbicara seperti itu bukan dari hatinya. Tapi, karena pengaruh alkohol yang diminumnya secara berlebihan. Lagipula Siwon tidak pernah melawan apalagi bicara tidak sopan pada tuan Choi. Sekalipun itu jika sedang marah.

Kyuhyun bahkan tidak mengerti mengapa Siwon bisa mabuk berat seperti ini. Kyuhyun mengenal Siwon sebagai namja yang taat pada agama. Bukan sebagai namja yang sering mabuk. Namun, melihat Siwon yang berubah seperti ini membuat Kyuhyun hanya mengerutkan alisnya heran.

"Kau membelanya Kyuhyun-ah." sekarang Kyuhyun mulai takut dengan nada bicara Siwon.

"Ani tuan. Aku tidak membelanya." Kyuhyun berusaha membela diri. Jika seperti ini terus Kyuhyun bisa-bisa terhuyung ke samping. Berat tubuhnya yang tidak seberapa harus menopang berat tubuh tuan mudanya yang lebih berat.

"Hah. Baguslah kalau begitu." rancau Siwon.

Kyuhyun sangat berharap segera sampai di kamar tuan mudanya. Ia sudah tidak sanggup lagi menopang berat tubuh Siwon.

Kyuhyun bernafas lega ketika kamar tuan mudanya sudah terlihat di depan. Kyuhyun berusaha keras memapah Siwon berjalan sedikit cepat agar segera sampai di depan kamar itu. Sungguh. Kyuhyun sudah tidak kuat lagi.

Sampai Kyuhyun yang sedang memapah Siwon di depan pintu kamar tuan mudanya itu. Kyuhyun segera memutar kenop pintu dan segera melangkah masuk. Entah sengaja atau tidak Kyuhyun malah menutup pintunya dari dalam namun tidak ia kunci.

Ya. Kyuhyun sedikit khawatir jika pelayan lain melihatnya memapah Siwon memasuki kamar tuan mudanya, ia tidak mau jika menimbulkan pemikiran yang tidak-tidak dari pelayan yang lain. Walau sebenarnya ia masuk ke dalam kamar Siwon karena suruhan dari tuan Choi. Tapi tetap saja ia tidak mau hal itu terjadi.

Sampai di dalam. Siwon menghentikan langkahnya tiba-tiba. Membuat Kyuhyun juga berhenti seketika. Namun sialnya Kyuhyun malah terhuyung ke samping, hingga menyebabkan Kyuhyun jatuh ke lantai dengan posisi menghadap ke atas.

Dan tentunya Siwon yang dipapahnya juga tidak bisa menahan berat tubuhnya. Akhirnya Siwon pun ikut terjatuh tepat di atas tubuh Kyuhyun.

Siwon menatap Kyuhyun yang berada di bawah tubuhnya. Dengan jarak yang sangat dekat seperti ini, Siwon dapat melihat secara intens wajah mulus Kyuhyun. "Kau sangat manis, Kyu" tanpa sadar tangan Siwon sudah mengelus pipi Kyuhyun.

Seketika pipi Kyuhyun memerah. Namun, sebenarnya Kyuhyun sangat gugup. Jaraknya dengan tuan mudanya hanya berjarak beberapa centi saja. Sementara tuan mudanya semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Kyuhyun. Kyuhyun menelan ludahnya kuat menyadari hal itu.

Dengan posisinya, Kyuhyun segera mendorong tubuh Siwon menjauh dari atas tubuhnya. Butuh tenaga ekstra untuk melakukan itu.

Setelah Kyuhyun berhasil menyingkirkan tubuh Siwon, namja manis itu segera berdiri. Takut hal yang tidak-tidak akan terjadi padanya.

Entah mendapat tenaga darimana Siwon juga sudah berdiri. Namja tampan itu memandang Kyuhyun dengan tatapan yang sulit diartikan.

Kyuhyun semakin gugup. Tiba-tiba Siwon mendorong tubuh Kyuhyun dengan kuat. Hal itu membuat Kyuhyun tepat jatuh di atas tempat tidur size yang menjadi tempat tidur Siwon.

Kyuhyun membelalakkan matanya menyadari apa yang baru saja dilakukan tuan mudanya.

"Apa yang akan Tuan muda lakukan." Ucap Kyuhyun takut. Wajahnya pucat penuh iba. Tangannya gemetar. Dan giginya gemelutuk seperti orang kedinginan. Dengan takut ia menatap seorang namja yang tengah berjalan mendekatinya.

"Tuan muda, sadarlah kau tengah mabuk berat," Kyuhyun semakin takut, karena Siwon semakin lama semakin mendekat.

Siwon membuka baju yang dikenakannya. Kyuhyun kembali membelalak. Ia tak menyangka akan terjebak dalam situasi seperti ini.

"Tuan.. mu..da sa..darlah" dan itulah kata terakhir yang Kyuhyun ucapkan sebelum Siwon berada di atas tubuh Kyuhyun dan mulai melumat bibirnya.

Kyuhyun semakin membelalak ketakutan. Ini sungguh di luar dugaannya. Haruskah ia membalas ciuman tuan mudanya? Tidak. Kyuhyun harus melawan.

Kyuhyun mencoba mendorong tubuh yang lebih besar kekuatannya. Namun tak berhasil.

"Ahnnn"

Lenguhan yang lolos dari bibir Kyuhyun membuat Siwon semakin begairah. Namja tampan itu menyusupkan kedua tangannya ke dalam kaos yang dikenakan Kyuhyun. Dan masih dengan kedua bibir yang saling bertautan.

Tak ada tenaga untuk Kyuhyun memberontak. Ia tak bisa melawan kekuatan Siwon yang jauh lebih besar dibanding dengannya. Percuma saja.

Kenapa? Kenapa kejadian ini bisa terjadi. Haruskah Kyuhyun senang dengan hal ini. Sebab orang pertama yang menyentuhnya adalah Siwon, namja yang ia cintai.

Tidak. Kyuhyun salah. Dadanya justru merasakan sakit saat Siwon akan menyentuhnya. Tanpa disadari Kyuhyun, buliran bening jatuh membasahi pipi chubbynya. Ia menangis. Menangis karena tidak bisa memberontak. Menangis karena Siwon melalukan semua ini bukan atas dasar dari cinta. Menangis karena ia begitu bodoh telah mencintai tuan mudanya.

Kyuhyun kembali mendesah. Kali ini ia benar-benar menangis. Air hangat semakin deras mengalir dari kelopak matanya.

"Nghh.. sa..kit.." Kyuhyun meracau, masih dalam keadaan bibirnya dan Siwon menyatu.

"Argh..."

.

.

"Argh..." Kyuhyun bangkit dari tidurnya dengan nafas yang memburu.

Namja manis itu berusaha menormalkan kembali pernafasannya. Terlihat ia seperti baru mengalami mimpi buruk. Wajahnya yang manis dibanjiri dengan keringat yang bercucuran di sekitar keningnya. Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling guna mentabiri lensa matanya agar kembali stabil.

Namja berambut ikal itu kembali memejamkan mata, mengingat akan mimpi yang baru saja dia alami dengan jelas. Tiba-tiba dirinya bermimpi saat dimana Siwon menyentuhnya. Ya dulu Siwon menyentuhnya dalam keadaan tidak sadar.

Dada Kyuhyun kembali berdenyut sakit jika mengingat semua itu. Dia bodoh, sungguh sangat bodoh.

Kyuhyun menoleh ke samping, tepatnya ke arah namja kecil yang sedang terlelap di sampingnya. Diperhatikannya dengan lembut wajah Taemin yang terlihat begitu tenang dan damai.

Perlahan Tangan Kyuhyun terulur untuk menggapai rambut Taemin. Ia kemudian mengusapnya pelan.

Melihat Taemin, entah kenapa Kyuhyun merasa sangat bersalah dengan apa yang sudah ia lakukan pada malaikat kecilnya. Rasa kasihan menyelimuti Kyuhyun, karena selama ini Taemin belum pernah mendapat kasih sayang dari seorang Ayah.

Padahal Taemin juga membutuhkan kasih sayang seorang ayah. Walau Taemin sudah berusia delapan tahun. Tapi, dengan usia Taemin yang semakin beranjak remaja, ia sama sekali belum pernah merasakan kasih sayang dari seorang ayah. Ya walaupun terkadang Yesung berperan sebagai Appa Taemin yang kadang memberikan perhatian lebih layaknya ayah kandung. Semua itu, tidaklah sama ketika Taemin dapat merasakan kasih sayang sesungguhnya dari seorang ayah kandung.

Dan perasaan sakit kembali menyeruak dalam hati Kyuhyun. Karena tiba-tiba ia memimpikan Siwon saat menyentuhnya dulu. Sungguh miris mengingat kejadian itu. Kyuhyun terus meruntuki kebodohannya yang tidak bisa menahan nafsu tuan mudanya sewaktu itu. Ya, walau saat itu tuan mudanya sedang mabuk.

"Maafkan umma, Taemin."

.

.

.

.

Kyuhyun melangkah menuju ruangan pengelola kantor SM Entertain. Rencananya hari ini Kyuhyun akan memberikan keputusan tawaran drama kemarin. Ya, di kertas yang ia terima kemarin sudah tertulis jelas bahwa ia harus segera memberikan jawaban.

Syuting drama itu sendiri akan dimulai dalam waktu dekat ini. Jadi, jika Kyuhyun tidak cepat memberi kepastian, kemungkinan peran yang nantinya akan diperankan Taemin akan diganti dengan orang lain. Tak mau kan jika itu terjadi?

Kyuhyun memegang kenop pintu ruangan yang akan dimasukinya. Namun, suara percakapan dari dalam ruangan itu mengurungkan niatnya untuk membuka pintu itu.

"Kapan Siwon sembuh dari amnesianya. Kadang penyakit akibat kecelakaannya enam tahun yang lalu itu cukup merepotkan orang lain."

DEG..

Kyuhyun membeku di tempat. Tiba-tiba suara itu hilang entah kemana di telinga Kyuhyun. Seolah ada suara gemuruh yang membuat suara percakapan orang dari dalam ruangan tersebut menjadi sulit untuk di dengar.

Kyuhyun menyandarkan tubuhnya di dinding. Amplop yang dipegangnya tiba-tiba jatuh.

Apa? Apa yang baru saja di tangkap oleh indera pendengarnya. Siwon amnesia?

Siwon amnesia? Karena kecelakaan? Kenapa bisa? kata-kata itulah yang terus mengiang di kepala Kyuhyun.

Jadi, selama ini saat Kyuhyun bertemu dengan Siwon dan ia tak megenalinya, apa itu semua karena Siwon mengalami amnesia. Benarkah?

Kyuhyun memegangi dadanya yang berdenyut sakit. Cairan bening meluncur keluar dan membuat jejak di pipi Kyuhyun. Perlahan tubuhnya merosot ke lantai akibat tidak bisa menjaga keseimbangannya.

Kyuhyun linglung, benar-benar linglung. Deras air mata perlahan berlomba untuk turun membuat anak sungai di pipi Kyuhyun. Dadanya sakit sekali mendengar kenyataan ini. Apakah ini pertanda bahwa ia dan Siwon memang tak akan bisa bersatu ? Ya. Memang seharusnya ia tidak menyimpan harapan itu sejak dulu. Mulai sekarang mungkin ia memang benar-benar harus melupakan Siwon. Harus.

TBC

Anyeong.. Aku kembali... *gak ada yang nanya.

Khusus untuk membawa kelanjutan ff mianhae saranghae nih,

Apakah kelanjutannya semakin membosankan? Sepertinya iya dech.

Mian ngaret banget nih update ff ini.

Ya, habisnya saya sibuk mulu *sok orang penting*

Semoga updatenya tidak mengecewakan readers.

Oh ya, di chapter ini ada adegan yang menjurus ke rate M. Mian jika adegan itu bikin muntah. Karena saya sendiri juga, jujur ya.. jarang sekali baca ff ber rate M. rate saya masih T. takut aja githu. Ah udahlah abaikan saja curhatan gak penting ini.

Oke, minta responnya kembali ya. Kalau ada yang baca sih.

Mulai sekarang saya wajibkan. Barang siapa yang membaca ff ini harus memberikan coment *plak

Bercanda ding. ;)

Penulis gaje ya kayak begini kegajeannya.

Ya uding. Sekian basa-basi saya. Sekali lagi saya ingatkan bahwa ff ini sudahh saya publish di blog wordpress pribadi saya sudah sampai chapter 6. Yang mau tanya blognya silahkan PM ya. Saya ingin menamatkan cerita ini insya allah. Doakan ya readers.

Salam perkenalan, Kenzoumuki