Maaf membuat kalian lama menunggu~ yaah, gimana ya, setelah aku menyelesaikan data profilku aku menyadari kalau ternyata project cerita ku banyak dan waktuku sedikit (untuk sekolah dan sebagainya) jadi aku panik 'Duh aku ingin menyelesaikan ini segera dan memulai ini!'/dor

habis setelah kubaca lagi semua menggoda iman untuk di teruskan!/plak. mungkin yang terpanjang nanti bakal It's All blablabla ama My Adventure *sigh* ah, jangan pikirkan, selamat menikmati! warningnya apa aja boleh deh #ditendang

.


Third : Aomine Daiki

Saat aku sedang jalan-jalan, aku mendengar musik yang cukup bagus di pinggir jalan, dan akupun bergabung di pertunjukan kecil sekelompok remaja seumuranku. Bagaimana bisa aku di Tokyo? Begini ceritanya...

Flashback

"Yosh minna-san, karena kita sudah memasuki liburan musim panas, berpencarlah di muka bumi untuk mencari cinta! Hahahahaha" ketawa Kepala Sekolah dengan gaya Fabulous-nya

"Begitulah, karena itu sekolah ini akan di tutup selama liburan musim panas, selamat bersenang-senang semuanya" ujar wakil kepala sekolah yang untungnya normal

"Ohoho, pemikiran yang cukup berani, (name)-san. Aku mengharapkan banyak darimu di liburan ini, ciptakanlah beat penggugah jiwa lainnya Hohoho" oh mai got tuh kakek-kakek bener-bener ajaib dah

End of flashback

Dan aku hanya bisa sweatdrop jika mengingat itu kembali.

Lupakan itu, ternyata mereka asik juga

"Sepertinya kemampuanmu berkembang pesat ya?" kata suara berat seseorang dengan nadanya yang seolah mengejek, aku menoleh

"Daiki?!" kataku terkejut

"Yo, Hisashiburi da na (name), sudah 2 tahun ya"

Aku berkedip-kedip lalu menangguk, "yah, sudah 2 tahun" ulangku, setelah berpamitan pada mereka akupun pergi denganya untuk menemaninya berbelanja (disuruh Satsuki dan sekalian beli sepatu baru)

"Hee, untunglah kau sudah mulai giat berlatih, tak kusangka Taiga dan Tetsu bakal menang melawanmu, biar kutebak, kalah dalam stamina?" tebakku ngasal, tapi ya gimana ya, jarang berlatih berarti jarang bergerak, jarang bergerak berarti staminanya bakal turun, selama liburan musim panas tahun kemarin aku bersantai-santai dan saat kembali, 30 menit lari saja aku sudah ngos-ngosan.

Daiki tersenyum garing dan menggaruk tengkuknya "Begitulah"

Lalu setelah kami membeli barang-barang pesanan Satsuki di supermarket, Daiki berhenti di rak buku dan melirik buku terlaknat itu dan membelinya

Hah

Entah kenapa dari semua orang aku harus suka sama Eromine ini.

Setelah itu kami ke toko perlengkapan olahraga, berkali-kali kami masuk dan tak pernah menemukan sepatu yang cocok dan entah ini sudah yang keberapa kali aku bicara

"Daiki! Telpon Satsuki dan tanya dia toko yang biasanya menjual ukuranmu! Lagipula bagaimana bisa kau lupa sih?!" teriakku kesal

"urusai naa, biarkan aku mencoba untuk menyelesaikan ini sendiri kali ini! Masa' lelaki harus bergantung pada wanita?" katanya mempertahankan harga dirinya.

Dan setelah 1 jam mencari akhirnya kami menemukannya.

"Hah, capek, aku akan tunggu diluar saja, taruh barang-barangnya di bangku itu" kataku sambil menunjuk bangku panjang di depan toko, di sebelahnya ada mesin penjual minuman dingin.

Setelah menaruh belanjaan Daiki berbalik "Tunggu sebentar" katanya dan aku mengangguk

"Santai saja" jawabku.

Tak lama setelah itu segerombolan orang menyergapku dari belakang. Mereka menyeretku memasuki gang sempit di sebelah toko. Memegang bahuku dan memeluk pinggangku, dan membekapku dengan suatu kain, aku mencoba untuk tidak bernafas selama mungkin dan bergerak sekasar mungkin untuk melepaskan pegangan mereka, dan dalam waktu singkat tanganku telah terikat dan hidungku menghirup sesuatu yang berbau obat.

Dan pandanganku mengabur, lalu gelap

Tolong! Daiki!

.

.

Bugh! Bruuk!

Dan saat mataku terbuka kembali, aku melihat mayat-maksudku sosok yang tadi menyeretku tergeletak lemas di tanah, dan di hadapanku berdiri dengan gagah pemuda tinggi berambut Navy Blue dan berkulit Tan.

"Tch, ternyata hanya segini, menyedihkan" katanya terdengar sombong, lalu dia berbalik ke arahku saat aku mencoba untuk bangkit dan duduk

Dia melangkah cepat ke arahku lalu berlutut dan memelukku dengan erat

"Da.. Daiki..?" sepertinya pengaruh obat bius tadi masih ada.

"Maafkan aku, (name), seharusnya tadi aku tidak membiarkanmu di luar" dan pelukannya bertambah erat tapi anehnya terasa lembut, wajahku terasa sedikit terbakar, pelukannya sangat menenangkan, dia seperti memeluk sesuatu yang sangat berharga...

Nggak, buang pikiran itu jauh-jauh, ini adalah Daiki, pemuda yang akan bertindak menurut instingnya

Lalu dia mengangkatku bridal style, entah bagaimana cara dia membawaku dengan tas belanjaan yang banyak itu. Tapi kusadari satu hal yang fatal saat dia menggendongku, entah sengaja atau tidak, tangannya mencapai dadaku.

Mukaku langsung terbakar seketika

"Huwaaaaa! Eromine wa hentai! Udah item! Dekil! Bulukan! Gak pernah mandi! Songong! Dasar tower! Idup lagi!" kataku sambil mendorong mukanya jauh-jauh

"Seberapa bencinya lu ama gue gegara ini?! Sumpah gue gak sengaja vroh! Demi kolor Eyang Batik!" katanya rada OOC dan kebawa EYD

Dan keributan kami terus berlangsung, ternyata Satsuki ada urusan dan kami bertemu di tengah jalan, jadi setengah belanjaan dia yang bawa, aku sudah turun dari gendongan si Eromine, tapi jalanku masih terhuyung-huyung dan alhasil berpegangan ke baju Eromine, persis kayak anak kecil

Di persimpangan jalan...

"Satsuki, kau pulanglah duluan, aku masih ada urusan, (name), ikut aku" katanya

"Memang ada urusan apa Aomine-kun? Kok mengajak (name)-chan?" tanya Satsuki penasaran

"Sudah, ini bukan urusanmu, cepat pulang!" Jawab Daiki sambil mengibaskan tangannya menyuruh Satsuki pergi, dengan muka sebal gadis itu pun melenggang pergi.

Aku diam saja menuruti permintaannya(?) untuk mengikutinya dan sampailah kami pada court basket jalanan.

Aku diam saja dan mengikutinya memasuki lapangan itu dan menoleh kesana-kemari, tidak ada apa-apa, sebenarnya kenapa dia kemari sambil mengajakku?

Lalu dia mengambil sebuah bola baru dari tasnya, memantulkannya ke lapangan itu dan berdiri di tengah lapangan sedangkan aku dipinggirnya. Apa? apa dia mau menantangku One-on-One? Kalau itu benar, aku akan-

"selama 2 tahun terakhir aku selalu menyesali apa yang kulakukan saat smp dulu. Membuat semuanya terjadi, menyakiti orang lain di sekitarku, yang peduli padaku, termasuk dirimu, sangat wajar kalau kau tidak memaafkanku setelah apa yang kuperbuat" ha? Apa yang dia katakan? Itu sudah berlalu

Saat aku akan mengatakannya dia menyela

"Tapi, saat ini, disini, Dengan shoot ini aku akan menyatakan cinta padamu sekali lagi dengan jelas, diriku sudah berubah dan kurasa aku tidak sebrengsek dulu, maka dari itu, (name), tolong pertimbangkan baik-baik" katanya lurus dan serius mengarah pada ring di hadapannya sedangkan bola basket baru itu di tangannya. Dia sudah mengambil posisi akan menembak

"Dan ingatlah, tak peduli berapa tahunpun aku akan menunggu, apapun yang terjadi, perasaanku terhadapmu tak akan berubah" lalu dia menembakkannya menuju ring itu. "Kau adalah gadis terpenting untukku, dan perasaanku padamu berbeda dengan perasaanku pada Satsuki, jadi jangan pernah bertanya aku menyukaimu sebagai apa" dan bola itu masuk.

"Aku menyukaimu (name), maukah kau menjadi pacarku?" katanya tegas

"Oke" kataku langsung

...

TUHAN APA YANG BARUSAN KUKATAKAN?! SETAAAAAAN

Mataku melebar

Matanya melebar

Pipiku memerah

Pipinya juga

"Apa...?" satu kata lolos dari mulutnya yang melongo

Aku menutupi wajahku lalu menarik nafas berkali-kali

Lalu tanganku kuturunkan, dengan suara kecil aku mengulangi jawabanku "A...aku mau... ta-tapi jangan berlaku mesum-!" lalu di hadapanku terdapat sebuah boneka beruang berwarna putih.

Hadiah game crane tadi, lalu aku menerimanya, bulunya lembut, aduh, lucunyaa...

Dan orang yang menyerahkannya pun juga tak kalah lucu.

Aku mengecup moncong beruang hadiah nya di permainan crane, lalu menempelkan moncongnya ke pipi Daiki, ciuman tidak langsung, dan dengan pipi yang agak memerah aku tersenyum dan menggerakkan tangan beruang itu, melambai padanya

Dia memegangi pipinya lalu memerah juga, dan ekspresinya seperti orang yang sudah siap naik ke surga

Lalu dia memelukku "Cho- Daiki!"

"Hari ini adalah hari paling bahagia seumur hidupku" katanya dengan lembut dan semburat tipis di pipinya, dan nadanya penuh dengan perasaan tersebut, aku pun juga tersenyum dan memeluknya balik

.

.

.


CUTENESS possessed Ganguro! ASGSJFAJHGFSDF! \(OAO;)/

Aaarggh! Ini apa? ini aapaaa?! Aduh emak, si gosong mesum manis banget pas nembak mak, duh my kokoro udah nggak kuat XD *nosebleed* *guling-guling*

Hyahyahyahya :v caranya nembak mesti manis sekali yee, gak cocok banget dengan tampang dan sikapnya di canon yang manly banget :v Muhahahahaha *ketawa nista*

*dilempar peralatan rumah tangga ama fans Aomine*

Dan ane masih gegulingan nyari yang pas dgn Murabara... apa polanya disamain kyk Eromi-Aomine aja ya? Argh auk ah gelap, semua ada waktunya #prinsiporangmales

Nantikan chap selanjutnya! ^_^/