sekedar info, disini hikari ber pairing kok... cuma ngga aku kasih tau siapa yang akan jadi pairingnya...^^

Disclaimer : Digimon © Akiyoshi Hongo


'toloooong…toloooong' terdengar jeritan seorang gadis

"siapa itu?"

'toloong jangan sakiti akuu, aku moohooon' mohon sang gadis, terlihat suasana seorang gadis yang sedang diserang oleh 3 pemuda.

"siapa? siapa itu?" aku berfikir siapa yang meminta tolong

'jangaaan…aku mohon jangaan' teriak sang gadis sambil menangis

aku pun mendekatkan penglihatanku, yang makin lama makin jelas dan…

Piiip piiip piiiiip

Bunyi alarm yang membangunkan Hikari(Sachi) dari tidurnya.

'apa itu tadi? mimpi yang aneh dan… mengerikan… siapa gadis itu' fikir Hikari(Sachi) yang masih duduk ditempat tidurnya, beberapa saat kemudian terdengar bunyi pintu diketuk.

"yaaa?" tanya Hikari(Sachi)

Pintupun dibuka dan ternyata Kouichi yang sudah memakai seragam menghampirinya.

"tidur nyenyak?" tanya Kouichi lembut

"eehhmm..yaah…hehehehe"

"baiklah, seragammu sudah disiapkan, sekarang kamu mandi, aku tunggu diruang makan bersama Kouji"

"iya"

Kouichi pun beranjak dari tempat tidur Hikari(Sachi) sebelum Kouichi meninggalkan kamar itu, Hikari(Sachi) memanggilnya.

"kak Kouichi" panggil Hikari

Kouichi pun menoleh kearah Hikari yang sepertinya ingin menanyakan sesuatu

"ada apa Sachi?" tanya Kouichi

"eehhmm..tidak..tidak apa-apa..hehehe..aku mau mandi dulu" kata Hikari yang langsung beranjak dari kasurnya.

"dasar anak aneh, yasudah, aku tunggu dibawah yah" kata Kouichi sambil menutup pintunya.

'aku bingung, haruskan aku cerita pada mereka tentang mimpiku?' tanya Hikari dalam hati 'ah yasudahlah, mungkin ini hanya mimpi biasa' katanya yang langsung menuju kamar mandi

Selesai dia mandi, dia langsung menuju ruang makan yang disitu Kouji dan Kouichi sedang berbincang-bincang sambil menikmati sarapan paginya.

"pa..pagi semuaa" sapa Hikari yang malu-malu yang menggunakan seragam barunya.

"pagi, ayo cepat duduk dan habiskan makananmu, kita harus cepat-cepat kesekolah barumu" kata Kouji

"ah.. ok" kata Hikari yang langsung duduk dan menyantap sarapannya, selagi dia menyantap sarapannya, dia sadar akan Kouichi yang memandanginya dari tadi.

"ada apa kak?" tanya Hikari "ada sesuatu dimukaku?"

"hihihi… ada sisa roti di bibirmu" kata Kouichi yang membersihkannya dengan tissue "pelan-pelan saja, tidak usah buru-buru"

"huuuh… habis kak Kouji menyuruhku cepat" kata Hikari yang tersipu malu karena tindakan Kouichi

"heii.. aku menyuruhmu cepat bukan berarti makanmu harus buru-buru begitu kaan" kata Kouji sambil tersenyum

Hikari telah menghabiskan makanannya, dan mereka bertiga berjalan menuju mobil untuk berangkat kesekolah.

"kita berangkat menggunakan ini?" tanya Hikari yang heran sambil menunjuk kearah mobil BMW 523i

"hehehe… kau akan terbiasa, oh iya, kau sangat manis menggunakan seragammu" kata Kouichi yang langsung masuk duduk dikursi depan

Hikari langsung memerah dan mengikuti Kouji yang masuk kursi belakang mobil.

Akhirnya mereka sampai di sekolah Hikari, yaitu SMP Odaiba, SMP unggulan ini ternyata bukan hanya mereka bertiga yang datang dengan mobil mewah, tetapi anak-anak yang lainnya juga ada yang seperti itu. Begitu mereka keluar mobil…

"KYAAAAAAAAAAAAAA….KAK KOUJIIII!"

"KYAAAAA KAK KOUICHIII KAU SANGAT MANIS HARI INIIII" teriak cewek-cewek SMP

Hikari hanya terdiam tanpa kata yang melihat reaksi cewek-cewek itu.

'haah.. mereka ternyata idola sekolah? tunggu tunggu….bagaimana bisa.. mereka kan SMA.. sedangkan disini gedung SMP?' tanya Hikari dalam hati yang bingung.

Melihat Hikari kebingungan seperti itu Kouji langsung menghampirinya.

"hahahaha… seperti dugaanku, kau pasti akan kaget, begini-begini kakak-kakakmu ini populer loh" kata Kouji yang mengedipkan sebelah matanya.

"Koujiiii… siapa cewek disebelahmu ituu?" kata salah satu cewek yang mengerebuti mereka

"oh.. hei ini adik sepupuku, dia baru pindah kesini, jadi.. tolong jaga dia yah" kata Kouichi sambil memberikan senyum malaikatnya.

"ooh adik sepupu kalian..waaahh..salam kenaal yaaaah" kata cewek-cewek yang tadinya sinis berubah drastis menjadi sangat ramah. Hikari yang bingung melihat kearah kedua cowok kembar itu, mereka hanya memberikan senyum bertanda 'maaf'

"Sachi, kami harus pergi sekarang, kalau tidak kami bisa telat, oh iya ini" kata Kouichi yang memberikan sebuah handphone kepada Hikari "kalau terjadi sesuatu, atau kamu ingin kemana saja, langsung telepon aku yah"

"hahahaha… kita seperti pacaran saja kak" kata Hikari yang mengambil handphone dari tangan Kouichi "terima kasih banyak yah"

"baiklah, sampai bertemu nanti sore" kata Kouji

Mereka kembali ke mobil dan pergi meninggalkan Hikari yang masih dikerumuni oleh cewek-cewek penggemar Kouji-Kouichi itu.

"apa tidak masalah kita langsung membiarkannya di hari pertamanya?" tanya Kouichi yang masih menoleh ke belakang

"tenang saja tidak usah khawatir" kata Kouji yang memperhatikan Kouichi "kamu tidak suka padanya kan?"

"hah? aku? Suka pada Sachi? tidak mungkin kaak… dia sudah seperti adikku sendiri" kata Kouichi yang mukanya memerah

'hhh.. sepertinya akan rumit' desah Kouji dalam hati.

Di SMP

"heii Sachi… bagaimana rasanya tinggal bersama mereka?" tanya salah seorang cewek

"hhmm..menyenangkan, semuanya serba ada" kata Hikari yang tersenyum

"lalu.. lalu… apa kebiasaan mereka? Bagaimana saat mereka memakai piyama?" tanya seorang lagi

"heii..apa mereka akrab? apa Kouji sudah punya pacar?" tanya cewek yang lain

"kau tahu tidak, kedua sepupumu itu, salah satu cowok terkeren di Odaiba Akademi ini, sampai-sampai anak SD pun tahu..hhahahhaa..uuhhh aku ingin jadi adik sepupunyaa" kata cewek yang lain

"aku lebih ingin jadi istri Kouichi" kata cewek yang berbeda

Hikari yang makin tidak nyaman berusaha untuk menghindari mereka

"eehhmm.. maaf, aku harus ke kantor kepala sekolah, nanti kita bicara lagi yah, byee" kata Hikari yang langsung pergi.

"waahh.. Sachi masih malu..hehehehe" kata cewek-cewek itu

"huff… mereka sangat menyeramkan, dasar, kenapa mereka tidak bilang sebelumnya kalau mereka itu populer dan…aahh" perkataan Hikari terputus karena menabrak seseorang di lorong kelas. Dia menabrak seorang cowok berambut hitam, matanya berwarna biru, dan tinggi.

"ah ma.. maaf" kata Hikari yang terduduk dilantai, terjatuh karena menabrak cowok itu.

"tuhan menciptakan mata untuk melihat, kalau jalan, gunakanlah ciptaan tuhan yang satu itu…." kata cowok itu dingin tapi kalimatnya langsung terputus saat dia melihat Hikari. Hikari pun langsung beranjak dari lantai dan membentaknya.

"heii! aku kan sudah minta maaf! Tuhan juga menciptakan otak untuk berfikir supaya mengatur etika!" bentak Hikari yang mendekatkan dirinya pada cowok itu, cowok itu hanya memandang Hikari lebih lama dan…

"Hikari…?" tanya cowok itu sambil memegang pundak Hikari

"haah? Hikari? maaf yah, TUAN, aku bukan Hikari… tapi aku Sachi!" kata Hikari yang melepaskan tangan cowok itu dan langsung berjalan meninggalkannya. Cowok itu pun terus melihat Hikari sampai dia menghilang, dan tiba-tiba Hikari ditarik oleh salah satu cewek yang mengerumuninya tadi.

"Sachi!" tarik cewek tersebut

"aahh..oohh kamu, kaget aku, kenapa?" tanya Hikari

"demi keselamatnmu, dan demi reputasi kedua kakak sepupumu, aku harap kamu jangan berbicara dengan cowok itu" kata cewek itu

"haah? kenapa?"

"dia juga salah satu murid pindahan sepertimu hanya saja dia 3 bulan lebih cepat datangnya sebelum kamu, denger-denger dari gossip sih, dulu dia tinggal di amerika, dan kembali ke jepang bersama ibunya, dan kau tahu, etikanya sangat buruk, dia juga salah satu ketua geng didaerah sini, makanya, kamu tidak cocok bergaul sama dia, kita kan dari kaum elit" jelas cewek itu panjang lebar

"waaw.. kenapa kamu bisa sangat tahu?" tanya Hikari heran

"hihihihi… biasalah… gossip" katanya sambil tertawa.

Hikari hanya tersenyum pahit mendengar penjelasannya, dan Hikari pun menuju ke ruang kepala sekolah.

Di SMA

Kouji dan Kouichi tidak satu kelas, mereka jalan menuju kelasnya masing-masing, dikelas Kouji lah kakak Hikari berada, Kouji yang sedang duduk santai didekat jendela tiba-tiba kaget melihat Taichi yang masuk dengan matanya yang sembab dan langsung duduk ditempatnya sambil menutupi mukanya dengan kedua tangannya, pacarnya pun langsung datang dari kelas lain dan menghampirinya langsung memeluknya.

"Taichi, tenaang, kita pasti akan menemukannya" kata pacarnya

"Sora…aku sudah mencarinya kemana-mana, tapi tidak ketemu, saat ini polisi pun sedang berusaha mencarinya" kata Taichi

Saat mendengar kata polisi Kouji langsung tersentak kaget, karena bisa gawat kalau polisi sampai tahu ternyata Hikari ada bersama mereka, dan mereka menyembunyikan identitasnya, itu bisa jadi tindakan kriminal. Kouji pun menghampiri Taichi

"yo" sapa Kouji

"oh..hai Kouji" kata Sora

"adikmu…" kata Kouji

"dia hilang, dan…" belum selesai Taichi berbicara Kouji langsung menambahkan

"seperti apa dia?" tanya Kouji

"haah?" reaksi Sora dan Taichi bingung

"seperti apa dia, adikmu itu" tanya Kouji

"….."

Keadaan sunyi sampai Sora berbicara dan langsung dipotong Taichi

"dia.." kata sora

"dia anak yang sangat manis" kata Taichi yang menunduk, Sora hanya bisa memandang kekasihnya dan memegang pundaknya "dia manis, tapi dia pemurung, entah sejak kapan dia jadi pemurung, walaupun orang tua kami telah meninggal saat dia masih 5 tahun, tapi dia masih tetap ceria, sampai suatu saat entah kejadian apa, dia berubah menjadi pemurung dan tidak mau bergaul"

"dia seperti itu?" tanya Kouji tidak percaya, karena Hikari yang sekarang adalah Sachi yang ceria.

"aku tidak tahu ada apa dengannya, dia menutup dirinya, aku hanya punya dirinya, kalau sampai dia tidak ketemu….." Taichi tidak bisa melanjutkan kata-katanya.

Kouji yang melihat Taichi seperti ini merasa dirinya sudah bertindak jahat, dan dia tidak bisa membayangkan apa reaksi Taichi kalau dia tahu apa yang terjadi dengan adiknya itu, akhirnya Kouji memutuskan sesuatu.

"Taichi…. Sebelumnya aku minta maaf.." kata Kouji ragu

Taichi dan Sora hanya bingung melihat Kouji

"aku tahu dimana adikmu" kata Kouji tegas

Sora dan taichi langsung kaget, dan Taichi beranjak dari tempatnya

"apaa? kau tahu? dimana dia? apa dia tidak apa-apa?" tanya Taichi yang sangat khawatir

"tenaang, aku akan memberi tahumu semuanya, segalaanya, tapi ada 1 syarat" kata Kouji melihat wajah Taichi dan berkata "kau tidak boleh bertemu dengannya"


thanks yah yang udah review... chapter berikutnya bakal di update ASAP...^^