Jeng! Jeng! Jeng! Saya kembali melanjutkan fic ini!

Hohoho ini chapter terakhir lho!

Jangan lupa tinggalkan kenang-kenangan berupa REVIEW untuk menutup cerita ini!

Yah tidak diragukan lagi kalau Bleach milik Tite Kubo.

Author's Note: Untuk pembaca, saya ingin mengatakan kalau cerita ini di ambil dari sudut pandang Rukia.

Happy R&R!

Bad Felling

Hari ini adalah hari perpisahan, masing-masing akan melanjutkan study ke universitas yang diinginkan dan tentunya aku juga termasuk di dalamnya,hm...tapi tampaknya aku yang akan paling jauh dari teman-teman, yah aku sudah bisa mendapatkan beasiswa yang pernah kakak tawarkan saat aku naik ke kelas tiga, rasanya ingin menolak beasiswa itu tapi apa boleh buat aku sudah mengikuti tes untuk mendapatkan beasisiwa itu dan akhirnya saat inilah aku harus berpisah dengan mereka.

"Hey Grimmjow, kamu mau melanjutkan sekolah dimana?" tanyaku.

"Universitas Tokyo...mungkin" jawab Grimmjow sambil menatap langit.

"Lalu kalian mau melanjutkan kemana?" tanyaku pada Kira, Hisagi, dan Renji yang sekarang masih berbaring di lantai atap gedung sekolah.

"Sama..." jawab mereka bertiga bersamaan.

"Yah! Apa kalian tidak mempunyai tujuan sekolah yang lain?" tanyaku kesal.

"Tidak..." jawab mereka bertiga bersamaan lagi.

"Ugh!" Aku kesal atau sedih? Aku susah menentukan perasaanku lagi.

"Lalu kamu sendiri mau melanjutkan ke mana Rukia?" tanya Grimmjow.

Deg!

Apakah aku harus mengatakannya kalau aku akan pergi ke luar Jepang?

"Hm...masih bingung" kataku sambil menyunggingkan sudut bibirku, senyuman ini palsu.

"Ikut bersama kami saja, kan enak bisa sekolah di universitas yang sama!' kata Renji bersemangat.

"Iya, jadinya kita bisa terus bersama!" tambah Kira.

"Jangan keseringan bersama tau! Nanti kita disangka body guardnya Rukia lagi! Hehehe..." kata Hisagi dengan tambahan tawanya.

Sepertinya memang harus aku katakan yang sejujurnya pada mereka, aku tidak mau berbohong lagi pada mereka.

"Ehm...teman-teman..."

Cklek!

"Tuh kan! Mereka ada di situ!" tiba-tiba saja Orihime datang.

"Hey! Ayo turun semua! upacara kelulusan akan segera dimulai!" kata Ichigo dengan suara yang lumayan keras.

"Ya! kami akan turun sekarang!" jawab Renji.

"Ayo turun ke aula" kata Hisagi.

Akhirnya kami semua pun turun dan langsung menuju ke aula untuk mengikuti upacara kelulusan dan tahu kan? Aku belum juga mengatakan pada mereka kalau aku akan ke luar Jepang untuk melanjutkan study ku.

Sore hari pun tiba dan upacara kelulusan pun sudah berakhir, aku ingin mengungkapkan yang sebenarnya tapi kenapa rasanya sulit, aku tidak ingin meninggalkan mereka semua. Tanpa aku sadari mata Grimmjow terus saja menatapku dan memperhatikan raut wajahku yang sedang memikirkan hal ini.

"Sebentar..." tiba-tiba Grimmjow menarik tanganku dan membawaku masuk ke aula yang sudah kosong.

"Ada apa?" tanyaku saat kami sudah berada di dalam aula.

"Kamu menyembunyikan sesuatu dari kami, katakan saja yang sebenarnya.." lagi-lagi Grimmjow tahu.

"Aku tidak ingin berpisah dengan kalian..." kataku lirih.

"Jadi mau melanjutkan di luar Jepang?" tanya Grommjow lagi, aku hanya mengangguk.

"Haah...tidak perlu sebegitunya, kami akan baik-baik saja di sini kalau kamu mau mengejar cita-citamu kami pasti akan terus mendukungmu walaupun jauh kita kan bisa mengirm e-mail padamu" kata Grimmjow sambil mendekapku.

"Tapi itu hanya sebuah e-mail, aku pasti rindu pada kalian semua, aku sudah terlanjur sayang pada kalian semua" kataku di dalam dekapan Grimmjow.

"Memangnya hanya kamu saja yang merasakan rindu kalau tidak bertemu? Kami semua juga pasti merasakan itu semua" kata Grimmjow sambil melepaskan dekapannya dan menatapku lurus.

"Tapi kalian semua tidak akan melupakan aku kan?" tanyaku untuk meyakinkan.

"Kami semua tidak akan pernah melupakan sahabata kami, ingat itu baik-baik!" kata Grimmjow tegas.

"Terima kasih..." kataku sambil memeluk Grimmjow, tidak kusangka ternyata perpisahan bukan akhir dari segalanya seperti yang sudah aku kira.

"Ehm...memangnya kamu akan berangkat kapan?" tanya Grimmjow yang sekarang sedang berjalan di sampingku.

"Pesawatnya akan berangkat jam 10 malam ini.." kataku lirih.

"Jadi harus cepat-cepat nih! Ayo!" Grimmjow menarik tanganku dan membawaku kembali ke lapangan di luar aula.

"Hey! Sekarang saatnya untuk perpisahan untuk kelompok kita saja, nah sekarang putuskan tempat yang akan kita kunjungi!" kata Grimmjow saat sudah berkumpul bersama.

"Wah ide yang bagus! Ayo kita ke taman hiburan saja!" usul Hisagi.

Kami semua memutuskan mengahabiskan hari ini di taman hiburan yang ada di pusat kota, perpisahan memang selalu saja meninggalkan kenangan yang sangat indah dan berharga, inilah saatnya bersenang-senang dan bukan untuk bersedih karena akan meninggalkan mereka semua, rasa bahagialah yang sekarang aku rasakan aku juag tidak mau melupakan kejadian malam ini walaupun ini terakhir kalinya aku akan bertemu mereka semua.

Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam.

"Rukia, apa semuanya sudah dibereskan?" tanya Grimmjow yang sekarang sedang berjalan di sebelahku menuju stasiun kereta.

"Kakak sudah datang ke bandara 30 menit sebelum keberangkatan kok, dia sudah membawakan barang-barang ku" jawabku.

"Kita semua akan ke bandara untuk mengantarmu" kata Grimmjow sambil melangkah mendahului aku, menyusul yang lain yang sudah berjalan duluan.

Sesampainya di bandara...

"Hey! Grimmjow! Memangnya siapa yang mau kita jemput?" tanya Kira sambil melihat ke pintu kedatangan.

"Bukan menjemput tapi melepas..." kata Grimmjow yang sekarang sudah berdiri di tengah-tengah kami.

"Siapa? Jangan bercanda kau Grimmjow!" Renji terlihat tidak menyukai ini.

"Aku tidak akan pernah bercanda dalam situasi seperti ini Renji" jawab Grimmjow dengan raut wajah serius.

"Teman-teman terima kasih ya sudah menemaniku seharian ini..." kataku.

Semua mata pun mengarah tajam terkecuali Grimmjow yang sudah mengetahui semua ini, raut wajah mereka berubah seperti tidak menerima keputusanku ini dan tahukah Ichigo lah yang terlihat paling terkejut dengan hal ini.

"Rukia...mau pergi kemana?" Orihime mulai terisak.

"Aku mau melanjutkan study ku ke Inggris dan mungkin baru akan kembali 5 tahun lagi" jelasku dengan suara yang tercekat tapi aku menahannya.

"Bodoh! Kenapa baru bilang sekarang?" Renji terlihat marah.

"Maaf karena aku tidak memberi tahu kalian sebelumnya, aku hanya tidak ingin kalian terlalu kehilangan aku dan begitu juga sebaliknya, sekali lagi aku minta maaf dan terima kasih sudah mau bersahabat denganku selama tiga tahun ini" tidak terasa buliran bening jatuh dari kelopak mataku dan saat itulah Orihime langsung memelukku.

"Rukia...jangan pernah lupakan kami semua ya?" tanya Orihime disela-sela pelukan dan isakkanya.

"Aku tidak mungkin melupakan sahabat-sahabatku yang aku sayangi..." kataku sambil membalas pelukan Orihime.

Semuanya mulai memelukku tapi ada seorang yang entah kenapa terlihat tidak suka dengan hal ini, Ichigo.

"Kamu ingin tahu yang sesungguhnya?" tanya ku pada Ichigo saat semuanya sudah melepaskan pelukan mereka.

Raut wajah Ichigo berubah terkejut, matanya ingin mengetahui sesuatu, sebuah jawaban.

Aku memeluk Ichigo dan membisikkan jawabanku dengan suara yang tentunya hanya Ichigo saja yang bisa mendengarnya.

Sebuah senyum terlukis di bibirnya.

Sahabat akan selalu bersama.

Bermacam-macam perasaan akan timbul entah itu adalah rasa persaingan, suka dan duka atau bahkan cinta.

Sahabat akan selalu abadi.

Jangan pernah melupakan satu hal tentang sahabat kita, yaitu

Kebersamaan.

5 tahun kemudian...

Trrrrrt...trrrrrrt...trrrrt...

Aku langsung mengangkat panggilan.

"Ya?" tanyaku pada orang disebrang.

"Ingatkah dengan jawabanmu 5 tahun yang lalu?" kata orang di sebrang.

"Eh?" aku benar-benar harus memutar ingatanku.

"Hm...sepertinya waktu sudah membuatmu lupa ya?" kata orang disebrang.

"Siapa?" tanyaku pada orang itu.

"Jam itu berdenting sangat keras sekali..." kata orang disebrang itu lagi.

"Tunggu! Kamu siapa?" sepertinya aku mengenal suara ini.

"Aku adalah orang yang menanyakan pertanyaaan itu dan kamu pun menjawabnya saat kamu akan pergi..."

Aku langsung keluar dari rumah dan mencari dimana orang yang sedang menghubungiku ini, rasanya orang ini sangat dekat sekali sekarang, aku terus mencari. Di taman kota tidak ada, lalu di tempat lain pun aku tidak bisa menemukannya, dimana orang ini berada? Orang ini tidak memutuskan panggilan tapi kenapa dari tadi dia tidak bicara sesuatu.

Jam...

Aku pun langsung berlari menuju tempat itu...

Tepat saat aku sampai orang itu mengatakan sesuatu..

"Sudah bisa menemukan aku?"

"Tentu saja..." jawabku.

"Tidak perlu pulang ke Jepang lagi lho..." tiba-tiba ada sesorang yang langsung merangkulku dari belakang.

"Karena kami akan selalu bersamu disini..." suara lembut mengalir.

"Kami datang untukmu Rukia..."

Selalu optimis, Hisagi.

Selalu sabar, Kira.

Selalu tegas, Grimmjow.

Selalu percaya diri, Renji.

Selalu lembut, Orihime.

Selalu membuatku tersenyum, Ichigo

Perasaan kami sudah menyatu dan tidak ada yang boleh memisahkan itu.

Semuanya kembali ke kertas putih yang akan digambar sebuah jalan hidup kami.

=====================This Story is End======================

Huye! Fic Bad Felling selesai! Gimana ceritanya? Susah dimengerti ya? ataukah fic ini terlalu pendek? Hehehe maaf sudah membuat anda sekalian menunggu terlalu lama menunggu kelanjutan fic ini (^-^)V

Yah silahkan tinggalkan kenang-kenangan berupa REVIEW untuk menutup fic ini.

Saya ucapkan terima kasih untuk yang sudah mau membaca dan REVIEW!