#Author POV
Dikelas 1-2, Terlihat jelas Taehyung yang sedang mendengarkan lagu dibangku paling belakang. Ia masih membaca kamus yang Hoseok berikan saat di perpustakaan. Tunggu? Mengingat nama 'Hoseok' membuat Taehyung semakin depresi. Kemarin malam Ia terus memikirkan bagaimana kejadian itu bisa terjadi? Dan sebodoh apa seorang Kim Taehyung sampai bisa meladeni nafsu Hoseok. "Argh baka!" teriak Taehyung pada dirinya sendiri. Ia benar-benar masih 'takut' jika harus melihat Hoseok berkeliaran disekitar sekolah. Padahal saat ini Ia benar-benar lapar dan ingin keluar untuk membeli makanan, namun Ia takut bertemu Hoseok.
"Hey" sapa seorang lelaki imut yang sedang berjalan menghampiri Taehyung. Oh ya dia imut, namun bagi Hoseok Ia sangat gila. Siapa lagi jika bukan Jungkook. Namun raut wajah Jungkook tidak seperti kalau Ia menyimpan dendam pada Taehyung. "Oh, annyeong Jungkook-ah" Taehyung tersenyum saat melihat Jungkook. Jungkook pun membalas senyumannya. "Kau kenapa? Tidak enak badan, kah?" tanya Jungkook sambil duduk disebelah Taehyung.
Taehyung menggeleng sambil tersenyum lesu "Aku hanya lapar", Jungkook menaikkan alisnya bingung "Kenapa tidak makan?"
"Itu…" Kata-kata Taehyung terhenti sesaat setelah Ia ingat apa yang akan Ia katakan pada Jungkook. Tidak. Tidak ada yang boleh tau tragedi perpustakaan kemarin. "Aku takut tersesat" jawab Taehyung asal. Taehyung tidak mungkin mengatakan bahwa Ia takut bertemu seorang sunbae gila yang nyaris memerkosanya kemarin. "Hah? Kau ini aneh sekali. Kantin kan dekat? Ayolah, kuantar kau. Aku juga lapar" Jungkook pun menarik tangan Taehyung. Namun Taehyung menolaknya. Jungkook menunjukkan pout nya . "Kenapa sih kau ini? Kuajak malah tidak mau"
"Kakiku sakit. Aku tak dapat berjalan" ucap Taehyung sambil memegangi kakinya. Walaupun kakinya tidak sakit sama sekali, ini adalah alasan agar Ia tidak keluar. "Oh, kalau begitu aku yang belikan, ya?" Pinta Jungkook, Taehyung mengangguk "Apakah tidak merepotkan?" tanya Taehyung ragu. Jungkook menggeleng imut, "Tidak. Nanti makannya jangan disini, kelas akan kotor jika makan disini" ujar Jungkook. Taehyung bingung "Memang kita mau makan dimana?"
Jungkook berpikir sejenak lalu menjawabnya "Disuatu tempat"
Ketiga lelaki yang sedang duduk didepan kelasnya dengan raut wajah yang beragam, Hoseok, Jimin dan Namjoon. Namjoon dengan ekspresi wajah kesal seolah menunggu sesuatu yang tak kunjung datang juga, Jimin dengan ekspresi wajah bahagia mengetahui bahwa nanti saat istirahat Jungkook akan datang kekelas Jimin, sedangkan Hoseok dengan ekspresi wajah memelas seperti belum makan 3 hari. Sangat suram, tak ada aura bahagia sama sekali di wajahnya. Mungkin karena tragedi perpustakaan kemarin.
Hoseok mengotak atik ponselnya, Ia sudah mempunyai katalk milik Taehyung. Dan Ia ragu apakah Ia harus mengirimnya pesan atau tidak, masalahnya terakhir kali Ia bertemu Taehyung kemarin sepulang sekolah, Taehyung bahkan tidak menoleh kearah Hoseok sama sekali saat Hoseok mencoba menyapanya. Taehyung benar-benar marah dengan Hoseok. Ya tentu saja marah. Siapa yang tidak marah jika kesuciannya hampir direngut oleh orang asing.
Hoseok hendak mengetik pesan untuk Taehyung, namun Ia terus menekan tombol hapus di ponselnya. Kemudian Ia mengetik lagi, tak lama Ia menghapusnya kembali. "Argh aku ini kenapa?!" Geram Hoseok sambil mengacak-acak rambutnya sendiri dengan kesal.
Jimin dan Namjoon langsung mengalihkan pandangan kearah Hoseok "Kau ini kenapa?" Tanya mereka berdua secara serempak. "Haruskah aku cerita?" Tanya Hoseok lesu. Berkali-kali Ia menghembuskan nafas panjang. Namun hatinya tak kunjung lega. "Tentu saja!" Bentak mereka secara serempak. Ya, mau tak mau Hoseok harus cerita pada mereka.
"Jadi begini, saat di perpustakaan kemarin.. Sesuatu terjadi, aku bersalah dan aku harus meminta maaf kepada seorang hoobae. Tapi aku tak tau bagaimana caranya karena aku takut Ia memarahiku" jelas Hoseok. Namjoon menatap Hoseok seolah tidak nyambung dengan cerita Hoseok, sementara Jimin langsung antusias. "Oh!" Jimin pun mengeluarkan ponselnya. Membuat Hoseok dan Namjoon bingung. Kemudian Jimin menunjukkan sesuatu.
"Ini" Jimin menunjukkan sebuah foto di ponselnya kepada Namjoon yang dibalas Namjoon dengan ekspresi terkejut setengah mati "Apa ini?! Jung Hoseok kau gila!" Seru Namjoon kaget. "Apa?! Mana?!" Kini Hoseok mulai kesal.
"Maksudmu kesalahanmu adalah ini?" Jimin menunjukkan foto Taehyung dan Hoseok di perpustakaan kemarin. Hoseok membulatkan matanya terkejut lalu mengambil paksa ponsel Jimin "Hapus! Tak ada yang boleh tau" ucap Hoseok kesal. "Yah, baru saja kemarin aku memberitahu foto itu kepada seseorang" balas Jimin. Hoseok menoleh dengan tatapan mematikan kepada Jimin "Siapa?!"
Jimin mengambil alih ponselnya dan cepat-cepat membuka line. Ia kemudian menunjukkan percakapannya dengan Jungkook kemarin malam. Hoseok terkejut setengah mati melihat nama Jungkook disitu. "KAU MEMBERITAHUKAN INI PADA JUNGKOOK?!" Tanya Hoseok dengan nada menyeramkan. Hoseok bisa dibilang sedang membentak Jimin. Namjoon pun diam melihat reaksi Hoseok yang terlihat begitu marah. "Aku ada rapat" Namjoon pun pergi meninggalkan mereka berdua.
"Maafkan aku. Kabar baiknya, Jungkook sekelas dengan Taehyung" ucap Jimin pelan. "KAU BILANG ITU KABAR BAIK?!" Bentak Hoseok (lagi) kini Ia khawatir dengan nasib Taehyung. Bagaimana reaksi Jungkook setelah melihat foto itu?! "Kau ini kenapa sih?! Memangnya salahku itu apa?!" Tanya Jimin yang mulai kesal dengan tingkah laku sahabatnya itu.
"Argh aku harus pergi" Hoseok pun berlari meninggalkan tempat itu. Kemana lagi dia? Dia akan menghampiri kelas Taehyung. Jika Taehyung sekelas dengan Jungkook, itu artinya kelas Taehyung sama dengan kelas Jungkook. Lalu bagaimana dengan Jimin? Persetan dengan Jimin. Ia harus cepat-cepat memastikan nasib Taehyung sekarang.
Sampai dikelas Jungkook, Hoseok langsung masuk tanpa permisi membuat gadis-gadis yang menyukai Hoseok memusatkan pandangannya kearah Hoseok.
Namun Hoseok tak menemukan apa yang Ia cari. "Hey adakah yang tau dimana Taehyung?" tanya Jungkook didepan kelas. "Taehyung?" Terdengar suara seorang murid yang bertanya-tanya. "Anak dengan wajah anime itu? Makan dengan Jungkook di gudang" ucap salah satu murid. Hoseok tersenyum paksa. "Hah? Makan? Digudang? Oh yang benar saja!" Hoseok pun berlari meninggalkan kelas 1. Dan menuju gudang.
Digudang, terlihat Taehyung dan Jungkook sedang duduk bersandar di kursi yang ada didalam gudang. Mereka sedang memakan roti yang Jungkook belikan. Taehyung bahkan tidak bertanya untuk apa mereka makan di tempat seperti ini. Bukankah lebih nyaman dikelas? Namun yang ada dipikiran Taehyung adalah setidaknya jika Ia digudang tidak akan bertemu dengan Hoseok.
Saat roti Taehyung habis, Taehyung merasa sangat pusing dan mual. Namun Jungkook hanya mengamati Taehyung tanpa bergerak dari kursinya.
Hingga Taehyung jatuh dari kursinya dan muntah dilantai, Jungkook tidak berdiri atau mendekati Taehyung sama sekali. Bertanya 'kau kenapa' saja tidak.
Beruntung kemudian Hoseok datang dan masuk kedalam gudang. Melihat Taehyung yang sedang muntah dan Jungkook yang sedang melanjutkan makan roti membuat Hoseok geram.
Hoseok menutup pintu gudang dengan keras lalu berjalan menghampiri Jungkook. Ia menarik kerah Jungkook dan memukul pipi Jungkook hingga Jungkook jatuh. Kemudian Ia menopang Taehyung untuk berdiri.
"Hyung ada apa denganmu? Kenapa memukulku?" Tanya Jungkook dengan tatapan kosong. Hoseok mendudukkan Taehyung dan memberinya air mineral lalu kembali bertatap muka dengan Jungkook. "Sadarkah apa yang kau perbuat? Kau meracuninya!" Bentak Hoseok kesal. "Meracuni apa? Aku hanya tak sengaja mencampur racun tikus didalam rotinya. Kukira itu mayonnaise" jawabnya dengan tenang. "Jika kau tau, kenapa tidak kau buang rotinya?!" Tanya Hoseok lagi. Kali ini Ia benar-benar marah. Baru kali ini Ia memarahi Jungkook seperti ini.
"Bukankah membuang makanan itu dosa? Lebih baik Ia mati keracunan daripada makanan ini dibuang. Setidaknya jika Ia mati, populasi manusia didunia berkurang 0,01% dan itu artinya sainganku untuk mendapatkanmu juga berkurang."
Mendengar perkataan Jungkook, Hoseok semakin kesal. "Jeon Jungkook, apa kau sudah gila?! Lalu apa artinya Jimin bagimu?!"
"Jika kau ingin kembali padaku, aku akan memutuskan Jimin secepatnya"
Hoseok speechless mendengar ucapan Jungkook sambil menggeleng "Kau tidak waras" Hoseok kemudian menoleh sesaat untuk memastikan keadaan Taehyung. Dan kini, Taehyung sudah tak sadarkan diri dengan bibir yang sangat putih.
#Author POV END
#Taehyung POV
Kepalaku.. Kenapa terasa sangat berat? Kenapa lidahku sangat pahit? Dan.. Kenapa aku mencium bau bau rumah sakit?
Kubuka mataku pelan, mencoba menerima reaksi sinar lampu yang tepat mengenai mataku. Saat sudah terbuka semuanya, aku mengamati ruangan yang kutempati. Ternyata benar. Aku dirumah sakit. Apa yang terjadi?
"Oh, kau sudah sadar?"
Suara seorang lelaki mengagetkanku, dan.. sepertinya aku kenal siapa pemilik suara itu. Jung Hoseok. Untuk apa Ia disini!?
Aku ingin mengusirnya, namun aku tak punya tenaga untuk melakukannya. Mengatakan 'hai' pun tak kuat. Aku hanya bisa memandanginya tanpa bersuara sedikitpun. "Kau tadi pingsan. Roti yang kau makan tadi tercampur dengan racun tikus" ujar Hoseok sunbae sambil mengusap tengkuknya sendiri. "Jika aku terlambat membawamu kemari, kau pasti sudah…"
Jadi? Ia yang membawaku kemari?
Aku mengangguk pelan seolah aku tau apa yang Ia maksudkan. Walaupun aku takut padanya, tapi jika berbicara normal dengannya seperti ini kenapa aku jadi merasa.. aman? Dan .. terlindungi? Aku bersyukur karena aku masih dapat menghirup udara. Walaupun sekarang aku masih membutuhkan alat bantu nafas.
Dan, Jungkook?! Bagaimana nasibnya sekarang? Jika aku pingsan? Apakah dia.. mati?! Roti yang kumakan dengannya sama. Apakah dia keracunan juga? Aku mohon selamatkan Jungkook.
"Oh ya, dan untungnya kau memuntahkan sebagian. Jadi, kau bisa pulang sabtu malam" lanjut Hoseok sunbae. Aku mengangguk lagi meladeninya. Karena aku tak dapat membalasnya dengan kata-kata. "Ngg, soal itu.. Aku minta maaf"
Aku langsung memutar bola mataku saat mendengarnya. Ternyata Ia tidak lupa dengan kejadian itu. "Aku reflek karena, 3hari sebelum kau pindah kemari. Aku sering bermimpi sedang.. melakukan 'itu' denganmu. Jadi, setiap kali aku melihatmu, aku teringat kembali akan mimpiku dan membuatku berfantasi yang aneh-aneh. Aku minta maaf" jelasnya.
Jadi, aku sering muncul di mimpinya? Bahkan sebelum Ia mengenalku?
"Aku juga sebenarnya tidak ingin melakukan ini, namun jika melihatmu, aku selalu…"
Seolah mengerti apa yang akan Hoseok sunbae katakan, aku langsung membulatkan mataku dan menatap celana Hoseok sunbae. Namun Ia terkekeh garing "Eheh, aku bersumpah kali ini tidak. Dan aku tidak akan pernah reflek melakukan itu padamu. Aku menyesal"
Aku pun mulai bernafas lega. Dan mungkin mulai saat ini aku akan melupakan kejadian perpustakaan itu. Lagipula jika dilihat-lihat, Hoseok sunbae adalah orang yang baik. "Oh iya, apakah orangtuamu di Korea?" tanyanya padaku. Aku menggeleng pelan. Kepalaku masih sangat pening untuk digerakkan.
"Lalu kau tinggal dengan siapa?" Tanyanya lagi, aku benar-benar bingung harus menjawab dengan apa. Jadi aku hanya diam saja. "Sendiri?" lanjutnya, aku pun mengangguk. Ternyata Ia sangat peka kalau aku masih tak bisa berbicara.
"Sendirian? Kalau gitu akan sangat bahaya jika aku meninggalkanmu sendiri" katanya. Aku mengamati setiap gerak geriknya. Dan kali ini Ia mengeluarkan ponselnya dan berusaha menelpon seseorang.
"Yoboseo? Ah, hyung! Aku harus menginap di rumah sakit karena ada masalah sedikit"
…
"Apa? Tentu saja bukan aku yang sakit! Aku hanya menemani seseorang"
…
"Ya. Kalau begitu tolong bawakan baju-bajuku dan buku-bukuku kemari"
…
"Hm, aku hanya dua hari disini. Sabtu malam aku pulang, tapi aku harus mengantarnya pulang dulu. Ia sebatang kara disini"
…
"Ah ok, akan kukirim nomor kamarnya lewat katalk"
…
"Baik, terimakasih banyak Yoongi-hyung"
Kemudian Ia menutup teleponnya. Siapa tadi? Yoongi? Apakah dia hyungnya? Namanya lucu sekali. Terdengar sangat imut untuk ukuran seorang pria.
"Nah, jadi aku akan menjagamu selama kau sakit. Jadi jangan berpikiran aneh-aneh. Aku takkan menyakitimu, dan jangan pikirkan soal sekolah. Aku akan bertanya kepada teman sekelasmu soal pelajarannya dan akan kukerjakan untukmu. Aku juga tidak sekolah tenang saja" ucapnya padaku. Aku mengangguk pelan sambil menampakkan seutas senyuman yang terkesan sangat memaksa. Karena pada dasarnya jika aku senyum, mulutku akan terasa sangat pahit entah kenapa. Huft aku mohon semoga besok aku sudah sembuh. Aku tidak ingin merepotkannya lebih jauh lagi.
#Taehyung POV END
#Author POV
Jungkook sedang berada dikamar Jimin, tadi Jungkook yang meminta untuk mengunjungi rumah Jimin karena Ia bosan dirumah. Sekarang mereka berdua sedang menunggu kabar dari Hoseok mengenai keadaan Kim Taehyung, lelaki dari Jepang yang kini sedang Hoseok jaga dengan baik.
Jungkook sedang duduk di sofa kamar Jimin sambil membelai rambut Jimin, sedangkan Jimin sedang tiduran di paha Jungkook sambil berkali-kali mengotak atik ponselnya.
"Oh! Aku dapat pesan dari Hoseok" Jimin pun bangkit dan mendudukkan tubuhnya disebelah Jungkook. Mereka membaca pesan itu bersama.
To : Jimin
Aku bersyukur penyakit Taehyung tidak sampai serius. Aku sempat takut tadi menunggunya sadar. Ternyata Ia sudah sadar sekarang, dan dokter bilang Ia bisa kembali bersekolah sabtu besok. Dan aku mohon, katakan pada Jungkook untuk menjauhi Taehyung. Aku tidak suka jika Jungkook bermain dengan Taehyung. Aku mengkhawatirkan keselamatan Taehyung karena aku peduli padanya. Kumohon katakan ini pada Jungkook, sahabatku.
Fr. : Hopie
Membaca pesan dari Hoseok membuat Jimin sedikit tidak enak terhadap Jungkook yang ikut membaca sms itu disebelah Jimin. "ng, kumohon jangan marah. Hoseok memang sedikit parno, jika Ia menyukai seseorang, Ia akan seperti ini" ucap Jimin berusaha agar Jungkook tidak marah atau kecewa. Namun daritadi Jungkook hanya memasang blank expression.
"Tapi Hoseok hyung tidak pernah khawatir padaku" gumam Jungkook yang tak sengaja didengar oleh Jimin. "Ya itu karena Ia tidak pernah menyukaimu" jawab Jimin sambil mengusap rambut kekasihnya itu. Namun ekspresi Jungkook malah semakin datar, Ia masih memikirkan saat saat Ia bersama dengan Hoseok. Apakah berarti semuanya palsu? "Jadi intinya Hoseok hyung menyukai Taehyung?" Tanya Jungkook dengan nada datar. Jimin mengangguk "Hm. Hoseok menyukai Taehyung, dan aku menyukaimu" Jimin pun mencium pipi Jungkook.
"Tunggu, kau benar-benar tidak sengaja kan memasukkan racun tikus kedalam roti Taehyung?" tanya Jimin sambil memeluk pinggang Jungkook dari samping. Jungkook mengangguk "Tentu saja." Jawab Jungkook. Kemudian Jimin pun tak mempedulikannya. Ia mengusap lengan Jungkook sambil menciumi leher Jungkook. lalu mendorong pelan tubuh Jungkook. Jungkook menahan lengan Jimin ketika Jimin mulai mencoba untuk menidurkan Jungkook di sofa nya. Jimin pun tidak memaksanya, namun Jungkook malah mencium bibir Jimin duluan, ciuman lembut itu berubah jadi lumatan panas yang membuat suhu ruangan semakin meningkat. Perlahan mereka mulai melucuti baju satu sama lain, dan melakukan hal yang tidak diinginkan oleh Jungkook. Jungkook hanya menginginkan untuk melakukan ini dengan Hoseok, bukan Jimin. Namun agar Jimin tidak curiga terhadapnya, Ia melakukan ini dengan Jimin.
Jung Hoseok, hanya itu yang Jungkook inginkan sekarang. Namun kenapa? Kenapa Taehyung harus muncul di kehidupan Jungkook dan membuat Hoseok menyukainya? Jungkook tak pernah bisa berhenti memikirkan itu.
Rencana pertama Jungkook,
FAILED.
-TBC-
Chapter 3 selesai huehehe~
Thanks ya uda banyak review~_~
Sorry lama. Dikarenakan tugas yang tak terhingga sepanjang masa macem kasih ibu/? Oiya sorry ya ga sempet masukin Namjin's scene disini. Mau masukin tapi takutnya ga puas. Nanti aja gue masukin pas hari valentine nya tiba heuheu~
Kritik saran diperlukan sekali.
Review yang banyak kalo mau lanjut.
