Eomma, Saranghae!
Von : Kyunie Min_Kim Min Hee
Remake from "Wedding Dress"
GENDERSWITCH
Genre : Romance, Angst!
Rating : Fiction T
Disclaimer : All them belong to themselves and GOD.I own only the plot.
Warning : Typos, Geje , Don't like it? Don't read it please.
Cast :
Cho Kyuhyun as Kim Kyuhyun
Choi Minho as Shim Minho
Shim Changmin as Shim Changmin (Kyuhyun's Husband/Die)
Choi Siwon as Minho's Football Coach
Kim Kibum as Minho's Music Coach
Kim Young Woon as Kyuhyun's Brother
Park Jungsoo as Young woon's wife
Kim Jaejoong as Kyuhyun's Sister
Jung Yunho as Jaejoong's Husband
Kim Jonghyun and Kim Kibum as Kangteuk's children
Lee Jinki as Jung Jinki/ Yunjae's Child
Kim Heechul and Lee Sungmin as Kyuhyun's Friend
…..HAPPY READING GUYS…
Chapter 3
Pagi yang cukup lengang kini bisa menjadi deskripsi suasana saat ini di sebuah ruangan serba putih cukup besar. Dua yeoja tengah tertidur pulas, masing-masing dengan posisi duduk di kedua sisi ranjang, yang diatasnya terbaring lemah sosok yeoja lain. Dan tampak pula, dua Namja yang tengah tertidur dengan posisi duduk juga di atas sofa.
"Eunghh…" lenguhan kecil keluar dari bibir yeoja yang terbaring tak berdaya itu. Kyuhyun –Sang Yeoja-, mengerjab-ngerjabkan matanya, sembari memperhatikan keadaan sekelilingnya.
"Hm, aku dimana?" bisiknya pelan. Sekilas ia melihat di kedua sisi ranjangnya, tampak kedua eonnie nya yang masih tertidur. Lalu kembali mengarahkan pandangan ke sudut ruangan, dimana oppanya juga tertidur.
"Kyu, kau sadar?" pekik Jungsoo tiba-tiba. Ia terbangun ketika mendengar lenguhan Kyuhyun tadi, dan kaget saat membuka mata, melihat Kyuhyunnya telah sadar.
"Aku kenapa eonnie?" Tanya Kyuhyun kini.
"Tadi malam kau tiba-tiba pingsan! Apa kau mengingatnya? Kami cemas sekali padamu!" ungkap Jungsoo sendu. Memandang Kyuhyun penuh kesedihan.
"Ah.. Ne, aku ingat. Maaf membuat kalian khawatir!" Kyuhyun memalingkan wajahnya kesebelah kanan. Melihat Jaejoong yang tengah mengumpulkan nyawanya setelah bangun tidur.
1 Detik
2 Detik
3 Detik
"KYU? Bagaimana keadaanmu saengie? Ada yang sakit?" cecar Jaejoong spontan melihat mata Kyuhyun yang sudah terbuka, dan kini sedang tersenyum ke arahnya.
"Aniyo~! Nan Gwenchana! Ah, anak-anak? Dimana mereka?" Tanya Kyuhyun yang tak melihat anak-anak di ruangannya.
"Mereka dirumah, aku menghubungi sahabatmu, Lee Sungmin, untuk menjaga mereka. Untung saja ia tak keberatan!" ungkap Jaejoong.
"Sungmin eonnie? Aissh…aku jadi merasa tak enak padanya." Kyuhyun menunduk kesal. Sudah terlalu banyak merepotkan sungmin, pikirnya.
Jungsoo bangkit dari kursinya, menuju Youngwoon dan Yunho untuk membangunkan keduanya. "Woonie, Ireona! Yunhoya Ireona!" pinta Jungsoo lembut.
"Eunghh…" ucap keduanya perlahan.
"Noona, apa yang terjadi?" Tanya Yunho.
"Kyunie sadar!" Jungsoo tersenyum lembut menenangkan.
"Mwo?" teriak Youngwoon tanpa sadar, dan segera bangkit menghampiri ranjang Kyuhyun. Menatap manik mata yang sayu itu, lalu kemudian mendekap tubuh lemah itu erat.
"Oppa?" kyuhyun membalas pelukan Youngwoon tatkala mendengar isakan kecil dari Oppa tertuanya itu.
"Kyunie! Pabbo! Kau mau membuatku mati berdiri, eoh? Kenapa tak pernah jujur?" racau Youngwoon kesal. Selama ini Kyuhyun tega membohonginya, membohongi mereka semua.
"Oppa, sudah tahu?" pertanyaan Kyuhyun sukses membuat ketiga orang lain disana ikut bersedih, bahkan Jaejoong tak bisa menahan isakan tangisnya.
"Mianhae! Aku hanya tak ingin membuat kalian khawatir!" Kyuhyun melepaskan pelukan Youngwoon, menatap kakak-kakaknya intens, seraya menggenggam erat jari-jarinya.
"Wae? Jika begini, justru malah membua kami semakin merasa bersalah. Kami semua saudaramu, tapi justru tak bisa melindungi dan menjagamu!" kini Yunho yang berujar. Walaupun Kyuhyun hanya adik iparnya, namun bagi Yunho, Kyuhyun seperti adik kandungnya.
"Ne, Kyuhyunie… Kau tahu? Mendengar apa penyakitmu, membuat kami hampir mati ditempat, kenapa kau menyembunyikan hal besar ini. Kenapa kau menghadapinya sendiri?" tambah Jungsoo membuat Kyuhyun tak bisa untuk tidak menitikkan air matanya.
"Mianhae! Mianhae Eonniedeul, Oppadeul!" isak Kyuhyun lagi. Saat ini ia tak tahu harus mengatakan apa.
"Dokter bilang kau mengidap penyakit ini sejak tiga tahun lalu? Bukankah itu tahun kematian si Pemain bola itu?" Jaejoong menekankan kata Pemain Bola untuk Changmin. Semenjak Kyuhyun berpacaran hingga menikah dengan Changmin, Jaejoong bahkan tak pernah mau menyebut namanya.
"Eonnie, Changminie punya nama! Kenapa kau masih membencinya, dia bahkan sudah tak ada di dunia ini lagi. " bentak Kyuhyun pada Jaejoong. Walaupun masih lemah, ia tak bisa diam jika ada yang mencibir Suaminya.
"Kyu, jae, bisakah kalian berhenti berdebat? Jangan seperti anak kecil! Jae, berhentilah membenci Changmin!" Youngwoon menatap tajam Jaejoong. Disaat situasi seperti ini, kenapa Jaejoong masih bisa mengajak Kyuhyun berdebat.
"Oppa, aku yang salah disini. Jangan salahkan Jae Eonnie. Aku memang menjadi perokok dan pemabuk semenjak Changmin meninggal, saat itu aku frustasi dan belum bisa menerima kenyataan ia pergi meninggalkan aku dan minho. Aku juga sempat hampir dua minggu tak menyentuh makanan, hanya minum kopi agar mataku tak terpejam. Saat itu aku hanya menangis dan tak tahu harus berbuat apa."
Kyuhyun mengehla nafasnya sejenak. Sebelum akhirnya melanjutkan kata-katanya.
"Aku berharap bisa menyusul Changmin, namun tangisan minho membuat aku sadar, bahwa aku masih dibutuhkan olehnya. Maaf tak pernah memberitahukan kalian semua! Aku hanya tak ingin, kalian semakin menyalahkan Changmin atas ini semua. Selama ini, aku mengetahui kalian tak pernah menyukai Changmin. Bukan hanya Jae Eonnie, bahkan Youngwoon Oppa juga. Maaf, tapi aku begitu mencintainya!" Kyuhyun menutup wajahnya dengan kedua tangannya, dan menangis sejadinya. Mengapa hidupnya separah ini? Kapan penderitaannya akan berakhir?
"Kyu, maafkan kami. Kami egois, tak pernah mengerti keadaanmu! Kau bahkan tak pernah berani mengungkap rasa bebanmu pada kami! Kami saudara yang buruk!" Jungsoo memeluk Kyuhyun erat. Bahkan Jaejoong, ikut mengapit mereka berdua. Sementara Youngwoon terduduk menyadari kesalahannya, Nasi telah menjadi bubur, tak perlu disesali. Sekarang bagaimana caranya menyembuhkan Kyuhyun.
Yunho yang melihat adegan itu merasa teriris hatinya. Betapa berat hidup adik iparnya itu. Ia berharap Kyuhyun bisa sembuh dari penyakitnya.
CKLEK
Pintu ruang inap Kyuhyun terbuka, menampakkan satu sosok yeoja cantik yang tengah mengiring seorang anak kecil yang tergesa-gesa masuk. Membuat kelima orang dewasa disana kaget dan menatap kea rah yeoja dewasa itu, -Lee Sungmin-.
"Minho~ya!" panggil Kyuhyun melihat putra semata wayangnya, yang tengah memandangnya dengan tatapan yang tak bisa diartikan.
"Eomma!" balas minho berlari, dan langsung menerjang tubuh lemah kyuhyun. Isakan kecil terdengar dari bibirnya, mendekap erat tubuh sang eomma yang sangat ia sayangi itu.
"Minho~ya, kenapa menangis? Uljima! Eomma tak apa!" ujar Kyuhyun menghapus lembut air mata Minho.
"Eomma sakit apa?" Tanya Minho menggenggam erat tangan halus Kyuhyun dengan tangan mungilnya, persis seperti Changmin dulu ketika mengkhawatirkan dirinya yang sedang sakit.
"Eomma, Gwenchana. Eomma hanya demam, karena terlalu lelah!" dusta Kyuhyun. Ia tak mau membuat putra nya bersedih dengan penyakitnya. Youngwoon, Yunho, Jungsoo, Jaejoong, dan Sungmin bahkan menatap Kyuhyun haru. Rasanya mereka ingin menangis sekencang-kencangnya saat itu juga.
"Jeongmal? Eomma tak bohongkan pada minho?" Tanya minho meyakinkan. Ia agak tak percaya melihat kondisi Kyuhyun yang sangat pucat.
"Aniyo, eomma tak bohong! Hm, Keundae, kenapa Minho tak sekolah?" Tanya Kyuhyun, mengingat hari ini seharusnya minho sekolah.
"Minho meminta untuk menemuimu, jadi aku membawanya kesini. Lagipula aku juga sudah meminta izin pada gurunya." Sungmin yang sedari diam, membuka suaranya.
"Eoh! Gomawo Eonnie, kau banyak membantuku!" kyuhyun tersenyum menatap sahabat terbaiknya itu. Bagaimanapun Sungmin sudah seperti kakak kandungnya sendiri.
Jungsoo menatap Sungmin sejenak. "Lalu bagaimana dengan Jonghyun, Kibum, dan Jinki, sungmin-ah?" Tanya Jaejoong.
"Mereka sudah ku antar ke sekolah sebelum kesini. Tenang saja Eonniedeul!" ujar sungmin semangat.
"Gomawoyo Sungmin-ah, kau baik sekali. Aku berhutang budi padamu!" ujar Jungsoo menepuk sekilas bahu sungmin.
Sungmin hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal. "Ne, Cheonmaneyo. Ini bukan apa-apa!"
"Kalau begitu, kami tinggal dulu, Oppamu harus bekerja! Aku akan kemari lagi untuk membawakan makan siang." Ujar Jungsoo menggenggam erat tangan suaminya, Youngwoon.
"Ne, Jaga dirimu ya Kyunie! Sungminie, aku titip Kyuhyun, Annyeong!" pamit Youngwoon keluar dari ruang inap Kyuhyun bersama Jungsoo.
Yunho dan Jaejoong saling berpandangan, dan menganggukkan kepala perlahan bersama. "Kami juga harus pergi, aku akan menjaga Kyuhyun malam nanti. Annyeong!" kini Jaejoong yang berpamitan, disertai senyuman tipis Yunho pada Sungmin.
Sungmin mengangguk sekilas, sebelum akhirnya kedua orang itu pun pergi meninggalkan dirinya, Kyuhyun, dan Minho. Sementara minho masih terdekap erat dipelukan Kyuhyun. Matanya terpejam, dan dengkuran halus terdengar dari bibir kecilnya.
"Dia terbangun saat aku datang tadi malam, mengetahui dirimu sakit, ia meminta untuk datang kesini, namun aku melarangnya. Ya, dia merajuk, dan tak tidur semalaman. Mianhae, aku tak bisa menjaganya dengan baik!" ucap sungmin menyadarkan Kyuhyun dari lamunannya kala menatap minho kecilnya.
"Ne, tak masalah eonnie. Kau yang terbaik, aku justru tak cukup mengatakan terima kasih padamu. Jadi, bagaimana bisa kau yang menjaga anak-anak dirumah?" Tanya Kyuhyun penasaran.
"Tadi malam, Jungsoo Eonnie mengabarkanku bahwa kau sakit. Dan dia memintaku untuk ikut menjagamu, sebab ia harus menjaga anak-anak dirumah. Aku pikir akan lebih baik jika aku saja yang menjaga anak-anak. Bagaimanapun juga mereka adalah keluargamu. Lagipula aku tak masalah hanya menemani mereka dirumah." Jawab sungmin seadanya.
Sungmin memang sudah sangat dikenal baik oleh keluarga Kyuhyun. Mereka bersahabat sejak zaman Junior High School. Kyuhyun yang pendiam, dan anti social, membuatnya tak memiliki teman. Namun, sungmin berusaha mendekati Kyuhyun, karena ia simpati mengingat Kyuhyun selalu kesepian. Apalagi saat ia mengetahui bahwa Kyuhyun anak yatim-piatu, ia semakin gencar untuk bersahabat dengan Kyuhyun. Hingga sekarang bahkan mereka membangung usaha bersama, tentu saja dngan teman Kyuhyun yang lain, Kim Heechul, yang saat ini sedang berada di China, kampung halaman suaminya, Tan Hankyung.
"Kau begitu baik, eonnie! Tak salah aku menjadikanmu penggantiku untuk minho nanti!" ujar Kyuhyun sendu.
"Maksudmu kyunie? Pengganti untuk minho?" Sungmin menyelami manik mata Kyuhyun, meminta penjelasan akan ucapan Kyuhyun barusan.
"Umurku tak akan lama lagi eonnie, sebentar lagi aku akan menyusul Changminie. Dan tentu saja, aku juga akan meninggalkan minho. Aku mohon padamu, sepeninggal aku nanti, jaga minho untukku! Kau mau kan eonnie!" mohon Kyuhyun dengan wajah memelas.
"Kyu..kyunie, jangan bilang begitu! Kau akan sembuh, bukankah kau berniat ikut kemoterapi?" balas sungmin akan pernyataan Kyuhyun.
Kyuhyun memandang wajah minho sekilas, dan kembali menatap Sungmin. "Kemoterapi akan membuatku tambah sakit. Kau tahu kan dampak kemoterapi itu, rambutku akan rontok, seluruh badan sakit, bahkan sulit untuk bernafas. Lagipula, biaya kemoterapi itu tak sedikit. Daripada membuang uang, lebih baik, aku pergunakan untuk kebutuhan Minho nanti masuk universitas!" kyuhyun menghela nafasnya sejenak. Sesaat mengembangkan senyum tulus menyirat pedih.
"Kyu, jangan seperti itu. Kau tak mau melihat minho tumbuh besar? Kau sanggup berpisah dengan minho?" Tanya sungmin lagi. Sungmin tak habis pikir, kenapa Kyuhyun menyerah begitu saja?
Selama ini memang hanya sungminlah yang mengetahui penyakit Kyuhyun. Namun, ia terpaksa ikut menyembunyikan keadaan Kyuhyun dari semua keluarga. Kyuhyun lah yang memintanya. Awalnya ia bersikeras menolak, namun melihat betapa kuatnya Kyuhyun untuk sembuh, membuat ia mau tak mau harus menuruti keinginan dongsaeng sekaligus sahabat tersayangnya itu.
"Eonnie, aku mohon! Ini permintaan terakhirku!" pinta Kyuhyun lagi.
Sungmin tanpa sadar meneteskan air matanya. Tak kuasa melihat Kyuhyun yang ia kenal ceria harus berjuang melawan penyakit parah itu. Sungmin mengangguk pasrah akan kemauan Kyuhyun. Apapun akan ia lakukan demi Kyuhyun.
Sementara itu, minho yang sebenarnya tak sepenuhnya tertidur, dilanda kebingungan dan tanda Tanya besar. Sebenarnya eommanya sakit apa? Kenapa eommanya mengatakan akan meninggalkannya? Dengan segenap perasaan cemas, ia menyesapkan wajah nya kedalam perpotongan leher Kyuhyun. Mencari ketenangan sejenak. Sebelum nantinya, ia mencari tahu sendiri kebenaran akan penyakit Eommanya.
.
.
0o0ooo0o00000ooooo00ooo
SKY MUSIC
15.00 KST
Setelah perdebatan yang cukup panjang dengan Kyuhyun, kini disinilah minho tengah berdiri didepan Kursus musik pilihan ibunya itu. Tentu saja kali ini sungmin yang mengantarkannya, setelah kemudian ia kembali ke rumah sakit. Minho yang pada awalnya menolak pergi latihan di kursus, akhirnya luluh setelah, Kyuhyun mengiming-iminginya PSP terbaru. Walaupun tetap saja, minho tak akan pernah masuk mengikuti kelas musik. Setelah memastikan mobil sungmin jauh, ia melangkahkan kakinya perlahan melewati Gedung Sekolah Sepak Bola di sebelah Kursus Musik itu. Tentu saja, ia tak berniat kesana lagi, setelah perdebatannya kemarin. Tsk, Tak akan sudi lagi untuk kesana.
Satu tempat tujuannya saat ini adalah taman kota yang berjarak 10 m dari sana. Saat ini ia tengah memikirkan cara untuk mengetahui penyakit eommanya. Hanya berjalan sekitar 5 menit, ia sampai di tengah taman, tepatnya didepan air mancur berbentuk cupid itu. Duduk diatas rerumputan sembari mengeluarkan sebuah foto yang selalu ia bawa ditasnya. Foto nya bersama Kyuhyun dan Changmin.
"Hah, Appa, Eomma sedang sakit! Appa tak mau menjenguknya?" Tanya minho entah pada siapa. Memandang berkali-kali Foto itu tak akan membuatnya bosan. Eomma dan Appanya terlihat bahagia saat menggendongnya.
Kebahagiaan yang bahkan kini tak pernah tampak lagi pada wajah Eommanya. Hanya Appanya yang bisa membuat Eommanya tersenyum cerah tanpa beban, hanya Appanya yang bisa membujuk Eommanya saat merajuk, segalanya hanya pada Appanya.
"Annyeong, bocah kecil!" Sapa seseorang menyadarkan lamunan si tampan kecil itu. Minho menoleh kesampingnya, mencoba melihat pelaku penyapa nya.
"Neo?" ucap minho dengan wajah mengeras ala anak kecilnya. Sesosok Pria kekar yang saat ini mengenakan kaos putih dipadu dengan training panjang berwarna hitam, tengah memandangnya ramah.
"Minho, Apa kabar?" Tanya pria itu lagi.
"Kau tahu namaku?" minho justru balik bertanya pada pria itu.
"Tak sopan berlaku begitu pada ku. Panggil aku Ahjussi, atau Hyung juga boleh!" ucapnya lagi.
"Hyung? Ahjussi lebih baik, kau bahkan terlalu muda untuk dipanggil Ahjussi!" ejek minho padanya.
JLEB
Ucapan minho membuat pria itu hanya tersenyum manis. 'Dasar anak-anak!' bathinya.
"Mau apa kau kemari? Kau mengikutiku?" Tanya minho lagi.
Pria itu menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Mencoba duduk disamping minho. "Ketahuan ya? Ahjussi hanya ingin meminta maaf atas ucapan yang kemarin. Ahjussi tak tahu, kau putra Shim Changmin, ahjussi hanya pernah melihatmu saat kau berumur 3 bulan." Ungkapnya lagi. Dia, -Choi Siwon-, menyodorkan sekotak coklat dan beberapa lollipop pada minho.
"Kau menyogokku? Cih, aku bukan orang rendahan!" cibir minho kesal.
Siwon meletakkan Coklat dan lollipop itu kedalam tas Minho, kemudian mendekap minho perlahan. "Maafkan Ahjussi! Ahjussi hanya terbawa emosi kemarin. Mianhae!" ucap siwon lagi. Sementara minho hanya terdiam mencerna omongan siwon, namun tak membalas pelukannya juga tak menolak. Ia merasakan seperti dipeluk oleh seorang ayah.
"Kau mirip ibumu! Dingin, cuek, pemberontak, berani, namun butuh perhatian!" tambah siwon lagi seraya melepaskan pelukannya.
"Kau mengenal Eommaku?" Tanya minho heran.
"Ne, bahkan sangat mengenalnya, juga ayahmu! Dia sahabat baikku!" jawab siwon.
"Eh? Jinjjaro? Aku tak pernah tahu!" minho mengambil salah satu lollipop pemberian siwon. Mencoba membukanya perlahan. Siwon yang melihat itu, mengambil lollipopnya, membukanya, lalu memasukkan lollipop itu dengan lembut kedalam mulut minho.
"Kau masih sangat kecil untuk mengetahuinya!" siwon mengacak rambut minho perlahan.
"Jangan rusak rambutku ahjussi!" pekik minho. Dan, Hey, bukankah dia barusan memanggil siwon tanpa kata "Kau" lagi. Perubahan yang progressif.
"Haaaahahahah… kau benar-benar lucu, sama seperti ibumu!" tawa siwon pecah melihat minho yang mempoutkan bibirnya.
"Aku minta maaf atas kata-kataku kemarin! Aku tak bermaksud membuatmu kesal. Hanya saja, Ahjussi terlihat bodoh, hanya gara-gara putus dengan pacar, sampai sefrustasi itu. Seorang pelatih dan pemain sepak bola harus kuat, tegar, dan tak takut apapun. Setidaknya itulah yang dikatakan oleh Appaku dulu." Minho berusaha mengingat perkataan Changmin padanya dulu.
"Ne, kau benar! Aku saja yang terlalu bodoh! Mianhae!" siwon tersenyum menunjukkan kedua lesung pipinya, menatap minho yang asyik mengemut lollipopnya.
Keduanya terdiam sejenak. Sesaat setelah akhirnya siwon kembali membuka pembicaraan.
"Tapi kenapa kau bisa ada di sana kemarin? Apa kau berniat masuk sekolah sepak bola?" Tanya siwon penasaran.
"Itu sih keinginanku, hanya saja Eomma tak mengizinkan! Eomma menyuruhku masuk ke kursus musik. Tapi, sampai saat ini aku belum pernah sekalipun latihan. Aku membolos. Aku hanya tak suka menyanyi, bakatku tak ada dalam menyanyi!" ujar minho menyuarakan hatinya.
"Benarkah? Bukankah Appamu juga terkenal dengan suara melengkingnya yang merdu dulu? Eomma mu juga memiliki suara yang sangat indah. Ahjussi yakin, kau juga pasti memiliki bakat dalam bernyanyi. " siwon mengenang masa lalunya dulu.
"Appa bisa bernyanyi? Aku tak pernah tahu!" minho spontan kaget. Yang ia tahu selama ini, Appanya hanya bisa bermain bola dan menggombali Eommanya.
"Benar! Tapi dia tak pernah menunjukkan bakat menyanyinya dulu. Ia lebih mengasah bakat bermain bolanya saja!" jawab siwon lagi.
"Hm.. Arraseo! Eh, sepertinya aku harus pamit. Aku takut Sungmin Ahjumma menjemputku, dan aku tak ada di kursus musik, ia pasti akan memberitahu Eomma!" minho bangkit dari tempat duduknya, berpamitan pada siwon.
"Geurae! Ah ya, minho~ya!" panggil siwon menghentikan langkah minho. "Jika kau butuh tempat untuk sembunyi, datang saja ke tempatku. Aku malah akan melatihmu disana, tak perlu takut akan Eommamu, aku yang bertanggung jawab jika ketahuan!" tawar siwon.
Minho mengembangkan senyumnya. "Jinjja? Gomaseumnida, Siwon Ahjussi!" ujarnya membungkukkan badannya. Kemudian berlari menuju Kursus musik.
Siwon memandang minho sesaat.'Kyu, apa kabarmu sekarang? Putramu mengingatkanku padamu!' bathin siwon miris meninggalkan taman itu.
.
.
.
.
.
TBC
Annyeong!
Saya balik lagi!
masih ada yang mau baca FF ini kah?
pasti pada Familiar kan sama ceritanya?
Ini Remake dari Wedding Dress, tapi saya ubah alur dan ceritanya.
Ada yang bertanya tentang ending?
Sad endingnya ada. tapi di scene terakhir mungkin Happy end untuk Minho #bocoran!
Saya kaget yang Review sedikit tapi Trafficnya menunjukkan banyak yang lihat!
Gwenchana! Saya menghargai para Silent Reader, mungkin ada yang gak bisa review di HP.
Bagaimanapun saya berniat melanjutkan FF ini.
Untuk yang review, Jeongmal Gomawo! Review kalian penyemangat saya!
#Bow 90 Derajat
Jika berkenan memberikan Kritik, Komentar, ataupun saran, Tapi tidak bisa Review disini
Langsung aja Ke FB saya ne : Irma Aria Dravida
#ngarep
Last Word
Jeongmal Gomawo!
