Kim Jonghyun tengah duduk berhadapan dengan Hwang Minhyun dan Ong Seongwu di kantin yang tidak terlalu ramai. Tidak terlalu ramai karena memang sekarang sudah waktu pulang sekolah, mereka bertiga tertahan disini karena mengikuti kelas tambahan. Sebagai siswa kelas 12 atau angkatan akhir wajib mengikuti kelas tambahan guna menghadapi ujian nasional dan ujian seleksi masuk universitas. Saat ini mereka mendapat break lima belas menit sebelum harus bertarung dengan soal-soal latihan ujian nasional. Dua minggu lagi mereka melakukan ujian nasional, masa sekolah mereka selama tiga tahun dipertaruhkan hanya dalam waktu tiga hari.
Jonghyun yang sudah menyelesaikan makannya mengamati kedua gadis dihadapannya dengan pandangan sedikit menerawang "Hyun, gue pengen deh bikin pengalaman berkesan sebelum lulus dari SMA 101"
"Gue kasih ide nih Jong. Mending lo bakar gazebo baru yang ada di taman deket perpus, pasti itu meninggalkan kesan mendalam buat guru-guru dan adik kelas" sahut Ong Seongwu, gadis tomboy yang lebih senang dipanggil dengan nama keluarganya.
Jonghyun hanya menghela napas lelah mendengar saran temannya yang otaknya memang terlalu kreatif menjurus kriminal itu.
"Emangnya lo punya ide apaan?" tanya Minhyun pada Jonghyun yang terlihat melas itu.
"Kita bikin band yuk Hyun buat tampil di acara perpisahan nanti"
"Harusnya lo mikirin ujian nasional sama ujian masuk universitas, bukannya malah mikir mau bikin band segala"
"Gue kepikiran ini karena udah muak banget sama soal-soal itu Ong. Lo nggak bisa apa ngrusak acara gue buat ngerefresh otak gue" Jonghyun udah empet banget sama kelakuan Ong yang selalu bertentangan dengannya.
"Refresh otak apanya? Yang ada mah nambah nambahin beban pikiran otak" sahut Ong semakin pedas.
Minhyun hanya menatap dua orang dihadapannya dengan pandangan datar, sampai dirasakannya ada lengan yang melingkari lehernya dari belakang.
"Ngapain Bin masih disekolah?" tanya Minhyun ketus pada Kwon Hyunbin, cowok yang tingginya saingan dengan tiang bendera sekolah mereka.
"Nungguin kamu kelas tambahan dong Ay" jawab Hyunbin yang kini sudah duduk disamping kanan Minhyun.
"Aku nggak minta ditungguin. Pulang sana" ucap Minhyun masih dengan nada ketus yang sama.
"Yaudah sih, udah disini juga akunya" sahut Hyunbin sabar. Dia tahu kok Minhyun ketus karena masih kesal karena insiden kemarin. Fyi, Hyunbin ini seorang model yang biasa bergaya didepan kamera untuk mempromosikan produk ataupun jasa. Nah kemarin dia ada pemotrean untuk majalah bersama seorang gadis. Intinya, Minhyun cemburu karena melihat Hyunbin berpose dengen cewek lain.
"Kok malah kalian sih yang berantem" tanya Jonghyun semakin lelah.
"Udah cuekin aja si Hyunbin. Gimana tadi Jong? Mau bikin band? Boleh juga sih. Tapi kayak kata Ong tadi tuh, mana waktunya kan mepet. Tinggal tiga bulan lagi perpisahan"
"Wih mau bikin band Bang? Boleh dong gue join?" tanya Hyunbin antusias.
"Emang kamu gunanya apa di band kita? Bisa instrumen apa?" Minhyun menyambar dengan pedas.
"Ih ayang..kok jahat banget sama Ubin?" Hyunbin sekarang merangkul lengan Minhyun dan menumpukan kepalanya dibahu Minhyun, meski harus menunduk karena tubuhnya yang kelewat tinggi.
"Jijik banget tolong" Ong melempar tisu bekas ngelap kuah sup yang tumpah di meja kearah rekan seagensinya. Hyunbin misuh-misuh karena tisu tersebut mengenai lengannya untung bukan wajah tampannya.
"Apasih Bin? Nggak usah nempel-nempel! Nempel aja sama cewek kemarin" omel Minhyun berusaha mendorong Hyunbin supaya melepaskan rangkulannya.
"Udah dong yang ngambeknya. Kemarin itukan Cuma sekedar profesionalitas, aku mah cintanya sama kamu aja" ucap Hyunbin tepat disamping telinga Minhyun.
Ong sama Jonghyun sudah muak melihat kemesraan sepasang kekasih yang tidak tahu tempat. Nggak ngerti apa si Ong sedang jomblo dan sedang haus belaian, Jonghyun sih Cuma menghela napas sambil ngelus dada jadi kangen Minki yang ijin pulang karena sakit.
Minhyun sendiri wajahnya udah memerah karena malu "Ih udah lepasin. Rambutmu nih geli kena leherku" Minhyun yang rambut panjangnya kala itu sedang diikat ekor kuda membuat lehernya terekspos bebas dan rambut Hyunbin yang sedang bersandar dibahunya menusuk-nusuk ke leher dan telinganya.
Hyunbin menegakkan badannya dengan cengiran khasnya, lalu tangannya terangkat mengusap poni Minhyun dengan sayang.
"Hadeehh nasib Jomblo" Ong kembali menghela napas
"Nggak usah lebay deh lo kak. Kayak jomblo nggak pernah dibelai aja" sahut Hyunbin yang memang tahu kebiasaan Ong.
Ong segera mengalihkan pembicaraan "Yaudah gimana tadi idenya Jonghyun mau bikin band? Gue sih mau-mau aja. Tapi mending kita nyari orang yang udah punya skill aja biar latihannya nggak makan waktu lama. Gue jadi drummer deh"
"Wih kak Ong bisa main drum?" Hyunbin kembali takjub dengan kakak kelasnya itu.
"Emangnya lo?"
"Okedeh. Gue bisa jadi gitarisnya aja, lo jadi vokal aja Hyun suara lo kan oke" ucap Jonghyun.
"Yaudah oke. Buat nyari member lainnya ntar kita bahas lagi setelah ujian nasional kelar ya"
Jonghyun dan Ong mengangguk setuju mendengar ucapan Minhyun. Lalu mereka bertiga segera masuk kelas, meninggalkan Hyunbin yang berjanji akan menunggu Minhyun hingga selesai.
_NEVER_
Jonghyun dan Minki tengah menyantap makan siang mereka didalam kelas. Jonghyun dan Minki tidak sekelas jadi Minki inisiatif menyatroni kelas Jonghyun untuk memakan bekal makan siang mereka berdua. Ini atas suruhan Ibu Minki yang peduli pada kesehatan anaknya, kata beliau menjelang ujian nasional lebih baik bawa bekal aja dari rumah guna menghindari masuknya zat micin berlebih yang menghambat kinerja otak. Minki mah iya iya aja tinggal bawa ini udah disiapin Mamanya.
"Ini punya kamu yang nggak ada tomatnya" Minki memberikan porsi tumis sayur tanpa tomat pada Jonghyun, hafal kalau kekasihnya anti dengan buah merah bulat itu.
"Aduh jadi nggak enak ngrepotin Mama, sampe dibikinin sendiri gini"
"Udah kecapin aja biar enak" ujar Minki garing sambil menyuap nasinya.
Jonghyun hanya memandang gadis berambut pendek sebahu itu dengan tatapan bosan "Aduh Ki, kamu kok ketularan garingnya Jaehwan sih"
"Weeeii..Ketahuan lagi ngomongin gue nih? Nggak heran sih, Charlie Puth mah maklum sering digosipin orang-orang karena kegantengan gue" Jaehwan yang memang teman sekelas Jonghyun memasuki kelas dan menghampiri duo sejoli yang sedang bersantap siang dengan syahdu.
"Gue nggak denger gue lagi makan" ucap Minki
"Ciiieee garing banget nih dek Minki" goda Jaehwan pada Minki sambil menjawil lengan Minki.
"Nggak usah nyolek-nyolek juga tapi" Jonghyun menepuk tangan Jaehwan.
"Hehehe sorry bos, khilaf dikit" Jaehwan cengengesan melihat Jonghyun yang biasanya kalem sedikit terusik "Btw, gue udah mikirin tawar lo kemarin"
"Hah? Tawaran apa?" Jonghyun menanggapi Jaehwan sembari menerima suapan udang goreng tepung dari Minki.
"Kemarin kan lo nawarin gue buat gabung di band lo. Nah karena gue temen yang baik hati dan tidak sombong gue mau deh bantuin lo buat nyumbangin suara emas gue dengan gabung di band lo"
"Ngapain sih kamu nawarin orang receh macem ini?" tanya Minki
Jonghyun hanya terkekeh mendengar candaan Minki yang terlampau jujur itu "Kapan deh gue nawarin lo? Gue Cuma cerita aja Jae"
"Alah suka nggak enak lo mah. Santai aja sama gue mah, gue orangnya peka dan pengertian kok. Dibalik curhatan lo kemarin itu tersimpan kode kalo lo pengen ngerekrut gue"
"Yaudah lah. Apa kata lo aja" Jonghyun pasrah menghadapi kelakuan Jaehwan.
"Kayaknya udang goreng tepungnya enak Min. Bagi dong"
"Nggak ada bagi-bagi. Ini semua buat Jonghyun, lo nggak lihat apa pacar gue tinggal tulang sama kentut doang tega-teganya lo mau minta"
"Iyadeh emang aku tinggal tulang sama kentut doang, kok mau-maunya kamu yang cantik ini sama aku yang tinggal tulang sama kentut?"
"Ya abis kamu ganteng sih. Terus perhatian banget sama aku. Kan aku jadi nggak kuaaaat" ucap Minki gemas.
Tawa Jonghyun berderai mendengar penuturan kekasihnya itu. Digenggamnya tangan Minki yang bebas yang tidak memegang sumpit lalu dielusnya lembut buku-buku jarinya sambil tatapannya tidak lepas dari wajah Minki.
Jaehwan memutar bola matanya malas mendapat tontonan drama picisan gratis, lalu dia segera meraup sisa udang goreng tepung dari kotak bekal dan berjalan keluar kelas meninggalkan pasangan dimabuk asmara yang masih belum sadar kalau mereka baru saja kemalingan.
Hingga..ketika Jaehwan sudah berada di koridor...
"KIM JAEHWAAAAANN!" teriakan maha dahsyat Minki terdengar.
_NEVER_
Theonly_Ong
OIII
OIII
Pret
Lin
Kuanlin
Alin ganteng..
Koeanlin
Apa kak?
Nggak usah manggil Alin, Cuma Jihoon yang boleh.
Theonly_Ong
Etdaah dasar bucin lo
Koeanlin
Bdmt
To the point aja, mau ngomong apaan?
Theonly_Ong
Gue mau bikin band nih
Bareng Minhyun sama Jonghyun
Koeanlin
Haah?
Otak lo overdosis belajar ya?
Besok tuh lo ujian nasional, malah nglindur ngomongin band
Theonly_Ong
Gue serius tai
Gue mau bikin band buat perform pas farewell party
Koeanlin
Pikir dulu ujian lo besok
Malah mikir nggak penting lo
Theonly_Ong
Heh, gue nggak butuh ceramah lo
Udah berasep nih pala gue mikir materi mulu
Pokoknya gue mau bikin band
Koeanlin
Yaudah sih. Terserah lo
Hubungannya sama gue apa?
Theonly_Ong
Gue mau lo join kita lah
Lo kan bisa main bass
Posisi bassisnya masih kosong Lin
Koeanlin
Ogah
Nggak ada untungnya di gue
Theonly_Ong
Emangnya lo ada hak nolak?
Gue kan nggak nawarin lo
Gue nyuruh lo buat join
Koeanlin
Kebiasaan banget lo maksa-maksa gue
Nggak bisa apa hidup gue damai tanpa penindasan dari lo
Theonly_Ong
Abisan kan gue sayang banget sama lo Lin
Pokoknya lo harus mau. Titik!
Koeanlin
Taiii
Minta ijin sana sama pacar gue
Theonly_Ong
Etdaah bucin
Apa-apa pacar
Koeanlin
Bdmt
_NEVER_
Minhyun dan Ong sedang berjalan beriringan menuju gerbang sekolah. Hari ini hari terakhir ujian, akhirnya selesai sudah cobaan pertama tinggal cobaan kedua yaitu ujian masuk universitas satu minggu lagi. Minhyun dan Ong memutuskan pulang bersama naik subway alasan utamanya Hyunbin tidak masuk karena kelas 10 dan 11 diliburkan untuk ujian kelas 12, selain itu Hyunbin sedang ada job di Daegu selama tiga hari. Akhirnya Ong yang biasanya diantar jemput sopir pribadi lebih memilih untuk ikut Minhyun naik subway.
"Kak Ong! Kak Minhyun!"
Minhyun dan Ong menghentikan langkah mereka dan melihat sosok cowok yang tidak begitu tinggi berlari kearah mereka. Cowok itu berhenti tepat dihadapan mereka dengan napas yang terengah, sedangkan dua cewek lainnya masih memperhatikan mencoba mengenali orang dihadapannya.
"Ngg.. Lo Park Woojin bukan? Temen sekelasnya Jihoon kan?" tanya Ong lamat-lamat ketika mengenali siswa didepannya.
"Iya Kak. Aku Woojin temennya pacar sepupu kak Ong"
"Etdaah ribet amat" sahut Ong
"Ada apa ya dek?" tanya Minhyun
"Itu Kak, kata Bang Jaehwan kalian mau bikin band ya buat perform di acara farewell party nanti? gue bisa join nggak kak?"
"Oh iya gue baru inget, lo pernah ikut busking sama Jaehwan nggak sih?"
Minhyun menggali ingatannya tentang Jaehwan yang sering ikut busking bareng komunitas pecinta musik, kalo nggak salah dia pernah lihat si Woojin ini bareng Jaehwan di postingan instagram seseorang.
"Iya Kak hehehe"
"Yaudah gini aja... eh eh" Ong berseru heboh ketika melihat sepasang muda dan mudi berboncengan naik motor "Jonghyun! OIII! KIM JONGHYUN!"
Ternyata Kim Jonghyun yang tengah membonceng kekasih hatinya untuk pulang, Jonghyun yang merasa terpanggil menghentikan motornya disamping gerombolan kecil itu. Jonghyun hanya membuka helm nya tanpa turun dari motor, bahkan Minki saja masih melingkarkan kedua tangannya erat diperut Jonghyun.
"Ada apa?"
"Ini nih ada yang mau ngomong" ucap Minhyun sambil mengode pada Woojin untuk ngomong langsung ke Jonghyun.
"Itu Bang, gue mau join band lo buat perform di farewell party. Lumayan bisa gitar gue"
"Tahu dari Jaehwan ya gue mau bikin band?" tanya Jonghyun yang rupanya mengenali siapa Park Woojin.
"Iya Bang"
"Yaudah boleh. Ntar kalau ada kabar lagi gue hubungin" ucapnya pada Woojin "Ada lagi yang mau diomongin?" mendapat gelengan dari Woojin Jonghyun menatap kedua sahabatnya yang hanya balas menatap "Yaudah gue duluan ya. Hati-hati dijalan Minhyun sama Ong"
"Bye Bye Minhyuniee Ongiieee" teriak Minki sambil melambaikan tangan pada Minhyun dan Ong ketika Jonghyun sudah mengegas motornya menjauh.
_NEVER_
Ong Seongwu memasuki rumah mewah yang selalu terlihat sepi itu. tanpa mengetuk pintu dia membuka daun pintu yang terbuat kokoh dari kayu jati asli. Dia melangkahkan kakinya hingga menuju ruang keluarga dan melihat seorang gadis manis tengah duduk di sofa dengan setoples kue kering dipangkuannya.
"Loh dek Jihoon?" sapa Ong sedikit kaget melihat Jihoon di rumah sepupunya. Sedikit doang kok kan udah jelas hubungan Jihoon sama Kuanlin apa, jadi kalo pacar saling main ke rumah masing-masing kan wajar.
"Eh kak Ong? Silakan duduk Kak Ong" Jihoon berdiri untuk menyalami Ong, tapi malah mendapat pelukan dari Ong.
"Ih kamu kok makin lucu aja siihhh" ucap Ong gemas sambil mencubit pipi chubby Jihoon yang selalu merah alami itu. Ong kalau sama Jihoon emang kadang suka pake aku-kamu dan bakal jadi soft banget, soalnya Jihoon anaknya manis dan ngegemesin.
"Hehehehe" Jihoon hanya tersenyum kikuk menanggapi dan pasrah pipinya diuyel-uyel Ong.
"Lo sendiri? Kuanlin kemana?" Ong mengamati rumah mewah yang tidak ada tanda kehidupan sama sekali. Kuanlin memang tinggal hanya dengan kakak perempuannya yang sekarang pasti sedang berkerja, sedangkan kedua orang tuanya menetap di Taiwan. Ong sendiri adalah sepupu dari pihak Ibu Kuanlin yang orang Korea, sebagai anak tunggal dia juga lebih sering menghabiskan waktunya bersama sepupunya.
Mereka sekarang sudah duduk berdampingan sambil menyaksikan film yang terputar di layar datar "Ke kamar mandi Kak. Mau main sama Alin ya Kak?" tanya Jihoon.
Ong selalu tertawa kecil mendengar panggilan manis untuk sepupunya yang slengekan itu, maka dari itu dia sering menggoda Kuanlin dengan memanggil nya menggunakan petname dari kekasihnya itu.
"Iya, main dirumah aja kok tapi, mau ngomongin sesuatu juga" Ong tahu bahwa main yang dimaksud Jihoon mungkin main bersama teman-teman model yang lain.
"Ngapain lo Kak?" ucap Kuanlin yang sudah kembali ke ruang keluarga.
"Dasar nggak ada sopan-sopannya sama yang lebih tua. Bukannya ditawarin minum kek"
"Eh iya bentar Kak" Jihoon sudah berdiri untuk mengambilkan Ong minum, tapi tangannya ditahan Kuanlin hingga dia kembali duduk dan Kuanlin merangkul bahu Jihoon ketika dirinya sudah duduk disamping Jihoon.
"Udah nggak usah by, biar Kak Ong ambil sendiri" ucapnya lembut pada Jihoon "Nggak usah kayak orang lain lo disini Kak"
"Hahaha iya dek, gue kalo mau minum bisa ngambil sendiri kok. Biar gue kuras sekalian air minumnya si cungkring ini"
"Ada perlu apa kesini? Ganggu quality time gue sama Chubby gue aja" yang berpikiran Kuanlin manggil Jihoon by itu dari kata baby mah salah, nyatanya by itu kependekan dari Chubby hahaha
"Ih nggak sopan" Jihoon menepuk pelan perut datar Kuanlin
"Dia emang nggak ada sopan sopannya dek. Btw, gue kesini mau nagih janji lo"
"Haah? Janji apaan? Gue nggak ngerasa ngejanjiin lo apapun"
"Itu yang lo janji mau join band gue"
"Ya Tuhan. Lo serius? Gue kirain otak lo emang lagi hang saat itu Kak"
"Band apaan Kak Ong?" tanya Jihoon penasaran.
"Itu dek gue, Minhyun, Jonghyun, Jaehwan mau bikin band buat perform di farewell party nanti. Oh ya temen lo yang gingsul yang bisa main gitar itu juga gabung kok"
"Woojin?" Jihoon langsung menebak ketika mendengar kata gingsul.
"Iya, tinggal si cungkring ini yang sok ruwet"
"Nah itu katanya Woojin udah ikut, kan udah ada gitarisnya juga ngapain lagi gue gabung? Ogah banget gue ikut yang begituan"
"Dia mah nggak jago main bass. Lagian lo kan ada pengalaman jadi bassist pas SMP. Kenapa sekarang anti sih?"
"Loh, kamu pernah ngeband pas SMP, Lin?" tanya Jihoon kaget.
"Iya by. Kalo dulu kan motivasi gue ikut band buat ngegebet cewek-cewek, kan jaman SMP cewek-cewek seneng sama cowok band tuh. Nah, kalo sekarang mah gue udah taken Kak" jawab Kuanlin pada Ong dan membuahkan dengusan malas dari Jihoon.
"Emang dasar kardus baygon lo. Pokoknya lo harus mau join!"
"Aduh Kak bukannya apa-apa nih, jadwal aku tuh udah padet banget. Sekolah, ekskul basket, belum lagi job modelling, terus tambah lagi mau ngeband?"
"Gue juga sekolah kok malah ini lagi musim ujian, gue juga model. Dan lagi ini kan Cuma buat tiga bulan, setelah farewell party juga nggak ada lagi Lin" nada suara Ong sudah mulai melembut membuat Kuanlin kicep juga.
"Kamu gimana by? Kamu rela nggak aku ikut band?" tanya Kuanlin sambil menggenggam tangan Jihoon mengaitkan jari jemari mereka.
"Hah? Kok aku? Kan kamu yang ngejalanin"
"Kan nanti kalo aku ikut band quality time kita jadi berkurang. Ada jadwal eksul basket, modelling terus band juga. Pasti kita jarang jalan bareng deh. Kamu rela? Emang bisa nahan kangen?"
"Ih apasih?" pipi Jihoon semakin memerah "yang penting kamu bisa jaga kesehatan sama hati kamu sih aku nggak apa-apa"
"utututu manisnyaaa" Kuanlin sudah memeluk Jihoon dan mendekap kepala gadis itu ke dadanya dan sesekali mengecup puncak kepalanya.
Ong tersenyum manis melihat interaksi kedua insan itu, dia tidak menyangka bahwa sepupunya yang slengekan, bandel dan sedikit urakan bisa dapat gadis yang lurus seperti Jihoon. Tapi dalam hati Ong setuju bahwa Kuanlin yang mudah terseret arus butuh gadis yang berpendirian kuat dan bisa membimbing dan selalu mengingatkan adiknya itu, dan sifat Jihoon adalah jawaban dari sifat Kuanlin.
Dilain tempat pada waktu yang sama.
Minhyun sedang main ke rumah tetangganya yang bernama Kang Dongho, sebenarnya Minhyun, Jonghyun dan Dongho selalu bersama sejak TK, SD, SMP, tapi saat SMA Dongho memilih sekolah berbeda dengan kedua sahabatnya. Tapi mereka masih sering menghabiskan waktu bersama, secara mereka bertetangga seperti saat ini Minhyun memilih mengunjungi sahabatnya itu.
"Mana Daehwi?" tanya Minhyun pada Dongho yang asyik baca Komik.
Mereka sekarang sedang berada di ruang keluarga, TV dihadapan mereka menyala menampilkan acara gosip tentang selebriti.
"Di kamar kali" jawab Dongho.
Lee Daehwi adalah anak dari kerabat keluarga Dongho, dia baru saja pindah dari LA. Dia pindah ke Korea karena ingin meneruskan sekolah di Korea sambil mengejar idolanya, sedangkan kedua orang tuanya tetap tinggal di LA, maka dari itu Daehwi dititipkan di rumah keluarga Dongho. Daehwi juga sekolah di SMA yang sama dengan Minhyun, masih kelas 10.
"Cuma berdua doang lo? Ati-ati khilaf"
"Emangnya gue kayak pacar lo yang kelebihan kalsium. Eh salah, elo ding yang kelebihan hormon"
BUUKK! Minhyun menonjok lengan Dongho dengan keras.
"Mulut lo! Gue juga masih tau batas kali"
"HAHAHHAHA" Dongho hanya tertawa
"Eh Ho, Gue mau bikin band bareng Jonghyun nih"
"EH? KAK MINHYUN MAU BIKIN BAND?"
Yang ngegas tadi bukan Dongho kok, tapi Daehwi yang bergabung dengan keduanya dan mendengar ucapan Minhyun tersebut.
"Iya, Hwi. Gue, Jonghyun, Ong, Jaehwan, Woojin anggotanya. Mau ikut perform di farewell party Hwi" Minhyun menjelaskan pada Daehwi yang manggut-manggut imut "Lo bisa gabung nggak Ho? Kita masih belum dapet bassist nih"
"Yaelah Hyun, nggak ada waktu gue. Gue aja jadi panitia farewell party di sekolah gue"
"Demi apa? Lo kan udah lengser dari jabatan Ketua OSIS. Lagian udah tinggal lulus ini" Minhyun kaget.
"Bangsat emang. Panitia nya masih bocah dan nggak ada yang becus akhirnya gue ditunjuk buat jadi supervisor" keluh Dongho.
Minhyun hanya menepuk-nepuk bahu Dongho prihatin akan nasib temannya itu.
"Kalo Daehwi gabung boleh nggak Kak? Daehwi bisa main piano Kak.."
"Ngg..gimana ya Hwi, nanti Kakak omongin sama yang lain dulu deh, kan kita butuhnya bassist. Kalo kakak pribadi mah boleh-boleh aja, tinggal tanya tuh sama si Dongho boleh nggak"
"Kak Dongho, Daehwi boleh gabung band Kak Minhyun ya? Boleh kan Kak?"
Dongho yang diberi rengekan imut dan tatapan melas dari Daehwi mana bisa taha. Tubuhnya aja gede, sangar kalo hati mah alus lembut kayak cotton candy..
Kira-kira begitulah, bagaimana awal mula persahabatan tujuh orang yang berbeda sifat, umur dan gender itu...
TBC
Chapter ini lumayan panjang, semoga nggak bosan dan ngantuk ya. Soalnya karakternya lumayan banyak dan pengen nyeritain mereka secara detail meski kayaknya juga nggak detail banget hahaha..
Sampai jumpa di chapter depan.
Jangan lupa feedback nya.. Thanks Chu~
