My Love Doll
.
Chapter 2
Rated : M
.
.
Tak ada alasan atas kesalahan cinta yang dimilikinya
Karna kesalahan itu terletak pada siapa cintanya itu ditujukan
Aku bukan apa-apa
Dan selamanya tetap bukan apa-apa
.
Disc.: Cuma pinjem nama
.
Cast : KyuMin, SiMin
It's Yaoi, BL, OOC, BDSM! TOYS!, KEKERASAN!
gaje dan banyak sekali Typo's,
cerita pasaran, dan keburukan lainnya.
.
Gak suka Chara, Yaoi, atau Cerita,
saya harap anda segera mengklik tanda silang dipojok kanan atas.
Dari pada anda harus nge-FLAME atau nge-BASH
Don't Like Don't Read
…
Happy reading^^
…
EverLasting Elementary School, Seorang namja manis tengah terduduk sendiri di belakang halaman sekolah. Membiarkan ke-semu-an itu melingkupi dirinya, tertidur. Sungmin- namja berumur 16 tahun itu kini tengah bersandar pada sebuah pohon memejamkan matanya. Sebagian surai hitamnya sedikit berantakan terbawa angin.
Grez
Sungmin terbangun ketika measakan sesuatu yang basah dan dingin di pipinya. Dia tersenyum melihat siapa orang itu. Siapa lagi kalau bukan sahabat satu-satunya disekolah ini, Choi Siwon. Sahabat, sekaligus seseorang yang sudah sungmin anggap sebagai dongsaengnya.
"Kau tak ke kantin, hyung ?" Tanya siwon sambil memberikan sebuah jus strawberry untuk sungmin.
Sungmin tersenyum menerima minuman dari siwon, "gumawo" ucap sungmin berterima kasih. Tanpa menjawab pertanyaan siwon, sungmin lebih memilih meminum jusnya. Sedang siwon hanya menghela nafasnya melihat tingkah hyung yang disukainya itu.
.
.
BRAAK
Sungmin jatuh terduduk digudang sekolah, 3 yeoja yang berstatus hoobae-nya itu memaksa dan mendorong dirinya secara paksa.
"Ya! sunbae, bukankah sudah kami peringatkan agar kau tidak berdekatan lagi dengan oppa kami!" ucap yeoja pertama.
"-ingat ya, kau itu memang lebih tua dari pada kami, tapi jangan harap kami akan berbaik hati pada orang yang terlalu dekat dengan oppa kami" sahut yeoja ketiga.
"Tapi-" ucapan sungmin terpotong ketika yeoja kedua itu meludah ke arahnya.
"Cih, kau itu tak lebih dari pada sampah disekolah ini. Bagaimana bisa orang miskin dan bodoh sepertimu bisa sekolah ditempat Elit ini."
"Haah.. unni, dia pasti menggoda oppa kami, memberikan tubuhnya agar bisa sekolah disini"
"Hiks.. aku tidak seperti itu.. hiks" sungmin menangis. Entah kenapa hatinya begitu tertusuk ketika salah satu diantara mereka menuduhnya seperti itu. Bukankah sungmin itu namja ?, tapi… kenapa dirinya seakan terlihat lemah seperti ini. 'tak ada manusia yang sempurna' mungkin itu pepatah yang cocok untuk sungmin. Semua orang punya perasaan, begitu juga dengan sungmin. Sudah cukup semua orang disekolah ini mem-bully-nya karena sungmin hanya murid miskin yang bodoh.
Lalu kenapa sungmin bisa sekolah ditempat ini ?, salahkan pertemuan tak sengaja dirinya dan siwon saat dirumah sakit. Waktu itu dirinya sedang dirumah sakit, umma yang sangat disayanginya tega meniggalkan dirinya bersama appa tirinya –appa sungmin sudah meninggal terlebih dahulu.
Dimulai dari pertemuan ditaman rumah sakit, perkenalan, pertemuan yang memang disengaja, hingga siwon yang membantu sungmin untuk bisa sekolah lagi. Jangan heran kenapa siwon bisa memasukan sungmin dalam sekolah elit itu. Dengan mudahnya siwon bisa membuat sungmin sekolah, tentu karna Appa Siwon adalah pemilik sekolah itu.
"Sepertinya kau terlalu meremehkan kami-" ujar yeoja kedua.
"ya! Rasakan ini-" sungmin memejamkan matanya begitu dilihatnya yeoja didepannya akan memukulnya.
BYUUR
"GYAAA~!" ketiga yeoja itu berteriak ketika merasa seseorang telah melempar air kearah mereka. Sungmin membuka matanya menyadari ketiga yeoja didepannya berteriak. Sungmin bisa melihat baju seragam mereka yang basah.
"ya, siapa kau beraninya mengganggu kami ?"
"siapa aku tak penting" ujar namja itu.
"mwo ? aish.. kau itu benar-benar –"
BYURR
"YA! Apa yang kau lakukan ?"
"Cepat pergi!" ketiga yeoja itu menghentakan kakinya kesal lalu meninggalkan gudang itu dengan keadaan yang mengenaskan.
"kau terlalu payah untuk menjadi namja" namja itu membantu sungmin berdiri dan membersihkan badannya.
"aku tau. gumawo.. eum.. kau siapa ? aku tidak pernah melihatmu ?" ujar sungmin berterima kasih dan bertanya pada namja tampan dihadapannya. Tampan ? hei,, ucapan hatinya itu dengan cepat membuat rona merah diwajah sungmin.
"lain kali saja kita berkenalan, okey. Aku pergi, Bye.." kini namja itu meninggalkan sungmin sendirian yang masih didalam alam fikirannya.
.
.
Sungmin baru saja pulang dari sekolahnya ketika dirinya melihat sang Appa sedang memberaskan beberapa barang miliknya.
Sang Appa menoleh kearah sungmin yang masih berdiri didepan pintu masuk kamarnya, "mulai besok kau tidak usah sekolah lagi!" ucap sang appa tegas, membuat sungmin mengernyitkan dahinya bingung.
"tapi appa –"
Sang appa mendelik tajam kearah sungmin, membuat sungmin menjeda kalimatnya, "bereskan baju-mu, kita pergi ke JinAn besok pagi"
Sungmin mengangguk menjawab omongan appa-nya, walau begitu banyak pertanyaan yang berputaran dikepalanya. Tapi sungmin memilih diam. Kadang diam itu adalah lebih baik dari segala hal.
.
.
Seorang pria tampan berlari menuju sebuah rumah kecil dimana hyungnya itu tinggal. Namja itu –siwon-, mengetuk pintu rumah itu berkali-kali, namun masih tidak ada jawaban.
Hari ini sungmin tidak masuk sekolah, tentu saja membuat siwon menjadi khawatir. Apa sungmin hyung-nya sakit? apa hyung-nya itu ada masalah?.
Tapi bukan mendapatkan sosok tubuh yang dicarinya itu, siwon malah menemukan ruangan kosong di tempat yang dikunjunginya.
"ehm… anak muda, kau mencari pemilik rumah ini?" sorang ahjumma bertanya membuat siwon sedikit kaget. Akantetapi siwon juga dengan cepat mengangguk mengiyakan pertanyaan ahjumma itu. Berharap dirinya bisa menemukan sang pemilik rumah.
"pagi-pagi sekali, pemilik rumah ini sudah pergi" ucap ahjumma itu memberitahu.
"apa anda tau kemana mereka pergi, ahjumma?"
"mian, tapi saya juga tidak tahu"
"haah~, baiklah. Gumawo ahjumma"
"nde" ahjumma itupun meninggalkan siwon sendiri didalam ruangan kosong itu.
Tanpa sadar siwon terisak lirih dalam kesendiriannya. 'kau kemana hyung?, kenapa kau meninggalkanku pergi?, bahkan aku belum menyatakan perasaanku padamu' batin siwon miris menatap tempat tinggal hyungnya itu.
.
.
5 tahun kemudian
"Aku pulang!" teriak sungmin sambil memasuki rumahnya. Dirinya baru saja selesai bekerja. Bekerja?, ya, sungmin bekerja. Tidak mungkin dirinya bisa melanjutkan sekolahnya yang sudah terhenti 5 tahun lalu. Dan dirinya juga tidak mungkin diam dirumah tak ada kerjaan. Jadi sungmin lebih memilih bekerja. Bukan pekerjaan sulit memang, hanya sebatas pelayan disebuah rumah makan kecil yang tidak terlalu jauh dari rumahnya.
"ah.. kau sudah pulang ?, cepat ganti baju-mu lalu temui appa disini"
Sungmin mengangguk walaupun dirinya juga tak mengerti. Sungmin melihat tiga orang –yang menurutnya aneh- sedang duduk diruang tamunya. Yang dua terlihat menyeramkan karna tubuh mereka yang besar, yang satunya biasa saja, hanya saja- tatapan mata orang itu membuat tubuhnya bergidik ngeri.
Setelah berganti baju, sungmin menemui appanya. Sungmin menduduki dirnya disebelah sang appa. Hanya diam, tak ada yang dibicarakan sungmin. Dirinya merasa 'mendengar apa yang dikatakan orang lain terlebih dahulu itu lebih baik'.
"bagaimana ?" ucap sang appa pada lawan bicaranya.
"baiklah, tak buruk" ucap sang lawan bicara. "-berikan uangnya".
"20 jt won, ini pasti cukup untuk mu" appa sungmin membuka sebuah briefcase didepannya. membuat sebuah senyuman bermakna menghiasi bibirnya, sedang sungmin sudah membulatkan matanya shock dan bingung. Uang sebanyak itu, untuk apa? Dan bagaimana bisa?
"nde.. nde.. ahh.. terima kasih Mr. Baek" ucap sang appa.
"bawa anak itu!" sang lawan bicara –Mr. baek- memerintahkan anak buahnya untuk segera membawa sungmin.
"ya! Lepaskan aku.. appa.. appa.. tolong.. appa.. aish lepaskan.." sungmin terus berteriak dan memberontak saat anak buah Mr. baek itu menarik paksa dirinya dan menyuruhnya atau memaksanya mungkin untuk masuk kesebuah mobil hitam.
"DIAM !-.. ayahmu itu sudah menjualmu padaku. Jadi sebaiknya kau turuti aku, atau kau akan dapat akibatnya"
"AKU TAK MAU!"
PLAKK
Namja manis itu menangis dalam diam, menahan isakannya sendirian setelah ahjussi didepannya itu menamparnya.
Bagaimana bisa ayahnya sendiri menjualnya ?. tidak ingin mempercayainya, berharap setelah ini dia akan bangun dari mimpi buruknya ini.
.
.
08.30 pm Midnight Bar
Setelah seminggu dirinya dikurung didalam sebuah gudang –yang entah dimana, sungmin tidak tahu. Seorang namja bertubuh besar menariknya keluar secara paksa.
Sekarang sungmin berada disebuah tempat seperti eumm… bawah panggung mungkin.
SRAKK SRAKK
"YA! APA YANG KAU LAKUKAN!" sungmin berteriak keras ketika dengan cepat seluruh pakaiannya sudah lepas dari tubuhnya, sehingga membuat sungmin naked, menampilkan tubuh putih dan mulusnya, jangan lupakan juga junior imutnya(?). Lalu namja besar yang membawanya itu langsung mengikat sungmin pada sebuah tiang.
Sungmin bisa mendengar suara seseorang diatasnya sedang berbicara diikuti sebuah teriakan atau siulan yang begitu keras membuatnya merinding dan takut memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya.
"hiks…" satu isakan terdengar dari bibir M sungmin, "lepaskan aku,, hiks.. kumohon.. hiks.."
Sang namja seram itu hanya menyeringai lalu menekan tombol pada sebuah remot yang dipegangnya. Dengan seketika, tempat sungmin berdiri bergerak, membuat sungmin terangkat. Bahkan dengan perlahan sungmin bisa melihat banyak sekali namja-namja tua hidung belang yang menatap tubuhnya 'lapar'.
Lagi-lagi sungmin menangis. "Hiks.. aku tidak mau seperti ini.. hiks.. lepaskan aku.. hiks"
"baiklah! Untuk pertunjukan terakhir kita! Saya akan memperkenalkan'barang' yang paling bagus dan terbaik ditempat ini!" teriak sang MC membuat tempat itu semakin ricuh.
"dimulai dari 10 jt !" ujar sang MC setelah sedikit bercuap-cuap tadi.
"15 juta !"
"25 juta !"
"50 juta !"
"75 juta !"
"apa tidak ada lagi yang mau menawar ?-" Tanya sang MC.
Hening untuk sesaat, membuat MC mengetukkan palu yang dipegangnya tanda pengesahan.
1 ketukan
2 ketukan
"100 juta !" semua pembeli dan sang MC menoleh menatap seorang namja yang duduk dibangku kelas VIP.
"-aku menawarnya 100 juta" ucap namja itu lagi karna sang MC hanya diam menatapnya.
"baiklah ! sudah diputuskan, 'Lee Sungmin' terjual dengan harga 100 juta won !" teriak sang MC.
Sungmin menoleh, menegakan kepalanya saat sang MC mengetukan palunya yang ketiga. Sungmin sempat melirik seorang namja yang menyeringai ke arahnya, namja yang sudah membelinya.
.
.
10.00 pm Mansion Kyuhyun
"eungh…" sungmin melenguh ketika merasakan sinar lampu yang terang langsung masuk kedalam retinanya. "ahh…" baru saja sungmin ingin mengucek(?) matanya, dirinya langsung sadar bahwa sekarang tangannya sudah terikat kencang dengan headbord diatas kepalanya.
Sungmin melihat sekitarnya, ini bukan gudang yang kemarin menyekapnya, ini juga bukan kamarnya yang dulu. Banyangan saat dirinya diatas panggung kembali terngiang dalam otaknya. Ingatannya bekerja cepat saat dirinya mengingat kejadian dibawah panggung. Namja menyeramkan itu langsung menyuntikan sesuatu ditubuh sungmin saat dirinya kembali kebawah panggung. Dirinya lemas dan pingsan, dan sekarang disinilah dia berada.
Kembali sungmin membulatkan matanya ketika sadar bahwa sekarang dirinya masih naked tanpa sehelai benang-pun. Dengan sekuat tenaga sungmin mencoba melepaskan ikatan pada tangannya.
Ceklek
Kegiatan sungmin terhenti ketika mendengar seseorang membuka pintu kamar mandi disana. Perasaan takut dan was-was kembali menyergapi dirinya kembali.
"sudah sadar, eoh?" ucap namja itu sambil berjalan karah sungmin. Sungmin menelan saliva-nya sulit ketika melihat namja itu hanya mengenakan bathrub dan terpancar nafsu yang sangat besar saat mata namja itu tak sengaja bertemu pandang dengan matanya.
Namja itu –kyuhyun- membelai pelan rambut sungmin, turun kewajahnya lalu terus turun kebibir, dagu leher, hingga nipples dan juga perutnya.
"ahh…" desah sungmin ketika kyuhyun mengelus pelan paha dalamnya.
"menikmatinya, eoh?"
Sungmin menggeleng, "lepaskan saya tuan, jebal.."
kyuhyun tertawa meremehkan lalu mulai melepas baju handuk yang dipakainya. Tanpa ba bi bu lagi kyuhyun langsung menindih tubuh sungmin dibawahnya, "lepas? cih, kau fikir aku membelimu dengan harga murah."
"sa..saya akan menggantinya" ucap sungmin reflek. Dirinya sudah sangat takut dengan apa yang terjadi dengan dirinya saat ini.
Kyuhyun terdiam lalu selanjutnya tertawa mendengar ucapan sungmin "haha.. dengan apa, kau tak punya apa-apa, kecuali.."
"-kecuali tubuhmu yang akan memuaskanku itu." Lanjut kyuhyun menyeringai, tangannya tak tinggal diam dan terus mengusap sesuatu di selangkangan sungmin.
"hiks.. ahh.. kkhumohhhonhh.. eahh..."
Kyuhyun menempelkan bibirnya dengan bibir plum M milik sungmin. Sungmin terus menangis sambil memejamkan matanya dikala kyuhyun mulai menjilat, menyesap dan mengigit bibirnya.
"arghmmpphh…" lidah kyuhyun dengan cepat masuk kerongga mulut sungmin. Mengabsen setiap gigi sang pemilik. Lidah kyuhyun mendorong lidah sungmin, sekali-kali diajaknya untuk bergelut, menimbulkan erangan –sexy menurut kyuhyun- dari sungmin.
Kyuhyun melepaskan frenchkiss-nya ketika sungmin mulai kehabisan nafas. "aku takkan bermain lembut, Min. bersiaplah!" ujar kyuhyun sambil membawa kaki kiri sungmin agar berada dibahunya. Tangan kanan kyuhyun mempersiapkan miliknya sendiri yang sudah menegang didepan hole sungmin.
Sungmin yang sudah kehabisan tenaga karna ciumannya pun hanya bisa diam pasrah. Apa ini takdirnya?, apa dirinya hanya akan jadi seorang slave sex? Apa kesalahannya dimasa lalu sehingga dirinya seperti ini? Apakah sungmin tak pantas mendapatkan cinta? Tak pernah ada cinta dan kasih sayang dalam hidupnya. Umma dan appa nya bahkan meninggalkannya sendiri. 'appa.. umma.. Minnie mau bersama kalian saja. Bawa Minnie bersama kalian' batin sungmin menangis ketika menghadapi kenyataan dalam nasib kehidupannya ini.
JLEB
"AAAARRRGGHHHH~…" teriak sungmin keras ketika tanpa disadarinya kyuhyun langsung menghentakan miliknya kedalam tubuh sungmin.
"-sakithh ahh.. hentikan kumohh…honhhh.. ahh sakithh"
"oh.. so tight.. ini.. nikmathh khau tauhh.." racau kyuhyun sambil terus memasukan miliknya, sedang sungmin sudah meronta-ronta dalam ikatannya.
"hiks.. sakit.. sakit.. keluarkan tuan.. kumohon.."
Tak memperdulikan tangisan sungmin, kyuhyun langsung kembali memasukan miliknya dengan sekali hentakan, membuat sungmin memekik dengan keras untuk yang kedua kalinya. Tubuh sungmin terasa panas dan terbelah dua.
"call me master kyuhyun, baby…"
Kyuhyun dengan semangat(?) terus memasuk-keluarkan miliknya dari hole sungmin. Erangan kesakitan dari sungmin-pun mulai berubah menjadi sebuah desahan nikmat.
.
.
02.15 pm Mansion Kyuhyun
Kyuhyun terlihat tergesa-gesa menuruni mobilnya dan segera masuk kedalan Mansionnya yang super mewah. Baru setengah jam yang lalu kyuhyun mendapat laporan dari anak buahnya bahwa sungmin tidak ada dikamarnya dan menghilang. Tanpa pikir panjang kyuhyun yang masih dikantor langsung beranjak pulang menuju mansionnya.
"ya! Kau dimana ?, MIN !"
hening
"mian Agassi.. sepertinya dia berhasil keluar lewat jendela kamar mandi yang menuju halaman belakang"
BUGHH
Kyuhyun memukul kencang 2 bodyguard yang ditemuinya didalam rumah. "bodoh! Apa susahnya menjaga satu orang, eoh?!" bentak kyuhyun pada anak buahnya itu.
Kyuhyun menatap marah anak buahnya yang tidak berguna itu. "brengsek,, kalian berdua.. cari anak itu sekarang, bawa dia kehadapanku ssecepatnya!"
"ne, Agassi.." anak buah kyuhyun-pun langsung menunduk hormat lalu pergi meninggalkan kyuhyun yang masih dengan kilatan(?) amarahnya.
'berani kabur, eoh?... kau akan dapat hukuman yang berat, Min!' batin kyuhyun.
.
.
.
BRUGH
Kyuhyun yang sedang asik berkutat dengan benda hitam tercintanya (read:PSP) langsung menoleh ketika melihat seseorang yang –sangat- dikenalnya kini berada didepannya.
"pergi!" ujar kyuhyun pada dua anak buahnya yang sudah berhasil menjalankan tugasnya.
Kini kyuhyun tengah berdiri menatap namja yang sedari tadi menundukan wajahnya takut, bahkan kyuhyun bisa melihat bahu namja itu yang bergetar menahan tangis.
Kyuhyun berjongkok, tangannya meraih dagu namja itu agar sang namja bisa melihat amarah dalam dirinya.
"kau sudah berani kabur, eoh Min?" ucap kyuhyun pelan namun terdengar mengerikan bagi namja yang dipanggil Min itu.
Sungmin menelan saliva-nya sulit saat dirinya bisa melihat mata kyuhyun yang penuh dengan amarah dan kekesalan. Bahkan sungmin bisa melihat jelmaan Lucifer dalam mata kyuhyun.
"Agghh…" erang sungmin ketika kyuhyun menarik paksa rambutnya.
"kau tahu, Min. aku sudah menyiapkan 'hukuman' yang pas untukmu"
Sungmin menggeleng, menatap kyuhyun penuh permohonan. Karna dirinya tahu, kyuhyun adalah orang yang sangat menyeramkan, apalagi ditambah saat ini sedang marah. Rasanya kematian adalah hal terbaik untuk sungmin saat ini, tapi tentu saja, kyuhyun tak akan pernah mengabulkannya.
"Arrghh.. ssakit.. master.. ahh sakit" kyuhyun menarik paksa rambut sungmin menuju kamarnya.
BRAKK
Sungmin terjatuh dilantai, di samping tempat tidur. Menatap horror ketika kyuhyun mulai melepas ikat pinggang yang dipakainya.
"m..ma..master.."
Kyuhyun diam tak menyahut omongan sungmin. Ikat pinggang itu ia lilitkan sebagian pada tangannya.
CTAR… CTAR…
"agh.. ampun.. ahh.. sakit master aghh.." sungmin terus memohon ampun saat kyuhyun tak henti-hentinya mencambuki dirinya dengan ikat pinggang.
CTAR
"ampun, eoh? … tak ada ampunan untuk mu bitch!"
CTAR
"aghh.. aghh… agh … agh…"
Kyuhyun kembali menarik rambut sungmin dengan kasar. Membuat sungmin berdiri lalu menghempaskan tubuh lemah sungmin pada tempat tidur.
Srakk Srakk
Dengan cepat kyuhyun sudah membuat sungmin naked tanpa sehelai benang-pun. Kyuhyun mengikatkan tangan sungmin pada stand tempat tidurnya dengan ikat pinggang.
"hiks.. ampunn.. hiks.. kumohon master.."
Kyuhyun menyeringai, "aku tak akan memasukimu kali ini, tapi sebagai gantinya…-" kyuhyun menjeda kalimatnya lalu beranjak mengambil sebuah kotak coklat didalam lemarinya. "-aku punya 'mainan' untuk-mu" tambah kyuhyun dengan bibir yang tak pernah lepas dari seringaian.
…
.
.
.
.
.
To be continue
Apa ini ? *tengok ke atas*
Mudah-mudahan reader gak kecewa dengan ceritanya yang malah seperti ini, nde ? … chap ini untuk reader yang minta flashbacknya KyuMin. Author udah buatkan jadi mohon reviewnya…
Author seneng banget deh liat koment kalian di chap kemaren.. buat author semangat nulis, padahal lagi dikejar-kejar ujian praktek, TKM, Uji Kompetensi, PM, dan segala jenis ulangan lainnya.. jadi kalo author agak lama update, maklum ne ? hehehe…
Buat yang minta, kyu jangan jahat2 ama umin… author belom bisa ngabulin. Mungkin dichap-chap selanjutnya. Karna author masih suka nyiksa abang umin *digamparPumkins*
Gumawo yang udah baca. Mian author gak balas review atau nulis nama yang udah nge-review. Soalnya waktunya lagi dikejar-kejar banget. Sekali lagi MIANHAE dan GUMAWO untuk my lovely readers *lemparKyuMin*
Hehe author ini yeoja. author baru 17 tahun, 26 januari kemaren. Ini FF rated M kedua yang udah author buat. Dan author sadar ini masih jelek dan butuh banyak masukan. Jadi, REVIEW PLIISSSS !
…
