Title : Pregxperiment

Pair : SiChul, KyuMin, EunHae

Length : 3/?

Author's note : Segala hal yang tidak mungkin dalam fic ini hanya karangan belaka, jadi jangan terlalu dipikirin. Mian karena chapter kemarin kurang HOT, ada yang bilang terlalu cepat ada yang bilang kurang panas. Ada yang minta untuk dimasukin moment pairing lainnya, tapi mungkin ga banyak aku masukin karena ini lebih fokus ke SiChul. Overall, terima kasih udah kasih review dan masukan. Tolong readers lainnya juga ikut meninggalkan review ya :)


Chapter 3

.

.

"Chulie, minumlah" ucap Siwon sambil mengangsurkan segelas cairan berwarna putih kepada Heechul yang tengah duduk bersandar pada kepala ranjang. Heechul menerima gelas tersebut dengan wajah bingungnya.

"Apa ini?"

"Susu" jawab Siwon singkat yang ditanggapi Heechul dengan memutar bola matanya jengah.

"Aku tahu ini susu, tapi kenapa menyuruhku minum susu?"

"Itu susu khusus peningkat hormon reproduksi wanita. Eunhyuk dan Donghae yang menciptakannya. Mereka bilang kau harus meminumnya setiap malam sebelum tidur selama satu minggu penuh" jelas Siwon sambil mendorong tangan Heechul yang masih memegang gelas susu tersebut.

"Kenapa aku harus meminum ini?" tanya Heechul ragu mengingat yang menciptakan susu ini adalah pasangan paling mesum yang ia kenal.

"Baiklah aku jelaskan. Setiap kita berhubungan seks, saat orgasme kau hanya mengeluarkan sperma kan?" tanya Siwon yang dijawab dengan anggukan kecil dari Heechul.

"Untuk itu, seharusnya tidak hanya sperma yang keluar. Tapi dari organ intimmu yang lain harusnya juga mengeluarkan cairan saat orgasme, seperti wanita saat orgasme yang mengeluarkan cairan dari kelenjar skene. Menurut Donghae dan Eunhyuk, ada yang kurang saat aku menyuntikkan hormon dulu. Jadi mereka menciptakan susu ini. Sengaja dibuat dalam bentuk susu agar lebih mudah dikonsumsi dan tidak perlu melalui tahap suntikan" jelas Siwon panjang yang dijawab dengan anggukan kepala Heechul meskipun sebenarnya namja cantik itu tidak terlalu mengerti.

"Sudah, kau minum saja. Sungmin juga sudah mulai mengkonsumsi susu ini" ucap Siwon meyakinkan Heechul yang masih terlihat ragu.

Heechul memandang mata Siwon dalam, mencoba mencari kesungguhan dari mata tajam kekasihnya, dan yang ia dapat hanyalah kesungguhan dari mata Siwon. Siwon menganggukan kepalanya meyakinkan Heechul untuk meminum habis susu tersebut.

Walaupun masih sedikit ragu, Heechul tetap menenggak susu tersebut hingga tandas. Kemudian ia letakkan gelas kosong itu pada nakas di sebelah tempat tidurnya. Setelahnya Heechul beringsut masuk ke dalam pelukan Siwon mengaitkan jemari Siwon dengan jemarinya.

"Wonnie, Sungmin sudah sampai proses apa?" tanya Heechul mengingat selain dirinya hanya Sungminlah yang ikut menjadi volunteer eksperimen ini.

"Hampir mendekati suntikan ketiga. Kalau tidak salah jadwalnya 3 atau 4 hari lagi. Eh, kau belum pernah melihatnya, kan?"

"Eungg" jawab Heechul sambil menggelengkan kepalanya yang bersandar pada dada bidang Siwon.

"Pasti Sungmin sangat kesakitan. Dulu saja aku begitu kesakitan" ucap Heechul mengingat proses menyakitkan yang ia lalui selama 10 bulan itu.

"Ne, aku tidak akan tega jika kau yang mengalaminya. Aku tidak mengerti kenapa Kyuhyun memaksa memberikan suntikan itu pada Sungmin. Walaupun memang prosesnya akan jauh lebih cepat, tapi melihat Sungmin kesakitan seperti itu rasanya tidak tega. Terkadang aku kasihan dengan Sungmin, ia harus kembali bekerja meskipun perutnya belum kempes sepenuhnya" ucap Siwon dengan pandangan menerawang mengingat saat ia mendampingi Kyuhyun menyuntik hormon untuk Sungmin.

"Kenapa tidak biarkan Sungmin istirahat?" tanya Heechul mengingat dulu dirinya yang berbaring seharian penuh.

"Dear, Sungmin dan kau berbeda. Dulu perutmu kembali mengempis hanya dalam waktu 3 sampai 4 jam. Kau tahu, perut Sungmin belum mengempis meskipun telah lewat 2 hari. Pada suntikan pertamanya, Sungmin cuti selama 2 hari penuh dan di hari ketiga dia datang dengan perut yang masih sedikit buncit"

Heechul bergidik ngeri kemudian berbalik memandang Siwon sambil mengangkat alisnya seolah bertanya.

"Aku serius, dear. Kalau masih tidak percaya juga nanti setelah Sungmin selesai suntik ketiga aku akan mengajakmu melihatnya" janji Siwon.

"Enghh Wonniehh apa pendinginnya mati? Kenapa aku panas sekalihhhh?" lenguh Heechul tiba-tiba.

Siwon memandang dinding kamar mereka yang sedari tadi berwarna biru, menandakan pendingin dalam keadaan menyala. Karena jika pendingin mati atau rusak, dinding kamar akan berubah menjadi merah. Salah satu kecanggihan teknologi, pendingin ruangan akan otomatis menyala jika ada orang yang menempati ruangan tersebut.

"Pendinginnya tidak mati, Chullie" jawab Siwon setelah memastikan seluruh dinding kamarnya berwarna biru.

"Tapi .. shit panas sekali" ucap Heechul sambil mengibas-ngibaskan tangannya dan menendang asal selimut yang sedari tadi membungkus kakinya dan Siwon.

"Hyung" panggil Siwon sambil memandang ke satu arah yang baru saja terlihat.

"Apa?!" geram Heechul kesal saat merasa tubuhnya semakin kepanasan. Tidak mendengar jawaban dari Siwon, Heechul mengalihkan pandangannya pada arah yang dilihat Siwon dan seketika itu matanya terbelalak.

"OMO! Sial! Susu itu apa benar begitu kegunaannya?!" murka Heechul saat melihat kejantanannya sudah mengacung tinggi di balik celana tidur yang ia kenakan. Heechul berupaya menghilangkan rasa panas dengan mengusap-usap seluruh tubuhnya, dan tangannya terhenti ketika ia mengusap bagian dadanya dan merasakan sesuatu yang mengganjal.

Heechul menundukkan wajahnya memandang kedua putingnya yang sudah sangat menonjol di balik baju tipis yang dipakainya.

"YA! Kuda mesum! Kau berbohong kan tentang susu itu?!" teriak Heechul geram.

"Ani hyung. Susu itu benar-benar buatan Donghae dan Eunhyuk, bukankah sudah kubilang Sungmin juga meminumnya. Mungkin memang ini efek sampingnya" sanggah Siwon.

"ARRGGGGHHHHH WONNIE MASUKI AKU!" perintah Heechul saat merasa panas tubuhnya semakin menjadi-jadi.

"Mwo? Biar ku-blowjob saja, hyung. Kau kan hanya perlu mengeluarkan hasratmu" ucap Siwon. Bukannya tidak mau merasuki lubang Heechul yang sangat sempit itu, tapi ia hanya tidak ingin Heechul semakin mengira ini semua perbuatan dirinya.

"Demi penis besar, panjang, berotot dan berurat milikmu, LUBANGKU TERASA PANAS! CEPAT RASUKI AKUUU!" maki Heechul keras.

Dengan sigap Siwon segera membuka pakaian tidur miliknya dan menarik celana tidur Heechul. Batang kejantanan Heechul langsung berdiri tegak bahkan sudah mengeluarkan pre-cum. Kebiasaan mereka berdua tidak pernah mengenakan celana dalam saat mau tidur.

Siwon duduk bertumpu pada lututnya di depan Heechul, sementara namja cantik itu tidur telentang dengan kondisi menggiurkan. Batang Heechul yang membesar terus mengalirkan pre-cum, kedua putingnya yang mencuat di balik kaus tipis serta pandangan mata sayu yang dipancarkan Heechul.

Siwon memposisikan batangnya tepat di depan lubang Heechul yang terlihat merah merekah, kemudian dengan perlahan ia dorong batangnya hingga masuk ke dalam lubang Heechul.

"SHIT! CEPATLAH KUDA! AKU TIDAK TAHAN!" teriak Heechul merasa Siwon bermain pelan kali ini.

Mendengar teriakan Heechul barusan, Siwon segera mendorong sisa kejantanannya hingga melesak masuk ke dalam, langsung menekan titik sensitive di dalam tubuh Heechul.

"OOOHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH" jerit kenikmatan Heechul hingga setengah badannya terangkat.

Siwon yang mulai dikuasai nafsu segera mengeluar-masukan batang besarnya dengan cepat. Kedua tangannya memegang pinggul Heechul mengendalikan kekasihnya untuk bergerak berlawanan arah dengannya.

Heechul sedikit mengangkat tubuhnya, membuka kaus yang ia pakai dan melemparnya sembarang. Kemudian kedua tangannya meremas dada serta menarik-narik putingnya. Bibir bawahnya ia gigit, menambah kesan erotis.

"OOOHHHH TERUSHHHH WONNHHH UUUHHHHHH" desah Heechul dengan tubuh menggeliat membuat sprei tempat tidur mereka menjadi kusut.

Melihat puting Heechul yang berdiri tegak, Siwon merebahkan tubuhnya menimpa Heechul. Gerakan Siwon mengakibatkan batang Heechul terdorong hingga terhimpit di antara perut sixpack-nya dan perut Heechul sendiri. Tangan kanan Siwon meremas dada kiri Heechul sementara tangan kirinya berada di bawah pusar Heechul, sedikit menekannya tanpa sengaja. Siwon meraup dada kanan Heechul ke dalam mulutnya. Menghisap kencang putingnya dan sesekali menggigitnya. Tangan kanannya masih bermain pada puting kiri Heechul, menariknya dan meremas dadanya hingga memerah dan membengkak.

Siwon masih terus mendorong kejantanannya, mengeluarmasukan tubuhnya dalam tempo cepat. Membuat Heechul ikut tersentak olehnya.

"AAAHHHH THEREEEEEEEEEEEEE THEREEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE OHHHHHHHHHHHH" teriak Heechul saat batang Siwon mengenai titik sensitive-nya.

Mendengar teriakan Heechul, Siwon kembali mendorong kejantanannnya pada titik yang sama berulang kali. Membuat tubuh Heechul hilang kendali, menggeliat tak terarah. Siwon menekan bagian bawah pusar Heechul dengan ibu jarinya, berusaha mengendalikan bagian bawah Heechul agar tidak terlalu banyak bergerak. Namun ternyata tekanan itu membuat Heechul merasakan sensasi nikmat yang berbeda.

"OOOOHHHH WOOONNNNNNNNNNNHHHHH TEKAANNNNNN LAGIIIII YESSSSSSSS OHHHHHHHHH"

"hyungghhhh sunggguhhhh oooohhhhhhh nikmathhhh tubuhmuuu akkkhhhh sempithhhhh"

"TEKANNNHH WONNHH THEREEEEEEEEEEE OOOHHHHHHHHH TANG-ANMUHHHHHHHH AAAAHHHHHHHHH DORONGHHHHHHHH LAGIHHHH PENISSS-MU AHHHHHHHHHHHHH OOOHHHHHH YESSSSSSSSS MOREEHHHHHHHHHHHHHH"

"KETATKANNNHHH LUBANGMU HYUNGGHHHHHHHHHH SEMPITTTHHHHHHHH OHHHHHHHH CENGKRAM PENISKU SAYANGGG AHHHHHHH"

"HISAPPPHHH OHHHHH HISAPP NIPPLEKUHHHHHHHHHH OHHHHH SEDOTTTTTTTTTTT NGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHH"

"AKKHUUUU HAMPIRRR HYUNGGG AHHHHHH KETATKANNN LAGIHHHHHH OHHHHHHHH"

"AHHHHHH CUMINGGHHHHHHHH WONNIEHHHHHHH UGHHHHHHHH I'M CUMINNNGGGHHHHHHHHHH AAAAAAAAKKKKKKKKKKKHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH"

Siwon merasa batangnya dilingkupi cairan hangat di dalam sana. Bukan cairan miliknya karena ia belum keluar. Cairan hangat itu keluar bersamaan dengan sperma Heechul yang menyembur kencang saat orgasmenya tiba. Double orgasm. Sepertinya Heechul mengalaminya, susu yang diminum Heechul ternyata bekerja begitu cepat.

Siwon masih terus mengeluar masukan batangnya dengan sangat cepat. Membuat tubuh Heechul tersentak berulang kali. Kedua tangan Heechul meremas sprei berwarna biru laut dibawahnya.

"OOOHHHHHHH WONNNIEEEEEEEHHHHH I NEED UGHHHHHHH YOUR SPERMMMHHHHHH NOWWWWWWWWHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH"

"CUMINGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH"

Keduanya teriak bersamaan saat Siwon menembakkan spermanya ke dalam rahim Heechul dan Heechul kembali memuncratkan orgasme keduanya. Tubuh Heechul masih tersentak hebat merasakan orgasme yang sangat berbeda dari biasanya. Siwon menarik keluar batangnya bersamaan dengan itu, cairan miliknya dan cairan Heechul yang tidak tertampung ikut keluar. Kemudian pemuda kekar itu berbaring telentang di samping Heechul, keduanya masih diam berusaha mengatur nafas mereka yang masih terputus-putus setelah permainan mereka tadi.

"Tadi itu benar-benar hebat" perkataan Heechul menghentikan keheningan di antara mereka.

"Ne, kau benar. Aku harus berterima kasih pada pasangan mesum itu karena telah menciptakan susu seperti itu" jawab Siwon mengundang tawa jenaka Heechul.


"Sungminieeeee" riang Heechul saat menemukan pemuda manis itu di medicine counter. Entahlah, meskipun ia lebih lama mengenal Eunhyuk dan lainnya, tapi ia lebih dekat dengan Sungmin yang baru dikenalnya sekitar 4 bulan ini.

"hyung" jawab Sungmin pelan. Sepertinya pemuda manis itu tidak dalam keadaan baik. Terlihat dari wajahnya yang pucat juga tubuhnya terlihat lemas.

"Eh, kau tak apa?" tanya Heechul yang telah masuk ke dalam konter obat-obatan itu. Ia duduk di kursi kosong di samping Sungmin yang masih sibuk menulis nama-nama obat serta jumlah stoknya.

"Tak apa hyung. Ini sudah biasa" jawab Sungmin dengan menyertakan senyuman hangat miliknya.

Heechul mengalihkan pandangannya pada perut Sungmin yang terlihat membuncit meskipun ditutupi kemeja longgar. Tangan kiri Sungmin sesekali mengelus perut buncit itu, seolah dapat meredakan rasa sakit di dalamnya. Sedangkan tangan kanannya masih sibuk mencatat nama-nama obat.

"Kau baru selesai disuntik?" tanya Heechul masih memandangi perut buncit Sungmin.

Sungmin menghentikan kegiatannya menulis kemudian menatap Heechul lalu tersenyum.

"Ne, dua hari lalu" jawabnya.

"Boleh kulihat perutmu?" tanya Heechul ragu. Sungmin yang mendengarnya hanya tersenyum kecil. Heechul adalah tipe pria bermulut pedas, perkataan yang keluar dari mulutnya selalu menusuk tajam. Tapi selama mengenal dirinya, Heechul jarang -bahkan tidak pernah mengeluarkan perkataan pedasnya itu.

Sungmin menarik kemeja yang ia kenakan, memperlihatkan perutnya yang membuncit besar. Kulit perutnya terlihat sangat pucat dengan guratan-guratan merah yang menjalar dari bawah perut. Stretch mark. Hal lumrah yang terjadi ketika kulit mengalami peregangan melebihi fleksibelitasnya.

Heechul memandang prihatin pada perut Sungmin. Dulu ia juga mengalaminya, namun tidak separah Sungmin. Tiba-tiba ia ingin menangis. Bahkan air matanya sudah siap mengalir.

"Hyung? Kau menangis?" ucap Sungmin melihat setetes air mata telah mengalir di pipi Heechul.

"Hiks.. aku sedih melihatmu seperti ini Sungmin-ah"

"Kenapa kau tidak istirahat saja?" tanya Heechul.

"Aku sudah istirahat 2 hari kemarin, hyung. Lagipula hari ini jadwalku hanya menjaga disini. Bukan pekerjaan berat" jawab Sungmin.

"Kalau begitu biar kubantu ya" ucap Heechul sembari menarik peralatan yang Sungmin pakai.

"Tidak perlu, hyung. Nanti kalau kekasihmu melihat, ia pasti marah padaku karena membiarkan kekasih cantiknya bekerja" gurau Sungmin yang malah mendapat tetesan air mata dari Heechul.

"Hikss akukan hanya ingin membantu hiks aku kasihan melihatmu bekerja dengan menahan rasa sakit seperti itu hiks" jawab Heechul disela-sela isak tangisnya yang semakin menjadi.

"Aigooo, hyung kenapa semakin kencang tangisnya. Malu hyung kalau sampai terdengar orang lain"

"Huaaaa hiks hiks jadi aku membuatmu maluu? Hiksss Sungminiee kau kejam sekali padaku" tangis Heechul berlebihan. Sungmin yang melihatnya melongo bingung, bahkan mungkin jika perutnya tidak sakit ia sudah tertawa keras.

"Yaaa bukan seperti itu. Baiklah baiklah. Ini, hyung kerjakan ini saja ya, tempelkan labelnya sesuai dengan warna cairan di dalamnya" ucap Sungmin sambil menyodorkan beberapa botol kaca berisi cairan warna-warni dengan satu strip label yang juga berwarna-warni.

Heechul dengan senang hati menempelkan label warna-warni itu pada botol beling dan menyusunnya pada sebuah rak besi di sampingnya.

"Minnie chagi" suara seseorang menghentikan kegiatan keduanya.

"Kyuhyunie, kau butuh sesuatu?" tanya Sungmin yang sudah siap turun dari tempat duduknya. Memang medicine counter ini tempat yang paling jarang dikunjungi. Jadi jika ada orang yang datang kemari sudah dipastikan ia sedang membutuhkan obat atau hal lainnya.

"Aniya.Duduk kembali. Aku tidak butuh apapun, hanya kesini ingin menanyakan kabarmu. Perutmu baik-baik saja?" tanya Kyuhyun sembari mengelus perut Sungmin yang masih tetap membuncit meskipun tidak sebesar tadi.

"Gwaenchanha. Masih sedikit tidak nyaman, tapi tidak terasa sakit" jawab Sungmin dengan senyum kelinci khasnya. Kyuhyun yang mendengarnya ikut tersenyum dan kembali mengusap-usap perut Sungmin, seakan membantu meredakan rasa tidak nyaman yang dialami kekasihnya.

"Aku tidak menyangka Kyuhyun yang evil ternyata sangat perhatian" suara Heechul menyadarkan Kyuhyun dan Sungmin dari kegiatan lovey dovey mereka.

"Kyuhyun sangat perhatian denganku, hyung. Setiap selesai suntik hormon, biasanya Kyuhyun akan ikut cuti bersamaku. Dia benar-benar menjagaku, hyung" ucap Sungmin sambil menumpukan tangannya pada tangan Kyuhyun yang masih mengusap perutnya.

"Kuda mesum itu malah memarahiku dan memaksaku berjalan saat aku terbaring kesakitan" adu Heechul saat mengingat Siwon terus memarahinya dan memaksanya berjalan waktu itu.

"Itu memang karena kau malas, hyung. Aku saja bingung kenapa kuda itu mau menjadi kekasih kucing liar sepertimu." Mulut pedas Kyuhyun sepertinya kembali berulah.

"YA! Kau bilang aku kucing liar? Lalu kau apa, hah? Setan kecil! Bocah evil! Beraninya menjadi kekasih kelinci imut ini. Biar kusuruh Siwon untuk memecatmu nanti!" ancam Heechul yang menimbulkan tawa kecil Sungmin. Pemuda manis itu menggeleng-gelengkan kepalanya menyaksikan dua orang yang selalu beradu pedasnya mulut mereka tiap bertemu.

"Kekasih kudamu itu bukan bos disini. Dia tidak bisa memecatku. Lebih baik kau temui saja kekasih kudamu itu. Kau kan jarang kemari, lebih sering di apartemen atau menghabiskan uang Siwon hyung untuk berbelanja. Kau tidak takut kekasihmu itu bermain dengan namja lain? Namja yang lebih cantik, dengan tubuh seksi tidak sepertimu kurus kering begitu. Siapa yang akan tertarik denganmu, hyung"

Heechul yang mendengarnya mulai terpengaruh. Matanya memerah bersiap mengalirkan air mata yang sudah terkumpul di pelupuk matanya.

"Siwon tidak seperti itu hiks" bela Heechul.

"Kau tahu, hyung. Tadi saat melewati ruangan Siwon hyung, aku mendengar suara pria. Tadinya kupikir itu suaramu, tapi setelah melihatmu disini aku rasa Siwon hyung sedang bersama pria lain. Sebaiknya kau cepat kesana, hyung" suruh Kyuhyun dengan seringai evil khasnya.

Heechul segera meninggalkan medicine counter berlari menuju ruang kekasihnya yang cukup jauh dari sana. Sungmin masih bisa melihat Heechul berlari sambil sesekali mengusap matanya dengan punggung tangan namja cantik itu. Menangis lagi, eoh?

"Ya! Kau keterlaluan Kyuhyunie, Heechul hyung sampai menangis begitu" ucap Sungmin sambil memukul pelan bahu Kyuhyun.

"Aku tidak berbohong, sayang. Donghae hyung memang ada disana tadi. Lagipula seharusnya ia tahu kalau setiap ruangan itu kedap suara, bagaimana bisa Heechul hyung tertipu begitu mudah" jawab Kyuhyun.

"Heechul hyung sedang sensitive, tadi dia menangis dua kali dan kau membuatnya menangis untuk ketiga kalinya. Bisa-bisa kau kena marah Siwon hyung"

"Sudahlah chagi, lumayan untuk hiburan. Aku kembali ke ruanganku dulu, annyeong" ucap Kyuhyun sambil berjalan meninggalkan Sungmin kembali ke ruangannya.


"Hiks hiks Siwonie kau benar-be.." ucapan Heechul terputus saat melihat Siwon tengah berbicara serius dengan Donghae. 'Jadi pria lain yang dibilang Kyuhyun itu Donghae?' batinnya binggung.

Siwon yang tengah berbicara dengan Donghae segera menghentikan pembicaraan mereka dan bangkit berdiri menghampiri Heechul yang masih terdiam di tempatnya berdiri. Siwon menghampiri Heechul dan mengajaknya duduk di sofa panjang yang ada di tengah ruangan -tempat dimana Siwon dan Donghae berbicara tadi.

"Waeyo? Kenapa menangis, hm?" tanya Siwon sembari menghapus air mata Heechul dengan jemarinya.

"Kau dari tadi bersama Donghae?" tanya Heechul bingung.

"Tentu saja, memangnya kau melihat siapa lagi disini?"

"Tapi tadi Kyuhyun bilang kau …" ucap Heechul menggantung.

"Hae, kita lanjutkan lain kali" ucap Siwon pada Donghae bermaksud agar pria berwajah lembut itu meninggalkan mereka berdua.

"Arraseo. Aku keluar dulu Siwon-ah, Heechul hyung" pamit Donghae segera meninggalkan ruangan Siwon, memberi privasi bagi sepasang kekasih itu.

"Jadi?" tanya Siwon menunggu penjelasan dari kekasih cantiknya.

"Wonnie, apa aku kurus?" tanya Heechul diluar perkiraan Siwon.

"Kau kurus" jawab Siwon seadanya. Tubuh Heechul memang kurus, benar-benar seperti bentuk tubuh wanita ditambah dengan wajah cantik serta rambutnya yang ia biarkan panjang sebahu.

"Lalu…, apakah aku seksi?" tanya Heechul lagi.

"Tidak" jawab Siwon singkat yang membuat Heechul kembali meneteskan air matanya.

"Hiks jadi aku tidak seksi? Tubuhku kurus? Hiks .. kau tidak mencintaiku lagi? Hiks aku hanya menjadi beban untukmu? Hiks hiks hanya menghabiskan uang hasil jerih payahmu tanpa membantumu bekerja. Hiks Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa" jerit tangis Heechul memenuhi ruangan Siwon. Siwon sendiri terkejut melihat kekasihnya menangis histeris seperti ini hanya karena hal yang sangat tidak penting. Siwon segera menarik Heechul masuk ke dalam pelukannya. Mengelus punggung Heechul agar tangisnya mereda.

"Ssst. Kau memang tidak seksi, sayang. Kau menggiurkan. Tubuhmu memang kurus, tapi bentuk tubuhmu ini begitu menggoda. Dan kau bukan beban untukku, aku senang kau dapat menggunakan hasil jerih payahku untuk memenuhi kebutuhanmu. Dan ingat, kau sudah membantuku bekerja. Kau lupa? Kau adalah volunteer eksperimenku. Kau satu-satunya orang yang tetap mendukungku disaat yang lain menyuruhku berhenti, kau tetap memberiku semangat disaat yang lain hanya pesimis padaku. Kau amat sangat berarti untukku, sayang" jelas Siwon panjang sambil menatap kedua mata kucing Heechul dalam-dalam.

"Tapi aku tidak seperti Sungmin yang memiliki tubuh berisi dengan wajah imut. Aku juga tidak seperti Eunhyuk yang memiliki gummy smile menawan. Aku tidak seperti mereka yang dapat 24 jam bersama kekasihnya, bekerja bersama membagi rasa lelah. Tidak sepertiku yang hanya bersantai menunggumu pulang. Hiks aku pasti kekasih yang sangat buruk, ya? Hiks"

"Kau tidak buruk, sayang. Kau kekasih yang sangat baik. Kau ingat saat dulu kau ingin bekerja? Aku yang melarangmu, kan? Aku tidak ingin kau ikut bekerja mencari uang, aku bisa bekerja untuk menghidupi kita berdua. Aku suka kekasihku bersantai menungguku di rumah, aku bahagia dapat memenuhi seluruh kebutuhanmu dari hasil jerih payahku. Aku senang melihatmu menyambutku saat pulang kerja, membuatkanku makanan dan menemani tidurku. Aku hanya tidak ingin kau kelelahan" ucap Siwon lembut sambil mengelus rambut sebahu Heechul.

"Kyuhyun bilang kau selingkuh dengan pria lain karena aku kekasih yang buruk. Ck, padahal aku tahu kau tidak seperti itu" adu Heechul dengan bibir yang merucut maju beberapa centi.

Chup. Siwon memberikan kecupan singkat pada bibir seksi kekasihnya, kemudian ia memutar posisi duduk Heechul yang tadi menghadapnya menjadi duduk bersandar pada sandaran sofa.

"Kau tahu sendiri kan betapa jahilnya Kyuhyun. Di antara kita semua, usia Kyuhyun paling muda. Karena kepintarannya, ia harus rela bekerja disini, menyumbangkan otak pintarnya meskipun teman seusianya masih bersenang-senang. Mungkin karena itu Kyuhyun butuh hiburan. Lagipula kau dan Kyuhyun kan sudah sering bersilat lidah. Lidah kalian sama tajam dan pedasnya, kenapa kali ini kau termakan ucapanya, hm?"

"Entahlah, belakangan ini aku lebih sensitive" jawab Heechul pelan. Sebagian tubuhnya telah bersandar pada tubuh Siwon, bahkan kedua tangannya melingkar erat pada lengan kekar Siwon, seakan sedang memeluk bantal guling. Kedua mata sayunya mulai terpejam, tiba-tiba namja cantik itu merasa sangat mengantuk.

"Mungkin kau lelah. Tidurlah dulu, nanti setelah pekerjaanku selesai kita pulang bersama" ucap Siwon sembari mengubah posisi Heechul menjadi berbaring di atas sofa besar itu. Kepalanya ia tumpukan pada bantalan sofa kemudian Siwon mengambil selimut lembut dan membentangkannya menutupi tubuh Heechul sebatas pinggang. Siwon memberikan kecupan singkat di bibir serta dahi kekasihnya sebelum beranjak menuju meja kerjanya melanjutkan pekerjaan yang tertunda.


TBC