"Aku lelah Ichi, haruskah aku mengangkatnya jika aku tidak tahu?"kali ini Rukia lah yang bertanya pada Ichigo.

"Ck, tadi kenapa kau berduan dengan Shiba itu?"Ichigo mencoba mengalihkan pembicaraannya dengan Rukia.

"Aku tadi hanya tidak sengaja bertemu Kaien-senpai di bukit belakang sekolah Ichi, itu pun karena kau tak pernah lagi menjemputku untuk makan bersama."kali ini Rukia tersulut emosi.

Tiiiiitt.. tiiiiiittt...

Ichigo memutuskan sambungan teleponnya secara sepihak. Rukia yang tahu itu hanya mengumpat pelan, dan melanjutka tidurnya lagi.

.

.

.

Remorse For You

.

.

.

Remorse For You

Disclimer : Om Tite Kubo

Author : Hanna Hoshiko

Rated : T

Genre : Romance/Hurt/Comfort

Cerita Abal, gak jelas, banyak typo,OOC (banget), dll.

.

.

.

Pesan Author :

Maaf kalau fic ini tidak memuaskan karena saya tergolong Author pemula..!

Maaf kalau ceritanya gak bisa bikin nangis...

Mohon RnR yaa minna..!

Kalo gak suka boleh gak dibaca kok..

.

.

.

.

Remorse For You

.

.

.

.

Rukia membuka matanya perlahan menampakkan iris mata Amethys-nya, ia menguap sebentar menghilangkan rasa pegal di punggungnya. Dengan mata yang masih tertutup rapat, Rukia melangkah menuju kamar mandinya.

Tokkk.. Tokkk... Tokk..

Suara ketukan pintu membuat langkah kecil Rukia berhenti dan juga membuat mata lemonnya terbuka dengan kasar.

Ceklek.

"Ohayou, Ojou-sama."salam Hantaro.

"Mau apa kau kesini pagi-pagi begini?"tanya Rukia spontan saat tahu siapa yang mengetuk pintu kamarnya pagi-pagi buta di hari minggunya ini.

"Ah, Kuchiki-sama ingin anda sarapan pagi bersamanya sebelum, Kuchiki-sama pergi ke Amerika!"ucap Hanataro tegas.

"Hn, Baiklah."ucap Rukia dan menutup pintu kamarnya pelan.

Dengan memakai tank top berwarna putih dengan aksen gambar bunga berwarna violet serta celana pendek 15 centi di atas lutut, Rukia berjalan turun menuju ruang makan. Terlihat Nii-sannya sedang sibuk membaca berkas-berkas pekerjaannya.

"Ohayou, Nii."Rukia menyapa Byakuya dengan nada riang, bagi Rukia keadaan ini begitu langka baginya. Bisa bersarapan bersama dengan Nii-sannya yang notabene tidak mempunyai banyak waktu dirumah.

"Ohayou, Rukia."jawab Nii-sannya datar.

Mereka memulai acara sarapan bagi mereka dalam diam. Teradisi bangsawan memang masih sangat kental dalam keluarga Rukia. tak heran suasana ketika sedang makan hanya semilir angin.

"Hari ini kau punya rencana pergi kemana, Rukia?"tanya Nii-sannya setelah menhabiskan semua makanannya.

"Uhm... mungkin aku akan pergi ke rumah Ran."jawab Rukia dengan gaya berfkirnya yang seperti seorang detektif.

"Hn."Byakuya hanya menanggapi jawaban adik kesayangannya ini dengan jawaban yang ambigu menurut adik kecilnya itu.

Sejenak mereka terdiam. Rukia yang sedang menikmati tehnya sedangkan Byakuya menuruskan kegiatannya dengan membaca koran hariannya.

"Baiklah... aku pergi dulu, Rukia."ucap Byakuya dan berdiri hendak pergi.

"Itterasshai, Nii."balas Rukia yang juga berdiri dari duduknya.

Byakuya menghilang di pintu rumahnya. Senyum Rukia mengembang seketika. Memang saat bersama Nii-sannya begitu membahagiakan tapi tidak cukup untuk membuat tubuh Rukia rileks, dengan tidak ada Nii-sannya itu, Rukia bisa melakukan apapun sesukanya tapi rasa sepi pasti akan menghampirinya.

Drrt... Drrt... Drrrt...

Ichi-berry's Calling

Rukia menatap handphonenya dengan tanpa minat. Melihat Ichigolah yang menelponnya, tapi apa salahnya menerima telepon dari kekasihmu sendiri.

"Moshi-moshi, Ichi."

"Keluarlah, aku ada di depan rumahmu!"perintah Ichigo pada Rukia, setelah itu Ichigo mematikan sambungan teleponnya secara sepihak.

Rukia menuruti perintah Ichigo. Ia berjalan keluar dengan senyum ceria terpatri di bibirnya. Tapi apa yang ia lihat dari sela-sela pagar rumahnya yang begitu tinggi itu adalah Ichigo tak datang sendirian. Ada seorang perempuan berambut caramel yang ia lihat berjalan berdua bersama Ichigo di lapangan kemarin.

Dengan enggan Rukia membukakan pagar rumahnya, tapi kali ini senyum cerianya telah luntur saat melihat Ichigo tak datang sendirian, matanya menelik tajam ke arah gadis di samping Ichigo yang kini tengah tersenyum lembut ke arahnya tapi seolah-olah senyum itu hanya sandiwara.

"Ada apa Ichi?"tanya Rukia berusaha mengabaikan kehadiran gadis di samping Ichigo.

Merasa dirinya akan terlupakan gadis di samping Ichigo menjulurkan tangannya ke arah Rukia, Rukia hanya menatap horror tangan gadis di samping Ichigo.

"Perkenalkan namaku, Orihime Inoue... murid baru di SMA Karakura. Kebetulan aku sekelas dengan Kurosaki-kun."ucap gadis bernama Orihime Inoue itu pada Rukia dengan menekankan surfix kun pada nama marga Ichigo.

Rukia mendelik tajam ke arah Inoue karena Inoue menekankan kata kun pada marga Ichigo, "Perkenalkan namaku, Rukia Kuchiki. Pacar Ichigo!"kata Rukia datar.

"Baiklah, aku kesini hanya untuk bilang padamu bahwa aku ingin kita bertiga belajar bersama di rumahmu Rukia."ucap Ichigo datar.

"Hn, masuklah."ucap Rukia datar.

Inoue hanya mengikuti kedua sepasang kekasih itu masuk ke dalam rumah megah milik keluarga Kuchiki itu kemudian ia sempat tersenyum misterius. Rukia hanya melirik sekilas pada Inoue.

"Ichigo-sama?"tanya Hanataro kaget melihat Ichigo datang berkunjung ke rumah Rukia.

Sudah lama Ichigo jarang berkunjung kemari sehingga ketika Ichigo datang, Hanataro sedikit kaget melihatnya. Tapi kekagetan Hanataro bertambah saat melihat gadis yang bersama Ichigo. Setahu Hanataro Ichigo adalah kekasih Rukia. Tapi siapa gadis berambut caramel di samping Ichigo itu.

"Masuklah, kalian akan belajar di sini."ucap Rukia datar.

"Kenapa dengan cara bicaramu, Rukia?"tanya Ichigo kesal.

"Ck."umpat Rukia pelan.

Kali ini sepertinya sudah cemburu pada gadis di samping Ichigo. Tapi Ichigo seperti tak peduli padanya.

"Terserahlah, Ichi."kemudian Rukia berlalu pergi.

Inoue yang melihat itu hanya tersenyum misterius. Hanataro yang tidak sengaja melihat ke arah Inoue, melihat Inoue tersenyum misterius membuat Hanataro mempunyai perasaan yang tidak enak pada Ojou-samanya.

"Kalau tidak ada yang kalian inginkan, aku pergi dulu."ucap Hanataro sopan.

Rukia berlari keluar dari rumahnya, berlari sekencang mungkin yang ia bisa. Berlari sejauh mungkin dari rumahnya. Tak terasa air matanya perlahan mengalir semakin deras dengan semakin kencangnya larinya.

Brukk...

"Au... Gomen ne."ucap Rukia setelah bangkit dari duduknya akibat ia menabrak seseorang.

"Rukia?"tanya orang itu kaget.

Rukia medongak melihat wajah siapa yang ia tabrak, dan betapa kagetnya Rukia saat melihat wajah orang itu adalah...

"Kaien-senpai!"ucap Rukia kaget.

"Hei, kenapa kau menagis Rukia?"tanya Kaien dan terburu-buru menghapus air mata Rukia.

Rukia hanya terdiam menerima perlaukan lembut dari Kaien, belakangan ini Ichigo jarang bersikap lembut padanya, sepertinya Ichigo mulai berubah padanya entah karena apa Rukia puntak tahu. Sikap Ichigo yang dulu selalu lembut dan penuh perhatian padanya sekarang mulai dingin dan berani bersikap kasar padanya. Apakah Ichigo menemukan orang lain di hatinya...

"Ah... Kaien-senpai, aku tidak apa-apa."ucap Rukia menghentikan tangan Kaien yang sedari tadi menghapus sisa air matanya di pipinya.

"Kau berbohong Rukia!"ucap Kaien menyelidik.

"Aku tak berbohong padamu Kaien-senpai,"ucap Rukia lembut pada Kaien yang berhasil membuat Kaien percaya begitu saja pada Ucapan Rukia.

"Kalau begitu baiklah, apa kau mau ikut denganku membeli es-krim?"tawar Kaien.

"Uhm, ayo!"ucap Rukia menyetujui usulan tawaran Kaien hanya sekedar untuk menghilangkan setres di dalam kepalanya ini.

Kaien dan Rukia berjalan berdampingan di trotoar kota terkadang Kaien memberikan cerita-cerita lucu pada Rukia yang sanggup membuat Rukia tertawa lepas dan kemudian disusul dengan tawa keras Kaien.

.

.

.

^^ Hanna ^^

.

.

.

Ichigo mendengus kesal karena Rukia tak kembali sedari tadi, sudah beberapa menit ia menunggu tapi gadis mungil Kuchiki itu tak terlihat muncul dari balik pintu, Sedangkan gadis yang berada di sampingnya berkali-kali menghela nafas bosan.

Ichigo memalingkan wajahnya ke samping "Tunggulah di sini sebentar Orihime."ucap Ichigo lembut.

Inoue hanya mengangguk pelan untuk menjawab perkataan Ichigo.

Ichigo berjalan ke luar, melihat sekeliling dan berjalan dengan pelan ke arah pintu keluar.

"Ichigo-sama."ucap Hanataro memanggil Ichigo yang akan berjalan menuju ke kamar Rukia.

"Dimana Rukia?"tanya Ichigo pada Hanataro.

"Ojou-sama tadi pergi dengan tergesa-gesa, aku tak sempat menanyakan akan kemana Ojou-sama akan pergi."jawab Hanataro pelan.

Ichigo mengumpat pelan dan berjalan kembali menuju ruangan dimana Inoue berada, dengan langkah santai Ichigo terus berjalan dan sesekali ia juga mengumpat pelan akan tindakan Rukia yang di anggapnya ceroboh. Sampai bisa membuatnya menunggu cukup lama.

.

.

.

.

.

.

To be Continued.

Bagaimana kelanjutannya..?
tunggu Chapter selanjutnya Minna-san...

Pojok Author :

Maaf kalo Chapternya dikit banget...

Pojok Review :

Guest : Makasih udah mau nge-riview aku... ini udah lanjut kok^^

Darries : Soal Ichi dingin itu emang bagian dari cerita, soal konfliknya mungkin juga belum di mulai, jadi tunggu aja yaa...

Azhura Kuchiki : soal Chapter yang pendek itu karena aku ngerjainnya di sela-sela waktu luang pas di sekolah tapi meski pendek... aku bisa apdate kilat.

Eigar Alinafiah : Makasih udah nge-riview cerita aku, salam kenal juga Eigar. Memang saya buat hambar kok^^

Eun Chae : ini udah lanjut, saya bakal usaha'in semanis mungkin kalo bisa semanis gula jawa^^