Sambutan Author:
ahh, akhirnya bisa apdet! Hore- orz. Udahlah ah. Saia bingung mau nulis apa
Disclaimer
Sengoku BASARA bukan punya saya maupun anda tapi punyanya Capcom dan orang-orang jenius yang telah bekerja keras membuat sebuah game dan animu yang biasa di luar eh maksudnya luar biasa.
WARNING
OOC alay gaje romance enggak jadi rada yaoi kagak pake EYD mohon dimaklumi author baru lahir /NGGAK
Enjoy.
Masamune's POV
Aku tidak bisa mempercayai apa yang ada didepanku saat ini. Aku masih tidak bisa percaya.. wanita ini.. Sanada Yukimura? Sanada Genjirou Yukimura? Harimau muda dari Kai? Aku memandanginya yang tampak gugup itu. Kepalanya menunduk dalam-dalam.
"ya, benar. Ini aku, Yukimura."
Ucapnya pelan. Perlahan ia mengangkat kepalanya dan menatapku.
"tapi, bagaimana kau—" ucapku yang masih belum bisa mencerna semua ini.
"aku sendiri tidak tahu, tolong jangan bertanya! Tapi.."
Ia mengambil kedua Jumonji-yari nya yang tergeletak di rumput.
"Aku salah karena sudah bersembunyi dan menipumu. Tidak peduli meskipun aku berwujud wanita, maupun laki-laki, aku tetap rival-mu! Masamune-dono, hadapi aku!"
Mataku membelalak. Senyuman—atau tepatnya lagi, seringai—ku mengembang. Ini yang kutunggu-tunggu!
"hoo, akhirnya! Maju, Sanada Yukimura!"
Seperti biasa, ia maju dengan semangat membara dan mulai menyerangku. Dan duel yang kutungg-tunggu ini, sama menyenangkannya seperti yang kuingat.
Tapi..
Ada sesuatu yang tidak sama.
Dirinya, ya dirinya. Dirinya seorang wanita.
Tunggu, wanita apanya?! Dia ini laki-laki!
Tapi..
Tubuhnya yang ramping. Rambut cokelatnya yang tertiup angin. Wajahnya yang sangat..
Shit!
Aku harus fokus!
Dan tanpa kusadari, ia sudah berada tepat di depanku, mengayunkan senjatanya ke arahku, dan..
BRUGH!
"Masamune-dono!"
Aku dapat melihat Kojuuro berlari menghampiriku. Sial, sialan! Sialan kau, Sanada Yukimura! Kenapa kau begitu..
..begitu manis sampai mengalihkan perhatianku?!
"aku baik-baik saja." Ucapku, lalu berdiri tanpa perlu dibantu.
"tch, ini tidak akan berhasil.. Sanada Yukimura! Ini tidak menyenangkan sama sekali!"
Aku menatap tajam harimau muda dari Kai itu. Ia tampak bingung.
"ada apa? Masamune-dono? Apa aku mulai melemah? Aku—"
"wujudmu itu, dasar! Aku tidak bisa menyakiti seorang wanita."
Aku berbalik membelakanginya.
"tapi Masamune-dono, aku ini laki-laki!"
Aku menoleh ke arahnya, melihatnya secara saksama dari ujung kaki hingga ujung kepala.
"begitu? Kau sama sekali tidak terlihat seperti laki-laki bagiku."
Ia tersentak kaget, lalu menundukkan kepalanya. Ia tampak sangat putus asa. Ugh, wajahnya. Aku tidak bisa..
"baiklah, kalau begitu." Aku berbalik menghadapnya.
"aku akan membantumu, entah bagaimana caranya, agar kau bisa kembali menjadi seorang lelaki. Agar kita bisa menyelesaikan duel yang telah kunantikan sejak lama!"
Ia mengangkat kepalanya dan menatapku. Matanya berbinar. Ia tampak sangat bahagia. Dan, ugh.. sangat manis.
Sasuke's POV
Aku tidak percaya ini. Dokuganryuu memutuskan untuk membantu Danna? Dokuganryuu adalah orang paling tidak sabaran yang pernah kutemui, dan sekarang ia memutuskan untuk membantu Danna kembali menjadi seorang lelaki? Aku tidak dapat mempercayai mataku. Ataupun telingaku.
"Sasuke? Hei, Sasuke!"
Ketika aku tersadar dari lamunanku, Danna sudah berdiri di hadapanku.
"a-ada apa Danna?" jawabku.
"tidak. Kenapa kau melamun begitu?" tanyanya.
"ah, tidak. Bukan apa-apa."
Aku melihat kea rah Dokuganryuu yang entah sedang membahas apa dengan Ryuu no Migime. Bawahannya itu tampak tidak setuju dengan apa yang dikatakan tuannya dan berusaha berdebat dengannya. Namun tentu saja, Dokuganryuu yang keras kepala itu tidak mau mengalah. Hingga akhirnya ia putus asa dan mengangguk pada tuannya.
"Oi, Sanada Yukimura!"
Suara serak basahnya memanggil nama Danna. Danna pun menoleh ke arahnya.
"sebentar, Masamune-dono! Sasuke, aku permisi dulu.."
Aku mengangguk dan melihat Danna yang berlari menuju Dokuganryuu dan Ryuu no Migime itu. Mungkin mereka sedang menanyai Danna tentang kondisinya itu. Ryuu no Migime tampak menanyakan berbagai hal pada Danna. Sementara itu, Dokuganryuu..
Dia hanya melihat.
Dia hanya memandangi Danna. Terus menerus. Tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun. Aku bahkan tidak melihatnya berkedip. Dan pandangannya itu terlihat seperti..
..oh tidak. Tidak tidak tidak. Yang kutakutkan, yang kukira tidak mungkin terjadi, ternyata terjadi.
Dokuganryuu jatuh hati dengan Danna. Pasti. Aku tidak mungkin salah.
Yah, lagipula siapa yang tidak terpesona dengan wajahnya yang manis, tubuhnya yang ramping, rambutnya yang indah, dan suaranya yang imut itu..?
"..suke. Sarutobi Sasuke!"
Aku tersentak kaget. Aku melirik Dokuganryuu yang baru saja memanggilku.
"kau. Kau lebih tahu soal dia kan? Kemarilah. Aku ingin mendengar penjelasanmu juga."
Aku menghela nafas pelan lalu berjalan ke arahnya.
Yukimura's POV
Aku melihat Sasuke yang berusaha menjelaskan tentang kondisiku ini. Katakura-dono sesekali mengangguk, sementara Masamune-dono diam saja. Aku masih tidak percaya Masamune-dono bersedia membantuku. Mungkin dia lebih baik daripada yang aku tahu.
"..jadi begitu."
Ah, Masamune-dono akhirnya mengucapkan sesuatu.
"tapi.. tidak mungkin kalau hal ini terjadi begitu saja. Pasti ada sesuatu, atau lebih tepatnya lagi, seseorang di balik semua ini." Ucap Katakura-dono.
"aku juga berpikir begitu." Kali ini Sasuke yang berbicara.
"tapi siapa, dan apa tujuannya mengubah Danna menjadi seperti ini?" lanjutnya.
Mata mereka bertiga tertuju ke arahku. Entah kenapa aku jadi merasa canggung.
"uhh.." aku menundukkan kepalaku sedikit sambil mengusap pipiku dengan jari perlahan.
"apa ada seseorang yang kau curigai, Sanada Yukimura?" Tanya Masamune-dono.
Aku berpikir sejenak lalu menggeleng.
"tidak.. sama sekali tidak."
Sasuke menatapku. Masamune-dono menghela nafas panjang. Katakura-dono menganggukkan kepalanya pelan.
"Danna."
Aku menatap Sasuke yang baru saja memanggilku.
"apa yang kau lihat malam itu, malam sebelum kau terbangun menjadi seorang wanita?"
Aku terdiam. Aku berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi.
"aku.. aku tidak tahu. Tapi.. kurasa ada sesuatu."
"apa itu?" Tanya Sasuke.
"sesuatu.. ah tidak, seseorang.." aku memegang kepalaku.
"seseorang.. tangan seseorang. Ya, ada seseorang malam itu!"
"tangan? Seperti apa?" Tanya Sasuke yang tampak antusias itu.
"putih.. putih pucat. Ah tidak, tangannya.. seluruh tubuhnya dibalut perban."
"perban?" Masamune-dono tampak bingung.
"Ah!"
Sekarang semua mata tertuju pada Sasuke.
"ada apa, Sasuke?" tanyaku.
"perban.. itu pasti dia, tidak salah lagi! Dia pasti—"
"ufufufu.. tepat sekali."
Semua orang tersentak kaget. Dari balik pepohonan, muncul seorang pria berpenampilan tidak biasa.
"Otani.. Yoshitsugu.." ucap Sasuke pelan.
Pria yang sepertinya bernama Otani-dono itu terkekeh pelan. Ia melayang mendekat.
"sepertinya sudah terbongkar. Oh, betapa tidak menyenangkannya."
"hei, kau!" Masamune-dono membentak orang itu.
"siapa kau? Dan apa tujuanmu membuat Sanada Yukimura menjadi seperti ini?!"
"dia adalah bawahan setia Ishida Mitsunari." Jawab Sasuke.
"Ishida..?"
Masamune-dono tampak terkejut. Matanya terpaku pada Otani-dono.
"kau benar." Ucap Otani-dono.
"dan.. karena sudah terbongkar. Apa boleh buat."
Pria itu menatap ke arahku.
"kupikir, dengan memanfaatkan dia, aku bisa membuat lengah pria yang dibenci Mitsunari sepenuh hatinya. Dan dengan mudah aku bisa menjebaknya dan menyerahkannya pada Mitsunari. Namun ternyata.. aku salah. Aku telah meremehkan Oushu no Hito, Date Masamune."
Mataku terbelalak. Jadi semua ini hanya..
"kau.. memanfaatkannya untuk menjebakku..?"
Masamune-dono tampak amat sangat marah.
"tindakan macam apa itu?!"
Masamune-dono menggenggam keenam pedangnya dan mulai menyerang Otani-dono. Namun serangannya ditahan dengan bola yang digunakan Otani-dono sebagai senjatanya itu. Dengan cepat ia menyerang Masamune-dono.
"Masamune-dono!"
"Danna, mundur!"
Sasuke ikut maju, berniat untuk membantu Masamune-dono."
"Dokuganryuu! Aku—"
"Tidak perlu."
Masamune-dono menggenggam keenam pedangnya erat-erat.
"aku akan menghabisinya sendiri!"
Entah sudah berapa lama mereka berduel, dan akhirnya Masamune-dono berhasil menjatuhkan Otani-dono. Ia menodong pedangnya pada leher Otani-dono.
"kau luar biasa, dokuganryu." Ucap Otani-dono.
"Silence! Aku tidak butuh omong kosongmu! Kembalikan Sanada Yukimura ke wujud asalnya!" bentak Masamune-dono.
Otani-dono terkekeh-kekeh. Aku hanya bisa melihatnya dengan heran.
"sayang sekali, aku tidak bisa." Ucapnya.
"apa maksudmu?!" bentak Masamune-dono yang mengacungkan pedangnya semakin dekat.
"kembalikan Sanada Yukimura. Dan Ishida tidak akan mengetahui hal ini. Lakukan atau mati!" Masamune-dono tampak sangat geram.
"jika kau membunuhku, dia akan tetap seperti itu selamanya. Apa kau mau itu terjadi?" Otani-dono terkekeh pelan sebelum melanjutkan.
"seseorang harus menciumnya, baru ia akan kembali ke wujud asalnya dalam waktu semalam. Sudah kubilang, tujuanku membuatmu lengah kan? Dan tentu saja.. lengah karena jatuh cinta padanya."
Aku tersentak. "ap—"
"HAAAH?!"
Barusan adalah suara Masamune-dono dan Sasuke berbarengan. Aku memandang mereka berdua bergantian. Mereka berdua tampak kaget.
"jangan main-main! Kau.." Masamune-dono hendak menebas leher Otani-dono.
"tunggu!" aku menahan tangan Masamune-dono.
"kalau dia mati aku akan seperti ini selamanya, tolong jangan bunuh dia!"
Masamune-dono memandangku sejenak lalu menurunkan pedangnya.
"kau benar." Gumam Masamune-dono pelan.
Aku menghela nafas lega. Meskipun aku belum kembali, aku sudah tau siapa yang membuatku menjadi seperti ini, mengapa, dan cara mengembalikannya. Ah, tidak. Aku lega karena tahu aku bisa kembali meskipun caranya seperti itu.
Tunggu, caranya?
ASTAGA, CARANYA!
"HUUUOOOO!"
Autho note lagi:
hunyohoho, ini chapter yang paling panjang.. hfft. Akhirnya kesampean juga mau lanjutin ni fic.. maaf kalo ceritanya jelek ya, orz. Awalnya saya mau bikin ini chapter terakhir tapii.. kalo iya kok enggak asyik banget(?). jadi chapter ke-4 lah chapter terakhirnya! Romance-nya bakal keliatan banget tuh. Argh. Moga-moga jadinya bagus soalnya sejujurnya Auth kagak tertarik ama romansa. Apakah akan terjadi ship war SasuYuki vs MasaYuki? :D ngoahaha!
makasih udah mau baca! Review/flame?
Salam sayang,
Sou-Rin
