Capek dengan angst? akhirnya saya (berusaha) bikin humor ;w;

kinda based from KnB? idek :'3

Eve nggak bisa masak itu canon kan? saya baca di babel sih gitu ;w;

saya nggak tahu ulang tahunnya Chung kapan, sorry ;w;

disclaimer: cek chapter 1 :3


C – Cake
Summary: "Selamat ulang tahun, Chung." Chung melihat ke benda di tangan Eve yang ia disebut 'Kue'.
World: Canon
Genre: Friendship/Humor (Romance if you squint)
Words: 696

Chung: Iron Paladin
Eve: Code Battle Seraph
Elsword: Lord Knight
Aisha: Elemental Master
Rena: Wind Sneaker
Raven: Blade Master

.

.

.

Benar-benar sebuah kejutan—sungguh. Ini berawal dari Elsword yang dengan sembarangan membuka surat yang dikirim ayah Chung untuknya, berisi ucapan selamat ulang tahun dan sebuah kotak berisi alat-alat untuk memperbaiki Destroyer. Seperti burung beo, berita ulang tahun Chung tersebar dengan cepat di kalangan El Scout oleh Elsword yang—baru Chung ketahui—sebagai seorang tukang gosip.

Pantas saja terkadang Aisha malas menceritakan masalahnya pada Elsword dan berbelok pada Raven atau Chung. Sekarang Chung mengerti dan setuju dengan sikap Aisha terhadap Elsword.

Elsword memberikannya sebuah minuman energi; minuman berwarna hijau pekat dalam botol kaca bening—oh tuhan, apa barusan dia melihat sesuatu yang bergerak?—resep buatan keluarga Sieghart, katanya. Dia memberikan sekotak penuh, dan Chung berani bersumpah botol-botol itu hanya akan berakhir di tempat pembuangan sampah atau membusuk di ujung kamarnya, kalaupun benda itu bisa membusuk.

Aisha memberikannya beberapa buku yang berhubungan dengan mekanik. Untuk membantunya menyempurnakan Destroyer, katanya. Buku-buku itu setidaknya bisa membantunya untuk memanfaatkan alat-alat yang ayahnya berikan. Dia bersyukur setidaknya Aisha masih lebih normal dari pacarnya (keluhan "Siapa yang tidak normal?!""Siapa yang jadi pacarnya?!" terdengar berbarengan di belakang).

Rena memberinya sebuah kalung dengan permata berbentuk hati berwarna hijau. Untuk menambah resistan terhadap racun, berhubung itu dibuat dengan menggunakan kekuatan peri tanaman. Chung menyukai bentuk dan warna cerah dari kalung itu, jadi dia memutuskan untuk menyimpannya di tempat yang aman daripada takut kehilangan kalung itu di tengah pertempuran. Syukurlah Rena tidak keberatan dengan keputusan Chung.

Raven memberinya sebuah jaket putih. Sepertinya bekas miliknya ketika masih menjadi kapten di Velder dan kebetulan sekali cukup pas dengan ukuran Chung. "Gunakan itu ketika kau berpacaran dengan Eve." Laki-laki lebih tua itu mengedipkan salah satu matanya. Dan nyaris saja jaket itu terbakar habis di tempat pembakaran sampah.

"Oh ya, dimana Eve?" Ketika Aisha bertanya, Chung—yang sejak tadi sibuk memandangi minuman pemberian Elsword dengan jijik—mendongak. Mencari sosok ratu nasod berambut putih itu di seluruh ruangan.

Tidak melihat dan merasakan keberadaannya, Chung mengangkat bahunya dan tersenyum miris. "Entahlah, mungkin dia sedang sibuk—"

"Tolong jangan berpikiran begitu tentangku, Chung."

Nada monoton yang datang dari arah dapur memotong kata-kata Chung.

Laki-laki berambut pirang itu menoleh dengan cepat, senyumnya mengembang melihat nasod yang disukainya mengenakan apron (dia manis sekali, sungguh!) dan senyumnya berangsur-angsur menghilang ketika melihat sesuatu yang di pegang oleh Eve.

Sesuatu di atas piring.

Sesuatu yang hitam dan tidak berbentuk.

Dan sesuatu itu bergerak.

"Erm, Eve—"

"Selamat ulang tahun, Chung." Eve berkata dengan monoton, namun sorot matanya jelas-jelas berkilat dan senyum kecil mengembang di wajahnya. "Aku mendengar kalau manusia membuat benda yang bernama kue ketika merayakan ulang tahun, jadi aku mencoba membuatnya."

"Ah... Err..." Benda itu bahkan lebih buruk dari minuman energi Elsword. Dia tidak mengatakan itu, namun hanya tersenyum—berusaha untuk tidak di paksakan. "...Terima kasih."

Melihat perubahan ekspresi Chung, wajah bahagia Eve memudar. "...Apa seburuk itu?"

Chung menelan ludah, melihat ekspresi Eve yang terlihat sedih membuatnya merasa tidak enak. Apa lagi dia seorang laki-laki. Bisa-bisa ayahnya menggamparnya di tempat kalau tahu dia membuat seorang perempuan menangis.

Lalu Chung berdiri, menyingkirkan semua hadiah yang ia terima dari teman-temannya dan berjalan ke arah Eve. Nasod berambut putih itu mendongak, kemudian terlihat agak kaget ketika Chung merebut piring itu dari tangannya dan langsung menghabiskan isinya tanpa sisa.

Wajah Chung memucat, namun dia memberikan sebuah senyum.

"Ini enak, kok! Untuk seseorang yang pertama kali membuat." Chung memindahkan tangannya ke atas kepala Eve dan mengembalikan piringnya kembali ke tangan perempuan itu. "Nah, aku ingin jalan-jalan dulu. Aku ingin membeli minuman di luar." Melepaskan tangan dari kepala Eve, Chung berbalik dan berjalan dengan santai keluar dari ruang tamu.

Eve hanya memandang punggungnya yang menghilang di balik pintu, kemudian tersenyum lega—membuat kaget orang-orang yang tersisa di ruangan itu. Nasod itu kemudian berjalan kembali ke dapur, sepertinya berencana untuk membuat lebih banyak makanan.

Ke empat orang itu saling memandang, kemudian mengangguk tanpa mengatakan apapun. Aisha dan Rena mengejar Eve ke dapur, sepertinya berniat untuk membantu Eve untuk memasak sesuatu yang bisa di makan. Sementara Elsword dan Raven pergi mengejar Chung.

.

.

.

Yang sudah terkapar tidak bergerak di depan pintu ruang tamu.