When Prince meets Prince(ss)?
Title : when prince meets prince(ss)? (2nd shoots) (part 2 end)
Cast : yunjae, yoosu, Changmin and other cast (ooc)
Rating : PG 15+
Genre : humor romance (yaoi)
"Akh tunggu sebentar, kemarin aku sudah melihat-lihat gaun pengantin yang bagus dan cocok untuk Jaejoong aku ambil sebentar ya! Kyu jangan sampai kedua orang ini kabur, jika mereka mau kabur kau patahkan saja kaki mereka" ujar Ratu riang sambil keluar dari ruangan,
Jaejoong kemudian menatap Appanya tak percaya,
"Bagaimana Ratu bisa tahu namamu Appa?" selidik Jaejoong,
"Kau tahu? Ratu dan aku adalah sahabat di sekolah Dong Bang, dia adalah Leader yang melegenda di sana, kau pernah dengar "Devil School" nah Ratu adalah Leader nya dan aku adalah wakilnya" ujar Mr. Kim riang,
"Mwoo? Genk yang melegenda itu ternyata Ratu pemimpinnya? Kau wakilnya? Ya ampuun leader yang paling menakutkan dan sadis itu adalah Ratu Korea Selatan?" ujar Jaejoong tak percaya,
"Appa! Batalkan pernikahan konyol ini!" ujar Yunho kesal,
"Tidak bisa Yunho lagi pula kau memang anak Appa yang jatuh cinta pada seorang berandalan" ujar Raja sambil meminum tehnya,
"Mwo? Aaaaaaargh!" teriak Yunho sambil mengacak rambutnya frustrasi,
"Mati laaah akuuu! Terdampar di sini dan harus menikah dengan pengeran yang sakit jiwa!" ujar Jaejoong horror,
"Apa katamu? Aku sakit jiwa? Kau itu yang sakit jiwa!" teriak Yunho tak terima di bilang sakit jiwa oleh Jaejoong,
"Kau itu sakit jiwa!" teriak Jaejoong,
ketika Yunho akan membalas perkataan Jaejoong tiba-tiba saja Ratu datang,
"Akh kalian! Ini adalah contoh gaunnya" ujar Ratu sambil memberikan gambar baju pengantin,
"Dan satu lagi, jika dalam waktu empat bulan Jaejoong tidak hamil maka aku akan melempar kalian berdua ke neraka" ujar Ratu sambil membuka samurai dan memainkannya dengan lincah,
"Kami akan memiliki anak dalam waktu empat bulan" ujar Yunjae bersamaan sambil menatap horror Ratu,
************************* When Prince meets Prince(ss)?*************************
"Aaaaaargh bagaimana ini? bagaimana caranya agar aku hamil dalam waktu empat bulan?" teriak Jaejoong frustrasi ,
Saat ini Yunho dan Jaejoong sedang berada di taman belakang yang luas, dimana banyak bunga mawar merah yang sedang berbunga dengan cantiknya….
"Aku juga tidak mau menyentuhmu! Kau fikir aku sudi menyentuhmu?" ujar Yunho sambil menatap Jaejoong dengan pandangan iritasi,
"Yaa! Kau fikir aku mau di sentuh olehmu? Kau fikir aku sudi di sentuh olehmu?" ujar Jaejoong sambil menatap jengah Yunho,
"Kau itu sebenarnya apa masalahmu padaku? Harusnya aku yang kesal padamu karena sudah memukulku tempo hari" teriak Yunho jengah menghadapi Jaejoong,
"Entahlah saat melihat wajahmu aku sangat kesal!" ujar Jaejoong dengan santai sambil duduk di bangku yang ada di taman,
"Kau…." Geram Yunho, namun Yunho berhenti berkata-kata karena pada saat yang sama Jaejoong memejamkan mata indahnya dan membiarkan angin sepoi-sepoi memainkan rambut hitamnya sedikit.
Jaejoong Nampak begitu menikmati keadaannya saat ini lihat saja bibir cerrynya sedikit terbuka dan membuatnya sangat…. Errr sexy dan membuat Yunho harus menelan salivanya dengan gugup,
"Kalau dia seperti ini sangat cantik bahkan dia adalah orang tercantik yang pernah kutemui, kalau saja dia seperti ini sejak pertama kali bertemu pasti aku tidak akan menolak mati-matian seperti ini" ujar Yunho dalam hati sambil memperhatikan Jaejoong dengan seksama dan merekam pemandangan indah ini dalam memori otaknya,
~~~~Sreeeet~~~~~
Jaejoong membuka matanya perlahan dan sedikit terkejut saat mendapati Yunho yang sedang memperhatikannya dengan seksama, entak kenapa Jaejoong merasa sangat malu dan jantung berdegup lebih cepat dari biasanya,
"Apa yang kau lihat? Apa kau mau aku pukul?" ujar Jaejoong dengan wajah sedikit merona,karena Jaejoong sangat gugup tanp sadar ia mengucapkan kata-kata yang menyebalkan,
"Kau… rasanya aku tak sanggup membayangkan untuk menikah denganmu" ujar Yunho sambil memegang kepala yang sangat sakit,
"Saat ia tidur sangat manis dan cantik tapi kenapa saat ia bangun sangat menyebalkan?" gumam Yunho,
"Yoo, rupanya kalian berdua ada sini" ujar Yoochun sambil berlari kecil dan dibelakangnya ada Junsu dan Changmin,
"Oh kalian, ada apa kalian bertiga kemari?" tanya Yunho sambil menatap ketiganya,
"Akh, kita belum berkenalan, namaku Park Yoochun, dan yang ini adalah Kim Junsu ia adalah kekasihku" ujar Yoochun sopan pada Jaejoong,
"Nee, namaku Kim Jaejoong" ujar Jaejoong dengan sopan,
"Yaa, kenapa dengan Yoochun kau sopan sedang denganku kau kurang ajar" ujar Yunho memandang Jaejoong iritasi,
"Karena dia sopan padaku tidak sepertimu" ujar Jaejoong santai,
"Mwo? Apa katamu? Bagaimana aku bisa sopan pada orang yang telah memukulku?" tanya Yunho penuh emosi,
"Bisakah kalian berdua berhenti bertengkar dan mencari cara agar kalian bisa memiliki anak dalam waktu empat bulan?" tanya Changmin yang jengah melihat pertengkaran Yunjae,
"Kau tahu darimana?" tanya Jaejoong,
"Aku menyadap ruangan itu dari cctv dan dengan penyadap suara yang taruh di sana" ujar Yoochun dengan santai,
"Jadi kami bertiga tahu apa yang terjadi pada kalian berdua" ujar Junsu,
"Bisakah kalian bertiga membantu kami?" tanya Yunho sedikit memohon,
"Satu-satunya jalan yaa kalian harus memiliki anak, Yunho hyung kau harus membuat Jae hyung hamil" ujar Changmin santai,
"Mwo? Apa katamu? Aku harus menghamili Jaejoong?" ujar Yunho tak percaya,
"Andweeee!" teriak Jaejoong horror,
"Bisakah kalian membayangkan bagaimana murkanya Ratu saat dia tahu kalau Jaejoong tidak hamil dalam waktu empat bulan atau jika Jaejoong hamil tapi bukan anaknya Yunho hyung?" ujar Yoochun menaku-nakuti Yunjae,
Seketika itu juga Yunho dan Jaejoong membayangkan bagimana Ratu sedang mengasah samurainya yang tajam untuk memotong-motong mereka berdua dengan wajah yang sangat menakutkan, membayangkannya saja sudah membuat bulu kuduk Jaejoong dan Yunho langsung berdiri,
"Lalu kalian akan membantu kami dengan cara apa?" tanya Jaejoong penasaran,
"Kami akan membantu kalian agar kalian saling jatuh cinta dan cepat memiliki anak dalam waktu empat bulan" ujar Junsu dengan semangat,
"Nee, aku berani bertaruh kalau kalian tidak akan mau saling menyentuh kecuali kalau kalian saling jatuh cinta, maka kami memutuskan untuk membantu kalian agar kalian bisa saling jatuh cinta" jelas Changmin panjang lebar,
"Aku rasa itu adalah usaha yang sia-sia mana mungkin aku akan jatuh cinta pada orang barbar macam dia?" ujar Yunho sambil menunjuk Jaejoong,
Jaejoong langsung menganggukkan kepalanya, namun sedetik kemudian ia sadar dengan perkataan Yunho,
"Apa katamu? Orang barbar? Aku juga tidak akan jatuh cinta pada pangeran yang sakit jiwa macam kau!" ujar Jaejoong dengan kesal,
Tak membutuhkan waktu lama bagi Yunho dan Jaejoong adu mulut sedangkan Junsu, Yoochun dan Changmin menatap keduanya sambil menggelengkan kepala mereka bersamaan,
"Aku rasa akan sedikit susah untuk membuat mereka berdua saling jatuh cinta, ini adalah mission impossible" ujar Yoochun sambil memegang kepalanya yang tiba-tiba sakit,
Junsu dan Changmin menganggukkan kepala mereka, tanda mereka setuju dengan perkataan Yoochun.
Sementara Yunho dan Jaejoong masih sibuk bertengkar.
************************* When Prince meets Prince(ss)?*************************
Di sebuah rumah bergaya Jepang kuno, seorang yeoja cantik yang bermata besar, hidung mancung dan bibir yang merah Nampak sangat marah saat melihat sebuah berita yang ada di internet,
"Pangeran Yunho akan Menikah dengan Namja Cantik yang Bernama Kim Jaejoong"
demikian judul berita tersebut, dan ketika yeoja cantik itu selesai membaca berita ia langsung memukul sansak tinju yang ada di belakangnya,
"Yunho awas kau! Aku akan memberimu pelajaran karena sudah berani menyentuh Jaejoong" desisnya berbahaya seraya memukul sansak tinju dengan sangat keras.
~~~~Gleeek~~~~~
Yunho langsung merasakan bulu kuduknya merinding dan langsung memeluk dirinya sendiri,
"Kau kenapa?" tanya Jaejoong heran melihat tingkah laku Yunho,
"Entahlah tiba-tiba saja aku merasa merinding" ujar Yunho jujur,
"Kau itu benar-benar Pangeran yang sakit jiwa" ujar Jaejoong sambil mengerutkan dahinya,
"Apa katamu? Dasar orang barbar" ujar Yunho kesal,
"Kalian berdua bisakah berhenti bertengkar? Kami sedang membicaran acara kencan kalian besok" ujar Yoochun kesal,
"Mwo? Kencan? Siapa yang akan berkencan?" tanya Jaejoong polos,
"Tentu saja kalian berdua yang akan berkencan!" jawab Junsu kesal,
"Mwooo? Kami yang berkencan?" teriak Yunjae bersamaan sambil menunjuk diri masing-masing,
"Tentu saja kalian harus berkencan! Ratu sendiri tadi yang meminta kami untuk mengawasi kalian, memang kalian tidak tahu?" tanya Changmin heran,
"Omoo, besok dimana kami harus berkencan?" tanya Yunho panic,
"Di taman bunga sakura hyung, di sana kalian akan piknik dan berjalan menikmati bunga sakura" ujar Junsu riang,
"Dan satu lagi, laporan hasil kencan kalian akan di kirim ke media dan Ratu tahu kan apa yang akan terjadi jika kalian bertengkar?" ujar Yoochun,
"Mwo? Hasil kencan akan dikirim ke media dan Ratu? Aku mengerti kalau dikirim ke Ratu, tapi kenapa harus kemedia juga?" tanya Yunho heran,
"Agar masyrakat korea tahu siapa calon Ratu mereka dimasa depan" ujar Changmin kalem,
"Jinjja? Omoo bagaimana ini? aku harus apa?" ujar Jaejoong panic,
"Tenang hyung kami akan memberitahukan apa saja yang harus kalian lakukan" ujar Junsu,
"Ratu akan segera masuk ke dalam kamar pribadi Pangeran Yunho" ujar Dayang yang sedikit berteriak di luar kamar,
"Omooo! Umma akan kemari! Bagaimana ini?" tanya Yunho panic,
"Kami akan bersembunyi dikamar mandi kalian berdua urus Ratu" ujar Junsu sambil menarik Changmin dan Yoochun masuk ke dalam kamar mandi,
"Nee, umma ada perlu apa?" tanya Yunho sopan saat melihat Ratu,
"Akh, kau juga ada disini Jae?" tanya Ratu,
"Nee, hmm anoo ituuu" ujar Jaejoong gugup,
"Umma, aku mengajak Joongie kemari karena sebentar lagi kami harus menikah kan? Jadi aku rasa Joongie harus melihat tempat tidurnya kelak" ujar Yunho sambil tersenyum lembut,
"Joongie? Panggilan aneh apa itu" gumam Jaejoong pelan,
"Jinjja? Kalau begitu mulai detik ini sampai hari pernikahan kalian, Jaejoong akan sekamar denganmu nee" ujar Ratu sambil tersenyum,
"Mwoo? Tapi Ratu, aku dan Yunnie belum menikah" ujar Jaejoong sedikit panic,
"Tidak apa-apa justru bagus kalau kau hamil duluan" ujar Ratu sambil tersenyum senang,
Jaejoong dan Yunho mendengar perkataan Ratu hanya bisa menatap horror ke arah Ratu,
