my world
Cerita ini murni dari ide saya
bukan meniru cerita orang lain
YAOI
selamat membaca
.
.
.
.
.
.
Chanyeol memandangi wajah laki-laki mungil nya yang sedang terlelap itu, 'kenapa ia sangat manis, bangun lah manis, aku ingin memakan mu.'
Chanyeol menelusuri wajah mungil nan mulus tersebut, ia mengusap lembut bibir ranum itu, mencubit pelan hidung si mungil dan terus menelusuri wajah Baekhyun hingga yg lebih kecil menggeliat di dalam pelukan Chanyeol yang hangat.
"tidur mu nyenyak?" Chanyeol membuka suara sambil meniupkan udara ke wajah manis tersebut
"emm, bagaimana dengan mu?" Baekhyun bertanya balik sebelum mengeratkan pelukankannya di tubuh besar itu, menenggelam kan wajah di dada berotot Chanyeol.
"Kurang".
si kecil mendongak, "kenapa?" kedua alis nya menukik kecil, heran dengan jawaban Chanyeol
"Karena semalam kau sangat menggoda dan aku harus menahan hasrat untuk tidak memakan mu baby" Chanyeol berbisik seksi di telinga Baekhyun, hingga membuat si kecil meremang karena terpaan nafas panas Chanyeol
mereka terdiam cukup lama, berbagi pelukan hangat di pagi yang manis ini hingga si kecil membuka suara
"A..aku milikmu pagi ini" Cicit nya sambil menundukkan kepala
Chanyeol menunduk guna melihat si mungil setelah mendengar cicitan manis nya.
"Aah kau begitu manis baby"Chanyeol terkekeh dan mengeratkan pelukannya
"Ch..chan se...sak" Baekhyun berusaha menahan pelukan erat Chanyeol dengan tangan nya, ia sungguh malu mengatakan hal seperti tadi
oh tuhan tenggelamkan aku pikir nya. "Kau tau Baek, aku memang menginginkan mu, tapi sial nya pagi ini aku ada rapat penting, dan aku tidak akan puas jika hanya main sekali denganmu, jadi sebaiknya kau siapkan diri mu malam nanti sayang" Chanyeol mengecup sayang kening Baekhyun dan beranjak menuju kamar mandi, meninggalkan Baekhyun dengan wajah memerah yang menggemaskan.
Baekhyun akhirnya bangkit dan menuju dapur, memebuatkan kekasih tampan nya sarapan.
.CB.
"Baek!" panggil Chanyeol setelah ia berpakaian. Merasa tidak mendapatkan jawaban, akhir nya Chanyeol beranjak menuju dapur nya, mungkin saja si mungil manis itu berada di sana.
Dan benar saja, lihat betapa seksi Baekhyun dengan kaus kebesaran nya itu pikir Chanyeol, "Apakah kau sengaja menggodaku?" Chanyeol berbisik rendah di telinga si mungil.
"Kau saja yang terlalu mesum mr.park,aku tidak tahu ternyata kau sangat mesum,padahal sebelum kita berpacaran, kau seperti laki-laki impoten" Gerutu Baekhyun sambil memindahkan telur nya kedalam piring.
Chanyeol menganga tak percaya dengan ucapan Baekhyun. "yakk!! Apa-apaan itu impoten, kau bahkan tidak berhenti-henti nya mendesah saat kita bercinta."
"itu karna kau kasar sekali bodoh"
"eeih kau pembohong yang handal" Chanyeol mengibaskan tangan
"aku tidak berbohong, besok-besok aku akan mencari pria yg lebih lembut saat bercinta" Baekhyun berucap tanpa tahu resiko dari ucapan nya.
"waah kau sungguh hebat Byun Baekhyun , selera makanku hilang, aku akan pergi" Lantas Chanyeol melenggang ke kamar mengambil tas dan dasi nya.
"Cha...chan.. aku hanya bercanda" Baekhyun berjalan cepat ke arah kamar, dengan niat ingin meminta maaf jika lelucon nya terlalu kasar.
Saat hendak memasuki kamar, pintu itu terdorong keras,karena nya Baekhyun sedikit oleng dan jatuh ke lantai. Chanyeol melenggang pergi tanpa melihat keadaan kekasih nya itu.
Ia sungguh marah saat ini, bagaimana bisa Baekhyun berkata seperti itu dengan mudah nya? itu menyakiti harga diri nya.
'Sialan!' Chanyeol menginjak gas. Pikiran nya tidak fokus.
sisi lain...
Baekhyun menangis tersedu-sedu di depan pintu kamar mereka, dia hanya ingin bercanda dengan Chanyeol, tapi ia malah menyakiti hati Chanyeol.
Baekhyu meringis saat akan berdiri karna ternyata tangan kanan nya terkilir saat menahan tubuh nya tadi. Ia sangat bodoh, Chanyeol-nya marah. Hati nya sakit saat mengingat raut kecewa Chanyeol.
Ia sudah berkata berulang-ulang kali bahwa Chanyeol itu dunia nya, Chanyeol itu yang terpenting dan beharga di hidup Baekhyun, ia tidak akan membiarkan Chanyeol terluka atau pun bersedih. Tapi lihat sekarang ia yang menyebab kan raut kecewa itu.
Baekhyun terus menangis, ia meringkuk di sofa ruang tengah, ia sedang tidak ingin pergi bekerja, ia ingin segera menemui Chanyeol-nya, hingga ia tertidur karena kelelahan menangis terus.
.CB.
Chanyeol duduk di ruang kerja nya, ia kehilangan fokus nya karena perkataan Baekhyun tadi pagi, ia tau Baekhyun hanya bercanda, tapi tetap saja itu menyakiti nya.
"AAARGGH" Chanyeol mengacak rambut nya. "Sialan Baek, apakah kau terluka?" ia menutup mata frustasi mengingat Baekhyun jatuh karnanya. apakah anak itu baik-baik saja pikirnya.
"sebaiknya kau melihat keadaan nya park, kau seperti orang gila. hilangkan gengsi mu, kau tahu dia hanya bercanda." Ungkap junmyeon,sekretaris sekaligus teman kecil nya itu.
"Kau tidak tau rasa nya Kim, harga diri ku rasa nya terinjak
"Kau berlebihan, kau tau, kris saja tidak pernah mempermasalahkan kalau mulutku yang lancang ini menghinanya, karna dia tau aku tidak serius saat mengatakan nya"
"Aku heran kenapa bisa kris tahan denganmu, aah tapi di sisi lain aku iri dengan kalian, andai saja orang tua ku tidak mempermasalahkan orientasi seksual ku" Chanyeol meletakkan pena yang sedari tadi ia pegang
"maka nya kau harus berjuang lebih keras, seperti yang di lakukan kris dulu, bahkan ia pernah bekerja jadi kasir supermarket selama 3 bulan, karna orang tua nya mengusirnya."
"kau sangat pandai berbohong suho" suho adalah nama kecil junmyeon, yang sesekali di pakai chanyeol saat memanggil nya.
"terserah kau saja young man"
"enyahlah dari hadapan ku" Chanyeol melempar pena nya ke arah junmyeon
" Sialan kau Park".
Blam.
junmyeon meninggalkan Chanyeol sendiri di ruangan nya.
Sialan baek. aku harus pulang, Chanyeol menyambar tas dan kunci mobil nya melaju ke pulang ke apatemen yang dirinya dan baekhyun tinggali.
'Mungkinkah Baekhyun bekerja?? aah aku harus menelfon tuan Ahn
setelah beberapa menit berbicara akhirnya Chanyeol melajukan mobil nya ke apartemen karna Baekhyun tidak pergi bekerja, apakah anak itu baik baik saja? pikir Chanyeol.
Setelah memarkirkan mobil nya dengan asal Chanyeol berlari menuju lantai tempat tinggalnya
"Baekhyun" Chanyeol berteriak saat ia telah masuk ke dalam apartemen nya.
ia berhenti berteriak saat melihat tubuh mungil kekasih nya itu terbaring meringkuk di sofa.
Chanyeol menghela nafas nya, ia melangkah menuju Baekhyun, mengusap sayang kepala anak itu setelah berjongkok mensejajarkan posisi dengan tubuh Baekhyun.
ia menarik pelan tangan kanan dan kiri si mungil dan melihat tangan kanan Baekhyun bengkak.
"Maafkan aku sayang"Chanyeol mengecup tangan bengkak itu.
ia mengelus pelan
"nghh" Baekhyun melenguh pelan sebelum mengerjapkan mata nya, ia terkejut saat melihat wajah Chanyeol tepat di depan wajah nya.
"kau bangun" Chanyeol mengecup pelan dahi Baekhyun.
"chan...maafkan aku hiks ma..maaf" Baekhyun langsung terisak setelah chanyeol mengecup pipi nya, membawa si mungil untuk duduk di pangkuan yg lebih tinggi.
"sst jangan menangis sayang, aku yang seharus nya minta maaf"ucap Chanyeol sembari mengelus sayang punggung sempit itu.
"ti..tidak chan hiks aku sudah keterlaluan, aku tidak bermaksud begitu, aku hanya ingin bercanda dengan mu hiks ma..maafkan akuu, aku akan melakukan apapun asal jangan tinggalkan aku. aku mo hiks mohon" Baekhyun terbata-bata karena tangis nya.
"ssst sayang aku tidak apa-apa, seharus nya aku tau kau bercanda, maaf kan aku, apakah tangan mu baik-baik saja?
Baekhyun mengangguk sebagai balasan, ia memeluk chanyeok dengan erat. "Aku la..lapar" ucap Baekhyun malu-malu saat tangisan nya sudah mulai berhenti.
Chanyeol menyeringai mendengar perkataan Baekhyun, "baiklah ayo kita makan, dan setelah itu aku ingin memakanmu" bisik nya sensual
Wajah Baekhyun memerah memdengar perkataan Chanyeol. "Ba...baiklaah".
Akhir nya mereka makan dengan tenang setelah Chanyeol memesan makanan yang di inginkan Baekhyun. selesai makan Baekhyun memeluk Chanyeol dari belakang yang sedang menyuci piring.
"Kau jangan marah lagi oke?"
"Maaf kan aku jika membuat mu takut tadi, aku tidak bermaksud, hanya saja jika itu berhubungan denganmu membuat ku sulit menahan emosi." Chanyeol menoleh dan memberi kecupan singkat di dahi si mungil.
"Perlu bantuan tuan?" Tanya Baekhyun yang masih menenggelamkan wajah nya di punggung kekar kesukaan nya itu.
"Cukup peluk aku"
setelah selesai mereka berbaring sambil berpelukan. "Apakah tuan Ahn akan marah padaku?" Baekhyun mendongak melihat wajah tampan kekasihnya.
"Jika dia masih sayang dengan pekerjaan nya dia tidak akan berani memarahimu sayang"
"Tapi aku segan dengan pegawai lain Chan"
"Baek, kau tidak perlu bekerja baek, kau tidak akan kekurangan apapun, kau hanya perlu mengatakan apa yang kau ingin kan" Chanyeol mengusap dahi Baekhyun yang mengkerut setelah mendengar perkataannya.
"Tidak Chan, itu terdengar seperti aku memanfaatkan mu".
"Kau tidak sayang"
"Aku akan tetap bekerja"
"Bekerjalah di kantor ku Baek, aku tidak kuat menahan rindu saat jauh darimu" Ucap Chanyeol jahil.
"Kau pembual terburuk yang pernah ada, aku ingin mandi" Baekhyun akan beranjak dari kasur sebelum Chanyeol menarik tubuh mungil itu kembali, memosisikan Baekhyun di bawah dominasinya.
"Bagaimana jika mandi bersama?" Senyum Chanyeol sarat akan gairah, Baekhyun panas dingin sendiri saat bibir tebal kekasih nya menelusuri daun telinga nya sensual.
"Kau sangat seksi, kau tau itukan?" Chanyeol menjilat leher Baekhyun, bermaksud menggoda simungil dalam dekapan nya sebelum Baekhyun mendesah seksi di telinga besar Chanyeol.
Chanyeol menahan geraman nikmat saat lutut Baekhyun tidak sengaja mengenai kejantanan nya. "Mari kita mulai sayang, kau terlalu menggoda, aku tidak bisa menunggu walau kau hanya pergi untuk mandi." Chanyeol melepas kemeja yang di pakai nya, di susul kaus kebesaran Baekhyun.
"ahhnn Chan" Baekhyun melenguh manja, menggeliat dalam kenikmatan yang di beri laki-laki besarnya. Ia mencengkram luat lengan berotot Chanyeol menahan diri agar tidak 'keluar' hanya dengan hisapan chanyeol di dada nya. Bibir nya terlihat bengkak setelah Chanyeol mencium panas dan rakus dirinya.
Laki-laki tinggi itu melumat puting Baekhyun dengan sensual, ingin memberi kenikmatan yang tidak akan pernah di lupakan Baekhyun, malam ini ia bertekad membuat percintaan mereka menjadi berkesan dan tidak akan pernah di lupakan oleh kedua nya dan juga akan membuat Baekhyun ketagihan.
Remasan sensual di rambut Chanyeol membuat si empunya menyeringai tampan, hisapan pada puting Baekhyun bertambah kencang hingga desahan feminim Baekhyun terdengar lebih kuat dari sebelum nya.
Tangan Chanyeol menjelajah tubuh mungil nan seksi sang kekasih, begitu halus kontras dengan tangan nya yang kasar dan besar, ia menurun kan celana yang di pakai si mungil menyisakan Baekhyun hanya dengan celana dalam nya, mengusap pelan selangkangan nya.
"Chanhh hhahh cepatlah" Baekhyun merintih membangkitkan sisi liar Chanyeol. "Kau akan mendapatkan nya sayang, bersabarlah" Chanyeol berdiri dengan lutut nya sebagai tumpuan di antara paha Baekhyun yang sudah ia lebarkan. menarik tangan Baekhyun untuk membalik posisi mereka.
"jelajahi aku sayang" Bisik Chanyeol serak, ia sudah di ambang gairah nya, .melihat Baekhyun yang berpeluh hanya menggunakan celana dalam nya, bercak2 merah yang masih basah akibat ulah nya di sekitar leher dan dada, mata sayu dan bibir bengkak yang masih basah juga rambut nya jatuh menutupi dahi, benar-benar seksi pikir Chanyeol.
Baekhyun merunduk mencium dada Chanyeol sekilas dan turun ke bawah untuk menggapai kesejatian kekasih besar nya. membuka celana kain sekaligus dalaman Chanyeol, terkekeh pelan setelah pipi nya tertampar halus oleh batang besar dan gemuk itu, mendongak guna melihat wajah tampan lelaki nya.
"Manjakan dia sayang" Chanyeol menyeringai sembari menuntun kepala Baekhyun dengan tangan nya.
"Yes daddy" Setelah mengatakan kata yang membuat Chanyeol panas dingin ia memasukkan batang kesejatian lelaki nya ke dalam mulut, mengoral lembut untuk mengerjai Chanyeol. Membuat Chanyeol frustasi dengan gerakan lambat nya.
"Lebih cepat Baek" Baekhyun menghiraukan rintihan Chanyeol tetap bergerak pelan, dan sesekali berhenti.
"sialan, kau nakal sekali anak manis" Chanyeol mengumpat saat Baekhyun sengaja mempercepat gerekan dan berhenti tiba-tiba saat ia di ujung pelepasan nya.
"Chaan"pekik Baekhyun saat tubuh nya di balik kan Chanyeol. Mereka dalam posisi dimana Baekhyun menungging di pangkuan Chanyeol, Chanyeol membuka celana dalam itu, memajukan wajah nya unuk menyelami surga yang terpampang nyata di depan muka.
"jilat aku daddy aahh" ucapannya terpotong karna Chanyeol menampar seksi pipi pantatnya, membuat Baekhyun terbakar gairah, menggerak kan pantat sintal itu guna menggoda Chanyeol.
plak "aahhh hhs hhs" Baekhyun terengah menikmati sensasi nikmat dan sakit saat tangan Chanyeol menampar pipi pantatnya.
plak "aahh" pekikan nyaring terdengar karna kuat nya tamparan Chanyeol.
Chanyeol menyeringai menelentangkan tubuh Baehyun dan menindih nya.
"Bersiaplah sayang"
Chanyeol mulai memasukkan kejantanan nya yang sekeras kayu dengan lembut, "ssh ahh" desahan lega tersengar dari kedua nya setelah masuk dengan sempurna.
"kau sangat sempit Baek" Chanyeol berbisik sambil bergerak pelan, sangat pelan.
"Lebih cepat Chanhh" rengek Baekhyun yang merasa di permainkan Chanyeol.
"aku ingin menikmati nya dulu sayang" Seringaian licik muncul di bibir tebal yang menjadu candu Baekhyun.
"Chanhh aku mohon" Baekhyun masih merengek manja hampir menangis karan frustasi akan gerekan pelan kekasih besarnya.
"sesuai perintah ratuku" Chanyeol mulai mempercepat gerekannya, setelah beberapa menit yang menyenangkan hole baekhyun mulai menyempit menandakan pemilik nya akan 'keluar' Chanyeol berhenti tiba-tiba dan mencium leher Baekhyun hati-hati.
Baekhyun yang tau ia di kerjai oleh Chanyeol memekik tertahan akan kelakuan Chanyeol, air mata nya mulai keluar oleh rasa frustasi yang sangat menyebal kan, ia menarik rambut Chanyeol dan membalikkan posisi mereka menunduk guna meraup rakus bibir tebal Chanyeol dan mulai bergerak cepat.
Tapi sebelum Baekhyun benar-benar bergerak, Chanyeol menahan pinggul si mungil dan kambali membalikkan posisi.
"Tidak semudah itu sayang" Ia mengecup sayang dahi Baekhyun dan setelah nya bergerak dengen tempo pasti dan cepat.
"Chanyeolhh hikss.. ahh" Untuk kedua kali nya Baekhyun gagal mencapai puncak kenikmatan nya karena ulah Chanyeol yang masih ingin mempermainkan nya.
"Memohon lah dengan benar lil' boy" Ucap Chanyeol di sela ciuman panas nya dengan Baekhyun
"Please daddyhh, aku mohon hh" Baekhyun memohin dengan mata berkaca.
"memohon lah dengan lebih baby"
"Chanhh yeol please aku sudah tidak tahan, sentuh aku, fuck me hard daddy" Baekhyun sudah kehabisan cara untuk membujuk Chanyeol agar menyelesaikan nya dengan cepat, ia sungguh tidak tahan.
"With my pleasure baby" Dan pada akhir nya mereka memulai malam yang panjang nan panas untuk saling memuaskan.
Seperti orang kesetanan Chanyeol dan Baekhyun tetap melanjutkan kegiatan mereka hingga pukul menunjukkan jam 3 sore, di penghujung kegiatan kedua nya ambruk dan langsung terlelap dengan saling berpelukan.
"Aku mencintaimu Baekhyun, sangat!" Chanyeol memeluk erat Baekhyun dan memejamkan mata mengistirahatkan otot tubuhnya.
TBC
.
.
.
.
Terima kasih telah membaca.
semga suka dengan cerita ini, maaf jika ada kesalahan dalam penulisan
maaf untuk typo yang bertebaran
jangan lupa review ya
salam chanbaek is real:)
