FATE?
Donghyuck kesal, rasanya semua hal yang berhubungan dengan Lucas dan Jungwoo adalah hal yang akan membuat hidupnya menderita tujuh turunan. Dirinya heran bagaimana seorang Kim Jungwoo membuat janji manis dan pamer kemana-mana bahwa dirinya akan memasak untuk seluruh anggota team basket Lucas.
Memasak? Kim Jungwoo? Demi apapun tolong jangan satukan kedua kata tersebut karena hasilnya adalah kekacauan. Donghyuck dan Doyoung bahkan sudah membuat larangan tersendiri dirumah minimalis mereka ini bahwa Kim Jungwoo harus menjauh dari dapur hanya diperbolehkan jika ingin mencuci piring saja.
Bisa ditebak sendiri sekarang Doyoung dan dirinya harus bekerja keras menghasilkan makanan enak dan bernutrisi untuk para anggota team yang tentu saja porsi makannya sangat luar biasa. Terima kasih pada Kim Jungwoo liburan seorang Kim Donghyuck hancur berantakan.
"Hyuck aku serakan sisanya pada dirimu dan Jaemin okay? aku harus segera ke kantor ada rapat dadakan" Doyoung dengan terburu-buru meninggalkan Donghyuck, ia sedih sang kakak harus bekerja diakhir pekan ditambah pekerjaan dadakan berkat Jungwoo.
"Aku bingung harus membantumu apa Hyuck"
"Cukup kau tata saja kotak makannya Na, aku takut makanan itu jadi beracun ketika kau sentuh"
Jaemin hanya tertawa renyah mendengar jawaban Donghyuck, memang ia dan Jungwoo sebelas dua belas urusan seperti ini tapi tolonglah Hyuck nya ini terlalu sensitif, apa dia sedang pms?
"Tapi katanya ini untuk team basket kampusnya Kak Lucas, berarti si Mark yang kau sukai itu ada dong? kan mereka bersahabat"
"Yah mungkin saja, tapi yang ku dengar Kak Jungwoo berkata kalau dia sedang malas mengikuti pertandingan dan lebih memilih mengerjakan tugas semester akhirnya"
"Kau terlihat cuek Hyuck, harusnya kau senang dong akan bertemu Mark lagi setelah sekian lama"
"Hey Na Jaemin, memangnya aku harus seperti apa? aku tidak mau banyak berharap karena mustahil orang seperti Mark menyukai ku yang cuman seorang anak sma. Tidak menarik sama sekali"
"Memangnya kau tau bagaimana tipenya si Mark?"
"Tidak sih, tapi yang ku dengar dari Kak Lucas kalau mantannya bernama Seo Herin itu sangatlah cantik. Setelah aku stalk media sosialnya, aku menyerah"
Jaemin hanya menepuk bahu Donghyuck dengan penuh kasih sayang, ia paham benar jika menyukai orang yang seperti Mark tentu saja seleranya akan sangat wow, sedangkan mereka? yaampun mengenaskan.
"Ayo anak-anak cepat bawa makanannya ke mobil nanti kita telat!" suara Jungwoo menggema diseluruh rumah membuat Donghyuck makin kesal saja.
Kenapa takdirnya begini menyedihkan?!
.
.
.
"Wah Kim Jungwoo kau terbaik"
"Lucas, calon istrimu memang luar biasa"
Teriakan pujian dari teman-teman Lucas terdengar dimana-mana, mereka berdecak kagum atas hasil makanan yang begitu luar biasa. Hanya melihatnya saja jadi tidak tega untuk dimakan.
Jungwoo tersipu malu sambil memeluk lengan Lucas, sementara Donghyuck dan Jaemin sedang menyumpahi mereka dengan segenap jiwa. Yang bekerja siapa yang dapat pujian siapa, sungguh Kim Jungwoo adalah makhluk paling licik di dunia.
Setelah yang lainnya sibuk dengan kotak makan bagian mereka masing-masing, Lucas memeluk Jaemin dan Donghyuck bersamaan dengan menjanjikan mereka apapun yang disukai oleh kedua anak tersebut karena dia bisa melihat bagaimana kesalnya mereka berdua terabaikan padahal sudah bekerja keras.
Selain kesal karena soal kotak makan tadi Donghyuck juga kesal karena sejak dirinya datang Mark tidak pernah mengalihkan padangan dari dirinya, kalau boleh percaya diri Donghyuck mau pamer bahwa dirinya tadi sedikit berdandan tapi tidak ada niatan agar Mark memperhatikan dirinya kok.
Lebih mengesalkan lagi disamping Mark ada Herin, yaampun Hyuck mau tenggelam saja di danau kampus Jungwoo ini. Walau berusaha tidak melihat Donghyuck sempat mengamati betapa cantiknya gadis tersebut tentu saja Mark akan sangat mencintai dirinya yang terlihat sangat sempurna.
"Hey Mark matamu seperti akan copot terus-terusan menatap adik Jungwoo seperti itu" Herin tertawa membuat Mark salah tingkah, dalam hati Jaemin dan Donghyuck kompak berteriak bahwa Herin suara tawanya saja merdu sedangkan mereka? bisa tertawa sampai para hantu ketakutan.
"Ada masalah kau dan Donghyuck? bukannya sudah selesai?" Tanya Lucas, seingatnya kejadian beberapa minggu yang lalu telah selesai dengan ceramah selama 3 jam oleh Kim Doyoung.
"Tidak apa-apa mungkin saja dia melihat Jaemin dan kaget karena temanku ini mirip dengan salah satu artis Indonesia" ucapan Donghyuck tidak jelas mulai mengundang rasa penasaran dari Lucas dan Jungwoo.
Jaemin yang sepertinya lebih pintar pun membawa pergi Donghyuck dengan alasan mereka ingin makan es krim cuaca sangat panas.
.
.
.
Seperginya Donghyuck dan Jaemin, Jungwoo mulai melontarkan bermacam pertanyaan pada Mark. Dirinya juga merasa semenjak kejadian Mark waktu itu Donghyuck lebih sedikit sensitif dan terlihat murung, apa jangan-jangan Mark menyiksa Donghyuck tanpa sepengetahuan yang lain?
"aku berani bersumpah Kak Jungwoo, aku tidak menyakiti Lee Haechan sedikit pun bahkan aku merawat dan mengantarnya pulang. Ayolah haruskah kita membahas ini lagi?"
"Lee Haechan?" Lucas dan Jungwoo saling bertatapan serta heran bagaimana bisa Mark mengetahui nama itu.
"Anak itu berkata padaku kalau namanya Lee Haechan" Mark menjawab jujur seadanya. Sementara Jungwoo mulai terlihat seolah hampir menangis namun langsung dipeluk oleh Lucas yang sangat tahu pasti mengapa tiba-tiba sang pacar seperti ini.
"Apa ada sesuatu yang terjadi?" Herin yang diam pun mulai buka suara, dirinya merasa ada sesuatu tentang adik kecil Jungwoo yang sedang mereka bahas tadi.
"Tidak ada yang terjadi, tapi karena kalian adalah teman Jungwoo jadi sebaiknya kalian mengenalnya sebagai sosok Kim Donghyuck daripada Lee Haechan"
Lucas terlihat serius tidak seperti biasanya membuat rasa penasaran Mark bangkit dan seolah ingin mencari tau lebih banyak lagi mengenai sosok Donghyuck atau Haechan.
.
.
.
Donghyuck merasa pegal sejak tadi menunggu Lucas, Jungwoo dan Jaemin yang entah sudah berapa lama meninggalkannya bersama kotak makan dan mobil yang terkunci sehingga dia hanya berdiri sedaritadi. Dirinya sedikit menyesal harusnya ia ikut saja bersama Jaemin ke kamar mandi.
Sementara Donghyuck menunggu dengan bosan, Mark datang menghampirinya dengan tatapan yang terlihat serius dan yakin. Mark seperti prajurit yang siap berperang dengan sengit dimedan pertempuran.
Mark lalu menepuk pundak Donghyuck dengan lembut tapi tentu saja tetap membuat anak itu sedikit terkejut dan telinganya mulai memerah, terlihat lucu dimata Mark.
"Mau bicara sesuatu?" tanya Donghyuck dengan sinis, berusaha membuat dirinya terlihat galak sehingga Mark tidak tau bahwa ia sangat senang dihampiri oleh lelaki itu.
"Ya, aku akan mengatakan sesuatu yang sangat serius. Dengarkan baik-baik"
Mark kemudian menarik bahu Donghyuck membuat posisi mereka jadi berhadapan dengan jarak yang cukup dekat, Donghyuck merasa sesak napas ketika sadar dirinya dapat menghirup aroma tubuh Mark. Lelaki itu juga menatap Donghyuck dengan serius.
Tanpa mereka sadari semua orang yang ada disana mulai menatap penasaran termasuk Jungwoo, Lucas dan Jaemin yang akhirnya sudah kembali. Semuanya seolah menahan napas karena menunggu apa yang ingin dikatakan oleh Mark.
"Jadilah pacarku"
Semua orang disana terkejut. Seorang Mark Lee menembak adik Jungwoo yang masih sma itu secara mendadak? Situasi macam apa ini?
"Apa maksudmu?" Donghyuck bingung, perasaannya campur aduk. Ia bingung, marah, kaget dan senang disaat bersamaan tapi dirinya harus waspada pada lelaki yang bahkan tidak ia kenal dengan baik didepannya ini.
"Biarkan aku mengenal dirimu, biarkan aku tau siapa itu Lee Haechan dan Kim Donghyuck. Aku serius ingin jadi pacarmu"
Donghyuck hanya terdiam, tetapi matanya sibuk mencari sang kakak untuk mengirimkan sinyal meminta bantuan karena sungguh Mark dihadapannya ini sangat aneh. Apa dunia sudah kiamat sehingga Mark tidak waras?
"Dan aku benci untuk ditolak"
Ucap Mark final, yang mengartikan bahwa bagaimana pun Donghyuck harus menerima ajakan pacaran darinya yang sangat tidak romantis ini. Donghyuck tidak bisa bohong bahwa ia sangat senang tetapi dia tidak menyangka akan ditembak dengan cara seperti ini, kenapa takdir begitu menyebalkan?!
.
.
.
TBC
halo semuanya setelah sekian lama akhirnya aku bisa melanjutkan ff ini, jujur aku tidak tau cerita ini bakalan dibawa kemana karena aku bingung untuk mengetik lanjutannya jadi maafkan aku jika kalian yang menunggu lanjutan ff ini menjadi kecewa karena cerita yang berantakan ini T.T
untuk yang sudah mereview, memfavoritkan dan menfollow cerita ini aku ucapkan banyak terima kasih.
aku mencintai kalian!!
