Couple Agents

Chapter Three : Tell Me The Truth About You

Disclaimer : Bleach © Tite Kubo

Baru saja Momo membuka pintu, Sebuah Revolver teracung kepadanya.

"Hi-Hitsugaya-kun? Apa yang kau lakukan dengan Revolver itu?" kata Hinamori, gugup, seraya meraba Magnum miliknya.

"Maaf nona, perempuan jangan membawa-bawa senjata…" kata Ichigo, dengan sigap mengambil Magnum yang ada di balik rok Hinamori, lalu mengunci tangan Hinamori.

"ku-Kurosaki kun?" kata Hinamori kaget.

"Bawa dia masuk." Kata Hitsugaya pada Ichigo.

"Jadi, a-apa maumu?" tanya Hinamori, sedikit lebih berani ketika ia di dudukkan dikursi bak seseorang yang mau di interogasi.

"Nona, berhati-hatilah…" kata Hitsugaya, 'mempermainkan' Revolver-nya di leher Hinamori. "Aku tak mau melukaimu…" sambungnya.

"Baiklah, kita to the point saja… katakan siapa dirimu sebenarnya?" tanya Ichigo.

"A-apa maksud kalian? Aku hanya anak SMU biasa?" kata Hinamori, mencoba berbohong.

"Ayolah, Momo Hinamori, tiada gadis SMU biasa yang membawa Magnum di balik rok-nya…" kata Hitsugaya, masih mengacungkan revolver miliknya di leher Hinamori. "Sudah kubilang aku tak mau melukai mu…" katanya lagi.

"Dan sudah kubilang aku anak SMU biasa…" kata Hinamori.

"Kau tak usah berbohong…" kata Ichigo.

"Aku tak berbohong!" kata Hinamori, berdiri dari duduknya, "Dan sebenarnya apa maumu?!" kata Hinamori, amarahnya sedikit tersulut.

"Santai sedikit, Hinamori," kata Ichigo, kembali mendudukkan Hinamori. "kami hanya ingin tahu, siapa sebenarnya kau…" kata Ichigo.

"Apa yang membuat kalian curiga padaku?" tanya Hinamori.

"Logat bicaramu, kau dari luar negri, kan?" tanya Hitsugaya.

"Oh tidak! Mereka mendesakku…" batin Hinamori, "Eh? Tidak, aku benar-benar dari Tokyo!" kata Hinamori.

"Oh, ayolah… aku lelah banyak berbicara begini…" kata Hitsugaya, meletakkan Revolvernya.

"Hei Toushiro, ada orang yang akan lewat!" kata ichigo, melihat ke koridor.

"Eh? Mana?" tanya Hitsugaya, seraya meuju pintu masuk.

"Astaga! Dia kan si Aizen itu!" kata Ichigo.

"Astaga, iya!" kata Hitsugaya, "Hey Hinamori, kita harus sem…" kata Hitsugaya, seraya berbalik, namun Hinamori sudah tak ada. "Ichigo, dia kabur!" kata Hitsugaya lalu segera mengambil tas nya dan kabur lewat jendela yang di pakai Hinamori untuk kabur, ke halaman belakang sekolah.

"Hey tunggu!" kata Ichigo, lalu mengikuti jejak Hitsugaya.

"Srekk!" pintu geser kelas itu terbuka.

"Hmmm, kemana perginya suara-suara tadi? Atau Cuma perasaan ku? Ah, biarkan saja…" kata Aizen, lalu pergi.

Sementara itu…

"Kemana perginya si Hinamori tadi?" kata Hitsugaya setelah mendarat dengan selamat, diikuti Ichigo.

"Tak tahu, tapi yang pasti ia belum jauh…" kata Ichigo. "Hey, itu jejak sepatunya, kan?" tanya Ichigo, menemukan tapak sepatu Hinamori.

"Ikuti!" kata Hitsugaya.

"Hosh. Hosh. Lama tak berlatih, lompat lalu lari sejauh ini saja sudah ngosngosan…" kata Hinamori, bersandar pada dinding toko yang kira-kira 75 meter dari sekolahnya.

"Hinamori!!!" panggil Hitsugaya seraya berlari.

"Astaga, baru saja istirahat!" omel Hinamori, seraya berlari lagi. Ia menuju jalan raya.

"Hey Hinamori! Jangan menuju jalan raya!" kata Hitsugaya. Namun karena terlalu cepat berlari, ia tak mendengar, lalu,

"CKKKITTT! BRAKK!"

-XxX-

"Ngghh…" Hinamori bangun dari pingsannya.

"Baguslah kau sudah sadar." Kata suara orang yang baru saja keluar dari kamar mandi.

"Hah? K-kau, a-apa maumu?" tanya Hinamori kaget, melihat Hitsugaya yang hanya menggunakan celana tanpa baju.

"Maaf, aku bukan tipe lelaki yang 'begitu'," kata Hitsugaya. "Sebelum kau pulang, kau makan saja dulu, ini sudah jam 8." Kata Hitsugaya.

"Maaf, se-sebenarnya apa yang terjadi?" Hinamori memberanikan diri bertanya pada Hitsugaya.

"Kau hampir tertabrak mobil, untung saja ku tarik sebelum kau tertabrak, tapi kau pingsan, mungkin kau terlalu lelah," kata Hitsugaya, mencari t-shirt di dalam lemari, "Oh ya, ayo makan, kau lapar, kan?" tanya Hitsugaya.

"Eh, i-iya…" kata Hinamori.

"Itadakimasu," kata Hitsugaya. "Jangan takut, aku tak memberi racun pada sup miso-nya." Katanya lagi, melihat Hinamori belum menyentuh sup miso-nya.

"Eh, i-iya, itadakimasu…" kata Hinamori, lalu menyantap supnya.

"Maaf tadi sore membuatmu takut, aku hanya mau tahu, siapa tahu kau ini 'pembantu Aizen' itu, tapi kurasa bukan kau…" kata Hitsugaya.

"Eh? Kau tahu soal si pembantu Aizen itu?" tanya Hinamori, keceplosan.

"Eh? Kau, bagaimana kau tahu?" Hitsugaya balik bertanya.

"Tunggu dulu, kalau kau tahu soal itu, jangan-jangan kau agen dari CIA?" tanya Hinamori lagi.

"Hey, bagaimana kau tahu? Aku, aku agen rahasia lho." kata Hitsugaya, menghentikan makannya.

"Uhm, baiklah…" kata Hinamori, menghela napas, menghentikan makannya. "Aku, agen FBI…" kata Hinamori perlahan.

"Eh? FBI? Bagaimana mungkin? Kalian 'kan…" kata Hitsugaya, kaget.

"Ya, ya, aku tahu, aku juga adalah agen rahasia…" potong Hinamori. "Sebenarnya FBI tak mendapat izin, tapi ketua Ukitake tidak akan tinggal diam saja, akhirnya ia mengambil keputusan yang bisa membahayakan jabatannya…" jelas Hinamori panjang lebar.

"Umm, begitu.,." kata Hitsugaya.

"Kumohon! Rahasia kan semua ini dari siapapun!" kata Hinamori tiba-tiba.

"Tentu saja…" kata Hitsugaya. "Tapi… tentu saja tidak gratis…" kata Hitsugaya, menghentikan niat Hinamori yang mau mengatakan 'terima kasih'.

"Eh? Kau mau apa?" tanya Hinamori, gugup.

".he…" Hitsugaya tertawa penuh arti.

------TBC------