Summary : Bagaimanakah perjuangan Kyuhyun keluar dr bis neraka yg dtumpanginya brsama Yesung n kmbali ke dormnya yg aman dan tenang? Mostly KyuSung moment. Krn kepanjangan, KyuMin momentnya di-delay jd chap depan .
"KYAAA.. K-K-KAU KYUHYUN OPPA?"
"K-KYUHYUN OPPA? BENAR KAU KYUHYUN OPPA? HUWAAAAAA..!"
"SARANGHAE OPPA, MENIKAHLAH DENGANKU! KYAAAAA!~"
Aissssh, apa aku sedang kena karma? Udara.. aku butuh udara! Aku masih mau hidup! YAA! Berhentilah menyentuh wajahku, aku tak mau aset negara ini jadi ladang jerawat untuk kesekian kalinya! HIYAAAAAA! SIAPAPUN TOLONG KELUARKAN AKU DARI SINIIIII!
.
.
~CHAPTER 3~
Kyuhyun pov
Waktu berjalan begitu lambat bagiku dan Yesung hyung yang masih terjebak di dalam bus laknat yang sedang berlari kencang ini. Namun, kabar baiknya adalah keadaan perlahan berubah membaik setelah Yesung hyung mengadakan konser tunggal dadakan sekitar beberapa menit yang lalu. Tidak ada lagi jambakan, cubitan, cakaran, dan hal-hal non-manusiawi lainnya yang terjadi pada kami berdua. Gerombolan pelajar wanita anarkis yang mengerubungi kami seakan terhipnotis oleh suara emas Yesung hyung. Tapi bagaikan sekeping uang logam yang memiliki dua sisi, setiap ada kabar baik, pasti ada kabar buruk yang mengiringinya.
"ENCORE..! ENCORE..! ENCORE..!"
Nah, itu dia kabar buruknya. Ini sudah hampir lagu kelima tapi tak ada satu pun dari mereka yang terlihat puas dengan penampilan bintang papan atas sekelas Super Junior Yesung. Aku heran, apa mereka mau pita suara idolanya ini menciut habis karena menyanyi berlagu-lagu tanpa dibayar? Belum lagi mengingat kondisi Yesung hyung yang masih shock akibat serangan massa tadi. Aigoo, mereka ini benar-benar tidak punya rasa berperikeartisan sama sekali.
"Kyuhyun-ah, aku lelah!"
Hyung berkepala abnormal ini mulai menyenggol siku-ku sambil memasang wajah memelas. Aku melirik sekelilingku horror saat semua mata tiba-tiba menelanjangiku seolah berkata saatnya-kau-mati-sudah-tiba-tuan!
"Ayo Kyunie oppa, bernyanyilah untuk kami!"
Aku mendengar ribuan kata "Ne!" menyerbu liang telingaku setelah itu. Aish, kalau satu-dua lagu sih pasti kulayani dengan senang hati. Tapi sayangnya aku sudah tahu persis maksud dari manusia-manusia didepanku ini. Dengan senyuman manis yang dipaksakan, aku pun menggeleng dengan anggunnya.
"Kalau aku bernyanyi, nanti kalian semua bisa meleleh. Hehehe~"
"KYAAAA, OPPA GOMBAL!"
"KYAAA, DEMI OPPA SEKALIPUN HARUS MELELEH, AKU RELA OPPA!"
"KYAAAAA~ TAMPANNYA!"
"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAA~~~"
Tangan-tangan jahil mereka mulai beraksi lagi. Tapi sebelum berhasil menyentuhku untuk kesekian kalinya, aku membisikkan sesuatu ke telinga Yesung hyung dengan tergesa.
"Nyanyikan satu lagu lagi, aku akan coba mencari bala bantuan untuk kita!"
Dia menghela napas pasrah saat aku mengangguk mantap seolah menyemangatinya. Setelah itu lantunan lagu keenam pun mulai keluar dari mulut mungilnya. Gerombolan yeoja hiperaktif tadi kembali bertepuk tangan senang dan melupakan perkaranya denganku. Melihat kesempatan emas ini, aku segera mengambil ponselku dan mengetik pesan untuk Leeteuk hyung. Berharap penuh, semoga hati malaikatnya sedang berfungsi baik hari ini.
Send to : Teuki hyung (+010-
Hyung, tolong kami! Bisakah kau menjemput kami di...
Ketikan SMS-ku terhenti. Aku bingung, bagaimana bisa dia menjemput kami sedangkan aku sendiri tak tahu dimana lokasiku sekarang. Setelah berpikir beberapa detik, aku memutuskan untuk bertanya ke salah seorang yeoja berwajah kalem yang sedang khusyuk memandangi Yesung hyung -yang masih bercicit merdu disampingku-.
"Chogi, apa kau tahu nama halte pemberhentian selanjutnya?"
Dia terpana menatapku dan telihat salah tingkah. Nona, aku tahu aku sangat tampan tapi bisakah acara terpesonanya kau tunda dulu sampai esok hari? Aku benar-benar butuh bantuanmu sekarang!
"Uhm.. Kau.. Kau mau turun disana ya? Baiklah.. aku.. aku.. juga akan turun disana kalau begitu.. Pokoknya aku akan turun dimanapun kau turun, oppa. hihihi.."
Astaga, aku berjengit kaget mendengar jawabannya yang sama sekali tidak sinkron dengan pertanyaanku barusan. Apa ada yang salah dengan kepalanya? Aish! Kerja bagus Cho Kyuhyun! Selain salah pilih orang, kau juga akan mendapat bonus stalker baru hari ini.
" M-Mwoo? Andwae! Kau tidak bisa melakukannya, agasshi. Cukup beritahu apa nama haltenya, nanti kau akan kuberi hadiah."
Aku mengucapkan kata 'hadiah' selirih mungkin seperti yang kubisa tapi tiba-tiba semua mata mendelik kaget kearahku.
"HAAH? HADIAH? NAMANYA HALTE NAMDONG-GWANGJU. OPPA! SEKARANG MANA HADIAHKU?
"NAMDONG-GWANGJUUUU!"
"NAMDONG-GWANGJUUUU! NAMA HALTENYA NAMDONG-GWANGJUUUU, OPPAAA!"
"HADIAAAH~~~ HADIAAAAH~~!"
Aku hampir merosot kebawah saking lelahnya menghadapi mereka. Sejujurnya masalah hadiah itu hanya akal-akalanku saja. Akhirnya setelah kujelaskan baik-baik dengan alasan yang kukarang secara spontan, mereka bisa kembali tenang dan Yesung hyung kembali melanjutkan nyanyiannya. Huh, setidaknya nama haltenya sudah berhasil kukantongi sekarang.
Send to : Teuki hyung (+010-
Hyung, tolong kami! Bisakah kau menjemput kami di halte NAMDONG-GWANGJU? Kami bisa mati kalau tak segera kau tolong!
Tak butuh waktu lama bagiku untuk menerima balasan dari Teuki hyung karena sepertinya ponsel itu selalu menempel secara otomatis ditangannya.
Received from : Teuki hyung (+010-
Kau sedang bersama siapa? Untuk apa ke Gwangju segala? Mencurigakan!
Dengusan kesal keluar dari hidungku yang mulai berasap. Mencurigakan katanya? Baiklah, memang sedikit tak masuk akal kalau tiba-tiba seorang Cho Kyuhyun tersangkutdi Gwangju tanpa alasan yang jelas. Tapi kan.. Aish, sepertinya dia memang harus ku telepon saja agar lebih jelas.
"Yoboseyo.."
"Kau sedang bersama siapa?" lihatlah, dia bahkan tak membalas sapaanku!
" Dengan Yesung hyung.. Hyung-ah, tolong jemput kami.." Aku mengecilkan volume suaraku saat memanggilnya 'hyung' karena bisa dipastikan kumpulan pemandu sorak dadakan disekelilingku ini akan kembali histeris kalau sampai tahu aku sedang menelepon sang leader Super Junior.
"Ada urusan apa sampai tiba-tiba ke Gwangju?"
"Tanyakan sendiri pada siluman kura-kura ini saat kalian bertemu nanti! Aku kesal membahasnya." Mata Yesung hyung mendelik tak senang saat aku menyebut jenis spesiesnya yang hampir punah itu. Tapi aku tak peduli, lebih baik kau lanjutkan saja kicauanmu sampai kita benar-benar selamat nanti.
"Aku tak percaya, Kyu-ah.." Ujar Leeteuk hyung singkat, padat, dan menusuk. Tubuhku serasa diserang struk ringan mendengarnya. Tulangku lemas semua dan kami sudah benar-benar lelah. Dengan muka ditekuk empat, kudekatkan ponselku ke mulut Yesung hyung yang masih berbunyi merdu, berharap dengan cara ini Leeteuk hyung bisa percaya dan segera berangkat menjemput kami. Tapi saat ponsel itu kembali menempel di telingaku, tiba-tiba terdengar suara yang sangat familiar. Sepertinya Teuki hyung sedang berbicara dengan orang lain di seberang sana.
"Sepertinya dia tidak bohong.."
"Ish! jangan percaya dulu, hyung! Dia itu sedang terobsesi akut pada April Mopnya yang tertunda kemarin. Kau mau jadi korban selanjutnya?"
MONYET SIALAN! Rupanya daritadi dia sedang menghasut Leeteuk hyung agar tak mempercayaiku. Lihat saja Hyukjae-ah! Urusan kita baru dimulai saat aku berhasil kembali ke dorm kita yang aman dan tenang itu. Kau lihat saja nanti!
"Jangan percaya bisikan setan disampingmu itu, hyung! Aku dan Yesung hyung benar-benar dalam bahaya sekarang. Cepatlah jemput kami.."
"Yang setan itu kau, Kyu.." Teuki hyung yang biasanya baik hati dan tidak sombong menjadi sangat keras kepala kali ini. Membuatku ingin menggaruk tembok saja rasanya. Hyukjae-ah! Monyet terkutuk! Kau buang kemana Leeteuk hyungku yang dulu?
"YAA! HYUNG-AH~!"
Astaga, mulutku lepas kendali. Aku menyebut 'hyung' dengan nada hampir lima oktaf karena emosi. Semua mata kembali melirikku. Baiklah, sepertinya aku benar-benar harus lompat dari jendela sekarang.
"KAU SEDANG MENELEPON HYUNGMU YANG MANA? APAKAH DONGHAE OPPA?"
"KYAAA DONGHAE OPPAAAAA..!"
"EUNHYUK OPPAAA..!"
"WOOKIE OPPAAAA...!"
Telingaku kembali sakit saat mereka berteriak mengabsen member super junior satu persatu. Aku sedikit menjauhkan kepalaku dari mereka dan melanjutkan pembicaraanku dengan orang menyebalkan yang mudah SEKALI terhasut di seberang sana.
"AHJUSHI~ DISINI RAMAI SEKALI KAN? KUMOHON KABULKAN PERMINTAANKU YANG TADI KARENA AKU SAMA SEKALI TIDAK BOHONG KALI INI.."
"MWOYA? AHJUSHI KATAMU? SUDAH MINTA TOLONG BERANINYA KAU MEMANGGILKU SEPERTI ITU!"
Bip.
Sambungan telepon ia putuskan seenak jidatnya. Menyebalkan sekali, dasar ahjushi gila! Aku memanggilnya ahjushi kan supaya yeoja-yeoja ini berhenti kesetanan seperti tadi. Salah sendiri jadi orang terlalu sensitif kalau bicara usia. Arrrgh, kalau begini bagaimana nasibku nanti?
Rileks, Kyu.. Tarik napas, buang.. Tariik, buang...
Aku menenangkan diri dengan mencoba berpikir positif. Ya, semoga saja Teukie hyung sedang bersiap untuk menjemput kami sekarang.
.
.
Halte Namdong-Gwangju, Aku dan Yesung hyung berhasil turun tanpa ada satu pun stalker yang mengekor di belakang kami. Semua hal mustahil ini bisa terjadi berkat supir bis kami yang langsung melaju kencang sesaat setelah kami turun. Tak ia hiraukan teriakan-teriakan yeoja yang meminta turun di tempat yang sama. Mungkin sang supir baik hati itu tak tega melihat dua orang super tampan seperti kami menderita terlalu lama. Ah, aku benar-benar berhutang nyawa padamu, supir-ssi~
Dan disinilah aku sekarang. Duduk pasrah di sebuah bangku panjang di pinggir jalan bersama Yesung hyung. Rambut kami berantakan dan banyak bekas cakaran mulai memerah di tangan kami yang tak tertutup jaket ataupun hoodie. Gurat ingin mati tercetak jelas di wajah kami yang tertutup masker. Menyedihkan sekali, bukan? Dengan tenaga yang tersisa aku menggapai ponselku dan segera menghubungi Leeteuk hyung. Oh Tuhan, semoga saja dia sudah dekat karena aku benar-benar lelah dan lapar sekarang.
"Yoboseyo.. Kau sudah sampai dimana, hyung?"
"Aku masih di dorm, Kyu. Memang yang tadi kau serius ya?"
Nada suaranya terdengar polos seperti tak punya dosa apa-apa. Rasanya aku ingin membanting ponselku saking kesalnya. Bagaimana bisa aku yang sudah super memohon seperti tadi diabaikan begitu saja olehnya?
"Aku bersumpah kalau aku tidak bohong, hyung." Oh, bahkan aku sudah tak punya energi lebih untuk sekedar membentaknya.
"Kau jahat sekali sih hyuuung~ hiks.."
"Ommo, mianhae kyu-ah. Baiklah aku akan berangkat sekarang kalau begitu. Kau tunggulah disana. Tapi awas saja kalau kau berani membohongiku, kau akan ku-"
"JANGAN BANYAK BICARA DAN CEPATLAH KESINI SEBELUM AKU MATI KELAPARAN!"
Bip.
Dadaku kembang kempis menahan marah, kepalaku berasap, dan mataku berair. Harus berapa lama lagi aku menunggu? Apa aku harus naik bis lagi saja untuk kembali ke Seoul? Aish, membayangkannya saja sudah membuat bulu kudukku merinding hebat. Semua ini salah Yesung hyung kalau sampai aku jadi phobia bis kota setelah insiden ini.
Suasana hening sejenak. Namja di sebelahku sedang tertidur sambil menyandarkan kepalanya di bahuku. Ini sama sekali tidak ringan mengingat ukuran kepalanya yang di atas rata-rata. Tapi aku tidak tega membangunkannya karena ia pasti jauh lebih lelah dariku. Salahkan saja orang-orang anarkis tadi yang selalu berteriak "ENCORE!" selama lebih dari enam kali.
Aku menatap jalanan dengan pandangan kosong. Namun, bagaikan melihat seorang pangeran berkuda putih yang siap menyelamatkan sang putri dari ancaman nenek sihir, aku tersenyum bahagia saat ekor mataku melihat sebuah mobil audi hitam dengan plat nomor yang sangat familiar melaju dari kejauhan. MOBIL NOONAKU! Ommo, kebetulan sekali! Terima kasih Tuhan, kali ini aku kembali diselamatkan!
Dengan sekali gerakan, aku bangun dengan semangat sampai lupa kalau ada sebuah kepala yang sedang bersandar nyaman di bahuku tadi. Aku menoleh singkat dan melihat Yesung hyung sedang mengusap kepalanya. Mungkin terantuk- Batinku. Tanpa mengambil pusing lebih lanjut, aku segera menuju ke pinggir jalan dan melambaikan tanganku dengan semangat. Sesekali aku melompat-lompat kecil agar noona mengenaliku. Alih-alih melambat, laju mobil itu justru makin kencang dan sepertinya siap meninggalkanku begitu saja. Dengan modal nekat, aku melangkah ke jalanan dan menghalangi mobil yang sedang melaju dengan kecepatan cahaya itu sambil memejamkan mataku.
"Berhentiiiiiiiiii!"
CKIIIIIIIIIIIIT...
Aku membuka mataku perlahan. Ah, beruntungnya aku masih hidup! Padahal tadi nyaris saja aku mati ditabrak noonaku sendiri. Kalian tahu? bahkan plat mobilnya saja sudah berhasil menyentuh lututku yang bergetar ketakutan. Dengan segera, aku mengetuk jendela mobil sialan ini dan noonaku menurunkan kacanya pelan-pelan.
"KYAAAAA.. PERAMPOOOK! MENJAUHLAH DARIKU! HUSH.. HUSH.."
"Noona! Ini aku, Kyuhyun-mu!" Aku melepaskan maskerku dan dia berhenti berteriak. Setelah itu aku kembali memakai maskerku dan memberi isyarat agar Yesung hyung mendekat untuk segera naik ke mobil. Fiuh, perjalanan menuju keselamatan dimulai dari sekarang..
.
Didalam mobil. Aku menghembuskan napas lega. Sebelumnya aku sudah menelepon Leeteuk hyung agar tak usah menjemputku. Dia yang sudah terlanjur dalam perjalanan sempat mengumpat sedikit karena mengira aku membohonginya. Terserah orang itu! Aku benar-benar sudah tak peduli. Yang ada dipikiranku sekarang adalah kembali ke dorm, makan jajangmyeon sebanyak-banyaknya, dan tidur seharian.
"Kalian sedang apa di Gwangju? Kenapa cuma berdua dan tak bawa mobil?"
Ahra noona memberondong kami dengan pertanyaan setelah pulih dari masa shock nya. Noonaku itu memang terlalu paranoid –atau kelewat bodoh mungkin, mana ada perampok di siang bolong dan ramai pengunjung seperti tadi?
"Kami sedang berpetualang, Ahra-ssi.. Hehe.."
Tak kuhiraukan jawaban idiot yang meluncur keluar dari mulut Yesung hyung yang sedang duduk di belakang sendirian. Kalau ingat tujuan awal kami yang memang tidak jelas itu membuat kepalaku terasa mau meledak. Bagaimana bisa aku –dengan begitu bodohnya- menerima tawaran gila dari seseorang yang terlalu banyak bergaul dengan kura-kura? Tapi sudahlah, menyesal pun sudah tak ada gunanya, Kyu..
"Kau sendiri sedang apa di Gwangju, noona?" Aku mencoba mengalihkan pembicaraan sebelum kepalaku benar-benar meledak karena topik tak penting itu.
"Aku? Melihat lokasi calon cabang butikku nanti. Kenapa memangnya?"
"Ommo, memangnya kau mau buka berapa cabang sih? Apa kau tidak takut warga Korea akan bosan karena di setiap meter mereka berjalan selalu ada butikmu?"
Kepalaku terasa pening karena dijitak Ahra noona. Ya, efek jitakan wanita memang lebih dahsyat. Kini bisa kulihat dari kaca depan wajah siluman kura-kura yang sedang tersenyum senang melihatku menderita. Cih, menyebalkan!
"Aku baru buka empat cabang dan jaraknya pun jauh-jauh, bocah! Lagipula itu kan bukan urusanmu, tak usah berkomentar yang tidak-tidak!" Kata Nona Cho di sampingku ini ketus.
"Tentu saja itu urusanku! Kau menghamburkan uang Appaku, bagaimana bisa aku diam saja melihat itu semua?"
Sekali lagi kepalaku jadi pendaratan mulus tangannya yang keras seperti batu. Setelah itu hening, tak ada lagi yang terdengar selain kikikan kecil yang berasal dari arah belakang. Ah, sepertinya aku memang harus menutup mulutku kalau mau sampai di dorm dengan selamat.
"Kyu, berhentilah membuat noonamu kesal.." Yesung hyung memberi petuah singkat yang justru membuat suasana jadi semakin keruh. Kenapa dia bersikap seolah dia itu kakak iparku? Cih, membayangkannya saja aku tak sudi. Aku tak mau punya keponakan kura-kura!
"Hyung, berhentilah cari muka di depan noonaku.."
"Cari muka untuk apa? Muka ku sudah menempel disini sejak dulu! Untuk apa dicari-cari lagi.." Jarinya yang kecil menunjuk-nunjuk wajahnya sendiri –yang tak kalah kecil- dengan ekspresi kesal. Aku menyeringai kearahnya.
" Oh, itu muka? Habis ukurannya itu terlalu mungil sih untuk bisa dilihat dengan mata telanjang."
"Maksudmu kita harus menggunakan teleskop dulu baru bisa melihat wajahnya dengan jelas, Kyu?"
"HUAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA~~~"
Tawa iblis milikku dan Ahra noona berbaur jadi satu dan menggelegar ke seluruh isi mobil. Yesung hyung yang semakin terkucilkan hanya bisa mendengus sebal.
"Aigoo, tempat ini benar-benar mengerikan!" Desisnya.
.
.
Drrrt.. Drrrttt..
Aku terbangun dari tidurku. Perjalanan ternyata masih lumayan jauh walaupun rasanya aku sudah tertidur cukup lama. Kurogoh sakuku untuk mengangkat ponselku yang bergetar hebat. Namun, saat melihat nama Siwon hyung yang tertera disana, nyawaku yang tadinya masih berterbangan mendadak terkumpul kembali dalam sesaat.
"Yo-yo-yoboseyo.."
"Kyu-ah, Kibummie mana? Dia keluar dari gate yang biasanya kan?"
Aku menelan ludah ketakutan dan lidahku kelu. Oh! Bagaimana bisa aku melupakan masalah Siwon hyung? Aku melirik jam tanganku dan kembali terkejut setelahnya. Ini hampir meleset dua jam dari rencanaku sebelumnya. Ish! Aku akan benar-benar mati dicincang kalau begini ceritanya.
"Hmm.. Anu hyung.. Kibum hyung.. ehm.. bagaimana aku menjelaskannya ya?"
Hening sesaat. Aku bingung dan sangat gugup sekarang. Ommona, naega eottokhae?
"Sudah hampir tiga jam aku menunggu disini, Kyu. Jangan bilang kalau kau hanya.."
"Mianhae, hyung..Tadinya rencanaku hanya satu jam, sungguh! Tapi aku terkena musibah jadi.."
"Kau membohongiku, Kyu?" Nada suaranya berubah menjadi sangat dingin. Dengan bodohnya aku malah mengangguk pelan tanpa sadar. Aish, mau mengangguk sampai kepalaku putus pun dia tak akan tahu kalau aku tak buka suara. Cho Kyuhyun idiot!
"Mianhae.." Yak, hanya kata itulah yang bisa kuucapkan sekarang. Setelahnya, suasana menjadi hening kembali. Saat baru saja aku hendak memutuskan telepon darinya, tiba-tiba dia terdengar menarik napas dalam-dalam sebelum menyemburku dengan penuh emosi.
"GOD DAMN! SEMOGA TUHAN MENGAMPUNIMU, BOCAH SETAN!"
Bip.
Dia memutuskan teleponnya dengan kasar. Bagus, Kyuhyun-ah~ Daftar orang yang berhasrat ingin membunuhmu kini bertambah satu. Yang jadi masalah sekarang adalah, umpatannya barusan terus berdengung di telingaku seperti kaset rusak dan membuat seluruh bulu romaku kompak berdiri.
"GOD DAMN! SEMOGA TUHAN MENGAMPUNIMU, BOCAH SETAN!"
"GOD DAMN! SEMOGA TUHAN MENGAMPUNIMU, BOCAH SETAN!"
"GOD DAMN! SEMOGA TUHAN MENGAMPUNIMU, BOCAH SETAN!"
ARRRRRGH! AKU BISA GILA!
"NOONA! PUTAR BALIK NOONA! AKU TAK MAU KE DORM! AKU MAU MENGINAP DI APARTEMENMU SAJA..!"
Aku berteriak kesetanan dan membuat noonaku tak bisa konsentrasi dengan kemudinya. Yesung hyung yang daritadi tertidur pulas juga ikut kaget dan bangun sambil mengucek matanya. Ahra noona membawa mobil ke tepi jalan sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada kami bertiga.
"Anak bodoh! Kau mau kita mati tertabrak truk, HAH?" Aku menggeleng singkat lalu kembali bersikeras untuk menginap di apartemennya. Aku bahkan mulai merengek sekarang. Tapi nenek sihir cantik itu tetap saja menolak. Huwee bagaimana ini? Sungguh, aku belum mau mati diinjak kuda!
"Kalau aku menyimpanmu di apartemenku, bagaimana nasib Yesung nanti?"
Merasa disebut namanya, namja yang baru bangun itu pun menganggukkan kepalanya.
"Kau bisa mengantarnya ke dorm setelah menurunkanku di apartemenmu.."
Aku merengek dan memasang wajah se-memelas mungkin. Percuma sekamar dengan si raja Aegyo selama bertahun-tahun kalau ilmunya tak bisa terserap sedikitpun olehku.
"KAU PIKIR AKU SUPIRMU? SEENAKNYA SAJA MENYURUH ORANG BOLAK-BALIK SEPERTI ITU!"
GAGAL! Aegyo mentah dariku tak akan bisa berpengaruh sedikitpun. Malah bentakan dahsyatnya barusan-lah yang berhasil membuatku bungkam dan pasrah saja kemanapun dia membawaku pergi.
.
.
Sesampainya di dorm, Ahra noona langsung pergi tanpa sempat mampir dulu ke dalam karena katanya ia sedang sangat sibuk hari ini. Aku melenggangkan kakiku masuk dengan kadar semangat 0%. Baru saja memasuki wilayah ruang tamu, aku mulai merasakan hawa tak enak menguar di sekeliling tubuhku. Mataku menjelajah ruangan ini dan menangkap beberapa sosok yang memasang wajah yang –bagiku- sama menakutkannya. Donghae, Wookie, Leeteuk, Siwon, Eunhyuk, dan Oh, bahkan ada Sungmin hyung juga disini. Saat bertemu pandang dengan Siwon hyung, rasa bersalah mulai menggerayangiku hingga membuatku tertunduk takut melihatnya. Tapi, saat menatap Eunhyuk hyung yang sedang ikutan memelototiku, mataku langsung berkilat marah dan membuatnya meringsut ke belakang tubuh ikan hyung. Yaa! Hyukjae-ah. Kau masih punya urusan pribadi denganku nanti! Sekarang saatnya aku mengisi kembali tenagaku sampai penuh agar bisa menyelesaikan semuanya denganmu!
Tanpa menghiraukan mereka lebih lanjut, aku bergegas menuju dapur. Tapi baru beberapa langkah, jantungku serasa berhenti saat suara Sungmin hyung memanggilku dengan cara yang tak biasa.
"Kyuhyun-ah, duduk disini dulu sebentar. Ada yang perlu kami bicarakan.."
Aku menggeleng lemah dan meminta agar bicaranya ditunda dulu sampai aku selesai makan dan tidur. Tapi mereka kompak menggelengkan kepalanya, bahkan Sungmin hyung meraih tubuhku dan menggiringku agar mau duduk tenang di sofa. Baiklah, jangan salahkan aku kalau sampai nanti maknae kalian pingsan disini. Aku menatap iri kearah Yesung hyung yang sedang berjalan lurus ke kamarnya untuk menemui sang kasur tercinta. Hiks, bahagianya jadi kau, hyung!
Semua mata kembali menatapku tajam.
''Kyuhyun-ah, aku sudah mendengar cerita dari semua korbanmu hari ini.." Aku berjengit kaget, korban katanya? Dia pikir aku pembunuh? Pemilihan katanya itu benar-benar berlebihan. Tapi aku memutuskan untuk tetap diam, menunggu dengan sabar sampai giliranku untuk bicara tiba.
"Menurutku kau sangat keterlaluan, Kyu.. Siwonie bahkan harus menunggu berjam-jam di bandara." Ucapan namja manis di depanku barusan serempak diamini oleh anggukan kepala dari hyung-hyungku yang lain. Dan hal ini membuatku sedikit gerah untuk sekedar membela diri.
"YAA! Menunggu selama tiga jam di bandara yang nyaman seperti itu tidak ada apa-apanya dibanding dengan apa yang kualami dengan Yesung hyung hari ini! Kami terjebak dalam bis yang panas dengan berpuluh-puluh fans anarkis yang hampir membuat kami gila. Kalian lihat ini.. ini.." Aku menunjukkan beberapa bekas cakaran tadi ke hadapan mereka yang terperangah sesaat mendengar semburanku.
"Tapi kalian tidak mau mengerti dan tetap saja menyidangku tanpa peduli badanku yang sudah seperti mau lepas semua sekarang. Sudahlah, langsung saja pada intinya, kalian mau apa? Saat ini aku benar-benar lapar dan butuh istirahat.." Kini mataku sempurna berair. Mereka masih diam dan sepertinya tersentuh dengan ceritaku barusan. Tak lama kemudian, Ryeowook hyung mulai bangkit dari bangkunya dan beranjak ke dapur. Ia bilang mau membuatkanku ramyeon dua porsi sekaligus dan itu membuatku bersorak bahagia dalam hati. Menyusul kemudian Sungmin hyung yang menggengam tanganku hati-hati serta menggiring tubuh lemasku ke kamar kami.
"Sidangnya bisa kita lanjutkan nanti kan? Aku tak tega melihatnya seperti ini. Biarkan dia tidur sebentar ya? Agar luka-luka ditangannya bisa sekalian kuobati nanti.."
"Ne, Sungmin-ah.. Pastikan ia beristirahat dengan baik ya.." Semua kepala memasang wajah bersalahnya saat melihatku berjalan gontai kearah kamar. Ommo, aku senang sekali sekarang. Cukup dengan melebih-lebihkan situasi maka semua akan berjalan kembali dengan normal, bahkan mereka jadi lebih perhatian terhadapku. See? Aku membalikkan keadaan segenting tadi semudah membalikkan telapak tangan Wookie hyung yang kurus. Huahaha~ aku memang maknae on top nomer satu se-Korea raya.
TBC
Cuplikan chapter depan:
"Kyu, ada baiknya kalau kau minta maaf sama hyung-hyungmu yang sudah kau bohongi.." Sungmin hyung berujar lembut sambil mengoleskan bekas cakaran ditanganku dengan kapas bermandikan obat merah.
"Aku sudah minta maaf, hyung.."
"Tapi kau tidak tulus, kyu.."
"Aku sudah sangat tulus, hyung!"
"AISH! MINTA MAAF SAJA SULIT SEKALI SIH!"
"HAIYAAAH, APPO HYUUUNG! JANGAN DITEKAN SEPERTI ITUUU~!"
.
Annyeoong, Gimana kelanjutannya menurut kalian? Kepanjangankah? Garingkah? Huweeee asli author lagi galau abis gara-gara tugas yang menggunung. Dari kegalauan itu akhirnya lahirlah the most gaje chapter ini. Ohiya, untuk para KMS yang udah review kemarin, miaaaan banget ya KyuMin momentnya di-delay jadi chapter depan. Soalnya aku gatau kalo kelanjutan dari kisah Kyuhyun di dalem bis bakalan sepanjang ini. Sekali lagi, mian yaak d^^b
Lastly, mind to review?
Jujur, giraaaang banget rasanya kalo lagi bacain review tuh. Bisa sampe senyum-senyum sendiri malah *halah
Oke, once again,
Di review yaaaaa :)))))
~thanKYU~
BIG BIG BIG thanks to:
farchanie01|Osoichan-says|kyuties|cottoncandyme|Choi Sung Mi|lilinkecil|Cloud'yeppa|Blackyuline|cloud3024|Dinda|Evilkyu Vee|Anak kyuwook|KyuMinChagiii|Lee EunGun|Just Fullmoon|JiYoo861015|PumpkinKyu|giThaCloudie|fishyfishylove|NadKyuMin|Gyurievil|Kyuminjoong|Schagarin|Nagi–AoFujisaki-SPAzell|
