Please Come Back to Me
By vAither
Disclaimer : Eyeshield 21 by Riichiro Inagaki and Yuusuke Murata
Rated : T(Salah satu Chapter akan berisi Rate M)
Genre : Hurt/Comfort, Family
WARNING : AU, OOC, Typo, MissTypo, and all of my mistakes...
V's Note: Minna Sumimasen... Kalo boleh jujur fic ini tadinya untuk kupunlish di salah satu website Bbfic ycwb (fyi) tapi aku lagi mau meramaikan Es21fic sumimasen... sankyuu buat guest yang memberitahukannya... Maafkan aku... maafkan diriku yang bodoh ini...
Chapter 3: Let Me Go
▓Please Comeback to Me▓
Sudah berbulan-bulan berlalu semenjak hari tersebut. Namun, aku tetap tidak bisa menerima semua kejadian yang menimpa diriku. Aku hanya berharap bisa menjadi seorang ibu. Dan aku bersyukur telah diberi kesempatan yang sangat berharga itu, tapi apa? Aku telah menyia-nyiakannya. Semua usaha dan pengorbanan terbuang sia-sia.
FLASHBACK
Aku tidak bisa menggerakkan tubuh bagian bawahku, aku merasakan rasa nyeri yang amat sangat di bagian itu. Perlahan kubuka kelopak mataku dan mataku disambut oleh pemandangan yang sangat asing bagiku. Aku melirik ke arah tangan kiriku lalu aku melihat sebuah selang tertancap di tanganku dan akhirnya akupun tahu dimana diriku berada. Rumah Sakit. Aku melirik kebawah lalu mengelus perutku, aku tidak dapat merasakan apapun, rasanya seperti mati rasa.
Di balik kaca pintu kamar ini aku melihat suamiku berbicara dengan Dokter, aku tak dapat melihat bagaimana ekspresi wajahnya karena ia membelakangiku. Dokter itupun menepuk bahunya lalu pergi. Mengapa saat ini aku merasakan sesuatu yang buruk terjadi?
"Mamori-san, kau sudah sadar?"
Aku menolehkan wajahku ke sumber suara dan menemukan Yamato-kun terduduk di sebelah ranjangku. Ia memberikan senyumnya. Aku tidak membalas senyumnya dan malah hanya menatap dirinya dengan tatapan kosong.
Tak selang berapa lama, Youichi memasuki kamar rawatku. Penampilannya benar-benar berantakan. Ia juga terlihat lelah. Aku mengalihkan pandanganku darinya, Aku benar-benar tidak tahu bagaimana harus menghadapi dirinya setelah apa yang telah ia perbuat sebelumnya.
"Kau tidak apa-apa? Perlu kupanggil Dokter?" tanya suamiku sembari berjalan menghampiriku. Dia menatapku dengan pandangan yang sukar kuartikan, aku mengalihkan mataku ke arah Yamato yang memandangku prihatin.
"A-ada apa ini... Apa yang terjadi sebenarnya?" ucapku lirih.
Yamato-ku berdiri dari tempat duduknya, "Biar kupanggilkan Dokter," ucapnya lalu berlalu.
"Youichi... Bayiku... Bayi kita bagaimana? Dia baik-baik saja 'kan?" Aku bertanya padanya dan ia membuang mukanya. Sudah tidak ada gunanya aku mempermasalahkan kejadian yang ia lakukan dua hari yang lalu. Kesal karena sikapnya itu, akupun berdiri lalu menarik tangannya. Menatap langsung ke arah mata hijaunya.
Aku terkejut seketika itu juga, ini pertama kalinya aku melihat Youichi seperti ini. Ini benar-benar pertama kalinya aku melihatnya seperti ini... Seorang Hiruma Youichi menangis dalam diam. Hal yang dilakukannya ini membuat pikiran buruk di otakku mulai menguat.
Melihatnya seperti ini membuatku takut. "Yo-Youichi... Bagaimana bayiku? Youichi! Bagaimana dengan bayiku?!" Aku merasa jantungku diremas erat, membuatnya berdegup kencang hingga aku tidak dapat bernapas dengan benar.
"Mamori..." suaranya terdengar lirih.
Kugelengkan kepalaku kuat-kuat... Tidak, jangan beritahu aku. Aku mengencangkan genggamanku pada tangannya. Dia menduduki pinggir ranjangku lalu memeluk pinggangku. Kupukul-pukul dada serta pundaknya dengan keras, tapi dia tidak bergeming. Dia menerima semua perlakuanku itu.
"Kumohon beritahu aku, Youichi... mana bayiku! Ku mau bayiku!" Aku berteriak sekencang-kencangnya lalu airmataku mengalir dengan sendirinya. Aku menenggelamkan kepalaku di pundaknya iapun memelukku lebih erat lagi.
"Maafkan aku..." suaranya masih lirih namun terdengar tulus.
Aku merasakan hidupku berhenti saat itu juga. Aku berhenti gemetaran, dan tidak bergerak. Yang kulakukan hanyalah menangis dan menangis. Aku tidak suka skenario semacam ini. Bahkan tanpa Youichi beritahu, aku sudah tahu. Bayiku... Alasanku untuk hidup...
Malam itu aku menemukan diriku tertidur di atas lengan kekar suamiku.
Chapter 3: Let Me Go
▓Please Comeback to Me▓
Untuk satu minggu aku mengurung diriku di kamar kosong di rumah kami. Hanya terdiam dan menangis semalaman.
"Mamori-chan... sayangku... Ayo keluarlah... Kau bisa mati kalau terus-terusan begini..." itu suara ibuku. Sudah satu minggu ibuku nampaknya selalu ada disini memaksaku untuk makan. Tak jarang kudengar isakannya di depan pintu. Aku juga mendengar Ibuku memaksa Youichi untuk makan.
BRAKH!
Suara hantaman terdengar membuatku sedikit takut. "Youichi-kun... jangan lakukan itu!" suara cegahan ibuku terdengar.
BRAKH!
"Youichi-kun Hentikan!" Ibuku kembali mencegah.
BRAKH!
BRAKH!
BRAKH!
Dan saat suara hantaman yang kelima pintu kamar sudah berhasil didobrak. Aku melirik ke arah suamiku dan ibuku di depan pintu. "Aku mohon bantuanmu..." ucap suamiku sembari membungkuk ke arah ibuku dan pergi.
"Mamori!" Ibuku berlari menghampiriku lalu mendekapku erat. "Mamori-chan... mengapa kau melakukan hal ini? Yang meninggal itu adalah jabang bayimu bukan dirimu! Kumohon tabahkanlah dirimu... Kumohon. Youichi juga telah melakukan yang ia bisa. Aku terluka melihatmu seperti ini. Youichi terlihat berlipat kali lebih terluka daripada dirimu... Dia juga kehilangan anaknya. Dan sekarang dirimu? Kumohon Mamori..." pinta Ibuku sambil mengelus-elus rambutku.
Aku menatapnya dengan pandangan kosong. Tanpa ekspresi. Lalu kurasakan ibu jarinya mengusap mataku. Aku tidak menyadari airmata mengalir dari mataku. Lalu aku lihat ayahku mendatangiku dan ikut memelukku. Tapi aku tidak peduli.
Chapter 3: Let Me Go
▓Please Comeback to Me▓
Semenjak saat itu, Youichi selalu menghampiriku dan menyuapiku. "Kau harus makan," itulah yang ia selalu katakan. Dan setiap ia berbicara seperti itu entah mengapa aku melihat ibuku mengingat kata-katanya sebelumnya. Jadi akupun menurutinya dan makan. Tapi aku masih belum bisa menatapnya. Hatiku belum siap.
Dan saat itu juga banyak orang yang mengungi aku, teman-teman dari Sakyoudai maupun Devilbats, bawahan Hiruma di perusahaan juga mengunjungiku.
Walaupun aku masih belum menerima kepergian bayiku namun berkat mereka aku dapat tersenyum...
Chapter 3: Let Me Go
▓Please Comeback to Me▓
Suatu siang kala aku sedang tertidur, aku merasakan seseorang mengelus-elus rambutku. Hal itu sedikit mengusikku jadi akupun terbangun. Namun belum sempat aku melihat wajahnya, orang ini terlebih dahulu memelukku lalu dapat kurasakan pundakku basah.
Lalu ia melepaskan pelukannya perlahan. Dan aku sangat mengenal orang ini. "Mamori-san. Berhentilah bersikap seperti ini... Kau bukan Mamori yang kukenal sebelumnya... Mamori yang selalu tersenyum, baik, dan ramah." Ucapnya.
"Yamato-kun bawa aku pergi!"
"Eh?"
Kami terdiam beberapa saat sebelum seseorang mendatangi kamarku. Hiruma Youichi. Aku menyembunyikan wajahku ke dada bidang Yamato. Aku sudah tak mau melihatnya lagi.
Youichi menghela napasnya berat. Lalu kurasakan Yamato melepaskan pelukanku dan menoleh ke arah Youichi. "Hiruma-san! Aku benar-benar sudah muak! Aku tidak dapat melihat Mamori-san seperti itu. Iya, dia masih hidup masih bernapas. Tapi ia tanpa ekspresi dan diam begitu saja, Dia tak ada bedanya dengan mayat!" ucap Yamato.
"Perasaan yang kau rasakan sama sekali tidak berarti dengan hal yang kurasakan, Rambut liar. Aku suaminya... Tapi untuk menatapku saja ia segan. Dia juga tidak mau berbicara denganku. Mungkin seharusnya akulah yang mati dan bukanlah bayi kami. Seharusnya akulah yang mati..."
Aku rasa pasukan oksigen menipis dari paru-paruku... Aku tercekat. Aku tahu aku tidak tahan dengan semua ini. Aku tahu apa yang akan kulakukan inilah yang terbaik.
Saat Yamato baru ingin berdiri, aku bangun dan memeluknya dari belakang, kudekap lehernya erat. Aku dapat merasakan Yamato bergidik kaget. Yamato melirikku sebentar lalu memegang tanganku yang melingkarinya. Aku perlahan menoleh ke arah Youichi. Ia menunduk menyembunyikan ekspresinya.
Yamato berbalik menghadapku dan memberikanku pelukan erat, dia mengelus-elus punggungku pelan. "Mamori-san semuanya baik-baik saja."
Aku kembali menoleh ke arah Youichi, dan aku menemukannya berjalan keluar kamar. "Bawa aku pergi, Yamato-kun! Bawa aku pergi jauh!" paksaku.
Chapter 3: Let Me Go
▓Please Comeback to Me▓
Setelah hari itu, Yamato mengurusi masalah passport dan visa. Dia berkata ia akan mengurus semuanya. Dia bahkan berbicara dengan Youichi mengenai hal ini.
Beberapa saat ini aku tidak menemukan Youichi di kamar kami, bahkan saat aku mulai mengemasi baju-bajuku ia tidak ada di kamar. Dan yang kupikirkan adalah ia yang bersama dengan Avaron-san berjalan-jalan, berkencan. Tapi akhirnya aku bisa menemukannya, tertidur di ruang kerjanya di rumah kami.
Akhir-akhir ini Marco-san selalu berkata kepadaku bahwa Youichi menjadi seorang workaholic, dia sampai kewalahan dengan perubahan Youichi. "Lepaskan aku, Youichi. Biarkan aku pergi," ucapku sembari mengelus poninya—ini adalah pertama kalinya aku memegangnya dan berbicara kepadanya sejak satu bulan yang lalu—
"Tidak aku tidak akan membiarkanmu pergi," tiba-tiba aku merasakan lengan Hiruma melingkari badanku.
"Tidak bisa Youichi! Aku begitu menderita bersamamu!" Aku benar-benar mencintaimu Youichi. Maafkan aku...
"Maaf..." Hiruma Youichi yang tidak pernah meminta maaf. Sejak satu bulan yang lalu beribu-ribu kali ucapan maaf yang ia ucapkan padaku. Dia memegang pundakku dan meremasnya pelan.
"Kita butuh jarak, Youichi. Kita butuh waktu. Kita tidak bisa terus seperti ini," aku memeluknya erat, Tuhan aku juga tidak ingin meninggalkannya...
Tapi aku harus melakukannya.
Chapter 3: Let Me Go
▓Please Comeback to Me▓
BANDARA: HARI KEBERANGKATAN.
Youichi mengantarkanku sampai bandara. Ia juga membantu mengangkat koperku. Youichi menatapku dengan pandangan seolah tidak ingin aku pergi. "Youichi aku harus pergi," nyataku mantap.
"Kau bisa kembali kapan saja..." ucapnya sebelum menarikku ke dalam sebuah pelukan erat. "Maafkan aku tapi aku tidak akan kembali," kataku tanpa membalas pelukan eratnya. Ia mengecup keningku kemudian melepaskan pelukanku dan aku mulai berjalan menjauhinya.
End of Flashback
"Boo!"
"Kyaa! Yamato-kun kau mengaggetkanku..." desahku sambil mengelus-elus dadaku. Dia hanya memegangi perutnya dan tertawa bagai orang gila.
"Kau haru melihat wajahmu yang aneh ini, Mamori-san..." ucap Yamato sambil memperlihatkan foto yang menampilkan wajahku dengan ekspresi yang aneh.
"Yamato-kun! Kau jahil sekali!"Aku menunjuknya dengan jari telunjukku lalu berdiri.
"Uhh-Ohh aku di dalam bahaya..." Dia terkikik sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan tersenyum nervous.
"Kemarikan foto itu!" Jeritku lalu lari mengejar Yamato yang sudah mengambil langkah seribu alias kabur. "KYAA!" Tapi entah mengapa keseimbangan yang kupunya menghilang. Aku sudah mempersiapkan diri untuk mencium lantai...
BRAKH!
"Ergh... sakit!" itu bukan suaraku. "Ternyata kau berat juga yah, Mamori-san," akupun membuka mataku dan saat ini aku tengah berada di atas dada bidang Yamato.
DEG DEG DEG
Wajah kami hanya berjarak 5 cm membuatku sedikit gugup. "Mamori-san..." hembusan nafas Yamato menerpa wajahku, ia menangkup wajahku dan mulai mempersempit jarak diantara kami. Kututup mataku—
DRRRT!
"Eh!"
Suara deringan handphoneku. Akupun bangun dari atas tubuh Yamato. "Moshi-moshi..."
Setelah beberapa menit acara meneleponku aku menatap Yamato. "Ayo kita kembali ke Jepang!" ucapku yang dibalas oleh pandangan herannya. "Kita baru satu bulan di Paris..." ucapnya tanpa melihat ke arahku.
"Ayo kita kembali ke jepang!" ucapku serius penuh penekanan. "Kau serius?" Aku mengangguk. "Baik akan kupesan tiket penerbangan untuk minggu depan."
Chapter 3: Let Me Go
▓Please Comeback to Me▓
To Be Continued
V's Note: Kemarin saya tak bisa begadang~~~ Jadinya saya apdetnya jam segini Gomen Minna~~ Chapter ini belum saya edit jadi udah dari sononya begini nih chapter semoga kalian tetep suka yah dan maaf kalo banyak Typonya... Ada yang bisa tebak kenapa Mamori mau balik? Ayo ada gak?
Pojok balasan Review:
Indyoshi Kisame: Wah gawat! Kamu bisa mati kalo gak napas chapter ini harus buang napasnya OKK
Animea Lover Ya-ha: Ya-ha! Ini kilat gak? Ah Gomen Mamorinya harus keguguran... Ok tetep baca terus yah...
Guest: Makasih hehe Sipp tebakan anda benar 2 ju— *geplak* chapter 3 sudah datang nih jangan lupa reviewnya...
Viichan: Udah keguguran nih gimana? Perlu disiksa apalagi tuh si setan.
nn: Love ya too! Beneran gak yah? Setan mah gak ada yang baik lagian hehe
Ineedtohateyou: Hmm gimana yah? Liat aja yah di chap chap yang akan datang~
OK 5 REVIEW untuk APDET KILAT YA-HA!
