^^NARUTO : HANTU ? chap 3(last chap)^^
Cast : Naruto and friends.
Disclaimer : Masashi K
Genre : Horror.
*Warning : abal, gaje, OOC, bikin mata merinding(?), dll*
ini fict sekuel dari 'NARUTO : DAILY LIFE IN KONOHA SCHOOL' yang ber-genre Humor & Romance#Promosi XD,
"Sudah biarkan saja, sekarang kamu yang cepat," jawab Hinata nyengir.
"Hhm... Aku usahakan," Ino memandang jahil.
Luar Toilet
"Hinata, Ino, Cepat ,"teriak Gaara mewakili Sai dan Kabuto yang sudah bosan menunggu.
"Sebentar lagi," jawab Hinata dibalik pintu.
Koridor
"Kau yakin," tanya Neji menyakinkan.
"Ya," jawab perempuan itu misterius.
"Apa kau baik-baik saja, kulihat kakimu berdarah. Apa ada yang bisa aku bantu untukmu," tanya Shikamaru terbata.
"tidak," balasan perempuan tadi pelan.
"kami bukan orang jahat kok, kami malah mau bantu," lanjut Tenten.
"..." kembali tak ada tanggapan dari empunya.
"Lihat ! Darahmu makin mengalir banyak," ketus Kiba agak keras.
"..." tak sepatah pun keluar dari mulut perempuan ini.
"Apa kau baik-baik, saj... Aaaaaaaaaahhh," teriak Tenten ketika melirik wajah hancur perempuan ini.
"SUDAH KUKATAKAN ! AKU TAK BUTUH BANTUAN KALIAN !," teriak perempuan ini.
kelas 7b
"Semua diam ditempat, jangan ada yang berpisah," komando Shino memberitahu.
"Temari bersamaku," ucap Sakura menarik Temari.
"Chouji dibelakang," teriak Kankuro.
"Waahh," Choji ketakutan.
"Maksudku aku yang dibelakangmu," jelas Kankuro.
"Dimana Karin" tanya Rock lee tersadar.
"Karin, Karin... Sial ini terlalu gelap," Shino gelisah.
"Mungkin dia pingsan, hati-hati dengan langkah kalian," lanjut Shino.
Toilet
"Ino~ cepat," bisik Hinata takut dibalik pintu.
"Tunggu Hin, gelap nih. Tak terlihat apapun," jawab Ino keras.
'hehehe~ hehehe, sksk.' terdengar isakan tangis didalam kamar mandi.
Hinata bergidik ngeri mendengarnya, dicarinya asal suara tersebut.
"Kau... Ba... Ik-baik saja," tanya Hinata terbata ketika mendekati perempuan yang dari tadi asyik mencuci muka.
"Tidak," jawab perempuan tadi datar.
"Kukira kau ada masalah," tanya Hinata tenang.
"Aku hanya terganggu saja," jawab perempuan tadi pelan.
'Creek,' pintu dalam wc dibuka, menampakan Ino.
"Maaf lama," cengir Ino.
"Tak apa, ehm... Maksudmu terganggu apa," lanjut Hinata bertanya pada perempuan tadi setelah memandang Ino.
"Dengan adanya acara ini !," jawab perempuan tadi lantang.
"Maksudmu," tanya Ino.
"..." tak ada balasan dari perempuan tadi.
"Jika itu privasi, maafkan kami. Ngomong-ngomong namamu siapa ? Aku Ino, dan ini Hinata," lanjut Ino memperkenalkan diri.
"..." tak ada jawaban kembali.
"Hey kau," ucap Ino terputus ketika perempuan tadi memegang tangannya dan Hinata tanpa sedikit pun melihat kearah Hinata dan Ino.
Kelas 7b
"Hah disini ada senter," ucap Sakura menyadarkan yang lain.
"Cepat nyalakan Sakura," komando Sasuke.
"Ooo...ok," ucap Sakura terputus ketika mengarahkan cahaya tepat kemuka Karin.
'Aaaaaaaaaaaaahhhhh' teriak Hinata, Ino, Tenten, Sakura bersamaan.
Koridor
"Hantuu," teriak Tenten kembali langsung lari kekelas, diikuti Naruto, Kiba, Shikamaru, dan Neji.
Toilet
"Ino, Hinata. Bukaa cepat !" teriak Sai, Kabuto, dan Gaara setelah mendengar teriakan Ino dan Hinata didalam kamar mandi.
"SAI ! Awas," perintah Gaara dan Kabuto yang sudah siap menggobrak kamar mandi.
'GUBRAK,' pintu kamar mandi pun sukses terbuka.
"Ino, Hinataaa," ucap Kabuto terputus melihat keadaan Ino dan Hinata yang tergeletak dan diduduki oleh seorang perempuan bersipuh darah.
"Hei, apa yang kau lakukan, heoh" amuk Sai.
Dengan gegas Sai mendorong perempuan yang tadi asyik menduduki Ino dan Hinata.
Dibawanya cepat Ino dan Hinata oleh Kabuto dan Gaara.
kelas 7b
"Whahahahaha," lengkingan tawa Karin yang tengah kesurupan.
"Karin," teriak Chouji dan Kankuro.
"PERGI KALIAN SEMUA !" amuk Karin menendang meja.
'Blaaak' Kankuro sukses terhantam meja yang Karin tendang.
"Chouji jangan mendekat," komando Shino.
"Kankuro ! Kau baik-baik saja," tanya Temari khawatir.
"Aku baik-baik saja," jawab Kankuro lemah.
"Meratap ke dinding," komando Shino kembali.
"Teman-teman, Aaahhh~" teriak Tenten ketika sampai dimulut kelas.
"Cepat masuk ! Jangan mendekati Karin," jelas Sasuke.
"A... Ada ap... Apa ini, kenapa begini," tanya Kiba makin bingung.
"Sudah jangan pikirkan," jawab Sakura memandang Kiba serius.
"PERGI KALIAAAAAAANNN !" teriak Karin dramatis.
'Bzbzbzttt' lampu kembali menyala hebat, menampakan wajah Karin yang tengah dikeremuni hawa hitam mencekam.
"Teman-teman, heoh," ucap Sai terputus memandang keanehan Karin.
"Cepat masuk," komando Naruto memberitahu.
"Mana yang lainnya Sai," tanya Sakura.
"Mereka ada dibawah, Ino dan Hinata pingsan," jelas Sai gemetar.
"Lihat," seru Temari membuyarkan semua.
Serentak semua memandang kearah Karin. Dilihatnya Karin yang tengah menari aneh diatas meja, dan menampakan ketajaman matanya.
"Lengser wengi srilako~" bunyi semua hp bersamaan.
"Aahhh, apa ini," Sakura mencoba meng-NonAktifkan hp-nya.
"Aku tidak punya lagu seperti ini, aku dangdut lovers(?)," ucap Naruto GaJe.
"Mwo, Hp-ku mati. Tapi kenapa masih bisa memutar musik," aneh Kiba.
"kucabut baterainya juga, masih tetap," tutur Rock Lee.
"Sai, Shikamaru, Sasuke saat kuhitung 3 cepat kalian pegangi dia," pinta Shino.
"Kau juga Neji," lanjut Shino.
"Setelah kami tangkap, Kiba, Lee, Chouji ! Angkat kresek itu kedalam lemari," terang Shino memberi arahan.
"Baik," semua menggangguk mendengar perintah Shino.
"1... 2... 3," aba-aba Shino dimulai.
Dengan sekali sentakan, Neji dan Sai memegang tangan Karin. Sama dengan itu, Shikamaru dan Sasuke memegangi kaki Karin.
"Mulai angkat," pinta Shino memegangi kepala Karin.
Dengan sigap Chouji mengangkat benda dikresek tadi.
"Ini berat," ketus Chouji sambil mengangkat.
"Kami bantu," pinta Lee dan Kiba bersama.
"Eehh~ tolong buka lemarinya," Chouji meminta.
"Baiklah," jawab Sakura gegas.
"Aaaaahh ! Hentikan !" teriak Karin membahana.
"Naruto, Lee tolong bantu kami," pinta Sai.
"Baik, tolong tahan ini," Rock Lee meminta pada Temari dan Sakura.
Temari dan Sakura pun segera menahan pintu lemari menemani Chouji dan Kiba.
"Dengan begini dia tak bisa gerak, tolong carikan tali Naruto," komando Shino sambil memberikan kata-kata aneh pada Karin.
"Baik," Naruto bergegas mencari tali.
"Tenten tolong bawakan air dan kursi yang ada dibelakangmu," lanjut Shino.
"Ehh... Tapi," jawab Tenten terbata.
"Aku tak apa-apa, cepat," ketus Kankuro yang tengah duduk lemas.
"Ok, baiklah," jawab Tenten cepat.
"Aku menemukan talinya," terang Naruto.
"Bagus, nanti saat kuhitung sampai tiga lagi. Kalian cepat ikatkan Karin dengan tali ini," pinta Shino serius.
"Naruto, kau tahan belakang kursi, dan untuk Lee, Tenten ! Kalian ikut membantu menahan lemarh bersama Sakura dan lainnya," lanjut Shino memberi komando.
Tenten, Sasuke, Naruto, Lee, Neji, Shikamaru, dan Sai mengangguk.
"Satu,"
"Dua,"
"Tiga,"
Tanpa menunggu lama Sai, Neji, Shikamaru, dan Sasuke mengikat Karin, berbeda dengan Shino dan Naruto yang harus menahan amukan Karin.
'Braak,'
'Bruk' suara lemari yang ditahan mengeluarkan suara dari dalam.
"Aaaahh" teriak Sakura.
"Bertahan Sakura," ketus Kiba meyakini Sakura.
"Aku bantu," ucap Kankuro berusaha bangun.
'BLAAK,' suara pintu kelas terbuka.
-FLASHBACK-
"Sai ini takkan benar, cepat kau pergi ke kelas. Biar aku dan Kabuto yang menjaga Ino dan Hinata," pinta Gaara.
"Baiklah, kalian tunggu disini." jawab Sai meninggalkan Gaara, Ino, Kabuto, dan Hinata.
"Hinata, Ino bangun" bisik Kabuto.
'tak... tak... tak' bunyi langkah kaki.
"Apa itu yang tadi diWc," tanya Gaara pelan.
"Mungkin, ayo kita masuk saja ke ruang guru," ajak Kabuto menggandeng Hinata yang tak sadarkan diri.
"Ayo cepat" jawab Gaara cepat.
Ruang Guru
"Buseeet ini ruang bersihnya luar biasa," ketus Kabuto shock.
"Sssttt jangan berisik," ucap Gaara memberitahu.
"Ok tenang saja, kita taruh mereka berdua disini," terang Gaara melanjutkan.
"Benar juga," balas Kabuto.
"Hei lihat ini, ada sesajen," ujar Gaara memberitahu.
"Ini masih baru sepertinya," Kabuto jawab sambil mencium aroma sesajennya.
"Tunggu ! Kalau dipikir-pikir... Ruang guru kosong, Wc sepi, sunyi, koridor gelap, sepertinya tak ada yang menginap disini. Apa acaranya dibatalkan ? Kenapa juga kalau dibatalkan, kita semua tak tahu ?" tanya Gaara serius.
"Ada benarnya juga, tapi untuk acara, aku tak tahu," jawab Kabuto datar.
'Hhmm...' ucap Ino tersadar.
'Dimana aku,' lanjut Ino membatin sambil celingak-celinguk.
"Hinata... Cepat bangun," bisik Ino membangunkan Hinata.
"Hhm... Ino, ada apa," tanya Hinata mulai sadar.
"Cepat bangun, sekarang kita harus pergi." bisik Ino menjawab pertayaan Hinata.
"Tunggu, tapi gimana kalau kita tadi bersama Gaara, Kabuto, Sai, dan mereka sengaja menyimpan dulu kita disini," ujar Hinata menjelaskan.
"Ada benarnya juga," Ino mengiyakan penjelasan Hinata.
"Teman-teman kalian ada disini," lanjut Ino menerawang sekitar.
"Hah, kalian sudah sadar," tanya Gaara menghampiri.
"Mana yang lainnya," tanya Hinata.
"Kabuto tadi disana, tapi Sai kembali ke kelas," jawab Gaara menjelaskan.
"Kalau begitu Ayo~ kami sudah sadar," ajak Ino.
"Tunggu saja disini, dari pada dapat hal yang aneh-aneh lagi," jawab Kabuto nongol.
"Plak"
"Plak"
"Plak"
"Ada orang yang akan masuk," ungkap Kabuto melihat bayangan yang mendekati pintu ruang guru.
"Ayo bersembunyi," komando Gaara.
Namun naas Gaara, Hinata, Ino, dan Kabuto terdahului.
'Clek,'
"Kalian ! Apa yang kalian lakukan," tanya Tsunade terkejut.
"Nyon... Eh, lady Tsunade !" ucap GaaIno KabNata.
"Kalian belum jawab pertayaanku," ketus Tsunade pundung.
"Bukanya sekarang acara mos terakhir," Hinata balik menanya.
"Apa kalian semua tidak mendengar pengumuman," tanya Tsunade horror.
"Kami tidak mendengar apapun, terakhir saat pengumuman dikelas," terang Kabuto.
"Untung saja aku kembali, mana yang lainnya," Tsunade mengelus dada.
"Masih dikelas bu," jawab Ino pelan.
"Ayo kita kesana," komando Tsunade.
-END FLASHBACK-
"Anak-anak," teriak Tsunade dimulut pintu membahana.
"Nyony... Eh Lady Tsunade," jawab semua serentak.
"Semua menyingkir darinya," komando Tsunade horor.
"MENYINGKIR DARI SINI," Karin makin mengamuk ketika didekati Tsunade.
"Jangan kau ganggu anak ini, cepat pergilah," paksa Tsunade memaksa Karin.
"DIA TEMANKU, MEREKA PUN TEMANKU JUGA. Cepat sana kau - #%€&¤- !" teriak Karin membahana.
"lepaskan dia, dia punya kehidupan lain. Dia masih hidup dibumi, bukan alam mu." lanjut Tsunade.
"Tap... pi," potong Karin.
"Biarkan anak ini kembali ketubuhnya, tolonglah" Tsunade meminta.
"baiklah akan aku lakukan dengan syarat, jangan pernah melakukan hal seperti ini lagi. Karena ini mengganggu kami, khususnya musik yang selalu dimainkan dari pagi tadi," pinta Karin yang tengah tak sadar.
"Baiklah," jawab Tsunade mengiyakan permintaan Karin.
Sedetik kemudian Karin pun jatuh pingsan.
Dengan gegas Naruto dan Sai menangkapnya.
-SKIP TIME-
"Sudah semuanya," tanya Tsunade.
"SUDAH..." jawab semua malas.
"Kau baik-baik saja Karin," bisik Sakura bertanya.
"Lumayan Sakura, terima kasih sudah membantu membereskan barangku," jawab Karin meneruskan.
"Tak apa," ucap Sakura.
"Ayo sekarang kita pulang," lanjut Tsunade mengajak semua pergi.
"Baik Lady," semua serentak menjawab.
-END-
Terima kasih buat yang udah review di chap awal dan dua.
Sory gak bisa disebut satu-satu.
