Absolute Love
Pairing :KiHae/DongBum, KiHyun/KyuBum and other
Disclaimer :Super Junior milik SMEnt, Semua member milik mereka sendiri, tapi untuk Kim Kibum adalah milik saya, dan ryeowook adalah calon saya #kena Gampar#
Rated : T
Warning : Typos, bad plot, gaje, YAOI, BOYS X BOYS don't like don't read, crack pair (always hehehehe)
Summary :"Aku Lee Donghae, guru Biologi baru sekaligus pengganti wali kelas yang baru saja kalian patahkan lehernya. Salam kenal dan kau" namja tampan yang berdiri di depan kelas itu menatap salah satu muridnya. "temui aku sepulang sekolah"
Genre : Romance, Humor
Heechul pov.
Kulirik anak ku yang sangat manis itu. Dia mengecup pipiku sekilas, tersenyum lebar sebelum dia meninggalkanku untuk pergi mengajar. Hah… aku menghela nafas berat. Kebahagianku hanya dia sekarang. Apakah aku harus rela menyerahkannya pada bajingan seperti seorang kim kibum? Anakku yang polos dan takut kesepian itu harus bersama si pervert nan dingin itu?
Aku menghempaskan tubuhku di ranjang hotel, ponselku tiba-tiba berbunyi. Aku segera mengangkatnya. Aku tahu siapa yang menelponku dengan nomor yang kelewat panjang itu. Ya.. dia suamiku, Lee Joong Woon atau orang-orang memanggilnya Yesung. Ayolah… untuk apa namja babo ini menelponku kali ini. Dia bahkan terbilang sangat aneh sebagai seorang manusia #plak
"Yeoboseo.." kataku cepat, menunggu dia mengatakan apa yang akan ia katakan. Namja sejenis dia selalu to the point tanpa embel-embel basa basi kesopanan. Inilah letaknya aku bisa bertahan menjadi suaminya meski aku tak mencintainya sama sekali.
"Heechul-ssi, bagaimana keadaan donghae?" tanyanya entah kenapa membuat senyuman indah merekah di bibirku. Aku suka dia mengkhawatirkan anak kandungnya itu. Meski aku tahu dia sedang bersama yeoja lain sekarang. Dia ini namja normal yang tak menyukai hubungan sesama jenis. Mungkin aku harus mengikuti usulnya untuk menikahkan donghae dengan yeoja.
Apa kami terlalu formal? Kami memang begitu. "Dia baik-baik saja" kataku cepat. Aku tak ingin dia mendengar suaraku yang bergetar dan mengetahui bahwa donghae menangis semalaman karena aku hendak menceraikannya dengan si bocah es itu.
"Kau bohong" eh.. dia mengetahuinya. "Donghae menelponku beberapa jam yang lalu dan mengatakan kau memisahkan dia dengan suaminya"
Cih… dasar anak pengadu. Lihat saja waktu dia pulang nanti, akan kukerjai habis-habisan. "Aku memutuskan untuk menikahkan dia dengan yeoja saja" jawabku enteng.
"Sudahlah jangan mengurusi urusan dia lagi, biar kan saja dia dengan pangerannya itu" suara baritone yang selalu membuatku tenang ketika mendengarnya, dia juga bukan namja yang amat jelek. Hanya saja aku sungguh tak mencintainya, dia pun begitu.
"Taa..tapi, Yesung!"
"Sstt.. jangan membantah suamimu ini lagi! Aku menunggumu di Kanada. Ok!"
Aku mendengus kesal. Dia memang suka seenaknya, tapi sesuatu yang bisa kami pertahankan sekarang hanya saling mengerti. Kami pernah mencoba untuk saling berpisah, tapi saat itu donghae menangis. Dia tak pernah tega melihat anak tunggalnya itu bersedih. Hanya demi donghae, kami memutuskan masih bersama. Kami tak mempersalahkan kalau kami berhubungan dengan siapapun diluar asal donghae tak mengetahuinya. Setidaknya dia juga tak menyentuhku, benar.. karena dia normal dan aku namja.
"Chullie.." aku terdiam, sudah lama aku tak mendengarnya memanggilku dengan nama itu. Yaa… sejak aku dan dia tak tinggal bersama donghae lagi. "Aku merindukanmu". Airmata mengalir begitu saja dari pipiku, aku… bwahahahahahahaha… apa kau kira aku terharu? Dia pasti sedang mengerjaiku, dia selalu begitu.
Kim Heechul—nama seorang super model dengan wajah persis seperti yeoja. Setidaknya dulu aku bahagia dengan itu. Selain untuk menghasilkan uang dari itu, aku juga mendapat cinta dari seseorang. Seseorang bersosok malaikat yang selalu menjagaku dan mengatakan betapa dia mencintaiku. Kau tahu siapa dia? Benar—dia adalah seorang Park Jungsoo—ya.. sekarang dia mengubah namanya menjadi leeteuk.
Hahahaha… lucu sekali dengan masa lalu seperti itu dia malah menjadi besan ku sekarang. Siapa suruh dia melahirkan anak jelek yang menyebalkan itu. Kami sama-sama meniti karir di bidang modeling. Tidak banyak yang tahu tentang hubungan kami. Dan kami memang tak tertarik untuk mempublikasikannya.
Flashback—
"Chagiya.. hari ini masak untukku ya!" dia memamerkan lesung pipitnya yang semakin membuatnya terlihat tampan. Di rangkulnya pinggangku lembut, membuat pipiku bersemu merah. Aku suka sentuhannya. Suka suaranya dan semua tentang dia. Kebaikan hatinya terkadang membuatku merasa dia bagaikan malaikat yang turun kebumi untuk menyuruhku bertobat.
Dia mengecup bibirku. Merapatkan tubuhku ke dinding dan mulai melumat bibirku. Bukankah dia manis? Penuh dengan sensasi kelembutan? "Jika kau belum siap katakan saja" bisiknya di telingaku yang jujur terdengar 'kita lakukan sekarang, aku sudah tak kuat!'(?)
Entah setan apa yang merasukiku, aku melepaskan pakaiannya. Dia tersenyum di tengah ciuman kami. Aku sedikit ragu benarkah ini dia? Dia tak pernah seberani ini sebelumnya. Hah… sebenarnya aku mau menceritakannya lebih dalam tentang perasaanku yang diperlakukan bagaikan seorang putri oleh malaikat di malam itu tapi author melarangnya. Maaf ya!
Pagi pun tiba, aku tertidur di ranjangku. Dia sepertinya masih tertidur di sampingku dengan lelapnya. Hah… wajahku memerah sendiri saat aku teringat berapa ronde yang kami lakukan semalam. Kukira dia namja yang lemah. Aku bahkan ragu, apakah aku bisa berjalan sekarang. Aku menyentuh rambut hitamnya. Eh… tunggu… rambut hitam?
Bukankah rambut leeteuk pirang? Aku membalik tubuh namja di sampingku secara kasar. "HUWAAAAA!" teriakku histeris sambil menendang tubuhnya dari ranjangku. "Siapa kau?" tanyanya sambil mengerjap-ngerjapkan matanya lucu.
"SEHARUSNYA AKU BERTANYA BABO! SIAPA KAU BRENGSEK!" teriakku yang membuatnya menutup telinganya dengan santai. Dia menatap sekelilingnya.
"Aku masih ngantuk eomma.. nanti saja aku bangunnya ya!" lho.. apa katanya tadi? Eomma? Dia bangkit tanpa sehelai benangpun di tubuhnya, membuatku mau tak mau memalingkan tubuhku karena malu. Dia malah balik tidur disampingku dan memasukkan tubuhnya ke selimutku.
Dengan sigap aku memukul kepala besarnya itu. "Yak! Aku bukan eommamu!" dia duduk dengan cepat. Matanya menatapku sambil melotot. Dia mengangkat selimutnya dan melihat tubuhnya sendiri. Dia kembali menatapku.
"HEEEEEE!" jeritnya menggelegar! Membuatku terkejut setengah mati.
Ya.. itulah awalnya mengapa aku bisa menikah dengan seorang lee joong woon. Aku menyesal? Tentu saja! Bagaimana mungkin saat dia memasukkan dirinya ke tubuhku aku berpikir bahwa itu leeteuk. Bagaimana caraku menjelaskan kenapa aku bisa membiarkannya menyentuhku pun membuatku bingung. Jelas karena mabuk! Itulah kenyataannya.
End flashback—
Hah… aku beruntung dia adalah pewaris tunggal harta keluarga lee. Jika tidak mungkin aku akan melahirkan anak seorang pemabuk yang normal dan aneh serta miskin. Hatiku masih sakit saat melihat leeteuk yang begitu terpukul saat mengetahui aku hamil. Bayangkan saja, dia namjachingu tersempurna yang mengetahui bahwa aku hamil sementara dia tak pernah berhubungan badan denganku.
Dia berpikir keras, memikirkan apa dia sungguh pernah meniduriku tanpa di sadarinya. Hanya senyuman indah yang terlihat saat dia bilang. "Itu pasti anakku". Dia memelukku, menjerit histeris dan mengatakan bahwa dia adalah ayah dari anakku. Aku terluka, aku bukan senang melihatnya begitu. Saat itulah joong woon menjemputku, mengatakan bahwa itu anaknya dan akan bertanggung jawab. Sedihkah? Ya.. bagi leeteuk dan aku serta si kepala besar itu.
Bagaimana mungkin dia bisa menikahi seorang namja sementara dia hanya tertarik pada yeoja. Dia hampir gila dan memutuskan untuk keluar negeri. Leeteuk masih sering mengunjungiku, merawatku dan memberikan apa yang kubutuhkan. Hingga aku melahirkan, dialah orang yang menyentuh anakku pertama kali bukan si babo. Dia yang memberi nama donghae, tapi bukan dengan marga Park melainkan Lee.
Hingga si jelek itu datang dan mengambil leeteuk dariku. Bagaimana mungkin semeku berubah menjadi uke dan mengandung si pangeran es situ. Aku akan gila! Untunglah dia keluar negeri setelah menikah dengan si siwon itu. Bagaimanapun keluarga kim pasti malu mempunyai menantu yang jauh lebih tua dari anaknya yang masih menginjak kursi sekolah.
%ika. Zordick%
Kibum pov.
Aku berjalan dengan langkah gontai pagi ini. Meskipun aku terlambat, masa bodo akh.. toh bukan pelajaran donghae yang pertama. Kalau tidak salah pelajaran matematika dengan guru.. err… aku tak bisa ingat nama gurunya. Oh..iya.. aku lupa bahkan guru itu sudah di buat kyuhyun masuk UGD rumah sakit beberapa minggu yang lalu.
Rasanya malas sekali ke kelas, aku ingin bertemu donghae dan mengatakan kembalilah ke rumah. Aku rindu masakannya, meski dia Cuma pandai masak ramyoun doank sih. Tapi tak papalah, aku kan suami yang menerima apa adanya. Toh eomma juga pandai masak saat aku bosan makan masakan donghae, aku juga bisa menyuruh sungmin meminjamkan ukenya yang sempurna itu.
Hah.. itu shin sanjangnim, buat apa dia di depan kelasku? Pasti guru pengganti datang. Dia kemudian berlalu dan meninggalkan guru baru itu di dalam kelas. Aku membuka pintu kelas dengan sangat tak berprikepintuan. Maksudku sih Cuma membanting. Aku berjalan dengan santainya kea rah mejaku. Dapat kulihat seringgai kyuhyun yang merasa senang dengan kedatanganku.
Aku duduk di kursiku, guru itu berusaha menahan emosi saat melihatku. "Yack! Ni bu khan wo?" hei..hei.. dia berbicara dengan bahasa china. Aku menatapnya tanpa emosi.
"Close your mouth" ucapku santai dan kuharap dia tahu apa yang kukatakan dengan bahasa inggris. Dia namja tinggi bertubuh atletis, seperti tubuh appaku kurasa. Di tariknya telingaku. Hei.. eommaku bahkan tak pernah melakukan itu.
"Aku harus melaporkan mu pada wali kelasmu" mataku membulat mendengar itu. Tidak! Kyuhyun, jangan ikut campur! Dengan cepat aku mendorong tubuhnya yang besar itu. Aku tak ingin kyuhyun harus ikut bersamaku ke tempat donghae dan membuat donghae semakin marah denganku.
Aku tak punya pilihan lain, kurapatkan tubuh guru itu ke dinding. BUGH..
Kyuhyun pov.
Waah.. dia menarik telinga kibummie ku. Berani sekali, dia tak mau hidup ya. Aku siap mengangkat mejaku dan menghantamnya ke tubuh guru dari cina itu. Kurasakan meja ini terasa berat, kibum menginjak kaki meja itu hingga aku tak bisa mengangkatnya. Tumben sekali dia mau mengotori tangannya sendiri.
Di dorongnya tubuh namja tinggi itu hingga menghantam tembok. BUGH.. untuk pertama kalinya, aku melihat sosok mengerikan kim kibum yang meninju perut guru itu. Dimataku dia keren. Dia menyimpan tenaga besar itu selama ini? Hah.. tidak sia-sia aku berpikiran bahwa dia lebih cocok menjadi uke. Lihat begitu tampannya dia sekarang.
Setelah melakukan hal itu, lihat betapa mempesonanya dia. Dia berjalan keluar kelas dan membiarkan guru itu mengerang kesakitan. "Jangan ada yang menyentuhnya!" perintahnya. Yaah.. sedikit kecewa sih, tapi ya sudahlah.
%ika. Zordick%
Kibum pov.
Hah… aku sudah bisa menebak jalan pikiran author gila ini. #hei aku istrimu# *bum: oke.. author mempesona itu* dia pasti merencanakan aku di panggil ke ruangan donghae. Kemudian aku akan di siksa habis-habisan olehnya. Tapi tolonglah lee donghae, kau pasti ingatkan hari apa ini? Ini hari ulangtahunku chagiya. Setidaknya kau akan memperlakukanku dengan spesialkan.
"Jiya.. hyung! Aku sudah dengar kau pasti sangat keren tadi! Aku jadi iri pada kyuhyun hyung yang memilikimu" teriak sungmin gaje sambil mengguncang tubuhku. Huft… aku berusaha menahan nafas, aura aegyonya itu membuat aku tak kuat untuk menariknya ke dalam kamar mandi dan memenjarakannya di sana bersamaku tentunya.
PLAAKK… kali ini yang tak kalah menggemaskan datang dan memukul kepala sungmin keras. Dia memajukan bibirnya tanda ia tak suka. Hah… bertahanlah kibum, tak elit sekali jika kau harus mimisan di sini. "Jadi kau ingin mencampakkanku?"
Seme gila mana yang mau mencampakkanmu ha? "Tentu saja tidak chagiya.." sungmin mencoba membela diri, dia tak mau kalau wookie harus ngambek berhari-hari padanya. Meskipun mereka terlihat sangat imut dan polos. Mereka sudah melakukan 'this' and 'that' beberapa kali. Hah… sementara aku? Menyentuh donghae sedikit saja yang sudah sah menjadi milikku itu sulit sekali. Bisa di tebak dengan membuat wookie ngambek, sungmin harus rela kehilangan jatah makan tengah malamnya.
Hei..hei.. aku sungguh bertanya-tanya bagaimana mereka melakukannya. Mereka berdua terlihat seperti dua uke sempurna dimataku. "Oh.. iya, hyung!" wookie menatapku dengan mata bersinar "Saengil chukhae hamnida" dia mengingatnya. Rasanya aku ingin memelukmu wookie-ah. Gommawo~
PLAAKK… kini jitakan mulus mendarat di kepala wookie. Pelakunya? Apakah sang seme? Bukan.. pelakunya iblis. Hiiii~. "Kenapa kau mengatakannya? Kita kan mau membuat kejutan" gertaknya membuat wookie bersembunyi di belakangku karena takut. Di keadaan begini, sungmin juga takkan bisa melindunginya. Aku tertawa kecil, membuat semua mata menatapku.
Huweee… aku melakukan kesalahan saudara-saudara! Lihat bagaimana satu kelas ini menatapku dengan tatapan aku-ingin-makan-kamu. Wajah minwook sontak memerah. Aku memasang wajah stoick ku kembali. Kulirik kyuhyun yang sepertinya kehabisan kata-kata.
"Kim kibum…" suara itu menyadarkanku, meski tidak dengan yang lain. "Lee seongsenim memanggilmu". Eunhyuk seongsenim memasuki kelas. Aku keluar dengan santainya. Meninggalkan suasana membodoh kelas. "Hei… kenapa kelas ini menjadi begini?" teriakan frustasi terdengar oleh eunhyuk seongsenim. "Bersihkan hidung kalian yang mimisan itu!"
Hahahahahahaha… apa aku terlalu menggoda ya? #nee.. kau terlalu menggoda#. Masa bodoh akh.. aku Cuma milik donghae kok.. lalalalalalaalla.. aku bersenandung dalam hatiku dengan riang. Anggap saja sebagai akibat dari bertambah umur. Dan donghae makin dekat menjadi milikku..milikku.. Hee… guru matematika itu! Apa yang di lakukannya pada donghae ku?
Aku bersembunyi di belakang pintu, memasang telingaku tajam. Apa aku sedang bermimpi melihat si china oleng itu memeluk hae ku. Apa karena satu malam tak tidur bersamaku dia jadi jablay(?). "Lakukan dengan cepat Han seongsenim!" apa-apa-apa? Benarkah itu suara donghae ku? Kenapa terdengar sangat menggoda?
"Kau terlalu formal hae-ah" berani sekali dia memanggil hae ku dengan seperti itu. Kubunuh kau! "Panggil saja hangeng"
"Baiklah.. apakah disana ada bekas memerah hangeng hyung? Aku takut eommaku akan marah" mwo? Merah? Jadi mereka bercumbu? Andwae! Biasanya kau akan berteriak dan mengadukanku jika aku melakukan itu.
"Tenang saja! Tidak akan berbekas. Aku melakukannya dengan lembut" akh.. aku tidak tahan lagi! Matilah kau hangeng!
Aku berdehem, dan itu sontak membuat donghae segera mendorong tubuh hangeng menjauh. Dia masih takut padaku rupanya. Kukira dia melupakanku. "Baiklah kibum-ssi, duduk di sini" donghae menunjuk bangku kosong di sebelahnya. Aku menatap wajah hangeng tajam. "Kim kibum.."
BRUAAKKK… aku menerjang tubuh tinggi itu. Kupukul berkali-kali hingga darah mengalir dari sudut bibirnya. Aku tak mengumpat, kurasa itu hanya akan membuat rahangku sakit. Aku berkelahi dalam diam, dia membalas pukulanku. Aku tak mau kalah, aku menambah tenaga ku. "YAK… BERHENTI!" teriak donghae yang sama sekali tak kuperdulikan.
Hingga akhirnya kangin seongsenim dan shindong sanjangnim menghentikan kami. "BERLARI DIHALAMAN 50 kali putaran!" teriak donghae yang membuatku sadar aku baru saja berkelahi di depannya. Hah… apa ini artinya dia membela namja ini? "Kau juga han seongsenim, kau seperti anak kecil saja"
Aku memasang wajah meremehkannya. Kurasa dia marah padaku. Tentu saja aku sekarang sedang mentertawakannya di dalam hati.
Author pov.
Seolah tak ingin kalah, kibum berlari secepat kilat menelusuri lapangan sekolah yang menjadi media hukumannya, begitu juga dengan tan hangeng, guru baru mereka yang sama tak mau kalahnya. Sejujurnya donghae terheran-heran dengan tingkah laku suaminya yang kekanakan itu, yah.. walaupun diakuinya masih anak-anak sih.
Sejujurnya, dia tak tega harus menghukum kibummienya di lapangan ini. Tapi sepertinya dia harus menyesali pemikirannya itu karena tampaknya sang namja berlabel es abadi itu malah sangat semangat memutari lapangan. Karena apa? Ia juga tak tahu. Ini kali pertama ia melihat seorang kibumnya berkelahi di depannya dan dengan senang hati memutari lapangan.
BRUUK… 50 kali putaran cukup membuat dua namja tampan itu kelelahan. Mereka ambruk di tanah. "Kalian tak apa?" Tanya donghae yang sedikit cemas dengan kondisi mereka.
Hangeng tertawa, "Nee.. gwechana chagiya". BUAGH… kaki kibum menendang tubuh hangeng kuat. Matanya seolah mengatakan jangan-panggil-hae-ku-dengan-sebutan-menjijikkan-darimu.
"ARGH! Ya..murid kurang ajar! Itu sakit!" teriak hangeng menjitak kepala kibum masih dalam kondisi tergeletak di tanah.
%ika. Zordick%
"Saengil chukhae hamnida…. Uri kibummie.. saengil chukhae hamnida" suara tepuk tangan ke tiga namja itu terdengar ricuh. Kibum tersenyum, di tiupnya lilinnya diatas kue tart besar.
"Gommawo.. kyuhyun-ah, wookie, Minnie" senyum dingin terkesan paksa terlihat di bibir merah kibum. Kyuhyun menyeringgai mencoba mengingat rencana yang sudah di atur oleh dia dan duo pasang super uke yang menjadi sahabatnya secara tak langsung.
Flashback—
"Mwo? Hyung mau melakukan 'itu' pada kibum hyung hari ini?" sungmin seolah tak percaya dengan apa yang ia dengar. Sebenarnya dia lebih tak percaya bahwa namja iblis ini sama sekali tak pernah melakukannya.
Kyuhyun menyeringgai, "Ya… tentu saja! Makanya bantu aku!" dia menatap horror minwook yang ada dihadapannya. "Aku tak tahu bagaimana memulainya"
"Ya.. cium saja dia.. nanti juga terangsang sendirinya" jawab sungmin enteng. Baru kali ini posisinya sebagai seme diakui oleh si epil ini.
"Yaa..yaa..yaa.. itukan kalau aku seme babo!" dua orang minwook membulatkan bibir mereka mendengarkan pernyataan malu-malu kyuhyun. Mata mereka membesar kaget.
"Mwo.. jadi hyung uke?" teriak mereka serempak tak percaya. Siapa yang menyangka si epil tampan yang penuh percaya diri adalah seorang uke dari namja berparas manis seperti kim kibum.
PLAAK..PLAAK.. timpukkan maut mendarat di kepala minwook. "Jangan keras-keras! Ya..iyalah.. kau lihat tuh! Bukankah dia sangat manly? Saat dia berlari pun dia terlihat menggairahkan" jelas kyuhyun yang diamini oleh minwook dan author#plaak.
"Baiklah… begini hyung.. pertama kau buka kancing bajumu, tapi jangan semuanya. Usahakan se eksotis mungkin kemudian.."
"Waah.. wookie… kau berpengalaman ya! Pantas saja aku sangat tergoda!" celutuk sungmin yang langsung di tendang pergi oleh kyuwook.
End Flashback—
Kyuhyun pov.
Baiklah kyuhyun, sekaranglah saatnya! "Ah.. panas ya" ucapku memulai rencana. Kubuka kancing bajuku. Kibum mengambil remote AC dan Tiing.. AC menyala. Brrrr.. suasana berubah menjadi sangat dingin. Sialan! Apakah ini artinya aku gagal?
"Kyu… kau mau strawberry?" tanyanya menyodorkan kue ulangtahunnya padaku.
Aku mengangguk saja, apa sih yang kurang dari diriku hingga dia sama sekali tak menunjukkan bahwa dia tergoda? Huft… atau dia terlalu pintar menyembunyikan ekspresinya? Aku bergelayut di lengannya, pura-pura sakit tentunya. "Kibummie.. aku sedikit pusing"
"Lalu?" tanyanya santai tanpa melihatku sedikit pun, masih sibuk dengan kuenya. "Wookie, kenapa kau mencomot strawberrynya?" bahkan marahpun sama sekali tak berekspresi. Sementara wookie hanya nyengir tak bersalah. Dia terlihat sedikit tertegun. Tunggu apa artinya dia tertarik dengan si wookie? Andwae! Meski aku tak berpengalaman menjadi uke, aku tak boleh kalah.
Aku beralih kebelakang sebentar, kupakai sedikit bedak agar aku terlihat lebih pucat dari biasanya. "AKH…." Aku pura-pura terjatuh. GEDEBRUUKKK… aku sungguh terjatuh dengan sangat tidak elit. Kenapa dia tak menangkapku seperti yang di ceritakan wookie? Sialan! Aku menatap tajam si ukenya para uke itu. Dia mengangkat bahunya, tanda tak mengerti.
"Kenapa kau tiduran di lantai kyu?" tanyanya babo, ya.. walaupun dia bersinar dimataku sekarang aku tak kuat lagi untuk mengatakan dia polos. Dia sangat babo!
Minwook sudah tertawa geli melihatku yang sudah GATOT alias gagal total. Rasanya aku ingin menangis karena malu dan segera menendang dua sejoli itu dari rumahku. "AKU SAKIT BRENGSEK" teriakku sambil mengumpat marah padanya. Kenapa tak peka sekali sih.
Dia meletakkan kuenya di meja, sendoknya masih terkulum di mulutnya. Dengan wajah stoick nya dia berjongkok di sampingku. Tubuhku terangkat berlahan, eh… kurasakan wajahku memerah sekarang. Jantungku berteriak ingin meledak. Dia menggendongku dengan gaya bridestyle. Otomatis aku melingkarkan lenganku dilehernya. Aku juga takut jatuh kan?
Dia mendaratkanku di sofa panjang cream yang tak jauh dari kami. Kenapa gak dikamar saja sih? Ponselku berbunyi, tanpa pikir panjang aku mengangkatnya dan membiarkannya mengambil kuenya yang sempat tertunda. Setelah itu ia kembali di sampingku dan menatapku intens. Sejenak aku sampai lupa pada orang yang menelponku.
"Yeoboseo…yeoboseo.." teriak orang di seberang telpon padaku.
"Oh..ya… gwechana?" kataku gelagapan.
Orang itu berbicara dengan santainya. Ahhh… adikku di seberang sana memang sama santainya denganku. "Eomma merindukanmu, pulanglah besok hyung" katanya yang tanpa sadar membuat air mataku jatuh dari pelupuk mataku.
"Arraso" kataku singkat menutup telpon.
"Gwechana?" kibum menyuapiku sebuah strawberry. Ya.. dia selalu sukses menutupi rasa sakit hatiku, meski sebenarnya dialah yang paling sering membuatku sakit hati.
"Eomma memintaku pulang" jawabku seadanya. Kibum sangat tahu bagaimana kondisiku dengan keluargaku. Aku memang baik-baik saja dengan keluargaku kecuali dengan si tua Bangka mr. cho. Dia pasti mengusirku saat melihatku kembali.
Dia mengelus kepalaku, menenangkanku. "Kalau begitu pulanglah besok"
"Eh…" apa maksudnya?
"Aku akan menemanimu" aku tersenyum, kupeluk tubuhnya erat. Aku tak tahu bagaimana aku harus mengucapkan terima kasihku padanya. Appaku takkan berani mengusirku jika dia ada di sampingku. Perusahaan keluarga kim sangat kuat dan selalu menjadi impian appaku untuk kerja sama. Tidak mungkin dia akan menamparku di depan pewaris tunggal keluarga kim kan?
Tiba-tiba kibum mengecup bibirku pelan. Akhirnya…. Dia menciumku duluan tanpa komando. Meskipun hanya kecupan ringan. Wajahku sontak memerah, tak pernah kurasakan dia seperti ini. "Aku menyayangimu kyu" ucapnya yang membuatku merasa aku hampir melayang. Tuhan.. hentikan waktu sekarang juga, atau aku akan menerrormu! (emang bisa ya?)
"Aaah…aahh… iya.. lebih cepat, chagi… aaahh" eh… suara apa yang mengganggu adegan tatap menatapku dengan kibum. Aku berusaha mencuekinya. "Ah…. Kau sangat kasar, lebih dalam!" itu suara tenor si wookie. Asalnya dari kamarku. Aku berbalik melihat kibum. Wajahnya sedikit bersemu merah.
Dia menunduk, "Kurasa aku harus pulang" ucapnya cepat beranjak dari sofa. Eh… pulang? Suara desahan di dalam kamar itu makin terdengar menggoda. Kurasakan wajahku juga memanas membayangkan apa yang sedang dua sejoli itu lakukan di kamarku. Kurasa itu hanya dapat membuatku yang terangsang, tapi kibum, dia pasti merasa itu terlalu cepat saat dia baru saja mengutarakan perasaannya padaku. "Aku duluan" BLAAM.. aku mendengar suara pintu di tutup.
Baiklah.. kita lihat, apa yang harus kulakukan pada dua anak sok pintar itu. Aku mengetuk pintu kamarku sendiri, lebih tepatnya menggedor. Wah.. mereka sedang tak sadar rupanya, sosok iblis di belakang pintu? "Buka!" teriakku yang akhirnya mendobrak pintu.
"HUWAA…" jerit wookie terdengar. Aku mengedarkan pandanganku. Wookie sekarang terhimpit pintu yang ku dobrak, sementara sungmin, dia nyengir sambil menggoyang-goyangkan ranjangku. Ternyata mereka tak melakukan itu, hanya berpura-pura. Ahh… syukurlah! Kukira mereka akan menjadikan kamarku sebagai tempat maksiat. Tapi… tunggu dulu! Mereka merusak moment berhargaku dengan kibum.
Aku menyeringgai memasuki kamarku. Ku angkat pintu yang ku dobrak tadi dan memasangnya kembali secara paksa. Ku seret tubuh mungil wookie. Menuju semenya yang sepertinya meringkuk ketakutan di sudut kamar. Kulepaskan tubuh wookie sehingga dia berlari ke belakang tubuh sungmin seperti dua anak kucing yang ketakutan.
"Kalian yang membuatnya gagal!" aku berusaha membuat suaraku terdengar menggoda. Aku melepas semua kancing bajuku dan melempar seragamku itu ke sembarang arah. "Layani aku malam ini dengan baik! Kurasa aku cukup kuat untuk kalian berdua" seringgaiku semakin lebar.
"HUWAAA… MIANHE HYUNG! JANGAN NODAI KAMI!"
%ika. Zordick%
Kibum pov.
Aku tak tahu apa yang terjadi setelah itu. Mungkin kyuhyun akan menendang ke dua anak itu di kamar mandi atau mungkin sedikit mengerjai mereka. Siapa yang bisa menebak isi pikiran dari iblis jahat itu. Ada yang mempertanyakan bagaimana perasaanku pada cho kyuhyun? Jawabannya aku menyayanginya! Sangat menyayanginya sebagai seorang sahabat. Dia membutuhkanku untuk memberikan perhatian padanya, perhatian yang tak di dapatnya dari keluarganya. Itulah yang membuatku yakin bahwa tingkah manja gilanya padaku akibat dari itu.
Aku pergi dari rumah kyuhyun karena ada sms yang masuk ke ponselku. Jika tidak, aku bersumpah aku akan menetap disana dan mengintip apa yang dilakukan dua uke itu. Aku jadi penasaran juga, bagaimana mereka melakukannya.
Ckckckckckckck….. sekarang aku duduk dihadapan namja yang mengirim sms padaku. Di sebuah restoran mewah yang dapat di pastikan membuat eommaku menangis jika teman-temannya yang rakus mengajaknya makan di sini. Meskipun suaminya terbilang sangat mampu, kebiasaan pelitnya tak bisa dihilangkan.
Aku berdiri dan membungkuk dalam pada heechul eomma. Inilah kesempatanku untuk meminta donghae kembali. "Aku minta maaf dan memperbaiki kesalahanku" ucapku datar. Aish.. kenapa mulut ini sama sekali tak bisa bernada sedikit. Aku tak ingat appa dan eommaku menurunkan gen seperti ini.
Dia tersenyum, hah… bersyukurlah punya mertua secantik dia. "Yesung menelponku dan menyuruhku pulang ke kanada. Kurasa aku benar-benar harus menitipkan anakku pada leeteuk sekali lagi" ucapnya santai. Hah.. begitu sulitkah dia menitipkan padaku.
Aku menatap wajahnya. "Dia istriku eomma, bisakah kau menitipkannya padaku saja?"
Heechul pov.
Kutatap wajah anak itu balik. Sekilas, ada wajah dan suara leeteuk di dalam dirinya. Meski gen siwon jelek itu masih mendominasi dirinya. "Dia istriku eomma, bisakah kau menitipkannya padaku saja?" otakku serasa berhenti berputar. Kata-kata itu sangat mirip dengan leeteuk. Hah.. rasanya aku ingin memeluknya.
Kata-kata yang ia ucapkan padaku beberapa tahun lalu, "Dia anakku juga, bisakah kau mempertemukan kami suatu hari nanti?" seulas senyuman terukir di bibirku.
"Baiklah, aku menitipkannya padamu. Jangan membuatku kecewa!" ancamku sedikit dan langsung mendapat pelukan hangat darinya. Seharusnya aku bisa membuka hatiku dan melihat ada sosok leeteuk dalam dirinya.
"Aku sudah menelpon donghae, dia ada dirumahmu sekarang, karena eommamu memohon. Selamat ulang tahun kibum!" aku mengecup pucuk kepalanya. Dia membalasnya dengan kecupan di pipiku.
"Aku pulang dulu eomma" katanya dan meninggalkanku begitu saja. Tak lupa dia ke meja kasir dan membayar semua pesananku. Kurasa dia punya sopan santun juga.
%ika. Zordick%
Donghae pov.
Aku mendesah kecewa, saat kulihat kibum menyuapi kue pertamanya padaku. Aku akan gila saat ini juga. Bagaimana mungkin aku bisa melupakan ulang tahunnya? Donghae babo! Dia mengulurkan tangannya pada siwon appa dan teuki eomma. Mereka tersenyum dan memberikan masing-masing kotak kecil padanya. "Gommawo eomma" dia mengecup pipi eomma. "Gommawo appa" dan melakukan hal yang sama pada appa.
Dia menatapku, aduh bagaimana ini? "Appa, eomma, aku ke kamar dulu!" dia menarik tanganku paksa. Eomma dan appa hanya geleng-geleng mengerti melihat kelakuan anak mereka yang dari dulu memang begitu. Apa setelah dia meminta kado dariku dia akan ke kamar appa dan eommanya untuk tidur bersama mereka? Ya.. itu kebiasaannya meski kami sudah menikah. Dia akan meninggalkanku sendirian malam ini tapi kali ini tanpa izin dariku karena dia marah aku melupakan ulang tahunnya.
Di kamar, dia melesat mengganti piyamanya. Ide cemerlang langsung mampir ke otakku, aku masuk ke dalam kamar mandi. Ya… setidaknya ini bisa mengulur waktu dan dia tertidur karena kelelahan menungguku. Kau pintar donghae.
3 jam kemudian…
Aku keluar dari kamar mandi dengan piyama lengkap. Aku tak ingin mengulang kejadian dulu ketika dia tiba-tiba menyerangku saat melihatku hanya dengan menggunakan handuk. Dia pasti sudah tidur, aku segera masuk ke dalam selimut sambil memeluk tubuhnya yang membelakangiku. "Chagiya…" ucapnya yang membuatku langsung membelakkan mata saking terkejutnya. Dia belum tidur.
Dia berbalik hingga aku bisa menatap wajahnya yang kelewat manis itu. Di rapikannya rambutku yang basah. Di kecupnya pelan bibirku. "Saranghae~" ckckckckck.. aku jadi semakin bersalah sekarang.
Dia kini mengadahkan tangannya. "Kadoku mana?" persis seperti anak kecil . aku menelan ludah gugup. Apa aku jujur saja aku melupakannya? Dia pasti akan marah besar dan tidak berbicara denganku selama sebulan penuh. Saat acara tidak ngambek aja dia mampu tak berbicara seharian.
"Aaa..ku" ucapku terbata.
"Kau tidak lupa kan?" CLEEP… kenapa perkataannya selalu tepat sasaran?
Aku bangkit dari posisi tidurku. "Tentu saja aku tak melupakan ulang tahun suamiku" sergahku cepat. Dia kini memelukku dari belakang. Semakin membuatku merasa takut atas kemanjaannya. Dia jarang-jarang lho begini.
"Lalu kadoku mana chagi…?"
"Kau tidak tidur bersama appa dan eomma?" aku berusaha mengalihkan topik pembicaraan.
"Anniyo.. aku mau tidur denganmu saja! Aku kan sudah dewasa" dia menggenggam tanganku erat. Menumpukkan dagunya di bahuku. "Kadoku mana?"
#kita beralih sebenatar di kamar siteuk#
"Chagiya… sekali saja nee…" rengek siwon meminta jatah malamnya pada sang angel.
"Tidak boleh… kibum akan datang untuk tidur bersama kita malam ini, siwonnie. Kau mau dia melihat tingkah bejatmu? Dan merusak pikiran polosnya?"
Siwon memajukan bibirnya lucu. Ingin sekali ia menangis tapi ia sangat tahu kalau leeteuk akan menendangnya jika melanggar perintah mutlaknya.
#kembali kekamar kihae dengan anak yang punya pikiran polos itu#
"Aku…" kurasa aku kehabisan kata-kata. Bahkan waktu sudah menunjukkan pukul satu dini hari.
"Kau mencoba menggodaku eoh?" eh… apa maksudnya? "Aku tahu kau sudah menyiapkan hadiah untukku"
Benarkah? Aku bahkan tak tahu apa hadiahnya? Tangan kibum tiba-tiba merayap di piyamaku. Jujur aku gugup. Tapi aku tahu apa yang ia maksudkan. Hadiah ulang tahunnya adalah malam pertama kami yang tertunda kan? "Bummie~" suaraku terdengar gemetar.
"Kalau aku mengatakan hadiahnya bukan itu bagaimana?"
"lalu apa hadiahnya?" tanyanya menghentikan kegiatannya di dalam piyamaku.
Aku terkikik menahan rasa panas yang tiba-tiba menyerangku saat kurasakan deru nafasnya di leherku. "Jika ku katakan aku lupa?"
"Aku akan memesan tiket ke kanada dan memulangkanmu pada eomma dan appa. Tentu hingga pikiranku tenang dan tak menyimpulkan kau lupa ulang tahunku" kata-katanya sungguh mengena padaku.
Aku berkomat-kamit dalam hatiku. Kuharap ini pilihan yang benar! Tuhan ridhoi hambamu ini! Aku berbalik hingga menghadapnya. "Aku bercanda… tapi aku malu" ucapku dengan pipi bersemu. Dia terkekeh.. akh.. manisnya!
"Kau ingin aku menutup mataku?" dia menaikkan sebelah alisnya. Aku menggeleng kuat. "Lalu?"
"Asalkan kita melakukannya dibawah selimut"
"Baiklah.. ada lagi kim donghae?"
"Aku takut.."
"Takut bagaimana?"
Aku menunduk malu, kenapa dia bisa bertanya seperti itu dengan santainya? "Bagaimana kalau desahanku terdengar dan kita ketahuan?"
Dia menarik selimut dan mulai menindihku di bawahnya. "Aku akan lakukan dengan lembut dan menyumbat mulutmu dengan bibirku, chagiya" Hiiii~ baiklah, dia sudah memulainya!
TBC
Heheheheheheehe… TBC…
Oke… ka minta pendapat!
Perlu di gambarin NC nya? Atau langsung di skip aje? Pai..pai…
Review plizz….
Baiklah… ini balasan review'annya:
iruma-chan, yolyol, trueetr, BluePrince14, Kira itu Jung Dabin Naepoppo,
Echa WhoThinktoChangeOTP : gak juga sih eon.. eh,, ko namanya berubah eon? Bukan kayak biasanya…
Rizkyeonhae : waah… jiwa fujo membuncah ya? Wakakakakakaka… hidup deh fujoshi!
Hitomi mi chan: Mwo? Andwae! Jangan bunuh kibum! Aku tak ingin menjanda! #hae: seharusnya itu kata-kataku!
Lady Kim : Makasih.. lope u lady… #plaak
Hae's girlfriend: terserah ane.. donk..wakakakakakaka.. diusahain ya! Doa aja..
WONKYU SHIPPER FANATIK: gak urusan loe kalee.. gue mau buat couple apaan… gua tu emank pecinta semua pair.. mau yang crack atau kagak… jangan pake ego lu akh.. kagak laku ama gua… gua punya banyak teman buat nendang lu dari sini! Ngerti kagak! Login lu kalo berani! Gue ELF.. ELF gak jelekin superjunior dalam bentuk apapun gak kayak elu!
: waahh..waah… gak adil nih… hehehehehe.. kiwook and kyuwook di FF ka yang sebelah..
Aoora: saya gak tega misahin mereka dichap ini, gak tau chap selanjutnya.
Namika Arishima : kucingnya author #plaak… kyu x kangin, bwahahahahaha.. si kyu antis kangin disini.
Key Key Key : wah.. senang banget kayaknya.. #peluk
