Aye! Uchida kembali lagi untuk mengupdate fic I'm a Father, kemungkinan fic ini akan berakhir sad ending lo. :D langsung saja kita ke tkp.

¤UCHIDA TOKUGAWA¤

-PRESENT-

I'm a Father

'02'00' siang

Siang hari diatas patung para hokage banyak berkumpul para warga konoha untuk sekedar melepas penat mereka yang dari senin sampai sabtu harus bekerja ada juga yang setiap hari datang ke taman yang berada diatas patung para hokage tersebut karena mereka bekerja disana,seperti berjualan teh sakura,udon,dan lain lain. Namun mari kita beralih kebagian taman yang paling pojok tepatnya berada dibawah pohon bonzai raksasa?, terdapat dua orang manusia yang satu sudah masuk usia yang pantas disebut paman dan manusia yang kedua masih terlihat imut dan luc,. Mereka berdua sedang menikmati piknik mereka dengan hembusan ngin sepoi sepoi dan alunan kicauan burung. Yah mereka adalah Azazel dan Naruto yang sedang berpiknik dihari minggu ini.

"ne...Naru-chan" panggil Azazel

"ya Tousan?" respon Naruto yang dimulutnya terdapat bakpao yang sedang digigit menambahkan kesan lucu dan imut.

"besok Tousan ada misi pertama sebagai shinobi desa ini,Apakah tidak apa apa tousan menjadi ninja?" tanya Azazel ingin mengetahui pendapat puteranya jika ia menjadi shinobi.

"terserah Tousan kalau Naru, Namun Tousan jangan sampai terluka ya pada saat misi dan juga cepatlah pulang agar Naru tidak kesepian" jawab Naruto masih melanjutkan memakan bakpao kacang hijau itu.

"hahaha Tenang saja Naru-chan, Tousanmu ini akan selalu waspada dari kiri-kanan-atas-bawah!" ucap Azazel dan menirukan gaya satpam diakhir kalimatnya yang membuat Naruto tertawa.

"hahaha Tuosan seperti Izumo-nii dan Kotetsu-nii saja jika bertingkah seperti itu"kritik Naruto sambil tertawa, sedangkan Azazel hanya pundung dikatai seperti penjaga gerbang konoha yang jones itu.

"hei!,Naru-chan Tousanmu ini tidak seperti penjaga gerbang jones itu ya, Tousanmu ini mempunyai wajah tampan yang bisa memikat ribuan hati wanita Naru!" Narsis Azazel dan dipandangi banyak orang karena katakatanya cukup keras,sedangkan Naruto hanya sweatdrop melihat tingkah ayahnya ini yang kelewat narsis.

Pada saat ayah dan anak yang sedang berinteraksi ini tibatiba datang seorang Anbu bertopeng anjing dihadapan mereka.

"Azazel-san anda dipanggil hokage-sama untuk menerima laporan misi untuk esok" jelas sang Anbu.

"OK 'anjing' nanti saya akan mendatangi gedung hokage namun setelah saya mengantar naru-chan pulang dulu" kata Azazel mulai mengangkat keranjang pikniknya dan menggandeng Naruto,Bersiap pulang.

"bangsat nih orang manggil gua 'ANJING' -_-" Batin anbu nista, "baiklah kalau begitu saya permisi dulu" ucap dan pamit Anbu bername tage INU tersebut.

"nah ayo kita Pulang Naru" ajak Azazel.

"ha'i Tousan" balas Naruto.

Diperjalanan pulang mereka banyak ditatap dengan tatapan benci, khususnya hanya Naruto sajalah yang sedang ditatap oleh tatapan benci dan membunuh oleh para warga,sedangkan Azazel hanya cuek bebek dan berjalan sambil menggandeng Naruto dengan mata terpejam, namun sebenarnya Azazel sedang memperluas sensoriknya mengantisipasi jika ada serangngan dadakan ke Naru-channya itu,sedangkan Naruto sudah terbiasa ditatap begitu bahkan sudah merasakan dipukuli warga hingga babak belur tanpa salah yang jelas. Mereka yang berjalan sedari tadi akhirnya sampai diapartement Naruto.

"CKLEK" bunyi pintu dibuka kemudian Azazel dan Narutopun masuk.

"Nah Naru-chan Tousan tinggal dulu ya" pamit Azazel keputeranya itu.

"ha'i Tousan, bawa oleh oleh ya" balas Naruto.

"ha'i " balas melangkah keluar sambil melambaikan tangan ke menyengir, diperjalanan menuju kantor hokage Azazel melihat seorang shinobi yang baru keluar dari kedai kopi sambil yang mengenal shinobi tersebutpun menyapanya.

"yo Azuma-san"sapa Azazel pada Azuma.

"yo Azazel-san ,bagaimana kabarmu setelah menjadi shinobi serta warga konoha? Apakah adahal yang menarik?" balas serta tanya Azuma.

"baik, tentu banyak hal yang menarik tentang desa ini Azuma-san, ngomong2 anda mau kemana?" jawab dan tanya Azazel.

"mau kegedung hokage karena mendapat panggilan tenteang akan kujalani" jawab Azuma.

"oh,kebetulan sekali, aku juga mau kegedung hokage, mau bareng kesana bersama?" Tawar Azazel.

"baiklah kalau begitu" balas Azuma.

Azazel dan Azuma pun berjalan dengan santai menuju kegedung hokage. "mau rokok Azazel-san?" tawar Azuma sambil melihatkan pack rokoknya.

"tentu, terimakasih" kata Azazel dan mengambil sabatang rokok dan menyalakannya.

"WUSSH"

"haah tenangnya hidup" ucap Azazel sambil menghembuskan asap tembakau yang terbakar itu.

"hahaha kau benar Azazel,namun kita tidak mengetahui masalah akan datang dikedepanya,karena selama ada kebaikan mesti ada kejahatan" ucap Azuma.

"ya begitulah hidup ini, didunia ini sangatlah susah jika ingin menciptakan perdamaian sejati" balas Azazel,. "Namun aku percaya suatu hari nanti pasti ada saatnya semua mahluk akan saling mengerti" tambah Azazel sambil menghisap rokoknya.

"mungkin suatu saat nanti" senyum Azuma memandang langit. "ngomong2 bagaimana keadaan Naruto? Azazel, akhir akhir ini ia sudah tidak terlihat murung dan pembuat onar lagi, apa yang sudah kau lakukan? Cuci otak kah? Hahaha" tanya Azuma yang berakhir dengan .Azazel yang mendengar itu hanya mendengus.

"aku tidak sebejat itu hingga sampai mencuci otak., Naruto itu membuat onar karena ingin dilihat dan dianggap ada oleh warga desa,namun bukannya dianggap dan dilihat oleh warga yg ia dapat malah kekerasan,terkadang ia sering menangis jika kesepian,oleh karena itu sebagai ayahnya sekarang aku akan memberi pelajaran yang tak terlupakan bagi siapa saja yang berani pada Naru-chan ku!" jelas Azazel panjang lebar.,sedangkan Azuma hanya ber OH ria dan tersenyum sekilas.

Tidak terasa karena keasikan mereka mengobrol mereka akhirnya sampai didepan gedung Hokage, kemudian mereka masuk dan mengetok pintu hokage.

"TOK-TOK"

"masuk!" suara ketokan serta balasan dari seseorang itu.

"CKLEK"

"permisi hokage-sama " ijin Azazel dan Azuma.

"baiklah kalian tau kenapa kalian aku kumpulkan disini?" tanya sang Azazel dan Azuma hanya menggeleng tanda tidak tahu.

"Besok kalian akan menjalankan misi sebagai partner." kata Hokage sambil menghisap pipa rokoknya.

"kalau boleh tahu misi apa yang akan kami jalani hokage-sama?" tanya Azuma sedangkan Azazel hanya diam karena ia akan mengeluarkan pertanyaan yang sama namun sudah disahului oleh Azuma.

"kalian akan aku tugaskan untuk pergi ke kuil ashura di arah timur untuk mengecek apakah dikuil itu terdapat anggota akatsuki, karena menurut informan terpercayaku disekitar daerah itu sudah terlihat beberapa kali 2anggota akatsuki yang sering melewati daerah tersebut." ucap hokage menjelaskan perinciannya,. "dan juga untukmu Azazel-san,ini adalah hitae tae konoha,mohon digunakan pada saat misi" tambah hokage sambil memberi hitae-tae.

"arigato gozaimasu hokage-sama" balas Azazel.

"kalau begitu kalian boleh pergi" ucap hokage.

"permisi kalau begitu hokage-sama" ucap Azuma kemudian keluar kantor hokage diikuti oleh Azazel.

"nah Azazel apakah kau ingin ikut ke kedai Dango?" tawar Azuma.

"tidak Azuma,aku akan langsung pulang untuk menemani naru" jawab Azazel.

"oh,baiklah,Jaa Azazel-san" pamit Azuma kemudian berlalu meninggalkan Azazel seorang.

Azazel kemudian berjalan pulang namun pada saat melewati kedau ramen Teuchi,Azazel pun ingat bahwa ia akan membawakan oleh oleh untuk Naruto. "Baiklah" ucap Azazel kemudian masuk kedalam kedai itu.

"Selamat datang tuan! Ada yang bisa kami bantu" kata teuchi sang pemilik warung serta koki disitu.

"ha'i aku pesan Ramen kaldu porsi jumbo 2 dibungkus" ucap Azazel memesan Ramen kemudian duduk menunggu pesanan tiba.

"baik tuan,tunggu sebentar ya" balas Teuchi yg diberi respon anggukan oleh Azazel.

¤15menit kemudian¤

"ini pesanannya tuan" ucap pelayan namun kali ini suara pelayan perempuan, Azazel pun membalikan tubuh ingin mengambil pesanannya namun tak kunjung diletakan dimeja, Azazel yang heranpun melihat sang pelayan wanita yang memandangnya dengan wajah memerah dan yang mengetahui bahwa sang pelayan memerah karena melihatnya alias terpikat pun menyeringai dan ingin menggoda sang pelayan.

"hei nona" ucap Azazel sambil mengibas ngibaskan tanganya didepan wajah sang pelayan, sang pelayan yang kaget dan ditatap Azazelpun akhirnya gugup dan tambah memerah wajahnya.

"G-gomenasai tuan K-kalau saya melamun,ini pesanannya" ucap pelayan gugup dan memberi bungkusan isi ramen kepada Azazel.

Azazel yang melihat sang pelayan gugup pun tersenyum kecil dan pada saat mengambil bungkusan ramen ditangan sang pelayan dengan sengaja Tangan Kanan Azazel menggenggam tangan pelayan itu dan membuat sang pelayan merona dan menunduk.

Setelah Azazel mengambil bungkusan itu, ia berniat menyudahi acara menggodanya dan meninggalkan kedai itu untuk segera keapartement naruto,namun sebelum ia meninggalkan kedai ramen ia sempat membisikan sesuatu kepelayan tersebut dan seketika sang pelayan tambah merona seperti kepiting rebus.

"terimakasih nona cantik...mmm" bisik Azazel dan menghembuskan nafas ditelinga sang pelayan gadis,kemudian pergi.

Sang pelayan yang masih merona pun melihat bahwa Azazel telah meninggalkan kedai, namun sedetik kemudian pelayan tersebut tersenyum manis dan kembali kedapur.

"kenapa kau lama sekali Ayame?" tanya Teuchi karena tak biasanya anak satu satunya ini lama dalam mengantarkan pesanan pelanggan.

"T-tidak apapa kok tousan" ucap Ayame gugup dan merona mengingat wajah Azazel tadi.

"hmmmm,terpesona oleh azazel-dono hm?" tebak Teuchi dan membuat Ayame menundukan kepala ingin menyembunyikan wajahnya yang merona.

"Namun ia telah anak Ayame" ucap Teuchi yang membuat hati Ayame kecewa.

"A-anak?siapa" ucap Ayame kecewa,sedangkan Teuchi hanya tersenyum menggoda.

"ya anaknya adalah Naru-chan,Ayame" jawab Teuchi dan membuat Ayame mendongak menatap Teuchi tak percaya.

"M-ana mungkin tousan,naruto itu tidak mempunyai orang tua dari dulu dan juga tau dari mana kalau A-azazel-ku-n adalah orangtua Naru-chan?" ucap Ayame dan agak tergagap pada saat menyebutkan nama Azazel dengan suffix kun.

"aku mendengar dari hokage-sama pas jalan2 beberapa hari yang lalu di taman." jawab Teuchi.

"Benarkah? T-tapi siapa kalau begitu ibunya?"tanya Ayame was-was,dan Ayame berdoa semoga Azazel belum menikah dan hanya mengangkat Naruto menjadi seorang anak tanpa seorang ibu.

"belum,Azazel-dono belum mempunyai istri, ia hanya mengangkat Naruto menjadi anaknya tanpa ibu" jawab teuchi yang membuat Ayame bernafas lega.

"baiklah kalau begitu tousan,mari bekerja lagi!" ucap Ayame semangat sambil tersenyum.

"hahaha,yang lagi dapet kesempatan jadi ibu Naru-chan semangat banget nih" goda Teuchi.

"TOUSAN!" pekik Ayame karena malu dan wajahnya yang merona.

"hahahaha,mari bekerja "ucap Teuchi dan diikuti Ayame yang masih merona .

Sedangkan Azazel sekarang sudah sampai didepan pintu apartement ia dan naru-channya.

"CKLEK"

"TADAIMA" ucap Azazel dan masuk kedalam.

"OKAERI TOUSAN!" balas seorang anak kecil bersurai pirang yaitu naruto.

Azazel yang melihat Naruto berlari lari kecil kearahnya pun mempunyai ide usil mengerjai Naru-chanya ini.

"Tebak deh Tousan pulang bawa apa Naru-chan?" tanya .menyembunyikan bungkusan ramen dipunggungnya.

"Ramen" jawab Naruto agak bingung karena tousan nya ini agak aneh karena menanyakanya pertanyaan yang semua orang yang seharusnya sudah tau jawabanya karena dari aroma yang menguar adalah aroma Ramen.

Sedangkan Azazel pundung karena menanyakan pertanyaan bodoh pada anaknya dan Azazel yakin jika para petinggi didimensinya dulu melihatnya begini pasti akan tertawa dan mengatai ia bodoh.

"bodohnya aku" batin Azazel.

Sedangkan Naruto yang melihat tousanya berjongkok dan diatas kepalanya terdapat awan mendung pun tambah akhirnya mengajak tousannya untuk makan ramen." Tousan ayo kita makan ramennya,nanti keburu dingin" ajak Naruto dan mengambil bungkusan ramen dan menarik tangan Azazel.

"ha'i ha'i" jawab Azazel kemudian mengikuti Naruto kearah ruang tengah.

Esok harinya pagi pagi sekali Azazel sudah bangun dikarenakan ingin bersiap siap dimisi memakai pakaian standar ninja berpangkat jounin (penampilan Azazel seperti kakashi namun tidak memakai masker serta hitai-tai), hitai-tai Azazel diikatkan di atas pergelangan tangan, setelah itu selesai semua ia melihat Naruto yang masih tidur, Azazel tersenyum kecil dan menyelimuti Naruto yang masih tidur serta menulis sesuatu dinote kecil dan diletakan dimeja makan beserta beberapa lembar ryo untuk Naruto.,setelah itu Azazel berjalan keluar dari apartement Naruto menuju gerbang konoha.

Digerbang konoha telah berdiri Azuma yang menunggu Azazel.

"maaf Azuma, apakah kau sudah menunggu lama?" ucap Azazel.

"tidak kok Azazel,aku barusan datang kesini,kalau begitu ayo berangkat " ajak Azuma yang santai keluar desa dan diikuti Azazel dibelakangnya.

¤jam7'30¤

"E-engh" lenguh Naruto dan menggeliat kecil, kemudian Naruto bangun dan melihat bahwa Tousanya tidak ada disampingnya yang berarti sudah berangkat misi,kemudian Naruto berjalan keruang tengah dan menemukan secarik kertas dan beberapa lembar uang.

"Naru...tousan barangkat misi dulu,maaf tousan tidak membangunkanmu karena melihatmu tidur nyenyak membuat tousan tidak tega, jadi tousan langsung berangkat,ini ada uang untuk Naru jajan hari ini dan juga Tousan akan pulang malam ini dan paling lambat esok siang,...JAA Naru-chan" isi Note yang Ditinggalkan Azazel. Setelah membaca Note tersebut Naruto tersenyum dan pergi kekamar mandi ingin membersihkan tubuh.

¤jam 8'30¤

Naruto yang sudah rapi pun ingin sarapan dan akan pergi ke kedai ramen Teuchi.

Sesampai dikedai Naruto disambut Teuchi " Wah ada Naru-chan! Ingin pesan apa Naru?" tanya Teuchi,sedangkan Ayame yang mendengar nama Naruto langsung menyuruh teuchi untuk memasak biar Ayame saja yang melayani Naruto.

"nah Naru ingin makan ramen jumbo ya" tanya Ayame

"tentu Ayame nee-chan " jawab Naruto bersemangat.

"satu ramen jumbo Tousan" ucap Ayame ayame duduk disebelah Naruto ingin menanyakan sesuatu.

"ne...Naruchan" panggil Ayame.

"ya Ayame nee-chan?" balas Naruto.

"mmmmmm... Naru bisa bertemu dengan ayah angkat Naru gimana kejadiannya?" tanya Ayame,kemudian Naruto menceritakan sambil menunggu ramen.

"oh begitu ya," kata Ayame. "selain tampan Azazel-kun juga pemberani ya" batin Ayame dan merona yang membuat Naruto bingung kare.a wajah Ayame yang tiba tiba memerah.

"Ayame nee-chan sakit" tanya Naruto.

"buk-"

"Ayame memerah karena memikirkan Tousanmu Naru dan mungkin akan menjadi ibumu Naru...hahaha, ini silahkan dinikmati ramennya Naru" goda Teuchi dan memberikan ramen pesanan kearah Naruto.,sedangkan Ayame jangan ditanya ,ia sudah melebihi tomat warnanya, dan dengan kecepatan melebihi hairasin Ayame telah hilang dari hadapan Naruto dan Teuchi sambil berteriak.

"TOUSAN NO BAKAA!" Teriak Ayame dari kejauhan.

Sedangkan Teuchi hanya terkekeh dan Naruto masih bengong memperoses apa yang terjadi.

¤at kuil Ashura¤

Azazel dan Azuma sedang beristirahat halaman kuil Ashura yang barusan mereka singgahi,namun acara bersantai mereka segera terhenti karena terdengar suara dari arah belakang mereka dan pada saat mereka menoleh,sekarang terlihatlah seseorang berambut klimis teraisir kebelakang berwarna putih,.juga membawa sabit bermata tiga yang Azazel asumsikan bahwa itu senjatanya dan memakai jubah awan merah.

"wah!wah! Lihat apa yang kutemukan disini!, 2 persembahan untuk jashin sama!" ucap sosok tersebut.

"akatsuki" ucap Azuma pelan

"akatsuki?" ucap Azazel agak bingung.

"ya dia anggota akatsuki sudah terlihat dari kostumnya,dan yang terpenting dia adalah musuh kita Azazel" Ucap Azuma dan mengambil senjatanya dikantong ninjanya.

"hahaha...benar sekali,aku adalah anggota akatsuki dan perkenalkan namaku adalah Hidan,dan juga orang yang akan membunuh kalian berdua!" perkenalan hidan serta mengancam.

"cih" Azuma hanya mendecih,sedangkan Azazel juga sudah dalam posisi bertarung dan juga sudah mengeluarkan 6pasang sayap malaikat jatunya.

Hidan yang melihat Azazel mengeluarkan sayap hanya menyeriangai dan melesat maju.

"MATILAH KALIAN!"

¤FBC¤

FANFIC BERSAMBUNG COEG