MilkHunHan-Yuri present

Family Love Story :

COMPLICATED LOVE

AUTHOR:한유리

MAIN CAST:

Jung (Kim) TaeHyung / V

Jung HoSeok / J-HOPE

Jung DaeHyun / Zheng DaXian + BaekHyun / Wu BaXian (Gender Switch)

SUPPORT CAST:

Oh SeHun / Wu ShiXun + LuHan (GS)= Oh(Joen) Jeongguk

Wu YiFan / Kris + Huang ZiTao (GS)

Min Yoongi/ SUGA

Kim NamJoon/ RapMon

Park JiMin + Park ChanYeol and Other's (yang akan muncul di Chap – chap berikutnya)

GENRE: Family, Friendship, (Angst + Humor)

LENGTH : Chapter

"Sebenarnya untuk apa Tuhan menciptakan perasaan CINTA ?!"

Happy Reading and Don't Forget to Review ^^

Family Love Story :COMPLICATED LOVE

Chapter 3

.

.

.

"Hope, sudah. Jangan memaksakan dirimu. Ayo pulang. Hope~ . . . . dengarkan aku. RAPMON ! Kenapa Kau Diam Saja ?! Hentikan J-Hope Jangan Malah Terus – Terusan Menambah Minuman Digelasnya. RAPMON DENGARKAN AKU !"

PRANG !

"SUGA KAU ITU KENAPA ?! BIARKAN SAJA ! J-HOPE BUTUH INI !"

"Huuueeeeekk . . . ."

BRUK !

"J-HOPE !"

.

.

.

"Wae ?! Kenapa kau memelototiku terus ?!

Suga tengah mengurut – ngurut tengkuk J-Hope yang baru saja muntah itu mendengus sambil terus menatap tajam kearah RapMon saat mendengar pertanyaan itu.

Nama aslinya adalah Kim Namjoon. Sahabatnya yang juga sahabat J-Hope. Lebih tepatnya memang sahabat J-Hope karna dia satu angkatan dengan J-Hope semasa masih Junior High School. Suga sendiri mengenal RapMon karna sering mengikuti J-Hope saat pergi bersama RapMon. Tidak ada yang tau pasti siapa itu RapMon, kecuali J-Hope mungkin. Tapi yang Suga tahu, RapMon berhenti sekolah ketika lulus Junior High School dan memilih bekerja sebagai Bartender juga DJ di salah satu club yang tadi dikunjungi Suga dengan J-Hope.

"Sudahlah Yoongie. Jangan memarahi RapMon terus. Aku baik – baik saja." Ucap J-Hope sambil meraih tangan Suga dari tengkuknya.

"Aku hanya cukup cuci muka dan aku akan kembali segar." Lanjut J-Hope sambil berdiri dan melangkah menuju kamar mandi.

"Seharusnya kau tidak memberinya banyak minuman. Kau itu sahabat macam apa ?! J-Hope bukan peminum seperti kita." Omel Suga saat J-Hope mulai tidak terlihat dari hadapan mereka.

"Aku tau. Tapi aku lebih memilih melihatnya seperti ini daripada melihat seorang J-Hope yang selalu diam menahan perasaannya sendiri. Anggap saja kenang – kenangan di hari perpisahan kita dengannya. Lagipula saat dia di Kanada nanti, kita tak tau pergaulannya berubah atau tidak." Ucap RapMon sambil mulai menyalakan rokoknya dan menawarkannya pada Suga.

"Kau mau ?!"

"Anya. Hope melarangku merokok. Setidaknya aku tidak merokok didepannya." Jawab Suga sambil bersandar di sofa dan memejamkan matanya.

"Kau memang hanya menurut padanya."

"Aku mencintainya." Saut Suga cepat saat mendengar ucapan RapMon dan membuat RapMon tersenyum samar.

"Tapi sayangnya dia tak memandangku. Tak pernah memandangku sebagai orang yang mencintainya. Dia hanya memandangku sebagai sahabatnya, tidak lebih. Dan itu sangat menyedihkan. Hiks."

RapMon langsung menoleh kearah Suga yang tengah menutup wajahnya dengan satu tangan sembari terisak itu.

"Sudah jangan menangis. Kau bilang kau tak suka terlihat lemah dihadapan J-Hope." Ucap RapMon sambil berjalan kearah Suga dan merengkuhnya.

"Kenapa Yoongie menangis ?!" Tanya J-Hope yang baru saja keluar dari kamar mandi saat melihat Suga menangis dipelukan RapMon.

"Dia sedih karna kau tinggal pergi. Kekeke. Akh ! Aduh !" Gurau RapMon yang langsung dihadiahi cubitan diperut dari Suga.

J-Hope sendiri hanya tersenyum saat melihat wajah sembab SUGA yang tengah cemberut ini.

"Yoongie-ah."

Suga yang tadinya cemberut sambil menundukkan kepalanya itu langsung mengangkat wajahnya saat mendengar panggilan yang begitu disukainya itu.

Dia melihat J-Hope tengah merentangkan kedua tangannya sambil tersenyum kearahnya.

Grep ! *hug

"Hajima~ . . . . Jebal hajima. Jangan tinggalkan aku sendiri." Ucap SUGA sambil memeluk erat tubuh J-Hope.

"Mianhae Yoongi-ah, aku harus pergi. Mianhae Yoongi-ah." Ucap J-Hope sambil membalas pelukan SUGA sembari mengelus pelan punggung namja cantik itu.

"Dan kau salah jika kau bilang kau sendiri. Ada RapMon yang menjagamu. Bukankah selama ini kami berdua yang menjagamu ?!" Lanjut J-Hope sambil melepas pelukan SUGA dan menunjuk kearah RapMon yang tengah tersenyum.

"RapMon~ . . . come here." Panggil Suga sambil melambai – lambaikan tangannya kearah RapMon dan membuat RapMon berjalan kearah mereka.

Grep !

Suga meraih tubuh RapMon dan membuat mereka bertiga kini berpelukan selayaknya teletubis -_-

Brukk !

Mereka bertiga lalu duduk disofa dengan Suga yang duduk ditengah – tengah sambil merangkul kedua lengan sahabatnya dan menyandarkan kepalanya dibahu J-Hope.

"Gomawo kalian selama ini sudah mau menemaniku dengan menjadi sahabatku tulus tanpa memandangku statusku." Ucap Suga sambil tersenyum.

"Jangan membahas status, kalau kau memandang dari status aku akan tersinggung. Karna aku hanya seorang anak jalanan." Gurau RapMon.

"Aku tak pernah memandang kau sebagai anak jalanan RapMon. Hasst, kita berdua memang bermasalah. Untungnya ada satu anak baik – baik dan berasal dari keluarga terhormat mau bersahabat dengan kita." Ucap Suga.

"Nde. Kita beruntung. Tuan muda yang terhormat itu mau bersahabat dengan kita tanpa memandang status kita berdua." Saut RapMon.

J-Hope terkekeh pelan saat mendengar gurauan kedua sahabatnya itu.

Yah J-Hope mengakui, kedua sahabatnya itu memang sama – sama menyimpan masalalu yang cukup kelam. Tapi J-Hope sendiri tak mempermasalahkan hal itu. Karna dia sendiri merasa nyaman bersahabat dengan mereka. Apalagi kedua orang tuanya yang memang bisa dikatakan datang dari keluarga terhormat dan terpandang yang cukup dikenal di Korea, China dan Kanada itu juga tidak mempermasalahkan hubungan persahabatan mereka. Bahkan Oemmanya Jung BaekHyun sering mengundang mereka untuk makan bersama dirumah mereka.

"Hasst, kalian berdua ini membuatku semakin berat saja meninggalkan Korea."

Suga yang mendengar ucapan J-Hope langsung melepas rangkulan tangannya dan memandang J-Hope.

"Makanya, tetaplah disini." Ucap Suga merajuk sambil menggenggam tangan J-Hope.

"Hope. Itu ponselmu kan ?! Dari tadi berkedip terus."

J-Hope yang tadinya bertatapan dengan Suga yang tengah merajuk itu mendadak menoleh kearah meja yang ditunjuk RapMon. Itu memang ponselnya, dia sepertinya lupa kalau mensilent ponselnya. Dia lalu melepas tangan Suga dan meraih ponselnya.

Dia membuka ada 2 pesan.

Pertama dari 'Areumdaun Jung TaeHyung^^' dan yang kedua 'My Beloved Mom'

J-Hope tersenyum saat membaca nama V. V itu paling benci dikatakan cantik tapi malah menulis nama di ponselnya dengan kata 'areumdaum'.

From : Areumdaeun Jung TaeHyung^^

"Hopie Hyung, eodigayo ?! Aku tidur dikamarmu ya. Appa oemma sudah tidur sewaktu aku pulang. Cepat pulang Hopie Hyung, jangan sia – siakan kesempatan ini. Kapan lagi kita bisa tidur bersama seperti waktu kita kecil. Jarang – jarang jam segini appa dan oemma sudah masuk kamar. Aku tunggu ya Hopie Hyung. Saranghae .. chu !"

J-Hope terkekeh pelan saat membaca pesan dari adiknya itu. Berikutnya J-Hope membuka pesan dari oemmanya.

From : My Beloved Mom.

"Nak, kau dimana ?! Kenapa kau belum pulang ?! Besuk kau akan menempuh perjalanan jauh, kau harus beristirahat. Kenapa panggilan oemma tidak kau angkat ?! Kau baik – baik sajakan ?!"

"Oemma menelponku ?!" Tanya J-Hope pada dirinya sendiri lalu menyentuh icon panggilan tak terjawab.

"MWO ?!"

"Hope kenapa ?! / "Waeyo Hope ?!" Tanya SUGA dan RapMon bersamaan saat mendengar teriakan J-Hope.

"Oemma menelponku sampai 50 kali. Astaga. Aku tidak bilang kalau bertemu kalian. Aduh, oemma pasti sangat khawatir. Aku harus pulang sekarang." Ucap Suga sambil merapikan penampilannya dan memunguti barangnya yang tadi sempat keluar dari tasnya.

"Aku antar." Ucap Suga sambil ikut berdiri.

"Anya – anya. Tidak perlu. Tetaplah dirumah. Jaga diri kalian baik – baik disini. Tetap menghubungiku. Dan aku akan selalu menghubungi kalian. Ingat, appa oemmaku menyediakan tiket untuk kalian jika kalian ingin mengunjungiku ke Kanada. Aku pergi. Aku akan merindukan kalian." Ucap J-Hope sambil bergantian memeluk Suga dan RapMon sebelum pergi berlari keluar dari apartemen Suga dengan langkah terburu – buru.

"Hope~ ..." Panggil SUGA lirih.

"Biarkan dia pergi. Ini sudah keputusannya." Ucap RapMon sambil menepuk pelan bahu Suga.

"Dia pergi karna patah hati. Aku tak rela dia pergi hanya karna dia patah hati." Ucap Suga pelan.

"Anya. Bukan karna itu. Dia pergi memang karna disanalah tempatnya. Dia yang harus meneruskan perusahaan Oh yang ada di Kanada. Karna perusahaan keluarga Jung yang ada disini akan diberikan pada V dan pasangannya. Kau juga tau itukan ?! Sudah tidurlah. Aku kembali ke cafe dulu." Ucap RapMon penjang lebar sembari berpamitan.

Grep !

RapMon menghentikan langkahnya saat merasakan sepasangan tangan memeluknya dari belakang.

"Temani aku malam ini. Tidurlah disini. Aku takut, aku benci kesendirian. Jebal."

.

.

.

"Hosh . . . hosh . . . hosh."

J-Hope yang baru sampai didepan pintu kediamannya itu terlihat merunduk dengan nafas terengah – engah. Dia cukup lelah berlari dari apartemen Suga. Sebenarnya letak apartemen Suga tidak begitu jauh dari kediamannya, tapi tetap saja terasa jauh bila ditempuh dengan berjalan kaki.

Dia tidak bisa untuk tidak panik saat melihat jumlah panggilan tak terjawab dari oemmanya. V bilang oemma dan appanya sudah tidur, tapi jelas – jelas panggilan terakhir oemmanya tadi didapat saat waktu sudah lewat tengah malam. Berarti oemmanya memang terbangun dan mencarinya.

J-Hope memencet – mencet KeyCode yang ada disebelah pintu rumahnya itu. Rumahnya memang dilengkapi dengan tombol kode yang biasa terdapat diapartemen – apartemen.

Ceklek !

J-Hope melangkah perlahan saat memasuki rumahnya yang sudah terlihat remang – remang karna beberapa lampu sudah dimatikan. Sebenarnya tanpa berjalan pelan – pelan pun dia tak perlu khawatir membangunkan orang dirumahnya mengingat seberapa besarnya kediaman Keluarga Jung DaeHyun ini.

"Hoseok ?! Itu kau nak ?!"

"Eh ?!"

J-Hope yang sudah mulai akan menaiki tangga itu perlahan menoleh kearah kearah suara dibalik Sofa. Matanya melebar saat melihat sosok BaekHyun tengah terduduk di sofa dengan ekspresi wajah yang terlihat seperti orang yang baru bangun tidur.

"Astaga oemma. Sedang apa oemma disitu ?!" Tanya J-Hope sambil berlari kearah sofa dan merengkuh tubuh mungil sang oemma.

"Kenapa oemma tidur disini ?! Kenapa oemma tidur diluar ?! Disini kan dingin oemma. Apa oemma bertengkar dengan appa ?!" Lanjut J-Hope panik yang membuat BaekHyun terkekeh.

"Oemma kenapa malah tertawa ?!" Tanya J-Hope kesal yang membuat BaekHyun menghentikan kekehannya. Dia tersenyum dan mengasak pelan surai putranya itu.

"Kalau aku dan appamu bertengkar. Tak mungkin oemma yang tidur diluar. Pasti appamulah yang tengah memohon didepan pintu untuk dibukakan sekarang."

J-hope terkekeh saat mendengar ucapan sang oemma. J-Hope akui jika pertengkaran appa dan oemmanya itu sangat lucu, saat bertengkar mereka itu melebihi Tom & Jerry, sifat jail masing – masing pasti keluar. Terlepas dari pertengkaran seperti semalam tentunya.

"Oemma menunggumu nak."

"Eh ?!"

J-Hope menghentikan kekehannya saat mendengar ucapan sang oemma dan memandang BaekHyun dengan ekspresi bersalah.

"Aku tadi merayakan perpisahanku dengan Suga dan RapMon. MianHae membuat oemma khawatir. MianHae sampai membuat oemma ketiduran disofa." Ucap J-Hope sambil membelai wajah mulus BaekHyun.

BaekHyun tersenyum sambil menggelengkan kepala.

"Jangan terus meminta maaf. Sudah kewajiban seorang ibu menjaga anaknya. Sekarang tidurlah nak. CUP !" Ucap BaekHyun sambil mengecup kening J-Hope yang membuat J-Hope tersenyum.

"Arraseo. Aku tidur oemma. Ayo oemma juga tidur." Ucap J-Hope sambil menarik tubuh mungil BaekHyun untuk berdiri.

"Tidurlah dulu nak. Adikmu ada kamarmu. Biarkan malam ini dia tidur disana. Dia tak tahu tentang kepergianmu besuk. Jadi setidaknya bersamalah untuk malam ini."

J-Hope menatap yeoja yang telah melahirkan itu dengan tatapan nanar.

"Gomawo oemma. Lekas tidur oemma. CUP !" Ucap J-Hope sambil mencium kening BaekHyun sebelum berbalik dan berlari menaikki tangga.

"Alkohol." Ucap BaekHyun lirih sambil terus mengikuti arah J-Hope berlari. Saat J-hope menciumnya tadi, dia mencium aroma Alkohol.

"Aroma alkohol. Anakku minum alkohol. Apa kau sefrustasi itu nak ?! Tak seharusnya kau melihat Jin dan V berciuman tadi. Hiks . . . apa oemma telah menyakitimu nak ?!"

BaekHyun menundukkan wajahnya sembari terisak dibalik kedua tangan yang kini menangkup wajahnya.

Sedikit banyak J-Hope itu lebih menurun DaeHyun dibanding dia. Sama halnya dengan V yang lebih mirip dirinya. DaeHyun dan J-Hope sama - sama tipe namja penurut terutama pada orang tua. Bedanya hanya DaeHyun itu sedikit keras kepala sedangkan J-Hope benar – benar penurut, kelewat penurut jika BaekHyun boleh bilang.

Meski DaeHyun termasuk orang yang terlahir dari keluarga kaya – raya yang sudah pasti sudah disuguhi kehidupan glamor sedari kecil, tapi DaeHyun hampir tak pernah menyentuh yang namanya Alkohol. Karna DaeHyun sendiri tidak menyukai dan membenci aroma Alkohol. Seumur hidup BaekHyun mengenal DaeHyun, baru hari itu untuk pertama dan terakhir kalinya BaekHyun mendapati DaeHyun menegak alkohol. Dan BaekHyun sadar bahwa dia sendirilah penyebab DaeHyun frustasi hingga namja yang saat itu baru saja menjadi suaminya itu menegak alkohol hingga mabuk berat.

BaekHyun berjalan tertatih dengan tubuh sedikit bergetar saat menaikki tangga rumahnya. Sejujurnya bukan karna keterlambatan pulang J-Hope yang membuatnya khawatir. BaekHyun sadar putra bungsunya itu sudah dewasa. Tapi penyebabnyalah yang membuatnya terus menghubungi sang anak setelah berhasil membuat DaeHyun tepar diranjang.

Flashback

Tin Tin !

BaekHyun yang baru saja keluar dari kamar mandi bersama DaeHyun itu langsung saling berpandangan saat mendengar suara klason mobil dari luar rumah mereka.

"Jin dan V kah itu ?!" Tanya DaeHyun pada BaekHyun yang tengah melipat handuk diatas kepalanya lalu membuka lemari pakaian itu.

"Molla. Mungkin memang mereka. Ini, keringkan dulu rambutmu. Biar aku lihat dulu." Ucap BaekHyun sambil menyerahkan handuk kering yang dia ambil dari lemari kearah DaeHyun.

"Kau mau menemui mereka dengan kimono mandi begitu ?!" Tanya DaeHyun sambil mulai mengeringkan rambutnya.

"Hasst, aku hanya melihatnya dari jendela." Ucap BaekHyun sambil menunjuk arah jendela yang diangguki oleh DaeHyun yang langsung duduk ditepi ranjang itu.

BaekHyun lalu berjalan menuju kearah jendela dan melihat kearah luar rumahnya melalui jendela kamarnya yang memang masih terbuka itu. Dia tersenyum saat melihat V dan Jin yang tengah berbicara didepan gerbang rumah mereka.

"Eh ?! Aiggo."

BaekHyun menutup mulutnya saat melihat Jin tengah mencium V dibawah sana. Dia terkekeh melihat ekspresi kaku takut atau apalah yang terlihat dari wajah V tersorot lampu didepan gerbangnya itu. Bagi BaekHyun ekspresi anaknya itu sangat lucu. Mungkin itu merupakan ciuman V. Wah ... Anaknya sudah besar rupanya.

DEG !

Namun senyum BaekHyun mendadak memudar saat mata sipitnya menangkap sosok lain berdiri tak jauh dari tempat JinV berciuman.

"Ho- . . . hoSeok." Ucap BaekHyun lirih saat melihat sosok orang yang tengah berdiri mematung dengan pandangan lurus menatap kearah JinV yang tengah berciuman itu.

Dia memegang dadanya yang mendadak terasa sakit itu.

"Benar mereka Baby ?!"

Brak !

BaekHyun langsung menutup kasar jendela kamarnya saat mendengar suara sang suami yang kini berjalan kearahnya itu.

"Eh D-dae . . . . . nde, itu mereka. Ayo kita tidur saja." Jawab BaekHyun sambil menarik tubuh DaeHyun untuk kembali berjalan keranjang mereka dan mulai membaringkan tubuh mereka disana.

"Eh ?! Kau mau kemana ?!" Tanya BaekHyun saat melihat DaeHyun mendadak kembali berdiri.

"Aku mau ganti piyama. Kau tidak lihat aku masih memakai handuk." Ucap DaeHyun sambil berjalan menuju lemari pakaiannya.

Grep !

Deg !

"B-baby . . ."

DaeHyun memanggil BaekHyun pelan. Tubuhnya mendadak merinding saat merasakan tangan BaekHyun memeluknya dari belakang. Bukan, bukan karna pelukan sang istri yang membuatnya merinding. Dia sudah biasa dipeluk BaekHyun dari belakang. Tapi masalahnya adalah . . . . . . . dia merasakan sepasang benda kenyal tengah bersentuhan langsung dengan kulit punggungnya itu. Dia sangat yakin BaekHyun tengah telanjang saat ini.

"Dae~ . . . . . tak perlu memakai baju. Ayo tidur."

DaeHyun merasakan bulu kunduknya kembali berdiri saat jari lentik sang istri kini menyusuri dada bidangnya sehingga sesuatu dibelakang sana semakin menempel saja dipunggungnya.

Sret !

BRUK !

DUK !

DaeHyun segera melepas handuk yang menutupi pinggangnya kebawah itu lalu mendorong kasar tubuh BaekHyun keranjang. Persetan dengan pakaian, istrinya sedang jinak sekarang dan DaeHyun tak mau menyia – nyiakan kesempatan ini.

"Akh, DAE . . . BISA PELAN – PELAN TIDAK ?!" Teriak BaekHyun karna kepalanya terkantuk pinggiran ranjang.

"Hehehe."

DaeHyun hanya tersenyum gaje saat melihat sang istri tengah ngomel itu.

"Hehahehe – hehahehe .. kepalaku sakit bodoh !" Ucap BaekHyun sambil menoyor jidat suaminya itu.

"Mianhae Baby~ . . . ." Ucap DaeHyun sambil mengecup singkat bibir mungil BaekHyun.

"Hasst, yasudah. Cepat menyingkir. Ayo tidur." Ucap BaekHyun sambil mendorong pelan tubuh DaeHyun dari atas tubuhnya yang polos itu.

"Tidur ?! Setelah menggodaku kau minta langsung tidur ?! Mana bisa begitu ?!" Protes DaeHyun yang membuat BaekHyun memutar malas kepalanya.

"Setidaknya menyingkirlah dari atas tubuhku sebentar, biarkan aku berbaring dengan posisi yang nyaman." Saut BaekHyun yang membuat DaeHyun langsung berdiri dan melihat kearah sang istri yang tengah menata bantal dan menyamankan posisi berbaringnya itu.

Glek !

DaeHyun menegak kasar ludahnya saat melihat tubuh mulus BaekHyun tengah tidur terlentang diatas ranjang itu.

"DAE ! KENAPA MALAH DIAM SAJA ?!" Omel BaekHyun pada sang suami yang malah hanya memandangi tubuhnya itu.

"Baek, kita sudah menikah berapa tahun sih ?!"

BaekHyun kembali memutar malas matanya saat mendengar pertanyaan tak masuk akal dari sang suami itu.

"Kau hitung saja berapa usia HoSeok lalu kau tambah satu tahun. HoSeok ada tepat setahun setelah kita menikah." Ucap BaekHyun tetap menjawab pertanyaan sang suami.'

DaeHyun tersenyum mendengar jawaban dari sang istri. Dia terus menyusuri tubuh polos BaekHyun dari bawah ke atas. Sudah selama itukah dia memiliki yeoja cantik itu. Berarti hampir selama itu juga dia selalu mencumbui tubuh indah itu. Tapi kenapa dia merasa tidak bosan saat menyentuhnya.

Dulu mereka memang menikah saat usia mereka masih sangat muda. 18 tahun. Ya, mereka menikah saat usia mereka masih sama – sama 18 tahun. Jadi wajar jika wajah BaekHyun yang memang baby face tetap terlihat seperti gadis remaja, meski nyatanya dia seorang ibu yang berusia hampir 40 tahun dan mempunyai dua anak yang sudah menginjak dewasa.

Tubuh mungilnya juga tetap mungil, dia hanya sedikit gemuk ketika hamil dulu. Setelah itu tubuhnya langsung kembali ramping. Mungkin olahraga malam mereka cukup mempengaruhi hal itu. Jangan lupakan milkskinnya itu. Kulit putih bersih yang tetap halus dan mulus tanpa ca- . . . . . cat.

Mata DaeHyun perlahan berhenti saat menatap kearah bagian atas dada BaekHyun, tepatnya dibawah leher BaekHyun dimana disana terdapat sebuah bekas luka. Sebuah luka bekas jahitan.

Mendadak senyum DaeHyun memudar, dikepalanya berputar – putar akan kenangan masa lalunya. Disaat dia masih menjadi sosok yang dibenci BaekHyun. Sosok yang membuat bekas luka di tubuh itu. Dia sejenak membenci dirinya sendiri. Dia membenci sosok DaXian. Bagaimana bisa dulu dengan kejamnya dia menggoreskan pisau yang tajam ke tubuh mulus itu.

"Kalau kau memang tak mau menyentuhku aku tidur saja."

"Eh ?!"

DaeHyun tersadar dari lamunannya, mendadak tersentak saat melihat BaekHyun yang langsung menarik selimut dan menutupi tubuh polosnya itu.

"E-eh ... kenapa ditutup ! ANDWE !" Teriak DaeHyun sambil langsung melompatkan diri keranjang dan memeluk tubuh BaekHyun.

"Menyingkir sebentar. Masuk selimut. Nanti kau bisa kedinginan. Tidurlah sembari memelukku."

DaeHyun tertegun saat memperhatikan BaekHyun yang tengah membenahi selimut dan menyelimuti kedua tubuh mereka. Sepertinya makhluk cantik dihadapannya ini benar – benar seorang malaikat. Wanita terbaik yang pernah dia temui.

"Wae ?!" Tanya BaekHyun sambil memandang datar kearah DaeHyun yang tengah menatapnya lekat.

"Saranghae."

CUP !

DaeHyun menangkup wajah BaekHyun dan mencium singkat kening istrinya itu lalu merengkuh tubuh mungil itu.

"Gomawo sudah mau menerimaku dengan segala kekuranganku. Gomawo sudah mau membalas perasaan cintaku. Mianhae atas kesalahanku dimasalalu. Gomawo sudah memberiku seorang malaikat kecil dan seorang . . ."

"Apa ?! Kau mau mengatai TaeTae apa ?!" Ucap BaekHyun sambil mendongakkan kepalanya dan melotot kearah DaeHyun.

"Dan seorang duplikatmu. CUP ! Hehehe." DaeHyun terkekeh sambil mengecup singkat bibir BaekHyun yang kini mencibir kearahnya itu.

"Aku bahagia memiliki kau dan mereka berdua. Hidupku serasa sangat lengkap. Aku berusaha memberi yang terbaik untuk kalian semua. Semoga mereka bisa juga dapat membanggakanku dan tidak mengecewakanku dan keluarga besar kita. Tolong dukung aku ya Baby."

BaekHyun langsung terdiam saat mendengar penuturan DaeHyun.

"Mendukung ?! Mendukungmu untuk memisahkan HoSeok dan TaeHyung ?!" Tanya BaekHyun dalam hati.

Mendadak dia teringat pada J-Hope diluar. Apa dia baik – baik saja ?! Dia benar – benar ingin melihat dan memastikan keadaan anaknya itu sekarang.

"Baby~"

BaekHyun menoleh kearah DaeHyun. Sebelum dia bisa keluar setidaknya dia harus membuat namja yang memeluknya ini tertidur dulu.

"Nde. Nado saranghae Yeobo. Tapi Dae~ . . . kita terlalu banyak bicara. Kapan dimulainya ?! Ini sudah malam, besuk kita harus bangun pagi." Tanya BaekHyun manja.

"Aiggo . . . Istriku ini kenapa ?! Tidak sabaran sekali. Yasudah ayo dimulai." Ucap DaeHyun sambil melepaskan pelukannya dan menidurkan BaekHyun dengan posisi terlentang.

"Perlu pemanasan tidak ini ?!" Tanya DaeHyun yang sudah mengambil posisi ditengah – tenga paha BaekHyun yang terbuka itu.

"Tidak perlu. Aku bukan perawan yang memerlukan pemanas- AKH ! APPO ?! JANGAN LANGSUNG MEMASUKAN BEGITU JUGA JUNG DAEHYUN BODOH!" Teriak BaekHyun menggema memenuhi ruangan.

FlashBack End

(DaeBaek mau NC-an .. Reader minggir dulu ya .. hahaha)

.

.

.

Ceklek !

J-Hope berjalan perlahan saat memasuki kamarnya. Dia lalu menaruh tasnya juga melepas Dasi, Blazer serta sepatunya sebelum menaiki ranjangnya. Dia tidak berniat untuk mandi mengingat ini sudah sangat malam. Lagipula dia sudah mencuci muka di apartemen Suga tadi.

"Egh . . . Hopie Hyung ?!"

J-Hope menoleh kearah suara dibelakangnya dan melihat V terlihat terbangun sambil mengucek – ngucek matanya.

"Aku membangunkanmu eoh ?!" Tanya J-Hope sambil naik ke atas ranjang.

"Anya Hopie Hyung. Aku terbangun karna mimpi buruk." Ucap V sambil mendekat kearah J-Hope dan memeluknya.

Grep !

"Mimpi buruk ?! Mimpi buruk apa Tae-ah ?!" Tanya J-Hope sambil membalas pelukan adiknya itu.

"Aku berminpi Hopie Hyung akan meninggalkanku."

DEG !

"Walau hanya mimpi rasanya menyedihkan sekali. Aku tak mau berpisah dengan Hyung. Apalagi Hyung terlihat pergi jauh seperti tidak akan kembali lagi. Didalam mimpiku juga, aku melihat Hyung pergi bersama Suga Hyung."

J-Hope tersentak, antara terkejut dan bingung saat mendengar penuturan V. Terkejut karena mimpi V tentang dia akan pergi itu memang nyata. Tapi dia juga bingung kenapa bisa ada Suga.

"Suga ?! Kenapa bisa dengan Yoongi ?!" Tanya J-Hope sambil tetap memeluk tubuh V.

"Mollayo. Hyung aku tidur disini ya ?! Oemma tadi masuk kemari dan oemma bilang malam ini aku boleh tidur disini, karna appa sudah tidur. Boleh ya Hopie Hyung~ ?!" Tanya V dengan nada merajuk.

"Nde. Sekarang ayo tidur. Ini sudah lewat tengah malam." Ucap J-Hope sambil melepas pelukannya dan menuntun tubuh V untuk berbaring disampingnya.

"Hopie Hyung~"

"Nde ?!"

"Peluk~"

J-Hope yang tadinya sudah mulai memejamkan matanya langsung menoleh kearah V dan tersenyum. Dia pun langsung menarik dan merengkuh tubuh V kearah tubuhnya.

"Hopie Hyung~" Panggil V kembali dan membuat J-Hope langsung menatap kearah V.

"Nde ?!"

"Saranghae~"

CUP !

J-Hope sedikit tersentak saat V tiba – tiba mengatakan cinta dan mengecup singkat bibirnya.

"Mianhae." Ucap V sembari menunduk.

"Maaf untuk apa Tae-ah ?!" Tanya J-Hope bingung.

"Tadi Jin Hyung menciumku."

DEG !

Tubuh J-Hope mendadak menegang saat mendengar ucapan V. Bayangan saat dirinya melihat JinV tengah berciuman tadi kembali muncul dikepalanya.

"Hyung~ ... Kenapa kau diam ?! Kau marah ?! Mianhae Hopie Hyung." Ucap V menunduk sambil memainkan ujung kemeja J-Hope.

"Tae-ah." Panggil J-Hope dan membuat V mengangkat kepalanya.

"Kau percaya padaku kan ?!"

V menyerngitkan alisnya tanda tak mengerti. Namun walau begitu dia tetap mengangguk sembari menatap ke arah wajah J-Hope yang menatapnya secara intens.

"Nado Saranghae. Aku juga percaya padamu. Balas ciumanku jika kau lebih mencintaiku daripada dia."

Usai mengucapkan itu J-Hope langsung menarik tenguk V dan mendekatkan wajah mereka.

Sesaat kedua bibir itu hanya saling menempel dengan kedua pemilik yang tetap saling menatap satu sama lain. Hingga akhirnya V menggigit bibir bawah J-Hope dan mau tak mau J-Hope pun membuka mulutnya. Entah sama – sama belajar darimana Vhope kini sama – sama memejamkan mata mereka sembari saling melumat bibir dan memperdalam ciuman mereka serta mempererat pelukan tubuh mereka.

"Mereka berciuman ?!"

DEG !

BaekHyun yang tadi 'mengintip' kedua anaknya dari balik pintu yang memang tidak ditutup rapat itu mendadak tersentak saat mendengar sebuah suara dibelakangnya. Ternyata tak hanya dia yang melihat kejadian itu.

"Se-seHun ?!"

Namja yang namanya disebut BaekHyun itu tersenyum samar sebelum berjalan mendekat kearah BaekHyun.

"Mungkin mereka akan menghabiskan malam pertama mereka malam ini."

"Jangan berkata yang tidak - tidak, HoSeok bukan kau. Mereka bukan kita. Mereka tidak akan melakukan itu sebelum benar – benar mendapat restu dari semua. Aku sangat mengenal anakku, terutama HoSeok."

SeHun kembali tersenyum bahkan lebih mengarah ke smirk saat mendengar penuturan BaekHyun.

"Anakmu ?! Anakmu dengan siapa ?! Denganku ?!"

DEG !

BaekHyun yang mendengar ucapan SeHun itu langsung menoleh dan menatap tajam kearah namja yang tak lain adalah adik kandungnya itu.

"Jaga ucapanmu SeHun-ah, dia bukan anakmu, dia anakku dengan DaeH-"

"Oh dengan DaXian."

Tubuh BaekHyun menegang saat mendengar perkataan SeHun. Dia benci SeHun menyebut DaeHyun dengan nama DaXian.

Dan lagi SeHun kembali bertingkah, dia kembali menganggap jika J-Hope itu anaknya.

Bukan, J-Hope bukan anak SeHun, J-Hope anak DaeHyun. J-Hope adalah anaknya dengan DaeHyun, bukan dengan SeHun. Karna itulah kebenaran yang sangat dia harapkan.

"Apa mak-"

"Kenapa mereka bisa tidur bersama ?! Kemana suamimu ?! Apa suamimu itu tidak takut mereka akan berbuat macam – macam jika mereka berdua tidur bersama."

"Sudah kubilang HoSeok bukan Kau dan Mereka bukan Kita. DaeHyun sudah tidur. Dan aku mohon berhenti memanggilnya dengan sebutan 'suamimu', dia it-"

"Lalu kau minta aku memanggilnya apa ?! Ayah dari anak – anakmu ?! Padahal pada kenyataannya ayah dari salah satu dari anakmu itu adalah namja yang berdiri dihadapanmu."

"OH SEHUN !"

BaekHyun langsung berteriak saat mendengar ucapan SeHun yang dirasa tak masuk akal itu.

"Harus berapa kali aku bilang. HOSEOK ITU ANAK DAEHYUN, JUNG DAEHYUN BUKAN OH SEHUN." Ucap BaekHyun sedikit menggertak.

"HAHAHAHAHA."

BaekHyun yang tadinya sudah menahan amarah diubun – ubun mendadak menatap SeHun cengoh. Kenapa dongsaengnya itu malah tertawa sambil memegangi perutnya, apa dia sudah gila ?!"

"Oh SeHun. Jangan menakut – nakutiku. Kau kenapa ?! Kenapa kau malah tertawa ?!"

"Hahahaha, nonna kau itu lucu sekali. Kenapa kau seserius itu. Aku kan hanya bercanda. Kita baru melakukan itu sekali, jadi mana mungkin kalau Hope itu anakku. Kecuali benihku benar – benar subur sehingga menghasilkan lebih cepat daripada suamimu. Hahahaha."

PLETAK !

"Aw, nonna appo ?!" Ucap SeHun sambil mempoutkan bibirnya saat kepalanya dipukul oleh BaekHyun.

"Rasakan ! Dasar dongsaeng kurang ajar. Jangan merajuk. Kau sudah tua, tak pantas memasang ekspresi wajah seperti itu. Sini kau !" Ucap BaekHyun kesal sambil menarik daun telinga SeHun dan membawanya ketaman belakang.

"A-aaaakk ampun nonna ... Aduh aduh .. Lepaskan nonna sakit." Protes SeHun.

"Hehehe, mianhae Nyonya Jung, aku kan hanya bercanda." Sambil memasang ekspresi puppy eyesnya kearah BaekHyun setelah BaekHyun melepas jewerannya.

"Bercandamu gak lucu !" Ucap BaekHyun sewot sambil duduk disebuah kursi panjang.

"Ah yasudahlah. Tapi nonna, aku serius. Mana suamimu. Kenapa tumben tak menunggu V tidur dulu ?! Biasanya dia tidak akan tidur nyenyak sebelum menyeret V dari dalam kamar Hope." Tanya SeHun sambil mendudukan diri disamping BaekHyun.

"Dia sudah tepar ?! Mungkin dia kelelahan."

"Heh ?! Maksudmu ?!"

BaekHyun memutar matanya malas mendengar pertanyaan SeHun.

"Kau bukan seorang anak kecil polos yang tidak tahu apa penyebab seorang namja beristri tepar karna kelelahan."

SeHun terkekeh saat mendengar ucapan judes yang keluar dari bibir tipis BaekHyun.

"Memang berapa ronde yang kalian lakukan hingga dia kelelahan ?!"

"5 ronde."

"MWO ?!"

"Wae ?!" Tanya BaekHyun pada SeHun yang terlihat sedikit berlebihan.

"Kau kuat juga nonna. Dalam waktu sesingkat itu sudah 5 ronde, kekekeke." Ucap SeHun sembali terkekeh.

"Baru juga 5. Aku pernah melayani DaeHyun sampai lebih dari 20 ronde sehari."

"WHAT THE HELL !"

Pletak !

"Aduh, appo nonna." Gerutu SeHun sambil mengelus kepalanya yang kembali dipukul BaekHyun.

"Tanggapanmu berlebihan SeHun-ah. Memang apa yang aneh ?!"

"20 ronde nonna, 20 ronde, aku tekankan lagi 20 ronde ?! Yang benar saja, bagaimana bisa ?! Aku dan XiaoLu saja belum pernah sekalipun dapat melakukannya lebih dari 5 ronde. Bagaimana dan kapan kalian melakukannya ?! Memang suamimu itu tidak bekerja ?! Hope dan V kemana ?!" Tanya SeHun panjang lebar.

"Saat itu aku baru memiliki Hope, umurnya baru sekitar 2tahunan. Waktu itu Daddy dan Mommy ke Korea, mereka liburan ke Jeju, lalu mereka mengajak HoSeok untuk ikut mereka. Otomatis aku hanya berdua dengan DaeHyun dirumah, dia mengambil cuti sehari. Dia memintaku melayaninya. Ya aku layani saja, lagipula kalau aku pikir – pikir sejak HoSeok lahir DaeHyun jadi jarang aku layani karna HoSeoklah yang menjadi perhatianku. Awalnya sih hanya permainan ringan, aku bisa mengimbanginya, bahkan beberapa kali aku yang menyerangnya. Tapi aku lupa satu hal, aku lupa kalau DaeHyun itu punya sisi kemesuman yang sangat berlebih, dia terus menyerangku seharian penuh, dikamar, diruang tamu, diruang makan, didapu-"

"Kau tidak lelah nonna ?!"

BaekHyun kembali memutar kedua bola matanya.

"Tentu saja lelah, sangat lelah, hampir 24 jam non stop kami melakukannya. Kau tahu, tubuhku sampai lengket penuh dengan sperma DaeHyun. Aku bahkan sampai tak bisa berjalan keesokan harinya. DaeHyun pun memilih menambah cuti 2 hari, dia melayaniku, memandikanku, memasakan makanan untukku, menyuapiku, dia juga selalu menggendongku dengan ala bridal. Ah Romantis sekali." Cerita BaekHyun sembari tersenyum, tiba – tiba dia teringat akan saat itu.

"Kau terlihat bahagia sekali." Ucap SeHun yang membuat BaekHyun menoleh.

"Tentu saja, dia suamiku dan aku melakukannya atas dasar cinta."

"Lalu kau melakukan sebanyak itu apa kau hamil nonna ?!" Tanya SeHun yang dijawab anggukan dan senyuman oleh BaekHyun.

"Tentu saja aku hamil. Dua minggu kemudian aku mengandung TaeTae. Aku bahagia memiliki TaeTae. Dengan kehamilanku itu, aku bisa mengerjai DaeHyun habis – habisan, aku selalu nyidam yang aneh – aneh hingga membuat Daehyun kelimpungan. Walo jujur itu memang keinginan bayiku. Jadi mungkin itu sebabnya TaeTae benar – benar mirip DaeHyun, sedikit ngeyel dan menyebalkan. Tapi setidaknya dia terlahir atas dasar rasa cinta kami berdua, tidak seperti HoSeok. Waktu aku mengandung HoSeok dulu, aku bahkan tak pernah berkomunikasi dengannya. Aku tak pernah membiarkannya menyentuh kandunganku." Ucap Baekyun pelan sembari menundukkan kepalanya,

"Apa bedanya nonna. Kenapa begitu ?! Mereka kan sama – sama anakmu. Tadi kau bilang melakukannya atas dasar cinta, sama seperti aku dan XiaoLu hingga menghadirkan JungKook."

BaekHyun menoleh, dia tersenyum samar dan menatap tajam kearah SeHun yang juga tengah menatapnya.

"Kita berbeda SeHun-ah, sangat berbeda. Kau dan LuHan eonni menikah atas dasar cinta. Kau menikah dengan pilihanmu sendiri. Berbeda denganku, aku menikah dengan sosok DaXian hanya setelah beberapa hari kami dikenalkan. Kami menikah bukan atas dasar cinta. Kami menikah karna perjodohan. Dan saat pertama kali aku disentuh DaXian, aku ingin bunuh diri saat itu juga. Aku begitu membenci sosok DaXian. Aku tak pernah rela tubuhku dijamah olehnya. Aku selalu katakutan bila berada disampingnya. Aku melayaninya dengan penuh keterpaksaan. Hingga hadirlah HoSeok dalam kehidupan kami berdua. Saat itulah aku menyadari betapa suamiku itu begitu tulus menyayangiku. Dan akhirnya kami sepakat untuk memulai semua dari awal, tak ada sosok DaXian, tak ada sosok BaiXian. Aku mulai mencintai suamiku, suamiku yang bernama Jung DaeHyun, suami yang sudah memberiku 2 orang putra. Kau tahu SeHun-ah ?! Sesungguhnya HoSeok bukan hanya seorang malaikat untukku, dia juga malaikat untuk hubungan kami berdua. Karna dialah yang menyatukan kami berdua. Itulah sebabnya DaeHyun memanggil HoSeok dengan nama Hope. Karna dialah harapan kami berdua. Jadi pada dasarnya memang TaeTaelah yang benar – benar terlahir atas dasar cinta kami berdua. Kau lebih beruntung dariku SeHun-ah. Kau beruntung memiliki LuHan eonni yang kau cintai dan mencintaimu. Kau beruntung kalian melakukan hubungan pertama kali atas dasar cinta, tak seperti aku dulu SeHun-ah. Aku seperti seorang gadis yang diperkosa oleh orang asing. Padahal yang menjamahku jelas – jelas suamiku."

SeHun menunduk saat mendengar penuturan BaekHyun. Andai saja BaekHyun tahu bila hubungannya dengan LuHan dulu tak semulus itu. Andai saja BaekHyun tahu jika SeHun menikahi LuHan bukan karna dia mencintai LuHan. Andai saja BaekHyun tahu jika dia menyukai LuHan karna fisik LuHan begitu mirip BaekHyun. Andai saja BaekHyun tahu jika dia sering mengabaikan LuHan saat dia mengingat BaiXian. Andai saja BaekHyun tahu dia sering salah menyebut nama BaiXian saat menjamah tubuh LuHan hingga dia sempat memergoki LuHan menangis selesai berhubungan. Andai saja BaekHyun tau semua itu.

"Jie~"

DEG !

Tubuh BaekHyun membeku ditempat, jantungnya berdetak dengan kencang, bahkan dia seperti hampir lupa cara bernafas saat mendengar SeHun memanggilnya dengan sebutan itu.

"S-shi . . . ShiXun ?!" Ucap BaekHyun terbata saat menoleh dan menatap adiknya yang tengah menatapnya dengan tatapan nanar.

"Please. For the last.

BaekHyun memejamkan matanya sambil meremas ujung dressnya saat SeHun sudah mulai mendekatkan wajah kearah wajahnya hingga . . . . . . . . . . . . tak ada jarak lagi diantara mereka.

Dia merasakan tangan SeHun menarik tenguknya dan mulai menyatukan kedua bibir mereka. Yah mereka tengah berciuman sekarang.

Tes !

Tanpa SeHun minta sebutir liquid terjatuh saat dia memejamkan matanya. Begitu pula dengan BaekHyun. BaekHyun yang memang sudah dulu menangis terus menahan isak tangisnya saat SeHun mulai memperdalam ciuman mereka.

"SeHun-ah . . . . hiks !"

Tanpa HunBaek sadari, sedari tadi sepasang mata rusa tengah menatap mereka dari kejauhan sembari terisak dan memegangi dadanya yang terasa begitu sakit.

.

.

.

ooooo

Keesokan harinya

Ceklek !

J-Hope terlihat baru saja keluar dari kamar mandi kamarnya, rambutnya masih terlihat sedikit basah namun dia sudah berpakaian lengkap dan rapi.

Pagi itu, ah tidak ini masih terlalu awal untuk dibilang pagi karna matahari masih lama untuk menampakkan sinarnya. Karna J-Hope baru tidur sekitar 3-4 jam saat oemmanya tiba – tiba masuk kamarnya dan membangunkannya.

Terlalu nyamannya tidur memeluk V membuatnya hampir lupa jika dia akan berangkat dengan penerbangan pertama menuju Kanada.

Setelah dirasa semua siap J-Hope pun mulai memakai sepatu dan jaketnya dan berjalan menuju pintu keluar kamarnya. Namun belum sampai tangannya membuka ganggang pintu, dia kembali menoleh dan memandang kearah V yang masih tertidur nyenyak diranjangnya.

J-Hope pun berbalik dan berjalan menuju tepi ranjang.

"Tae-ah, mianhae telah meninggalkanmu. Aku melakukan semua ini karna aku mencintaimu, mencintai appa oemma. Aku tak ingin mengecewakan mereka, sungguh. Mungkin takdir hidupmu memang untuk SeokJin Hyung. Berbahagialah dengannya. Biarlah aku cukup mencintaimu dari kejauhan. Biar aku menjaga hatimu dari sana. Berbahagialah Tae-ah. Mian Hyung tak berpamitan denganmu. Hyung harap kau mengerti. Saranghae."

CUP !

J-Hope mencium sejenak bibir V. Entah kenapa bibir V menjadi candu tersendiri untuknya. Namun J-Hope juga harus menyadari bahwa bukan dia pemilik bibir itu. Tak seharusnya dia mencintainya, mencintai adik kandungnya.

Setelah melepas ciumannya, J-Hope langsung kembali berjalan pelan menuju arah pintu, dia berjalan dengan sedikit tertatih sembari memegangi dadanya. Kenapa rasanya begitu sakit ?! Kenapa Tuhan harus menciptakan perasaan cinta diantara mereka berdua jika memang tak bisa menyatukan mereka berdua ?!

"Kau sudah siap Hope ?!"

J-Hope yang tengah berjalan menuruni tangga itu tersenyum saat melihat kedua orang tuanya yang masih sama – sama memakai piyama tidur, berdiri berhadap – hadapan dengan samchon dan imonya yang terlihat sudah rapi. Hari ini J-Hope memang ke Kanada bersama dengan Samchon dan Imonya.

"Nde. Aku siap." Ucap J-Hope sambil tersenyum samar.

Grep !

"Hiks."

DEG !

"Oemma jebal jangan menangis, aku hanya ke Kanada oemma."

Pandangan J-Hope sedikit buram saat yeoja yang melahirkannya itu tiba-tiba memeluknya sembari menangis.

"Oem-"

"Jangan bicara apapun nak .. biarkan oemma memelukmu sebentar saja."

J-Hope langsung membalas pelukan BaekHyun dengan erat. Dia memeluk tubuh mungil oemmanya itu sambil sesekali menciumi pucuk kepalanya. Ingin rasanya dia menangis saat mendengar suara isakkan keluar dari yeoja yang begitu dicintainya melebihi apapun itu. Tapi tangisannya hanya akan membuat sang oemma semakin enggan berpisah. Jadi dia memilih diam walau sedari tadi wajahnya telah mengalir sebuah sungai kecil.

Sedangkan DaeHyun, SeHun dan LuHan yang juga berada disana memilih tetap diam sambil mengalihkan pandangan mereka. Mereka bertiga merasa tidak tega melihat perpisahan ibu dan anak itu.

Tin Tin !

Suara klason dari luar menyadarkan dua keluarga itu dalam keheningan.

"Taksinya sudah datang. Hope ayo kita berangkat." Ucap LuHan sambil menghampiri J-Hope yang masih dipeluk BaekHyun.

"Oemma. Aku berangkat ne ?! Jaga diri oemma baik – baik. Jaga kesehatan. Jangan telat makan. Aku tidak mau oemma sak-"

"Huuuaaaaaaaaaa . . . . ."

"Eh ?!"

HunHan, DaeHyun dan J-Hope sama – sama terkaget saat BaekHyun tiba – tiba berteriak dipelukan J-Hope.

"B-baek .. Kau kenapa ?!" Ucap DaeHyun sambil menarik tubuh BaekHyun dari tubuh J-Hope.

"Hey Baby, kau kenapa ?!" Tanya DaeHyun pada BaekHyun yang malah menenggelamkan wajahnya kedada bidang DaeHyun.

"Aku malu pada HoSeok. Padahal aku kan oemmanya, tapi kenapa malah dia yang menasehatiku."

"Heh ?!"

DaeHyun menunduk dan memandang cengoh istrinya. Sedang J-Hope dan HunHan hanya dapat terkekeh pelan.

"Oemma, aku berangkat ne ?!" Pamit J-Hope sambil mengecup singkat dan mengelus surai panjang BaekHyun yang masih berada dalam pelukan DaeHyun itu.

"Ne. Hati – hati HoSeok-ah." Ucap BaekHyun pelan tanpa mengalihkan tubuhnya DaeHyun.

"Hope, oemmamu sedang merajuk sekarang. Kau juga jaga kesehatanmu. Sering – seringlah menelpon kerumah agar oemmamu tidak uring – uri . . . Akh BAEK !"

DaeHyun yang tadinya tengah menasehati J-Hope sedikit berteriak saat BaekHyun tiba – tiba mencubit perutnya.

"Hehehe, sudahlah appa. Biarkan oemma seperti itu dulu. Aku berangkat dulu ya, jangan nakal pada appa. Sarang-"

"HoSeok-ah, aku oemmamu, jangan perlakukan aku seperti anak kecil begitu." Protes BaekHyun sambil mempoutkan bibirnya dan menoleh kearah J-Hope.

"Poppo dulu." Ucap BaekHyun manja sambil mengarahkan wajahnya kearah J-Hope tanpa melepas pelukannya dari tubuh DaeHyun.

CUP ! CUP ! CUP !

J-Hope langsung mendekatkan wajahnya dan mencium kedua pipi serta kening BaekHyun sebelum yeoja cantik tersebut kembali menyusupkan kepalanya ke dada DaeHyun.

"Aku berangkat dulu ya oemma, appa." Ucap J-Hope sambil mencium tangan DaeHyun.

"Ne, hati – hati. Aku titip Hope ya LuHan nonna, tolong jaga dia selama kalian disana." Ucap DaeHyun yang dijawab anggukan dan senyuman oleh LuHan.

"Nde, tanpa kau mintapun aku pasti melakukannya. Kajja Hope SeHun. Kami berangkat dulu, Annyeong Dae Baek. Ayo Hope kita bawa koper kita kedepan." Ucap LuHan sembari keluar merangkul J-Hope yang dijawab anggukan serempak oleh DaeBaek yang melepaskan pelukan mereka dan menatap arah kepergian mereka.

"Cih ! Drama keluarga dimasalalu terulang kembali."

SeHun yang sedari tadi hanya diam dan menjadi penonton kini mulai mengeluarkan suaranya.

"Maksudmu apa ?!" Tanya DaeHyun datar pada SeHun yang tengah tersenyum sinis.

"Entah kenapa aku jadi teringat kisah dimasalalu. Dimana dua orang yang saling mencintai dipisahkan secara kejam. Aku harus menerima kenyataan bahwa orang yang aku cintai dibawa pergi dari hadapanku dan dinikahkan dengan lelaki yang tidak jelas."

"APA MAKSUDMU MENGATAIKU TIDAK JELAS !"

"DaeHyun ! Hentikan."

DaeHyun yang tadinya murka mendengar ucapan SeHun itu langsung mencoba menghajar SeHun. Namun belum sampai tangannya terangkat, BaekHyun sudah menahan tangan dan tubuhnya.

"SeHun-ah, cukup. Berangkatlah. LuHan dan J-Hope sudah menunggumu." Ucap BaekHyun pelan sembari menarik tubuh DaeHyun agar berdiri dibelakangnya.

"Aku hanya berbicara kenyataan nonna. Yasudah aku berangkat dulu. Jaga dirimu. CUP !"

"Daeh~"

BaekHyun kembali menahan tubuh dan tangan DaeHyun yang ingin berontak karna melihat SeHun mencium kening BaekHyun.

"Hati – hati. Sesampainya disana segera hubungi kami." Ucap BaekHyun pada SeHun yang mulai berjalan keluar. Dia lalu menarik kedua tangan DaeHyun yang memang sedari tadi dipegangnya untuk memeluk tubuhnya.

"Tahan emosimu Dae. Dia adikku. Aku hanya mencintaimu, kau tahu itu." Ucap BaekHyun lirih.

"Mianhae, aku terlalu mencintaimu Baek. Aku takut dia akan merebutmu dariku." Ucap DaeHyun sambil menenggelamkan wajahnya bahu BaekHyun.

"Ups, sorry aku mengganggu. Nonna, aku hanya ingin bilang kalau sebaiknya kau segera memikirkan alasan yang tepat untuk kepergian Hope ke Kanada. Aku hanya tidak ingin dia mengalami apa yang aku rasakan. Dan oh ya 1 lagi DaeHyun-ssi, bukan aku yang merebutnya, tapi kaulah yang pernah mengambilnya dariku. Annyeong !"

DaeBaek sama – sama terdiam saat SeHun tiba – tiba muncul dari balik pintu dan kemudian kembali menghilang (?)

Pegangan tangan BaekHyun pada tangan DaeHyun melemah. Dia lupa, dia melupakan alasan apa yang bisa dia berikan kepada V tentang kepargian J-Hope.

Dan saat itulah bayangan dimasa lalunya kembali terputar. Dimana dia yang saat itu tengah berada dikamar ShiXun seret paksa oleh Daddynya dan diserahkan kepada DaXian layaknya sebuah barang. Dia pergi dengan background (?) suara ShiXun yang tengah memecahi barang – barang didalam kamarnya. Dia juga ingin berontak, tapi sosok DaXian terlalu menakutkan baginya. Dan akhirnya dia hanya bisa pasrah saat keesokkan harinya dia sudah berada didepan pendeta untuk mengucap janji sehidup semati bersama sosok DaXian.

"Baek~ ?!" Panggil DaeHyun sambil membelai surai BaekHyun.

Sret !

"JUNG BAEKHYUN !" Teriak DaeHyun pada BaekHyun yang langsung melepaskan diri darinya dan berlari menaiki tangga.

DaeHyun tertegun. Hatinya serasa dihantam keras saat matanya menatap nanar wajah BaekHyun yang tengah berlari itu terlihat sembab dan dipenuhi air mata.

"Menangislah jika ingin menangis Hope."

J-Hope yang tadinya menunduk itu langsung mengangkat wajah sembabnya saat mendengar penuturan SeHun yang duduk disamping supir.

Grep !

Kini J-Hope beralih menatap Luhan yang duduk disampingnya. LuHan menggenggam erat tangan J-hope lalu tersenyum sembari mengangguk.

"Lakukan Hope. Lepaskan segala kegundahan hatimu."

"Hiks ... !" J-Hope terisak sembari berbaring dipaha LuHan.

"Aku mencintainya, aku sangat mencintainya. Kenapa aku harus mencintai adikku sendiri ?! Kenapa ?! Kenapa aku harus melihat kenyataan dia akan menjadi milik orang lain. Apa salahku, apa dosaku imo ?! Apa salah aku mencintanya ?! Terlalu mencintainya."

LuHan hanya diam sembari membelai surai J-Hope. Dia pernah melihat hal seperti ini juga sebelumnya. Dia pernah menangkan seorang namja yang tersakiti karna cinta.

"Tidak. Kau tidak salah. Kau tak pernah salah mencintainya. Sekalipun dia adikmu. Karna Tuhan sendirilah yang menciptakan perasaan itu."

LuHan yang tadinya menunduk menatap J-Hope, kini beralih menoleh kearah suaminya yang duduk disamping supir dengan tatapan nanar saat mendengar ucapan itu.

"Kau bisa berkata seperti karna kau juga mencintai kakakmu SeHun-ah.

.

.

.

"Baek, kau masih marah ?!"

BaekHyun yang sedang menata makanan dimeja sejenak menghentikan kegiatannya dan menoleh kearah suara dibelakangnya.

"Astaga. Kenapa kau masih memakai kimono mandi DaeHyun-ah. Cepat ganti baju sana." Perintah BaekHyun pada sang suami yang terlihat baru saja selesai mandi karna rambutnya masih terlihat sedikit basah.

"Baek jawab aku. Kau masih marah ?!" Ucap DaeHyun sambil meraih kedua tangan BaekHyun.

CUP !

BaekHyun mendekatkan wajahnya dan mencium sekilas DaeHyun sembari tersenyum.

"Tak ada alasan untukku marah padamu. Itu hanya masa lalu kita. Yang aku tahu sekarang, aku mencintaimu. Hanya mencintaimu."

DaeHyun tersenyum mendengar ucapan dari sang istri. Dia pun melepas pegangan tangannya dan menangkup wajah BaekHyun dengan kedua tangannya lalu mendekatkan wajah mereka.

"Jeongguk-ie. Jangan lihat !"

"Aaaaa ... Gege kenapa menutup mataku ?!"

DaeHyun yang tadinya akan mencium BaekHyun itu langsung menjauhkan wajahnya saat mendengar dua buah suara cempreng dan menoleh kearah tangga. Disana terlihat V tengah menutup mata JungKook.

"Jangan lihat, kau masih kecil Jeongguk-ie !"

"Kau berlebihan ge. Kita hanya berbeda setahun. Lagipula aku sudah sering melihat Baba dan Mama berpelukan didepanku. Lepas !" Ucap JungKook sambil menepis tangan V dan berjalan menuruni tangga, meninggalkan V yang tengah mempoutkan .

DaeBaek terlihat sama – sama terkekeh saat melihat perdebatan singkat dua namja imut itu.

"Good morning Uncle ... Good Morning Auntie ... !" Ucap JungKook nyaring saat sampai dihadapan DaeHyun yang tersenyum dan mencubit pelan pipinya saat memeluk singkat tubuh BaekHyun.

"Pagi juga anak manis. Duduklah. Ayo makan." Ucap BaekHyun yang langsung dituruti oleh JungKook yang duduk bersamaan dengan DaeHyun.

"Appa oemma ... Hopie Hyung kemana ?!"

DEG !

Pergerakan DaeHyun dan BaekHyun terhenti seketika saat mendengar pertanyaan V.

"Appa oemma ! Kenapa diam saja ?! Hopie Hyung kemana ?! Kenapa beberapa barangnya tidak ada." Tanya V kembali dengan suara sedikit meninggi karna merasa diabaikan kedua orang tuanya.

"Dia ke Kanada." Jawab DaeHyun singkat dan membuat V menatap heran kearahnya.

"Kanada ?! Untuk apa Hopie Hyung kesana ?!"

Grep !

V sedikit tersentak saat BaekHyun tiba – tiba meraih dan menggenggam kedua tangannya.

"TaeTae dengarkan oemma. Oemma mohon kau mau mengerti jika-"

"Jadi Hope-ge ikut Baba dan Mama ke Kanada ?!"

Ucapan JungKook membuat BaekHyun menghentikan ucapannya dan membuat DaeBaekTae menoleh kearahnya.

"Untuk apa Baba Mamamu ke Kanada ?!" Tanya V pada JungKook yang terlihat melalahap makanannya.

"Appa di disuruh grandpa kesana untuk membahas tentang perusahaan Wu yang ada di China dan Kanada."

Jawaban JungKook membuat V terlihat mengangguk – anggukan kepalanya.

"Ih, enak ya jadi Hopie Hyung. Dia sangat cerdas hingga masih muda saja sudah diajak mengurus perusahaan oleh Haraboeji. Menyenangkan sekali bisa bolak – balik Korea Kanada tanpa memikirkan nilainya akan turun atau tidak karna dia begitu pintar. Aku iri. Oemma~ . . . Kenapa curang sekali ?! Kenapa Hopie Hyung sangat pintar sedangkan begitu bodoh." Gerutu V merajuk sambil menarik – narik dress BaekHyun.

"Kau sebenarnya tidak bodoh. Hanya malas belajar saja. Hobbynya hanya membaca anime terus begitu bagaimana bisa pintar. Mimpi saja sana." Saut DaeHyun yang langsung mendapat tatapan tajam dari V.

"Pasti kebodohanku menurun dari appa !" Ucap V sewot.

"Enak saja. Aku ini cerdas, kalau aku tidak cerdas bagaimana aku bisa masuk kelas akselerasi seperti Hope. Padahal aku lebih muda dari oemmamu, tapi aku bisa jadi satu angkatan dengan oemmamu."

"Kita satu angkatan ?!" Tanya BaekHyun menyaut ucapan DaeHyun.

"Bahkan kita pernah satu kelas istriku yang cantik." Ucap DaeHyun sambil mulai memakan sarapannya.

"Kapan ?! Kapan Dae ?! Kapan kita pernah sekelas. Bukannya kau lahir dan besar di China ?!" Tanya BaekHyun kembali sambil duduk disamping DaeHyun.

"Jung BaekHyun yang cantik, kita sudah berapa tahun menikah sih ?! Aku ini kelahiran Busan, walau aku memang dibesarkan diChina. Tapi aku melewati masa Senior High School di Korea, kita memang pernah satu sekolah bahkan satu kelas waktu kelas 3. Mungkin kau tidak pernah memperhatikanku yang duduk tepat dibelakangmu karna kau terlalu asyik menjadi primadona sekolah, kau juga terlalu asyik dengan kisah cintamu yang rumit dengan ChanYeol dan SeHun jadi-"

"Eh ?! Kisah cinta dengan Baba ?! Maksud uncle apa ?!"

DaeBaek langsung sama – sama terdiam saat mendengar pertanyaan JungKook. Bagus, DaeHyun salah bicara.

"Mungkin Samchon melakukan itu karna samchon mau menjaga nonnanya. Dari dulu kan oemmaku cantik, appa bilang tadi oemma primadona sekolah, jadi wajar kalo Samchon menjaga oemma dari ChanYeol Ahjusshi yang suka genit pada oemma." Ucap V sembari tersenyum pada JungKook yang terlihat mengangguk kepalanya.

Sedangkan DaeBaek yang mendengar itu hanya dapat menghembuskan nafas lega. Kadang kala kepolosan dua namja imut didepan mereka ini ada manfaatnya juga.

"ANNYEONGHASEYO !"

V yang baru saja duduk dan mengambil sehelai roti itu langsung menoleh bersamaan dengan DaeBaek dan JungKook kearah pintu utama rumah yang memang terbuka dan masuklah seorang namja berpakaian sragam yang sama dengan yang dikenakan oleh V dan JungKook.

"KAU ?! UNTUK APA KAU KESINI ?!" Tanya JungKook sedikit berteriak sembari berdiri dan menunjuk arah namja yang baru datang itu.

"Tentu saja menjemput putri cantik dari negeri tirai bambu ini. CUP !"

"Cih – cih .. kenapa kau mencium tanganku. Ahjumma ada orang gila aku takut." Ucap JungKook sembari berdiri dan memeluk BaekHyun.

Pasalnya namja tadi tiba – tiba datang mendekati JungKook dan langsung mencium tangan JungKook yang menunjuk kearahnya.

"Sudah berapa kali appa bilang. Berhenti mengganggunya JiMin-ah."

DaeBaekTae yang tadinya terkekeh melihat adegan JiMin JungKook (nama nih couple apaan yak ?! -_-) itu serempak menoleh kearah namja dewasa bersuara bass tengah berjalan mendekat kearah mereka.

"Selamat pagi semuanya. Pagi Baekkie. CUP !" Sapa namja dewasa tersebut sambil mencium singkat pipi BaekHyun yang membuat DaeHyun memutar malas matanya saat melihat itu.

"Pagi juga Yeolie. Duduklah." Ucap BaekHyun sembari tersenyum pada ChanYeol yang kini duduk disamping DaeHyun.

"Pagi DaeHyun-ssi, kau terlihat santai sekali pagi ini. Katanya kau ada meeting hari ini." Ucap ChanYeol pada DaeHyun yang memang terlihat sangat santai karna masih memakai kimono mandi, sedangkan dia sudah memakai pakaian kerja lengkap.

"Memang ChanYeol-ssi, tapi berhubung pemilik saham dari perusahaan OH, Nyonya Oh BaekHyun-ssi tidak berani menaiki mobil sendiri. Jadi aku-"

"Aku bukannya tidak berani menyetir sendiri Tuan Jung DaeHyun-ssi yang terhormat. Tapi aku hanya tidak mau membuatmu mondar mandir dari kantor kemari." Omel BaekHyun pada DaeHyun.

"Oh jadi begitu masalahnya. Kalau begitu aku dengan senang hati siap mengantar jemput nonna Oh yang cantik jelita ini untuk menghadiri meeting nanti."

"Tidak Terima Kasih." / TIDAK PERLU !" Jawab DaeBaek serempak.

"Ahjusshi kau genit." Ucap V pada ChanYeol.

"Benar, sama seperti anaknya." Saut JungKook sambil melirik kearah JiMin yang sedari tadi mengedip – ngedipkan mata kearahnya.

"Hahaha, aku hanya bercanda. Kau masak apa Baek ?!" Tanya ChanYeol pada BaekHyun yang menyendokkan makanan kepiring JungKook dan JiMin.

"Nasi goreng Beijing. Kau mau ?!" Tanya BaekHyun.

"Anya. Aku belum lapar. Bisa tolong buatkan aku kopi saja. Aku sedikit ngantuk." Pinta ChanYeol pada BaekHyun.

"Arraseo. JiMin kau mau minum apa ?!" Tanya BaekHyun sambil menoleh kearah JiMin.

"Aku susu sama dengan mereka ahjumma." Jawab JiMin yang diangguki oleh BaekHyun.

"Baiklah, aku buatkan dulu. Kau mau kubuatkan minuman lagi Dae ?! Tanya BaekHyun kepada sang suami.

"Anya. Nanti saja." Jawab DaeHyun sambil tersenyum kearah sang istri yang mulai memasuki dapur.

"Ah, menyenangkan sekali mempunyai oemma. Appa, aku ingin memiliki oemma seperti BaekHyun ahjumma." Rengek JiMin pada ChanYeol.

"Kau dengar itu DaeHyun-ssi. Jadi kapan kau berniat bercerai dengan Baekkie ?! Hingga aku bisa menikahi BaekHyun dan menjadikan dia oemma JiMin."

"WHAT ?!" / "Eh ?" / "MWOYA ?!"

DaeTaeKook (?) serempak berteriak saat mendengar pertanyaan dan pernyataan frotal dari ChanYeol.

"Teruslah bermimpi ChanYeol-ssi karna aku tak akan pernah bercerai dengan BaekHy-"

"Bagaimana kalau kita berbagi istri saja ?! Kita berdua kan selama ini akur – akur saja. Pasti sangat menyenangkan dan seru. Selama ini kan sudah banyak namja yang memiliki 2 istri. Tapi satu yeoja memiliki dua istri kan masih jarang. Bagaimana ?! Kau tertarik tidak ?!"

DaeHyun menatap cengoh kearah namja yang tengah memamerkan rentetan gigi putih kearahnya. Apa dia gila ?! Berbagi istri ?! Yang benar saja. Sampai matimu DaeHyun tak akan rela membagi BaekHyun dengan siapapun.

"Wah ide bagus itu appa. Aku setuju. SANGAT SETUJU !" Saut JiMin dengan tatapan berbinar.

Prang !

"KAU MAU KUBUNUH PARK JIMIN ?!" Teriak V murka sambil melempar sendok dan garpunya kemeja.

"Wae ?! Memang kau tak mau mempunyai saudara sepertiku ?! Nanti kita bisa jadi satu marga. Menurutmu lebih bagus Park atau Jung ?!"

"JUNG JUNG JUNG ! Margaku Jung. Jung TaeHyung. Aku tak berminat mengubah margaku apalagi merubahnya jadi PARK. Aku tidak berminat, bahkan untuk menjadi saudaramu sekalipun. SANGAT TIDAK BERMINAT." Ucap V Sewot.

"Yasudah kalau begitu. Tanpa appa menikah dengan BaekHyun ahjumma pun aku tetap akan menjadi saudaramu. Karna aku akan menikahi keponakanmu yang cantik ini. Benarkan chagi-ah." Ucap JiMin sambil mengerlingkan matanya kearah JungKook yang menatap geli kearahnya.

"SIAPA YANG SUDI MENIKAH DENGANMU !" Teriak JungKook.

"Astaga. Ada apa ini dari tadi berisik sekali aku dengarkan dari dapur ?!" Ucap BaekHyun yang menghentikan sejenak hawa permusuhan yang ada diantara mereka ber5.

"Ini minumanmu Yeollie, JiMin-ah." Ucap BaekHyun sambil menyerahkan minuman kearah ChanYeol dan JiMin sebelum akhirnya duduk disamping suaminya.

"Gomawo Yoebo." / "Gomawo oemma." Ucap ChanYeol dan JiMin serempak dan membuat wajah V semakin merrah padam.

Sedangkan BaekHyun terlihat menyengitkan alisnya saat mendengar ucapan pasangan appa dan anak itu. Dia lalu menoleh kearah sang suami yang hanya menatap datar sekaligus malas kearah Park ChanYeol.

DaeHyun yang merasa diperhatikan pun perlahan menoleh kearah wajah cantik BaekHyun yang terlihat kebingungan.

"ChanYeol baru saja meminta ijin kepadaku untuk dapat menjadi suami keduamu. Kau berminat tidak ?! Segala keputusan ada ditanganmu. Aku kedalam dulu. Aku mau ganti baju." Ucap DaeHyun sambil berdiri untuk beranjak dari sana.

Sret !

DaeHyun menghentikan sejenak langkahnya saat merasakan jari – jari halus meraih tangannya. Dia lalu menoleh yang kearah sang istri yang tengah duduk membelakanginya itu. Jari BaekHyun meraih kearah jemarinya dan memegang jari manisnya. Jari lentik BaekHyun menyentuh jari manisnya dan merapatkan cincin pernikahan mereka. DaeHyun tersenyum. Istrinya memang yang terbaik. Dia lalu melepaskan tangannya setelah memegang erat sejenak sebelum mulai berjalan menaiki tangga menuju kamarnya. Tak ada yang perlu ditakutkan. Dia percaya BaekHyun. Dia mempercayai istrinya.

Sedangkan BaekHyun yang merasakan jemari DaeHyun yang tadi diraihnya itu menggenggam erat sebelum akhirnya melepasnya itu pun ikut tersenyum. BaekHyun tahu, DaeHyun sedang menahan emosinya saat ini. Ini sering terjadi saat dia bertemu dengan mantan kekasihnya Park ChanYeol. DaeHyun sangat menghormati semua rekan – rekan kerjanya. Jadi DaeHyun memilih diam dan menyingkir bila pembicaraan ChanYeol sudah sampai kemana – mana. Mungkin sifat itulah yang menurun ke J-Hope. Sikap menahan dirinya. Sayangnya DaeHyun tak pernah melakukan itu kepada SeHun, DaeHyun tak pernah menahan diri saat berdebat dengan SeHun. DaeHyun selalu menanggapi segala pertengkaran yang biasanya disulut oleh adiknya itu.

"Kalian sudah selesai ?! Bisakah kita berangkat sekarang ?!" Tanya ChanYeol kepada para namja – namja muda itu dan membuyarkan lamunan BaekHyun.

"Berangkat ?! Ahjusshi yang akan mengantar kita ?!" Tanya V yang diangguki oleh ChanYeol.

"Memang appa mau kemana oemma ?!" Lanjutnya sambil menoleh kearah BaekHyun.

"Apa kau tak dengar pembicaraan mereka berdua tadi nak ?! Appa dan oemma mau ada meeting, jadi kalian berangkat bersama ChanYeol Ahjusshi dulu ne ?! Kasian appamu jika harus bolak balik." Jawab BaekHyun yang diangguki tanda mengerti dari V.

Selama ini memang DaeHyunlah yang sering mengantar mereka berangkat sekolah sekalian berangkat kerja. Dan pulangnya mereka menaiki kendaraan umum. Walau bisa dibilang datang dari keluarga kaya raya. Jung Family tak pernah terlihat hidup mewah atau terlalu memamerkan kekayaan mereka.

Padahal digarasi mobil mereka jelas – jelas ada 3 buah mobil. 1 mobil DaeHyun, 1 mobil BaekHyun yang hampir tidak pernah digunakan, dan 1 mobil J-Hope, sebuah mobil Sport keluaran terbaru yang dibelikan oleh kakeknya sekitar setahun yang lalu. J-Hope sendiri juga jarang menggunakannya. Dia hanya menggunakannya pada saat – saat darurat, karna menurutnya naik kendaraan umum itu jauh lebih menyenangkan.

"Yasudah kajja kita berangkat." Ucap ChanYeol pada ketiga anak tersebut.

"Aku berangkat dulu oemma. CUP !" Pamit V sambil mengecup singkat pipi BaekHyun dan berjalan keluar.

"Hati – hati nak, ayo JungKook berdiri. Ini kan hari pertamamu sekolah. Kenapa kau tidak bersemangat begitu." Tanya BaekHyun sambil berjalan mendekat kearah JungKook yang tetap diam dikursinya sambil mempoutkan bibirnya.

"Aku tak mau berangkat bersama namja genit itu !" Tolak JungKook sambil menunjuk kearah JiMin yang ternyata sedari masih belum berhenti menatapi JungKok sambil senyum – senyum tak jelas.

"Astaga Park JiMin. Bagaimana namja yang sukai tak takut kalau kau senyam – senyum begitu terus dari tadi. Park ChanYeol, lihat, kebiasaan senyum tak jelas dan pamer gigimu menurun pada anakmu." Ucap BaekHyun pada JiMin dan ChanYeol yang malah nyengir kearahnya.

"Hehehe, biar saja Baekie, dia kan anakku. JiMin-ah sana ke mobil. Atau appa akan meninggalkanmu kalau terus mengganggu anak orang sampai ketakutan begitu. JungKookie ayo berangkat, kau duduk saja dibelakang dengan V, biar JiMin didepan bersama Ahjusshi."

Perkataan ChanYeol langsung dituruti JungKook yang langsung berlari keluar.

"Eh cantik, Wait me~ ..."

"Kyaaaaaaaaaaa ... Pergi – pergi jangan mendekat ! Aaaaaaaa ... Mama Baba Help Me !"

BaekHyun menatap cengoh kearah JiMin dan JungKook yang berlari keluar sambil berkejar – kejaran itu. Sedangkan ChanYeol hanya terkekeh pelan sebelum mengalihkan pandangannya kearah BaekHyun.

"Kalau begitu aku ah maksudku kami berangkat dulu ya Baek." Pamit ChanYeol yang dijawab anggukkan dan senyuman oleh BaekHyun.

"Nde. Ayo aku antar sampai kedepan." Ucap BaekHyun sambil mengiringi ChanYeol sampai kedepan pintu.

"Hati – hati ya, gomawo sudah membiarkan V dan JungKook menumpang." Ucap BaekHyun.

"Nde, cheonma. V sudah ku anggap anakku sendiri Baek." Ucap ChanYeol sembari tersenyum dan membuat BaekHyun memutar malas matanya.

"Eits, cium pipiku ! Jangan pernah cium keningku ! Ini hanya milik suamiku." Ucap BaekHyun sambil menjauhkan wajahnya dari wajah ChanYeol.

Mantan kekasihnya itu memang memiliki kebiasaan memperlakukan BaekHyun selayaknya istrinya sendiri sejak istrinya meninggal.

"Arraseo. Aku berangkat dulu. CUP ! Annyeong." Pamit ChanYeol kembali sembari mencium kilat pipi BaekHyun sebelum akhirnya berjalan menuju mobil dan dijawab lambaian tangan dan senyuman dari BaekHyun.

"Hasst, pagi ini aku sudah dicium 5 namja sekaligus. Kenapa aku merasa mukaku ini murahan sekali." Ucap BaekHyun pada dirinya sendiri sambil mengusap – usap wajahnya.

BaekHyun lalu berjalan masuk setelah mobil ChanYeol berlalu dari pekarangan rumahnya. Dia merapikan meja makan lalu membawa piring dan gelas kotor kedapur dan mulai mencucinya.

GREP !

BaekHyun menghentikan sejenak kegiatan mencuci piringnya saat merasakan sepasang tangan memeluknya dari belakang. Namun sesaat kemudian dia tersenyum dan kembali mengusap – usap piring kotor dengan spons.

"Sudah berapa kali aku sarankan untuk mempekerjakan pembantu dan supir. Aku tak tega melihat kau kerepotan seorang diri seperti ini. Kau itu Nyonya Jung, putri dari pemilik perusahaan OH, tapi pekerjaanmu tak lebih dari pembantu. Semua pekerjaan rumah kau kerjakan sendiri. Dengan memiliki pembantu pekerjaanmu akan lebih ringan. Lagipula dengan adanya supir, aku juga jadi lebih tenang melepasmu sendiri dan anak – anak tanpa harus meminta tolong pada Park ChanYeol seperti hari ini. Aku juga tak melarangmu untuk bekerja diperusahaanmu. JJ Corp dan OH Crop belum sepenuhnya menjadi satu. Aku tak melarangmu untuk menjadi wanita karir." Ucap DaeHyun panjang lebar dan membuat BaekHyun yang sedari tadi seksama mendengarkan itu kembali tersenyum. BaekHyun mengelap tangannya setelah menyelesaikan pekerjaannya lalu meraih kepala DaeHyun yang ada dibelakangnya untuk bersandar dibahunya.

"Sejak kapan suamiku menjadi sosok yang sombong ?! Bukan apa – apa DaeHyun-ah. Tapi aku lebih suka melayani dan merawat suami dan anak – anakku. Kalau memang mau mempekerjakan pembantu, aku akan melakukannya saat anak – anak kita masih kecil. Ini sudah kewajibanku sebagai seorang istri dan ibu. Aku ingin melihat pertumbuhan anak – anakku dengan mata kepalaku sendiri. Merawat mereka dengan tangan – tanganku sendiri. Aku tak pernah sekalipun merasa capek, aku bahkan merasa puas melakukan itu semua DaeHyun-ah. Untuk supir aku tak butuh. Aku masih punya kau, aku tak butuh seseorang berada disampingku saat aku berpergian, aku akan jauh lebih tenang bila yang berada disampingku itu adalah suamiku. Dan Park ChanYeol itu sudah ku anggap kakakku sendiri, JiMin sudah ku anggap anakku sendiri. JiMin dan TaeTae hanya berbeda beberapa bulan. Aku juga menyusui JiMin saat aku menyusui TaeTae. Karna JiMin tak mau minum susu selain ASI sedangkan ChanYeol tak bisa cepat menemukan ibu pengganti untuk JiMin karna dia terlalu depresi karna istrinya meninggal sewaktu melahirkan JiMin. Lagipula ChanYeol jarang di Korea. Dia lebih sering ke Keluar negeri, jadi biar dia menghabiskan waktu nya di Korea ini tidak hanya dengan berkutat dengan file – file dikantor. Aku akan mulai mengenalkannya pada beberapa yeoja agar dia sedikit terurus dan tidak terlalu memaksakan diri. Lalu untuk menjadi wanita karir. Aku tidak berminat. Suamiku, Adikku, Daddyku semuanya Workaholic. Perusahaan kalian semua terlalu mendunia dan aku tak berminat terjun ditengah – tengahnya. Aku sesekali ikut meeting karena aku masih mempunyai tanggungan diperusahaan OH, karna kau menolak bekerjasama dengan SeHun. Tapi sungguh, menjadi ibu rumah tangga itu jauh lebih menyenangkan."

DaeHyun terkesima mendengar penuturan panjang BaekHyun. Istrinya memang luar biasanya. Dia lalu mengeratkan pelukkannya ketubuh BaekHyun dan menciumi leher jenjang itu.

"Inilah alasanku mencintai sedari dulu, sedari pertama kita bertemu. Kau seorang Tuan putri yang sangat rendah hati."

BaekHyun tersenyum mendengar pujian. Sesungguhnya dia juga merasa beruntung memiliki DaeHyun.

"Selalu itu rayuanmu. Mencintaiku sedari pertama kita bertem- eh Dae tunggu dulu. Tadi kau bilang kau kalau kau jatuh cinta padaku sejak pertama kali kita bertemu ?! Dan aku selalu berfikir itu adalah saat dimana kita dipertemukan untuk pertama kali dulu. Tapi tadi kau bilang kalau kita pernah satu sekolahan bahkan satu kelas ?! Jangan – jangan . . . . . Tunggu Dae, jangan bilang kau siswa pertukaran pelajar dari China itu ?! Hoobaeku yang bisa sekelas denganku karna mengikuti akselerasi. Namja yang selalu meminjamiku alat tulis saat ada salah satu alat tulisku yang ketinggalan. Namja yang meminjamiku buku – buku pendamping saat bukuku ketinggalan. Namja yang mengerjakan hukumanku karna aku tertidur dikelas. Jangan bilang kalau itu adalah kau Dae ?!" Ucap BaekHyun sambil melepas pelukan DaeHyun lalu berbalik dan menatap wajah DaeHyun.

CUP !

DaeHyun mengecup singkat bibir BaekHyun sembari tersenyum.

"Namja itu memang aku yoebo."

"Ba-bagaiman bisa ?! Setahuku namja pindahan itu bernama . . . . . . . Ju-jung ... Dae ... Hyun ?! OMO ! ASTAGA ! ITU MEMANG NAMAMU. Bagaimana bisa Dae ?! Bagaimana bisa itu kau ?! Dan bagaimana aku baru sadar sekarang, setelah hampir 20 tahun kita menikah ?! OMO OMO OMO !" Ucap BaekHyun dengan hebohnya.

"Hahahaha, kau mengenalku sebagai Zheng DaXian, bukan Jung DaeHyun. Kita pertama kali bertatap muka dan diperkenalkan dengan nama Zheng DaXian dan Wu BaiXian. Lagipula kau kan tidak menyelesaikan pendidikan formalmu dan melakukan homeschooling karna kita menikah setelah beberapa hari berkenalan. Kalau kau tak percaya aku bisa memberikan buku kenang – kenangan sekolah kita. Kau tak lupa kalau aku pernah meninggalkan seminggu untuk mengikuti ujian kelulusan kan ?!"

BaekHyun mengurut keningnya mendengar penuturan DaeHyun. Benar, semua yang dikatakan DaeHyun benar.

"Tapi DaeHyun yang itu penampilannya nerd. Dia itu jelek, cupu, kacamatanya tebal, tak menarik. Sedangkan DaXian itu keren, aku saja sempat jatuh cinta saat melihat wajahnya yang tampan dan tubuhnya yang at-"

"Wah wah wah, ternyata kau juga pernah menyukai DaXian ya ?!"

BaekHyun langsung bungkam saat mendengar ucapan DaeHyun. Pipinya memerah.

"Hasst lupakan ! Eh, Tapi tunggu – tunggu. Jadi kalau begitu kau jugalah siswa yang salah masuk kamar yeoja dan aku lempari sabun karna melihat tubuh saat aku sedang mandi itu ?!" Tanya BaekHyun sambil menunjuk muka DaeHyun.

"Hahahaha, itu memang aku yoebo. Dan gara – gara itu aku sampai mimpi basah selama seminggu berturut – turut. Tiap bertemu denganmu yang ada dibayanganku adalah tubuh telanjangmu yang seksi dan mulus sekali itu."

Pletak !

"YAK KAU MESUM ! Itu pertama kalinya tubuhku dilihat oleh namja." Teriak BaekHyun sambil memukul kepala DaeHyun.

"Akh, appo yoebo. Kenapa memukulku ?! Wah, aku beruntung sekali ya yoebo. Aku yang pertama kali melihat tubuhmu, aku pula yang pertama kali memerawanimu. Hahahaha, akh ... aduh – aduh kenapa malah marah ?! Hahaha."

DaeHyun semakin tertawa saat BaekHyun memukulinya manja. Istrinya begitu cantik jika sedang ngambek seperti ini.

"Eh tunggu Dae, kenapa kau berpakaian seperti ini ?! Kan kau akan meeting nanti." Tanya BaekHyun heran. Pasalnya DaeHyun saat ini hanya menggenakan kaos dan boxer.

"Rapatnya masih lama. Diundur setelah makan siang Baek. Hasst, tau begini aku yang mengantar TaeHyung tadi. Aku jadi bosan. Rumah ini sepi sekali. Akan lebih menyenangkan jika rumah ini dipenuhi dengan suara-"

"Cukup basa – basinya Jung DaeHyun."

Baekhyun memutar malas matanya saat mendengar penuturan DaeHyun yang terkesan berbasa – basi itu. Dia tau kemana arah pembicaraan suaminya itu. Tanpa bicara dia langsung menurunkan kedua lengan dressnya hingga dress itu jatuh kelantai.

"Selamat menikmati sarapan keduamu Tuan Jung DaeHyun." Ucap BaekHyun dengan senyum menggoda dengan kedua tangan yang melingkar di leher DaeHyun.

"Dengan senang hati aku akan menikmatinya Nyonya Jung Baek." Ucap DaeHyun sambil mulai menciumi leher BaekHyun sembari melepas pengait bra BaekHyun yang dirasa mengganggu itu.

Berikutnya . . . . . cukup mereka yang tahu :p

.

.

.

ooo

"Nah, aku rasa itu dulu yang bisa haraboeji jelaskan Hope. Ini sudah malam. Sudah waktunya untuk tidur." Ucap Wu YiFan atau biasa dipanggil Kris, namja berusia lebih dari 60tahun keturunan China Kanada. Haraboeji dari J-Hope. Ayah dari Oh Baekhyun dan Oh SeHun.

Sesampainya HunHan dan J-Hope diKanada. Mereka memang langsung membicarakan perusahaan Wu yang ada di Kanada dan China. J-Hope memang akan diserahi perusahaan Wu di Kanada karna Kris merasa sudah waktunya dia beristirahat.

"Kau juga SeHun-ah. Lekaslah tidur. Daddy masuk dulu." Lanjut Kris pada SeHun yang dijawab anggukan oleh mereka sebelum Kris beranjak masuk kedalam rumahnya.

"Kalian sudah selesai ?!" Tanya LuHan yang tiba – tiba datang menghampiri mereka.

"Yes Deer." Jawab SeHun sambil tersenyum dan meraih tangan LuHan.

"Mau ku buatkan minuman ?! Dua cangkir MilkTea mungkin ?!"

"Wuuaaah, penawaran yang bagus Imo. Aku sudah rindu merasakan MilkTea buatan Imo." Ucap J-Hope saat mendengar pertanyaan LuHan.

"Nde. Istriku memang cerdas. Tolong dua cangkir MilkTea hangat yang dibuat dengan penuh cinta ya Deer." Ucap SeHun pada LuHan dan membuat LuHan terkekeh.

"Baiklah Tuan Oh dan Tuan muda Jung. Tunggu sejenak dan aku akan datang membawakan dua cangkir MilkTea hangat yang dibuat penuh cinta." Ucap LuHan sembari berjalan memasuki rumah.

"Bisa kita lanjutkan Hope ?!" Tanya SeHun seperginya LuHan.

"Tentu saja Samchon. Kita selesaikan saja sekalian." Jawab J-Hope sambil mulai membuka tumpukan kertas yang ada diatas meja.

.

.

.

"Tao-ah."

Huang ZiTao / Wu ZiTao, seorang yeoja cantik yang tengah membersihkan wajahnya didepan meja rias itu terlihat menoleh kearah sang suami yang tengah berbaring diranjang. Yeoja itu usianya hanya beda setahun dengan suaminya Kris, tapi tubuhnya masih sangat bagus untuk ukuran seorang yeoja yang sudah memiliki cucu – cucu yang sudah menginjak dewasa. Yeoja Chinese mantan model salah satu majalah ternama itu memang bertubuh langsing dengan tinggi semampai.

"Ya ge ?! Why ?! Kenapa belum tidur ?! Apa kau menungguku ?! Aku membersihkan make up ku dulu." Ucap Tao sambil kembari mengarahkan wajahnya kembali kearah kaca.

"Menurutmu, sebenarnya J-Hope itu anak DaeHyun atau . . . . . SeHun."

DEG !

"GE !" Tao langsung berdiri dan sedikit berteriak saat mendengar pertanyaan dari Suaminya.

"Kita sudah sepakat tidak akan membahas ini lagi ge. J-Hope itu anak BaekHyun dengan DaeHyun." Ucap Tao sembari berjalan menuju tepi ranjang Kris berbaring.

"Aku ragu Tao-ah. Bagaimana jika kita melakukan tes DNA saja, agar-"

"Ge ! Dengarkan aku. Melakukan tes DNA hanya akan menyakiti BaekHyun. Dan aku tak mau menyakiti perasaan putriku. Kita sudah berjanji untuk mengubur masalalu itu." Ucap Tao memutus ucapan Kris.

"Tapi aku dengar J-Hope dan V mengulang kisah dimasa lalu BaekHyun dan SeHun." Ucap Kris pelan sambil memejamkan matanya.

"Ge, sudahlah. Berhenti memikirkan ini. Istirahatlah. Ingat, kesehatanmu mulai menurun akhir – akhir ini. Aku tutup jendelanya dulu." Ucap Tao sambil menyelimuti tubuh Kris lalu berjalan menuju arah jendela.

Tao tersenyum, dari jendela dia melihat SeHun dan J-hope terlihat ngobrol santai sambil tertawa dengan sesekali SeHun mengasak rambut J-Hope. Benar – benar seperti Ayah dan Anak.

DEG !

Tao menggeleng – gelengkan kepalanya saat malah pikirannyalah yang berfikir yang tidak – tidak. Bukan, J-Hope bukan anak SeHun. J-Hope adalah anak DaeHyun, Jung DaeHyun. Dan Tao hanya bisa berharap. Semoga kisah dimasa lalu HunBaek tidak benar – benar terjadi pada Vhope. Dia tak mau pertengkaran yang hampir berakhir pembunuhan dimasa lalu itu terulang kembali. Walau Tao harusnya cukup tenang karna J-Hope adalah sosok anak yang dewasa. Tidak seperti SeHun dulu. Tapi tetap saja, Tao sendiri tak bisa mengingkari rasa ketakutannya itu.

"HoSeok~ sebenarnya siapa ayahmu?! DaeHyun atau SeHun ?!" Ucap Tao lirih sambil memegangi dadanya yang terasa sesak itu.

.

.

.

.

.

TBC

Hahahaha ... YuRi Back ^^

Mian ya lama , udah lama makin gaje aja ... tapi tolong pahamlah, Yuri kan kalo update juga diatas 10rb word terus ..

Nih FF sepi peminat ya ?! Yang review dikit banget, padahal yang view banyak banget .. apa gak dilanjutin aja ?! *pouting !

Ini sedikit flashback tentang DaeBaek, tentang DaeBaekHun chap depan .. JinTaenya emang gak ada, Ini VHope dulu, besuk baru JinTae :)

Gomawo yang udah review, Follow dan Favorite-in FF GAJE penuh typo ini .. Mian gak bisa bales 1 / 1 gak bisa online terlalu lama , tapi tetep , thanks to :

Zakurafrezee , Exobutt , KkamCon Penjahat Fanfic , Jisaid , Baby Baekkie , Oh Chaca , Date Kaito , Jung BaekHyung , Akiya Exotics , Syenns , Kim llu , NovNov , NaturalCandy1994 , U Hee , Jung99 , Rizkyvi , Baek shineelight , Ika Zordick , HyuieYunnie , Daebaekv , JeonYeona , BlankTae30 , gitajush , Blacknancho , MelodyCinta , hatakehanahungry , phi , Han SeHyun , OhSooYeol , Jungiee , AhrastringsElf , chika love baby baekhyun , Linkz , RiiinKkamjongbaek , FlameShine , SHINeexo , jungjaegun , Kimberly Jenny Helwa , savEarth , Eth'V'Hunnie dan para SIDERKU TERCINTA sekalian .. ^^

Udah itu aja untuk Chap ini, jangan lupa kasih reviewnya ^^

Jangan Lupa LIKE FP Facebook The Hyun Family - BAP Daehyun EXO BaekHyun BTS Taehyung

SEKIAN DAN TERIMAKASIH ^^

.

.

.

Hehehe .. iya iya tau, nanyain 2 3 We are ONE Family, Yes Sir ! kan ?!

Besuk ya, seriusan besuk .. mau ngedit ada UAS, belum sempet nulis faktanya .,. mana awalnya lebih dari 15ribu word (pantes jari tangan ampe kriting)

Sabar ya .. besuk ya .. beneran Yuri kagak bohong. Kalo Yuri bohong Yuri gak jadi balik ke BUSAN deh .. Balikan sama YongNam aja ^^

Oh Ya , Satu lagi !

HAPPY B'DAY YONGGUK OPPA , YONGNAM OPPA ^^

Telat sehari biarin .. Penting ngucapin ..

ANNYEONG :D