Title: Happiness
Author: Rei Ame
Rate: T
Genre:Romance(?), Family,etc
Cast: Member Exo and Oc seiiring berjalannya FF ini.
Length: Chaptered
Main Pair: KrisTao
Summary: Tao seorang anak pengusaha kaya yang mempunyai kronologi kehidupan yang sangat sulit. Tao seorang anak ceria, cengeng, dan sangat baik hati bertemu dengan seorang pangeran dingin. Tao mempunyai perasaan istimewa tentang apa itu Keluarga. It's YAOI
Disc: Cast hanya milik tuhan YME dan juga agency mereka keculai OC. Saya hanya meminjam nama mereka untuk menyukseskan FF gaje saya. Ini FF terinspirasi dari drama Jepang. Jadi kalo ada kesamaan itu hanya kebetulan saja.
Warning : BL/ BoysLove/Shonen Ai. Miss typo(s), OOC, alur terlalu dipaksakan, gaje, bikin mual dan sakit kepala, tidak sesuai EYD. I told you before, if you hate YAOI, you better don't read my fanfic! Deal?
No Flame, No Bash, No SiDers
Let's Start!
Hello everi badeh ! Woy! Rei's back. Back back back*dilemparbaskom* Rei bawa FF bawa FF baru nih :D Mohon bantuannya agar Rei bisa memulai hobi baru ini dengan tekun(?) . OnKey!
DON'T LIKE YAOI?
.
.
.
DON'T READ
.
.
.
JUST GO AWAY!
.
.
.
Rei Ame
.
.
.
Chapter 3
"aku pulang!" girang seorang namja manis bersurai hitam sambil membawa tasnya dan melepas sepatunya lalu menyusunnya dengan rapi di rak penyimpanan sepatu. Seperti yang sudah diajarkan oleh eommanya, eomma kandungnya.
"tuan muda sudah pulang?" ucap salah satu pelayan yang menyambut kedatangan namja manis yang biasa di panggil beby panda oleh orang yang menyayanginya.
"dimana Baek eomma?" tanya namja itu saat ia tidak melihat orang lain dirumah.
"Tao? Kaukah itu? Eomma di dapur baby panda!" teriak seseorang yang sudah jelas itu Baekhyun dengan suara 5 oktafnya yang berhasil membuat Tao si namja manis harus menutup telinganya.
"eommaaaaa~" Tao langsung berlari kedapur dan mulai duduk di meja makan sambil tersenyum bahagia saat melihat eommanya tengah membuat muffin coklat.
"eomma... tadi ada murid baru disekolah Tao. Dia sangat tinggi seperti Chan appa, berambut pirang, dia tampan tapi juga sangat menyebalkan, dia bilang dia juga keturunan China dan ia juga keturunan Canada. Apa ya sebutannya? Belas... Bestran? Ah sudahlah yang penting dia sangat menyembalkan eomma" Ucap Tao panjang lebar dengan ekspresi seperti anak sd yang baru masuk ke sekolah dan langsung menceritakan hari pertamanya bersekolah.
"Belasteran Tao..." koreksi Baekhyun saat mencoba mengingat sebutan orang yang mempunyai 2 kewarganegaraan orang tua yang berbeda.
Baekhyun ikut duduk dihadapan Tao setelah ia selesai membuat kue tentunya. Ia tak ingin kue hangus karena kali ini baekhyun bersemangat mendengar cerita Tao.
"ah! Iya! Belasteran eomma, namanya Wu Yi Fan tapi teman-teman memanggilnya Kris wu. Sikapnya selalu dingin terhadap semua orang. Dan tadi saat Tao berjalan menuju kelas Tao melihatnya babak belur di keroyok oleh sunbenimnya. Lalu tiba-tiba saja ia pingsan dan saat Tao telah menolongnya ia tak mengucapkan terima kasih" jelas Tao kemudian mempoutkan bibirnya di akhir ceritanya.
"mungkin ia belum terbiasa dengan keadaan sekitar baby panda... nah sekarang ganti bajumu setelah itu kita akan menghabiskan kue eomma setelah itu kita akan mengunjungi Han appa dan Yoona halmoni... eotthe?" tawar Baekhyun antusias sambil tersebyum.
"ne eomma!" ajawab Tao takkalah antusiasnya dengan Baekhyun. Ia menuruti semua perkataan Baekhyun dan benar saja saat sore menjelang malam tiba Tao dan ChanBaek couple telah bersiap-siap untuk pergi mengunjungi keluarga mereka.
"Yeollie... palli" panggil Baekhyun yang sudah berdiri di ambang pintu keluar bersama Tao yang masih sibuk mengotak atik ponsel eommanya.
"ne Baekkie..." ucap Chanyeol setelah merapikan bajunya ia berjalan keluar dan mulai menghidupkan mesin mobilnya.
"Baekkie... ayo!" panggil Chanyeol saat melihat Baekhyun masih menceramahi pelayang di ambang pintu. Bukannya Baekhyun hanya saja Baekhyun ingin menitip pesan agar selalu mengunci pintu. Bukankah itu hal yang wajar?.
.
.
.
"apa yang kau lakukan Hanggeng-ah? Kau menyuruh bocah sial itu datang beserta sepupumu?!" bentak Yoona saat Hanggeng mengatakan bahwa ia mengundang seorang anak yang sangat ia benci.
"eomma... dia bukan anak sial. Dia Huang Zi Tao, anakku. Anak dari Huang Hankyung dan Huang Heechul" ucap Hankyung dengan nada dingin dan penuh penekanan di tiap katanya kepada yeoja paruh baya yang ada di hadapannya.
"mwo? Anak? Hah! Yang benar saja! Dan jangan pernah sebut nama namja jalang itu di hadapanku Hankyung" balas Yoona si yeoja paruh baya tak kalah sinisnya.
BRAK
Sangkin kesalnya Hankyung menggebrak meja makan dengan sangat keras membuat semua yang ada di atas meja ikut bergetar dan bahkan gelas yang ada didekatnya ada yang tumpah membasahi meja.
Yoona menatap sang putra tunggal dengan tatapan yang sulit diartikan. Yang benar saja! Mana sopan santun mu pada orang yang lebih tua? Apalagi jika dia adalah eomma mu.
"dia bukan namja JALANG! Dia istriku eomma! Tidakkah kau mengerti?!"ucap Hankyung emosi. Yoona pun menatap sang putra tunggal pewaris dengan tatapan penuh kebencian.
"sudah selesai berdebatnya? Aku harus mengerjakan sesuatu" ucap Yoona dengan nada datar dan kemudian berdiri dari duduknya hendak berjalan menuju ruang kerjanya. Tapi belum sempat ia melangkahkan kakinya Yoona mendengar suara yang sangat ia benci tengah memanggilnya.
"Halmoni...Appa!" panggil sebuah suara yang tengah berlari – lari kecil menuju orang yang dipanggilnya.
"Tao!" panggil Hankyung tersenyum pada anaknya yang tengah berlari menuju kearahnya.
"halo Yoona halmoni" sapa Tao ramah bermaksud memeluk neneknya yang hampir 2 tahun ini tidak ia temui. Namun belum sempat Tao memeluk dirinya, Yoona lebih dulu menepis rangkulan tangan Tao dan menatapnya sinis.
"lepaskan tangan kotormu dari ku anak tak tau diri. Aku harus pergi" ucap Yoona super dingin dan berjalan mendahului Tao. Bahkan yeoja paruh baya itu tak mengetahui betapa sakit hati seseorang jika ia dikatai seperti itu oleh neneknya sendiri.
Hankyung yang melihat keterdiaman Tao, Chanyeol, dan Baekhyun pun mulai tersenyum sambil memeluk Tao.
"jangan di pikirkan Tao"lirih Hankyung sambil mengelus pelan surai lembut anak semata wayangnya itu.
"halo Hankyung hyung... apa kabar?" tanya Baekhyun mencoba mencairkan suasana. Anak dan bapak itu pun menyudahi acara mari-pelukan mereka.
"oh, halo Baekhyun... Chanyeol. Seperti yang kalian lihat, bagaimana dengan kalian?"
"seperti biasa hyung"jawab Chanyeol santai dan berjalan ke ruang tamu diikuti oleh yang lainnya sementara Hankyung menyuruh beberapa maid membersihkan kekacauan yang ia buat di meja makan tadi.
"appa tak menanyakan kabar Tao?" tanya Tao mempout bibirnya dan melipat kedua tangannya didadanya.
"eoh? Ah, bagaimana kabar anak appa yang manis ini heum? Apa kau makan tepat waktu?" tanya Hankyung mengelus surai lembut Tao dan tersenyum.
"baik... eum...tentu saja tepat waktu. Jika tidak maka Baek eomma akan mengamuk seperti beruang.. GGrrRHHH" jawab Tao sambil memperagakan bentuk beruang yang tengah marah.
"ya! Eomma melakukannya agar kau tetap sehat baby pandaa~" sergah Baekhyun sambil mencubit pipi Tao. Tao mempout bibirnya dan langsung memeluk Hankyung dengan erat.
Suasana ruang tamu terasa begitu hangat dan ramai, bahkan Hankyung dan Chanyeol bermain game bola kaki, Baekhyun dan Tao menjadi penontonnya. Kadang mereka bersorak ria kala salah satu dari mereka menang. Sungguh keluarga kecil yang sangat indah.
.
.
.
"kenapa kalian tidak menginap saja?" tanya Hankyung yang terlihat memohon kepada Chanyeol daan Baekhyun agar mereka menginap di rumahnya.
"mian hyung... lain kali saja" tolak Chanyeol dengan sangat halus. Hankyung tau kalau Chanyeol sudah bilang lain kali maka hal itu takkan pernah terjadi.
"tapi ini sudah hampir larut malam" Hankyung tak habis alasan masih banyak 1 juta alasan yang ada di otaknya agar mereka mau menginap.
"Chanyeol yang akan mengemudi hyung..." ucap Baekhyun tersenyum. Bukannya ia tak mau menginap di rumah keluarga Huan, hanya saja mereeka memikirkan Tao. Bagaimana nanti nasibnya jika mereka menginap disini sementara Yoona masih tak mau menerima Tao?.
"tapi lihatlah... Tao sudah mengantuk, dia sudah tidur... ayolah" Hankyung masih kokoh dengan permohonannya. Sambil menunjuk kearah Tao yang nampak sudah tertidur pulas di sofa sambil memeluk sekaleng minuman yang bergambar panda.
Manis sekali, seperti anak kecil. Lihatlah wajahnya yang damai saat ia tidur, bahkan banyak maid di sana yang ingin menjadikan Tao anak mereka bahkan ada maid namja yang berstatus seme ingin menjadikannya milik mereka. Tapi semua itu tak berlaku untuk seorang Huang Yoona.
"tak apa, Chanyeol akan menggendongnya. Mianhae hyung... kami harus pulang" ucap baekhyun kemudian berdiri dan berjalan menuju pintu. Chanyeol mulai menggendong Tao di punggungnya dengan bantuan Hankyung.
Hankyung menyerah, Chanyeol dan Baekhyun sama – sama keras kepala. Mau tak mau ia harus berpisah dengan Tao. Ia hanya bisa bertemu dengan anaknya hanya 3 kali dalam 1 tahun. Bukankah itu tak adil?
"baiklah hyung... kami pulang ne" ucaap Chanyeol dan Baekhyun berbarengan, sedangkan Tao tidur di kursi belakang dengan sangat nyenyak.
"ne.. hati – hati dijalan"
.
.
.
"eomma tak bisa berkunjung?" tanya sebuah suara dengan nada kecewa tengah memegang ponselnya.
"Mian Kris-ah... eomma sangat sibuk. Bagaimana kalau appa saja yang berkunjung?" tawar suara di seberang sana.
"aniyo... aku hanya ingin eomma... appa pasti sibuk. Ya sudah kalau eomma punya waktu berkunjunglah ke Korea, aku sungguh kesepian" balas Kris dengan raut wajah kecewa.
Sangat kecawa karena orang tuanya tak pernah punya waktu untuknya. Kris tinggal di Korea bersama neneknya. Tapi sekarang neneknya tengah dirawat di rumah sakit. Semakin bertambah usianya makin banyak penyakit yang menyerang nenek kesayaangnya itu.
Hanya neneknya saja yang selalu ada di sampingnya. Sedangkan eommanya sibuk mengurus pekerjaannya sebagai model internasional di Paris. Sedangkan appanya sibuk mengurus perusahaan Networking mereka. Bahkan mereka hanya berkunjung untuk melihat putra mereka satu – satunya saat mereka mempunyai waktu luangg, yah.. kira – kira 2 kali dalam 1 tahun.
"bagaimana dengan Luhan? Bukankah ia teman satu sekolah mu? Kenapa kau tak mau memintanya untuk menemani mu?" tanya eommanya lagi melalui telepon.
"aniyo... dia sibuk dengan pacarnya eomma. Lagi pula aku akan mencari kesenang sendiri" balas Kris cuek.
"baiklah, jangan membuat kekacauan, jangan menyusahkan nenekmu, arraseo? Jika butuh uang minta pada eomma dan appa mu ne" nasihat eomma Kris.
'Ya! Wu Jaejong! Saatnya pemotretan'
'sabarlah sebentar!'
"sepertinya eomma sibuk, baiklah sampai jumpa" ucap Kris saat ia mendengar suara – suara yang diyakini adalah produser eommanya. Kris langsung memutuskan telfon secara sepihak dan kemudian ia melemparkan ponselnya di sofa.
"hari minggu... bosaaaannnnnn" keluhnya kemudian merebahkan dirinya di lantai keramik yang dingin. 'Rumah sebesar ini isinya hanya aku?' guman Kris sambil menatap langit – langit rumahnya.
Dia ingin mengunjungi neneknya tapi ia mengurungkan niatnya karena tadi malam ia sudah mengunjungi neneknya di rumah sakit. Pasti neneknya itu butuh istirahat bukan?.
"Luhan?... heum, mungkin ide yang bagus" pikirnya kemudian beranjak dari lantai nan dingin itu menuju sofa dan mulai mencaro phone contact Luhan.
To: CadeLulu.
'Luhan! Ajak suami mu ke rumahku! Aku sedang bosan. Ini hari minggu, ayolah aku ingin menantang si bocah cadel itu main game terbaru.'
From: CadeLulu
'YA! Di bukan bocah cadel Kris!... dan panggil aku hyung! Baiklah kami akan kesana.'
Kris dan Luhan sebenarnya teman sejak kecil saat mereka masih di China dulu. Saat SMP mereka harus berpisah karena Luhan memutuskan untuk pindah ke Korea dan Kris pindah di Canada. Saat SMA Kris memutuskan hijrah ke Korea dengan alasan bosan di Canada. Dan lebih memilih tinggal denggan neneknya.
Alasan kenapa Kris menegtahui perihal pernikahan sembunyi – sembunyi Luhan karena Luhan sendiri yang mengundangnya saat acara pernikahan sembunyi – sembunyi mereka.
Apakah kalian tau kalau Wu Yi Fan adalah anak dari pasangan dari Wu Yunho dan Kim Jaejong?. Dan juga Kris hanya mempunyai 1 teman atau mungkin sahabat. Tua siapa orangnya? Yap! Dia Uri Luhan. Hanya Luhan temannya dan suami Luhan, Sehun pun menjadi teman kedua dari Kris.
Bukan berarti Kris tak bisa bersosialisasi, hanya saja dia terlalu dingin dan mungkin itu yang menyebabkannya tak mempunyai banyak teman. Saat di Canada ia di cap sebagai Playboy.
Selalu gonta – ganti pacar. Tapi ia sama sekali TAK PERNAH mencium atau pun melakukan skin ship lainnya dengan seluruh mantan pacarnya.
Entahlah, banyak orang yang tak mengerti bagaiaman jalan pikiran namja belasteran satu ini. Bahkan author juga bingung dengan riwayat hidup ni orang atu#plaakk.
.
.
.
"Sehunie... palli, bukankah kau mau bertanding game dengan Kris?" teriak Luahn sambil membuka pintu keluar,
"sabar... baby Lu" sahut Sehun kemudian berlari menuruni tangga.
"selalu saja begini... lain kali aku- eh? TAO!?" ucap Luhan terpotong saat ia membuka pintu rumahnya ia melihat Tao berdiri di depan pintu dengan senyuman lebar sambil melambaikan tangannya pada Luhan.
"hi Luhan-ge..." sapa Tao ramah.
"oh, halo Tao... ada apa kemari?" tanya Luhan setelah sadar dari keterkejutannya.
"heum... hanya ingin mengajak gege bermain.. Tao bosan dirumah, eum.. tapi gege sepertinya mau perrgi rapi sekali?"
"Hannie... kenapa di pintu?" tanya Sehun yang baru sampai di ambang pintu. Dan mata Sehun langsung melebar saat melihat Tao berdiri di depan pintu sambil tersenyum.
"halo Sehun... k-kenapa kau bisa di sini?" tanya Tao heran.
"eh? Halo Tao hyung.. i-itu anu.. eum.." balas Sehun terbata sambil mencari alasan yang tepat.
"eum Tao... kau kesini sama siapa?" tanya Luhan mengalihkan topik pembicaraan.
"sama Chen-ge da Xiu-ge... tu mereka..." jawab Tao sambil menunjuk ChenMin couple yang ada di belakangnya.
"kalian mau kemana?" tanya Chen.
"kami mau kerumah Kris, ingin ikut? Katanya ia bosan dirumah jadi mengajak kami kerumahnya dan bertanding game baru..." jelas Luhan.
"Kris si anak baru itu?" tanya Xiumin mulai tertarik sepertinya. Luhan dan Sehun hanya menggangguk.
"eum... Tao tak yakin ia akan baik pada Tao" ucap Tao membuat ke empat namja disana langsung mengalihkan pandangannya pada Tao.
"eum... maksud Tao dia itu sangat dingin..."
"tenang saja Tao... dia itu dingin diluar hangat didalam(?)... ayolah... kita bisa jadi teman yang dekat... benarkan Xiumin-ge?"rayu Luhan yang mulai mengeluarkan jurus andalannya yaitu ber-aegyo ria.
"baiklah... kita pergi... kajja" ajak Xiumin dan berjalan menuju mobilnya. "kalian duluan saja... aku akan mengunci pintu" dusta Luhan. Hah. Apa yang akan dilakukan Rusa itu?
"Chen hyung... kita pakai mobilmu saja ya" pinta Sehun karena malas mengeluarkan mobilnya di garasi.
"dasar maknae gak modal!"
'ini akan menyenangkan.. hihihi, ternyata Kris si dingin mulai menyembunyikan sesuatu..' batin Luhan menyeringai mesum(?).
TBC~
GILA! Ni FF tambah ngawur aja -_-. Nah review ya demi kelanjutan Ffnya. Mungkin juga FF ini bakalan naik RATE. Tapi liat aja nanti. Soalnya Rei lagi buntu. Jadi minjem jalan ceritanya si REIN. Nah si Rein itu yadong akut. Jadi request NC KrisTao ama HunHan -_-. Dasar Bocah! Kalau jalan cerita Rei sih gak akan ada adegan NC nya.
Nah semua tergantung Readers deh. Pilih mau pake punya Rein ato Punya Rei?. Kalau di gabung sih kayknya bagus tuh :D.
REVIEW PLEASE *WINK gagal*
