….(C)
.
.
.
Chanyeol mengerang frustasi ketika satu bulan berlalu dan ia masih belum bisa menemukan keberdaan Baekhyun. Ya, sejak malam itu Baekhyun menghilang tanpa jejak. Bahkan kedua orang tuanya pun juga tidak tahu di mana dan keberadaan Baekhyun sakerang. Baik Chanyeol dan kedua orang tuanya telah mengerahkan seluruh orang kepercayaan untuk mencari jejak Baekhyun namun masih belum ada kabar baik dari mereka. Bahkan Chanyeol sendiripun juga sudah ikut menyertakan diri untuk mencari keberadaan Baekhyun namun hasilnya masih nihil.
Chanyeol menelungkupkan tubuhnya pada meja kafe tampak frustasi, secangkir kopi yang beberapa saat lalu ia pesan terlihat sudah mendingin terlihat dari kepulan asapnya yang telah menghilang.
Rasanya sangat hampa ketika ia tidak bisa lagi melihat Baekhyun barang sejenak saja ketika akhir-akhir ini harinya diwarnai oleh ocehan Baekhyun. Kemanakah gerangan perginya Baekhyun? Sebegitu kecewanyakah Baekhyun hingga ia pergi tanpa meninggalkan jejak?
Rasanya sangat menyakitkan ketika ia kehilangan Baekhyun di saat ia senang melihat Baekhyun kehilangan Taeyeon. Kenapa Baekhyun juga meninggalkannya? Apa Baekhyun juga membencinya?
Setumpuk pertanyaan melayang-layang memenuhi pikiran Chanyeol namun tetap saja ia tidak mendapat jawabannya selama ia belum menemukan Baekhyun. "Astagaa Baeeekkk kau kemanaa?" Chanyeol mengerang frustasi lagi seraya mengacak rambutnya tanpa menghiraukan tatapan aneh dari para pengunjung kafe lainnya.
Air mata menggenang di pelupuk mata Chanyeol ketika ia merasakan perasaan menyesal karena telah menyakiti Baekhyun dengan cara seperti itu, kenyataan seolah menamparnya telak saat membayangkan jika Baekhyun sangat membencinya saat ini. Membuat Baekhyun menjauh dari Taeyeon sangat mudah tapi ia tidak tahu semudah itu juga ia kehilangan laki-laki manisnya.
"Baek… aku mencintaimu… kembalilah…" Sekali lagi Chanyeol menjambaki rambutnya hingga masai.
.
.
.
"Baekhyun… kau masih tidak ingin keluar?" Kyungsoo menghela nafas seraya menyibak tirai kamar tamunya yang tak kunjung di buka padahal hari telah menjelang siang. Kyungsoo hampir putus asa ketika melihat keadaan Baekhyun saat ini.
"Apa perlu aku cari Chanyeol dan menghajarnya?" tiba-tiba saja Jongin masuk ke dalam kamar yang di tiduri Baekhyun selama ia menghilang, lalu laki-laki berkulit tan itu melirik ke arah Kyungsoo yang ternyata tengah menatapnya juga. Mereka saling melempar pandangan frustasi ketika Baekhyun hanya diam membisu. "Atau… Taeyeon?"
"Jangan sebut nama mereka." Tiba-tiba saja Baekhyun bersuara seraya menatap Jongin dengan pandangan kosong.
"Baek-"
"Kyungsoo… kau tahu ini adalah masa tersulit yang pernah aku alami." Baekhyun menekuk kedua lututnya dan setelah itu Baekhyun menaruh kepalanya di sana dengan jemarinya yang menyisir rambutnya sendiri.
"Tsk… sejak kapan seorang brandal Baekhyun menjadi lemah seperti ini." Jongin mencibir ketika melihat kondisi Baekhyun saat ini, Kyungsoo berjalan mendekat dan dengan sengaja ia menyenggol bahu Jongin untuk tidak berbicara yang bukan-bukan pada Baekhyun. "Apa? Aku hanya membicarakan fakta! Aku tidak tahu jika Baekhyun akan menjadi pencundang seperti ini!" Jongin berdecih sesaat lalu segera melesat pergi keluar dari kamar itu dan meninggalkan Baekhyun dan Kyungsoo yang tengah menghela nafas berat di sana.
"Makan sarapanmu Baek… jika tidak aku tidak akan segan-segan mengusirmu dari sini." Ancam Kyungsoo seraya melipat kedua tangannya dan sontak hal itu membuat Baekhyun mengangkat kepalanya dan memandang Kyungsoo melas.
"Aku tidak la-"
"Baik pergi dari sini."
"Baiklah aku lapar." Baekhyun berjengit kesal lalu segera mengambil nampan yang berisi makanan dan segelas susu yang Kyungsoo taruh di atas nakas lalu dengan tidak niat ia melahapnya.
"Kau mencintai Chanyeol?" Kyungsoo duduk tepat di tepi kasur dengan posisi yang menghadap Baekhyun yang sontak membuat laki-laki itu tersedak hingga harus meneguk susunya hingga setengahnya menghilang.
"Apa-apaan pertanyaanmu itu." Baekhyun menatap Kyungsoo tidak suka.
"Kenapa tidak jujur saja?" Kyungsoo masih mempertahankan wajah datar nan seriusnya.
"Kyung… hentikan aku mohon." Baekhyun mendesah malas dan melemparkan tatapan memohonnya pada Kyungsoo.
Kyungsoo menghela nafasnya lalu mengangkat bahuya dengan diiringi kedua tangannya yang terangkat tanda menyerah karena sepupunya itu sangat keras kepala. "Baiklah…" setelah mengatakan itu Kyungsoo beranjak pergi meninggalkan Baekhyun seorang diri.
Namun tidak lama dari itu Kyungsoo kembali lagi dengan kepala yang menyembul di pintu, "Oh iya… ibu dan ayahmu sudah mengirim orang-orang kepercayaan mereka untuk mencarimu… hanya butuh waktu bagi mereka menemukan apartement rahasiaku bersama Jongin." Kyungsoo terdengar seperti menggerutu sebelum ia benar-benar pergi dari sana.
.
.
.
Sejak Baekhyun menghilang dan bersembunyi entah di mana membuat Chanyeol harus membolos sekolah demi bisa mencari keberadaan Baekhyun.
Dan sejujurnya sejak Baekhyun bersembunyi di apartement sepupunya itu membuat Kyungsoo serta Jongin ikut membolos karena harus menjaga Baekhyun. Awalnya ketika di rumah masing-masing baik Jongin dan Kyungsoo sudah berpakaian seragam sekolah lengkap namun ketika sudah di perjalanan mereka merubah haluan menjadi ke apartement milik mereka berdua yang kini di tempati oleh Baekhyun.
Dan di sinilah Kyungsoo dan Jongin sibuk memilih makanan yang di pesankan Baekhyun sebab laki-laki itu baru merasakan yang namanya lapar setelah sekian lama. Kyungsoo menghentikan kegiatan mendorong trolli belanjaannya ketika melihat sesosok yang berdiri tepat di sebuah pendingin dan terlihat sedang mengambil sebotol minuman. Jongin yang melihat keanehan itu lantas mengikuti arah pandang Kyungsoo. "Dia terlihat seperti pria yang di ceritakan Baekhyun." Bisik Jongin ketika melihat pria itu menatap ke arah mereka saat membalik tubuhnya.
"Itu memang dia." Balas Kyungsoo seraya menatap laki-laki itu lekat-lekat.
"Maksudmu dia Chanyeol?" Ujar Jongin tanpa mengindahkan suaranya membuat Chanyeol menghentikan langkahnya dan menatap mereka bingung.
Apa mereka salah satu penggemarku?
Tanpa di sangka Jongin melangkah mendekat dan melayangkan sebuah bogeman ke wajah Chanyeol membuat pengunjung swalayan yang lainnya memekik melihat kejadian itu, "Itu untuk Baekhyun!"
"Aiisshh… bodoh!" Kyungsoo menepuk keningnya namun biarpun begitu ia melangkah mendekat dan menatap Jongin, "Tanganmu tidak apa-apa?" Kyungsoo buru-buru menarik tangan Jongin yang terkepal.
Chanyeol mengerjab masih belum bisa mencerna apa yang sebenarnya terjadi tapi tadi laki-laki yang menghajarnya menyebutkan nama Baekhyun. Laki-laki yang selama ini Chanyeol cari. Atau itu hanya sebuah hayalan Chanyeol?
"Baekhyun…" lirih Chanyeol dengan tatapan kosong.
"Kau memukulnya terlalu keras bagaimana jika dia jadi amnesia?" bisik Kyungsoo membuat Jongin mau tidak mau terbahak.
"Tunggu-tunggu… kau menyebut nama Baekhyun tadi?" bukannya marah Chanyeol justru menatap Jongin harap-harap cemas.
Jongin dan Kyungsoo saling tatap sebelum akhirnya mereka berdua mengangguk membuat Chanyeol langsung memancarkan kelegaan yang luar biasa, "Kau tahu di mana dia? Aku mohon beritahu aku di mana dia." Chanyeol menggenggam jemari Kyungsoo dengan pandangan memohon membuat Jongin menampar tangan itu hingga terlepas.
"Jangan sentuh Kyungsoo ku." Ujar Jongin galak.
"Baik aku tidak akan menyentuhnya tapi aku mohon pertemukan aku dengan Baekhyun." Kali ini Chanyeol menyentuh Jongin dengan pandangan memohon membuat Kyungsoo menjauhkan Chanyeol dan Jongin.
"Jangan sentuh Jongin ku." Ujar Kyungsoo seraya menatap Chanyeol dengan mata bulatnya membuat laki-laki itu bergidik ngeri di tatap seperti itu.
"Ah- ya- ya baiklah aku tidak akan menyentuh kalian berdua." Chanyeol mengangguk patuh. "Tapi aku mohon pertemukan aku dengan Baekhyun… kalian tahu aku hampir gila mencari keberadaannya." Chanyeol menampakkan wajah frustasinya yang lantas membuat Kyungsoo dan Jongin mendesah.
.
.
Chanyeol mengusap tenguknya canggung ketika mendapati Kyungsoo masih menatapnya dengan cara yang sama membuat dirinya harus berdehem beberapa kali. "Eum… jadi di sini Baekhyun?" Tanya Chanyeol ketika Jongin memasukan sandi pada pintu Apartement mereka.
"Sssttt… diamlah." Chanyeol langsung mengangguk patuh ketika Kyungsoo menyuruhnya untuk menutup mulut.
Mereka memasuki apartement itu dengan Kyungsoo dan Jongin menuntun Chanyeol menuju sebuah pintu di mana Baekhyun berada, "Dia di dalam… masuklah." Kyungsoo membukakan pintu kamar Baekhyun dan dengan sedikit -banyak- mendorong Chanyeol hingga membuat laki-laki itu terjerembab jatuh terandung karpet beludru hingga meninggalkan bunyi bedebum yang keras membuat Baekhyun yang tengah tertidur langsung terbangun.
"Chanyeol…" Si pemilik nama itu langsung mendongak dan mendapati wajah Baekhyun dengan mata yang berkaca-kaca.
"Baek-"
"Jangan mendekat!" teriak Baekhyun ketika Chanyeol ingin beranjak mendekat. Teriakan Baekhyun itu seolah menyayat hati Chanyeol seketika.
"Baek…" lirih Chanyeol berdiri mematung di tempatnya ketika Baekhyun menatapnya dengan pandangan frustasi.
"Jangan mendekat… aku mohon…" tanpa di sangka Baekhyun justru menangis membuat Chanyeol menjadi kelu mendengar isakan Baekhyun yang terdengar pilu.
"Sebesar itukah kau mencintai wanita itu hingga kau berakhir seperti ini Baek…" lirih Chanyeol, leher Chanyeol bergerak naik turun ketika ia menelan salivanya kelu.
"Aku…"
"Aku mencintaimu Baek… tidak kah kau lihat aku hampir gila karena mencarimu…" Chanyeol menatap Baekhyun lelah dengan mata yang memerah karena menahan tangis. Baekhyun bergeming. "Baiklah…" Chanyeol langsung saja menjatuhkan dirinya hingga ia bertumpu pada lututnya, "Aku minta maaf padamu Baek... aku… aku bisa membantumu untuk berbaikan dengan wanita itu asalkan kau kembali lagi menjadi Baekhyunku yang dulu."
"Tidak Chanyeol…"
"Baek aku mohon.. aku mohon… aku mohon… maafkan aku." Chanyeol hampir saja bersujud memohon pada Baekhyun sebelum laki-laki itu menjerit.
"Tidak! Tidak! Kemarilah!" Baekhyun meminta Chanyeol untuk mendekat dan langsung saja laki-laki itu turuti untuk duduk berhadapan dengan Baekhyun, "Dengar… aku tidak marah padamu…" Baekhyun menggeleng pelan.
"Tapi kenapa kau menghajarku waktu itu?"
Baekhyun menggeleng pelan, "Entahlah… aku hanya ingin."
"Astaga Baeekk! Yang benar saja! Aku hampir gila memikirkannya!" Baekhyun tersenyum tipis.
"Maaf." Chanyeol mendesah lega lalu ia segera membawa tangannya untuk menangkup wajah Baekhyun.
"Truth or dare?" bisik Chanyeol, Baekhyun membelalak setengah menganga tidak percaya.
"Bisa-bisanya kau Park!" Baekhyun menepis tangan Chanyeol hingga terlepas.
"Aku serius." Lalu ia kembali membawa tangannya untuk menangkup wajah Baekhyun.
Melihat keseriusan terpancar dari wajah Chanyeol akhirnya Baekhyun menjawab, "Truth."
"Kau masih mencintai wanita itu?" tanya Chanyeol dengan pandangan yang tersirat.
Baekhyun tersenyum tipis lalu menggeleng pelan, "Not anymore…"
"Truth or dare?"
"Chan-"
"Baek."
"Baiklah Truth." Baekhyun memutar bola matanya namun biarpun begitu jantungnya bergemuruh menunggu pertanyaan dari Chanyeol.
Chanyeol mengigit bibirnya sesaat lalu menatap Baekhyun dalam-dalam, "Do you love me?"
"Chan aku…" Baekhyun mendesah lalu menatap Chanyeol dengan mata sayunya, "Kau harus tahu ketika aku menghajarmu saat itu karena… karena aku sadar jika aku… jika aku mencintaimu… tapi aku masih tidak ingin menerimanya semudah itu… jadi untuk melampiaskan kekesalanku… aku menghajarmu." Lirih Baekhyun seraya menundukkan kepalanya dalam-dalam.
"Baek…" Chanyeol menatap Baekhyun tidak percaya lalu ia segera mengangkat kepala Baekhyun hingga mereka bersitatap. "Katakan sekali lagi jika kau mencintaiku." Mata Chanyeol menyelami manik Baekyun mencari kejujuran di sana.
"Aku mencintaimu Park Chanyeol." Bisik Baekhyun yang mengundang tetes tangis bahagia dari Chanyeol dan setelah itu Chanyeol segera menghadiahkan Baekhyun sebuah kecupan manis tepat di bibir hingga keduanya sama-sama mengerang.
"Engh… Byun singkirkan bantal ini, aku ingin menyerangmu sekarang juga!" perintah Chanyeol tanpa melepaskan tautan bibir mereka.
"Emh… Park! Itu bukan bantal… inilah penyebab aku menghilang selama ini." Baekhyun melepaskan tautan bibir mereka lalu menyibak selimut yang menutupi tubuhnya. Mata Chanyeol membesar seketika melihat apa yang tersaji di hadapannya.
"Byun… kau…"
"Aku hamil Park."
.
.
.
END
.
.
.
Heyaahahahahahahahahahahaha bagaimana? Aku mungkin tidak bisa menyelesaikan cerita ini jika tidak ada baekhyeol di sisiku;( dia yang selalu menagih ff ini padahal aku sudah ingin melupakannya;( dia yang selalu mengancamku ketika aku bilang "GUE NYERAH" ;( dia yang selalu menghantui aku dengan terornya;( dan baekhyeol pula yang membantuku menulis bagian enaenanya;( bukan sepenuhnya aku kok sumpah deh;( pokoknya itu yang bagian enaena aku ngetiknya setengah-setengah sama dia soalnya aku tuh gak kuat;( (?)
Oh iya untuk ff aku yang berjudul It's Okay pasti bakalan update kok tapi maaf aku masih ragu untuk update;( bc part selanjutnya aku bakalan bongkar semua… nah aku takut mengecewakan jadi aku masih ragu untuk update.. huhuhu miaaan.
Ini untuk BAEKHYEOL semoga kamu puas sama ff ini yah ;) tolong di ingatkan untuk anak yang di bawah umur di larang membaca ini yah:)
Xoxo,
Aku tetap anaknya ami abi #kaisoo
Anyway… ada yang punya kakaostory? Yuk yuk add-addan(?) follow-followan(?) sama aku Real_Kaisoo dan untuk ig aku real_kaisoo01
Kalo ada yang ingin mengeluarkan uneg-uneg tentang ff aku kalian bisa mengeluarkannya di sana tapi aku mohon tetap pakai bahasa yang sopan ya:)
Tapi biarpun begitu aku tetap butuh review/follow/favorite kalian untuk menambah semangat aku dalam menulis:)
