Pair : Kyumin

Main Cast : Cho Kyuhyun , Lee Sungmin,

Other Cast : liat dalem cerita

Genre : Romance , Drama, Hurt

Rate : T-M

Summary : Kehadiran Lee Sungmin yang mempengaruhi hidup Kyuhyun beserta masa lalunya. Ia seakan terancam oleh kebencian dan gairahnya sendiri yang seakan menyatu dan berperang melawan segala perbedaan dihidupnya .

.

.

.

.

.

Pukul 00.13, ini berarti sudah berganti hari. Sudah 2 jam lebih sungmin tidur di ranjang kyuhyun, dan ia belum menemukan tanda-tanda sungmin akan tersadar dari tidurnya.

Harusnya saat ini Kyuhyun juga sedang bermimpi indah, tapi ia masih berdiri di samping ranjang. Kyuhyun seperti tidak mau mengalah dengan akalnya, ia tidak ingin tidur di sofa yang sebetulnya cukup nyaman untuk ditiduri, tapi saat ini Sungmin berada di ranjangnya, sebenarnya ia tidak berada dalam keadaan yang sulit, tidur bersama juga tidak akan membuat Sungmin hamil. Yang saat ini jadi permasalahan adalah, ia memang tidak bisa tidur.

Ada perasaan enggan dan sedikit khawatir yang tidak kyuhyun mengerti. Entah sudah berapa lama ia berdiri di samping ranjang, menatap sungmin.

"Aku bahkan tidak bisa mengerti apa yang ku pikirkan", kyuhyun menghela napas. Kembali menoleh memandang sungmin.
Sungmin tidur telentang dengan kepala menghadap ke arah dimana kyuhyun berdiri,

"aku tidak percaya kau ! kau bisa tidur nyenyak di hadapanku", kyuhyun mendengus.
Tanpa diduga ia mengulurkan kedua tangannya ke leher Sungmin, lalu mengeratkan genggaman tangannya perlahan dengan sedikit gemetar,
"Hmm", gerakan kecil dan suara lirihan sungmin langsung menghentikan aksi kyuhyun, dengan sigap ia lepaskan kedua tangannya. Sentuhannya telah membuat kepala yang pemilik leher berubah ke depan. Kedua tangan kyuhyun kini berada di sisi kepala sungmin dan wajahnya tepat di bawah pandangan kyuhyun .

Posisi mereka membuat kyuhyun otomatis melihat wajah sungmin dari jarak yang sangat dekat. Matanya menelusuri garis wajah sungmin. Kulit wajah yang sangat bersih berwarna putih terang, terlihat halus, tampak berbeda dengan kulit Kyuhyun yang sedikit kasar akibat bekas jerawat. Matanya yang terpejam semakin jelas menampilkan bulu mata yang lentik seperti boneka.

Perjalanan mata kyuhyun bergerak ke kulit lehernya yang sedikit terbuka, hanya sedikit.
Ia reflek mengangkat pijakan tangannya, menjauhkan tubuhnya dan memilih duduk di tepi ranjang. Nafasnya telah berulang kali berhembus sebagi bentuk penenangan diri setelah sempat memandangi telapak tangannya sekilas. Dia hampir mencekik sungmin.

Merasa bentuk penenangan dirinya tidak cukup, ia segera melangkah keluar kamar menuju dapur, ia mengambil kaleng bir untuk dibawa ke ruang tengah.

"Sialan ! siapa yang sebenarnya mabuk disini" kyuhyun hanya mondar - mandir sambil meminum birnya, sesekali memijit keningnya yang mulai terasa pening.

.

.

"Kyuhyun-ah" Kyuhyun merasa namanya terpanggil.

'jika ternyata tidak ada yang memanggilku, itu berarti aku juga mabuk', ia membatin.

"Kyuhyun bujangnim", Kyuhyun berbalik dan menemukan sungmin berdiri disana, Jelas ia tidak sedang mabuk.
"Kyuhyun aku sungguh minta maaf, pasti aku mabuk kan. Aku sudah benar-benar menyusahkanmu. Kau sampai membawaku kesini",
"Sungguh tidak apa-apa jika kau meninggalkanku disana, itu akan lebih baik ketimbang harus menyusahkanmu. Aku benar-benar tidak enak, aku tidak bermaksud seperti ini, tolong maafkan aku", Sungmin bicara tanpa henti dan tampak dipenuhi rasa bersalah beberapa kali ia membungkukan badannya.

Kyuhyun hanya diam, bukan karena marah, kalaupun merasa kesal, saat ini ia kesal dengan dirinya sendiri tanpa alasan yang jelas.

"Sepertinya aku harus pulang, Adikku pasti mengkhawatirkan ku." Merasa tidak mendapat jawaban, Sungmin menyerah. Menyerah untuk segalanya, memohon juga tidak akan berguna, kali ini Kyuhyun akan benar-benar marah padanya, pikirnya.
Kyuhyun melihat sungmin beberapa kali meliriknya, jika ia tidak salah menebak, kyuhyun yakin sungmin sedang dipenuhi pikiran tentang berbagai macam kemungkinan.

"Sekali lagi tolong maafkan aku, aku berjanji hal ini tidak akan terjadi lagi, dan terimakasih sudah membawaku kyuhyun-ah, aku mohon pamit", Sungmin berbalik sebelum membungkuk, ternyata ia pamit dengan sungguh-sungguh, hal itu membuat kyuhyun terkejut.

"Apa kau tidak melihat jam ? tidak akan ada kendaraan umum diluar" ucapannya membuat sungmin terhenti untuk berbalik.
"Aku masih bisa berjalan kaki",
"Kau pikir kau bisa tiba dirumah dengan berjalan kaki ? diluar sangat dingin, kau tau ? ini sudah lewat tengah malam, tidak ada yang tau bahaya apa yang bisa saja menimpamu",
"Aku akan menjaga diriku kyuhyun-ah" Sungmin berbalik melanjutkan langkahnya ,

ternyata dia cukup keras kepala.

"Bagaimana jika kau kehilangan nyawa ? Adikkmu bisa saja melaporkanku karna kakaknya mati setelah pergi bersamaku. Aku tidak akan membiarkanmu membuatku menjadi tersangka pembunuhan lee sungmin",
"Lalu apa yang harus kulakukan ? aku tidak mungkin terus berada disini dan menyusahkanmu lagi, aku takut setelah ini aku akan benar-benar kehilangan pekerjaanku" ia membalikan tubuh untuk mengatakan hal tersebut, wajah frustasinya membut kyuhyun sedikit senang.
Kyuhyun perlahan melangkah mendekat,
"Tetap disini",
"Bicaramu itu seperti kau sudah berhari-hari terjebak disini lee sungmin",
"Maafkan aku", sungmin menundukan wajahnya,

'aku tau kau akan mengucapkannya' , batin kyuhyun seraya mengangkat dagu sungmin agar memandagnya, sudah pasti sungmin terkejut dengan tindakannya.

"Saat ini aku berusaha bersikap baik padamu. Kenapa kau selalu mengalihkan pandanganmu saat bicara dengan ku ? Apa kau takut padaku ?", kyuhyun sengaja melihat ke dalam mata sungmin,
"tidak, aku… aku hanya-" sungmin terbata, matanya masih berusaha menghindari kyuhyun,
"kau tidak menyukaiku ?" Kyuhyun memotong,
"Tid-",
"Kau menyukai ku ?",
"NE ?" Sungmin memekik terkejut saat kyuhyun memotong ucapannya lagi, matanya membulat shock.

Cukup, kyuhyun tidaklah bodoh, yang barusan sungmin lontarkan adalah sebuah pertanyaan,
Sekaligus jawaban.

Kyuhyun menarik dagu sungmin yang berada di tangannya, ia mencium sungmin sebelum pria manis itu bisa mengatakan apapun, Mata sungmin langsung terpejam namun ia tidak berusaha melepaskan diri.
Kyuhyun bisa merasakan keterkejutan dan kebingungan Sungmin lewat detak jantungnya yang cepat.

Kyuhyun mulai bisa merasakan hangat tubuh sungmin dan membuat gairah tubuhnya bertambah. Aroma Sungmin yang lembut telah memenuhi kepalanya. Kyuhyun menggerakan bibirnya pelan, mendadak bibir sungmin melembut dalam ciuman Kyuhyun.
Kyuhyun segera memindahkan kedua tangannya di pipi sungmin, semakin menghisap bibirnya dalam. Sungmin terkesiap, desahannya hampir keluar jika ia tidak berusaha menahannya.

Kyuhyun melepaskan tautan bibir mereka sesaat dengan kening yang masih bertaut, bibir sungmin terlihat berkilau dari jarak yang sangat dekat, seketika ia merasa sungmin menjadi sangat cantik dan membuat kyuhyun semakin menginginkan dirinya.
Kyuhyun mencoba untuk tetap berpikir saat mencium Sungmin, namun ternyata tidaklah mudah, terlebih sungmin tidak menolak ataupun membalas ciumannya, baru kali ini Kyuhyun tak terbalas, Ia jadi merasa Sungmin sedang menantang gairahnya. Kyuhyun menghisap bibir sungmin kuat menuntutnya lebih sensual.

Kyuhyun merasakan pergerakan Sungmin, namun tak sesuai yang ia inginkan. Sungmin berusaha melepaskan diri seperti baru tersadar apa yang sedang mereka lakukan. Sungmin menyentak keras hingga ciuman mereka terlepas.
Nafas Sungmin memburu tidak teratur, Kyuhyun bisa melihat wajahnya yang memerah meski sungmin tengah menunduk, matanya membulat dan beberapa kali mengerjap. Bisa dipastikan sungmin tengah shock, kemudian dia memberanikan dirinya menatap kyuhyun.

"Apa yang kau lakukan ?", Sungmin jelas tau kyuhyun menciumnya, untuk apa bertanya lagi.
"seharusnya tidak seperti ini, kenapa kau melakukannya" matanya sedikit berkaca-kaca.

Jangankan Sungmin, sesungguhnya Kyuhyun sendiri terkejut dengan yang barusan ia lakukan. Kyuhyun sudah cukup kesulitan berpikir seharian ini dan ia tidak ingin membuang-buang tenaga hanya untuk memikirkan 'kenapa ia melakukanya?'. Sungmin cukup keras kepala karena hal yang menurutnya sepele dan itu membuat Kyuhyun jengkel. Meskipun sedikit banyak ia juga menikmati akibatl dari 'keras kepala'nya Sungmin.

"Sepertinya aku memang harus segera kembali",
"Tetaplah disini Sungmin-ah, aku akan mengantarmu pulang sebelum matahari terbit",
"Terima kasih Kyuhyun-ssi. Tapi aku bisa pulang sendiri"

'Hell !',
Kyuhyun mengumpat dalam hati, terasa berlebihan jika sungmin marah karna kyuhyun menciumnya. Kyuhyun merasa Lee Sungmin tak sesuci itu.

Lihatlah, Sungmin bersikeras dan melangkahkan kakinya untuk keluar. Kyuhyun segera menahan tangannya saat sungmin berjalan tepat disampingnya.
"Jika kau masih melangkahkan kakimu untuk pergi aku akan melakukan yang lebih dari apa yang kau duga" Kyuhyun menatapnya tajam,
"apa maksudmu ?",
"kita memang sedang diluar pekerjaan, tapi kau tidak boleh lupa kalau aku managermu Lee Sungmin. Kau taukan siapa aku. Dan kurasa kau tidak ingin kehilangan pekerjaanmu begitu saja", yang selama ini Sungmin takuti akhirnya berpotensi untuk terwujud, kyuhyun memang memegang kuasa disini.

"kenapa kau melakukannya ?" Sungmin mencoba bertanya sabar mesiki napasnya berat.
Kyuhyun melepaskan tangannya dengan dan duduk di sofa,
"bisakah kau lupakan yang apa barusan kita lakukan? anggap saja itu tidak pernah terjadi",
"Kita lakukan ? Kau yang melakukannya padaku", pernyataan sungmin menyulut batin kyuhyun. Otaknya seperti merekan tiap penggalan kata-nya 'kau-yang-melakukannya-padaku',
"Ya. Dan kau juga tidak menlokanya Sungmin-ssi. Kalaupun kau mengakui bahwa kau juga menyukainya itu tidak masalah untukku",
"Aku tidak menyangka kau bisa berkata seperti itu",
"Aku bisa karna benar, Tubuhmu yang mengatakannya", Kyuhyun berdiri menghampiri sungmin lagi tepat di hadapannya.
"Bahkan jantungmu, aku merasakan nya berdebar cepat. Kau tidak perlu mengelaknya" kyuhyun berucap seraya mengelilingi tubuh sungmin dan berhenti di belakang tubuhnya.
"kenapa kau diam sungmin-ssi ? sebelumnya kau sangat berisik dan menyalahkanku hmm" , Tubuh sungmin bergetar,
"Lee Sungmin yang manis, jika kau ingin aman, kau hanya perlu menghilangkan keras kepalamu ketika bersamaku, aku yakin dengan begitu kau bisa menikmatinya karna sebenarnya aku orang yang menyenangkan",
"Tapi kau harus tau, aku bukan orang yang bisa dibantah. Jika kau sadar dari tadi kau terus mempermasalahkan hal sepele, dan itu mengusikku. Ini adalah peringatan pertama mu, jika kau melakukannnya lagi, kau bukan hanya kehilangan pekerjaanmu, tapi kau juga bisa kehilangan hidupmu", kyuhyun menyeringgai hebat dari belakang tubung sungmin.

Itu adalah ucapan terpanjang dan pernah sungmin dengar dari mulut kyuhyun. Jika bisa menangis, ia akan menangis saat ini juga, sungmin bersumpah bahwa saat ini ia merasa takut. Kyuhyun yang terlihat tenang dan mengaggumkan bukankah baru saja mengancamnya seperti seorang psikopat ?,
Sungmin dengan hatinya yang bersih masih enggan berfikir kelewat batas tentang kyuhyun,
Kilasan tentang bagaimana mata kyuhyun pernah berkaca-kaca saat pertama kali mereka bertemu tiba-tiba muncul dan memberikan pemikiran positif pada dirinya, bahwa setiap orang punya cara yang berbeda melampiaskan emosinya, buruk diluar belum tentu juga di dalam.
Tapi orang bodoh mana yang masih bisa berfikir positif jika berada diposisi Sungmin ?

.

.

"ini masih tengah malam, masih ada kesempatan untukmu tidur, kembalilah ke kamar" suara kyuhyun kembali terdengar, kali ini terdengar lebih bersahabat sehingga mengurangi rasa takut sungmin.
"Tidak, aku tidak akan tidur lagi",
"kenapa ? kau ingin ku temani tidur ?" sungmin nyaris merona karna tawaran kyuhyun terdengar nakal.
"aku benar-benar tidak mengerti, aku berharap saat ini sedang bermimpi",
"sudahlah, tidakkah itu berlebihan sungmin ? kemarilah jika kau memang tidak ingin tidur lagi",sekarang sungmin cukup yakin jika kyuhyun memang tidak seburuk itu, sungminpun berani duduk disampingnya.
"bolehkah aku bertanya ?",
"itu kau sudah bertanya."
"aku serius kyuhyun" kyuhyun cukup terhibur melihatnya,
"kau pikir aku bercanda ? kau hanya perlu mengatakannya saja. Asalkan kau tidak bertanya 'mengapa kau melakukannya kyuhyun ?' ", kyuhyun meniru suara sungmin bermaksud menggodanya. Sungmin jadi cemberut seperti anak kecil.

"bukankah kau berasal dari keluarga pemilik perusahaan ? itu berarti kau adalah calon pemimpin, kenapa kau masih bekerja sebagai manager ? bukankah kau bisa langsung menjadi direktur utama ?"
"apa kau menyesal karna aku akhirnya jadi managermu ?",
"Tidak. Bukan begitu sungguh, hanya saja aku…" kyuhyun menatap sungmin menunggu kalimatnya, sungmin melirik tampak berpikir.
"ah , sudahlah lupakan",
"tidak bisa, katakanlah !",
"itu tidak penting kok, oh ya sudah jam berapa ini ?",
"jangan mengalihkannya, cepat katakan !"
"tidak jadiii",
"katakan ! atau aku akan-"
"jangan !" sungmin memotong,

"jangan ?", kyuhyun menaikkan alisnya,
"kau bilang jangan ? memang kau kira apa yang akan kulakukan heum ?" wajah sungmin memerah, matanya menghindari kyuhyun.

Kyuhyun menunggu jawaban sungmin, namun nihil.

"bicaralah sungmin, jangan membuat kesabaranku habis"
"aku kira kau akan menciumku" sungmin berucap gelisah,
"I..itu hanya perkiraanku, aku hanya takut kau melakukannya lagi", Kyuhyun tercengang,

"Yang benar saja Lee Sungmin",
"Tidak. Sudahlah kau tidak akan mengerti Kyuhyun !", Sungmin berdiri dan membalikan tubuhnya untuk menghela napas.
Kyuhyun langsung ikut berdiri membalikan tubuh sungmin, memegangi kedua lengannya dengan erat,
"Ketakutanmu terhadapku itu sudah berlebihan Sungmin !",
"Sudah ku bilang kau tidak akan mengerti, bahkan jika aku menjelaskannya", sungmin tampak menatapku serius.
"Jelas kau tidak mau mengatakannya karna kau terlalu takut padaku",
"Ya ! Aku takut ! aku memang takut !",
"Aku tidak melakukan apapun Sungmin. Aku hanya menciummu, aku bahkan tidak menggitmu." Kyuhyun menatap dengan emosi yang tersembunyi.
"Bagaimana jika aku membayangkannya ?",
"Apa ?", Kyuhyun coba mencerna,
"Bagaimana jika aku membayangkannya ? bagaimana kyu ?",suaranya terdengar frustasi, kyuhyun berharap bahwa ia tidak salah dengar.
"Sekarang kau tidak hanya membayangkannya".

Kyuhyun langsung melayangkan ciumannya dengan cepat, bersamaan dengan emosinya cengkraman tangan kyuhyun semakin erat. Sungmin membalas ciuman kyuhyun dengan menggerakan bibirnya pelan dan lembut, Kyuhyun semakin terpancing.

Tangannya berpindah ke pinggang dan pipinya, hisapannya di bibir sungmin semakin kuat dan membelit. Sejenak Kyuhyun teringat gender Sungmin, tapi nafsunya membuat Kyuhyun ingin menghiraukannya. Persetan soal gender.

Suara benturan bibir mereka semakin terdengar memenuhi ruang yang sepi, Kyuhyun terus mencium sungmin dengan kuat dan membuatnya tenggelam. Kyuhyun menjentikan lidahnya seperti gelombang yang melumat kedalam mulut sungmin, ia langsung merasakan tubuh sungmin mengejang, ada kesenangan dalam diri kyuhyun mengetahui tubuh sungmin yang sangat responsif.

"enghm…", Sungmin tak sadar mendesah membuat kyuhyun seperti tersundut gairah,
Ia menurunkan tangannya ke kelukan pinggul Sungmin menyeuaikan sentuhannya dengan bentuk tubuh sungmin dibalik pakaiannya. Terlintas pemikiran bagaimana jika seluruh helaian benang itu terlepas dari tubuhnya. Membanyangkannya membuat Kyuhyun reflek menggigit bibir sungmin karna nafsunya.
"aah", sungmin tersentak, kyuhyun menarik bibir sungmin dengan sensual,lalu menghisapnya kembali dengan konstan, merasa ia akan rugi besar jika menyia-nyiakan bibir yang terasa sangat manis itu.

Nafas sungmin mulai memendek karna kyuhyun sangat mendominasi, tangannya yang melingkar di leher kyuhyun telah bergerak gelisah.
Kyuhyun melepas ciumannnya dengan berat. Ia menunduk menatap wajah yang sangat dekat dengannya. Sungmin terengah, dadanya kembang kempis, bibirnya sedikit terbuka dan membengkak dengan sisa saliva di sekitarnya. Kyuhyun merasa akan menginginkannya lagi.

"sudah ku katakan kau tidak hanya akan membayangkannya. Kau akan mendapatkan. Mungkin lebih dari yang kau bayangkan".
Kyuhyun mengusap wajah halus sungmin dengan punggung tangannya, Mata sungmin terpejam menikmati sentuhan itu.
Sialnya kyuhyun merasa sungmin tampak begitu cantik ! dalam dirinya kyuhyun menemukan kecantikan dan kelembutan perempuan yang berbaur indah pada tubuh seorang pria.
Kemudian timbul rasa ragu bersamaan dengan sesak, Apa Lee Sungmin sungguh seorang pria ? Apa dia yang menjadi penyebab semua kekacauan ini ?. Kyuhyun yang sangat keras merasa kehormatannya seperti dipertaruhkan, elusan tangannya langsung terhenti.

Menyadari hal itu sungmin membuka matanya dan menatap kyuhyun yang tertegun. Tiba-tiba ia berjinjit menarik leher kyuhyun dan menciumnya.
Meski terkejut kyuhyun tetap membalas ciumannya, kemudian menyeringgai dalam ciumannya,

'aku bisa membuat sungmin menginginkanku', pikrinya. Bukankah semua menjadi semakin mudah untuk kyuhyun.

Kyuhyun kembali mendorongnya ke sisi sofa dan menindihnya, mereka kembali berciuman dan menautkan lidah. Kyuhyun merasa gairahnya semakin serius.
Tangan Kyuhyun mulai menelusuri tubuh sungmin, telapak tangannya merasakan lekukan tubuh itu dengan dalam mencoba merekam setiap bentuknya dengan sentuhan.

Sungmin meresponnya dengan cukup antusias meski sedikit canggung, bagimanapun yang tengah ia lakukan bersama kyuhyun adalah hal yang paling erotis selama hidupnya, Kyuhyun yang sangat berani meruntuhkan benteng yang sudah ia bangun. Sungmin tidak mengetahui bahwa pertahanan kyuhyun yang besar juga mulai retak.

Sungmin melepaskan ciuman untuk mengambil nafas. Matanya terpejam dan terengah, beberapa tetesan keringat muncul di pelipisnya. Tubuh mereka nyaris menempel, membuat kyuhyun mendengar detak jantungnya.

Kyuhyun tidak percaya bisa merasakan gairah terhadap sungmin. Bagaimana bisa sungmin terlihat mengundang dengan pakaiannya masih lengkap. Kyuhyun membuka sweater yang masih sungmin kenakan, ia hanya menatap tanpa melawan.

sungmin tampak terkejut saat Kyuhyun membuka kancing kemejanya sendiri.
"kyu apa yang kau lakukan" sungmin terbata.
"aku merasa sangat panas Sungmin. Kau juga bukan" kyuhyun mengurungnya sungmin dengan kedua tangannya,
"k..kyu aku rasa-" Ia meletakan jari telunjuk di depan bibir sungmin agar berhenti bicara,

Kyuhyun menggerakan tangannya perlahan untuk membuka deretan kancing kemeja sungmin menampakkan kulit halusnya yang mengintip di balik kemeja,

"Kyuhyun jangan" Sungmin menahan gerakan tangan kyuhyun,
"Aku tidak suka di permainkan sungmin, kau yang memulainya, dan sekarang kau hanya perlu menikmatinya",
"Tidak. ku mohon jangan kyuhyun" masih masih berusaha menahan tangannya,

Kyuhyun mulai geram sedikit geram merasa tidak terima dengan interupnsi sungmin, Ia menahan tangan sungmin ke atas dengan sekali sentak. membuka semua kancing dan menyingkapnya tanpa melepaskan kemeja itu.

Tubuh atas sungmin terpampang di hadapan kyuhyun, Kulit putihnya yang mulus dan dadanya yang sedikit berisi dengan nipple pink yang sangat menggoda. Kyuhyun takjub, tubuh sungmin terlihat sangat indah.

Seperti terhipnotis, napasnya kyuhyun berat terdengar seperti desisan di telinga sungmin, ia tak bisa melepaskan tatapannya dari tubuh sungmin untuk beberapa detik, sebelum sungmin menyadarkan kyuhyun dari kegiatan manatap tubuhnya,

"kyuhyun-ah aku mohon berhenti, aku tidak bisa",Lirihannya Sungmin membuyarkan pikiran Kyuhyun.
Kyuhyun merasan seperti tersiram air dingin saat melihat mata sungmin yang telah berair,

"Tidak, sebelum aku merasakannya. Ya tuhan tubuhmu benar-benar mengagumkan Lee Sungmin !".
Kyuhyun membatin penuh pujian pada sungmin, pada fisiknya yang sangat indah, bagaimana seorang pria bisa tampak menggumkan, tubuh itu nyaris melampaui perempuan yang pernah kyuhyun telanjangi.
Ada sesuatu yang tidak bisa kyuhyun jelaskan untuk mendeskripsikan apa yang tengah kyuhyun pandangi.

Kyuhyun mengecup leher sungmin yang terbuka menghisapnya dengan perlahan, tubuhnya bergetar dibawah kyuhyun. Ia mulai menyapukan lidahnya disana. Kyuhyun menghirup aroma tubuh sungmin , perlahan ia turunkan wajahnya ke bawah, hidungnya yang sesekali menyentuh kulit telanjang sungmin menyulut percikan-percikan gairah yang tertahan.

"hhmpp…" Sungmin menarik napas tegang dengan mata terpejam, dadanya reflek membusung saat kyuhyun mengecup puncak dadanya seperti permata yang berharga, Kyuhyun menyeringgai penuh kemenangan.

Kyuhyun mengeluarkan lidahnya dan menjilat nipple sungmin hingga ia mengerang. Tangan sungmin bergerak gelisah dalam genggaman kyuhyun,

"Akhhh…Kyuuh", tubuh sungmin langsung mengejang, kyuhyun menghisapnya ,tanpa mempedulikan apapun, semua terasa manis dan lembut, meski dadanya tidak sebesar perempuan.

Merasa harus adil Kyuhyun berpindah ke dada sebelahnya, ia terus menekan tangan sungmin agar tetap diam.

Kyuhyun langsung menghisap nipple nya, menjentikan lidahnya disana tanpa mengangkat mulutnya.

"eunghh… Kumohon berhenti", Sungmin tersentak dan lututnya melemas diwaktu yang bersamaan, wajahnya tampak pucat.

Kyuhyun malah menyeringgai, ia menyadari bahwa tubuh sungmin bukan hanya responsif tapi juga sangat sensitif. Ia memiliki rasa yang tidak dimiliki perempuan manapun, itu sangat berbahaya.

Ia masih mengecup kedua nipplenya, dan mulai menurunkan ciumannya ke tiap jengkal tubuh sungmin. Ia ingin merasakannya lebih banyak, merasakan betapa manis tubuh lee sungmin. Bibir kyuhyun membelai rusuknya intens, Sungmin terkejut, ketakutan mulai memenuhi kepalanya.

"hiks.."
Ciuman kyuhyun di tubuhnya terhenti saat mendengar sebuah isakkan yang sangat mengganggu baginya. Kyuhyun mengangkat wajahnya dan melihat mata sungmin basah karna airmata.
Kyuhyun baru saja ingin memakinya dan mulutnya terhenti melihat sungmin yang benar-benar menangis memohon untuk berhenti,

'sial kenapa dia harus menangis dalam keadaan seperti ini ! DAMN !'

"aku mohon hentikan Kyuhyun. A..Aku tidak bisa", ia berusaha mengucapkannya meski menangis tertahan. Kyuhyun benar-benar ingin memaki dan mencekiknya saat ini juga. Tapi ia tidak bisa melakukannya, ia merasa tidak ada sandiwara dalam tangisannya yang membuatnya tertahan.

Dia menghentikan kyuhyun yang sudah sangat berhasrat, bahkan pusat tubuhnya yang hampir menegang harus terhenti tanpa sentuhan apapun ! Kyuhyun telah banyak belajar tentang pengendalian diri, termasuk dengan hubungan seksualitasnya dengan wanita, tapi ia merasa tidak percaya dengan yang satu ini.

'Sungmin, kau adalah orang gila yang berkedok polos',

Kyuhyun diam dan menghempaskan genggamannya pada pergelangan tangan sungmin, ia lekas mendudukan tubuhnya untuk bersandar di sofa.
Kepala kyuhyun terasa pusing, Ia memejamkan mata dan memijitnya pelan.
Dilain sisi sungmin tengah membenahi pakaiannya dan mengancingkan kembali kemejanya

"k..kyuhyun-ah. Maafkan aku, aku tidak-"
"Diamlah Sungmin !" Kyuhyun menyerka.

Hening, Kyuhyun benar-benar tidak mendengar lagi suaranya.
"kau ! jika kau benar-benar berniat mempermainkanku, kau akan tau akibatnya sungmin-ssi"

"aku tidak bermaksud seperti itu sungguh",
"tidak bermaksud kau bilang ? kau memintaku berhenti setelah menggodaku. Kau pikir kau siapa.", Kyuhyun menatap geram, mata sungmin mulai berkaca-kaca.

'Sial, apa dia akan menangis lagi sekarang.'

"Maaf Kyuhyun, aku tidak pernah melakukannya",
"Jangan membual ! Apa kau pikir aku akan percaya ? Aku belum lupa bahwa umur mu 32 tahun, jika tidak dengan pria setidaknya kau pasti melakukannya dengan wanita sungmin-ssi".
Kyuhyun berpikir sungmin ingin membodohinya,

"Demi tuhan aku tidak pernah melakukannya dengan siapapun. Kau orang pertama yang melakukan hal seintim itu denganku, aku… aku bahkan tidak pernah telanjang di depan siapapun", nafas kyuhyun terjeda.
"lalu mengapa kau menghentikanku ? seharusnya kau tidak melakukannya, kau baru saja akan merasakannya lee sungmin",
"aku sudah mengatakannya kalau kau tidak akan mengerti kyuhyun, aku punya masalalu yang buruk, terkadang masih menghantuiku, tiap kali aku mengingatnya aku merasa menjadi orang paling bodoh dan jahat",
tangan kyuhyun terkepal erat mendengar penuturannya.

"katakanlah"
"apa ?", sungmin menatap kyuhyun,
"ceritakan padaku tentang masalalumu",
"Maaf aku tidak bisa, setidaknya tidak untuk sekarang",
"Jika yang bisa menyentuhmu hanya orang yang bisa mengerti keadaanmu. Sedangkan kau tidak pernah mau menceritakannya. Kau hanya akan menghabiskan hidupnya tanpa merasakan kenikmatan dunia",
"bukan begituuu, Aku akan melakukan itu saat benar-benar menjalin hubungan dengan orang yang mencintaiku",
"apa kau sedang menuntut sebuah hubungan padaku ?" aku menatapnya lekat, sungmin tidak bergeming untuk beberapa detik.

"tentu saja tidak, aku tidak seberani itu untuk menuntut sebuah hubungan. terlebih kepadamu" sungmin melirik kyuhyun tertahan
"memangnya ada apa denganku ?"
"kita sangat berbeda, kau sangat tampan, pintar dan kaya raya, kau punya segalanya, dimataku kau itu sempurna kyuhyun",
"sedangkan aku hanya orang yang sangat biasa. Usia kita cukup jauh, dan.." , sungmin menatap kyuhyun lekat
"kita sama-sama pria, itu sangat mustahil. Banyak wanita diluar sana yang membicarakanmu, dan mengantri untukmu" .

Kyuhyun nyaris lupa kalau sungmin itu pria, dan usia mereka berbeda 8 tahun, kyuhyun bahkan tidak pernah memanggilnya 'hyung', dan sungmin juga tidak pernah mempermasalahkannya, Lagipula wajah sungmin tampak belia.

"Kau berlebihan sungmin",
"tidaaak, memang kenyataanya seperti itu kan",
"terimakasih atas segala kejujuranmu. Dan terimakasih jika benar kau tidak menginginkan sebuah hubungan denganku. Karna aku bukan orang yang bisa berkomitmen dalam menjalin hubungan", Sungmin tidak suka kenyataan bahwa ia sedikit kecewa mendengarnya.

"Ne, aku mengerti kyu" sungmin berusaha tersenyum manis meski kyuhyun bisa melihatnya kekecewaan di dalam hatinya.
"jika memang kau hanya melakukan sex dengan orang yang menjalin hubungan denganmu",
"Bisakah kau membuat pengecualian untukku ?"

.

.

.

TBC

.

Terimkasih buat yang masih menginginkan ff ini dilanjut, baiklah saya akan mengusahaknnya, mohon maaf ya kalo suka ngaret.

Well, Gimana chapter ini ? tolong abaikan masalah typo dan kesalahan cetak :'D, namanya juga manusia :'(. Mereka nyaris aja ya ... wkwkwk .

Jangan Lupa untuk review, karna semangat saya datang dari kalian juga.

~ Kyumin is Real ~