Jam baru menunjukkan pukul 7 malam tetapi dua penghuni apartemen ini sudah tertidur lelap di salah satu kamar yang sepertinya kamar Jiwon.

"Ugh"

Atau mungkin salah satunya baru terbangun karena mereka sudah tertidur sejak sore tadi. Hanbin terbangun dan menoleh kesamping mendapati Jiwon yang tertidur dengan tangan yang melingkar dipinggangnya. Di singkirkannya tangan Jiwon dari tubuh polosnya yang entah sejak kapan sudah tidak memakai pakaian selembar pun. Tubuh polos? Dilihatnya Jiwon yang saat ini keadaannya sama sepertinya.

"ASTAGA! KIM JIWONNNNNNNNNNNNN!" teriak Hanbin seperti perawan yang habis di perkosa atau lebih tepatnya perjaka. "Bisakah kau tidak berteriak dan mengganggu tidur ku?"

"Apa yang kau ?! Kita?! kenapa bisa kita melakukan ini arghhhh!" kini Hanbin menduduki perut Jiwon dan siap melayangkan Tinjuan kewajah sahabatnya, tetapi Jiwon segera menahannya.

"Kau ingin menambah satu ronde lagi dengan cara duduk diatas ku dalam keadaan telanjang? Sudahlah, lagipula kau juga menikmatinya tadi" ucap Jiwon santai yang kini sedang menarik selimut untuk berniat tidur kembali. Hanbin segera bangkit dari tubuh Jiwon dan duduk menyila di sampingnya.

"Jika sesuatu terjadi padaku akan ku hancurkan wajah mu itu" Dengan kesal Hanbin menarik rambut Jiwon sehingga ia mengaduh sakit.

"Aish, bisakah kau lembut sedikit kepadaku? Bertingkah lah seperti uke"

"Siapa yang uke ha?!"

"Memangnya siapa? Apakah aku yang kau masukki tadi?"

"bisakah kau tidak frontal seperti itu, kim" kini Hanbin berusaha menahan emosinya agar tidak memukuli Jiwon saat ini.

"Aku hanya memperjelas, siapa tau kau lupa. Mengapa kau menjadi emosi seperti itu? Bukankah tadi sangat menikmati?" balas Jiwon santai.

"Ah sudahlah lupakan. Aku mau mandi" Hanbin bangkit dari ranjang dengan perlahan menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya membuat Jiwon tertawa puas melihat cara jalan Hanbin.

.

.

"Suie?"

"Ya hyung?"

"Kemaren aku sudah bertemu dengan Hanbin mu kurasa aku menyukainya, lebih baik kita nikahkan mereka berdua setelah mereka lulus"

"Tidak secepat itu juga hyung, mereka harus kuliah dan bekerja"

"Itu tidak masalah, Jiwon bisa mengurus satu restaurant kami sambil kuliah nanti dan Hanbinmu cukup berdiam dirumah mengurus semua kebutuhan Jiwon"

"Yak! Hanbinku seorang seme aku menjodohkan dia dengan Jiwon karena aku berfikir Jiwon bisa menjadi istri yang perhatian untuknya nanti" Jaejoong memutar bola matanya malas mendengar ucapan sahabat lamanya yang sedang ia hubungi.

"Oh astaga Park Junsu! Jiwon ku tidak mungkin menjadi uke. Jika kau tanya pada Yunho ia pasti akan berkata Hanbin lah yang cocok menjadi uke"

"itu hanya tanggapan suami mu saja, Yoochun selalu bilang bahwa Hanbin kami adalah namja manly"

"Sudahlah aku malas berdebat dengan mu pantat bebek, lebih baik kita lihat nanti siapa yang akan menjadi seme. Oh iya, aku ingin bertanya pada mu"

"Uh selalu saja menyebutku seperti itu, kau ingin bertanya apa hyung?"

"Apa jidat lebar itu tau kalau kita menjodohkan mereka?"

"Ya dia tau, apa kau belum memberitahu Yunho hyung?"

"Belum, nanti akan ku beritahu"

"Aku sudah tau" ucap Yunho yang sedari tadi berdiri di belakang Jaejoong yang duduk di sofa sambil bertelponan. Dengan segera ia mematikan sambungannya dan menoleh ke arah suara tersebut.

"Eh? kau mendengarnya?"

"Iya sayang, semuanya bahkan suara Junsu pun aku mendengarnya" ucap Yunho santai dan kini sudah duduk disamping Jaejoong.

"Hehe maaf aku merahasiakan ini darimu, karena aku baru menyetujui rencana ini setelah melihat Hanbin kemarin. Kurasa ia orang yang cocok untuk Jiwon" Jaejoong menyenderkan tubuhnya pada Yunho.

"berpisah selama 18 tahun tidak membuat hubungan persahabatan kalian melonggar dan malah merencanakan perjodohan seperti ini" ucap Yunho sambil menarik hidung Jaejoong, ia pun terkekeh melihat istrinya mempout kan bibirnya sambil mengelus hidung karena kesakitan.

"Tapi kenapa kau langsung setuju padahal baru pertama kali melihat Hanbin. Apa mungkin mereka bisa saling menyayangi? Kemaren yang aku lihat mereka lebih sering bertengkar" tambahnya.

"Lelaki memang tidak bisa peka membaca cinta yang tumbuh dalam sebuah pasangan"

"Oh jadi sekarang kau bukan lelaki lagi sayang? Sepertinya aku harus membuktikannya"

"Mulai lagi kan!" Jaejoong memukuli Yunho yang tertawa menerima tingkah menggemaskan istrinya.

.

.

Hanbin mengaduk makanannya dengan wajah yang tidak bersahabat, sesekali ia menatap tajam pada seseorang yang lebih memilih menikmati hidangan didepannya.

"Ada apa dengan dengannya?" bisik Chanwoo pada Jiwon yang sibuk mengunyah makanannya.

"Aku merebut keperjakaannya" balas Jiwon santai. Hanbin yang mendengar ucapan Jiwon langsung bangkit dan memilih meninggalkan ketiga sahabatnya.

"Yak! Kim, kau mau kemana?!" teriak Jiwon yang ingin menyusul Hanbin tetapi ditahan oleh Jinhwan.

"Sudahlah, wajar saja ia kesal. Sepertinya kau menganggap santai hal tersebut padahal kalian tidak memiliki hubungan yang lebih dari sahabat" ucap Jinhwan yang memang mengerti permasalahan mereka karena Hanbin telah menceritakan semua.

"Sebentar lagi kami akan memiliki hubungan" jawab Jiwon. "Kau akan menembaknya?" tanya Chanwoo sambil mengambil makanan dari piring Jiwon.

"Kami akan menikah, setelah lulus. Dan Hanbin tidak mengetahuinya"

"Mwo?!" kaget keduanya kompak.

"Appaku yang menceritakan rencana ummaku bahwa aku di jodohkan dengan Hanbin, ia memberitahunya tanpa sepengetahuan ummaku"

"Jadi karena itu kau santai saja setelah melakukan 'itu' dengan Hanbin?" tanya Jinhwan

"Aku melakukannya agar Hanbin jatuh cinta kepadaku"

"Ah, itu tidak masuk akal sekali, kau memang napsu" ledek Chanwoo yang mendapat jitakan percuma dikepalanya.

"ya, sebenarnya itu kecelakaan dan entah mengapa malamnya appa menghubungiku memberitahu berita perjodohan itu aku menjadi tenang"

"Kau aneh, kebanyakan orang akan tidak terima jika dijodohkan seperti itu, jangan-jangan kau memang mencintai Hanbin ya?" goda Jinhwan mencolek dagu Jiwon.

"Jauhkan tanganmu itu atau si tiang akan memukulku, sudahlah aku mau menyusul Hanbin" ucap Jiwon memilih meninggalkan kedua orang itu daripada ia harus digoda oleh mereka.

.

.

.

TBC

maaf ga ada adegan NC disini dikarenakan saya ga pandai ngetiknya :" walaupun umur saya sebenarnya udah pantas buat hal yang berbau begituan, tapi tetap aja ga bisa ngetiknya :" jadi Rate M ini untuk kata-kata yang frontal aja. kalau emang dipaksa/? nanti diusahain ada.

makasih buat yang udah review : vooliee, Jun-yo, mickythepooh, KimYijoon

mungkin buat chap depan ada keterlambatan update, karena ke sok sibukan saya ehe.