Suara alarm jam yang berbunyi nyaring dari meja di samping Kyuhyun membangunkan namja tampan itu dari tidur lelapnya. Namja tampan itu menguap lebar sejenak dan merenggangkan tubuhnya selama beberapa menit sebelum melangkah dari ranjangnya menuju meja tulis yang ada di kamar tidurnya dan meraih sebuah figura foto.

Fotonya dan Sungmin yang tersenyum bahagia di ruang musik SMU mereka pada hari kelulusan mereka berdua.

Ruang musik SMU mereka menyimpan begitu banyak kenangan indah bagi dirinya dan Sungmin. Di tempat itulah, dia dan Sungmin bertemu untuk pertama kalinya. Di tempat itu, mereka berdua selalu menghabiskan waktu berdua. Dan di tempat itu pula…mereka menjadi pasangan kekasih untuk pertama kalinya, tempat dimana Kyuhyun akhinya meminta Sungmin menjadi namjachingunya.


Kyuhyun masih asyik menyetel senar gitar di tangannya saat Sungmin tiba-tiba menghambur masuk ke ruang musik itu. Kyuhyun segera mengangkat kepalanya dan tersenyum pada sahabat baiknya itu saat dia melihat kedatangan namja manis bermata kelinci itu.

"Kyu~kenapa kau di sini? Ini hari kelulusan kita~seharusnya kau bersenang-senang karena sekarang kita bukan murid SMU lagi!" seru Sungmin sambil berjalan ke arah Kyuhyun. "Kenapa kau malah mengurung diri di sini sendirian?"

"Aku bersenang-senang, hyung~" kata Kyuhyun sambil tersenyum dan mulai memainkan gitarnya. "Menikmati saat-saat terakhirku bisa berada di ruang musik ini. Besok…aku sudah tidak bisa berada di sini lagi, jadi ini adalah hari terakhirku berada di sini dan aku ingin menikmati saat-saat berada di sini selama mungkin."

Sungmin hanya diam sebelum akhirnya dia mendudukkan dirinya di samping Kyuhyun, membuat namja tampan penggila game itu memandang bingung namja manis bermata kelinci itu. "Kalau Kyu ingin ada di sini, aku ingin menemanimu di sini…. Kan ini juga…hari terakhirku ada di sini bersama Kyunnie…" kata Sungmin sambil tersenyum manis.

Kyuhyun ikut tersenyum mendengar perkataan Sungmin sebelum kembali memainkan gitar yang ada di tangannya, memainkan sebuah lagu yang indah…penuh kelembutan, rasa nyaman, dan rasa cinta. Sungmin, yang mendengar lagu yang dimainkan Kyuhyun, mengangkat alis dengan bingung.

"Lagu itu…" gumam Sungmin pelan.

"Ah, kau ingat?" kata Kyuhyun sebelum berhenti bermain dan memandangi Sungmin. "Apa kau ingat lagu apa ini, hyung?"

"Ah, aku ingat…" kata Sungmin. "Kalau dipikir lagi setiap kali kita hanya berdua saja di ruangan ini…kau selalu memainkan lagu itu. Setiap kali aku bertanya padamu apa judul lagu itu kau tidak mau memberitahuku."

"Dan hyung tahu kalau lagu itu kutulis…untuk seseorang kan?" kata Kyuhyun sambil tersenyum manis pada Sungmin.

"Ya…kau pernah memberitahuku sebelumnya," kata Sungmin. "Tapi setiap kali kutanya kau menulis lagu itu untuk siapa kau juga tidak pernah mau menjawabku."

"Saat itu…aku tidak mau memberitahu hyung karena ketakutan dan kebodohanku sendiri…" gumam Kyuhyun sebelum meletakkan gitar yang ada di tangannya di sebelahnya dan meraih kertas-kertas musik yang ada di hadapannya. "Tapi hari ini…adalah hari kelulusan kita berdua dan aku merasa kalau aku tidak pernah memberitahu hyung untuk siapa aku menulis lagu ini aku akan menyesalinya seumur hidupku…jadi…."

"Kyunnie…" gumam Sungmin pelan. Dia tidak pernah melihat Kyuhyun seserius itu sebelumnya. Biasanya Kyuhyun adalah anak yang selalu ceria, jahil, dan bermulut pedas. Dia selalu terlihat begitu easy-going, seakan-akan tidak pernah ada masalah apa pun yang membebaninya. Melihat Kyuhyun menjadi seserius ini hanya karena sebuah lagu…membuat Sungmin merasa aneh.

"Sekarang aku bisa…dan ingin memberikan ini untukmu, Sungmin-hyung," kata Kyuhyun sambil menyerahkan sebuah kertas musik kepada Sungmin.

"Untukku?" tanya Sungmin bingung.

"Ya…" kata Kyuhyun sambil memandang Sungmin dan mengusap pipi namja bermata kelinci itu dengan lembut, membuat wajah Sungmin sedikit bersemu merah karena gugup. "Lagu itu…aku menulisnya untuk hyung…."

Sungmin memandangi kertas musik yang diberikan Kyuhyun padanya. Setelah membacanya, jika mungkin, rona merah di wajah Sungmin menjadi bertambah merah. Dia memandangi Kyuhyun dengan tatapan malu dan gugup. "A…apa ini sungguhan? Kau…kau serius?" tanyanya pada namja tampan di hadapannya.

Kyuhyun tersenyum pada sahabatnya itu dan menganggukkan kepalanya. "Aku serius, Sungmin-hyung…benar-benar serius…" jawabnya dengan nada lembut sekaligus tegas. "Jadi…apa jawabanmu, hyung?"

"Aku…aku..." Sungmin segera mengalihkan pandangannya dari wajah Kyuhyun selama beberapa saat sebelum kembali memandang Kyuhyun dan tersenyum malu. "…Ya…aku mau…" kata Sungmin.

Kyuhyun tersenyum lebar saat dia mendengar jawaban Sunggyu. Namja tampan itu segera melingkarkan tangannya di sekitar pinggang Sungmin dan mencium Sungmin dengan hangat, lembut, dan penuh rasa cinta. Sungmin segera memejamkan matanya dan mengalungkan lengannya di leher Kyuhyun ketika namja tampan penggila game itu memperdalam ciuman mereka.

Angin berhembus lembut ke dalam ruang musik itu dari jendela yang terbuka lebar di samping mereka berdua, menerbangkan kertas-kertas musik yang tergeletak di meja, termasuk kertas musik yang diberikan Kyuhyun. Ada tulisan di kertas musik itu.

This song…is the love song to the one that I love for the most in the world

My first and my last….

The first person that I will see when I open my eyes at the morning

The last person that I will see when I close my eyes at the night

The one that I will always make a smile painted at her face every day no matter what…

The one that I will never let any tears fell down from her eyes because of me….

The one that I will propose and marry at the beautiful altar of love

The one that will be another members of my family and the mother of my children….

My eternity….

So, Sungmin-hyung, would you be my boyfriend?


"Saat itu aku mengatakan kata-kata semanis itu padamu…" gumam Kyuhyun pelan sambil mengelus wajah Sungmin di foto yang dipegangnya. "Dan sekarang…aku juga yang melanggarnya. Mianhae, hyung…aku memang benar-benar…tidak pantas untuk menjadi namjachingumu, bahkan hingga sekarang…."

Tiba-tiba terdengar suara bel pintu yang berbunyi nyaring, menyadarkan Kyuhyun dari lamunannya. Kyuhyun segera berjalan ke arah kamar mandinya, menggosok gigi, mencuci mukan dan menyisir rambutnya sebelum menyambar sweaternya dan memakainya saat dia mendengar suara bel pintu menjadi semakin sering, seolah-olah orang di balik pintu itu menunggu Kyuhyun untuk membuka pintu dengan tidak sabar.

"Tunggu sebentar!" seru Kyuhyun sambil berlari menuruni tangga dan berlari ke arah pintu depan. Dia menarik napas sejenak sebelum meraih kenop pintu dan membuka pintu depan rumahnya.

Dan apa, atau lebih tepatnya siapa, yang dilihat Kyuhyun di hadapannya segera membuatnya terpaku. Shock, terkejut, bingung…berbagai emosi campur aduk di dalam diri Kyuhyun, membuat namja tampan penggila game itu tidak bisa menjelaskan apa yang dia rasakan sekarang. Dia hanya bisa tetap berdiri terpaku di ambang pintu, dengan mata terbelalak lebar dan mulut menganga.

Karena sekarang Sungmin berdiri di hadapannya, tersenyum manis seperti biasanya. Tangan namja bermata kelinci itu menggenggam sebuah tas ransel hitam besar sambil memandang Kyuhyun dengan bingung seolah-olah bertanya kenapa Kyuhyun terlihat seperti sedang melihat hantu (dan memang kenyataannya, Kyuhyun berpikir dia melihat hantu). Sungmin seakan-akan tidak pernah pergi dari hidup Kyuhyun…tidak pernah meninggal, dan meninggalkan Kyuhyun sendirian.

"Kyu, jangan hanya berdiri di sana, dong!" seru Sungmin pada Kyuhyun. "Bantu aku membawa tas ini dong! Tas ini berat~"

Ya tuhan, bahkan suaranya pun terdengar seperti suara Sungmin. Apa Kyuhyun sedang bermimpi sekarang? Atau dia sekarang menjadi gila karena terlalu merindukan Sungmin? Tapi…semua ini terasa begitu nyata, bukan halusinasi, ataupun mimpi.

Sungmin menggembungkan pipi kesal ketika dia melihat Kyuhyun hanya berdiri terpaku di ambang pintu dan memutuskan untuk mendorong Kyuhyun menyingkir dari pintu. Namja manis bermata kelinci itu berjalan dengan santai memasuki rumah yang sudah ditinggalinya bersama Kyuhyun selama dua tahun ini. Merasakan tubuh Sungmin yang menyenggol tubuhnya membuat Kyuhyun segera tersadar dari keterkejutan dan kebingungannya, membuat namja tampan itu segera menutup pintu depan rumah mereka dan dengan cepat mengikuti Sungmin menuju dapur.

Sungmin membuka kulkas dan mengeluarkan sebotol air dari kulkas dan meminumnya sebelum berjalan ke meja makan dan mengambil sebutir apel. Kyuhyun hanya memandang namja manis bermata kelinci itu, masih yakin kalau ini hanyalah sekedar halusinasi atau mimpi.

"Su…Minnie-hyung…kenapa…kau bisa ada di sini?" tanya Kyuhyun setelah meneguk ludah. Sungmin memandang Kyuhyun dengan pandangan bingung bercampur kesal.

"Apa maksudmu kenapa aku ada di sini? Aku tinggal di sini, kan?" seru Sungmin. "Atau kau mengusirku dari rumah karena aku meninggalkanmu sendirian di rumah selama tiga hari untuk mengunjungi Hae? Kan kau sendiri yang tidak mau kuajak pergi, bilang kau tidak mau mengambil cuti dari pekerjaanmu. Kenapa malah menyalahkanku?"

Kyuhyun merasa beku mendengar perkataan Sungmin. Mengungjungi Donghae? Tapi…bukannya terakhir kalinya Sungmin mengunjungi Donghae sekitar…sebulan sebelum hari kematiannya? Jika Sungmin berkata seperti itu maka itu artinya….

Jantung Kyuhyun berdetak cepat ketika dia akhirnya mengalihkan pandangannya ke arah kalender yang ada di atas kulkasnya. Tangal di kalender menunjukkan kalau hari ini adalah tanggal 10 Juli 2009….

Tepat sebulan sebelum hari kematian Sungmin tiga tahun yang lalu….

Kyuhyun segera tersadar kalau Sungmin benar-benar kembali ke sisinya, kalau Tuhan benar-benar memberikan dirinya kesempatan kedua untuk memperbaiki semua kesalahan yang sudah dia buat sebelum kematian Sungmin. Dia tidak ingin memikirkan kenapa Tuhan memberikan keajaiban ini padanya, sekarang…satu-satunya hal yang diinginkan Kyuhyun adalah mensyukuri keajaiban ini…dan melakukan hal yang seharusnya dia lakukan. Dia harus menepati janjinya untuk selalu membuat Sungmin tersenyum…untuk membuat Sungmin bahagia….

"Minnie-hyung!" seru Kyuhyun bahagia dan lega saat dia berlari dan memeluk namja manis bermata kelinci itu dengan erat. Namja tampan itu segera menghirup aroma tubuh Sungmin yang sangat dia rindukan…juga merasakan hangat tubuh yang sangat dia sukai….

"Kyunnie!" seru Sungmin terkejut. Beberapa detik kemudian Sungmin tersenyum dan balas memeluk Kyuhyun dan mengusap rambut namja tampan itu lembut. "Aku cuma meninggalkanmu selama tiga hari, Kyu, kenapa harus bereaksi seheboh itu? Kamu manja sekali, sih," gumam Sungmin pelan sambil mencium dahi Kyuhyun dengan penuh rasa sayang.

'Terima kasih karena sudah kembali ke hidupku, hyung…' pikir Kyuhyun sambil tetap memeluk erat tubuh Sungmin dan merasakan belaian tangan namja manis bermata kelinci itu di rambutnya. Dia tersenyum manis kepada Sungmin sebelum mencium bibir Sungmin dengan lembut.

'Dan kali ini aku akan membuatmu bahagia, hyung. Aku tidak akan pernah membuatmu menangis lagi dan aku akan menunjukkan padamu…kalau kau adalah orang terpenting di hidupku. Aku mencintaimu, hyung…karena itu…jangan pernah lagi meninggalkanku sendiri….'


Author note:

Oke, chapter berikutnya selesai~

Bagaimana menurut para readers sekalian? Chapter ini bagus atau nggak? Well...I hope you enjoy and like it ^^ It is my happiness to see you enjoy the story I have made

Oke, seperti biasa terima kasih banyak buat reviews yang sudah saya terima ^^ saya sangat berterima kasih pada para readers yang mau meluangkan waktu untuk mereview cerita saya ini dan memberikan saya semangat untuk terus melanjutkan cerita ini! Sekali lagi terima kasih -bows-

Oke, terakhir...bisakah saya meminta review dari para readers sekalian seperti biasanya? Review kalian adalah semangat dan penanda bagi saya kalau cerita ini masih ada yang menunggu dan mau membacanya, so review please, okay?

Oke, meet again at (hopefully) the next chapter, bye bye ^_^