Disclamer:
Naruto: Masashi Kshimoti
HighSchool DxD: Ichiei Ishibumi

Naruto and High School DxD: Demon Dragon Romance

Genre: Action, Adventure, Demon, Fantasy, Friendship, Romance, Mystery, Supernatural

Raiting: M

Pairing: [Naruto x Rias x Akeno x MiniHarem]

Warning: Gaje, Abal, Typo, AnimeCharLain, OOC, StrongNaru!

.

Summary: Dia tidak tau masa lalu-nya, dan hanya mengangap diri-nya sebagai manusia, hingga dia dibangkit-kan kembali menjadi Iblis Clan Gremory ketika dia mati. Tapi tidak yang tau, termasuk diri-nya sendiri, kalau dia mempunyai kemampuan yang lebih dari kata Special.

.

Chapter 3:

.

Naruto tengah berjalan bersama Asuka, menuju Kota Kuoh, melewati hutan tempat Naruto bertarung dan ditemu-kan oleh Asuka. Mereka berjalan dengan tenang, tanpa ada suara sedikit-pun keluar dari mereka. Suasana sunyi seperti ini, adalah suana yang paling Naruto benci.

"Asuka, apa Shir yang kau punya selain Cahaya?" tanya Naruto memulai pembicaraan. Karena bagaimana-pun, Naruto juga ingin tau, mungkin Asuka punya Sihir lain, yang lebih superior dibandingkan Sihir Cahaya.

"Petir, aku punya Sihir petir selain Cahaya, tapi Sihir petir ku tidak sehebat Holy Thunder milik salah satu petinggi Dai-Tenshi." Jawab Asuka. Sebagai salah satu Dai-Tenshi, tentu saja dia pernah ketempat dimana para petinggi-nya berada, dan Asuka juga bukan Dai-Tenshi sembarangan, karena Asuka sendiri sudah banyak diakui oleh para petinggi Dai-Tenshi.

"Petinggi Dai-Tenshi?" beo Naruto.

"Ya. Tapi aku tidak bisa memberitahu mu, karena bagaimana-pun Ras kita berbeda. Gomen Naru-kun." balas Asuka yang bingung, untuk memberitahu-nya atau tidak, tapi dia putus-kan tidak, kalau-pun dia memberitahu-nya, apa Naruto akan melwan-nya, atau meberitahu-nya ke Four Devil King Underworld. Tentu tidak-kan. Kalau melawan-nya, Naruto pasti akan mati dengan cepat, kalau memberitahu-nya ke Four Devil King Underworld itu mustahil, karena bagaimana-pun, Asuka percaya, Naruto tidak pernah bertemu mereka.

"Tidak masalah, Asuka." Balas Naruto lembut. Memberhenti-kan langkah-nya tiba-tiba, Asuka sedikit terkejut, karena Naruto memberhenti-kan langkah-nya.

"Ada apa, Naru-kun?" tanya Asuka pensaran, karena Naruto memberhenti-kan langkah-nya tiba-tiba. Dengan memberi isyarat, Asuka mengikuti isyarat yang diberi-kan Naruto. Dan disana berdiri sosok Mahluk yang sama sekali tidak Asuka tau, karena Aura Iblis, Dai-Tenshi, atau Malaikat tidak terpancar dari-nya, melain-kan aura manusia dicampur dengan aura asing, yang sama sekali tidak dia tau. Terlebih lagi, gener dari sosok tersebut juga tidak dia ketahui karena sosok itu memakai jubah yang menutupi seluruh tubuh-nya.

"Siapa kau?" tanya Naruto tajam. Naruto sedikit waspada dengan sosok yang berdiri diatas pohon tersebut, karena aura yang sama sekali dia tidak tau, terpancar sangat kuat, mungkin sedikit lebih kuat dari Aura milik Bouco-nya, dan Souna, Naruto sangat yakin itu.

"Akhir-nya kita bertemu lagi, Taicho." Sosok itu meloncat ke kebwah, dan tudung dari jubah-nya lepas begitu saja karena tiupan angin lembut. "Aku tidak percaya kau menjadi lemah seperti ini Taicho." Ujar Sosok itu, yang memiliki rambut putih, dengan dua mata yang berbeda, kiri seperti mata manusia pada umum-nya, dan mata kanan berwarna hitam dengan pupil merah, serta wajah yang menunjuk-kan kalau dia seorang laki-laki.

"Siapa kau? Aku tidak pernah bertemu dengan mu." Ujar Naruto tajam. Naruto bingung dengan sosok didepan-nya, apa dia salah mengira orang, atau memang Taicho yang di maksud sosok didepan-nya, adalah memang diri-nya, Naruto sama sekali tidak tau, tapi yang Naruto yakin, Naruto sama sekali tidak pernah bertemu dengan-nya.

"Souka, jadi kau juga menyengel ingatan mu. Pantas kau tidak mengenali aura ku ini." Ujar Sosok tersebut datar. "Kalau begitu akan aku buat kau mengingat ku secara paksa." Sebuah ekor, tidak lebih tepat-nya Kagune yang menyerupai ekor dengan jumlah 4 keluar dari belakang tubuh-nya.

.

"Jangan-jangan dia..." batin Menma didalam diri Naruto yang sangat tau siapa yang sedang berada didepan Naruto. Dia adalah Ghoul yang mengikuti Naruto kemana-pun, karena sosok tersebut sudah bersumah akan selalu menjadi bawahan Naruto, asal-kan, Naruto mau melindungi seuluruh Ghoul yang tersisa didunia ini bersama dengan-nya, karena Ghoul sudah menjadi incaran seluruh mahluk, di karena-kan Ghoul adalah mahluk yang sangat berbahaya.

Dan didepan Naruto saat ini, Menma sangat yakin, sosok Ghoul tersebut Ghoul terkuat yang pernah ada. "...Kaneki Ken."

.

"Apa itu?" batin Naruto menatap waspada pada Kagune yang dikeluar-kan Kaneki. Dia sama sekali tidak tau siapa sosok didepan-nya? walau-pun begitu Naruto yakin Menma pasti tau, tapi tidak akan memberitau-nya, karena bagaimana-pun, Naruto sendiri yang meminta masa lalu-nya tidak ingin diberitau, dia ingin masa lalu-nya terbongkar dengan sendiri-nya.

"Apa kau sudah mengingat ku?" tanya Kaneki datar. "Melihat dari ekpresi mu, seperti-nya belum." Lanjut Kaneki datar. Kaneki orang sangat jenius membaca pikiran lawan bicara-nya dengan melihat dari ekspresi-nya. Dia adalah sosok yang suka membaca buku, tentu saja dia tau banyak tentang membaca pikiran lawan bicara-nya dengan melihat ekspresi-nya, karena buku yang dia baca, terlebih lagi pengalaman bertarung yang sangat banyak, mengingat dia sudah menjadi bawahan Naruto sebelum ada-nya Menma, pasti Kaneki sudah hidup 400 lebih.

"Kalau begitu..." Salah satu Kagune milik-nya dengan cepat menyerang Naruto.

Duar!

"...kita bertarung Taicho, sampai kau mengingat ku." Lanjut Kaneki. Kembali mengarah-kan Kagune-nya pada Naruto yang tadi sempat menghindar...

Duar!

Kagune milik-nya kembali menyerang lahan kosong. "Refleks mu sungguh berbeda dari terakhir kita bertemu Taicho. Refleks mu kali ini sangat lambat, bahkan kau harus melihat tempat mana dulu yang akan aku serang, tapi kalau begini bagaimana?" salah satu Kagune Kaenki yang masih belum dia guna-kan untuk menyerang, dengan cepat menyrang Asuka yang dari tadi hanya diam.

"Asuka!"

Duar!

Serangan Kaneki ditahan oleh sebuah tombak Cahaya dengan ujung-nya menyerupai trisula. "Kau tidak dapat menyerang ku dengan mudah, mahluk aneh." Dengan kecepatan tinggi, Asuka melesat pada Kaneki yang hanya menatap-nya datar, tanpa bergerak dari tempat.

Wush!

Seragan Asuka dengan mudah-nya dihindari Kaneki yang sama sekali tidak bergerak dari tempat. "Sampah tetap-lah sampah." Dengan kalimat yang dia beri-kan pada Asuka, Kaneki langsung menyerang Asuka dengan Kagune-nya.

Duar!

Asuka terpental cukup jauh hingga merubah beberapa pohon dibelakang-nya. Mengalih-kan pandangan-nya, Kaneki dengan jelas melihat Naruto dari belakang-nya yang siap menyerang-nya dengan teknik Sihir yang sangat dia tau.

Duar!

Bola api yang Naruto tembakan pada Kaneki dengan mudah-nya dimusnah-kan oleh Kaneki dengan Kagune-nya yang dia hempas-kan ke bola api tersebut. "Aku tau teknik itu Taicho. Kau tidak akan pernah bisa mengalah-kan ku dengan teknik rendahan seperti itu." Salah satu Kagune milik Kaneki dengan cepat menyerang Naruto yang masih diudara.

Wush!

Beruntung Naruto sekarang adalah Iblis, jadi Naruto bisa menghindari Kagune milik Kaneki dengan sayap Iblis-nya walau-pun cukup sulit untuk menghindari serangan yang sangat cepat seperti itu.

"Belum selesai Taicho." Kaneki kembali menyarang Naruto dengan Kagune-nya tapi Naruto masih dapat menghindari-nya dengan terbang diudara. "Taicho, kau tampak aneh dengan sayap menjijik-kan itu. Kau tau sayap mu yang sesungguh-nya sangat indah, bahkan bagi kami sayap itu lebih indah dari sayap Malaikat." Ujar Kaneki datar dengan terus menyarang Naruto mengguna-kan Kagune-nya.

"Kami?" batin Naruto yang mulai bingung dengan kalimat yang dilontar-kan Kaneki.

"Jangan lupa-kan aku mahluk aneh." Asuka yang sudah kembali bangkit, dengan cepat menerjang Kaneki dengan mengayun-kan Raper pemberian Tenten.

Duar!

Belum sampai ditempat Kaneki, seragan Asuka sudah dihenti-kan oleh Kagune milik Kaneki. "Cih, benda ini sungguh merepot-kan." Melompat kebelakang, Reaper milik Asuka perlahan-lahan diselimuti oleh petir berwarna hitam. "Akan aku potong benda aneh mu itu." Dengan kecepetan 2x lebih cepat dari sebelum-nya, Asuka menerjang Kaneki.

Duar!

Sebuah Kagune menghantam punggung Asuka dengan kuat. "Jangan hanya melihat depan, waspada-lah pada serangan dibelakang mu, nona Dai-Tenshi." Ujar Kaneki datar. Kembali mengalih-kan pandangan-nya, Kaneki sudah tidak melihat Naruto berada disana. Memejam-kan mata-nya degan tenang...

Duar!

...Naruto yang muncul dari belakang Kaneki yang mencoba menyarang Kaneki dengan lingkaran Sihir berwarna meas berlambang Clan Gremory milik-nya, dihenti-kan oleh 4 Kagune milik Kaneki. "Kau tau, seragan seperti itu tidak akan melukai ku." Ujar Kaneki datar.

Naruto tersenyum. "Siapa bilang ini serangan yang melukai mu." Balas Naruto.

"Apa mak- Akkkgghh." Kaneki jatuh tertunduk dengan tombak Cahaya menembus tubuh-nya. Kaneki menyeringai "Hanya bercanda." Kaneki kembali berdiri dan menyarang Naruto dan Asuka sekaligus, yang terkejut karena Kaneki ber-regenerasi dengan sangat cepat.

"Bagaimana bisa?"

"Itu tidak mungkin. Mahluk apa dia sebenar-nya?"

Naruto dan Asuka sama sekali tidak mempercayai apa yang dia lihat didepan mata mereka. Tubuh Kaneki yang seharus-nya sudah berlubang kembali pulih dalam hitungan detik. "Aku tidak akan bisa mati, kecuali kalian memisah-kan kepala ku dengan tubuh ku." Ujar Kaneki datar.

"Kalau begitu bagaimana cara-nya mengalahkan-nya?"

"Ini sama saja menggali kuburan sendiri."

Naruto dan Asuka memandang Kaneki tidak percaya. Bagaimana cara mengalah-kan mahluk didepan-nya? mereka sama sekali tidak tau. tapi seperti-nya itu juga mustahil menurut mereka mengingat tubuh-nya akan terus ber-regenerasi dengan cepat, bahkan Naruto yakin pasti lebih cepat dari Clan Phoenix yang pernah dicerita-kan Menma.

"Dari ekpresi kalian, seperti-nya kalian takut dengan ku." Ujar Kaneki datar. Ekspresi yang ditunjuk-kan Naruto dan Asuka memang tidak begitu terlihat, tapi jangan remeh-kan mata Kaneki yang mampu membaca seluruh ekspresi mahluk hidup dalam sekali lihat.

"Cih, tidak ada jalan lain." Sebuah lingkaran Sihir berwarna emas berlambang Clan Gremory muncul dibawah tempat Naruto berpijak. Api-api emas yang keluar dari pinggiran lingkaran Sihir tersebut, perlahan-lahan mulai berkumpul didepan tangan Naruto yang dia rentangan kedepan, dan mencipta-kan bola api yang cukup padat.

"Golden Fire Destruction, kah?" ujar Kaneki datar. Kaneki sudah sering melihat teknik itu 400 Tahun yang lalu, saat Naruto masih belum menyengel kekuatan dan ingatan-nya. "Tapi apa kau mampu menahan teknik tingkatan menengah yang hampir mencapai tingkat atas tersebut? Mengingat tubuh mu sekarang sangat lemah, aku yakin kau akan pingsan setelah melakukan teknik itu." tambah Kaneki datar.

"Bagaimana dia tau?" batin Naruto terkejut. Kenapa dia tau kalau Naruto menyegel kekuatan-nya? dari aman dia tau kalau tubuh ini sangat lemah? Entah-lah Naruto sama sekali tidak tau jawaban-nya, dan mencoba memikiran itu membuat kepala Naruto ingin pecah rasa-nya.

"Sebaik-nya kau henti-kan teknik itu, Taicho. Kalau kau tetap memaksa mengguna-kan teknik itu..." 4 buah Kagune keluar dari tubuh Kaneki, yang membuat-nya menjadi 8 buah Kagune. "...aku akan serius melawan mu." Lanjut Kaneki datar.

"Aku tidak peduli akan hal itu." balas Naruto keras. Mencoba menembakan bola api-nya...

Duar!

...sebuah penjara kristal berwarna ungu gelap mengurung Naruto. "Aku tidak akan membiar-kan itu terjadi, Taicho." Semua-nya termasuk Kaneki mengalih-kan pandangan mereka, dan mereka melihat sosok yang mereka yakini seorang perempuan dengan aura Iblis, berdiri diatas batang pohon, yang tubuh-nya ditutupi oleh sebuah armor berwarna hitam dengan helm yang bagian wajah-nya berupa kristal berwarna ungu.

"Kenapa kau disini?" tanya Kaneki datar melihat salah satu rekan-nya. Sosok itu adalah rekan Kaneki dan juga merupakan salah satu bawahan dari Naruto 400 Tahun yang lalu, orang yang mengabdi-kan hiudp-nya hanya untuk Naruto.

"Kau tau, tindakan mu sudah melewati batas, Kaneki." Balas Sosok itu tenang. Sosok itu meloncat dengan lambat kebawah, dan berdiri tepat disamping Kaneki. Mengalih-kan pandangan-nya, Sosok itu menatap Naruto, dengan helm-nya yang dia buka, dan menampil-kan wajah perempuan berearmbut hitam pekat, dan memiliki mata berwarna light-brown.

.

"Di-dia tidak mungkin. Dia juga maish hidup, pengguna Sacred Gear pertama yang dicpiata-kan Tuhan, [Black Lotus]..." Batin Menma yang didalam diri Naruto menatap terkejut sosok yang dilapisi aromor hitam tersebut. "...Kuroyuki Hime."

.

"Gomen, tapi aku harus melakukan-nya, karena bagaimana-pun dia harus mengingat kita." Ujar Kaneki datar yang merasa tidak peduli dengan tindakan-nya. Walau-pun dia menyerang Naruto seperti ingin membunuh-nya, tapi Kaneki tidak akan membunah-nya Taicho-nya tersebut, dia hanya mau menggambali-kan ingatan Taicho-nya tersebut, walau-pun dengan sedikit paksaan.

"Aku harap tindakan mu tidak diketahui Akame-chan." Balas Hime, dengan melirik Kaneki yang berwajah datar. Walau-pun berwajah datar seperti itu, Hime yakin Kaneki sedang memikir-kan bagaimana cara dia kabur dari orang yang dia panggil Akame, mengingat Akame orang yang paling menakut-kan bila berkaitan dengan Taicho mereka, pasti Kaneki akan menjadi bahan bully-an Akame kalau sampai dia tau, Hime sangat yakin itu.

Kembali melihat Naruto, Hime hanya menatap datar, sosok Taicho-nya yang dia kurung didalam penjara kristal-nya. "Dan untuk mu, maksud ku wujud kekuatan Taicho, jagan harap kau bisa bersembunyi terus dari kami, kami sudah mengetahui diri mu sejak lama, tapi kami mulai kesal dengan tindakan mu yang sama sekali tidak memberitau masa lalu Taicho. Kami semua juga akan membunuh Rias Gremory jika dia sampai melukai Taicho, dan kita akan bertemu dipertemuan berikut-nya, aku harap kita tidak berada dipihak yang berbeda." Dengan ucapan tekahir-nya, Hime, dan Kaneki pergi dengan sebuah lingkaran Sihir berwarna hitam.

"Oh iya aku lupa mengata-kan, kau jangan berani menantang Khaos Bridge. Jaa ne Taicho." Dengan kalimat terakhir-nya, Kaneki dan Hime menghilang dari tempat berada.

Perlahan-lahan tapi pasti kristal ungu yang megurung Naruto hancur menjadi butiran debu. "Aku harap kau bisa menjelas-kan ini, Menma." Ujar Naruto dalam pikiran-nya.

"Ya. Akan aku beri tau tenang mereka semua." Balas Menma datar. "Kalau mereka masih hidup, mungkin saja 'dia' masih hidup, dan itu tidak menutupi kalau 'dia' akan mengincar Naruto nanti." Batin Menma.

OoOoOoO

"Apa kalian sudah siap untuk 2 hari lagi?" tanya Rias pada Perage-nya yang sedang sarapan dimeja makan. Sudah 5 hari semenjak mereka melakukan latihan untuk Raiting melawan Raiser, dan alhasil Rias cukup bangga dengan Perage-nya yang dapat berkembang cukup pesat, kecuali Naruto yang Rias tidak tau sedang melakukan apa dia sekarang.

"Tentu saja Boucho. Akan aku hajar burung menjijikan itu." balas Issei semangat. Dia begitu ingin menghajar Raiser sampai tidak dapat bangun lagi, kalau perlu selama-nya tidak bangun lagi, tapi masih hidup agar hidup-nya tersiksa, sebagai Iblis bangsawan yang harus tiduran diranjang selama-nya, bukan-nya itu berita yang akan populer nanti, itu lah yang dipikiran sang Sekiryuutei.

Kiba tersenyum kecil melihat perilaku Issei. "Kau sangat bersemangat Issei-kun, tapi apa aku yakin keinginan mu akan tersampai-kan kalau kau mau terus berusaha untuk menjadi lebih kuat lagi." Ujar Kiba ramah. Tidak hanya Issei, Kiba juga ingin sekali menghancur-kan Raiser, bahkan membelah seluruh organ tubuh-nya, tapi Kiba tidak yakin dengan tindakan itu, karena Raiser adalah Clan Phoenix, pasti tubuh-nya akan kembali sembuh lagi setelah menerima serangan yang diberi-kan.

Akeno yang tadi tersenyum dengan perilaku Issei, ekpresi-nya berubah seketika. "Lalu bagaimana dengan Naruto-kun, Boucho?" tanya Akeno dengan wajah serius. Akeno tidak tau apa yang dipikiran Boucho-nya tersebut, tapi yang dia yakin Boucho-nya sama sekali tidak peduli dengan Naruto, Akeno yakin itu.

Ekpresi Rias mengeras. "Akeno sudah aku kata-kan dia hanya-lah Pawn ku yang tidak berguna. Aku juga tidak akan mengizin-kan dia ikut dalam Raiting Game nanti, dia hanya akan menghambat kita." Balas Rias datar. Selama ini Rias selalu yakin kalau Naruto tidak berguna, saat melawan Iblis liar, Inseden Asia, dan lain sebagai-nya, Naruto sama sekali tidak membantu, tapi Rias tidak tau perasaan apa yang membuat hingga merengkarnasi Naruto menjadi Perage-nya.

"Boucho!" Issei berteriak kesal. "Kalau kau tidak akan mengajak Naruto ikut Raiting Game, aku juga tidak akan ikut, dia adalah teman ku, dan teman harus selalu bersama teman, jadi sampai kapan-pun aku akan selalu bersama dengan-nya." ujar Issei dengan suara tinggi.

"Issei Arigato." Batin Akeno senang, karena perasaan yang ingin dia sampai-kan Rias telah disampai-kan oleh Issei.

"Issei-kun, Aku bangga pada mu." Batin Kiba yang juga merasa-kan hal yang sama dengan Akeno.

"Issei-san." Asia hanya berani menata pemuda yang dia suka dengan pandangan kawatir.

"Issei-senpai, kau memang baik." Batin Koneko yang menatap datar wajah Issei, dengan hati senang, karena mempunyai hati yang baik terhadap teman-nya walau-pun mempunyai sifat yang Koneko paling benci.

"Issei apa maksud mu?" tanya Rias kesal dengan tindakan Issei yang menurut-nya keterlaluan terhadap King-nya.

"Kau pikir-kan saja Boucho. Aku yakin kau tau jawaban dari pertanyaan mu itu." balas Issei yang tidak peduli, dan keluar dari ruangan dengan ekpresi yang awal-nya senang karena sudah dapat berkembang dengan pesat, sekarang menjadi kesal karena tindakan Boucho-nya.

OoOoOoO

"Asuka kita istirahat disini." Ujar Naruto yang duduk disebuah pohon, dengan tubuh yang sangat lelah karena pertarungan-nya dengan Kaneki yang sangat berat sebelah, beruntung Kaneki tidak serius, jadi tidak ada satu-pun luka ditubuh Naruto.

"Ha;i Naru-kun." balas Asuka yang juga duduk didekat Naruto. Membuka salah satu tas-nya yang paling kecil, Asuka mengeluar-kan sebuah bento yang dia masak. "Naru-kun kita makan dulu, kita sudah berjalan selama 4 jam, dan kau belum makan sesuatu bukan selain Ramen? Ujar Asuka, yang memberi-kan bento tersebut, yang beruapa daging goreng, sayuran, dan nasi.

"Arigato Asuka." Naruto menerima bento tersebut. Menatap langit yang sudah mulai gelap, Naruto menatap-nya tanpa ekpresi. "Siapa mereka? Kenapa mereka memanggil ku Taicho?" batin Naruto bertanya-tanya. Kembali melihat bento yang dibuat Asuka, tanpa buang waktu Naruto memakan bento tersebut dengan cepat.

Tidak jauh dengan pikiran Naruto, Asuka juga memikir-kan hal yang sama dengan Naruto. "Siapa mereka? Apa mereka punya hubungan khusus dengan Naru-kun?" batin Asuka bingung.

OoOoOoO

Kaneki yang berjalan santai dengan Hime, yang memakai seragam seolah, sedang-kan Kaneki, masih memakai jubah-nya, tapi dengan tudung yang dia buka. "Jadi apa maksud mu mengejar ku Hime?" tanya Kaneki datar pada Hime yang terus melangkah-kan kaki-nya.

"Aku disuruh Akame-chan, dan Ultear-Nee untuk menjemput mu." Balas Hime datar tanpa mengalih-kan pandangan-nya dari jalan. Selama Taicho mereka tidak ada yang memimpin Organisasi mereka adalah, orang yang mereka panggil Akame, dan Ultear, pada awal-nya Kaneki yang ingin diajukan sebagai pengganti Naruto, tapi mengingat sifat-nya yang seenak-nya sendiri, semua-nya tidak setuju, termasuk Hime.

"Souka. Aku harap kau tidak mencerita-kan hal yang terjadi pada Akame, atau-pun Ultear." Balas Kaneki datar tanpa mengalih-kan pandangan-nya. Dipikiran-nya mulai terbayang bagaimana reaksi Akame, dan Ultear jika mereka mengathui Naruto hampir dia bunuh. "Mereka berdua wanita paling mengeri-kan yang penrah aku temui." Batin Kaneki.

"Asal kau mau membeli-kan aku 5 kotak coklat." Jawab Hime datar.

"Jangan gila kau? 1 kotak saja sudah berisi 50 coklat dan itu harga-nya, 23.478 yen, bagaimana kalau 5 kotak, uang yang sudah ku kumpul-kan susah payah selama beberapa Tahun ini bisa habis hanya untuk itu." ujar Kaneki yang tidak setuju. Mengumpul-kan uang untuk diri-nya sendiri adalah hal yang tersulit yang pernah untuk-nya.

Mungkin kalau untuk kebersamaan itu mudah untuk Kaneki, karena dia selalu mendapat pekerjaan dari Akame dan Ultear, tapi uang-nya untuk bersama, sedang-kan untuk sendiri, Kaneki selalu menggambil beberapa yen uang dari klayen, dan jika dia ditanya-kan oleh Akame atau Ultear di selalu beralsan, uang-nya jatuh dijalan, itu adalah alasan yang paling bisa diterima semua-nya, mengingat Kaneki terkadang sedikit ceroboh.

"Kalau kau tidak mau, aku tinggal lapor-kan hal itu pada Akame-chan, dan Ultear-Nee, mudah-kan." Balas Hime datar, yang tidak peduli dengan uang Kaneki, asal-kan ada yang dia ingin-kan, dia bisa menutup mulut-nya.

"Dasar Iblis licik."

"Ghoul miskin."

"Apa kata-mu?"

"Ghoul miskin. Memang ada yang salah? Ghoul 400 Tahun yang lalu mempunyai harta berlimpah, tapi kenapa kau miskin? Seharus-nya kau juga banyak uang bukan, tapi kenyataan-nya kau miskin. Dasar Goul miskin."

"Sialan ka-" perdebatan mereka yang biasa-nya tidak ada akhir harus berhenti, karena Kaneki merasa-kan aura yang sedikit berbahaya didekat mereka. "Keluar kau jangan hanya bersembunyi seperti pecundang." Ujar Kaneki serius.

"Kaneki, lawan kita kali ini seperti memiliki senjata suci." Ujar Hime yang merasa-kan aura suci, walau-pun aura suci yang dia rasa-kan belum terlalu kuat, tapi tetap dia harus berhati-hati karena dia bisa saja kalah, mengingat Hime adalah Iblis, pasti akan berpengaruh dengan senjata suci, walau-pun tidak membuat-nya mati.

"Aku tau itu." balas Kaneki yang juga merasakan-nya. "Tunjukan diri mu brengsek, jangan hanya bisa bersembunyi seperti pecundang." Ujar Kaneki tajam.

"Khukhukhu, seperti yang diharap-kan dari dua sang legenda. Bukan begitu, Ghoul Death White, Black Night Destroyer."

OoOoOoO

"Menma bisa kau jelas-kan semua-nya?" tanya Naruto, yang saat ini sedang berada dibawah alam sadar-nya. Diri-nya memandang Menma datar, dia sudah tidak peduli dengan perjanjian yang dibuat dengan Menma, dia hanya ingin tau siapa dua orang tadi.

"Apa kau yakin? Bukan-nya kau mengata-kan ingin mengathui seiring jalan-nya waktu."

"Aku hanya ingin mengetahui mereka berdua. Aku memang tidak tau apa yang aku lakukan dimasa lalu, tapi aku yakin mereka akan datang lagi pada ku, bukan hanya mereka, tapi orang-orang yang berhaya pasti juga mengincar ku." Balas Naruto tenang. "Jadi siapa mereka?" tanya Naruto.

"Souka." Menma memejam-kan mata-nya sesaat. "Kalau begitu aku akan beri tau, yang berambut putih dan melawan mu tadi, adalah Kaneki Ken, dia salah satu dari bawahan di organasasi yang kau cipta-kan, dia orang terkuat setelah mu dioraganisasi tersebut. Kekuatan yang dimiliki bahkan melebihi kata sempurna. Dia tidak punya kekuatan Sihir, tapi mempunyai sesuatu yang disebut Kagune, benda hidup yang dia guna-kan untuk melawan mu tadi. Penggendalian-nya terdadap Kagune-nya sendiriadalah penggemdalian paling sempurna yang pernah ada, dan dia adalah Ghoul terkuat yang pernah ada."

"Lalu perempuan yang berambut hitam?" tanya Naruto.

"Dia Kuroyuki Hime, Iblis bangsawan yang terbuang karena tidak dapat mengguna-kan Sihir, tapi dia memiliki Sacred Gear yang pertama kali diciptakan Tuhan, [Black Lotus], kekuatan-nya Iblis-nya diatas strandard, tapi tidak sebanding dengan Kaneki, dan kau, dan untuk yang lain-nya..."

"Tidak usah, aku hanya ingin mengathui tentang mereka berdua. Jika aku bertemu dengan salah satu dari mereka, atau orang yang mengikuti organisasi ku dimasa lalu seperti Kaneki, dan Hime, aku akan menanyakan-nya kembali pada mu." Balas Naruto tenang. Perlahan-lahan tubuh Naruto bercahaya, dan menghilang dari pandangan Menma.

"Apa yang lain-nya masih hidup?" batin Menma.

OoOoOoO

"Siapa kau? Kenapa kau mengathui nama samaran kami di masa lalu?" tanya Kaneki menatap tajam sosok yang baru menunjukan diri-nya tersebut.

"Aku?" Sosok yang memakai topeng tersebut menunjuk diri-nya sendiri. "Nama ku adalah Tobi." Ujar Tobi, pemuda yang memakai topeng putih dengan lubang bagian mata-nya berbentuk temoe, dan satu temoe dibagian dahi-nya, dan memakai kimono berkerah tinggi berwarna ungu, dengan tali oberan-nya berwarna putih, memakai celana panjang berwarna hitam, dan sepatu bots hitam, serta membawa sebuah kipas besar dipunggu-nya.

"Untuk apa kau kemari?" tanya Kaneki tajam, yang merasa-kan niat jahat dari orang didepan-nya. Kaneki yakin orang didepan-nya adalah manusia, tapi aura suci, aura kegelapan, dan aura yang tidak dia kenal, Kaneki rasa-kan dari pria didepan-nya, walau-pun tidak terlalu kental.

Tobi memandang dua orang didepan-nya, dengan dua mata-nya yang berwarna merah, dan tiga temoe mengitari pupil-nya secara lambat. "Tentu saja untuk mengajak kalian bergabung dengan Organisasi yang ku cipta-kan, Akatsuki." Jawab Tobi tenang.

"Heh? Maaf saja aku tidak tertarik dengan Organisasi seperti itu, jadi lebih baik kau mencari orang lain saja." Ujar Kaneki tenang. Mengalih-kan pandangan-nya, Kaneki menatap Hime. "Bagimana dengan mu?" tanya Kaneki.

"Aku setuju dengan mu Kaneki. Aku sama sekali tidak tertarik untuk bergabung dengan Oraganisasi seperti itu." ujar Hime tenang.

"Souka. Kalau begitu..." Tobi menggambil kipas, tidak lebih tepat-nya Gunbai-nya yang ditaruh dipunggung-nya. "...kalian harus mati, karena kalian ancaman terbesar untuk kami." Dengan gerakan yang cukup cepat Tobi menyrang Kaneki, dan Hime.

Kaneki, dan Hime menghindari ayunan Gunbai tersebut, dengan meloncat kesisi berlawanan. "Siapa yang akan melawan-nya? aku atau kau, Hime?" tanya Kaneki, dengan menatap Hime yang berada disebrang-nya.

"Aku saja. Tadi kau sudah bersenang-senang bukan?" Hime memejam-kan mata-nya sesaat.

[Balance Breaker]

Tubuh Hime kini ditutupi oleh sebuah armor berwarna hitam. "Twin Sword." Kedua tangan Hime yang dilapisi oleh armor sarung tangan-nya, diganti dengan sebuah pedang berwarna ungu yang mirip dengan kristal, tidak hanya satu, melain-kan kedua tangan-nya. "Aku tidak akan menahan diri, jadi persiap-kan diri mu, manusia bertopeng." Dalam sekali gerakan yang cukup membingung-kan Hime sudah hilang dari pandagan Tobi.

"Aku disini." Hime mengayun-kan tangan-nya yang dia ganti dengan pedang pada Tobi, tapi dapat Tobi hindari, walau-pun dengan usaha yang cukup keras, karena serangan Hime yang mendadak.

"Aku juga tidak akan menahan diri ku." Dengan hempasan yang kuat, Tobi mengayun-kan Gundai-nya pada Hime, yang masih berada diudara.

Wush!

"Mustahil!" Tobi terkejut serangan-nya, dapat dihindari dengan mudah oleh Hime, bahkan tanpa melihat kearah-nya. Merasa-kan bahaya dari arah belakang-nya, Tobi berbalik dengan cepat...

Trank!

...waktu yang sangat tepat, saat Tobi menahan ayunan pedang Hime, dengan Gunbai-nya, dan menimbul-kan bunyi besi beradu, karena pedang Hime beradu dengan besi Gunbai-nya. Tidak kuat menahan tekanan yang diberi-kan Hime, Tobi melompat kebelakang. "Ada apa dengan-nya? dia hanya seorang wanita. Tapi kenapa tenaga-nya begitu kuat, bahkan aku kalah tenaga dengan-nya?" batin Tobi.

"Pepatah pertarungn no 3: Jangan pernah lengah dalam situasi apa-pun." Hime yang berada didepan Tobi yang terkejut, karena kehadiran Hime, dengan cepat Hime mengayun-kan kedua tangan-nya yang berubah menjadi pedang pada Tobi.

[Dual Blade's Dance]

Craz!Craz!Craz!Craz!

Kecepatan yang dimiliki Hime tidak bisa diarti-kan dengan kata-kata, bahkan kata sangat cepat-pun masih kurang untuk mengarti-kan kecepatan Hime, yang mampu menbuat luka gores yang cukup parah sebanyak 25 goresan dalam 1 detik. Melompat kebelakang, Hime merubah tangan-nya kembali seperti semula, dan memukul tangan kiri-nya dengan tangan kanan-nya yang dia rentang-kan kedepan.

[Crystal Hammer]

Duar!

Palu krstal berwarna ungu degan telak mengenai Tobi yang tidak dapat menghindar. Menjatuh-kan tubuh-nya yang masih melayang ketanah, Hime melepas Armor-nya. "Tidak aku sangka, dia dapat melawan ku hingga seperti itu, walau-pun masih jauh dari kata harapan." Ujar Hime tenang.

"Kau cukup baik juga, Black Night Destroyer."

Dengan cepat Hime meloncat kedepan. Membalik badan-nya, Hime menatap Tobi yang selamat dari teknik-nya baru-san. "Kenapa kau masih hidup, dan juga kenapa tubuh mu tidak terluka setelah menerima tebasan dari ku?" tanya Hime tajam.

"Yang kau lawan adalah Chi-Bunshin ku. Aku tidak mungkin melawan kalian berdua secara terang-terangan bukan, mengingat kalian adalah anggota Seven Star, oh tidak, sekarang bukan Seven Star lagi, karena salah satu anggota kalian sudah lama tewas, kalau tidak salah yang tewas, adalah Taicho kalian? Bukan begitu?" ujar Tobi, dengan nada mengejek.

"Apa mak-"

"Tenang Hime." Potong Kaneki, yang berjalan santai kearah mereka. "Jadi apa yang kau ingin-kan sebenar-nya?" tanya Kaneki datar dengan menatap tajam Tobi. Dia tau, orang didepan-nya ini sangat licik, dari sudut pandang sekilas saja, Kaneki tau itu, bahkan sangat tau, walau-pun wajah-nya ditutupi dengan topeng, pandangan mata, tetap-lah tidak akan berubah, itu lah yang pernah Kaneki baca.

"Aku menawar-kan kerja sama dengan kalian. Aku akan menghidup-kan kembali Taicho kaloan, tapi ka-"

"Aku menolak. Aku tidak butuh Taicho yang seperti mayat." Potong Kaneki. "Hime kita pergi sekarang, meladeni sampah seperti-nya, hanya akan membuang waktu kita." Ujar Kaneki tenang.

"Jadi kau mau melari-kan diri?" ujar Tobi, yang mencoba memprovokasi Kaneki.

"Melari-kan diri kata mu? Ada juga aku masih mengampuni nyawa mu kali ini. Jika kau memaksa ku untuk bertarung, apa kau yakin selamat dari..."

Wush!

16 Kagune keluar dari punggung Kaneki secara bersamaan. "...mood ku yang sedang buruk ini." Ujar Kaneki datar, dengan Kagune-nya yang melambai-lambai seperti sebuah ekor.

"Di-dia benar-benar monster. Aku tidak mungkin bisa melawan-nya. Da-dan lagi, ekor-nya banyak sekali, bahkan melebihi Kyuubi." Batin Tobi memandang tidak percaya Kaneki, yang masih menatap-nya tajam.

"Kau pergi, atau akan aku bunuh kau." Ujar Kaneki tajam, dengan 4 Kagune dia condong-kan kedepan, dan mencipta-kan sebuah bola energy berwarna hitam yang sangat padat.

Tobi menaruh kembali Gunbai milik-nya ke punggung-nya. "Baik-lah, aku turuti kata-kata mu." Sebuah pusaran menghisap Tobi perlahan-lahan. "Kita akan bertemu lagi, suatu saat nanti, Ghoul Death White, Black Night Destroyer." Ujar Tobi sebelum pergi.

"Kaneki" Hime memandang Kaneki dengan pandagan sendu, karena ini ketiga kali-nya dia melihat Kaneki yang begitu serius dalam pertarungan-nya.

.

To Be Continued

.

AuthorNote: Akhir-nya update juga. Disini aku memasukan Kaneki Ken, Kuroyuki Hime, Akame, Ultear, sebagai orang yang berhungungan dengan masa lalu Naruto. Dan kenapa aku tidak mengguna-kan Char dari Naruto? jawaban-nya cukup simpel, karena Char Naruto sudah mempunyai peran-nya masing-masing dalam Fic ini.

Untuk MiniHarem Naruto, aku mendapat-kan hasil terbanyak, Akame, dan Ultear, jadi dua Char perempuan itu yang akan menjadi MiniHarem Naruto selain, Asuka.

Sedang-kan untuk Kaneki, aku menempat-kan, Kuroyuki Hime, Asuna Yuki, dan Sayumi Takanashi, sebagai Pairing dari Kaneki.

Masa lalu Naruto akan terbokar perlahan-lahan, ini masih awal, jadi hanya sebagian kecil, masa lalu Naruto yang baru terbongkar, dan Kaneki yang sudah sangat Overpower seperti itu, bagaimana dengan Naruto yang 400 tahun lebih kuat dari Kaneki? Itu adalah rahasia, begitu juga bagaimana Hime ikut dengan Naruto, dan Naruto mengalah-kan Kaneki yang abadi.

Mungkin kalian pasti berfikir fic ini, tidak seru, ya saya juga beranggapan begitu, mengingat begitu banyak Char Anime lain yang saya ambil, tapi mau bagaimana lagi, karena memang sudah begini jalan cerita-nya,dari awal.

.

Profile Kaneki:

Nama: Kaneki Ken.
Ras: Manusia, Ghoul
Umur: 400+
Sihir: -
Power: 16 Kagune, Penggandlian Sempruna Kagune.
Technique: ?
Senjata: -

Profile Kuroyuki Hime:

Nama: Kuroyuki Hime
Ras: Iblis
Umur: 400+
Sihir: -
Sacred Gear: [Black Lotus]
Technique: [Dual Blade's Dance], [Crystal Hammer]
Senjata: Crystal Twin Sword

Profile Sacred Gear [Black Lotus]:

Nama: Black Lotus
Sihir: Crystal Magic
Balance Breaker: Black Cyber Armor
Senjata: Crystal Twin Sword
Roh: ?

.

Mohon Review.

.