Silent!
Disclaimer : God and Themselves
Rate : T
Author : Jung Marni
Genre : Romance, Drama, Hurt and Comfort
Cast : Yunjae, HyunJae Yoosu, Changkyu, Sichul and Other
Warning : OOC, Cerita pasaran, Alur kecepatan, Miss Typo, YAOI! BL
.
.
#FullFlashbackOn
2009
"Chansung, apa jadwalku setelah ini?" Tanya namja tampan kepada orang kepercayaannya yang memegang semua catatan jadwal-jadwalnya.
"Ne, Sajangmin. Kau mempunyai waktu satu jam. Sebelum mengecek Senapan F-2000 Assault dari Belgia. Yang akan tiba 30 menit lagi." Jawab Chansung sopan. Saat ini mereka berdua sedang berada didalam mobil. Setelah sebelumnya menyelesaikan sedikit masalah di Markas timur.
Namja yang dipanggil Sajangminnya melepas kacamata yang melingkari wajah tampannya.
"Antarkan aku ke taman kota sekarang!"
"Ne, Sajangmin."
Namja berwajah tampan itu mulai menutup sambungan interkom terhadap Chansung yang berada dibangku depan. Posisinya saat ini berada dibangku belakang dengan penyekat antara depan belakang. Tak heran dirinya berkomunikasi dengan orang yang berada didepannya menggunakan Interkom.
Mobil yang mereka naiki memang mobil dengan fasilitas mewah. Jangan heran karna pemilik mobil tersebut adalah CEO C.S Group. C.S Group adalah sebeuah perusahaan yang bergerak di berbagai bidang. Seperti. Sekolah, Rumah Sakit, Ekspor and Impor, Bandara, Perminyakan, berlian dan Senjata-senjata serta masih banyak lagi.
C.S Group dikenal didirikan oleh namja muda saat berusia 14 tahun. Banyak yang kagum akan kehebatan sang namja muda tersebut. Diusia yang masih belia dia mampu merajai segala pasar didunia. Bahkan korea tunduk terhadap dirinya. Hal itu tidak aneh. Mengingat dirinya menjadi distributor terbesar korea. Bahkan saham-saham terbesar dalam Bandara-bandara internasional serta pelabuhan-pelabuhan internasional adalah miliknya.
Kegeniusan otaknya tidak diragukan lagi. Sebenarnya C.S Group telah eksis sejak dulu. Namun semenjak Choi Yooguk meninggal dunia dan segala alih perusahaan diambil satu-satunya putra yang masih tersisa. kehebatan C.S group melejit menjadi 10 kali lipat dari sebelumnya. Sehingga C.S group seakan kembali lahir. Banyak orang yang mengenal kalau C.S Group didirikan namja berusia 14 tahun.
CEO C.S Group sang namja muda adalah orang yang sangat tampan dan berdarah dingin. Dia tidak akan segan-segan menghabisi siapa pun yang berani menghalanginya. Mengingat CEO C.S Group ini juga menjadi pimpinan salah satu organisasi mafia terbesar didunia. Hanya saja organisasi mafia miliknya berjalan sangat halus sehingga tidak pernah meninggalkan jejak apapun.
See, betapa hebatnya namja itu bukan?
Tidakkah kalian penasaran siapa namja muda itu?
Namja tersebut adalah Choi SeungHyun yang saat ini berusia 17 tahun. CEO muda sekaligus seorang pimpinan mafia 'Mirotic'.
.
.
Seunghyun sedang berjalan-jalan ditaman pusat kota saat ini. Pakaian yang digunakan sangat kasual. Hanya kaos yang dilapisi kemeja yang tidak terkancing. Serta Jeans panjang rancangan desainer termuka di Perancis. Jangan lupakan kacamata yang bertengger indah di matanya. Benar-benar tidak menampakkan gaya sang CEO maupun gaya sang pemimpin seorang mafia.
Seunghyun berhenti sejenak dibawah pohon rindang. Dirinya berjalan sendiri, tak dikatakan sendiri juga mengingat disudut-sudut taman terdapat para bodyguardnya yang terlihat mengawasi dirinya.
Seunghyun mulai memejamkan mata. Sedikit merefreshingkan pikirannya. Mengingat seminggu terakhir ini pekerjaannya menjadi lebih berat dengan masalah pemberontakan kecil yang terjadi di Markas timur.
Cih, dia cukup puas telah mampu menghabisi dalang pemberontakkan itu dengan tangannya sendiri.
Taman pusat kota nampak sepi, hanya segelintir orang yang sedang menikmati waktu santai. Hal itu wajar Mengingat waktu sudah hampir senja.
Ketenangan Seunghyun sedikit terganggu dengan suara isakan pilu. Dirinya langsung membuka kelopak matanya yang terpejam. Mencoba mencari tahu asal suara tersebut.
Nampaknya suara tangisan itu berasal dari orang yang duduk di bawah Pohon ujung sana. Bahu namja itu nampak bergetar. Kepalanya ditaruh dikedua lututnya yang ditekuk. Isakan sungguh lirih.
Seunghyun sedikit memicing. Melihat sekitarnya nampak tak acuh dengan suara isakan yang tidak bisa dikatakan pelan itu. Cukup lama memerhatikan orang tersebut hingga akhirnya Seunghyun tergugah untuk menghampirinya.
"Hey, Gwaenchana?" Pertanyaan klise. Tapi hal itu sangat langka keluar dari mulutnya. Dirinya hanya tidak tega melihat orang itu sepertinya sedang terluka. Entahlah, Seunghyun seakan melihat cuplikan dirinya 3 tahun yang lalu ketika petaka itu terjadi. Keadaan Seunghyun Nampak tidak berbeda jauh dengan orang itu.
Merasa terusik seseorang itu mengangkat wajahnya. Terlihat kulit mulus wajahnya penuh dengan air mata. Matanya menatap Seunghyun sayu.
Seunghyun diam, bingung harus berbuat apa.
"Hey!" Ucap Seunghyun kembali setelah sebelumnya orang itu yang terlihat seperti seorang yeoja itu hanya menatap matanya tanpa berkomentar. Sampai secara perlahan mata orang itu menutup. Dan seorang yang disangka Seunghyun yeoja itu jatuh pingsan.
"YA! Kenapa bisa pingsan?" Seunghyun mulai berjongkok dan mulai mengguncang-guncangkan tubuh orang itu sembari berkata "Hey agashi. Irreona!"
Seunghyun mulai mengangkat tangannya. Memberi perintah kepada para bodyguardnya untuk mendekat. Seketika itu juga para bodyguardnya langsung menghampiri dirinya.
"Siapkan mobil. Kita ke Mirotic House sekarang!" Entah apa yang merasuki Seunghyun sehingga dirinya yang mengangkat tubuh pingsan orang tersebut sendiri dengan bridal style. Padahal disana ada para bodyguardnya yang tentu saja selalu siap untuk membantunya.
Ini aneh. Mengingat Seunghyun tidak pernah seperti ini sebelumnya.
.
.
Namja yang awalnya dikira Seunghyun yeoja itu mulai menggeliat tak nyaman. Kelopak matanya perlahan terbuka kemudian mengerjap-ngerjap. Mencoba beradaptasi dengan cahaya sekitar.
"Eungg.." Erangnya pelan, kepalanya sedikit pusing mengingat dirinya telah menangis terlalu lama. Dia terlonjak kaget ketika mengetahui berada ditempat asing. Seperti kamar tidur milik seseorang.
"Dimana ini?" tanyanya lebih kepada dirinya sendiri.
Namja itu mencoba-coba mengingat kejadian sebelumnya. Mulai mengambil posisi duduk bersandar diranjang. Sedikit memijat kepalanya pelan dan jangan lupakan selang infus yang melekat indah ditangan mulus miliknya.
Ingatannya mulai kembali. Dirinya ingat betul jika dia sempat pingsan setelah seorang namja tampan menyapanya di taman tadi.
CKLEK..
"Kau sudah bangun?" Suara seseorang mengintrupsi lamunannya. Namja cantik itu menoleh ke arah pintu. Terlihat namja tampan dengan stelan baju resmi melangkah masuk dan jangan lupakan senyum indah terpancar dari wajah tampannya ketika melihat namja yang dikiranya yeoja telah siuman.
"Kau siapa?" Tanya namja cantik itu curiga.
Seunghyun lelaki tampan itu hanya terkekeh geli melihat reaksi namja yang ditolongnya itu.
"Kau tadi pingsan."
Namja cantik itu seakan meminta penjelasan lebih. Tapi sepertinya Seunghyun tidak berminat melanjutkannya. Seunghyun berdiri dua meter dari tempat tidur namja cantik itu.
Suasana hening.
"Aku mau pergi!" Namja cantik itu membuka suaranya dan mulai melepaskan selang infus yang melekat di tangan mulus miliknya.
Seunghyun mendelik sebentar. Khawatir sepertinya. Tapi dia mencoba bersikap sewajarnya.
"Kau mau kemana? Kurasa kau belum pulih sepenuhnya."
"Aku mau pergi!"
"Bahkan kau tidak mengucapkan terima kasih kepada penolongmu." Seunghyun mencoba tersenyum. Dia tidak ingin namja cantik dihadapannya berpikiran yang tidak-tidak.
Namja cantik itu menunduk. Bergerak gelisah dalam duduknya. Bibir bawahnya digigit tanda dia gugup.
Seunghyun gemas sendiri melihatnya. Dirinya sampai membatalkan pertemuannya tadi demi namja cantik itu. Entahlah apa alasannya. Yang jelas dia tidak bisa meninggalkan namja cantik itu dalam keadaan pingsan.
"Eum.. Goma-wo!" Namja cantik itu mulai mengangkat wajahnya menatap Seunghyun. Seunghyun terpesona melihat tatapan mata namja cantik itu. Mata namja cantik itu sangat indah. Meskipun, matanya sedikit membengkak.
"Choi Seunghyun!" Masih ditempat yang sama Seunghyun mulai memperkenalkan dirinya.
Terlihat namja cantik itu sedikit ragu.
Hening sesaat. Namun...
"Namaku Kim Jaejoong!"
Kali ini Seunghyun benar-benar tersenyum tulus. Suara namja cantik itu, Kim Jaejoong, terdengar sangat halus. Jantung CEO C.S Group sedikit berdesir karnanya.
.
.
2010
Sekarang Jaejoong dan Seunghyun sudah resmi menjadi sepasang kekasih. Sebulan setelah pertemuan mereka. Seunghyun memutuskan menjadikan Jaejoong sebagai kekasihnya.
"Baby, kau sedang apa?" Lengan Seunghyun melingkar indah dipinggang ramping Jaejoong. Dan meletakkan wajahnya diceruk leher Jaejoong. Mencoba mengendus wangi dari tubuh Jaejoong yang menjadi candunya. Jaejoong tersenyum menyadari kehadiran kekasihnya.
"Tidak ada, aku hanya merindukkan Sulli!" Seunghyun semakin mempererat pelukannya kepada kekasih hatinya itu. Dia ingat betul apa yang membuat jaejoong nampak sangat terluka ketika pertama kali bertemu dengannya. Jaejoong telah menceritakan semuanya.
"Hyunnie, adikku meninggal dunia."
Tatapan mata Jaejoong saat itu sarat akan luka diawal dirinya mencertikan tentang kehidupannya.
"Dia menderita penyakit Thalassaemia sejak lahir. Ummaku yang seorang dokter terhandal pun tidak mampu menyelamatkannya. Hiksss.. Dia yang telah membunuh Sulli-ku, Hyunnie..
"Aku sangat membenci umma-ku! Aku tidak sudi melihat wajahnya. Gara-garanya Sulli-ku meninggalkan ku. Hikss.. Berjanjilah Hyunnie, kau akan selalu bersamaku. Aku tidak sanggup kehilangan orang yang kucintai untuk kedua kalinya."
Senghyun tersenyum miris apabila mengingat semua perkataan itu. Seandainya Jaejoong tahu siapa dirinya sebenarnya, mungkin Jaejoong akan meninggalkannya. Seunghyun tidak sanggup berpisah dari Jaejoong. Namja cantik itu satu-satunya yang Seunghyun punya saat ini. Dia dan ketiga sahabatnya telah sukses merubah dunianya yang kelam jadi berwarna. Biarlah seperti ini dahulu.
'Tuhan ku mohon. Berilah sedikit waktu yang lebih banyak untukku bersama dengan Jaejoong-ku'
Doa yang terus menerus seunghyun lontarkan. Seunghyun sungguh tidak sanggup meninggalkan Jaejoong nanti, tapi dia juga tidak sanggup untuk ditinggalkan Jaejoong. Dia terlalu mencintai namja cantik itu.
Dokter telah memvonis CEO C.S Group ini tidak lama lagi.
Ya.. Choi Seunghyun menderita penyakit Thalassaemia juga. Penyakit sama yang diderita oleh adik Jaejoong, Kim Sulli.
Sudah lama hidupnya bergantung dengan obat-obatan. Tapi sampai saat ini Jaejoong belum mengetahui hal ini. Seunghyun sengaja merahasiakan ini darinya. Seunghyun tidak ingin melihat namja yang dicintainya akan terpuruk untuk kedua kalinya ketika mendengar kenyataan pahit ini.
"Jja baby. Kita tidur. Angin malam tidak bagus untuk kesehatanmu." Seunghyun mulai menginstrupsi keadaan hening diantara mereka.
Jaejoong mengangguk. Seunghyun mencium pipinya sekilas sebelum menuntunnya menuju kamar mereka berdua.
Sejak awal Jaejoong meminta terhadap Seunghyun agar mengizinkannya untuk tinggal di Mirotic House. Dia bilang tidak ingin bertemu dengan ummanya lagi. Sejak itu pula pimpinan Mirotic itu ikut-ikutan tinggal tetap di Mirotic House. Meninggalkan Mansion mewah yang biasa Seunghyun tempati.
.
.
2011
"Ada apa Hyung memanggilku?" Tanya Kyuhyun kepada Seunghyun. Jarak usia antara Seunghyun dengan kekasih dan sahabat kekasihnya itu 2 tahun. Tak heran jika Kyuhyun memanggilnya Hyung.
"Duduklah, Kyuhyun!" Kyuhyun mengangguk patuh dan mengambil posisi duduk dihadapan Seunghyun.
"Aku ingin memberitahukan sesuatu." Kyuhyun mengernyit heran ketika Seunghyun memberikan sebuah kalung padanya. "Ambillah!"
"Apa ini?"
"Itu adalah kalung milikku. Kalung ini dirancang didunia ini hanya dua."
"Ini untukku?" Tanya Kyuhyun Innocent.
"Siapa bilang itu untukmu, eoh!"
"Lalu?"
Seunghyun menarik nafas pelan.
"Kurasa hidupku tidak akan lama lagi."
"YA! Apa maksud mu, Hyung!" Kyuhyun mendelik. Lelucon kekasih sahabatnya sangat tidak lucu.
Seunghyun menghela nafas. Dan mulai menceritakan perihal penyakitnya.
Kyuhyun tercekat. Matanya mulai berkaca-kaca. Mulutnya sudah dibungkam dengan telapak tangannya menghalau isakan yang akan lolos.
"Ani, Ani, Ani! Katakan ini lelucon, Hyung!"
"Tidak! Aku serius, Kyu!"
"KENAPA KAU MERAHASIAKANNYA DARI KAMI SEMUA, HAH?" Kyuhyun berteriak keras. Beruntung ruang kerja milik Seunghyun kedap suara sehingga tidak menimbulkan kegaduhan. "Astaga, bagaimana dengan Jae Hyung? Ku mohon jangan lagi." Kyuhyun mulai mengacak-acak rambutnya frustasi.
Suasana mendadak sunyi.
"Rahasiakan ini dari Jaejoong, Kyu. Jebal!"
"Kau ingin mempermainkannya, eoh? Brengsek!" Kyuhyun kalap. Rasanya dia ingin meninju kekasih sahabatnya itu.
"Tidak bukan itu maksudku. Aku tidak ingin Jaejoong kembali terluka.-" Kyuhyun diam. Dia masih tidak percaya dengan kenyataan yang terjadi. "- Ku mohon, jagalah Jaejoong jika aku sudah tiada. Dan maksudku memanggilmu bukan untuk ini saja."
Kyuhyun mendongak. Kembali memperhatikan Seunghyun.
"Kalung itu, adalah milikku. Dan satunya ada di namdosaengku. Dia menghilang ketika kecelakaan yang menimpa keluargaku. Aku sudah mencari kemana saja tapi tidak menemukannya. Ku rasa dia masih hidup. Kau tau. C.S Group juga adalah miliknya..
Temukannlah dia, Kyu. Aku tahu kau yang terpintar diantara lainnya. Kau akan memecahkan ini dan menemukannya untukku." Ucap Seunghyun lirih.
"Setelah aku meninggal. Semua aset kekayaanku akan ku serahkan kepada Jaejoong. Tapi aku juga sangat berharap kau mampu menemukan adikku. Dia juga berhak atas ini semua." Jeda sesaat.
"Jaejoong sudah mengetahui tentang adikku. Tapi aku yakin kau yang akan pertama kali menemukannya. Nama adikku, Choi Uknow! Dan kalung itu akan ku berikan kepada Jaejoong!"
.
.
Akhir 2011 keadaan Seunghyun makin melemah. Hanya Kyuhyun dan Chansung yang mengetahui penyakit yang diderita Seunghyun.
CEO muda ini selalu bersikap sewajarnya dihadapan Jaejoong. Sampai suatu hari 26 Desember 2011 tepat setelah merayakan natal bersama kekasih cantiknya di Eropa, Seunghyun Jatuh pingsan dan membuatnya kehilangan nyawanya.
.
.
2012
Jaejoong terlihat ratusan kali terpuruk ketika ditinggalkan Seunghyun. Pribadinya yang hangat berubah menjadi dingin. Ketiga sahabatnya mencoba menghibur Jaejoong tapi semua nihil.
Jaejoong selalu berteriak histeris ketika foto-foto dan barang-barang milik Seunghyun di Mirotic House akan dipindahkan ke gudang. Padahal itu merupakan permintaan Seunghyun untuk membuang segala hal yang membuat Jaejoong ingat kepadanya. Tapi Jaejoong seakan tuli. Dia tetap akan berteriak histeris dan akan membunuh siapa saja apabila ada yang berani menyentuh properti Seunghyun.
Cukup lama Jaejoong terpuruk. C.S Group menjadi terbengkalai. Semua orang menjadi kalang kabut. Karna salah satu perusahaan C.S Group di China hampir bangkrut. Manager keuangan disana mengkorupsi dana untuk produksi selama setahun.
Heechul yang mengetahui hal itu marah. Dia langsung bergegas menemui Jaejoong yang berada di ruang kerja milik Seunghyun.
BRAK!
Terdengar bunyi bantingan pintu. Jaejoong terlonjak kaget. Tapi ketika mengetahui siapa yang datang dia kembali pada posisinya. Merenung.
"YA KIM JAEJOONG! MAU SAMPAI KAPAN KAU SEPERTI INI, HAH?" nafas Heechul memburu. Dia berbicara keras dihadapan Jaejoong. Nampaknya Jaejoong sama sekali tidak terusik.
Junsu tiba disana dan segera menenangkan Heechul, "Hyung, Tenanglah!" Junsu mulai memegang tangan Heechul. Mengingat Heechul jika marah sangat menyeramkan.
"MINGGIR!" Heechul menepis tangan Junsu kasar
"Biarkan si Pabbo ini sadar apa yang dia lakukan selama ini salah!" Heechul mulai menghampiri Jaejoong.
Sebenarnya Heechul tidak tega berbicara keras pada sahabatnya ini. Tapi dia harus melakukan ini. Jika tidak Jaejoong akan selalu seperti ini.
"Jae, sampai kapan kau akan begini?" nada bicara Heechul tidak sekeras tadi,
"Aku tau kau sangat kehilangan Seunghyun. Kami juga kehilangan dia tapi tidak seperti ini caranya."
Heechul tersenyum miris melihat Jaejoong sama sekali tidak menanggapinya.
"Asal kau tau. Perusahaan di China hampir bangkrut. Jika kau tetap begini kau akan bersiap menerima laporan tentang C.S Group tinggal nama saja!" Nampak Jaejoong menoleh. Menunjukkan bahwa dirinya mendengarkan dan tertarik akan ucapan Heechul.
Heechul makin bersemangat. Dia tidak mau usahanya menjadi sia-sia.
"Kau tega menghancurkan semua yang dibangun susah payah oleh Seunghyun, eum?" lagi, Heechul masih berusaha keras membujuk Jaejoong.
Junsu terdiam tidak berani buka suara. Membiarkan Sahabat tertuanya yang mengambil alih semua.
"Jika kau melakukan itu berarti kau sama saja menghancurkan Seunghyun. Seunghyun akan terluka melihatnya. Ini yang kau mau, eoh?" Heechul berujar sinis.
SRET…
Jaejoong berdiri dan mulai melangkah keluar. Sebelum sempat keluar Jaejoong berucap, "Siapkan Jet pribadi, aku akan ke China saat ini juga!"
Junsu dan Heechul terharu. Akhirnya namja cantik ini berbicara meski sedikit. Tidak apa-apa meski Jaejoong masih dingin. Semua butuh proses bukan?
Tanpa disuruh dua kali mereka langsung menyiapkan segala keperluan Jaejoong untuk terbang ke China.
'Seunghyunnie, maafkan aku telah menelantarkan C.S Group dan Mirotic! Aku berjanji akan menjaganya dengan baik seperti yang kau minta sampai aku menemukan adikmu. Aku mencintaimu. Sangat. Berbahagialah disana.'
Dan mulai sejak itu Jaejoong mengurus semua kegiatan C.S group dan Mirotic dengan bantuan ketiga sahabatnya serta orang-orang kepercayaan Seunghyun.
Jaejoong mulai merubah namanya menjadi Hero, begitupun ketiga sahabatnya. Dan merahasiakan identitas aslinya. Bahkan ketika C.S Group berpindah alih kekuasaan kepadanya tidak banyak yang tau bagaimana bentuk wajah CEO C.S Group yang sekarang. Hanya ada beredar info jika C.S Group saat ini dipegang oleh Hero. Seorang namja lebih dingin dari CEO sebelumnya, Choi Seunghyun.
#FlashbackOff
TBC
.
Chap ini khusus flashback. Ada yang sudah bisa nebak kelanjutannya? Hehehe
.
Thanks to:
Jae milk, cacok, Guest, rikha-chan, Shikawa, KokkiBear, SimviR, Vic, J, sparkling sichul, ky0k0, ichigo song, Augesteca, kim vinansia, KyuLate, Sirius,VoldeMIN vs KYUtie, sichul shipper, clouds06, Joongie, Cleopatra, Choi Shinji, shimmax, nataliakim8624, yunjae style, Choi Min Gi, , Himawari Ezuki, nin nina.
.
.
Mind to Review?
.
.
SIDER = Slow Update ^^
