Cast: Kim Joonmyeon
Zhang Yixing
Huang Zitao
Wu Yifan
Other: Oh Sehun
Xi Luhan
And EXO member
Genre: Romance, Hurt/Comfort
NOTE: GS for uke, disini dibuat semua seumuran, typo(s), OOC
Inspired by Remember When by Winna Effendi
"Yeoboseyo ada apa Tao?,"
"Kris Ying hiks orang tua Kris kecelakaan Ying bisakah kau datang menemui Kris? Aku dan Jooonmyeon baru bisa kembali ke Seoul lusa, bisakah kau menemani Kris untukku?,"
"Aku akan menemaninya kau tenanglah jangan sampai laporan kalian gagal,"
Tao menangis dan Yixing tau itu, ia pun tau jika sekarang Joonmyeon mungkin sedang memeluk dan mencoba menenangkan Tao bukan masalah bagi Yixing permasalahannya adalah ia merasakan de javu lagi dengan kejadian Kris, seolah ia kembali disaat ia masih berusia 7 tahun dimana jiejie nya menelfonnya dan ia mendengar jiejie kesayangannya menangis hebat dan ditenangkan oleh kekasihnya. Yixing tau betul bagaimana rasanya ditinggalkan selama-lamanya oleh orang yang dia sayang apalagi itu adalah orang tua kita sendiri, Yixing tau itu dan Yixing tau apa yang Kris rasakan lebih dari siapapun.
Yixing berjalan menelusuri lorong rumah sakit dimana Kris dan keluarganya berada, Yixing benci rumah sakit karena rumah sakitlah yang membuat kedua orang tuanya meninggalkannya selamanya namun kali ini Yixing tidak mau bersikap egois bagaimanapun sekarang Kris membutuhkannya dan Yixing harus berada disamping Kris sambil menyalurkan perasaan yang mungkin dapat membuat Kris menjadi lebih tenang. Yixing melihat keluarga Kris dan juga jiejie Kris yang juga merupakan bos nya.
Kris tidak lebih baik dari Yixing saat ia berusia 7 tahun, padangannya lurus dan datar seolah semua kosong. Yixing tau bagaimana rasa sakit itu, Kris tidak menangis Yixing sangat yakin itu karena tidak ada jejek air mata sedikitpun dipipinya ataupun mata yang bengkak yang Yixing tau Kris sekarang kosong dan sangat kosong. Yixing menghampiri Kris dan mencoba menepuk pundak Kris.
"Jangan bersikap seperti ini Kris," kata Yixing sambil menatap Kris
"Lalu aku harus apa Yixing? Harus menangis tersedu-sedu atau aku harus meraung-raung hah? Yixing kau tidak pernah tau apa yang aku rasakan semua orang tidak pernah tau itu," kata Kris dengan nada tinggi.
Yixing sedikit tersentak dengan apa yang dilakukan Kris padanya, Yixing mencoba tetap mempertahankan muka datarnya bukan saatnya ia membalas memaki Kris, Yixing sangat tau Kris sekarang sangat tidak bisa berfikiran jernih.
"Aku bisa merasakan apa yang kau rasakan Kris. Aku berada diposisimu saat usiaku masih 7 tahun saat itu aku masih anak-anak yang belum mengerti apa-apa mereka bilang orang tuaku dibawa oleh malaikat karena Tuhan dan malaikat sayang pada orang tuaku, kau tau Kris saat itu aku merasa bahagia namun saat itu juga aku kehilangan mereka selamanya,"
Kris memeluk erat Yixing dan Yixing tau ia mulai merasakan bajunya basah. Ya, Kris saat ini menangis, menangis dalam pelukkan Yixing. Yixing membiarkan Kris melepaskan semua apa yang telah tertahan Yixing hanya bisa membalas pelukan Kris sambil sesekali mengusap pelan pucuk kepala Kris.
"Xiumin jie bulan depan akan menikah, dan kau Xing umma ku tadi sempat mengatakan walaupun jiejie akan memiliki suami aku harus tetap menjaganya aku tak tau jika itu adalah pertemuan kami yang terakhir," kata Kris
Yixing memencoba menghapus air mata yang mengalir dipipi Kris, Kris nampak lebih tenang atas kehadiran Yixing. Saat ini yang Kris butuhkan hanyalah pelukan Yixing yang dapat menenangkan dirinya.
Keadaan disekolah tidak seperti apa yang Kris inginkan semua orang –bahkan Joonmyeon dan Zitao- menatapnya dengan tatapan kasihan, Kris tidak pernah suka dikasihani dan tidak akan pernah suka itu, hanya Yixing yang memasang ekspresi seolah tidak pernah terjadi apa-apa, Kris memang banyak berubah bukan hanya ia yang membenci keadaan sekarang namun juga karena kehilangan kedua orang tuanya yang sangat dia sayangi.
Kris lelah dengan sikap Zitao yang selalu menganggap dirinya adalah seseorang yang perlu dikasihani, Kris hanya ingin Zitao bersikap biasa saja seolah tidak pernah terjadi apa-apa namun kenyataannya Zitao selalu memberikan perhatian yang –menurut Kris- berlebihan dan selalu menatapnya dengan tatapan kasihan.
Hati itu –tepat pada saturday night- Kris menghilang tanpa kabar pada Zitao, Kris juga tidak ada dirumahnya sejak pagi dan Zitao menjadi binggung dengan perubahan sikap Kris sebenarnya perubahan itu bukan hanya pada Zitao namun juga pada semuanya, Kris lebih banyak diam atau menghabiskan waktu bermain basket sendirian tidak seperti dulu.
Lalu kemanakah Kris pergi?
Semenjak kejadian meninggalnya orang tua Kris, Kris lebih sering mengahabiskan waktunya dirumah Yixing melepaskan semua penatnya pada Yixing. Kris bahkan sudah terbiasa menangis dihadapan Yixing. Yixing dapat membuat Kris jauh lebih nyaman daripada Kris bersama Zitao, Yixing berbeda dengan Zitao.
Malam ini Kris duduk terdiam ditemani kopi buatan jiejie nya, Kris masih teringat jelas saat umma nya mengatakan "Umma lebih senang melihat gadis berdimple itu daripada gadis bermata panda itu, dia sangat manis dan sangat sopan," Kris teringat jika umma nya sudah lebih dahulu jatuh cinta pada Yixing bahkan sejak pandangan pertama ditambah lagi saat beliau tau bahwa Yixing bekerja part time di café milik Xiumin dan menurut Xiumin ia bekerja sangat rajin.
"Aku bisa gila jika seperti ini," erang Kris memecah keheningan malam
Kris kembali terdiam hingga handphone nya mulai menyala dan menunjukkan tulisan Zitao is calling, Kris menghela nafasnya sejujurnya ia sangat tidak ingin diganggu mala mini terlebih lagi olrh Zitao karena ia tau jika Zitao menelfonnya maka ia akan mendengarkan banyak ocehan yang sejujurnya menurut Kris dangat tidak penting.
"Zitao keras kepala juga ternyata," kata Kris sambil menatap layar handphone nya "Yeoboseyo," lanjutnya setelah ia menekan tombol hijau diponselnya itu
"Kris kenapa kau menghilang hari ini? Aku mencoba mencarimu tadi. Aku kerumahmu namun kata jiejie mu kau pergi, kau ini kemana,"
Kris memutar bola matanya malas sifat kekanankan Zitao selalu muncul dan itu membuat Kris sungguh sangat lelah
"Aku pergi menyendiri," bohong! Kris tidaklah menyendiri ia malah menghabiskan akhir pekannya dirumah Yixing
"Kemana? Kau tau aku merasa kau menghindariku akhir-akhir ini,"
"Jika aku menyindiri saat itulah aku menginginkan kesendirian bisakah kau berhenti mengoceh hal yang tidak penting kepalaku mulai pening mendengarnya,"
"Kau ini kenapa sih Kris, ah iya aku sudah membeli tiket nonton besok kita akan pergi dan aku tidak menerima penolakan kali ini,"
"Dengan Joonmyeon juga?," entah mengapa Kris berharap ia bisa bertemu Yixing juga
"Tidak, kau lupa bahwa Joonmyeon masih di Jepang. Aku tidak ingin Yixing nantinya kabur tanpa sepengetahuan kita jika kita mengajaknya kau tau kan dia sering menghilang jika tidak ada Joonmyeon,"
"Baiklah akan aku usahakan,"
"Aku tidak menerima penolakan Kris, apapun alasanmu besok kau harus menghabiskan waktumu bersamaku,"
"Ya aku mengerti,"
"Kris saranghae,"
"Nado,"
Kata terakhir yang dilontarkan Kris baginya itu hanyalah sebagai kata yang harus dia katakan bukan sebagai kata yang keluar lewat hatinya, bahkan Kris sudah lupa bagaimana jantung berdetak sangat kencang saat dirinya bersama Zitao, bukankah semua akan berubah?
"Kris, ada Yixing dibawah," teriak Xiumin yang membuat Kris tersadar akan lamunannya dan segera berlari untuk menemui Yixing
Yixing selalu terlihat cantik dimata Kris -dan Joonmyeon tentunya- Yixing yang mengikat rapih rambut panjangnya tak lupa pakaiannya yang sederhana membuat Yixing terlihat sangat cantik dan sederhana mungkin itulah yang membuat umma Kris jatuh cinta pada Yixing
"Annyeong aku kira kau sudah tidur," kata Yixing sambil memamerkan dimple manis dipipinya
"Belum, kau sendiri kenapa malam-malam berkeliaran," kata Kris yang tidak melepaskan pandangannya pada Yixing
"Aku mengembalikan kunci café pada Xiumin jie malah Xiumin jie meneriakimu untuk turun," jawab Yixing
"Kau ini melakukan eksperimen lagi?," tanya Kris seolah ia sangat tau dan hafal apa yang biasa dikerjakan oleh Yixing
"Iya, aku mencoba membuat cake ini dan kau maukan mencobanya aku membuat satu untukmu dan satu untuk Joonmyeon,"
"Bukankah Joonmyeon masih di Jepang?," tanya Kris atau lebih tepatnya Kris memberikan pernyataan entah mengapa Kris menjadi sangat tidak rela jika Yixing juga memberikan kue itu pada Joonmyeon
"Joonmyeon akan pulang besok, oh iya halmoni menyuruhku untuk mengundangmu datang besok kerumahku jika tidak ada acara. Kata halmoni ia ingin memasak makanan yang banyak untuk teman-temanku,"
"Joonmyeon ikut?," entah mengapa Kris menjadi kurang rela jika Yixing menghabiskan waktunya dengan Joonmyeon
"Tentu. Justru halmoni sangat ingin bertemu Joonmyeon,"
"Kalau begitu aku pasti akan datang,"
"Kalau begitu aku pulang dulu Kris aku tidak ingin membuat halmoni menunggu kepulanganku lebih lama lagi,"
"Yixing, aku antar ya,"
Hari ini Joonmyeon pulang dari Jepang dan itu membuat Yixing sangat senang bukan hanya ia akan terhindar dari kata kesepian namun juga ia sangat merindukan Joonmyeon, akhir-akhir ini memang Joonmyeon sangat sibuk dan malah menghabiskan waktu akhir pekannya untuk belajar bersama ayahnya mengatasi perusahaan karena setelah lulus sekolah menengah Joonmyeon harus bertanggung jawab akan satu perusahaan milik ayahnya.
Joonmyeon dan Zitao merupakan anak yang berada dalam ekonomi diatas rata-rata. Orang tua Joonmyeon adalah pemilik Kim Corporation yang sangat ternama dan mereka hanya mempunyai dua anak Kim Joonmyeon dan adik Joonmyeon, Kim Jongin. Kedua kakak beradik ini diberikan fasilitas yang sangat memadai dirumah bahkan mereka bisa memilih menggunakan kendaraan apapun sesuai yang mereka mau. Tak jauh berbeda dari Zitao, ibu Zitao sendiri adalah model ternama tak heran jika Zitao juga memiliki wajah dan tubuh yang hampir sangat sempurna, belum lagi Tuan Huang adalah pengusaha sukses didaratan China.
Yixing sangat beruntung memiliki Joonmyeon bukan dilihat dari seberapa banyak kekayaan yang Joonmyeon punya namun seberapa tulus Joonmyeon padanya.
"Ying, kau tau aku sangat merindukanmu. Rasanya aku ingin kabur saat appa mengadakan rapat di Jepang saat itu aku ingin kembali kesini dan segera memelukmu," kata Joonmyeon yang saat ini melingkarkan tangannya dipinggang milik Yixing
"Aku juga merindukanmu. Cha! Aku membuat sesuatu untukmu sebentar aku ambil dulu,"
Joonmyeon mengangguk sambil memamerkan angelic smile yang dapat membuat orang-orang meleleh dibuatnya, tak lama Yixing kembali dengan sebuah cake berwarna orange yang terlihat sangat enak namun bagi Joonmyeon cake itu sangatlah tidak asing.
'Bukankah itu cake yang sama seperi yang di upload Kris kemarin,' batin Joonmyeon
"Aku membuatnya sendiri setelah selesai bekerja ditempat Xiumin jie, cobalah aku ingin kau menilainya," kata Yixing sambil menyuapkan potongan kecil cake itu kepada Joonmyeon
"Kau memang pandai memasak, aku merasa terharu kau membuatkannya untukku," kata Joonmyeon sambil mengacak-acak pelan rambut Yixing
"Aku hanya ingin menyambutmu dengan special, Myeon. Aku tidak ingin kau berfikiran kau tidak memiliki tempat yang special dihatiku, aku ingin kau membuang perasaan itu," kata Yixing sambil menunduk
"Jadi sekarang nona Zhang kecil ini udah membukakan hatinya untuk seorang Kim Joonmyeon, hm?,"
"Sedikit," jawab Yixing lirih "bantu aku untuk membukakan hatiku untukmu ya,"
'Yixing memang belum sepenuhnya merelakannya kan?,' batin Joonmyeon
Joonmyeon merasa Kris sedang berusaha merebut perhatian Yixing darinya dan juga berlahan mencoba merebut perasaan Yixing darinya, Joonmyeon sadar bahwa Yixing memang belum sepenuhnya membukakan hati untuk dirinya maka dari itu sekuat tenaga Joonmyeon berusaha tidak meluapkan emosinya baik itu didepan Yixing maupun didepan Kris, ia hanya bersikap seperti orang bodoh dan berusaha tidak mengetahui apa-apa.
Flashback
Zitao dan Joonmyeon memang bekerja sangat keras akhir-akhir ini karena tugas dari Kwon songsaenim yang sangat menyiksa mereka berdua terlebih untuk Zitao bukan hanya kehilangan kesempatan menenangkan Kris saat Kris benar-benar terjatuh yang justru harus diambil alih oleh Yixing namun juga mereka berdua harus merelakan waktu bersama kekasih mereka.
Zitao menatap miris dari jendela ia menemukan sosok kekasihnya yang sekarang hampir kehilangan senyumannya sedang tertawa sangat lepas dan tak lupa tangan Kris yang mengacak-acak pelan rambut yeoja disebelahnya, yeoja itu bukanlah yeoja yang asing untuk Zitao karena yeoja itu adalah kekasih dari orang disebelahnya. Zhang Yixing
"Joonma," panggil Zitao pada Joonmyeon
"Ya, kau kenapa Taozi?," tanya Joonmyeon saat melihat mata Zitao sudah mulai berkaca-kaca
"Lihatlah," kata Zitao sambil menunjuk Kris dan Yixing
"Mereka hanya pergi mengumpulkan tugas Jang songsaenim posisi mereka juga sama dengan kita,"
"Entah mengapa aku merasa mereka ada apa-apa Joonma,"
'Aku juga,' batin Joonmyeon
Joonmyeon hanya berpura-pura tidak tau saat Kris memeluk Yixing di café waktu, Joonmyeon juga pura-pura tidak pernah tau jika Kris akhir-akhir ini menghabiskan waktunya dirumah Yixing, dan yang terakhir Joonmyeon pura-pura tidak tahu jika mata Yixing mengawasi dengan sedih dan kecewa adegan dimana Kris menyatakan perasaannya pada Tao beberapa tahun lalu.
TBC
Terima kasih banyak kepada semua yang mau meluangkan waktunya untuk membaca ini, menulis dikolom review, memfollow dan juga favorite. Semoga tidak mengecewakan kalian.
