Gangster

Park Chanyeol | Byun Baekhyun

romance, marriage life, comedy *maybe*

GS (GENDER SWITCH)

Summary:

Park Chanyeol seorang CEO yang terkenal dengan sikapnya yang dingin, sexy dan panas yang selalu dapat membuat membuat wanita manapun bergairah setiap kali menatap matanya. Namun apa yang terjadi jika ia memiliki istri yang lebih muda 7 tahun darinya, istrinya yang masih menduduki bangku SMA tahun terakhir dan lebih mengejutkan lagi jika istrinya merupakan ketua gangster? "aku benar-benar akan menghamilimu sekarang juga Byun Baekhyun jika kau masih tawuran lagi" " apa? Dasar ahjusi gila"

Baekbo99

Present

Suara gesekan lantai marmer sekolahan dengan high heel setinggi 7 sentimeter tersebut berhasil memecahkan keheningan diseluruh koridor utama SOPA. Song Yejin dengan setelan pakaian kerja yang melekat ditubuhnya kini tampak menyusuri koridor sekolah sang saudara laki-laki. Mulutnya sedaritadi tidak berhenti mendengus akan pakaian kerja yang ia kenakan hari ini, ukuran tubuhnya tidak sepadan dengan setelan pakaian kerja yang menurutnya kuno tersebut. Ia terpaksa menggunakan pakaian kerja untuk kedatangan dirinya kesekolah adiknya hanya untuk menjaga kehormatan keluarganya tersebut. Jika biasanya ia akan membiarkan miniskirt memperlihatkan betis hingga pahanya sepanjang limabelas sentimeter diatas lutut, kali ini ia harus menggerakkan tangannya untuk menarik turun rok kerjanya kebawah. Ia meruntuki kebodohannya saat memakai pakaian kerjanya yang sudah lima lima tahun tidak dipakaianya, membuatnya harus sering menahan nafas agar dadanya tidak terlalu menyembul.

" aku benar-benar akan membakar pakaian ini setelah pulang nanti"

Sedikit hentakan kaki ia berjalan lebih cepat menuju pertigaan koridor yang menghubungkan langsung dengan kantor kepala sekolah. Jika bukan karena permintaan sang adik untuk memenuhi undangan kepala sekolah ia tidak akan mau menginjakkan kakinya di bangunan sialan ini.

Song Mino menatap malas Cha sonsagim yang sudah hampir dua jam ini mengisi mata pelajaran IPA. Mata pelajaran yang sejak dulu tidak pernah ia sukai. Terkecuali pada bab reproduksi, dimana ia akan melihat secara langsung bagaimana bentuk kewanitaan dan cara membuahi jadi ia tidak perlu menonton video porno, pikirnya. Matanya menilik satu persatu siswa dikelasnya yang tidak jauh berbeda dengan dirinya, bahkan ada yang sedang tidur. Sudut bibirnya terangkat menciptakan sebuah senyuman seketika penglihataannya mendapati sang pujaan hati yang tengah terkikik bersama teman sebangkunya. Ia menompang kepalanya dan tatapannya kini terfokus terhadap dua gadis yang tidak lain yaitu Luhan dan Baekhyun yang kini tengah asik mencoret-coret dikertas kecil lalu memberikannya kepada Kyungsoo dan Suga yang kebetulan juga sebangku.

'masih saja sama'

Ia menggelengkan kepalanya menatap geli sang pujaan hati yang masih terkikik. Kebiasaan kurang ajar Baekhyun sejak dulu masih sama saja, tidak pernah berubah. Baekhyun si gadis nakal yang dikenalnya, gadis yang berani membuat acara sendiri ditengah pelajaran dengan gulungan kertas dikolong meja. Ia tersenyum ketika mengingat betapa konyol dirinya saat melempar kertas kearah Baekhyun, namun sayang kertas yang ia lempar mengenai guru kelas yang saat itu tengah mengajar. Membuatnya harus menanggung malu seketika sang guru kelas membaca isi kertas yang tidak lain ajakan kencannya kepada Baekhyun. Namun ia tidak bisa memungkiri jika hatinya merasakan letupan bahagia ketika melihat senyum menawan serta anggukan Baekhyun ditengah sorak-sorak teman sekelasnya. Itu awal yang bahagia yang menggelikan baginya dan berharap akan terus bisa bersama sang pujaan hati. Namun lagi-lagi ia harus menerima kenyataan jika gadis pujaan hatinya akan segera bertunangan. Sulit rasanya bagi dirinya untuk menerima semua ini. Waktu itu ia tidak bermaksud untuk meninggalkan Baekhyun, ia hanya tidak sempat menyampaikan pesan.

.

.

Baekhyun sebenarnya menyadari jika sedaritadi mantan kekasihnya tengah memandanginya. Namun ia tetap acuh, mengabaikan egonya yang ingin sekali menoleh kearah Mino. Ia tidak bermaksud menghindari mantan kekasihnya hanya saja keadaannya sekarang berbeda dengan yang dulu. Ia hanya mencoba memperjelas hubungan mereka dengan memberi space diantara mereka. Memang semua warga sekolah terkecuali Kepala Sekolah dan para guru serta teman terdekatnya tidak mengetahui hubungannya dengan pebisnis muda yang tidak lain yaitu Park Chanyeol. Akan tetapi akan lebih baik jika dirinya memang harus member jarak dengan Mino meskipun tidak jauh beda dengan namanya menghindari. Ia memang bisa menjamin akan kedekatannya dengan Song Mino tapi ia tidak bisa menjamin keselamatan Song Mino jika orang-orang calon suaminya tersebut mengetahui kedekatannya kembali dengan Song Mino. Ia tidak bermaksud untuk berselingkuh hanya saja ia ingin mencoba menjalin pertemanan dengan mantan kekasihnya.

Song Yejin menggerutu kesal selepas kepergiannya dari ruang Kepala Sekolah yang ia tempati hampir selama dua jam lebih. Laki-laki paruh baya dengan kacamata yang diyakini kaca minus yang membingkai wajah paruh baya tersebut berhasil membuatnya menahan sumpah serapah akan segala pertanyaan yang dilontarkan kepadanya bak investigasi. Saking banyaknya pertanyaan ia bahkan hampir saja kelepasan untuk berkata kasar kepada lelaki tua tidak tahu diri itu.

" tua bangka sialan. Berani sekali menggoda wanita karir cantik sekali seperti diriku. Kau pikir dengan pertanyaan konyol seperti itu aku akan membuka diriku untukmu! Cih mimpi saja kau di liang jamban" dengusnya yang hampir menyerupai bisikan.

Ketika dirinya mendengar bel berdering yang menandakan istirahat ia bergegas meninggalkan ruang Kepala Sekolah dan disinilah dirinya. Berakhir duduk disalah satu bangku kantin dengan satu just jeruk menemaninya. Banyaknya siswa siswi yang memenuhi kantin membuatnya sulit untuk menemukan keberadaan adiknya ditambah lagi antrean yang kini kian memanjang membuat penglihatannya sedikit terhalangi. Kepalanya menengok diberbagai arah, tepat dari arah pintu masuk ia mendapati sang adik diberada ditengah rombongannya dengan seorang gadis yang diketahuinya dulu adalah kekasih sang adik.

" SONG MINO" lengkingan suaranya yang tidak bisa terbilang pelan tersebut tersebut berhasil membuat adiknya menolehkan kepala kearahnya. Ia melambaikan tangannya dan menyuruh sang adik untuk menghampirinya, tidak lupa dengan gadis yang tidak diketahui namanya tersebut mengikutinya.

" noona, kau benar-benar datang? aku fikir kau akan mengabaikan surat tidak penting itu" pertanyaan konyol yang berhasil membuat emosi Yejin kembali tersulut.

" bodoh. Surat tidak penting itu datang juga karena tingkah sialanmu Song Mino" Song Yejin mengembuskan nafasnya kasar. Perkataan adiknya memang benar-benar menguras emosinya.

Mino hanya mengendikkan bahunya. Ia menarik pergelangan Baekhyun dan menuntun gadis tersebut untuk duduk disampingnya. Baekhyun hanya menurut, ia tidak mau mengganggu acara debat mendadak dua bersaudara yang ada didepannya ini. Keheningan menyelimuti mereka. Song Mino kini sibuk sendiri dengan perbincangannya dengan sahabatnya yang tidak jauh dari topic wilayah kekuasaan. Sementara Baekhyun sendiri juga tengah sibuk memainkan ponselnya guna mengusir kecanggungannya disini. Sebenarnya ia menyadari jika wanita yang ada didepannya ini tengah memandangnya lekat. Otaknya sedaritadi terus menerka-nerka apa yang sedang dipikirkan wanita yang ada didepannya ini. Ingin sekali dirinya menanyai Song Yejin tentang keadaan keluarganya namun ia mengurungkan niatnya. Ia tidak mau disangka sebagai gadis sok mencari perhatian. Lagi pula ia juga tidak yakin jika wanita yang ada didepannya ini akan mengingatnya. Masa bodoh dengan wanita dan keluarga Song Mino, ia tidak peduli dan tidak perlu ikut campur urusan mantan kekasihnya tersebut. Namun ada satu hal yang membuatnya benar-benar dilanda kebingungan oleh Yejin, ia berniat bertanya-sekali lagi- tapi egonya menyuruhnya untuk mencegah pertanyaan tersebut agar tidak terlontar. Entah apa yang sedang dipikirkan hanya saja, ia merasa sedikit merasa harus waspada terhadap wanita yang ada didepannya ini.

Sepetak lapangan bola basket yang berada disudut halaman sekolah tersebut tampak begitu ramai dikelilingi para gadis. Kegiatan latihan basket yang dijadwalkan setiap tiga kali dalam seminggu yakni pada hari Selasa Kamis dan Sabtu seolah menjadi kegiatan rutin para gadis untuk mengelilingi sepetak lapangan basket tersebut. Mengingat pemain basket yang terbilang cukup tampan membuat para gadis rela menunda waktu pulang mereka. Terlebih lagi mengingat bagaimana rupa wajah berpeluh sang ketua tim basket yang tidak lain Lee Taeyeong, yakin mereka juga tidak akan sungkan untuk meneriakkan nama sang ketua tim dengan histerisnya. Byun Baekhyun, gadis dengan surai blonde yang tampak menyolok diantara mereka kini tampak duduk tenang ditempat peristirahatan para anggota basket. Niatnya disini hanya ingin ikut Do Kyungsoo yang merupakan manager tim basket untuk mendata para anggota yang datang. Ia tidak akan terjebak disini dengan teriakan gadis yang berhasil memekakkan telinganya jika saja matanya menangkap batang hidung Luhan. Namun sayang, gadis yang disebut-sebut sebagai kembarannya tersebut sedaritadi menghilang setelah bel tanda pulang berbunyi, membuatnya mau tidak mau harus ikut Kyungsoo disini.

Tidak buruk juga sih duduk bersama Kyungsoo ditengah-tengah para pemain basket yang cukup terbilang tampan yang tengah mengistirahatkan tubuh mereka setelah hampir setengah jam bermain. Yah meskipun tidak setampan dan menggairahkan seperti calon suaminya. Baekhyun sedikit menahan bibirnya untuk tidak melengkungkan keatas mencetak sebuah senyuman hanya karena pemikiran konyol tentang calon suaminya. Ia cukup sadar untuk tahu diri dimana ia harus tersenyum sendiri dan tentunya merona. Ia masih waras untuk tidak ingin dibilang gila dengan tersenyum sendiri ditengah pemain basket yang dengan santainya membuka pakaian bagian atas mereka.

" hallo Baekhyun sayang"

Suara low bas milik sang ketua tim berhasil menyadarkan dirinya dari lamunnya. Terlebih lagi kata 'sayang' yang terselip didalam kalimat yang dilontarkan cukup benar-benar membuat dirinya sadar bahkan sedikit melototkan matanya kearah sang ketua tim.

" berhenti memanggilku seperti itu Lee Taeyoung jelek" ucap Baekhyun diakhiri dengan mulutnya mengerucut menambah kadar manisnya. Yakin siapapun yang melihatnya akan langsung menerjangnya sama seperti apa yang dirasakan beberapa anggota basket yang terang-terangan menunjukkan ketertarikannya kepada Baekhyun.

" dan berhenti menambah kata 'jelek' disetiap kau menyebut namaku Byun Baekhyun" jawab Taeyoung diselingi kekehannya.

" kau memang jelek dan itu fakta Lee Taeyoung"

" oh ya lalu kenapa para gadis yang ada disana meneriaki namaku sejak tadi" ucap Taeyeong sembari menatap para gadis diseberang sana dengan diselingi senyum menawannya, membuat para gadis tersebut semakin memekik keras.

" karena kau semakin hitam"

" APA!" kali ini lengkingan Lee Taeyoung tidak bisa ditahan ketika mendengar gadis yang ada didepannya ini mengatainya hitam ditambah lagi raut wajah Baekhyun yang terlihat datar tanpa ekspresi. Benar- benar menyebalkan sebenarnya.

" kau baru saja mengataiku jelek dua menit yang lalu Byun Baekhyun dan sekarang kau mengatakan jika aku semakin hitam. Hey, apa ada yang salah dengan mata sipitmu itu Bian"

" jangan merubah margaku seenak jidatmu Taeyoung jelek"

" aku tidak merubah margamu Bi, aku hanya memanggil margamu dalam bahasa China saja"

" hey-"

" sejak kapan kalian bisa berisik secepat ini dibawah terik matahari" lirikan mata Do Kyungsoo menyelingi desisan yang memotong pembicaraan Byun Baekhyun.

Baekhyun hanya mengerjapkan matanya berusaha acuh akan pembicaraan Do Kyungsoo sama halnya Taeyoung yang kini mengambil tempat disamping Baekhyun. Merebut botol minuman yang tengah dipegang Baekhyun mengabaikan gadis yang ada disampingnya ini yang hampir memakinya. Sementara itu Kyungsoo kembali berkutan dengan buku absent dan sesekali bergumam mengenai beberapa hal penting jadwal pertandingan mereka.

Meskipun beberapa diantara mereka merupakan murid kelas dua belas, mereka tidak ada niatan untuk mengundurkan diri dari kegiatan ekstra yang diminati banyak kalangan remaja laki-laki tersebut. Namun mereka hanya menambah waktu untuk menyempatkan diri mengikuti berbagai pertandingan ditengah-tengah kesibukan siswa tahun terakhir mempersiapkan Ujian Nasional mendatang. Sama seperti halnya Taeyong dan beberapa anggota lainnya. Mereka hanya ingin menciptakan sebuah kenangan yang mungkin kelak bisa menjadi salah satu cerita untuk keturunannya.

Song Mino yang berdiri tidak jauh dari posisi Baekhyun hanya terdiam dengan mulut terkatup rapat. Tidak ada niatan untuk menghampiri gadis pujaannya. Matanya terfokus menatap laki-laki yang kini tengah duduk disamping Baekhyun. Jujur sejak dirinya melihat bagaimana Taeyoung memanggil Baekhyun membuat emosinya memuncak. Ia merasa iri dengan Taeyoung yang masih bisa bercanda dengan gadis pujaan hatinya. Berbeda dengan dirinya yang dekat namun tidak bisa membuat gadis tersebut merajuk manja. Ia benar-benar ingin melenyapkan laki-laki tersebut suatu saat nanti jika berhasil membuat Baekhyun jauh darinya.

Tubuh mungil berbalut seragam sekolah perempuan yang kini tampak mengendap-endap menuju lab Biologi, berhasil menarik perhatian Oh Sehun yang saat itu tengah berjalan menuju ruang guru. Posisi sang gadis yang membelakanginya membuatnya lebih leluasa menikmati tingkah aneh sang gadis. Ia tidak berniat untuk menegur siswa yang diketahuinya sering menatapnya dalam dengan senyum manis yang terpantri dibibir mungilnya. Siswa yang berhasil membuatnya tertawa dalam hati jika dirinya berhasil mendapati langsung gadis tersebut tergagap karena ketahuan. Gadis yang tidak lain adalah Xi Luhan. Salah satu siswanya yang diketahui sangat membenci pelajaran Biologi. Mungkin mengikuti Luhan akan sedikit mengurangi rasa pening dikepalanya akan setumpuk ulangan para siswanya. Langkahnya kian pelan ketika dirinya semakin dekat dengan tubuh mungil Luhan. Ia dapat melihat Luhan yang kini tengah membawa laptop mulai memasuki lab Biologi dan menutup pintunya tanpa menguncinya. Sehun terdiam, kepalanya ia julurkan kearah candela berusaha mengintip apa yang dilakukan Luhan dipojok ruangan dengan laptopnya. Penglihatannya sedikit terhalangi oleh beberapa property media pembelajaran. Cukup lama ia berdiri didepan pintu, menunggu gadis tersebut lengah hingga tidak menyadari jika dirinya kini sudah berada tidak jauh dari bangku yang diduduki Luhan. Ia kembali berjalan berniat mengintip si gadis dari belakang.

Ketika dirinya sudah berhasil berada dibelakang Luhan, matanya sedikit terbelak seketika membaca serentetan kalimat yang tertera dilayar laptop Luhan. Belum lagi suara Luhan yang sedaritadi bergumam tidak jelas. Tapi Sehun menangkap arti gumaman Luhan. Dan ia sedikit mengumpat akan pemikiran kotor siswinya. Bagaimana caranya membuat adegan bercinta? Sumpah serapah akan ia lontarkan jika saja ia tidak ingat tujuan ia mengikuti Luhan. Jam dinding menunjukkan pukul lima sore dan itu artinya sudah hampir dua jam lamanya ia bersama Luhan mulai mengikuti gadis tersebut hingga berakhir berdiri dibelakang gadis tersebut. Umpatan tidak luput dari bibirnya untuk ditahan agar tidak kelepasan. Hingga pada akhirnya ia tidak tahan dan memutuskan untuk berdehem.

" apa kau berniat membuat cerita fiksi erotis nona Xi Luhan"

Luhan berjengkit kaget. Pasalnya semenjak ia memasuki lab Biologi tidak ada pergerakan yang menandakan seseorang tengah mengikutinya, namun sekarang ia terbelak menatap Oh Sehun berada dibelakangnya. Ia ingin sekali memaki laki-laki yang ada didepannya, tidak peduli jika laki-laki tersebut adalah gurunya sendiri. Namun detak jantungnya yang kian memburu, bergerak lebih cepat dari sebelumnya membuat dirinya hanya diam membeku. Kedua matanya berkedip lucu yang mana membuat Oh Sehun jujur saja tidak tahan untuk tidak mencubit pipi siswinya. Luhan mengikuti arah gerak Oh Sehun yang kini sudah apik duduk disampingnya. Ia ingin sekali berucap meskipun hanya sepatah kata namun kalimatnya selalu tertelan lidahnya sendiri hingga pada akhirnya ia hanya bisa membuka mulutnya tanpa mengeluarkan sepatah katapun.

" apa yang perlu kau jelaskan nona Xi?"

Sekali lagi Luhan hanya berkedip dan sekali lagi membuat Oh Sehun gemas bukan main akan tingkah Luhan.

" aku tahu apa yang kau lakukan sejak tadi. Sejak kau mengendap memasuki lab Biologi"

" s-saem ti-tidak me-menegurku?" Sehun ingin sekali tertawa namun ia tahan karena ingin melihat tingkah Luhan lebih lanjut.

" oh jadi kau mau aku menegurmu. Baiklah-"

" andweyo"

" bukankah kau mau saem menegurmu karena fiksi erotismu ini?" lagi-lagi Sehun berniat menggoda Luhan.

" saem"

Lagi, mata sipit milik Luhan berkedip menunjukkan puppy eyes andalannya untuk meminta belas kasihan guru Biologinya. Sehun yang memang sedaritadi menahan tawa kontan terbahak, mengabaikan Luhan yang masih saja menatapnya. Ia tidak bermaksud menggoda Luhan dengan menertawakan sebuah penawaran tetapi ia hanya tidak bisa menahan lebih lama lagi untuk tidak tertawa. Tangannya memegangi perutnya yang sakit akibat terlalu banyak tertawa. Sementara Luhan yang ada didepannya ini hanya diam. Bibirnya sedikit mengerucut tidak lupa kedua alisnya yang hampir menyatu karena kesal terhadap guru Biologinya.

" kenapa saem malah tertawa? Tidak ada yang lucu untuk ditertawakan saem"

" aku hanya tertawa dengan ekspresi wajahmu yang tidak jauh seperti bocah lima tahun, Xi Luhan" ucap Sehun masih terselip dengan tawanya.

" aku tidak seperti bocah saem. Aku gadis berumur delapan belas tahun yang selalu berhasil menduduki peringkat dua setelah Baekhyun"

" oh ya" lagi-lagi Sehun kembali menertawakan Luhan yang kini tengah mempoutkan bibirnya

" ish.."

" oke..oke saem minta maaf. Sekarang saem tanya. Kenapa kau datang kesini sendiri? Kenapa tidak bersama temanmu?"

" aku tidak mau Baekhyun dan Kyungsoo tahu tentang ini. Aku mencintai sastra aku takut jika mereka tahu mereka akan kelepasan kepada orang tuaku"

" lalu apa masalahnya jika mereka kelepasan?"

" aku pasti dilarang menulis lagi. Ayah pasti akan menyuruhku untuk menghapus file fiksi dilaptopku"

Sehun terdiam, matanya tidak lepas dari gadis yang ada didepannya ini. Luhan yang menunduk menyembunyikan wajah sendunya. Ia tidak tahu apa yang aedang terjadi antara Luhan dan orang tuanya mengenai kegemaran Luhan. Tetapi ia memahami sedikit masalah yang terjadi. Bahu sempit gadis yang ada didepannya terlihat bergetar membuatnya sedikit tersentak. Ia tahu jika Luhan tengah menangis meskipun tanpa suara dan itu menambah kesan menyakitkan baginya. Dua minggu sudah ia mengajar disini dan ia cukup mengerti dengan masalah yang para siswa alami. Namun melihat masalah yang dialami Luhan membuatnya hanya terdiam. Ia ingin sekali membantu gadis remaja yang ada didepannya, tetapi dirinya sendiri yang tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Tangannya terulur menyentuh puncak kepala Luhan, mengusap lembut helaian rambut yang terasa begitu halus ditangannya. Luhan perlahan mendongakkan kepalanya, menatap wajah Oh Sehun, guru tampannya dan mendapati senyum menawan yang berhasil membuat detak jantungnya seakan ingin melompat. Ia bahkan melupakan masalah yang membuatnya menangis dalam diam.

" jangan menangis, kau terlihat jelek jika menangis"

Tidak ada tanggapan dari Luhan. Gadis tersebut masih saja diam dan menikmati pemandangan wajah rupawan Oh Sehun.

" kau hanya perlu berusaha untuk meyakinkan orang tuamu, Luhan. Sungguh-sungguh untuk mendalami kegemaranmu dan optimis akan masa depanmu. Kau mengerti?" ucapan Sehun dengan senyum menawannya seolah menjadi magnet yang membuat Luhan ikut tersenyum dan menganggukkan kepalanya semangat.

Lampu kamar yang redup dengan hembusan angin malam menerpa helaian tirai kamar menambah aura sensual suasana di kamar. Suara erangan yang sudah hampir satu jam lamanya tak ada hentinya. Jari lentik nan indah tersebut dengan setia bergerilya mengacak rambut sang dominan ketika dirinya mendapatkan kenikmatan sendiri. Bibir tipis merah mudanya yang menggugah gairah tenggelam diantara belahan bibir tebal sang dominan. Erangannya semakin mengeras seketika dirinya merasakan sepasang telapak tangan meremas kuat bongkahan pantat sintalnya. Ia tidak menolak semua ini. Byun Baekhyun tidak pernah menolak apa yang dilakukan Park Chanyeol terhadap dirinya, sama seperti yang mereka lakukan sekarang ini. Ia melepaskan tautan bibir mereka seketika merasakan telapak tangan Chanyeol meremas lembuh dada kirinya, membuat dirinya merintih kenikmatan.

" eunghh.."

" sebut namaku sayang"

" eunghh..c-chan.."

" ya seperti itu sayang"

Kembali bibir kissable milik Park Chanyeol berlabuh indah pada leher gadisnya. Titik sensitive Baekhyun yang paling ia favorite setelah payudara tentunya. Ia tidak tahu kenapa dirinya bisa menerjang Baekhyun seperti ini. Merobek kain yang melekat pada tubuh mungil calon istrinya dilanjutkan mencium keras bibir tipis merah muda gadisnya. Yang ia ingat hanya ketika dirinya memasuki kamar, ia melihat Baekhyun tengah berdiri dibalkon dengan pakaian tipis yang sebenarnya ia ragu untuk mengatakannya sebagai pakaian tipis. Dan gairahnya tidak bis dikontrol seketika Baekhyun melemparkan senyum manis dan menggoda kepadanya. Ia yakin jika ia tidak langsung menyentuhnya ia akan segera dilarikan kerumah sakit.

Menghisap keras bak vampire kehausan diikuti dengan jilatan sensual yang mana membuat Baekhyun merasa diujung kenikmatan. Dan jangan lupakan remasan kedua tangannya pada payudara dan pantat sintalnya membuat Baekhyun benar-benar basah seketika. Chanyeol berhenti, ia menatap wajah manis nan cantik calon istrinya tersebut. Ia bisa melihat bahwa masih tersisa gairah yang terpendam sama seperti dirinya. Namun dirinya berjanji tidak akan melakukan lebih sebelum mereka resmi menjadi sepasang suami istri. Ia hanya berani menyentuh dan membawa Baekhyun pada kenikmatannya.

Chanyeol tersenyum ketika dirinya mendapati Baekhyun membuka matanya dan menatap dirinya. Matanya berganti menutup mencoba merasakan betapa lembutnya tangan gadis mungilnya. Tangan yang hampir setiap hari digunakannya untuk memukul orang-orang, mengingat bahwa calon istrinya tersebut seorang ketua gangster.

" kau tidak lelah?"

" aku tidak pernah lelah jika bersamamu sayang?"

Baekhyun merona.

Baekhyun tersenyum manis.

Dan sebentar lagi Chanyeol akan segera terserang diabetes mendadak karena senyum manis Baekhyun. -_-

" apa harimu menyenangkan?"

" tentu saja. Menggosip ditengah pelajaran bersama Luhan, Kyungsoo dan Suga. Mengikuti Kyungsoo mendata anak basket. Dan mengejek Taeyoung hitam jelek. Itu adalah kesenangan tersendiri"

Chanyeol terkekeh pelan mendengar penuturan Baekhyun. Ia tahu jika tingkah gadis mungilnya ini tidak jauh dari hal berbau nakal dan terkesan buruk. Ia bahkan tidak menyangka kenapa gadis mungilnya ini dengan sifat menyebalkan dan terkesan blak-blakan membuatnya banyak sekali disukai.

" jangan mengatai Taeyoung jelek terus- menerus, kasihan dia"

" tapi itu fakta jika Taeyoung jelek"

" dia tampan dan keren dear"

" tapi tidak setampan dan sekeren Park Chanyeolku"

Lagi-lagi ia terkekeh mendengar ucapan Baekhyun secara blak-blakan dan terkesan polos. Gadisnya ini selalu bisa membuatnya tertawa lepas dengan perkataan polosnya. Ia merengkuh tubuh mungil Baekhyun dan menenggelamkannya didada bidangnya.

" tidurlah. Aku akan memelukmu sampai esok"

Dan Baekhyun menuruti Chanyeol untuk segera memejamkan matanya. Mengecup bibir kissable calon suaminya sebelum dirinya benar-benar terlelap. Chanyeol tersenyum dan dirinya menyusul gadis mungilnya untuk memejamkan matanya.

TBC

Akhirnya selesai juga chapter 3/ucap hamdalah/

Hai hai masih ingat aku tak? Masih sayang aku tak/plak/masih cinta aku tak/plak plak/ canda ya guys hehe. Seperti biasa review nya guys. Makasih kalian yang udah baca yang udah review dan yang udah favorite ceritaku. Makasih kalian yang udah mau nunggu cerita abal abalku ini yang masih jauh dari kata bagus hehe. Aku sedikit kecewa sama review yang menurun. Chapter satu lalu reviewnya udah bagus sampe dua puluh tapi chapter selanjut Cuma hampir mencapai 10 lebih sedikit/? Tolong untuk chapter selanjutnya jangan lupa ninggalin jejak ya. Entah itu kritik saran atau usulan aku terima kok. Aku kan juga butuh suara kalian. Oh ya untuk yang udah follow instagram aku tolong mention aku ya, aku ngga tau siapa aja yang follow aku soalnya hp aku baru bener dari mogok nyalanya -_- yang belum atau pengen kenal dan tahu jadwal publis ff ku langsung aja follow ig: fakobey_ btw aku baru aja ganti uname ya sebelumnya uname aku byunie_na. nah, bagi yang masih bingung manggil aku gimana cukup panggil aku 'Bian' aja/ngga nyambung/ waks:v

Jan panggil aku author kesannya formal banget gitu. Oke guys tunggu cerita kelanjutannya ya jan bosen bosen nunggu:v

MINE TO REVIEW