Note: $...$ [berarti mereka melakukan percakapan menggunakan bahasa latin yang tidak diketahui oleh manusia, anggap aja ini bahasanya para dewa dan dewi]

x

17 tahun yang lalu..Di antara dunia hidup dan mati, Limbo nama tempat itu..

Tampak seorang wanita yang sedang hamil tua berbaring di atas tanah yang lapang. Ia nampaknya sedang tak sadarkan diri.

Dimana aku sekarang??Mengapa tubuhku tak bisa bergerak??

Wanita itu akhirnya tersadar, dilihatnya keadaan sekitar dengan kedua buah bola matanya, walau tubuhnya kaku tak bisa bergerak, kepalanya masih bisa ia tengokkan ke kanan dan ke kiri, ke atas dan ke bawah untuk melihat keadaan sekelilingnya. Ternyata di sekelilingnya hanya tampak remang-remang, tidak terang juga tidak gelap.

Ia pun kemudian mengedip-ngedipkan matanya, ia seperti melihat bayangan hitam di kejauhan, yang semakin lama semakin membesar dan jelas. Bayangan itu hitam gelap dan berjalan semakin mendekat ke arah dimana dirinya sedang berbaring di atas tanah.

Who are you??

Kata wanita yang masih berbaring itu kepada sesosok hitam yang berdiri menjulang dalam jarak sekitar 13 meter dari arah wanita itu berada.

I am Death.

Mau apa kau ke sini?? Dan mengapa tubuhku tidak bisa bergerak??

Supaya kamu tetap diam dan untuk memudahkanku mengambil nyawa yang ada di dalam perutmu itu.

Seperti tersadar apa yang tengah terjadi di dunia nyatanya, wanita itu pun kemudian berteriak untuk memberontak.

No!!! Tolong ampunilah bayiku, spare him!! Jangan ambil nyawanya.. beri dia waktu lebih, beri dia umur lebih.. beri dia kesempatan untuk hidup bernafas di dunia ini..

Wanita itu pun memohon dan memohon, tampak matanya yang memulai memerah menahan air matanya yang ingin dikeluarkannya. Mata wanita itu mulai berkaca-kaca.

Dia ditakdirkan untuk mati.. dia tidak ditakdirkan untuk hidup..

Apa dia akan hidup di dunia lainnya jika ia tidak hidup di dunia ini??

Tidak keduanya. Dia akan dimusnahkan. Dilenyapkan. Dia adalah sebuah kesalahan.

Apa!! Mengapa!!? Apa salahnya?? Tolong.. Jangan lakukan ini!!

Wanita itu pun tak lagi dapat membendung air matanya. Setetes demi tetes air mata jatuh dari kedua buah bola matanya.

Kau tidak seharusnya melahirkan dua orang anak, di dunia ini kau ditakdirkan hanya punya seorang anak saja.

Tolong lah.. biarkan bayiku hidup.. ijinkan bayiku hidup..Suaranya pun yang tadinya jernih menjadi parau, sesekali terdengar sesenggukan di antara tangis dan perkataannya.

Kau melawan takdir..

No.. Please!! Aku akan lakukan apa pun.. tapi jangan dengan bayiku, dia tidak bersalah.. bawalah saja aku.. Jangan bayiku..

Ia menatap lekat-lekat sesosok wajah yang tertutup oleh tudung hitam yang dipakainya. Berharap kalau Death dapat memberikan rasa iba kepada bayi yang masih berada di dalam rahimnya itu.

Aku tidak menginginkan nyawamu.. Aku menginginkan nyawa bayimu..

Apa itu tidak bisa ditukar?? Ambil saja diriku tapi tidak dengan bayiku..

Walaupun berkali-kali penawarannya sudah ditolak, ia tak akan menyerah. Demi anaknya apapun ia berikan, sekalipun nyawanya sebagai gantinya.

Sesosok hitam itu pun mendekati wanita itu, tidak mempedulikan kata-kata yang dikeluarkan olehnya. Berjalan mendekat dan mendekat kemudian tangannya masuk menembus, mengambil sesuatu dari dalam perut wanita itu secara transparan. Tangannya pun keluar bersamaan dengan seorang bayi yang tengah tertidur. Death pun menggendongnya, kemudian mengusap-usap wajah bayi itu dengan tangan putih pucatnya dan berkata,

Bayimu.. jika dia hidup, akan membawa kematian demi kematian di setiap ia tumbuh semakin dewasa dan dewasa.. sifatnya tidak akan normal seperti manusia pada umumnya.. dia berbeda, dia adalah suatu kejanggalan dan keanehan yang sudah sepantasnya untuk dimusnahkan.. dia ditakdirkan untuk mati memang karena adanya suatu alasan..

Meski begitu, wanita berambut merah itu tetap tak bergeming. Ia masih berusaha memberontak, memaksa agar tubuhnya bisa bergerak, menurut oleh apa yang diinginkan oleh otak dan pikirannya. Tapi walau wanita itu sudah berusaha dengan sekuat tenaga, hasilnya tetap nihil.

Kalau kau sudah mengetahuinya sebelumnya, mengapa kau tidak mengambilnya dari awal?? Mengapa kau mengijinkan dia tumbuh di rahimku selama ini?? Mengapa harus sekarang?? Mengapa tidak dari awal saja kau mengambilnya?? Mengapa tidak dari awal sebelum aku begitu mencintainya?? Aku begitu menyayanginya sekarang dan aku tidak peduli!! Aku tidak akan rela!! Tidak sedikit pun!!

Ia hanya bisa berkata-kata dan meminta penjelasan mengingat sekarang hanya itulah yang bisa ia lakukan. Lebih baik ia melakukan ini dari pada diam menerima takdir dan tidak melakukan perlawanan sama sekali.

Melihat Death yang akan pergi menghilang dengan membawa bayinya, seperti mendapat sebuah kekuatan yang entah darimana datangnya, wanita itu pun akhirnya bisa menggerakkan tubuhnya. Dengan sekuat tenaga dan pantang menyerahnya, ia kemudian menahan Death untuk pergi dari tempatnya. Walaupun wanita itu tidak bisa berdiri, tapi wanita berambut merah itu bisa merangkak dan berhasil memegang kemudian memeluk ke dua belah kakinya.

Tolonglah!!

Wanita itu memohon untuk sekian kalinya. Di pegang dan di genggamnya erat-erat kakinya itu agar Death tidak bisa kemana-mana.

Damn Stubborn Woman!! Menyingkirlah!! Singkirkan tanganmu itu dari kakiku!!

Death berusaha melepaskan genggaman erat tangan wanita itu dari kakinya.

Tidak Akan!!! Kalau kau memaksa mengambil bayiku!! Ambil juga diriku!! Aku tidak akan berpisah dengan bayiku secepat ini.. bawa aku dan bawa bayiku atau tidak sama sekali!!

Wanita itu pun tetap tak melepaskan genggamannya dan dia malah berteriak makin keras dari sebelumnya.

Troublesome Woman!! Bukan sekarang saatnya dirimu untuk mati!! Ini belum waktumu!!

Bayiku adalah bayiku.. Anakku adalah anakku.. aku telah mengandungnya selama 9 bulan.. entah dia monster atau pun iblis sekali pun aku tidak peduli.. dia telah tumbuh berkembang di rahimku.. apa pun itu tolong ijinkan dia hidup jika kau tidak menginginkan diriku untuk ikut mati bersamanya.. biarkan aku merawatnya.. biarkan dia melihat dunia.. tolonglah.. Please!!

Kau tidak akan menyesal??

Buat apa aku menyesal??

Karena yang ditakdirkan untuk mati haruslah tetap mati. Jika dia hidup, maka yang ada keseimbangan akan terganggu. Garis takdir akan berubah, dan itu akan mempengarui semua yang hidup di dunia ini. Takdir mereka, garis tangan mereka, dan ikatan benang merah mereka. Semua tidak akan berjalan sesuai dengan semestinya. Semuanya akan berubah dan ketika mereka semua berubah maka takdir dunia ini juga akan berubah.

Aku tidak akan menyesal, tak peduli apa pun itu konsekuensinya, aku tetap mengiginkan anakku untuk hidup. Titik!!!

Mendengar perkataan wanita itu, Death pun menggerutu. Dan ia masih tidak mengubah keputusannya.

Dasar Egois!! Wanita Keras Kepala!!

Melihat Death yang tak bergeming dan masih bersikeras membawa bayinya itu pergi dari sisinya, wanita itu pun tak kehabisan akal..

Life!! Where is Life!! I want to see Life!! Jika kita berdua tak bisa selamat, aku ingin menukar nyawaku, hidupku, dengan nyawa dan hidup bayiku. Aku ingin dirikulah yang mati jangan bayiku. Aku ingin adanya pertukaran jika diantara kami hanya bisa selamat salah satu. Aku ingin bayiku yang diselamatkan jangan diriku. Aku ingin bayiku bernyawa. Life, where are you!!

Wanita itu pun berteriak sekencang yang ia bisa. Dan ia pun berusaha mempercayai semua apa yang dikatakannya. Kalau ia percaya dan yakin maka yang dipanggilnya pasti akan bisa mendengarnya.

Damn Woman!! Tutup mulutmu!! Apa yang kamu lakukan!!?

Tanpa wanita itu sadari, yang barusan di lakukan oleh wanita itu membuat Death pucat pasi seketika.

Tentunya aku memanggil Life. Jika ada Death di dunia ini pasti juga ada Life. Semuanya hidup dengan berpasang-pasangan, berdamping-dampingan, tak ada yang hidup sendirian di dunia ini, begitu juga dengan dirimu. Jika ada kematian pasti ada kehidupan, aku tak ingin bayiku mati, aku menginginkannya untuk hidup, jadi aku memanggil Life!!

Benar apa yang dikata oleh wanita itu, tak berapa lama munculah sesosok putih dari kejauhan. Dia berjalan mendekat dan semakin mendekat, sosoknya yang tadi buram jadi semakin jelas.

$Hai Death!! Lama kita tak berjumpa. Tak menyangka aku akan menemukanmu di sini. Kau tahu aku sudah mencarimu kemana-mana untuk mempertanggung-jawabkan apa yang telah kau lakukan dua abad yang lalu.$

Kata Life dengan senyum memukaunya, walau ia tersenyum tampak keadaan di sekitarnya yang membeku dingin seketika. Berbanding terbalik atas apa yang terpampang jelas di raut wajahnya.

$Hehe Life.. Senang akhirnya bisa bertemu dengan dirimu. Kau sungguh perhatian sekali, sampai mencariku kemana-mana.$

$Aku tidak akan mencarimu jika kau tidak lari dari masalah Death. Gara-gara ulahmu, hingga kini Young Master Darkness melampiaskan kemarahannya kepadaku. Dia marah karena dia tidak mendapatkan jatahnya dari Master Light yang sedang badmood sampai sekarang ini karena hilangnya dirimu di sisinya Death!!$

$Well perlu dirimu tahu, aku tak lari dari masalah. Aku selama ini hanya berusaha memperbaiki apa yang tidak sengaja telah aku lakukan dua abad yang lalu. Berusaha memusnahkan apa yang harus dimusnahkan.

Tapi karena benda itu pecah berkeping-keping dan hancur menjadi bagian-bagian yang jumlahnya ribuan dan menyebar ke semua penjuru, aku harus mencarinya satu persatu dari universe satu ke universe lainnya hanya untuk memusnahkannya.$

$Well, kau seharusnya mengajakku, jadi kamu bisa menyelesaikannya dengan cepat dengan bantuanku. Dan aku tidak akan menerima kemarahan dari tuan mudaku. Aku bisa ikut lari bersamamu tahu. Huft!!$

$Maaf, aku hanya tidak ingin merepotkanmu Life..$

Life pun kemudian menyadari bahwa mereka tidak hanya berdua tapi lebih tepatnya berempat..

$Dan apa yang tengah kau gendong itu Death?? Kau tidak sedang mempunyai anak dengan orang lain kan selama kepergianmu itu??$

Mata Life memicing tajam, aura yang tadinya sudah tenang kembali mencekam.

$What??No!! haha.. tentu saja tidak Life,bayi ini hanya.. ehmm hanya..$

$Hanya apa?? Hanya hasil hubungan gelapmu bersama orang lain?? Siapa orang itu huh??$

Melihat ke arah bawah di mana seorang wanita masih sedang memegang salah satu kaki Death,

$Apakah wanita rambut merah ini huh Death??$

Melihat Death yang masih diam saja, Life pun menganggap bahwa reaksi Death membenarkan apa yang menjadi dugaannya.

$I see, you have a child with A MORTAL HUMAN!! SO SHAMELESS!!! I will not forgive you this time Death.. Say good bye for your Little Birdy Death.. Because it will like your name.. It will be dead very soon..$

Kata Life yang entah sejak kapan membawa sebilah pedang tajam yang siap memotong apa saja yang menghalangi jalannya.

$Bayi ini bukan anakku Life, dan wanita ini bukan kekasihku. Coba liat bayi ini..$

Kata Death yang kemudian menunjukkan bayi yang tertidur itu pada Life dengan memampangkannya. Tidak lagi menutupinya pada Life, walau agak susah dengan wanita yang masih tidak mau melepaskan tangannya dari kakinya itu. Ingin rasanya ia mengeluarkan kekuatan yang sebenarnya dan menendang wanita itu dengan kasarnya, tapi ia masih menghormati wanita ini. Karena yang dari tadi dilakukan wanita itu hanyalah melakukan perlawanan terhadapnya untuk melindungi anaknya. Dan ia menghargai semua usahanya. Mungkin ia akan merubah keputusannya pada takdir bayi ini.

$See, dia berambut kuning dan bergaris layaknya kumis kucing. Kulitnya juga tidak pucat sepertiku. Yang hanya benar dari perkataanmu adalah bayi ini memang adalah anak dari wanita rambut merah ini. Itu saja.

Aku tadi diam karena aku tak percaya kalau dirimu bisa merasa cemburu seperti itu. Berpisah denganku selama 200 tahun membuatmu menjadi seperti ini huh Life?? Kau sungguh telah berubah banyak.$

Life pun yang tadi penuh kemarahan dan kecemburuan akhirnya tersadar atas apa yang dirasakannya dan dilakukannya. Ingin rasanya ia membantah perkataan Death tapi ia memutuskannya untuk tidak melakukannya. Percuma membantahnya, Death juga tidak akan mempercayai bantahannya. Jadi yang dia lakukan adalah diam saja.

$Jadi sekarang kau yang hanya diam saja?? Apa aku juga harus mengeluarkan pedang dan mengancam untuk memotong burungmu itu Life??$

$Just Shut Up Death!! Iya aku akui kalau tindakanku tadi adalah tindakan yang bodoh, tapi jangan kau salahkan diriku kalau aku memikirkan yang tidak-tidak. Kau telah menghilang 200 tahun tanpa adanya kabar, tentunya jangan salahkan aku yang menganggap perasaanmu sudah tak seperti dulu. Tindakanmu membuatku meragukanmu Death.$

Death pun tampak memikirkan sesuatu sebentar dan setelah memutuskan mengenai sesuatu itu, ia pun mengangguk-anggukan kepalanya tanda ia telah menyetujui suatu keputusan. Death pun kemudian menundukkan kepalanya melihat wanita itu.

Kau mendapatkan permintaanmu Little Human. Aku tidak akan mengambil nyawa bayimu ini. Setidaknya tidak untuk sekarang.

Death menaruh bayi itu kembali ke dalam perut wanita itu. Antara nyawa dan wadah kembali bersatu. Jantung bayi yang tadinya tidak berdetak di perut wanita itu kembali berdetak.

Dan wanita itu pun hanya bisa menatap bingung tak percaya, entah apa yang telah merubah pemikiran Death atas takdir bayinya itu. Tapi ia tidak berani menanyakannya karena takut jika Death akan merubah keputusannya.

Setelah selesai melakukannya, Death pun menengokkan kepalanya ke arah dimana Life berada.

$Hmm.. Percuma saja kalau aku hanya berkata-kata saja kan Life?? Jangan hanya suka memberikan janji tanpa adanya bukti, jangan suka berkata tanpa adanya fakta. Biar aku tunjukkan bagaimana aku telah menahan untuk tidak datang kepadamu dan melakukannya selama 200 tahun ini Life. Come here My Life, I will show you what Death will do to you!!$

Kata Death dengan tatapan penuh maknanya kepada Life, yang membuat diri Life menyesal untuk sesaat karena telah datang memenuhi permintaan wanita itu.

Death pun dengan sekejap menggendong Life dengan bridal-style sebelum Life bisa berlari pergi darinya. Ketika Death ingin bersiap-siap pergi dari Limbo bersama Life digendongannya,

$Tunggu Death!! Sebentar, aku ingin melakukan hal kecil ini dulu..$

Life menatap Death dengan tatapan Puppy no Jutsu nya. Death pun akhirnya merenggangkan gendongannya. Dan Life turun dari gendongan Death dan bergerak menuju wanita berambut merah itu. Life pun melakukan telepati kepada wanita itu agar Death tidak dapat mendengar perkataannya.

Little Human, berkat kau aku dapat menemukan Death. Dan karena kau adalah manusia pertama di dunia ini yang mengakui keberadaanku, maka anak bayi ini..

Kata Life sambil memegang perut wanita itu,

Aku memberkatinya, dia akan hidup selama dia menginginkan untuk hidup di dunia ini. Bahkan Death pun tak akan bisa menyentuhnya jika ia ingin mengambil nyawanya. Tadi ia bisa melakukannya tapi tidak dengan yang selanjutnya.With This Life giving him His blessing, so this baby will not get any sick or illness from now on.

Ketika mengatakannya dia pun menyeringai dalam hati. Ini adalah sebuah pembalasan atas apa yang telah dilakukan oleh Death kepadanya. Jika ia tak membalas perilakunya maka dirinya bukanlah seorang Life sejati.

Aku tahu siapa sebenarnya bayi ini Death. Dialah keping terakhir dari benda yang kau pecahkan itu. Seharusnya kau memusnahkannya seperti keping-keping yang lainnya tapi malah kau tidak melakukannya. Aku akan membuat hidupmu menderita dengan kelakuan bayi ini kedepannya.

Kau tak akan bisa memusnahkannya jika dia kedepannya membuat masalah Death, karena aku telah memberkatinya. Bayi ini hidup karena Death, tapi dia akan terus hidup karena Life.

Hidup akan menjadi menarik setelah ini. Dan Kematian akan mendapatkan masalah atas apa yang telah dilakukannya. Jadi tidak lagi Hidup yang selalu mendapatkan penderitaan dan cobaan, tapi Kematian pun juga.

Aku akan menunggu saat-saat waktu itu tiba. Dan yang aku lakukan hanyalah menonton Death menderita karena this little devil. He will create chaos. And he get my blessing for it.

Mengusap perut wanita itu untuk terakhir kali, ia pun bangkit dari tempatnya ia tadi terduduk. Kemudian menoleh ke arah Death.

Thank you Life, thank you so much!!

Ucap wanita itu di dalam telepatinya, matanya pun penuh dengan rasa terima kasih dan kekaguman.

Menengok lagi ke arah wanita itu berada,

You're welcome Little Human.. Aku memang hidup untuk 'menolong'..

Life pun memutuskan koneksi telepatinya kepada wanita itu dan kemudian mengeluarkan seulas senyum kepadanya.

Apa yang kamu lakukan Life??

Kembali menoleh ke arahnya,

$Nothing Death.. Hanya mengucap salam perpisahan, itu saja..$

Kata Life memasang wajah innocentnya kepadanya, mengedip-ngedipkan matanya ke arahnya dan memasang wajah uke terbaiknya.

Untuk sekarang yang perlu aku lakukan hanyalah bersabar diri menunggu hari itu tiba, pikir Life dalam pikirannya.

Death yang melihat hal itu langsung pergi sambil menggendong Life, hanya dengan sekejapan mata saja mereka langsung menghilang meninggalkan wanita itu seorang diri di Limbo itu.

Sepeninggal keberadaan Life dan Death, wanita itu merasakan kepalanya yang semakin pusing dan pusing. Keadaan sekitarnya seperti berada di dalam pusaran. Berputar dan berputar hingga pada akhirnya wanita itu pun terbangun, membuka kedua matanya untuk pertama kalinya setelah 9 hari ia telah tak sadarkan diri dari tidur komanya di dunia nyatanya.

"Ku-Kushina, akhirnya kau bangun juga.."

Kata seorang pria berambut kuning berwajah tampan yang selama wanita itu masih koma, selalu duduk di sisinya, menemani wanita itu di sampingnya setiap saat dan setiap waktu.

PS: Rekor terbaru.. Yayy!!! 2500 san kata.. Hohoho..\(ロ\)(/ロ)/)/)/)/