My Beloved Big Bro
Disclaimer: Not mine
Matahari muncul lagi menggantikan bulan, malam sudah berganti pagi. Aku menggerakkan tubuhku menuju kamar mandi. Aku harus bekerja. Kulihat bayangan yang terpantul di cermin. Wajah yang kuyu dengan lingkaran hitam di bawah mata. Beberapa hari ini aku kurang tidur dan penampilanku sudah kacau. Aku membilas diri.
Pukul tujuh lebih ketika aku memulai sarapan, sendirian, sejak kejadian itu. Aku tidak lagi memaksa Changmin untuk makan bersama.
Aku mendesah. Rasanya seperti menderita semacam trauma ketika aku melihat adikku dari ayah yang sama denganku. Ingatanku kembali terlempar pada malam kejadian dimana ia memperkosaku. Aku menahan mual, bercinta dengan seorang pria tidak pernah terlintas sama sekali dalam pikiranku. Apalagi dengan Changmin, saudaraku sendiri. Tapi aku merasa tertampar ketika mengingat fakta bahwa aku juga menikmatinya. Aku mengutuk diriku sendiri karena hal itu.
Aku berangkat ke kantor sebelum Changmin bangun dari tidurnya. Akhir-akhir ini aku menghindarinya, ia juga sama sekali tak menampakkan diri di depanku. Aku berusaha fokus pada apa yang sedang kukerjakan, mencoba melupakan masalahku di rumah. Memforsir seluruh pikiranku untuk bekerja, tak menyisakan waktu luang sedikitpun untuk memikirkan hal lain. Apalagi Changmin.
"Kau baik?", Siwon bertaya padaku. Aku tidak menjawab bawahan yang juga temanku itu. Hanya memberinya tatapan frustasi.
"Mau minum?"
.
Bar ini ramai. Pantas menjadi salah satu yang terbesar di Seoul. Banyak orang yang sedang menari di lantai dansa, minum alkohol, maupun bercengkrama dengan sesamanya. Siwon mengambil duduk di depan meja panjang dimana bartender sedang sibuk meramu minuman di baliknya. Ia memesan vodka untuk mereka berdua.
"Kau sering kesini?", tanyaku melihat Siwon akrab dengan bartender dan beberapa pengunjung.
"Lumayan, akhir pekan atau waktu senggang"
"Oh,"
"Juga ketika sedang ada masalah sepertimu."
"…"
"Mungkin memang tidak membantu. Tapi, ayolah! Nikmati dan lupakan sejenak."
"Baiklah", aku mengangguk, mulai meneguk minumanku.
Beberapa gelas dan aku mulai menikmati suasana. Musik yang berdentum keras, para pengunjung yang menari liar, dan pria di sampingku yang menggoda wanita. Aku tertawa melihatnya menggombali si seksi berambut pirang. Tapi aku sedang tidak tertarik dengan wanita sekarang. Aku melepaskan dasi dan membuka tiga kancing ke mejaku, jasku sudah kutinggal di mobil. Aku kembali minum, minum, dan minum.
Siwon menarikku dari tempat duduk. Aku memandangnya tidak suka karena mengganggu kesenanganku dengan alkohol. Tapi sejurus kemudian aku tetawa, menghentakkan kepalaku seiring suara musik. Aku bergoyang, menggerakkan badanku bersama para pengunjung lain yang menggila. Seorang wanita meliuk seksi di depanku, tersenyum menggoda. Aku menari bersamanya, beberapa menit kurasa, sebelum dia pergi ke tempat lain. Begitu juga denganku.
Aku masih berada di lantai dansa ketika melihat Siwon sedikit menepi, bicara dengan seorang pria. Orang yang kukenal. Damn! Aku berbalik ketika pria jangkung itu berjalan ke arahku, melewatiku. Aku bisa merasakan bulu kudukku meremang ketika ia tak sengaja menyenggolku. Menjalarkan aliran tak nyaman pada seluruh tubuhku.
"Siapa?", tanyaku ketika Siwon mendekat.
"Changmin, pengunjung tetap bar ini."
Siwon tidak mengetahui hubungan kami. Aku melihat adikku duduk di salah satu sofa besar di tepi ruangan. Para wanita langsung mengerubunginya dengan membawa berbagai minuman. Aku mengalihkan pandang ketika ia berciuman dengan wanita di sampingnya.
"Dia itu penggila pesta", Siwon berkata. "Tapi beberapa hari ini dia tidak kelihatan, semua orang menanyakan keberadaannya"
"Dia terkenal?"
"Kau tidak tahu betapa populernya dia", dia tertawa. "Beberapa waktu yang lalu Jonghyun, pemilik bar ini, hampir membatalakan pesta yang diadakannya karena Changmin tidak datang."
"Kenapa begitu?"
"Semua orang tahu Jjong, pria muda yang liar dan bergairah. Kurasa Changmin berhasil menjinakkannya."
Aku memutar kepala, menatap pria yang masih saja dikelilingi banyak wanita. Bedanya, kini ada dua orang pria yang duduk dan berbincang dengannya. Mereka tertawa. Entah kenapa itu membuatku tidak suka, Changmin tidak pernah tertawa seperti itu di rumah. Tidak dengan aku berada di sekitarnya.
"Kudengar dia anak pengusaha hebat", Siwon bicara lagi.
"Kalau tidak salah, pesta Jjong sama dengan hari ketika kau menghubungiku. Waktu kau bilang sudah kembali ke Korea. Apa dia datang ke pestamu?"
"Kau tahu semua tentangnya?"
"Hampir,"
Aku menatap pria di depanku dengan alis terangkat. Dia mengangkat bahu, "Well, dia sudah seperti selebritis disini. Semua orang membicarakannya."
"Aku punya nomor teleponnya jika kau menginginkannya"
"Apa?"
"Kulihat kau tertarik padanya,"
Aku menggeleng, beranjak dari bar itu. Mengetahui tempat ini adalah teritorial Changmin membuatku tidak nyaman. Aku sempat mendengar Siwon berteriak ketika aku pergi.
.
Seingatku aku tidak minum terlalu banyak. Tapi matahari sudah tinggi ketika aku terbangun dengan tubuh pegal. Aku perlu minum banyak air putih untuk meredakan kepalaku yang sedikit berputar. Aku melangkahkan kakiku yang terasa berat menuju dapur. Bersyukur kamarku berada di lantai satu sehingga, tidak perlu jalan terlalu jauh.
Para pelayan itu sedang menyiapkan sarapan ketika aku sedang meneguk air dingin. Salah seorang dari mereka mendekatiku.
"Tuan Yunho, apa anda juga ingin makan pagi sekarang?" Aku menatap satu piring yang sudah tertata di atas meja.
"Tuan Muda sebentar lagi akan turun."
"Changmin? Apa dia selalu sarapan di jam seperti ini?"
"Menurut kebiasaan, Tuan Muda memang selalu seperti itu."
"Kebiasaan?"
"Tuan Muda selalu pulang dini hari, jadi beliau sarapan saat hari sudah siang. Sejak kedatangan tuan, tuan muda lebih sering berada di rumah dan makan bersama. Tapi akhir-akhir ini, kembali seperti semula."
"Beberapa hari ini..", ucapku menggantung. "Changmin, apa mood-nya baik?"
"Iya, Tuan Muda terlihat bersemangat seperti beliau yang biasanya."
"Biasanya?"
"Ah, maafkan saya. Tapi, saya lihat sejak kedatangan Tuan, Tuan Muda tampak, tampak kesal"
"Oh, begitu"
"Maafkan saya"
"Tidak apa-apa. Aku kembali ke kamar dulu, aku makan nanti saja."
.
Apa karena aku? Aku tahu Changmin tidak menyukaiku, sejak pertama kali aku melihat mata jernih itu, aku tahu. Tapi kami adalah saudara bagaimanapun juga. Aku menyayanginya, sebagai seorang kakak tentu saja. Bicara padanya, mencoba bermain bersama, berusaha seperti kakak-adik pada hubungan normal lainnya. Tapi, Changmin selalu menghiraukanku, ia terlalu membenciku.
Lalu apa dasar perbuatannya kemarin? Tidak, perasaan bencinya itu tidak berubah menjadi cinta. Bukan itu alasannya, aku bisa melihat rautnya penuh hasrat tapi bukan cinta. Kenapa dia membuat hal yang membuatku frustasi, sementara dia telihat senang.
Aku terhenyak. Sebegitu bencikah Changmin kepadaku? Hingga berbuat seperti itu. Membuatku merasa seperti semacam trauma agar tidak lagi mengganggunya. Jika dia ingin menyiksaku lahir batin, dia berhasil. Perutku serasa bergolak hanya karena melihatnya saja dan benar-benar menghindarinya.
Mungkin saat ini dia sedang tertawa seperti semalam. Menertawakan penderitaanku. Aku kesal, seharusnya aku marah padanya. Tapi, aku tidak bisa. Ada sisi diriku yang memaafkan sekasar apapun perkataannya. Bagian yang bagaimanapun juga kelakuan Changmin terhadapku, aku tidak akan bisa marah. Selalu seperti itu sejak dulu.
Termasuk apa yang sudah dilakukannya lebih dari dua bulan yang lalu. Aku sudah memaafkannya. Hanya saja, seluruh jiwa dan ragaku mengalami penolakan hebat. Tidak seperti biasanya, aku bisa langsung tersenyum setelah dia menjahatiku. Tidak untuk saat ini, aku perlu waktu merehabillitasi pikiran dan tubuhku.
Tapi, aku tidak akan membiarkan Changmin begitu saja. Tunggu saja Shim Changmin, aku tidak akan menyerah kalah darimu. Aku tersenyum.
-tbc-
a/n: spesial update buat yang galau karena gak bisa nonton SMTown,,, author baik, kaaaan? (enggaaak)
thanks to: KyuKi Yanagishita, reaRelf, akanehana09, Guesteu, okoyunjae, , SparKSomniA0321, Inez, Guest, song min ah, min, gdtop, Juusan Otome, Song Hye Kyo, MinKi Lie, hominluphyou, Daevict024, shin min hyo, homin charm, HoMin 'eL, Delicious Shim, Cha2LoveKorean, hominGirl, Vely #hug~
