.N.E.W.F.A.M.I.L.Y.

.

Sequel from

Bukan…bukan Seperti itu..

Harry Potter and his friend

belongs to

J.K ROWLING

"…jika kau sakiti Hermione, mempermainkan perasaannya, atau membuatnya menangis karena kelakuanmu, kau akan berhadapan dengan kami, dan akan kupastikan aku yang akan memburumu sampai keujung dunia!"

.

.

"Tak perlu sampai memburuku Weasley, jika aku melakukannya maka aku sendiri yang akan mengantarkan nyawaku untuk kau habisi."

.

.

BryThyaNa: Im so sorry Dear make you waiting too long, enjoy this one :D. Im really happy get your message :D, terimakasih.

Pixie Porsche : Terimakasih, saya simak betul masukannya, semoga yang ini lebih baik :D Thanks ya

Biiancast Rodith : yup, saya merasa demikian, (setelah diberitahu) maaf atas ketidaknyamanannya, semoga yang ini lebih baik :D, Thanks ya

Ratih :100 point untuk…. –err..Ratih mau masuk mana :p?-makasi ya atas atensinya, hope you can enjoy this one.

Redmaroon : Thanks :D , catatan untukku, jika aku berkenan? Jangan bercanda, saya justru berharap masukan tersebut, hmm begitu ya, ya ya I got it . sangat menyenangkan kamu suka dengan ff ini :), semoga yang ini mengalami perbaikan ya XD.

Shizyldrew: Makasi atas atensinya, semoga yang ini bisa dinikmati. :)

carra : Makasi atas semangatnya :D, masih ada typo ya, sorry for the inconveience . semoga kali ini sudah berkurang, Update cepat, akan selalu saya usahakan tapi tidak janji, selamat membaca.

DeeMacmillan: Thanks so much atas dukungannya, mungkin dengan dua chap ini bisa menebus dosa saya hhehe, hope you can enjoy this one.

NuriApriliya04 : Makasi Nuri, saya usahakan kilat, tapi tidak janji ya :D. heheh saya juga penasaran sama lanjutannya :p

AbraxasM : 100 untuk Slytherin :D, thanks atas kunjungannya, enjoy this one, mind to give another words?

rereristiana: Makasi sudah mau meluangkan waktunya, Ron? Haha saya juga heran kanapa dia bisa begitu, yup kira" seperti tinkerbell hanya beda warna.

Widarsi: Thanks atas waktunya, hehhe lihat kedepannya ya, saya rasa aka nada perubahan alur yang lumayan menohok heheh, iya setelah membaca ulang ternyata parah sekali. Maaf sekali atas ketidaknyamanan di chapter 3. Ada sedikit perubahan, tentu, tapi tidak terlalu banyak., sehingga bisa dilanjut ke chap 4 saja. Hhe

Tidakpenting: Bagaimana bisa? Reviewmu sangat penting untukku, itu seperti BBM yang sekarang sedang naik hahah, hmm semoga bisa dinikmati 2 chap ini, terimakasih.

Githa Aikawa : heheh aaa jadi merah,, makasi ya atas waktunya. Hmm soal manor, mungkin akan ada di 2 chap ke depan, tapi entahlah .. :D

addeltysh: roger, semoga yang ini dan kedepannya bisa lebih baik. Terimakaasih ya atas masukannya. Heheh itu sengaja, ntar akan ada permintaan Ify yang lain dan itu masih jauh, tapi, mungkin kamu akan sedikit terkejut dengan 2chapter ini. Semoga tetap seperti apaadanya. :D. terimakasih.

HallowRose: Hmm saya paham, dan saya sangat berterimakasih atas masukannya. Mulai sekarang saya akan berusaha untuk meminimalkan gado-gadonya. Kebiasaan lisan campur-campur, Karena kadang lebih simpel pake inggris, jadi terbawa di tulisan. Namun akan tetap ada beberapa kata yang saya rasa lebih nyaman pakai Inggris. Maaf atas ketidaknyamanannya. Hmm 2 chapter sudah nongol. Semoga ada peningkatan :D. thanks atas waktunya ya.

Rhikame: Chap 3 dan 4 muncul, baik :D saya sudah berusaha agar ada peningkatan. Semoga memang ada heheh J. Terimakasih ya R sudah meluangkan waktunya.

Saya memperhatikan dan menyadari pada chap kemarin saya merasa ada penggunaan author note yang berlebihan, typo ada dimana-mana, ketidakkonsistenan kata dan kalimat. Dan saya minta maaf atas ketidaknyamanannya dan terimakasih atas saran dan masukan yang membangun dari teman-teman semua. Itu sungguh berarti, kalian tahu yang membuat saya terlebih senang, kalian sungguh baik. Tidak ada kata-kata menjatuhkan, justru sebaliknya, membangun dan mendukung. Senang memiliki kalian :D. Beritahu saya apa yang ada di benak kalian :D.

You're my spirit.

.

Chapter 3rd

.

.

Setelah menyelesaikan beberapa kelas seperti ramuan, dan ramalan yang menyebalkan bagi Hermione dan makan malam tentunya, kini gadis itu sedang merebahkan diri di ruang rekreasi asrama ketua murid. Bersama partner sekaligus 'ayah' dari anak-anaknya tentunya, dan jangan lupakan Ify dan Lyph.

"Huh, ramalan macam apa tadi? Akan ada peristiwa besar yang akan membuat gempar Hogwarts? Melibatkanku? Sungguh konyol. Dari pertama aku memang tidak menyukai kelas ramalan, tidak masuk akal. Draco bisa kau bayangkan hanya gara-gara sebuah pola dari awan yang tidak dapat diprediksi haruskah aku mengisi sisa hidupku dengan kewaspadaan "Setelah datang yang baru, hanya akan ada kesedihan…." Huh, dia tidak berhak berkata seperti itu," ucapnya sewot sambil cemberut dan setelah itu membuka buku ramuannya dengan kasar.

"Mum, ramalan..hmm mungkin memang sedikit konyol, menggantungkan semuanya pada sesuatu yang tidak logis seperti pola teh, atau pola awan, namun biasanya 90% ramalan akan terjadi, dan kau akan kembali menjadi pencetak sejarah lagi," ucap Ify tanpa merasakan pandangan tajam menusuk yang dihadiahkan dari orang yang dipanggilnya Mum. Lyph menggelengkan kepalanya, seolah menyesali tindakan bodoh saudara itu.

Draco hanya terdiam, enggan mengomentari singa Gryffindor yang sedang marah. Berbahaya, terlebih melihat raut muka Hermione yang semakin mengeras setelah Ify berbicara. Ia lebih memilih untuk bagaimana jika peristiwa tak terduga yang terjadi di aula besar tadi sampai ke telinga 'mereka'.

"If, kau tahu hidupku sudah cukup susah dengan kebangkitan voldymoldy, dan aku tidak ingin menjadi pencetak sejarah lagi, dimasa yang akan datang, aku hanya ingin hidup tenang bersama keluarga kecilku," Hermione menggumam lirih dengan pandangan kosong, sampai tidak menyadari gumamannya didengar oleh ketiga orang selain dirinya.

"But Mum, kita bisa terkenal, jika kau menjadi sosok yang bersinar, keluarga kita akan dikenal Mum," ucapnya riang sambil berputar-putar.

"Dan kita akan jauh dari mereka Red," Lyph kini menghujami Ify dengan kata-kata dingin dan tatapan elang.

Seketika Ify berhenti dan kembali duduk dipundak Draco, ia termenung dan berkata lirih,"Benar..jika kalian terkenal, maka kalian akan sibuk dan tidak punya waktu untuk kami."

Ify kembali terbang dan berteriak ceria, "Mum dan Dad tidak boleh jadi terkenal, setelah selesai sekolah, bisakah kita tinggal dan hidup bahagia?" pintanya.

"If, kita bisa bicarakan itu besok ketika waktunya sudah tiba, sekarang yang harus kami lakukan adalah membuat tugas ramuan, bukan begitu Hermione?"

Hermione yang tidak siap menerima pertanyaan menjawab Draco dengan tergagap, "Aaa..benar..benar If, kita bisa merancangnya sesukamu setelah hari kelulusan, kau setuju Lyph?"

Lpyh memandang Hermione dengan pandangan yang tidak dapat diartikan dan secepat kilat ia menjawab pendek,"Hn".

"Baiklah, jadi apa itu Draught of Living Death?" Ify nampak berpikir keras sambil duduk di pinggiran meja.

Pletakk!

"Ughh Sly! Apa yang keu lakukan!?" teriak Ify dan mengelus kepalanya.

"Bodoh, kau mempermalukan keluarga ini Red."

"Apa maksudmu Bleu?

"Sebagai putri dari pasangan ketua murid yang paling pintar di Hogwarts kau tidak mengetahui tentang Draught of Living Death? Menggelikan," ucap Lyph enteng sambil mengangkat bahunya tanpa lupa melemparkan tatapan menghina.

"Heii, aku bukan maniak buku seperti kalian!" kini tubuh Ify lebih memerah. Draco dan Hermione yang menyadari perubahan udara di sekitarnya menjadi panas langsung melihat interaksi merah dan hijau.

"Whooaa, tenang Kido," ucap Draco menutup bukunya.

"Ada apa ini? Tadi kami dengar kalian hanya bergurau..kenapa kau menjadi marah If?" ucap Hermione lembut.

"Lyph..dia..dia bilang aku tidak pantas menjadi keluarga ini hanya karena aku..aku bodoh," kini sekeliling ruang rekreasi perlahan berubah menjadi dingin. Kedua remaja yang berperan sebagai orang tua itu tahu dari mana sumbernya.

"Heii! Aku tidak bilang seperti itu!," Lyph berubah warna jadi biru.

"Kau melakukannya! Bahkan kau memanggilku dengan nama belakangku, kau bicara seolah aku tak pantas berada disini!" teriak Ify tak kalah sengit, ia memancarkan sinar terang berwarna merah dari tubuhnya, dan udara disekitar mereka berubah lembab.

"Kau yang terlalu bodoh tidak dapat memahami perkataanku Red…aku.."

"Naahh, kau baru saja mengatakan bahwa aku bodoh, kau menyebalkan Bleu, kau bicara seolah-olah kau yang…"

"CUKUP! Hentikan sekarang juga Slyphorion RaDrysttiva Bleu dan Ifritya Undiora Reddist!"

Kedua XieLf tersebut langsung menegang melihat Draco berteriak termasuk Hermione, perlahan suhu udara disekitarnya kembali normal.

"Kemarilah," ucap Hermione lembut kepada keduanya yang kini menundukkan dan Lyph segera duduk di pangkuan Hermione, menghadap Draco.

"Kalian adalah saudara, kalian tidak sadar tindakan kalian dapat menyakiti satu sama lain?"

"Tapi Dad.. Lyph yang.." Lpyh melirik tajam kearah Ify yang tidak memperdulikannya.

"Aku belum selesai nona, jangan potong perkataanku!" bentak Draco. Hermione terkejut dengan sikap Draco, baru pertama ia melihat pemuda berambut pirang itu seperti ini. Hermione menghela nafas hendak bicara.

"Kau juga, jangan membela mereka dengan sifat patriotmu Granger," Hermione mendengus mendengar perkataan Draco, ia pun mengurungkan niatnya.

Draco yang semula berdiri kembali duduk dan menatap lekat keduanya yang terduduk di pangkuan Hermione.

"Lihat aku," keduanya tidak bergerak seinchi-pun."Lihat aku Slyphorion," Lyph dengan enggan melihat kearah Draco, menatap lurus kelabu yang kini diwarnai dengan rasa marah dan kecewa. Draco mengedarkan pandangan kearah Ify, "Ifritya Undiora Reddist!," dan Ify pun menatap takut kearah Draco.

Draco menyandarkan punggungnya, menatap Ify dan Lyph bergantian, menghela nafas sebelum mulai berbicara, "Kalian mengerti apa yang dimaksud dengan keluarga ?". Keduanya masih terdiam melihat ini Hermione tidak tahan, "Malfoy..kau terlalu.."

"Hermione, -ucapnya dengan lembut dan memandang Hermione penuh keyakinan- tolong..,"

Hermione menghela nafas, "Huuh..baiklah, kalian dengar yang dikatakan Dad bukan? Kalian tahu apa arti keluarga?"

"Keluarga, adalah orang yang hidup bersama dalam susah maupun senang, keluarga tidak akan saling meninggalkan satu dengan yang lain," Lyph membuka mulutnya. Sedangkan Ify hanya menggeram melihat sikap Lyph yang menurutnya mencari perhatian Draco dan Hermione.

Menyadari tatapan Ify, Lyph menambahkan beberapa kata kepada Ify melalui kemampuan telepatinya,"Kau tidak perlu marah seperti itu If, aku tidak sedang mencari perhatian Mum dan Dad, aku hanya ingin semua cepat berakhir."

Draco tersenyum tipis dan berkata," Kau benar Lyph, namun belum sepenuhnya benar." Lyph melebarkan iris hijaunya, sedangkan wajah Ify tetap datar, sedangkan reaksi Hermione hanya memasang senyuman tipis.

Draco memasang muka serius, namun dalam setiap perkataannya sarat makna dan terdengar sangat lembut, "Keluarga, tidak hanya sekumpulan orang yang memiliki atau tidak memiliki ikatan darah yang hidup bersama dalam suka dan duka. Tidak hanya tidak akan saling meninggalkan satu dengan yag lainnya. Keluarga itu saling memahami, saling membantu, memaafkan, dan tidak merendahan satu dengan yang lainnya. Saling menutupi kelemahan dari anggota yang lain, dan tanpa ragu saling membenarkan ketika anggota yang lain mengambil jalan yang salah –Draco memandang lembut kepada Hermione-."

Entah kenapa timbul semburat rona merah di pipi Hermione ketika menyadari tatapan lembut Draco. Ify dan Lyph hanya termenung, menundukkan kepalanya dan berusaha memaknai kalimat panjang milik Draco.

"Apakah kita ini benar-benar keluarga? Kita bahkan memiliki nama belakang yang berbeda," gumam Ify yang terlampau keras. "Hn," tanpa banyak waktu Lyph hanya menganggukkan kepalanya menyetujui celetukan Ify.

"Family's name, eh? Bagaimana Hermione?" ucap Draco dengan nada menggoda tanpa melepas seringainya. Lyph dan Ify sontak menengok ke wajah Hermione, dan Hermione tertawa kaku," Eh..he kalian benar menginginkannya?" Kedua XiElf mengangguk antusias.

Hermione menatap pria bersurai platina yang berada di depannya, gesture-nya terlihat menyebalkan, setidaknya itu yang ada di pikiran itu menyandarkan badannya, menyilangkan kakinya dan tangan kanannya memegang dagu runcingnya tanpa pernah menghentikan kebiasaan menarik ujung bibirnya sedikit keatas.

"Malfoy," "Granger," Kedua orang dewasa itu kini berucap berbarengan. Kini keheningan menyelimuti ruangan itu.

"Dengar Granger.."

"Tidak! kau dengarkan aku Malfoy..suka atau tidak, mereka adalah Granger!" ucap Hermione seolah itu keputusan final.

"Whooa, tunggu akulah suamimu,-Hermione memutar bola matanya- aku adalah ayah dari mereka –sambil menunjuk Lyph dan Ify- benar begitu kan ?"

Ify dan Lyph mengangguk cepat."Jadi, mereka harus memakai Malfoy, termasuk kau," imbuh Draco sambil mengedipkan mata.

"Tidak! Dengar Malfoy, kau ikuti peraturanku dan semua akan baik-baik saja," ancam Hermione.

"Huh, keras kepala, jika begitu selesaikan dengan sebuah permainan yang akan aku tentukan. Akan lebih adil bagi kita, yan terbaik yang menang?" Draco berdiri dan meletakkan kedua tangannya ke bantalan sofa Hermione. Gadis bermahkota cokelat itu kini terpenjara di kedua lengan Draco dan sandaran, XieLf yang semula duduk di pangkuan Hermione sudah berpindah di atas sandaran sofa Hermione yang tersenyum melihat kejadian yang 'menarik' itu.

"Kenapa harus kau yang menentukan? Itu tidak adil!" protes Hermione.

Draco memajukan wajahnya sehingga wajah mereka sangat dekat, Hermione dapat merasakan hembusan nafas Draco,"Ambil atau tidak?, kau ingin buat mereka sedih?" Draco sengaja memanfaatkan sifat baik hati Hermione, dan sepertinya ia akan berhasil.

Hermione berpikir sejenak, memalingkan wajahnya karena ia tidak ingin hazelnya bertatapan dengan manik kelabu itu lama-lama.

"Takut? Tak kusangka seorang Gryff.." Draco berusaha memancing Hermione.

"Siapa bilang? Baiklah kuterima tantanganmu," Hermione tidak menyangka akan cepat sekali terprovokasi oleh Draco 'bodoh' rutuknya dalam hati. Hermione benar-benar menyadari bahwa hanya Draco yang mampu memunculkan sifat kompetitifnya.

"Baiklah," Draco berdiri dan berjalan menuju arah perapian, ia memikiran permainan apa yang tidak akan bisa dimenangkan oleh Hermione. Dan ..

"Aaaa, kemarilah," ucapnya sangat menggoda.

Hermione sebenarnya enggan menuruti permintaan Draco, hanya saja harga dirinya kini sedang dipertaruhkan, bagaimana mungkin ia mengalah. Apapun yang terjadi ia harus menang. Kini keduanya sudah berhadapan di depan perapian yang juga merupakan pintu jaringan floo itu.

Draco kembali menyeringai ketika keduanya berhadapan, dan jujur kali ini Hermione merasakan perasaan yang tidak mengenakan. "Kalahkan aku dalam satu ciuman," ucapnya enteng dengan wajah yang 'nakal'. Hermione membulatkan irisnya tidak mundur selangkah sebelum berteriak keras,

"Kau gila Ferret, apa-apaan ini, apa otakmu sudah tidak waras? Dengar meski setelah memasuki tahun ketujuh kita sudah berteman bukan berarti kau bisa menyamakan aku dengan gadis bodoh yang mengantri untuk mendapatkan ciuman darimu."

"Aku tahu itu Granger," ucap Draco, kini dengan nada yang dingin.

"Lantas kenapa kau mengajukan permainan bodoh seperti itu?" desis Hermione marah.

"Mudah, karena aku tahu kau tidak akan menang dalam hal itu dariku," senyum tipis itu kini kembali di bibir Draco.

"Dan sepertinya memang, hahah kau harus rela Granger, mulai saat ini namamu adalah Hermione Malfoy heheh," Draco terkekeh kecil mendapati reaksi Hermione, dan dengan santai ia hendak meninggalkan Hermione yang masih mematung. Kedua anaknya hanya tersenyum, namun tidak melepaskan pandangan dari kedua orang tuanya yang beberapa menit lalu saling berargumen.

Baru beberapa langkah Draco menapakkan kakinya, langkahnya terhenti ketika sebuah tangan kecil menggenggam lengannya, secara refleks Draco memutar badannya menghadap Hermione. Seketika dunia terasa berhenti, Draco tak sempat mencerna apa yang terjadi karena terlalu terkejut. Bibir lembut Hermione mendarat kilat secara tiba-tiba di bibir Draco.

"Terkejut ah?" ucap Hermione singkat sambil menirukan seringai khas Draco .

"Kau tahu Ferret, aku tidak akan kalah, siap-siaplah mengubah namamu," dan tanpa memberi Draco kesempatan untuk membalas perkataannya Hermione melingkarkan kedua tangannya dileher Draco dan mulai mencium Draco dengan sangat lembut namun terkesan amatir.

Hermione Pov.

Damn, Ferret sialan, ia sengaja memprovokasi dan menetapkan permainan yang tidak mungkin akan aku menangkan. Setelah menyatakan bahwa aku harus rela menyandang nama Malfoy, dengan entengnya dan senyuman yang menyebalkan itu ia mulai melangkahkan kakinya.

Aku menggertakkan gigiku, mengepalkan kedua tanganku dan tanpa kontrol, aku mencegah kepergian musang itu, kejadian itu sangat cepat dan diluar nalarku, aku mencium Malfoy. Heii apa yang terjadi? Dengan cepat aku menguasai pikiranku lagi dan berkata, "Terkejut ah ?" ucapku sambil menirukan seringaiannya. Kulihat ia sangat terkejut, mungkin ia tidak menyangka aku akan menerima tantangannya.

"Kau tahu Ferret, aku tidak akan kalah, siap-siaplah mengubah namamu," tanpa memberikan ia kesempatan untuk menjawab, aku langsung melingkarkan kedua tanganku ke leher Draco dan memperdalam ciumanku. Bukan ciuman yang penuh nafsu, aku bahkan tidak tahu bagaimana menciumnya. Amatir memang, namun aku berusaha untuk melakukannya dengan lembut karena aku takut terjungkal lantaran harus berjinjit dan perlu waktu lama untukku merasakan pinggangku sudah dilingkari dua tangan milik Draco Malfoy.

Hermione Pov end.

Draco sedikit terhuyung ketika Hermione memulai ciumannya lagi, jujur, ia tidak siap karena tidak menyangka Hermione akan menjawab tantangannya. Namun dengan pengalamannya di masa lalu, ia sudah dengan cepat menguasai tubuhnya, merasakan ciuman dalam milik Hermione yang lucunya ia anggap masih sangat natural.

Draco pun melingkarkan kedua tangannya di pinggang Hermione, menjaga agar keduanya tetap mendapatkan keseimbangan, ia pun juga menundukkan sedikit wajahnya, mempermudah Hermione untuk menjangkaunya.

Awalnya Draco menikmati ciuman itu tanpa menuntut, namun begitu tangan Hermione mulai mengacak rambut belakangnya dan mengeluarkan desahan yang membuatnya risih, Draco mendorong tubuh Hermione hingga membentur tembok terdekat. Jangan salahkan dia, bagaimanapun dia hanya remaja yang sedang berada dipuncak produksi hormon.

Hermione terkejut, ia mencoba melepaskan ciumannya,

"Emmphh..Malfmmh..hentimmf," ucapnya tidak jelas karena Draco menolak untuk melepaskannya. Justru kesempatan itu Draco gunakan untuk menelusup lebih jauh.

Hermione membuka matanya dan membulatkan iris cokelatnya, bukannya berhenti, Draco malah semakin menjadi.

'Apa-apaan musang ini, seharusnya tidak begini..seharusnya aku yang mendominasi, aku tidak mau kalah begitu mudah,' ucap Hermione dalam hati.

Entah mendapat tenaga dari mana, Hermione membalikkan keadaan. Kini ia yang menekan tubuh pewaris Malfoy tersebut hingga posisi mereka terbalik. Hermione mulai berani menjelajah rongga mulut Draco, dan membuat pangeran Slytherin itu sedikit tersentak, Hermione tahu itu dan hal ini justru membuat Hermione semakin gencar.

"Eh.. eh.. he hehehe, kau kalah Malfoy," Hermione melepas ciumannya karena ia hampir kehabisan oksigen. Ia memutar tubuhnya dan akan meninggalkan Draco yang berusaha mengumpulkan oksigen. Baru beberapa langkah ia membalikkan tubuhnya, menyeringai dan," Aaa..bukan..bukan Malfoy, tapi Granger hahah,"

Bruuggh

Hermione terkejut, kini ia merasakan ada hembusan nafas Draco berada tepat di atas kepalanya. Ternyata Draco menyentak tubuh Hermione untuk bersentuhan dengan dada bidangnya, senyuman Draco mengembang sambil berkata," Kau kalah Dear…"

Belum sempat Draco melanjutkan, Hermione menyela tanpa merubah posisi," Bagaimana bisa! Malfoy terima saja kekalahanmu, kau tadi tidak berkutik sama sekali ketika aku menciummu," muka Hermione menghangat ketika mengatakan itu.

Draco meletakkan kedua tangannya di pinggul Hermione, membuatnya semakin dekat dengan tubuhnya hingga keduanya dapat merasakan panas tubuh lawannya.

Draco membisikkan sesuatu di telinga kiri Hermione, "Tidakkah aku bilang bahwa permainannya adalah "Kalahkan aku dalam satu ciuman" dan ssstt –Hermione hendak bicara- kau tahu, kau memang mengalahkanku, ciumanmu sungguh memabukkan, jika bukan aku pasti orang lain akan mengira kau adalah seorang pro. Namun sayang itu adalah ciumanmu yang kedua Granger..aaaa tidak Mrs. Malfoy, ciuman pertamamu adalah ketika kau menciumku dengan singkat sebelum kau berkata, "Terkejut ah?" –ucap Draco menirukan gaya Hermione- hahahha Dear, kau benar-benar lugu."

Draco berjalan kearah sofa hijaunya, meninggalkan Hermione yang terlihat merah padam karena marah. Hermione merasa sangat bodoh, kenapa ia begitu sangat sangat bodoh.

"If, Lyph mulai saat ini kita adalah Malfoy, bukankah begitu Mrs. Malfoy?" ucap Draco santai sambil membuka buku ramalannya sudah menghempaskan tubuhnya kembali ke sofa merahnya, Ify berputar putar sambil meneriakkan nama barunya, "Horeee Ifritya Undiora Reddist Malfoy, Ifritya Malfoy, Mum, terimakasih," ucap Ify sambil mendaratkan ciuman ringan di pipi Hermione. Hermione tersenyum, terlebih ketika Lyph duduk di bahunya dan memandang Hermione dengan senang.

Rasanya kekesalan Hermione sirna ketika melihat kedua makhluk kecil itu mendaratkan ciuman sayang kepada Hermione, Ify duduk di bahu Draco, dan Hermione kambali dengan bukunya lagi, begitu pula dengan Draco.

Beberapa saat berlalu tanpa terasa dalam keheningan, sampai suara Hermione memecahnya.

"Baiklah, aku akan tidur, sepertinya Ify juga sudah kelelahan," ucap Hermione sambil meletakkan bukunya dan mendekat menuju sofa Draco, mengambil Ify yang sudah terlebih dahulu tertidur dipangkuan Draco.

"Hn," balas Draco. Tanpa disadari Hermione, Draco mengikutinya. Ketika Hermione hendak masuk langkahnya terhenti oleh sesuatu. "Mau apa kau?" ucap Hermione ketus.

Draco yang sudah berdiri di depan Hermione hanya mengangkat bahu dan berkata, "Hanya mengucapkan selamat malam pad ku," Draco memberikan penekanan pada tiap huruf istriku, dan dengan secepat kilat ia mengecup bibir Hermione dan pergi dengan cepat menuju kamarnya. Hermione hanya bisa terkejut dan bergumam sepanjang jalan menuju tempat tidur, "Dasar Ferret sialan, jika bukan karena Ify yang sudah tidur, aku akan memaki dan melemparkan kutukan kepadanya."

Hermione meletakkan Ify perlahan, dan mengganti pakaiannya dengan piyama dan menenggelamkan tubuhnya dibawah selimut tebal merahnya.

Sedangkan dikamar seberang yang dominan dengan warna hijau, pemuda yang memiliki kulit pucat itu kini tengah bergelung dengan selimutnya. Tidak seperti Lyph yang sudah bisa tertidur dengan nyenyak sejak beberapa menit yang lalu. Draco masih tidak mengerti mengapa ia berani mengajukan permainan itu, dan Hermione meresponnya. Bahkan setelah itu Draco mengecupnya, dan ia senang melakukannya.

"Damn, apa yang sedang terjadi," pewaris tunggal Lucius Malfoy tersebut akhirnya merapatkan selimut tebalnya dan mencoba memejamkan matanya. Masih terganggu lantaran kejadian seharian, kini ia dikejutkan dengan suara burung hantu yang dikenalnya menabrak-nabarakkan diri di jendela kamarnya. Draco membukanya dan mengambil sepucuk surat yang dibawa oleh burung milik keluarganya tersebut. Setelah memberi biskuit, burung hantu tersebut pergi, Draco menutup kembali jendelanya dan segera merebahkan kembali di kasurnya, emblem huruf M yang ada pada surat itu kini rusak, dan Draco membaca dengan mata yang membulat sempurna. Ia yakin, malam ini ia akan bermimpi buruk, bahkan jika bisa memilih Draco akan memilih tidak tidur.

"Sialan," umpatnya kecil.

.

.

Son, Sabtu besok ajaklah Miss Granger berkunjung ke Manor.

With love,

Mum

.

.

.

To be Continued.

Terimakasih atas masukan teman-teman semua. Saya senang mendapatkannya. Itu berarti kalian perhatian dengan saya.

We never know that we made mistake if we never try do something, right?

-learning by doing-

Jadi, biarkan saya mengetahui apa yang ada di benak kalian.

Dan buat yang sudah mau baca dan reviews,

you dont know how much I am grateful.

Terimakasih atas dukungan kalian selama ini,

Pixie Porsche. Merrya Narcissa Bellatrix. Redmaroon. Ratih. Guest 3x. supertrapnew. Biiancast Rodith. Shizyldrew. carra. DeeMacmillan. NuriApriliya04. AbraxasM. rereristian. Widarsi. Shizyldrew. tidakpenting. Githa Aikawa. addeltysh. HallowRose. Rhikame. And silent readers.

Salam,

PL Therito

D.I.Y /Wednesday/8th august 2013