Hanya bisa memandang tanpa bisa memiliki. Perumpamaan tersebut sepertinya tepat untuk keadaan yeoja tersebut saat ini. Dari balik kemudi mobil mewahnya, yeoja tersebut nampak mengawasi atau lebih tepatnya memandang bangunan beratap didepannya tersebut. Yeoja tersebut mencekram kemudi mobilnya mencoba melampiaskan perasaan kesalnya. Entah keberapa kalinya dalam satu hari ini ia menghela nafasnya. Perasaan ragu megitu mendominasi hatinya namun terlintas kembali keinginannya memiliki sesuatu tersebut. Untuk beberapa saat ia hanya melirik ponselnya yang berada dibangku samping kemudinya. Antara ragu dan tidak, ia raih phonsel tersebut. Untuk beberapa saat hanya terdengar nada tunggu sebelumnya seseorang disana mengangkat panggilan tersebut.

"Park, aku setuju. Aku akan melakukannya. Besok kita lakukan konfrensi pers itu."

Tittle

DRAMA QUEEN

Main Cast:

Lee Sungmin

Henry Lau

Cho Kyuhyun

Choi Siwon

Rating : T +

Genre : Romance/Comedy/Hurt

Ps : FF rikues Author Sera Lee... Buat semua pemaksaannya aku ucapin makasih ^^ *terpaksa.

~~~~~~~~~~~~Drama Queen~~~~~~~~~~

Happy Reading~~

Chap 2 : Takdir yang dibuat

~~~~~~~~~~~Drama Queen~~~~~~~~~~~

Tak henti-hentinya blitz kamera menyorot dua insan yang tengah duduk berdampingan layaknya sepasang kekasih tersebut. Suara-suara jepretan kamera mendominasi ruangan seolah para reporter-reporter tersebut takut akan kehilangan moment itu. Keduanya masih diam seribu bahasa, tidak ada yang berani membuka suara terlebih dahulu sampai akhirnya salah satu pihak dari management mereka mulai membuka suara. Beberapa penjelasan mulai dilontarkan kedua pihak management mereka masing-masing. Sampai tiba akhirnya Kyuhyun mulai menggerakan mikrofon yang ia gengam dan mencoba bersuara. Dengan mantap, Kyuhyun raih jemari Sungmin dan kemudian menggenggamnya erat seolah tak ingin melepaskannya barang sejenak. Namja februari tersebut melirik Sungmin beberapa saat dengan tatapan yang tak bisa dimengerti.

"Aku mencintai Sungmin. Apa karena aku mencintai seseorang, haruskah aku berkata maaf?" Tuturnya penuh dengan nada serius. Sungmin melirik hampir tak percaya Kyuhyun akan berucap sedemikian. Kyuhyun kembali menatap Sungmin. Keduanya saling bertatapan, tatapan keduanya sulit diartikan. Kyuhyun tersenyum kilas sebelum melanjutkan kata-katanya,

"Karena hanya Sungmin yang aku inginkan. Mungkin ini terlalu mengejutkan untuk kalian (ELF) dan aku begitu melukai kalian. Kali ini aku meminta maaf atas ketidakjujuranku selama ini pada kalian. Aku hanya berusaha menjaga perasaan kalian."

Cahaya blitz semakin mendominasi, ini adalah saat dimana mereka tunggu. Yaitu pengakuan keduanya jika memiliki hubungan khusus. Sungmin menghela nafasnya, ia sedikit merasa lelah terus berwajah sendu seperti ini. Jika bukan karena kontrak 100 juta dollarnya, ia takan sudi bersanding dengan Kyuhyun. Terlebih lagi harus menjadi kekasih namja evil itu meski hanya didepan kamera sekalipun. Ya, setelah tertangkap basah oleh Kwangsoo keduanya memang tak mempunyai pilihan lain selain melakukan pengakuan palsu. Ditambah beberapa produser dan sponsor memberikan tawaran kontrak senilai 100 juta dollar asalkan keduanya mau melakukan settingan tersebut. Sebagai sepasang kekasih. Awalnya Sungmin menolak mentah-mentah dan tak berniat sama sekali menceburkan dirinya dilingkaran hidup Kyuhyun. Namun untuk beberapa alasan ia akhirnya harus membuang semua egonya dan menyetujuinya.

Suara riuh dan jempretan kamera semakin menjadi-jadi ketika Kyuhyun mengkahiri konferensi pers tersebut dengan mencium kening kekasih 100 juta dollarnya. Tak ingin membuang kesempatan, setelah mencium kening Sungmin cukup lama, ia kembali menundukan wajahnya dan menangkup lembut kedua pipi Sungmin. Mata Sungmin melotot tak percaya jika Kyuhyun berani menciumnya di depan publik seperti ini. Walau hanya sudut bibir saja yang terkena, tapi bagi Sungmin ini sudah suatu bencana baginya.

~~~~~~~~~~~~~Drama Queen~~~~~~~~~~

Other Side

"Aish perempuan ini benar-benar membuat ku kesal saja" Maki beberapa yeoja yang tengah melihat tayangan Live suatu stasion TV.

"Dia itu apa bagusnya, selalu membuat sensasi. Bagaimana bisa Kyuhyun menyukai perempuan semacam dia. Apa perempuan itu memggunakan sihir? Ah aku kesal" Umpat yeoja lainnya.

"Apa yang sedang kalian lakukan?" Suara bass itu berhasil mengintupsi kegiatan para yeoja tersebut. Buru-buru para yeoja berseragam rumah sakit tersebut menundukan kepala mereka, malu akan perbuatan sendiri. Menggunjing ditengah jam kerja.

"Maafkan kami, dok." Sesal salah yeoja tersebut.

"Jika ketua sampai tahu, kalian tidak akan selamat. Perhatikan sikap kalian." Ucap namja bertubuh tinggi tersebut dengan bijak dan sedikit memperbaiki letak kaca mata minusnya yang sedikit mengendur. Ketika yeoja berstatus perawat dan bertugas sebagai administrasi tersebut kembali menyibukan diri dengan mengecek beberapa data. Namun namja tersebut belum beranjak dari tempatnya. Bukan untuk mengawasi ketiga perawat tersebut, namun tanpa sengaja matanya menatap layar TV flat tersebut kemudian matanya seolah terhipnotis melihat sosok yeoja didalam TV tersebut. Entah kenapa namja bertubuh tinggi tersebut merasakan desiran aneh ketika menatap mata yeoja tersebut. Hatinya berkata seolah akan ada takdir diantara mereka.

"Dokter Choi~" Panggilan keras tersebut mampu menyadarkan dan mengalihkan pandang siwon dari layar TV. "Ne." Buru-buru ia membuang semua pemikiran konyolnya dan lebih memilih menghampiri rekan sekerjanya.

~~~~~~~~~~~Drama Queen~~~~~~~~~~

"Arggghhh...apa Cho itu bodoh! Kenapa dia berani mencium ku seperti itu." Umpat kasar Sungmin setelah konfrensi pers tersebut ia tak henti-hentinya memaki apapun yang berada didepannya. Nafas Sungmin mulai kembang kempis menahan amarah yang sudah meledak-meledak. Dan yang dilakukan Hongki sang manager dan Boomi hanya diam tanpa berani bersuara. Keduanya hanya menjadi saksi kemarahan Sungmin yang meledak-ledak dan tanpa segan-segan yeoja berwajah cantik tersebut sesekali membanting barang-barang yang terdapat diruangan khusus di kantornya yang sekarang berubah menjadi ruangan pribadinya. Semenjak penyerangan para Sparkyu, Sungmin tak berani kembali ke apartemennya. Ia lebih memilih tinggal didalam kantor managementnya, menghindari konflik dan ia berpikir jika kantor adalah tempat aman baginya saat ini.

Tok tok tok

Belum habis kemarahan Sungmin, seseorang datang tanpa diundang dan tanpa persetujuannya. Seseorang itu masuk seenaknya saja ke dalam ruangan pribadinya. Namja tersebut sedikit tercengang melihat keadaan naas ruangan tersebut seolah ruangan itu baru saja mendapatkan bom meledak didalamnya.

"Aku tidak ingin melihatnya Park!" Ucap Sungmin masih dengan nada amarah.

"Noona..." cicit Hongki. Namja pendek itu sedikit sungkan jika harus mengusir Kyuhyun mengingat hubungan kerja diantara mereka harus dijaga dengan baik.

"Kau tidak mendengar ku eoh" Entah kenapa seolah lepas kontrol, Sungmin meraih sebuah asbak yang berada dimeja terdekatnya dan tanpa sadar melemparkannya kearah Hongki.

Prankk

Terdengar bunyi pecahan beling. Asbak tersebut pecah, tepat disebelah Hongki. Meleset, ya meleset dan nyaris mengenai namja tersebut. Namun pecahan beling tersebut meloncat mengenai pipi Hongki. Setetes darah segar mengalir dari pipi tanpa jerawat tersebut. Hongki yang masih shock pun tak bergeming dan tak merasakan perih dipipinya. Ia bahkan tak mendengarkan Boomi yang berada disampingnya berteriak histeris karena refleks.

"Eonni-ya, kau keterlaluan!" ucap Boomi setengah terbawa emosi. Boomi langsung meraih bahu Hongki mencoba melihat luka dipipi namja tersebut. Hongki hanya diam dan tak bersuara. Namja tersebut menutupi luka dipipinya. Luka tersebut tak begitu parah, tapi entah kenapa hatinya berdenyut sakit. Ia memang sering mendapati sikap Sungmin yang pemarah namun ini beru pertama kalinya ia melihat Sungmin menyakiti orang lain dengan kemarahannya. Ia seperti tak mengenal Sungmin saat ini.

Demi Tuhan, Sungmin menyesal telah lepas kontrol seperti itu. Yeoja bergigi kelinci tersebut menggigit bibir bawahnya, dan memalingkan wajahnya.

"Kalian berdua, keluarlah. Sungmin, biar aku yang akan mengurusnya." Titah Kyuhyun mencoba mengurangi ketegangan di ruangan tersebut. Keduanya mengangguk setuju dan selang beberapa detik keduanya keluar dengan masih diam seribu bahasa.

"Pemarah. Tidak ada yang berubah. Semakin buruk." Sindir Kyuhyun mengena.

Kyuhyun berjalan mendekat kearah Sungmin. Sungmin benci ketika ia harus berhadapan langsung dengan Kyuhyun. Ia benci melihat wajah stoic tersebut. Ia benci mendengar suara bass Kyuhyun. Ia benar-benar membenci semua tentang Kyuhyun seolah-olah Kyuhyun bak virus berbahaya dalam hidupnya.

"Aku tidak ingin bicara denganmu." Ucap Sungmin dengan nada malas dan berusaha melenggang melewati Kyuhyun. Baru satu langkah Sungmin berhasil melewati Kyuhyun, namun Kyuhyun lebih gesit lagi mencekal lengan Sungmin hingga membuat langkahnya terhenti.

"Kau, melupakan fakta jika saat ini kau sedang berbicara dengan ku Sungmin-ah." Kyuhyun tersenyum merendahkan sambil mengangkat tangan Sungmin yang tengah ia cekal. Sungmin mencoba memberontak, namun sia-sia, Kyuhyun tak berniat melepaskan cengkraman tersebut dan malah semakin erat.

"Lepaskan Cho bodoh! Kau pikir kau berhak melakukan ini pada ku." Sungmin berteriak frustasi.

"Tentu saja, karena kau kekasihku Sungmin."

"Kau bermimpi Cho" Umpat kasar Sungmin. Sungmin kembali memberontak dan berusaha setengah mati melepaskan cengkraman tersebut. Kyuhyun semakin geram mendapati penolakan Sungmin, dalam sekali hentakan namja berwajah stoic tersebut mendorong Sungmin ke belakang hingga Sungmin merasakan jika pantatnya membentur meja. Yeoja tersebut terpojok dan tak bisa bergerak. Kyuhyun mencekram kedua tangannya.

"Semakin kau memberontak, aku akan semakin melakukan lebih Sungmin." Ancam Kyuhyun dengan sungguh hingga membuat nyali Sungmin sedikit menciut.

'Kau pikir aku takut pada mu eoh' umpat Sungmin dalam hati.

"Aku membencimu, Kyuhyun! Aku akan membencimu sampai kau menjadi debu!" Sungmin mengumpat sambil berteriak frustasi di depan wajah Kyuhyun. Kyuhyun menyeringai dan sedikit terkekeh.

"Benarkah ?"

"Brengsek mpptttt..." Dengan sedikit kasar Kyuhyun melumat bibir ranum tersebut. Semenjak pertema kali ia bertemu dengam Sungmin ia memang sudah membayangkan bagaimana rasanya bibir tersebut jika ia lumat. Sungmin memberontak sekuat tenaga agar Kyuhyun melepaskan ciuman tersebut. Tangannya yang satu bebas ia gunakan memukul keras dada Kyuhyun. Namun Kyuhyun tak memperdulikannya dan semakin menekan tengkuk Sungmin memperdalam ciuman mereka. Beberapa kali Sungmin mencoba menggelengkan kepala berusaha mengelak dari ciuman tersebut, namun Kyuhyun masih bersikukuh menekan tengkuk Sungmin agar tak mengubah posisi. Semakin dalam semakin membuncah amarah Kyuhyun dalam ciuman tersebut namun ia tak memungkiri jika bibir Sungmin begitu manis dibibirnya. Semakin memberontak Sungmin, Kyuhyun semakin menjadi-jadi mencium bibirnya. Sungmin tak lagi berusaha memberontak, mungkin tenaga yang tersisa tak lagi cukup untuk melawan. Sungmin merasakan pergerakan bibir Kyuhyun tak lagi sebrutal tadi dan menjadi melembut setelah ia tak lagi memberontak. Namja stoic tersebut melembutkan ciumannya dan melumat lembut bibir Sungmin. Sungmin hanya diam dan tak berniat membalas ciuman tersebut. Ia hanya diam memandang dingin dan amarah kearah Kyuhyun.

Kyuhyun akhirnya menyudahi ciumannya yang sepihak setelah merasa Sungmin tak lagi memberontak. Walaupun dengan berat hati ia melepaskan ciuman tersebut. Kyuhyun memandang penuh arti wajah Sungmin. Ia seolah ingin mencari sosok yang ia rindukan. Tapi yang ada hanyalah wajah Sungmin yang terlihat dingin. Kyuhyun tersenyum lembut sambil membelai kepala Sungmin.

"Aku pergi dulu." Sebelum pergi Kyuhyun mencium pucuk kepala Sungmin sekilas dan kemudian melenggang meninggalkan yeoja tersebut dengan semua kekacauan ruangan tersebut.

"Brengsek Cho~" umpat Sungmin lirih sambil meraba bibirnya yang nampak membangkak efek ciuman Kyuhyun.

~~~~~~~~~~~Drama Queen~~~~~~~~~~~

.

.

.

-To Be Continue-

Maaf di chap ini aku gk bisa bales ripyu satu". Aku ucapin terima kasih buat yang udah baca dan review. Welcome aja buat reader baru yaa. Jan lupa ripyunya ^^