3. Into You

Saat mobil kami terpakir dihalaman sebuah rumah yang berkuran 3 kali lipat milik rumah ku, Jimin dengan segera menarik tanganku dan Yoongi-hyung yang hanya bisa pasrah mengikuti keinginan mahluk mungil itu.

Dengan tergesa mengetuk pintu rumah yang besar itu, seorang wanita dengan pakaian casual membuka pintu, namun ditangannya tedapat sebuah botol yang bisa kupastikan Soju. Matanya tidak terfokus pada satu titik, namun saat matanya bersibobok dengan wajah cerah Jimin ia langsung menyambut kami dengan senyum atau bisa ku bilang, seringai.

"yo, chimmm~~ , kau datang eh ?", wanita itu berbicara dengan wajah memerah serta tambahan-tambahan nada yang tidak diperlukan. Jimin mengangguk antusias.

"tentu saja Noona, tidak mungkin kan aku melewatkan pesta, apalagi pesta Hoseok-hyung"

"Baiklah~~ kalian silahkan masuk", kali ini aku dan Yoongi-hyung berjalan masuk tanpa ditarik oleh Jimin yang terlihat sangat antusias. Kesan pertama yang aku dapatkan saat masuk kedalam rumah tersebut adalah mengejutkan.

Meskipun pesta untuk ukuran anak remaja ini tidak terlalu heboh, karena hanya anda murid-murid yang mabuk serta sibuk dengan permainan apa yang entah mereka mainkan. Ada sekitar 10 peelayan yang terlihat mondar-mandir menawarkan minuman yang memiliki warna dan penyajian yang menarik.

Rumah ini memiliki dua tingkat, namun dilantai dasar hanya berisi sofa-sofa dengan mini bar serta dipojok diruangan ada Dj yang memutarkan lagu entah apa, sepertinya sejenis electronic music karena aku tidak mengerti tentang music.

Ruangan besar ini penuh dengan para remaja yang sebagian besar bergoyang mengikuti aliran musik, sementara yang lainnya hanya bersantai sambil meminum minuman yang ditawarkan oleh pelayan.

Mataku memindai keseluruh ruangan dan saat itu lah aku melihat Taehyung-sunbae yang entah sedang bersama siapa asik berbincang, dia dengan orang tersebut terlihat akbrab karena dapat dilihat sesekali Taehyung-sunbae memberikan respon yang tidak dingin kepada orang tersebut.

Taehyung-sunbae terlihat sangat indah dengan rambut nya yang sudah berubah agak kepirangan, pakaiannya yang bergaya semi formal dan terlihat mahal. Matanya yang tajam menatap lawat bicaranya dengan seksama, bibir merah itu berbicara dengan gerakan yang entah kenapa terlihat sangat indah, sesekali lidah nakal itu menjilat bibir kemerahan itu.

Aku yang tidak sadar sudah kembali ditarik oleh jimin yang ternyata mendekati sofa yang sedang diduduki oleh Taehyung-sunbae, aku sedikit panik dengan tindakannya namun ternyata tenaga orang yang kecil seperti jimin tidak main-main.

"HOSEOK-HYUNG!", jimin berteriak memanggil, pria yang sedang sibuk berbicara dengan Taehyung-sunbae itu menoleh. Pria berwajah menarik itu lalu membuat senyum secerah matahari.

"eoh, Jimin-ie kau datang, kukira adik kelas kesayanganku ini tidak datang", ujar pria yang bernama Hoseok itu, sesaat setelah kami berada didepan mereka. Taehyung-sunbae hanya diam sambil menyesap minumannya, ia hanya menatap kami datar.

Tidak sengaja mata kami bersibobok dengan segera aku mengalihkan mataku dari matanya yang tajam itu.

"Tidak mungkin hyung, aku kan sangat menyangi hobie-hyungku"

"Dimana pacar dinginmu itu Jim ? biasanya dia sudah berjaga disekitarmu seperti bodyguard. Serta siapa pemuda manis dibelakangmu itu? Kau sudah putus dengan yoongi ?"

"Ya! Tidak mungkin aku putus dengan Yoongi-hyung, lagi pula Yoongi-hyung hanya sedang mengambil minuman, by the way, dia kookie murid baru dikelasku, pindahan dari cina"

"Hallo, Sunbae, Jungkook imnida", ujarku sambil sedikit membungkuk karena tadi jimin memanggilnya 'hyung' ada kemungkinan pria yang bernama hoseok ini adalah kakak kelas disekolah kami yang tidak aku ketahui.

"eoh, manis sekali kookie, kau bisa memanggilku hoseok saja, tidak usah terlalu formal terhadapku", jawabannya dengan senyum selebar secerah matahari itu membuatku kikuk karena wajahnya yang terlihat sangat bersinar.

"ne, sunbae-nim", yoongi sunbae kembali menghampiri kami dengan 3 gelas berisi minuman berwarna biru yang terlihat menggiurkan.

"hanya ini yang bisa kalian minum, ingat jim kau masih dibawah umur dan aku tidak akan membiarkan mu mati karena alcohol" , yoongi hyung dengan wajah kerasnya namun terasa sangat perhatian saat ia berbicara dengan Jimin.

"guys, lebih baik aku kelantai dansa, aku merasa sangat bosan disni", tiba-tiba suara berat yang sangat menarik itu terdengar membuatku kembali membuatku perhatianku tertuju kepada pemuda tampan yang misterius itu.

Taehyung-subaenim lalu pergi meninggalkan kami. Tidak banyak yang dapat kuperbuat disini karena aku masih terbilang baru untuk hal-hal seperti ini. Sebagian besar orang yang berada diruangan ini tidak kuketahui keberadaanya disekolah dan melihat mereka tertawa dan bersenang-senang membuatku ingin melakukan apa yang mereka lakukan.

Sekarang Jimin kembali menempel kepada Yoongi-hyung di sofa tempat Taehyung-sunbae dan Hoseok-sunbae. Tiba-tiba sebuah tangan menarikku, tanganku yang sedang memegang gelas dari Yoongi-hyung sedikit bergoyang.

"hey Jungkook lebih baik kita kelantai dansa, tidakah kau lihat Jimin sudah menempel menjijikan pada Yoongi.", ujar Hoseok-sunbae yang ternyata menarik tanganku, ia kemudian mengambil minuman ku dan ditaruhnya asala dimeja terdekat.

"Um, baik sunbae"

"Kau ini, sudah kukatan, panggal saja hoseok, atau hoseok-hyung mungkin"

"Ne, Hoseok-hyung"

Sekarang kami menuju kumpulan remaja yang sejak tadi menari dengan iringan music yang mungkin bergenre electronic itu. Saling menempelkan tubuh satu sama lain. Hoseok-hyung sekarang sudah dengan santainya mengoyangkan badannya ditengah lantai dansa, sementara aku hanya bisa berjalan kikuk mengitari orang-orang ini.

Hingga sekali lagi ada tangan yang menarik tanganku, bahkan orang itu mendekatakan kepalanya menuju leherku.

"Hei", aku tau suara berat ini.

"Aku tau kau suka memperhatikanku disekolah dan dilihat dari dekat kau cukup manis", ujar suara berat itu tepat ditelingaku, kemudian lidahnya menjilat pelan telingaku. Badanku terasa bergetar, antara ketakutan dan entah kenapa aku merasa sedikit…. Excited ?

"Mungkin kau ingin menghabiskan malam mu, bersama ku ?"

"maksud sunbae ?", badanku agak bergetar takut, padahal seharusnya aku tidak setaut ini setelah semua pelatihan yang diajarkan Ayah sepanjang hidupku, namun entah mengapa orang ini.

"ya kau tau, saling menghisap, mengerang, dengan kau dibawahku dengan balutan keringat yang aku yakini akan amat indah, kau mendesah dibawahku membutuhkanku untuk memuaskan mu." Taehyung-sunbae menjeda suaranya yang pelan itu untuk menghembuskan nafas berat.

"Ku dengar kelinci memliki nafsu yang besar.", aku mendesis pelan merasakan hawa nafsu yang meningkat seiring dengan gerakan tangan taehyung-sunbae. Ini gila, astaga aku bahkan sudah berani mengumpat, hal yang amat jarang kulakukan.

Tangan besar itu ya tuhan, aku suda gila. Ini kali pertama kami bertemu dan aku sudah jatuh dengan amat keras ketangan pria dengan tangan amat ajaib ini. Aku sudah 16 tahun jadi tentu saja aku sudah mengethaui apa itu sex bahkan aku sudah pernah masturbasi. Tapi untuk benar-benar melakukan sex aku sama sekali tidak pernah melakukannya.

"Aku bisa mengajakmu kekamar kosong diatas yang aku yakin Hoseok tidak akan keberatan bila kita meminjam satu", Aku hanya bisa mengerang setuju. Ini bahkan baru 15 menit setelah aku benar-benar berdekatan dengan pria ini dan aku sudah benar-benar terlena dengan segala pesona yang ditawarkan oleh seorang Kim Taehyung.

Bibir taehyung menyentuh dengan ganas bibir pemuda yang masih polos ini. Terlihat dari reaksi Jungkook yang merona dan membuat taehyung semakin terbakar gairah.

"Dasar perjaka", ujar bibir merah itu mencomooh, lalu menggit pelan leher pemuda yang ada dikungkungannya itu. Suara desahan pelan terdengar dari bibir mungil tersebut. "aaah~"

Tangan taehyung terus menerus bergerak naik turun disekujur tubuh jungkook, tangan itu perlahan melusuri leher hingga turun menuju tulang selangaka, kemudian puting kecil yang terasa menegang itu dielusnya pelan hingga kembali terdengar

"terus mendesah kelinci kecil, aku menyukainya", puting kecoklatan itu menegang mengacung amat indah. Taehyung hanya terus mengelusnya tanpa sedikitpun ada niatan untuk menyentuh lebih, kelinci manis yang ada dibawah kungkungannya terus mendesah kecil dadanya membusung meminta lebih.

Tangan taehyung turun menyentuh lekukan pinggang yang meskipun berotot tetap saja terlihat ramping, memeras pelan pantat padat itu dengan kedua tangannya yang besar. Taehyung menurunkan dengan perlahan celana boxer milik pemuda polos dibawahnya ini, ia melakukannya dengan perlahan dan lembut seakan-akan amat menikmati erangan penuh keinginan dari sang pemuda kelinci.

Ia sendiri dengan segera melepaskan kemeja dengan bahan silk dan celana bahan miliknya lengkap dengan celana dalamnya. Sekarang kedua tubuh mahluk adam itu benar-benar polos tanpa perlindungan apapun. Baju mereka sudah terongok dibawah kasur yang terdengar sedikit mendecit itu.

Taehyung dengan segera kembali menatap jungkook kemudian melahap bibir pemuda cantik itu, ia mencondongkan tubuhnya lebih dekat, dengan antusias kelinci itu mengijinkan Taehyung untuk kembali menginvasi mulutnya.

Lidah mereka bertaut, bibir saling mengemut, meskipun sepertinya tidak terlalu yakin dengan apa yang ia lakukan namun Jungkook hanya bisa mengikuti gerakan bibir taehyung yang terus memangutnya tanpa henti. Meninvasi mulutnya, menjilat langit-langit serta gusinya, mengabsen satu persatu deretan gigi organ, mulut jungkook.

Bibir mereka terlepas dan Jungkook dapat melihat ereksi milik taehyung yang sudah menegak besar dengan otot berdenyut. Cairan precum terlihat menetes dari ujungnya memberi kesan licin dan basah.

"Baru pertama kali melihat yang sebesar ini kelinci kecil", suara berat milik taehyung kembali menginvasi telinganya hingga menimbulkan getaran yang amat sangat pada ereksinya sendiri.

"Hhh-kau terlihat amat basah dibawah sana", berbisik dengan suara rendah dan serak. Tangan besar milik taehyung menyentuh dan menepuk-nepuk organ vital pemuda manis yang akan melepaskan keperjakaannya malam ini, membasahi jarinya dengan precum Jungkook.

"Ahhh~~ eHhm~!" Jungkook merasakan sesansi yang amat asing untuk ia rasakan, saat rasa nikmat itu mulai merambat ke kejantanannya ia terengah-engah dengan tangan yang meremas seprai dengan erat.

Iblis super tampan yang melihat kelincinya merintih kembali menyeringai amat puas. "You like it ?". Suara berat itu membuatnya amat gila, tanpa memikirkan apapun lagi Jungkook mengangguk.

"Ini kali pertamamu kan ? Aku jamin akan terasa amat sakit namun setelahnya kau bisa merasakan surga yang sebenarnya"

"Ahh~ terus sentuh aku Sunbae"

"Panggil aku taehyung sayang"

"AAhhh~~ Taehhh- hyung !" Jungkook menjerit pelan saat jari panjang itu mencoba memasuki bagian belakangnya dan sekarang satu jari lagi juga mencoba masuk kedalam lubangnya yang masih amat tertutup rapat itu. Kedua jari itu mencoba merengangkan lubangnya yang entah mengapa terasa sangat gatal.

Dari yang jungkook tau dari video porno setelah dominan merengangkan lubang submissive nya, mereka akan memasukan ereksi mereka dengan mengoleskan lubricant dan memakai kondom. Jungkook dapat merasakan lubangnya terasa kosong, ia menoleh dan melihat taehyung memasang kondomnya.

"Aku akan mencoba sepelan yang aku bisa", Taehyung mulai memasukan ereksinya dan itu terasa amat menyakitkan. Jungkook hanya bisa mencengkram erat seprai yang sudah amat kusut dibawaku saat benda keras dan licin itu perlahan-lahan membuka lubangku dan menusuknya dengan pelan.

"ARghhh~!", Jungkook berteriak saat benda itu memasuki lubangnya seutuhnya dan diam sambil menunggu penyesuaian dari lubangnya yang terus berkedut dan memeras benda itu. Saat merasa bahwa Jungkook sudah siap untuk menerimanya dengan hentakan keras taehyung menyentuh titik terdalam milik jungkook yang membuat pemuda itu kembali berteriak.

Rasa sakit dan nikmat bercampur menjadi satu saat ereksi keras milik sang dominan terus menghantam prostatnya dengan amat keras hingga membuatnya terus mengerang. Kaki Jungkook sekarang sudah melingkar dipinggang Taehyung dengan erat, Taehyung mendorong Jungkook hinga ia benar-benar terlentang diatas kasur membuat mata mereka bertatapan.

Bibir taehyung kembali menginvasi mulut jungkook dengan amat beringas, Taehyung semakin cepat menghentakkan tubuhnya hingga membuat jungkook berteriak tertahan karena bibirnya tersumpal bibir merah taehyung. Ereksi Jungkook menggesek perut datar milik taehyung saat taehyung semakin menghentakan tubunya, suara decitan kasur terdengar makin keras.

"Ahhh….Ugh…Taeh~~Hyung…, Keep Go..ing", mendengar desahan jungkook , nafsu taehyung semakin terpacu utnuk terus menusuk pemuda dibawahnya in dengan terus menerus menekan titik manis pemda itu hingga ia tidak dapat berkata-kata.

"Kau suka itu cantik ? Penisku menusuk lubangmu dengan amat keras hingga kau merasa di surga? Kau suka?", mengoda jungkook dengan suara amat berat dan serak. "Neehh~".

Ranjang terus berdecit hingga Jungkook mencapai puncaknya, ia berteriak nyaring mengeluarkan seluruh isinya hingga menempel dengan perut taehyung. Taehyung yang tau jungkook sudah mengeluarkan isinya semakin cepat menghentak karena lubang jungkook semakin sempit menghimpitnya.

"Grrr", menggeram pelan saat pelepasannya, lalu menghembuskan nafas pelan saat ereksinya perlahan-lahan menysut dan mengelurkannya dari lubang Jungkook yang terlihat amat merah karena pertama kalinya dimasuki.

Taehyung dapat meraskan nafas statis dari jungkook yang sudah tertidur karena kelelahan. Taehyung memutuskan untuk mengikuti jejak jungkook yang sudah menjelajah kealam mimpi itu.

OMG , I still can't believe ada yg mau baca cerita ini. Thank you bgt, awalnya aku ngetik ini karena bosen , dan ternyata malah ada yang mau meluangkan waktu untuk baca cerita ini. Btw, sorry kalau lemonnya cacat, maklum ini kali pertama aku nulis rate M begini :v. diusahakan update cepat.

THANK YOU ^^