Sweet Revenge

By:Hikary_Cresenti

Disclaimer :Bleach punya Tite Kubo

Rated :T(sewaktu-waktu bisa menjadi M)

Warning :OOC(s), Bloody,Mistypo(s)

Hope you Enjoyed it

.

.

.

Di ruang guru

"Jadi beneran bisa bu?"tanya seorang siswi

"Tentu saja, kenapa tidak,"ujar sang guru dengan nada angkuh

"Makasih buk,"ujar siswi itu lagi.

"Lagi pula, dia kan hanya orang miskin,"ujar sang guru lagi

"Baiklah, saya pamit dulu, Bu," ujar siswi tersebut.

.

.

.

'Ada apa ya, kira-kira?' ujar Senna dalam hati. Ini benar-benar sesuatu yang sangat langka baginya di panggil ke ruangan guru, kecuali oleh Bu Unohana ataupun Pak Ukitake. Maka dengan agak gugup ia memasuki ruangan guru tersebut.

"Permisi," ujar Senna seraya mengetuk pintu ruangan tersebut.

"Masuklah," ujar sebuah suara di dalam kantor tersebut.

Lalu Senna melangkahkan kakinya memasuki ruangan guru tersebut. Di sebuah kursi duduk seorang wanita berambut merah. "duduklah," ujar wanita itu tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang di bacanya.

"Iya.. "ujar Senna lalu duduk di kursi tersebut.

"Jadi kau ini Shihoin Senna?" tanya wanita itu lagi.

"Iya, Bu Riruka," ujar Senna lagi.

"Saya tau, kalau kemampuanmu dalam Matematika dan hitung-menghitung sangat mengagumkan dan bisa dibilang sangat hebat. Saya akui itu," ujar Riruka.

"Ah, tidak juga bu," ujar Senna.

"Tapi, sayangnya kau belum siap untuk lomba besar seperti ini. Kau masih pemula dalam hal ini, masih banyak yang harus kau pelajari. Jadi saya membatalkanmu untuk ikut lomba Matematika dan akan di gantikan dengan Loly Aivirne," ujar Riruka lagi.

"L-Loly Aivirne… "ujar Senna kaget. Senna, bukan hanya Senna tapi seluruhnya tau, kalau Loly itu sedikitpun tidak berbakat dalam Matematika, tapi kenapa dia yang terpilih?

"Benar, meskipun nilainya di kelas lebih rendah darimu, tapi itu bukan berarti kau lebih darinya,"ujar Riruka lagi.

Saat itu Senna ingin rasanya menangis, semua usaha jrih payahnya musnah tanpa sebab.

"Baiklah, kau boleh keluar,"ujar Riruka lagi.

"I-iya,permisi,"ujar Senna lalu beranjak dan meninggalkan ruangan tersebut.

Ia segera berlari menyusuri koridor tersebut. Air mata terus mengalir dari pelupuk matanya. Kecewa, tu yang saat ini dirasakannya. Bukan hanya kecewa, tapi sangat kecewa, alas an ibu itu membatalkan dan menggantikannya sungguh sangat tidak logis dan tidak beralasan. Ini pertama kalinya ia sekecewa ini.

Tanpa sengaja ia menabrak seseorang.

"Ma-maaf," ujarnya tanpa melihat orang itu dan beranjak pergi tapi orang itu menarik tangan kanannya.

Awalnya ia ingin sekali memaki orang yang mengganggunya saat ini, namun saat menoleh ia kaget.

"G-Gio… "

"Kau baik-baik saja?" tanya Ggio lagi. Ggio tau, ia memang tidak perlu menanyakan hal itu, dari kondisinya saat ini sudah sangat jelas kalau Senna berada dalam kondisi sangat tidak baik.

Senna hanya diam. Yang terdengar hanya suara isakan yang ditahannya.

"Haah.. "Ggio hanya menghelanafas lalu mengambil sapu tangan dari sakunya dan menyeka air mata Senna.

"Terimakasih, Ggio… "lirih Senna.

"Sama-sama, itu gunanya sahabat kan?" ujar Ggio lagi.

"Iya… "ujar Senna lagi.

"Ya sudah, ayo ke taman," ujar Ggio lagi.

"Iya… " ujar Senna singkat seraya mengikuti Ggio.

Lalu seelah beberapa saat, mereka sampai di taman.

"Jadi ada apa?"tanya Ggio lagi.

"Itu… sebenarnya… "

"Gio, Senna, maaf lama," ujar Tesla dan ia langsung kaget melihat Senna yang terlihat sangat sedih itu dan langsung menghampirinya. "Ada apa?" tanya Tesla lagi.

"A-aku… "

"Tenanglah, ada apa?"tanya Ggio lagi.

"Aku.. dibatalkan ikut lomba matematika… "ujar Senna lagi masih menyeka air matanya.

"Eh?! Bagaimana bisa?" ujar Tesla kaget. Bukan hanya Tesla, tapi ggio juga. Mereka berdua tau, bagaimana kemampuan sahabatnya ini, dan bagaimana bisa di atalkan.

"Aku tidak tau… itu saja yang di katakan oleh Bu Riruka," ujar Senna lagi.

"Ck! Pasti ada yang tidak beres! Aku akan protes!" ujar Ggio kesal.

"Tunggu dulu,Gi. Tenangkan dirimu," ujar Tesla seraya menahan sahabatnya itu. Meskipun sebenarnya ia juga kesal, tapi ia masih bisa mengendalikan emosinya dan berfikir lebih rasional.

"Lepasin gue Tes! Gue mau bikin perhitungan sama tuh Ibuk!"maki Ggio.

"Gi… udah nggak perlu, makasih,"ujar Senna lagi.

"Tapi Sen… "

"Sudahlah, gue nggak apa-apa kog, gue nggak mau ada sahabat gue yang kena masalah. Lagian ini hanyalah sesuatu yang sepele, dan mungkin aja ini jalan yang udah disiapkan," ujar Senna seraya tersenyum.

"Senna… "

Ggio dan Tesla tau, meskipun Senna sudah berusaha bersikap tenang, tapi mereka tau kalau Senna masih sangat kecewa.

"Loe bener Sen, mungkin aja ntar loe yang go Interspace, dan tanding sama para alien," ujar ggio mencairkan suasana.

"Uh.. loe ada-ada aja Gi. Tapi makasih, udah ngehibur gue,"ujar Senna lagi.

"Tenang aja Sen, jalan itu ada banyak, dan semua tergantung dengan jalan yang loe pilih. Setiap jalan ada rintangan ataupun jalan buntu, tapi asalkan loe terus berusaha loe pasti bisa mencapai kesuksesan,"ujar Tesla lagi.

"Makasih,Tes,"ujar Senna lagi.

"Gue beruntung banget, punya sahabat baik seperti kalian,"ujar Senna lagi.

"Ya udah, mending lo eke kamar mandi dan cuci muka deh, wajah loe saat ini nggak ada bedanya dengan roti ke lindes truk," ujar Ggio lagi.

"Enak aja!" protes Senna lalu segera pergi dari tempat tersebut.

"Kasihan Senna ya,Gi," ujar Tesla lagi.

"Iya,Tes. Padahal dia kan berbakat,"ujar Ggio lagi.

"Tapi kenapa ya, dia di batalkan?" ujar Tesla.

"Ntahlah, gue nggak tau deh,"ujar Ggio.

.

.

.

Senna menuju ke toilet dan membasuh mukanya, lalu kembali tersenyum. Meskipun jauh dalam hatinya, ia masih merasa sangat sedih. Tapi, ia melupakan hal itu dan kembali bersikap riang. Tanpa sengaja saat melewati ruangan guru atau lebih tepatnya ruangan Bu Riruka ia mendengar percakapan Bu Riruka dengan Loly. Sedikitpun ia tidak berniat untuk mengintip atau menguping, namun ia menjadi penasaran saat namanya dibawa-bawa. Maka ia memutuskan untuk menguping.

"Jadi bagaimana Bu?"tanya Loly

"Aman,Lol. Dia terlihat sedih,"ujar Riruka lagi.

"Makasih banyak ya,Bu,"ujar Loly lagi.

"Iya sama-sama, gadis miskin dan kampungan itu memang harus diperlakukan seperti itu. Dia pikir dia siapa," ujar Riruka lagi.

"Ibu benar," ujar Loly seraya tertawa.

"Pasti saat ini dia akan menangis dengan cengengnya," ujar Loly lagi.

"Pastinya, kau tidak lihat tadi bagaimana wajahnya. Aku saja hampir tertawa melihatnya,"ujar Riruka lagi.

"Pasti lucu ya, gadis kampungan dan miskin itu kan tidak berhak berada disini, dia kan sekolah disini karena beasiswa," ujar Loly lagi.

"Pastinya," ujar Riruka lagi

.

.

.

Mendengar hal itu, Senna kembali merasa semakin panas dan kesal. Ia tau, ia memang anak orang miskin, tapi ia tidak suka di beda-bedakan.

'Lihat saja mereka akan mendapatkan ganjarannya!' ujar Senna dalam hati lalu meninggalkan tempat itu.

TBC

Cuplikan chapter depan

Di ruang bisu itu, tergeletak mayat seorang wanita bersimbahkan darah. Bukan hanya itu, Kepalanya tidak berada di tempat dan sebuah pisau yang merobek bagian tubuhnya, sehingga memperlihatkan ususnya yang berserakan keluar. Bau anyir darah yang memenuhi ruangan itu. Kutukan kembali di mulai. Kutukan dari seorang siswi beberapa tahun yang lalu. Dendam yang terus mengalir dalam genangan darah, dan suara cekikikan setan yang melihat tontonan menarik tersebut.

Saya balik lagi Minna! Terimakasih banyak atas Review dan dukungan yang telah diberikan. Pada chapter ini telah dikupas sebuah masalah yang menjadi pokok permulaan pembunuhan sadis berantai ini. Dan sekedar warning di chapter depan akan muncul bloody, saya mau minta saran. Apa sebaiknya adegan pembunuhan diungkapkan atau, di ungkapkan di ahir? Tolong jawab di Review ya 3

Balas Review:

Bluegirl02. reini : Pertama pengen buat Kucing rumah, Cuma kan nggak WAW kesannya#dihajar Ggio FC. Kalau Grimmjow itu Kucing hutan huahahaha #dicero Grimmjow. Wah, saya pikir datar loh. Makasih atas Reviewnya, pasti dilanjutkan kog.

5huuk41 still H14tu5: Hehehe, nggak langka-langka amat kog. Lagian mereka kan bukan binatang yang perlu di lestarikan Wkwkwkwk. Hehehe kaget ya? Wah, tumben sang horror maniak bisa kaget #digampar.

Tobiagare Ryuuta : Hai! Ryu-san. Hebat? Nggak ah, fic saya pada gaje, abal dan nggak jelas kog -,- WAh hebat saya yang buat aja jarang baca ulan. Hehehe nggak apa-apa kog. Oke deh, makasih udah Review, dan panggil, Hika aja. Saya masih Newbie kog. Ciyuss loh.

Yuzuna Yukitou :Hue… Makasih banyak atas idenya. Jangankan Yuzu, Hika yang buat aja nggak enak #loh? Oke makasih udah Review dan makasih atas 2 review sekaligus. Di tunggu kelanjutan Onryoo death songnya.

Toyama Ichiru :Wah, saya juga#dihajar Readers. Dan fic Memories in the Rain akan saya usahakan update kilat, soalnya beberapa hari ini ide lagi melayang dibawa hujan#lah? Oke deh mohon sabar menunggu (_o_)

Tsubaki Haruno :Weleh, kebayang wah… Oke deh. Makasih udah Review.

Dan saya ucapkan pada semua readers yang udah mau membaca, mereview, memfave,memfollow dan sebagainya. Masih bersediakah meninggalkan jejak berupa Review?