THE BOY BESIDE ME
(Chapter 3)
KYUMIN FANFICTION
Rated : T+ (there's adult content)
Main Cast : Cho Kyuhyun x Lee Sungmin (KyuMin)
Author : Cat13 (LeeJunRa1001/past)
Genre : Romance / Drama
Warn! : YAOI Fanfiction. OOC. AU. Typo(s). Bad EYD
.
.
.
.
.
.
.
enJOY reading!
"Lihat... Siapa yang bertamu malam-malam begini"
Sungmin menghela napas sebal, Ia hendak berbalik kembali ke kamarnya. "Maaf mengganggu malam anda, Selamat tinggal."
"Tunggu tunggu!" Kyuhyun menghentikan langkah Sungmin yang hendak berbalik. Tangannya mencengkram erat pundak lelaki manis di depannya, Sungmin seakan mendapat serangan jantung pada saat itu juga.
"Lepaskan!" Sungmin berusaha menghindar, namun cengkraman Kyuhyun semakin menguat.
"Kenapa kau bertingkah seperti ini?" Kyuhyun merasa bingung, lalu mendekati Sungmin. Sungmin malah memalingkan wajahnya, menghindari tatapan Kyuhyun.
"Oh.. Maaf." seakan tahu, Kyuhyun langsung mengeratkan simpul kimono biru gelapnya yang longgar, menampilkan bentuk tubuhnya yang tercetak jelas di balik singlet, tak lupa boxer bewarna hitam merah tersebut. Di dalam hati, Kyuhyun tertawa puas.
Sungmin belum menolehkan kepalanya. Kyuhyun belum kehabisan akal, pemuda berkulit pucat itu melontarkan kata asal. "Kau menguntit ku, ya?"
"HA?!" sontak Sungmin menoleh, lalu mendorong dada Kyuhyun keras. "Jangan sok tahu!"
"Woo.. wooaahh~" Kyuhyun berusaha menghindar, sambil menatap lurus manik hazel Sungmin yang menantangnya. "Lalu bagaimana kau bisa tahu tempat tinggalku?"
"Begini ya, tuan Cho yang terhormat." Sungmin menjeda sambil mengambil napas dalam, "Aku sebenarnya tidak tahu di mana kau tinggal. Hanya, kebetulan sekali kamarmu bersebelahan dengan kamarku. Aku baru saja menempati apartemen ini." lalu Ia menunjuk kamar bernomor 1301-kamar miliknya-"Aku tidak bermaksud untuk menguntitmu, aku kesini karena memintamu untuk diam dan tidak mengusik istirahatku."
Kyuhyun menahan tawanya, Ia pun mengangguk paham. "Arraseo.. Maafkan aku menganggapmu yang aneh-aneh dan mengganggu waktu istirahatmu." reflek Ia menyentuh pinggul kanannya, "Ooucchh.."
"Ke-kenapa?" Sungmin tampak panik lalu menyentuh pinggul kanan Kyuhyun, namun tak beberapa lama Ia menarik lagi tangannya, setelah melihat senyum jahat di bibir milik Kyuhyun.
"Haiisshh.. orang ini."
"Aku baru saja terjatuh dari tangga saat sedang mengganti lampu ruang tengah yang korslet." Kyuhyun menjawab pertanyaan Sungmin, berakting meringis kesakitan.
"Kenapa kau tidak memanggil janitor apartemen saja?! Kau pikir kau tinggal di apartemen yang jelek?" Sungmin meledak, pemuda manis itu berkacak pinggang.
Kyuhyun berkedip takjub, lalu tertawa keras. "Kau tahu ini adalah waktu malam? Janitor apartemen pasti sedang beristirahat, setega itukah aku mengganggu mereka demi seonggok lampu?"
"Tapi kau mengganggu diriku!"
"Kenapa tidak besok pagi saja? Toh, kau tidur juga dalam keadaan gelap." Sungmin berucap datar.
"Aku butuh pekerjaanku, Sungmin. Pekerjaanku harus rampung malam ini, jika tidak ada penerangan lampu mana bisa."
Sungmin sudah lelah berdebat, lalu berjalan mendekati pintu kamarnya. "Yasudah. Maaf aku mengganggu pekerjaanmu, Tuan Cho."
Sebelum Sungmin masuk ke dalam kamarnya, Kyuhyun menghentikannya lagi. "Apa kau tidak berniat untuk membantuku? Kita ini satu tim."
"Urusi saja pekerjaanmu sendiri, kau pemimpinnya kan? Pasti kau lebih cerdas ketimbang anak buahmu."
"Lalu, sebagai tentangga baru. Kenapa tidak membawakanku makanan? Sebagai ucapan selamat datang di lingkungan baru~"
"Terbalik! Harusnya penduduk lama memberi makanan kepada tetangga barunya." setelah itu Sungmin masuk kedalam, menutup pintu dengan bantingan yang cukup keras.
"Woow.. hahahaha" Kyuhyun tertawa sambil menyenderkan tubuhnya di pinggir pintu. "Tak kusangka, mimpi kita tercapai tanpa di sengaja. Tuhan memiliki selera humor yang tinggi."
Tak lama, pemuda bersurai ikal brunette tersebut masuk ke dalam kamarnya.
.
.
.
.
"Kyuuhh.. aahh.."
"Sedikit lagi minghh.. aahh.."
Sungmin merasakan kejutan di dalam dirinya, tubuhnya sesaat terlonjak.
"Apakah aku mendapatkannya?"
Sungmin mengangguk, lalu merangkulkan tangannya di pundak basah Kyuhyun.
Sungmin sudah siap, Kyuhyun mulai memundurkan pinggulnya dan memajukannya dalam sekali hentakan.
"Aaah!"
"Ssshh.. Tahan desahanmu, nanti ketahuan orangtua ku.."
Sungmin menggigit keras bibir bawahnya, mencoba membungkam mulutnya.
Tak tahan, Kyuhyun mendekat dan mendaratkan sebuah ciuman tulus di bibir Sungmin.
Beep! Beep! Beep!
.
.
.
.
Bee-
"HOOSSSHHH!"
Napas Sungmin begitu memburu, pemuda manis itu tampak berantakan, Ia baru saja terbangung dari tidurnya. Keringat bercucuran deras di sekitar wajahnya.
Matanya melirik jam digital yang berbunyi di samping ranjang, menunjukkan waktu setengah tujuh pagi. Sungmin menghentikan bunyi jam dengan menekan salah satu tombolnya.
"Aahh... Ya ampun, mimpi apa aku.." Sungmin mengusap kasar wajahnya yang kemerahan, Ia merunduk sambil meremas rambutnya yang basah. "Kenapa dia selalu mengacaukan pikiranku.."
.
.
.
.
"Selamat Pagi!"
Baru saja Sungmin keluar dari pintu Ia langsung di sambut hangat oleh Kyuhyun.
"Hhh.. Sepertinya aku terlalu pagi," Sungmin berpura-pura tak melihat Kyuhyun, Ia bergegas masuk ke kamarnya kembali.
"Baiklah kalau itu maumu, Tuan Lee. Akan kutulis catatan telat kerjamu," Kyuhyun tersenyum lalu hendak berlalu dari tempatnya berdiri, Sungmin yang mendengar pancingannya langsung berbalik arah.
"Baiklah.. baiklah.. Jadi apa maumu, Tuan Cho?" tanya Sungmin sarkatis.
Kyuhyun menoleh sambil berkedip, "Bagaimana kalau kita berangkat bersama?" sambil memberi unjuk kunci mobilnya.
Sungmin menghela napas berat, "Bukankah itu merepotkan? Lebih baik aku naik Subway saja.." Sungmin menggeleng lalu melenggang pergi begitu saja, namun baru saja pemuda itu menaiki lift, tiba-tiba badan Kyuhyun menubruknya dari belakang.
"Yaakk! Aww~" Sungmin meringis kesakitan, tubuhnya terhimpit di pojok lift. Matanya melototi pemuda jangkung di hadapannya, "Kenapa kau selalu menghalangiku?"
Kyuhyun tersenyum lalu menempatkan dirinya di samping Sungmin, memberi pemuda manis itu ruang bebas. "Aku tidak menghalangimu," Ia mencoba menyentuh tangan milik Sungmin namun segera di tepis oleh sang empunya.
Mereka hanya berdua di dalam lift, keadaan sangat sunyi sekali. Kyuhyun dan Sungmin pun hanya diam.
Sesampainya di lantai dasar, Sungmin bergegas keluar di susul oleh Kyuhyun di belakangnya. Pemuda yang lebih tinggi dari Sungmin itu terus menyerukan namanya, Sungmin semakin risih lalu berbalik menghadap Kyuhyun.
"Baiklah jika itu yang kau mau, aku bersedia." ucap Sungmin pasrah.
Kyuhyun tersenyum sumringah.
.
.
.
.
Keadaan kantor begitu kacau. Semua anggota sapphire literatur meratapi pertengkaran yang terjadi pada Kyuhyun dan Sungmin di pagi hari. Kyuhyun yang terus memohon dan Sungmin yang terus menolak.
"Sudah.. sudah.. kalau begini tidak akan selesai jadinya.." Leeteuk mencoba melerai Sungmin dan Kyuhyun yang masih beradu mulut, sebenarnya si tertua ini tidak sanggup lagi untuk menghentikan mereka.
"Kenapa harus denganku? Aku harus melanjutkan pekerjaanku, Cho Kyuhyun!" Sungmin terus menolak, Ia masih duduk di kursi kerjanya.
"Ayolah, Sungmin. Ini perintah, kau harus menemaniku." bujuk Kyuhyun terus-terusan, namun Sungmin terlalu keras kepala.
"Sungmin-hyung..hanya bertemu client saja kok. Bukannya itu mengasyikan berada di luar ka-"
"Pokoknya aku tidak mau!"
Ryeowook yang baru saja mengucapkan beberapa kata langsung bersembunyi ketakutan di belakang Kangin.
Sungmin menoleh, menatap Kyuhyun sebal. "Kau sudah menggangguku terus-terusan, aku hanya ingin tenang dengan pekerjaanku. Lagipula client itu orang Cina, bukan? Kenapa kau tidak pergi dengan Zhoumi saja?" Sungmin melirik Zhoumi dengan pandangan memohon.
"Aa-ah.. iya itu benar, kenapa tidak denganku sa-" Zhoumi menghentikan perkataannya, setelah Kyuhyun memicingkan mata kepadanya. Pemuda berkebangsaan Cina itu langsung bungkam.
"Kau yang harus ikut denganku, hanya menemaniku saja. Kenapa susah sekali?" Kyuhyun terus membujuk, wajahnya menyiratkan permohonan.
Sungmin menghela napas pasrah, akhirnya Ia mengangguk menerima ajakan Kyuhyun.
"AAAHH~ Akhirnya.." semua anggota sapphire literatur pun merasa lega, mereka semua kembali melanjutkan pekerjaan yang tertunda.
"Bagus," Kyuhyun tersenyum lalu melenggang pergi dari ruangan, diikuti oleh Sungmin yang tertunduk lesu. Setelah dua orang itu meninggalkan ruangan. Ryeowook mencuri kesempatan untuk mengobrol bersama rekan yang lain.
"Sstt.. Apakah hanya aku saja yang menganggap mereka sudah dekat sebelumnya?"
Kangin yang mudah terpancing dengan obrolan langsung menyahut, "Sepertinya tidak. Aku juga menganggap begitu, aneh saja si Setan Kecil langsung mengajak Sungmin keluar bersama. Padahal Sungmin baru bekerja selama satu hari."
"Apalagi pertengkaran hebat mereka tadi yang seperti anak kecil," sambung Zhoumi.
Yang lain mengangguk mantap, kecuali Leeteuk yang hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. "Tentu saja mereka bisa mengenal sebelumnya, Sungmin itu dulunya kepala literatur purezento-group mungkin saja mereka itu saling mengenal satu sama lain." jelas Leeteuk.
"Benarkah?! Aku tidak percaya Sungmin sebelumnya adalah kepala literatur purezento-group! Kenapa sekarang menjadi karyawan biasa seperti kita? Padahal kedudukan sebelumnya lebih tinggi dari Kyuhyun." Shindong takjub bukan main.
Leeteuk menggidikkan bahunya, "Mana kutahu. Mungkin Sungmin ingin membantu perusahaan kita."
"Aahh.. aku tidak mengerti sistem pertemanan orang penting," Shindong melepas kacamata miliknya, lalu mengambil sekaleng biskuit cokelat yang selalu Ia siapkan di atas meja kerjanya.
.
.
.
.
Sungmin benar-benar seperti orang tuli saat ini.
Kyuhyun dan client Cina yang bernama Henry itu saling bercakapan dengan bahasa mandarin. Yang tentu saja Sungmin tidak mengerti, hanya bahasa pribumi (Korea) dan bahasa Jepang saja yang Ia tahu.
Tapi sepertinya Sungmin mengenal siapa Henry ini, kalau tidak salah Ia seorang penulis kisah romansa-homoseksual yang terkenal di negerinya. Ia pernah melihat profilnya di dunia maya. Karya tulisnya menjadi best seller disana bahkan banyak yang ingin mengontrak ceritanya untuk di jadikan versi drama.
Sungmin memperhatikan mereka berdua, Kyuhyun dan Henry tampak serius sekali membicarakan proyek kerja sama. Henry yang manis selalu mencuri pandangan kepada Kyuhyun yang tampil maskulin hari ini.
"Haish! Apa yang aku pikirkan!"
"Sungmin."
"Ya?"
"Kenapa kau bertingkah aneh seperti itu?" Kyuhyun menatap Sungmin curiga.
"Huh? Aku?" Sungmin menunjuk dirinya sendiri, "Aku biasa saja, tidak bertingkah aneh apapun."
"Tapi barusan saja kau menghentak-hentakkan kakimu," Kyuhyun tersenyum mengerikan, "Neomu Kyeopta."
Sungmin benar-benar di buat malu sekarang, Ia hanya tertawa renyah tapi tangannya mengepal di bawah.
Kyuhyun melanjutkan percakapannya dengan Henry. Namun, Henry yang dari tadi tidak memperhatikan Sungmin mulai bereaksi. "*Ta shu shui?" tanya nya dalam Bahasa Mandarin.
"*Nani?" Sungmin berkedip bingung.
"Oh ya ampun.. mana ada orang membalas bahasa Mandarin dengan bahasa Jepang." Kyuhyun geleng-geleng kepala. "*Ta jiao, Chengmin." jawabnya langsung tanpa memberitahu Sungmin artinya.
"Hey! Beritahu aku apa artinya, Cho Kyuhyun!" Sungmin kesal dan bingung, kesal karena Kyuhyun tidak memberitahukan kepadanya, bingung apa yang Henry tanyakan kepadanya.
Kyuhyun tidak memperdulikan kecerewetan Sungmin, Ia sesekali melirik Sungmin sambil menahan tawanya.
Sungmin semakin bosan sekarang, Ia terus merunduk di sofa sesekali memainkan mocha latte nya. Namun tiba-tiba Kyuhyun menggenggam tangannya erat.
"*Shi women dapei?" tanya Kyuhyun tiba-tiba kepada Henry. Pemuda obisidian itu menempelkan pipinya ke pipi gembul milik Sungmin.
Henry tampak terkejut, pemuda manis itu sedikit merona tak lama ia mengangguk mantap. "*Nimen hen pipei."
Kyuhyun tersenyum lebar. Sedangkan Sungmin masih dalam kebingungan.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued
DON'T FORGET LEAVE A REVIEW FOR THIS FANFICTION.
WE NEED YOUR PARTICIPATE :)
KEEP CALM AND SUPPORT KYUMIN
Artinya:
1. "*Ta shu shui?" = Siapa Nama Kamu?
2. "*Nani?" = Apa?
3. "*Ta jiao, Chengmin." = Namanya, Sungmin.
4. "*Shi women dapei?" = Apakah kami cocok?
5. "*Nimen hen pipei." = Kalian sangat cocok
.
(A/N) : Sebenarnya aku agak kecewa dengan tanggapan readers kemarin... review yang kuterima lebih sedikit dari sebelumnya, tapi statistic terus bertambah. Don't Be Silent Readers, Guys! Aku jadi gak semangat ngelanjutin FFnya kalau begini :( Oh ya, pada protes ya Sungmin di FF ini udah pernah menikah? Nah, itu konflik utama di FF ini. Pokoknya liat aja nanti bakal banyak kejutan setiap chapternya :D Dan iya memang FF ini terinspirasi dari karya Shungiku Nakamura Sensei, hanya sebagian sih hehehe.
Selamat buat Ahra-noona atas pernikahannya hari Sabtu besok! Selamat menempuh kehidupan baru! Yah, Kyuhyun gak ada yang manjain lagi deh ;P
Buat yang udah review kemarin makasih buat masukannya semoga di kasih ciuman dari biasnya (dalam mimpi) dan yang belum semoga mendapat pencerahannya menjadi readers yang baik.
JANGAN LUPA KUNJUNGI BLOG KAMI YA. TINGGAL KLIK DI PROFIL KAMI ^^
