The last chapter! Ide mengerjakan cerita ini benar-benar udah buntu, jadi sori kalau lama.
Seperti biasa, saye nak membalas review dulu...
Kertas Biru : ini sih lagi cepet-cepetnya ngetik, yang chapter 1 udah ketimbun di netbook saya selama 5 bulan lho, karena abis ujian aja makanya saye lanjutin, khekehekhe...maap-maap bikin senpai geregetan, namanya bersambung itukan harus bikin penasaran dulu...
Chaosss : wah, maaf kalau grammarnya salah, sebisa-bisanya saya berbahasa inggris, saya itu nggak terlalu jago juga, dan saya paling nggak tau soal grammar, kalau salah, emang judul yang benar itu seperti apa? Supaya di lain waktu gak salah lagi gitu... Makasih! :D
Mamoka : wah, jangan ditanya dulu, keep reading yaaa :D siap kakak! Cerita akan diperpanjang, tapi saya nggak janji ya...Ini kan last chapter soalnya...
Okelah kalau begitu, Happy reading!
Aren't You Are The Same One?
Disclaimer : Masashi Kishimoto Sensei!
Story By : Hasegawa Nanaho
Rated : T
Warnings : Alur dipercepat! OOC banget, lebay, garing, dan ketidaksempurnaan lainnya sebab ini adalah sebuah karya seorang amatir.
.
.
Chapter 3
Normal Pov.
Sehabis bernyanyi, Hinata merasa sedikit lega. Walau air matanya sudah mengalir, setidaknya ia sudah cukup tenang sekarang. Ia pun tertidur pulas malam ini, sekedar membayar hutang di hari kemarin.
.
.
Pagi ini, awan mendung sudah memenuhi langit-langit, pertanda hujan akan turun sebentar lagi. Langit mendung, hati Hinata juga mendung. Walau sudah puas bernyanyi dan menangis semalam, hatinya tetap masih bimbang. Entah ia akan berkata apa ketika ia bertemu dengan Sasuke, kemarin saja, ia seolah melukai hati Sasuke dengan meninggalkannya begitu saja.
Namun ia mengabaikan perasaan itu, ia berpikir..
'Toh, Sasuke-kun itu bukan pacarku, tapi tetap saja, sebaiknya aku minta maaf...'
Hinata Pov.
Ohayau! Hari ini kupaksakan diriku untuk masuk sekolah, aku tidak ingin bolos! Tugas-tugas yang kemarin aku kerjakan bisa mubazir dan lagi, aku bisa ketinggalan pelajaran. Sebenarnya kemarin aku baik-baik saja, tapi mendadak aku terkena radang dan badanku panas sekali. Mungkin ini karena aku terkena angin malam ya? Biarlah... tapi aku tetap tidak memaksakan diri, aku tetap mengikuti pelajaran, tapi saat istirahat aku akan tidur di UKS.
Well, begitulah rencanaku.. setelah sehat kembali, aku ingin lagi mengajak Sasuke-kun jalan-jalan. Sekaligus nanti aku akan minta maaf karena sikapku yang aneh kemarin... Ohya aku telat memberi tau, aku mengambil jurusan hukum di KIU ini, dan Sasuke jurusan kedokteran.
Hinata Pov Ends.
Setelah menghabiskan sarapannya, Hinata pergi kesekolah dengan mobil, tidak berjalan kaki seperti kemarin-kemarin. Tetapi saat pulangnya, Hinata meyakinkan kedua orang tuanya supaya dia pulang jalan kaki saja. Orang tuanya yang sudah percaya kepada nona muda, dengan mudah mengizinkannya.
Sebuah kendaraan mewah milik keluarga Hyuuga telah memasuki kawasan KIU. Yup, Maserati GranTurismo berwarna Hitam elegan itu telah terparkir di halaman KIU. Dari dalamnya, turun seorang nona muda Hyuuga yang cantik, Hyuuga Hinata. Tak lupa, Hinata mengenakan syal dan sweater tambahan untuk menjaganya agar tetap hangat.
"Arigatou, Neji-nii..." ucapnya sopan sambil membungkukan badan.
Neji Hyuuga, kakak sepupunya hanya membalas dengan senyuman.
Setelahnya, Hinata berlalu untuk masuk kelas.
.
SKIP TIME
Ternyata apa yang dikehendaki Hinata di luar jadwal! Ia lupa kalau hari ini adalah hari full day school, waktu istirahat hanya diberikan selama 5 menit! Terpaksa, Hinata hanya bisa beristirahat di kelas, dengan nafas yang terengah-engah dan pandangan matanya yang mulai kabur itu sangat mengganggunya.
.
.
Tepat jam 3 sore, bel dibunyikan, pertanda ini adalah waktu pulang! Mahasiswa-mahasiswi KIU langsung saja bubar dan berlarian pulang. Tertinggal seorang mahasiswi yang terengah-engah sedang berjalan keluar dari kelasnya. Ya, dia adalah Hyuuga Hinata. Hinata merasakan kalau penyakitnya sudah ada di titik maksimal, ia merasakan sakit kepala yang hebat, pandangan sekitarnya sudah buram, badannya yang sudah kelewat panas membuat nafasnya terengah –engah.
KIU kini sudah sepi, Hinata yakin kalau murid-murid lainya sudah pulang, dan ia masih setengah jalan ke pintu gerbang sekolah. Hinata merutuki letak kelasnya yang terlalu jauh dari gerbang depan, belum lagi kelasnya ada di lantai 3! Jalannya sudah sempoyongan, Hinata merasa sebentar lagi ia akan...
BLUGH!
Hinata pingsan tepat di depan ruang kelas Sasuke.
.
BLUGH!
'hn? Apa itu?' batin Sasuke mendengar seperti ada sesuatu yang jatuh.
Well, rupanya Sasuke masih ada di sekolah! Ia sedang menulis jurnal kelasnya sendiri di dalam kelasnya. Dengan gerakan cepat, Sasuke meninggalkan pekerjaannya lalu menghampiri 'sesuatu' yang terjatuh tadi.
"HINATA!" teriak Sasuke kaget. Ternyata Hinata-lah yang terjatuh tadi (read : pingsan).
.
.
Ada yang tahu, Hinata diapakan oleh Sasuke? Of course! Dibawa ke UKS, wong UKS nya saja ada di sebelah kelas Sasuke. Sasuke menggendong Hinata ala bridal style, dan membuka pintu UKS dengan sekali tendangan.
Suasana UKS sepi, guru kesehatan, Bu Shizune nampaknya sudah pulang. Sasuke membaringkan Hinata di salah satu kasur di UKS lalu mengecek mulai dari suhu badan, tekanan darah, sampai denyut nadi dan bola mata, well, calon dokter gituloh...
Sasuke mengompres Hinata dengan lap dingin, sampai akhirnya Hinata sudah setengah sadar.
"nghh... di..dimana aku?"
"Di UKS, tidur dulu saja, nanti aku akan membawamu pulang." Ucap Sasuke dengan suara baritone-nya yang datar itu. Suara yang juga familiar banget terhadap telinga Hinata.
"Sa...Sasuke?" panggil Hinata.
"hn, ada apa?"
Greb. Hinata menggenggam tangan Sasuke.
"ja..jangan tinggalkan aku, seperti dulu lagi..."
"apa maksudmu, Hinata?" tanya Sasuke.
"mungkin kamu sudah lupa, tapi luka di dahimu itu karena kecelakaan 10 tahun lalu kan?" tanya Hinata lancar.
"..."
"Anak yang memberimu takoyaki waktu umur 8 tahun itu, adalah aku."
"..."
"kebiasaanmu juga mirip dengannya! Kamu, anak yang waktu itu, kan? Ss...Sasuke?" Hinata sedikit berteriak sambil memandang wajah Sasuke yang masih datar.
.
.
"Iya." Jawab Sasuke singkat sambil menyunggingkan senyum.
"waktu itu, aku kabur dari rumah karena kesal dengan kedua orang tuaku, mereka selalu memikirkan pekerjaan sehingga aku dilupakan..." Sasuke mulai menceritakan masa lalunya.
"e..eh?"
"dan hari itu, aku bertemu dengan seorang anak perempuan... aku masih ingat senyumannya saat ia membalas senyumku waktu itu.."
"aku, aku juga bingung, kenapa aku rela menyelamatkanmu waktu hampir tertabrak truk waktu itu..."
"..." Hinata terdiam.
"karena aku menyukaimu dari kecil, Hyuuga Hinata..."
"maukah kau menerima cintaku?"
Blush! Wajah Hinata memerah, ia senang sudah bertemu dengan Sasuke kembali, ia juga senang Sasuke menembaknya. Tanpa aba-aba, Hinata memeluk Sasuke sambil menangis.
"a...akhirnya, aku menemukanmu, Ss..Sasuke..."
"ohya, waktu tertabrak truk itu, aku mengatakan sesuatu, kan?" tanya Sasuke.
"a...aku, aku hanya mendapati kau mengatakan 3 huruf, U-I-A...eh...jangan-jangan..." Hinata menyadari sesuatu.
"Ya, aku sebenarnya mengatakan 'Uchiha' itu nama keluargaku..." balas Sasuke sambil tersenyum lembut.
.
.
SKIP LONG TIME
Seorang gadis kecil berambut hitam kebiru-biruan dan bermata violet tipis sedang berlari menghampiri orang tuanya.
"kaa-san! Ternyata takoyaki itu enak ya, aku jadi suka!" ucap anak itu sambil tersenyum lebar.
"hihi, ucapanmu persis ketika Tou-san mu masih kecil lho, Sakiko..." Kaa-sannya tersenyum kepada Sakiko, putrinya.
"Hinata! Jangan membicarakan aibku pada Sakiko!" protes suaminya.
"Gomen ne Sasuke-kun, tapi waktu itu kau persis sekali dengan Sakiko..." Hinata, sang istri membela diri.
"haah... terserahlah..." gumam Sasuke pelan.
"hihihihi...Tou-san lucu!" ucap Sakiko.
Yup, 3 tahun setelah mereka lulus kuliah, Sasuke menikahi Hinata dan mereka dikaruinai seorang putri.
Uchiha Sasuke , Uchiha Hinata , Uchiha Sakiko. Keluarga yang harmonis, bukan?
.
.
.
~FIN~
Well, inilah chapter terakhir, rada Gaje ya?
Tapi, semoga reader suka aja dehh...:D
Review atuh! Kritik? Silaken...
Regards, Hasegawa Nanaho.
