Pairing : Hatake Kakashi & Haruno Sakura
Rating : M
Dicslaimer : Naruto © Masashi Kishimoto
Warning : OOC, AU, typo dan sebagainya
Chapter3 Flashback
Waktu dimana 7 tahun lalu
Sakura Haruno adalah siswi yang terbilang cukup dikenal di Konoha High School. Saat ini Sakura adalah siswi tingkat akhir di KHS. Semuanya begitu normal kehidupannya, teman temannya, keluarganya tidak seperti kehidupan di dongeng para putri raja. Dan bagi sakura ini sudah cukup... Ahh belum sepertinya karna saat ini Sakura belum merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta entah siapa yang akan menjadi cinta pertama gadis bersurai merah muda ini.
Lalu, Kakashi Hatake siapa yang tak mengenalnya kepopulerannya jauh melebihi kepopuleran Sakura di sekolahnya, di usia yang masih terbilang muda 25thn pemuda dengan surai perak melawan gravitasi ini sudah memimpin perusahaan milik keluarganya menggantikan ayahnya sebagai pemimpin nomor satu di Hatake Copration.
Tapi itu hanya sampul luar seorang Kakashi di dalam hatinya sangat ingin pemuda ini untuk terbebas dari semua kekangan yang baginya cukup memuakkan tidak pernah ada kebebasan untuknya dan untuk hatinya, setelah semua keinginannya dikekang jalan hidupnya ditentukan. Hingga seseorang yang harus menjadi pendamping hidupnya dan mengisi hatinya pun ditentukan. Miris memang.
Takdir? Apakah mungkin takdir yang menemukan mereka berdua? Hingga takdir pula lah yang harus memisahkan mereka untuk jangka waktu yang tidak diketahui.
Sakura masih duduk terdiam di bangku taman sambil sesekali melirik ke arah jam tangan berwarna peach yang melingkar di pergelangan tangannya yang seputih porselen. 2 jam telah gadis ini menunggu sahabat pirangnya... Ah kemana dia tidak biasanya dia telat!
"Sedang menunggu seseorang?" Pandangan Sakura langsung tertuju ke sisi kanan nya yang kini tengah berdiri sesosok pria tampan bersurai perak melawan gravitasi, beberapa saat Sakura terpanah akan ketampannya tapi segera tersadar ketia pemuda itu melambai lambaikan tangan hadapan Sakura
"Emn yaa.. Yaa aku sedang menunggu temanku, sepertinya dia terlambat. Anda sendiri?" Sakura sempat bingung akan menjawab dan akhirnya hanya menjawab seadanya saja.
"Hanya ingin sendiri dan secara kebetulan melihatmu." Jawab Kakashi tersenyum menatap langsung emerald yang begitu menenangkan di hadapannya
"Kau sangat aneh..."
"Kakashi, lalu siapa namamu?"
"Sakura Haruno, Kakashi-san"
Entah siapa yang memulai mereka kini terlihat akrab berbicara tentang segala hal, tertawa, tersenyum manis jarang melihat seorang Kakashi bisa berekpresi seriang itu dengan gadis yang baru ditemuinya beberapa jam lalu, bahkan dengan tunangannya sekalipun tak pernah terlihat seakrab itu sikapnya sekalu tampak dingin. Lalu Sakura gadis merah muda ini memang sering tertawa dan tersenyum riang tapi sepertinya berbeda pancaran kedua emerald nya begitu berbeda dan berkilau saat ini. Apakah mungkin itu adalah First Sight Love? Dan entah Sakura atau Kakashi telah menemukan Cinta pertama mereka?
Hari berganti hari, minggu berganti minggu dan bulan berganti bulan hampir 5 bulan mereka menjalani kedekatan ini. Mereka terlihat sering bertemu ketika Sakura pulang dari sekolahnya dan Kakashi yang pulang dari kantornya sangat manis pancaran penuh cinta dari kedua pasang mata itu semakin jelas terlihat walaupun tak pernah ada yang secara langsung menyatakannya.
Hingga kejadian yang tak pernah terlupa di kehidupannya terjadi. Bukannya Kakashi yang datang untuk menemuinya melainkan seorang gadis yang begitu elegan dengan dandannya dan rambut hitam keunguan yang diikat satu, gadis itu duduk di bangku taman disamping Sakura, ikut menyandarkan punggungnya dan menatap lurus ke arah danau buatan tepat dihadapannya.
"Apakah kau Sakura Haruno?" Tanya suara sang gadis yang duduk di samping Sakura itu tanpa menolehkan pandangannya pada Sakura
"Ya itu aku, ada apa?" Sakura terlihat kebingungan akan kehadiran gadis itu yang dikiranya hanya ikut terduduk di sampingnya tanpa mengajaknya bicara
"Kau sangat cantik, pantas Kakashi mencintaimu." Ucapnya yang justru membuat Sakura kembali kebingungan apa maksud gadis itu
"Maaf.. Tapi sebelumnya anda siapa?" Sakura kini mencoba bertanya dengan tetap menatap gadis bersurai hitam keunguan itu.
"Aku Anko Mitarashi tunangan Kakashi." Jawab gadis yang mengaku bernama Anko ini yang kini mulai mengalihkan pandangannya menjadi menatap Sakura yang terlihat sangat kaget terlihat dari Emerald itu yang membola sempurna
"Apakah Kakashi tidak pernah bercerita itu padamu?" Lanjutnya lagi
Sakura hanya mampu menggelengkan kepalanya tak bisa membuka suaranya entah kenapa suara terasa tercekik saat ini dan terasa juga seperti ribuan jarum menusuk hatinya bersamaan sungguh sakit.
"Apa yang kau ketahui tentang Kakashi?" Anko kembali bertanya menatap Emerald yang kini memancarkan sinar kepedihan itu
"Dia tidak bercerita banyak tentang kehidupan pribadinya aku hanya mengetahui dari dari anggota keluarga Hatake." Sakura mencoba menjawab walau terdengar jelas suaranya yang mulai bergetar
"Dia tidak menceritakan tentangku dan hubunganku dengannya sama sekali?"
"Tidak" hanya jawaban singkat yang Sakura lontarkan demi apapun ingin rasanya dia menumpahkan semuanya pada Kakashi yang dengan seenak hatinya mempermainkannya. Tapi tunggu Sakura kembali teringat akan ucapan Anko di awal, dia bilang Kakashi mencintai Sakura?
"Aku memang tidak pernah ada dihatinya padahal aku sangat mencintainya. Aku dan Kakashi adalah teman kecil dan ketika kami dewasa kami dijodohkan oleh orang tua kami berdua." Jelas Anko pada akhirnya
Sakura membuang mukanya dan kembali menatap danau di hadapannya. "Kenapa Kakashi tidak menolak pertunanan itu bila memang benar Kakashi tidak mencintaimu?" Entah keberanian dari mana Sakura berani melontarkan pertanyaan itu
"Itu mustahil, bagaimanapun kami menolak perjodohan tetap akan dilangsungkan. Karna yang ada dipikiran orang tua kami berdua adalah Perusahaan yang terus maju tanpa mengalami kebangkrutan." Anko menjawab pertanyaan Sakura dengan suara tenang tanpa bergetar seperti Sakura
"Bila aku bisa menolaknya aku akan melakukannya dan mencoba merelakan Kakashi bersamamu, tapi sayangnya tidak bisa itu semua akan sia sia. Jadi aku mohon padamu Sakura untuk kau yang pergi dari Kakashi dan biarkan Kakashi belajar untuk mencintaiku." Kini Anko melanjutkan ucapannya dengan suara yang bergetar mencoba tetap menatap Sakura yang bahkan tak menatapnya
"Akan kucoba" Sakura menjawab dengan suara yang terdengar pelan lalu menarik bibirnya untuk tersenyum penuh kesakitan
"Terimakasih. Aku tahu kau gadis yang baik, lalu aku ingin menyerahkan ini padamu, semoga kau sudi untuk datang." Anko mencoba tetap tersenyum dan mengeluarkan sebuah undangan dengan warna perak itu lalu memberikannya pada Sakura.
"Semoga bahagia" Sakura kembali memaksakan senyumnya sambil menatap Anko dan menerima undangan pernikahan Anko dan Kakashi yang akan di adakan kurang dari satu bulan lagi.
"Semoga kau bisa mencari cinta yang lebih baik Sakura. Sampai jumpa." Anko tersenyum penuh rasa terima kasih, lalu bangkit dan berjalan menjauh meninggalkan Sakura kembali pada kesendirian.
Sakura kembali menatap Danau yang tenang , mencoba untuk menenangkan hatinya yang telah begitu sakit. Inikah rasanya ketika kehilangan seseorang yang sangat dia cintai? Kenapa takdir begitu kejam padanya mempertemukannya dengan Kakashi membuatnya jatuh hati lalu dengan mudahnya kembali mengisahkannya dengan Kakashi. Tak terasa bulir demi bulir air matanya menetes dari pelupuk mata indahnya menumpahkan segala kesedihan kepahitannya. Berharap esok dia kembali menemukan kebahagiaannya kembali.
Tujuh tahun berlalu sejak kejadian tak terlupakan di hidup Sakura, sejak saat itupun Sakura tak pernah melihat Kakashi walaupun dia akui hatinya tak pernah melupakan sosok pemuda perak yang telah menjadi cinta pertamanya itu.
Tapi setelah tujuh tahun berlalu sepertinya takdir belum puas untuk mempermainkan Sakura dan Kakashi. Kembali mempertemukan mereka dengan perasaan yang masih sama dengan tujuh tahun yang lalu.
"Iya aku akan kembali ke kantor" Kakashi segera mematikan telfonnya dan melangkahkan kakinya keluar dari toko bunga Yamanaka. Tapi kali ini takdir kembali mempertemukan mereka Kakashi dan Sakura
BRUKKKKK
"Ah gomen, aku tak melihat bunga bunga ini menghalangiku." Sakura berucap sambil berjongkok dan mengambil beberapa tangkai bunga yang berjatuhan. Sedangkan Kakashi masih terpaku melihat kembali seseorang yang tengah mengambil tangkai bunga yang berjatujan itu, seperti sangat mengenalnya surai merah mudanya.
"Sakura?" Kakashi berucap tak lama ketika Sakura bangkit dan akan melanjutkan langkahnya tapi kini keduanya benar benar terpaku memandang cinta mereka yang pernah hilang sebelumnya
"H hai Kakashi, b bagaimana k kabarmu?" Sakura berucap sangat gugup tidak berani menatap mata berlainan warna itu dan hanya menatap bibir kissablenya
"Kaukah itu?" Kakashi kembali meyakinkan seseorang yang dilihatnya dengan kembali bertanya.
"Ya" Sakura menjawabnya singkat dan mencoba tersenyum walau sepertinya sangat terlihat bahwa itu adalah senyum penuh kepahitan
"Maafkan aku" hanya kata itu yang bisa Kakashi ucapkan, Sakura kembali tersenyum dan melanjutkan jalannya menyimpan bunga bunga itu di hadapan sahabatnya Ino yang masih sibuk merangkai bunga
"Tak apa Kakashi itu sudah sangat lama, dan sekarang kau pasti sudah sangat bahagia." Sakura berucap sambil berbalik dan berjalan kearah Kakashi yang masih diam mematung
"Aku masih mencintaimu" Kakashi menatap kembali Emerald yang sangat dirindukannya mencoba meyakinkan bahwa masih ada cinta dihatinya untuk gadis bersurai merah jambu itu.
"Aku juga." Sakura kembali tertunduk dan memandang lantai di bawahnya yang sepertinya tampak lebih menarik baginya untuk saat ini
Dan sejak saat itu takdir kembali mempertemukan Kakashi dan Sakura membawa mereka kesebuah hubungan terlarang yang mereka pun sadari cepat atau lambat mereka pun akan kembali berpisah hanya menunggu sang waktu dan takdir yang kembali memisahkan. Entah kenapa takdir tak pernah berpihak pada mereka, bisa kembali mempertemukan mereka yang masih menyimpan cinta yang sama selama tujuh tahun tapi tak pernah membiarkan mereka bahagia untuk selamanya.
"Tapi aku tahu sekarang kau tidak hanya mencintaiku kau juga mencintai istrimu Kashi" Sakura memandang langit malam yang kelam
"Yang aku ingin sekarang hanyalah kembali merasakan cinta seperti tujuh tahun lalu, walau sebentar dan cepat atau lambat kita akan kembali berpisah, tapi tolong untuk kali ini biarkan aku memberikanmu sedikit kebahagiaan untukmu Saku walau aku juga tahu waktukku tak panjang untukmu. Yakinlah bahwa kita pun akan bahagia." Kakashi menggenggam tangan Sakura erat sesekali menciumnya dalam meyakinkan Sakura bahwa memang selama tujuh tahun lalu cintanya tetap ada pada Sakura
Basah, Sakura merasakan tangannya basah oleh tetesan air. Apakah Kakashi menangis? Kenapa dia harus menangis dia telah bersama wanita yang sempurna yang jauh lebih dari Sakura yaitu Anko
"Kau telah memiliki seorang putra darinya, kau tidak boleh meninggalkannya meninggalkan anakmu, selama ini takdir tak pernah berpihak pada kita." Sakura berucap setenang mungkin dan menarik tangannya lembut lalu menatap mata berbeda warna itu.
"Lalu bila mungkin kau telah bercerai dengannya apa mungkin kau bisa menikah denganku?" Lanjut sakura yang tetap menatap kedua manik berlainan warna itu
"Aku tahu" Kakashi berucap lesu menahan segala kesedihannya dengan menutup kedua matanya menyembunyikan kesedihan itu
"Aku tahu aku bodoh, mencintai seseorang yang jelas jelas terlarang bagiku, aku tak peduli orang lain akan melihatku seperti orang tak berperasaan yang merebut milik orang lain! Tapi biarkan aku bersamamu walau hanya sementara waktu dan setelah itu kita harus kembali melepaskan" akhirnya tangis yang terus Sakura tahan dan kata yang terus dia tahan terlepas begitu saja ketika Kakashi merengkuh tubuh rapuh Sakura dalam pelukannya
"Sekali lagi maafkan aku" kakashi berucap ketika Sakura selesai mengungkapkan segala isi hatinya, ucapan yang cukup pelan tidak hanya untuk Sakura tapi juga untuk seseorang yang telah menyandang sebagai istrinya
"Pergilah ketika nanti dia mulai curiga dan lepaskan aku" sakura berucap pelan hampir berbisik dan kembali memeluk Kakashi menyandarkan kepala pinky nya di dada Kakashi.
To Be Continued
Sudah jelas sekarang tentang Sakura dan Kakashi yang nekat menjalin hubungan terlarang itu walau mereka tahu kelak mereka juga akan kembali berpisah. Semoga suka
Maaf tidak sempat membalas review:) mungkin di part selanjutnya akan dibalas:) sekali lagi review kalian menyemangati saya untuk melanjutkan:) jadi tolong tetap review untuk yang telah membaca fic yang tidak seberapa ini:) terimakasih sebelumnya:)
Adindaekaa
