.

.

.

Fortune © Qamara-chan Hyuuga

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Pairing: Uchiha Sasuke & Haruno Sakura

Rated: T

Genre: Hurt/Comfort & Romance

WARNING: Typo(s), AU, OOC, Alur berantakan, EYD amburadul.

Don't like don't read!

.

.

.

Jealous

Baby I'm missing you lately, missing you here with me… Never let you go away, don't wanna lose you again…

"Moshi-moshi?" sapa Sakura ramah setelah menekan tombol hijau di ponselnya.

"Sakura…" panggil suara dari seberang sana, senyum mengembang di wajah Sakura.

"Sasuke-kun? Kenapa telepon malam-malam begini?" tanya Sakura.

"Hn, aku ingin meminta pendapatmu tentang Hinata." sahut Sasuke langsung pada intinya. Ya, Sasuke memang tidak suka basa-basi.

Sakura tertawa kecil mendengarnya. "Wah, benar 'kan kau menyukai Hinata-chan?" Sasuke menghela nafas mendengar prediksi Sakura.

"Ok! Ok! Kembali ke topikmu. Menurutku Hinata baik, yah… walaupun aku belum terlalu mengenalnya." balas Sakura dengan mantap.

"Begitu menurutmu?" tanya Sasuke memastikan, Sakura mengiyakan.

"Apakah aku dan Hinata cocok?" tanya Sasuke lagi. "Sebagai sepasang kekasih kurasa."

"Ya!" jawab Sakura meyakinkan.

"Hn, terima kasih. Selamat malam, Sakura." kata Sasuke dengan nada datar.

Sakura tersenyum mendengarnya. "Selamat malam, Sasuke-kun."

Sakura lalu meletakkan ponselnya setelah meyakini bahwa sambungan teleponnya dengan Sasuke sudah terputus.

.

Mentari pagi muncul dari ufuk timur bersama dengan hangatnya cahaya. Suara nyanyian burung yang terdengar nyaring kembali menyeruak. Seorang gadis manis bersurai merah jambu tengah berjalan di koridor dengan langkah yang terkesan santai. Ya, terlalu pagi untuk terburu-buru.

Sesampainya di kelas, ia meletakkan tasnya di kursinya.

"Wah, Sasuke-kun berangkat pagi lagi! " seru Sakura riang ketika melihat tas ransel yang ia yakini milik Sasuke berada di samping bangkunya.

Setelah itu, Sakura berjalan-jalan mengelilingi sekolah untuk menemukan Sasuke. Beberapa menit tak menemukan Sasuke, Sakura yang kebetulan berpapasan dengan lelaki berambut pirang jabrik segera menanyakannya.

"Naruto, kau lihat Sasuke?" tanya Sakura tanpa basa-basi.

"Teme di perpustakaan." jawab Naruto cepat.

Sakura mengangguk tanda mengerti. "Baiklah, arigatou!"

Tanpa membuang banyak waktu, Sakura berlari-lari kecil menuju perpustakaan. Ketika sampai di ambang pintu perpustakaan, Sakura segera melengos masuk.

"Sasuke-kun, kenapa kau tak mengaja-oh?!" Sakura spontan memotong kalimatnya ketika ia melihat Sasuke dan Hinata sedang duduk bersebelahan sambil membaca buku.

"Hn." sahut Sasuke dengan wajah yang kusut. Terkesan kurang suka dengan kedatangan sahabatnya. Sedangkan Hinata hanya terdiam tanpa menanggapi kedatangan Sakura yang tiba-tiba.

"Aku datang di saat yang tidak tepat, ya?" tanya Sakura sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Aku akan pergi!"

Setelah itu Sakura kembali berlari, berlari menuju taman sekolah. Entah kenapa ia sangat ingin sendiri, setidaknya untuk saat ini.

Ia bingung, sebenarnya apa yang terjadi pada dirinya saat ini. Sakura tak suka melihat Sasuke duduk dengan Hinata seperti tadi. Baru saja ia bahagia karena hari ini Sasuke duduk sebangku dengannya, tapi kebahagiaan itu harus berakhir ketika melihat Sasuke dan Hinata di perpustakaan. Memang, tak ada gadis lain yang dekat dengan Sasuke kecuali dirinya. Setidaknya itu sebelum Hyuuga Hinata masuk ke dalam kehidupan mereka.

Siapa yang salah? Entahlah.

Mendadak ia merasa diasingkan oleh Sasuke. Belum lagi raut wajah yang Sasuke pasang ketika ia datang ke perpustakaan. Benar-benar bukan raut wajah yang pantas dipasang di depan sahabat.

'Apakah aku cemburu?' inner Sakura bertanya.

'Tidak! Tidak mungkin. Aku dan Sasuke adalah sahabat dan akan tetap seperti itu.' Sakura meyakinkan dirinya.

Tett Tett Tett…

Bunyi bel yang nyaring memaksa Haruno Sakura untuk beranjak dari lamunannya. Ia lalu berjalan memasuki kelas. Tak bisa dipungkiri, rasa kesal dan tak suka kembali menyeruak di benaknya ketika melihat Sasuke yang memutar tubuhnya 180 derajat hanya untuk mengobrol dengan Hinata.

Percuma saja Sasuke duduk sebangku dengannya, tetap saja perhatiannya tertuju pada gadis indigo di belakangnya.

"Sakura-chan, kau dari mana?" tanya Hinata ramah.

"Taman." jawab Sakura ketus.

"Kenapa Sakura-chan terlihat kurang baik?" tanya Hinata lagi, Sakura terdiam. "Apa Sakura-chan sakit?" tanya Hinata sekali lagi, Sakura menggertakkan giginya kesal. "Sakura-chan?"

"Hinata! Bisakah kau diam?" bentak Sakura, Hinata terdiam seribu bahasa.

Sasuke jengah, ia lalu menatap tajam ke arah Sakura. "Sakura! Kau ini kenapa, eh? Hinata bertanya baik-baik padamu tapi kau malah membentaknya, dia peduli padamu." bentak Sasuke.

"Em, Sasuke-kun. Tidak apa-apa." ucap Hinata menenangkan. "Mungkin Sakura-chan sedang banyak pikiran."

"Tapi dia keterlaluan," geram Sasuke tanpa mengalihkan pandangannya pada gadis bersurai merah muda.

"Maaf." ucap Sakura lemah sembari menundukkan wajahnya.

"Tak apa, Sakura-chan." sahut Hinata diiringi senyum. Sedangkan Sasuke sendiri hanya terdiam tanpa menanggapi Sakura.

Setelah itu, hanya keheningan yang menyelimuti ketiga remaja itu. Saat pelajaran pun tidak ada yang saling bertegur.

"Sakura-chan, bisa ikut aku sebentar?" tanya Hinata malu-malu ketika jam pelajaran telah berakhir, Sakura terdiam sejenak.

Sakura mengangguk, "Tentu."

Hinata lalu menggandeng Sakura menuju kantin, sampai di sana ia membelikan Sakura minuman dingin dan lekas memulai pembicaraan.

"Sakura-chan?" panggil Hinata, Sakura mendongak.

"Ya?"

"Emm…" Hinata tampak sulit untuk menyampaikan maksudnya.

"Katakan saja." ucap Sakura.

Hinata menelan ludahnya dengan susah payah. "A-aku suka Sasuke-kun!"

"Eh?" Sakura terkejut, ia menatap langsung wajah Hinata, wajah gadis itu sudah memerah.

"Kau harus berusaha, ganbatte!" ujar Sakura menyemangati.

Hinata manggut-manggut. "Ha'i, aku akan berusaha!"

"Oh ya, aku ingin menitipkan ini. Untuk Sasuke-kun." ujar Hinata sembari menyodorkan kantong plastik yang entah apa isinya kepada Sakura.

Sakura tersenyum, "Lebih baik kau berikan sendiri padanya, biar lebih spesial."

"Baiklah kalau begitu." sahut Hinata bersemangat.

.

Semilir angin sore menerpa dedaunan yang tersebar di seluruh permukaan tanah. Seorang gadis beriris emerald memberhentikan mobilnya tepat di parkiran pameran bunga. Ia lalu turun dan segera berjalan menuju salah satu kios di pameran itu. Sesampainya di kios yang ia tuju, Sakura menghampiri badut yang kemarin memberinya setangkai bunga.

Entah atas dasar apa tulisan yang tertera di kertas yang terselip pada bunga kemarin itu menjadi daya tarik tersendiri untuknya.

"Ehm, boleh kudapatkan satu bunga lagi?" tanya Sakura sungkan.

"Kau harus membayar untuk bunga keberuntungan ini, gadis manis." jawab si badut dengan ramah, Sakura mengangguk.

"Ya! Aku akan membayarnya." Sakura terenyum lebar, memamerkan deretan giginya yang putih bersih.

"Ini, untukmu." ujar badut berbaju polkadot sambil memberikan setangkai bunga mawar pada Sakura.

"Terima kasih, dan ini uangnya." ucap Sakura sambil memberikan sehelai uang kertas.

Sakura menghirup sejenak wangi bunga mawar yang kini berada di tangannya. Setelah itu, ia mengambil kertas yang terselip dan membukanya perlahan.

Tidak ada yang tidak mungkin…

'Begitukah? Benarkah aku menyukai Sasuke-kun, sahabatku sendiri?' Sakura bertanya-tanya dalam hati.

.

.

.

Bila kegagalan itu bagai hujan, dan keberhasilan bagaikan matahari…

Maka butuh keduanya untuk melihat pelangi.

.

.

.

To Be Continue


A/N: Hai readers! Akhirnya bisa update tepat waktu :D Untuk PC belum bisa update karena saya kena WB terus. Bawaannya cuma pengen nonton anime-_- Chapter ini juga gabisa panjang karena udah stuck. Pokoknya minta tanggapan dari readers demi perbaikan chapter mendatang ^_^

Terima kasih buat yang review di chap sebelumnya. Ini balasan reviewnya:

reza. oktaviani: Oke, ini udah lanjut loh. Review lagi ya :D

Mushi kara-chan: Hoho, halo Mushi-chan. Ini udah lanjut ya, kayaknya ga ada deh yg bikin Sasukenya cemburu._. Tapi semoga tidak mengecewakan ya :)

Eysha 'CherryBlossom: Terima kasih sudah suka :3 Oke, ini udah lanjut ya :)

febri feven: Oke, ini udah lanjut ya :)

Akira Fly: Engga tu, itu hak saya dong mau gimanain cerita ini :')

Tsusui: Halo, ini udah update loh XD Kayaknya Sasuke ga akan dibikin cemburu deh, cukup Sakura aja. Tapi semoga ga mengecewakan ya :)

Guest: Hehe, menurut kamu gitu ya? Berarti sama dong^^ Engga, aku usahain fict ini akan ada kata 'END' XD

sa-chan: Oke, ini udah lanjut ya :)

Makasih juga buat silent reader yang sepertinya ada(?) Sekian curhatan dan bacotan yang tidak penting.

Mind to REVIEW?

Regards,

Qamara-chan Hyuuga