okey..

long time no see, readers!

sya akhirnya pnya kesempatan memakai laptop bokap.

wkwkwk, ini pun diam2.

alright,

ini chp. 3nya ya!


Kingdom Hearts: Losing Memory

.

Disclaimer: I do not own KH, but i own this one.

.

.

.

.

Enjoy!


Scene

"Apa? Nobody-ku? Maksudmu Roxas?" tanya Sora.

King Mickey mengangguk.

"Tapi untuk apa?" tanya Sora lagi.

"Mereka berniat mengajak Roxas untuk ikut Organization XIII lagi dan membantu mereka mengumpulkan 'Kingdom Hearts'.. Mereka juga ikut mengambil Nobody milik Kairi.." jelas Mickey.

Sora hanya diam saja tak bergerak. Lalu, ia berdiri, dan mengatakan,

"Aku akan menghentikan organisasi itu..".

"Tapi, kau tidak bisa sendiri, Sora. Kami akan menemanimu selama perjalananmu. Sayangnya, kita harus membentuk 2 kelompok.. tenang saja, Donald dan Goofy akan menemanimu..," kata Mickey tersenyum.

"Ya, Yang Mulia!" sorak Donald dan Goofy secara bersamaan.

Riku tiba-tiba saja berdiri dan menepuk pundak Sora. "Jangan bertindak sendirian, kami akan membantumu.."

Sora mengangguk dan ia tersadar saat ia melihat Kairi yang masih tertidur.

"La-Lalu, bagaimana dengan Kairi?"

"Aku ikut."

"Ka-Kairi? Kau sudah bangun?" kejut Sora.

"Tentu. Aku bahkan sudah mendengar semuanya.. Aku ikut."

"Tapi Kai-"

"Aku akan tetap ikut. Namine adalah bagian dari diriku dan aku tidak ingin kehilangan dia. Aku tau itu.."

Sora mengangguk. "Oke. Jadi, mereka disekap di mana?"

Semua langsung diam sejenak untuk berpikir.

"Yang terlintas di pikiranku adalah Castle Oblivion.." kata Riku, mulai memecah keheningan.

"Ya ya.. aku juga. Entah kenapa aku berfirasat seperti itu," lanjut Mickey.

"Castle... Oblivion?" tanya Goofy, Donald, dan Sora secara bersamaan.

Keheningan menyelimuti kembali. Lalu Riku dan Mickey saling berbisik.

"Ah.. aku ingat. Mereka tidak tau ya?" bisik Riku.

"Koreksi. Mereka saat itu kan-kau tau, apa maksudku, Riku.." bisik Mickey.

Mereka berdua kembali ke posisi mereka masing-masing.

"Em.. maaf menganggu, tapi di mana Castle Oblivion itu berada?" tanya Sora.

"Well, nanti kalian juga tau." jawab Riku

.

.

.


"Guys.. Roxas kembali.."

Roxas mendongakkan kepalanya dan melihat di sekitar ruangan putih yang diisi oleh 2 orang berjubah hitam, yang satu berbadan besar, dan yang satu lagi berbadan langsing sambil membawa buku.

Dengan heran, Roxas bertanya, "Apakah anggotanya memang cuma segini?"

"Masih ada 2 orang lagi.. Tapi mereka sedang ada urusan. Kenapa kau tidak memakai jubahmu yang kau banggakan selalu itu, Roxas?" tanyanya sambil memberikan jubah hitam kepada Roxas.

Roxas hanya menerimanya dengan lemah dan menatap jubahnya.

Flashback

At the Station of Serenity

"Jadi?" tanya orang itu sambil menyodorkan tangannya.

Roxas menunduk. "Kalau tidak?"

"Dia, Sora,... dan teman-temannya... akan menjadi penggantinya.."

"Apa? Tidak mungkin. Sora dan temannya tidak terkalahk-"

"Kau lupa tujuanmu dilahirkan?"

Roxas menaikkan alisnya. "Apa maksudmu?"

"Kau lupa siapa yang sudah menerimamu?"

Roxas hanya diam saja. Ia menaruh tangannya ke belakang untuk mengeluarkan Keybladenya diam-diam tapi-

"Kau lupa pada DIA yang percaya padamu bahwa kau akan selalu bersamanya?"

Roxas tiba-tiba merasakan ada sengatan kecil yang melintasi kepalanya sewaktu mendengar pertanyaan dari orang itu. Sengatan itu terus menerus melintasi kepalanya dan lama-lama ia dapat merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya.

Roxas menutup matanya dan yang dapat ia dengar adalah-

"...Roxas..."

Roxas membuka matanya kembali. "Siapa dia? Aku mendengar suara seseorang.." katanya.

"Sungguh kau lupa padanya? Mengejutkan, Roxas.." kata orang itu menyodorkan tangannya kembali. "Kau ingin tau siapa dia?"

Roxas mengangguk. Ia merasa seperti ia merindukan suara yang ia dengar itu. "Ya.. Aku merasa.. Harus"

"Bergabunglah dengan kami.."

.

.

End of Flashback

"Kenapa? Kau berubah pikiran?"

Roxas tidak tau apa yang meracuni pikirannya. Tapi ia tau, kalau ia berubah pikiran, orang-orang ini bakal menghabisinya.

Roxas hanya menggeleng. "Tidak.. "

Kemudian, Roxas memakai jubah hitamnya dan ia mendengar suara teriakan yang memanggilnya.

"ROXAAAAS!"

Ha?

"Kok terdengar seperti...-"

"ROXAAS!"

Lho... Bukannya itu suara..

"Namine!" panggil Roxas lalu berlari mencari asal suara tersebut.

Orang yang berusaha mencegahnya itu, berlari mengejar Roxas. "Roxas, tunggu!"

Roxas tidak memedulikan orang yang memanggilnya, ia tetap berlari mencari Namine. "Namine! Namine!"

Roxas berlari terus dan ia menemukan jalan buntu dan yang ada hanyalah pintu.

'Namine pasti ada di sini!' pikir Roxas. Ia membuka pintu tersebut dan dilihatnya-

"NAMINEE!" Namine yang tak sadarkan diri di genggaman seseorang. "Apa yang kau lakukan padanya?"

"Tidak ada. Aku hanya membuatnya tidak sadarkan diri untuk mencegahnya tidak kabur dari dari sini. Sepertinya ia tau kedatanganmu, Roxas.." kata orang yang mengenggam Namine.

"Lepaskan dia!" teriak Roxas.

"Wow.. Roxas, tidak perlu keras kan?"

"Kubilang Lepaskan di-"

"Roxas!" teriak seseorang di belakangnya. "Tenang.. Dia hanya ditidurkan sementara. Sebentar lagi juga bangun."

"Apa maksudnya ini? Bukankah dia harusnya tidak terlibat akan masalah ini?" tanya Roxas sambil menunjuk Namine.

"Itulah masalahnya, Roxas."

"Ha? Apa maksudmu?"

"Dialah yang menghapus memorimu, Roxas.. Menghapus memorimu tentang DIA yang kau inginkan kembali.."

"Apa? Tidak mungkin.. Namine tidak akan melak-"

"Coba saja ingat. Apa dia pernah memberi tahumu tentangNYA? Sedikitpun?"

Roxas terdiam. "Tidak."

"Itu supaya kau tidak kembali ke Organization XIII lagi! Membuatmu tidak peduli organisasi lagi!"

Roxas menggeleng. "Seharusnya kalian sudah tidak ada lagi! Bagaimana kalian bisa kembali?"

Orang itu diam saja dan membuka tudungnya.

Mata Roxas membulat tidak percaya. "Ba-Bagaimana bisa?"

.

.

.


Beberapa waktu kemudian di lain tempat..

"Inikah Castle Oblivion itu?" tanya Sora.

"Yep.."

"Sepertinya aku pernah melihatnya.."

"Tentu saja. Kau kan pernah ke sini.."

"Oh ya?"

"Hemm.. Bagaimana ya? Kasih tau atau tidak, entahlah.."

"Riku.."

"Sudahlah Sora. Tujuan kita ke sini sudah lupa ya? Dan ingat, muka itu tidak bakal membuatku membuka rahasia.."

"Hah.. Baiklah.."

"Teman-teman.. Aku rasa aku dapat merasakan hawa Namine di dalam.."

.

.


A/N: hah.. chapter 3 sudah sya finishkan.. maaf atas keterlambatan sya dlam membuat crita ini.. krena msih bingung dengan apa yg akn sya lkukan slgi liburan selain menulis fic ini.. mau itu mngerjakan tugas atau les entah..

tapi, sya seneng dengan review kalian mungkin berguna apa lagi Roxas Sora Namine Kairi sepertinya sya bkal mudah membuat fic ini dengan sarannya.

oke..

mind to review again?

.