Studio Rekaman, Taipe

.

Seorang gadis terlihat berdiri di sebuah ruangan kedap suara dengan peralatan mic di tengah ruangan tersebut. sementara itu di luar ruangan di depan media kontrol musik terlihat dua gadis lainnya sedang menyetting perlengkapan rekaman musik yang diperlukan gadis itu sebelum membuka suaranya.

Dan gadis itu pada akhirnya mulai bernyanyi...

"Naku koto nara tayasui keredo,

Kanashimi ni wa nagasarenai"

"Koishita koto, Kono wakare sae"
"Eranda no wa, Jibun dakara..."

3 jam setelah mereka tiba di hotel, Umi bersama Haruka dan Miki pergi ke studio rekaman secara diam-diam untuk mempelajari struktur vocal Chihaya. Setelah beberapa kali penyesuain teknik vocal, Umi ternyata masih kesulitan menggapai nada tinggi miliknya.

"Aoi tori, Moshi shiawase"
"Chikaku ni attemo"
"Ano sora de, Uta o utau"
"Mirai ni mukatte
"Anata o aishiteta"

"Demo mae dake o mitsumeteku..."

.

OK!

"Hoshh... Hoshh!... Ini sulit!" gumam Umi dengan nafas tersengal-sengal mengakhiri latihannya. ["Aku tidak menyangka bahwa Chihaya adalah penyanyi Opera dengan suara setinggi itu."]

"Otsukare, Umi-chan! Meskipun masih belum sepadan namun aku kira warna suaramu sudah mirip dengan suara Chihaya, tinggal dipoles sedikit saja." komentar Haruka yang membawakan botol air minum untuknya.

"Haik, Arigatou."

"Mou, apakah kalian yakin bahwa aku bisa membawakan lagu ini dengan baik? Aku pikir aku masih belum memiliki skill yang memadai seperti dia."

"Daijoubu, Umi! Relax saja!" seru Miki yang baru saja keluar dari ruang sound enginnering sambil melemparkan handuk kering ke arahnya.

"It's OK! Meskipun nantinya kamu tetap tidak dapat menyamai Chihaya itu sama sekali tidak apa-apa. Di dalam dunia idola, hal yang paling penting bukanlah menjadi performance yang selalu sempurna di setiap penampilannya di atas panggung melainkan menjadi seorang idol yang amemberikan 100% tenaganya sehingga mampu menyentuh hati para fansnya. Begini yah, Di atas stage itu kita tidak hanya sekedar bernyanyi namun yang terpenting adalah bagaimana caranya agar kita menyampaikan dan menghubungkan perasaan kita kepada para fans. Karena itulah, kamu tidak perlu memaksakan diri.." tutup Miki dengan senyum lebar.

"Terima kasih, Haruka, Miki... Aku akan berusaha melakukannya." tanggap Umi yang saat ini mulai bisa tersenyum.

"Nah, gitu dong! Ayo senyum, kamu terlalu tegang selama menyanyi tadi!" senggol Haruka.

"M-Maaf! A-Aku tidak terbiasa menyanyikan lagu idola lainnya."

"Hmm?"

"Sebenarnya aku selama ini jarang menyanyikan lagu ataupun melakukan karaoke. Jadi menyanyi adalah suatu kegiatan yang sulit bagiku. Ehehehe..." timpal Umi menjelaskan perkataannya namun bukannya perasaan lega yang timbul malahan mulut kedua gadis 765pro itu terpongah lebar setelah mendengar pengakuan Umi tersebut.

"HAAAHH?!"

"Kamu bilang kamu tidak suka menyanyi?! T-trus b-bagaimana mungkin kamu memiliki suara seindah itu?!" Ujar Miki takjub dan ditimpali oleh Haruka. "S-Sepertinya Umi-chan, kamu memang ditakdirkan menjadi seorang penyanyi Top."

"Ehh?!" Respon Umi dengan muka nyengir.

.


.

Sementara itu di Kyoto, Jepang.

.

"Nibui no desu ne..."

"Ii no?"

.

"STOP! Berhenti sampai disana!" seru Eli yang tiba-tiba menghentikan koreo lagu Chihaya dan Nico kemudian memberikan pengarahan untuk gerakan tari selanjutnya.

"Yak, lalu setelah itu kita berputar mengelilingi Nico sambil membuka kipas tangan kita."

"Chihaya, ingat posisimu ada didepan bersebelahan dengan Maki! Maki, jangan lupa memberi tanda kepada Chihaya untuk segera menyelaraskan barisan setelah jeda lagu ini selesai!"

"Roger!"

"Apakah ada yang ingin ditanyakan? Baiklah, latihan kita mulai lagi!"

Mereka bersembilan lalu bersiap-siap diposisi semula tempat mereka berdiri untuk mengulangi latihan lagu "Kaguya no Shiro de Odoritai" sekali lagi.

"Chihaya, kamu tidak apa-apa, kan?" tanya Kotori yang berada disampingnya.

"Hosh.. Hosh! Gerakan ini... Entah kenapa sulit sekali...!"

"Umm, aku kira Koreo gerakanmu sudah bagus, kok."

"Tidak, ini masih belum sempurna seperti gerakan gadis itu!" keluh Chihaya sambil mencermati kembali langkah Umi, gadis di dalam video yang sedang mereka putar di laptop Maki.

"Yappari, aku rasa gerakan ini memang terlalu sulit. Seandainya ini bukan usul Umi untuk menambahkan gaya tradisional di dalam lagu kita, tentu ini tidak akan sesulit ini." imbuh Maki.

"Sudah, sudah... Bukankah kita semua sudah sepakat untuk memakai gerakan ini, lagipula Umi pasti akan sedih apabila mendengar keluhan kalian ini." sela Eli.

"Kamu benar Eli, tidak seharusnya kita bermalas-malasan saat ini! Minna, Faito dayo!"

"Kalian... Aku jadi curiga apakah kalian ini benar-benar seorang school idol?!" Chihaya menanggapi semangat mereka. "Level latihan kalian ini sudah seperti seorang Idol Pro tahu?."

"Ehh, kami belum sehebat itu kok?! Ahahaha..."

"Siapapun yang menciptakan koreo ini dia pasti seorang pro-dancer."

"Emm... Itu... Orang yang menciptakan part koreo ini adalah Umi-chan sendiri, dan sisanya disempurnakan oleh Eli-chan... Tehehehe..." jawab Kotori

"HAAAHHH?! BENERAN?!"

"Umm..." Respon angguk member µ's lainnya.

"G-G... Gadis yang bernama Umi, itu pasti orang yang hebat yah?!"

"Tentu saja! Bahkan dialah juga orang yang telah menciptakan lirik seluruh lagu kami selama ini!" Tandas Honoka dengan bangga.

"EHH...?!"

.


.

Ruang Tamu Hotel, Taipe

.

"Chihaya-san... Ayo main!" seru idola cilik Futami, Mami dan Mimi yang terus mengerubuti tubuh Chihaya semenjak dia kembali kedalam hotel.

"M-M... Maaf, aku mau pergi latihan dulu sekarang..."

"Ahh... Onee-san, gak asik ahh! Bukannya tadi udah latihan? Masih kurang?!"
"Ehehehe, maaf yah.. nanti aja yah?" Umi, gadis yang menyamar itu berusaha menolak baik-baik sehingga tidak menarik perhatian lainnya.

"Chihaya, kamu tidak apa-apa? Kamu sepertinya tampak tegang yah akhir-akhir ini." sapa Takane Shiijo, Gadis berambut perak berumbai yang tiba-tiba muncul dihadapannya.

"Anu.. I-I.. Iya...! A-A... Aku tidak apa-apa kok mbak..! Ehh, permisi..." jawab Umi panik dan segera berlari meninggalkan mereka dan mendatangi Haruka yang telah menunggu di lobi depan. "Mbak?... Ehh?!"

Sementara itu Haruka terkejut saat melihat wajah Umi yang pucat pasi sedang mendekap lengannya dengan erat. "Umi... Eh, Chihaya? Ada apa?"

"Maafkan aku Haruka-san, A-A.. Aku tidak familiar dengan para gadis disini! Jadi, Aku harap kamu tidak keberatan kalau aku berada dekat denganmu untuk sementara waktu ini." jawab Umi yang merapatkan badannya kepada Haruka.

"Ehh, itu.. Tidak apa-apa, sih."

"Umm.. Baiklah, setelah ini aku akan memperkenalkanmu dengan para gadis yang ada disini"

"Ummmhhh..."

Haruka dan Umi berbalik menuju ke dalam hotel untuk mendatangi kerumunan gadis yang ada disana. Haruka kemudian menyapa satu-satu para gadis yang ada disana sambil memberi kode kepada Umi untuk mengingat nama mereka. Sementara itu para gadis 765 Pro lainnya juga tampak bingung melihat tingkah laku "Chihaya" yang menurut mereka tidak seperti biasanya, selain Miki tentunya.

Ada 15 orang dari agensi ini yang ikut rombongan di Taiwan kali ini. 2 produser dan 13 idola termasuk Umi alias Chihaya. Dengan telaten Haruka mendatangi dan mengajak ngobrol satu per satu para gadis disana.

Pertama, di ruang tamu ada Azusa Miura dan Takane Shijou, gadis yang terlihat paling dewasa disana meskipun begitu keduanya memiliki sifat yang berbeda, Azusa adalah gadis tertua di agensi ini, dia adalah orang yang baik hati meskipun tingkahnya selalu easy going, tidak mau ambil pusing layaknya Miki, dia juga dilarang untuk berpergian seorang diri karena selalu tersesat. Sementara Takane adalah gadis misterius, rambut peraknya menandakan bahwa dia bukanlah orang jepang, perkataannya selalu misterius dan mengundang tanda tanya bagi orang baru yang mengenalnya seperti Umi. Kedua orang itu mengingatkan Umi kepada sosok Nozomi Toujo yang juga misterius dan paling dewasa.

Lalu di dekat kolam ada grup anak kecil yang selalu bersama-sama, Ami Futami, Mami Futami dan Iori Minase, dan Yayoi Takatsuki. Ami dan Mami merupakan kakak beradik, tidak mudah membedakan kedua anak ini selain dari gaya rambutnya. Sedangkan Iori merupakan gadis keluarga kaya sehingga dia selalu tampil classy dan elegan namun boneka yang selalu dibawanya menunjukkan karakter alaminya sebagai anak kecil, meskipun begitu dia tidak terlalu memilih-milih dalam berteman termasuk dengan Yayoi yang berasal dari keluarga miskin dan menjadi idola untuk menghidupi keluarganya.

Di sudut taman terbuka terlihat Yukiho Hagiwara dan Miki Hoshii sedang menyaksikan perlombaan adu ketangkasan antara Hibiki Ganaha dan Makoto Kikuchi. Hibiki adalah gadis petualang yang selalu membawa hamster peliharaannya, sedangkan Makoto adalah gadis ikemen yang sering disebut pangeran 765 Pro, Lalu Yukiho merupakan gadis pemalu yang tidak mudah bergaul dengan orang lain, khususnya laki-laki.

Dan terakhir di ruang rapat terlihat Produser-san, Ritsuko Akizuki dan Kotori Otonashi masih sibuk mendiskusikan program kerja mereka selama di taiwan ini. Setidaknya ketiga orang ini sudah pernah dijumpai oleh Umi dan baginya mereka adalah orang yang baik.

Setelah itu mereka berdua pamit meninggalkan para gadis disana untuk menuju ruang studio latihan.

"Hehehe..."

"Hmm? Kenapa, Umi-chan?" tanya Haruka.

"Para gadis disini ternyata menyenangkan yah? Mereka tidak seburuk yang kupikirkan. Ahh, maaf... Aku tidak bermaksud mengatakan kalian adalah orang jahat"

"Ahahaha... tidak apa-apa! Lagipula, kamu baru mengenal kami hari ini."

"Umm, jadi apakah kamu tertarik bergabung ke agensi kami?"

"M-Maaf, aku belum bermaksud memikirkan tentang itu. Lagipula aku sudah bergabung dengan grup idola di sekolahku dan saat ini kami sedang berjuang masuk ke kompetisi Love Live!." Jawab Umi.

"Begitu yah? Baiklah, tapi aku berharap kamu bisa bergabung dengan kami karena kamu itu berbakat sebagai seorang idol... Aku harap kamu mau memikirkan baik-baik tawaran ini. Ehehehe..."

"Umm, Haruka-san.. Boleh aku tanya sesuatu?"

"Iya, Umi?"

"Jadi, apakah Produser-san dan Miki itu pacaran yah?"

"Ehh... Tidak-tidak... Kamu salah sangka..!"

"Meskipun Miki memanggilnya dengan Honey, tapi itu cuma panggilan akrab –mesra- saja kok.. tidak ada maksud yang lain. Lagipula, berpacaran itu adalah hal yang dilarang di dunia idol..."

"Benarkah?! Oh, Aku baru tahu itu..."

"Oh iya, Umi-chan... Bukankah kamu pernah bilang bahwa kamu adalah seorang school idol? Jadi seperti apa grup idola kalian itu?" tanya Haruka saat mereka berdua telah memasuki ruang gym dan fitness untuk latihan dance.

"Itu... Kami hanyalah sebuah grup idola sekolah sederhana yang beranggotakan 9 orang gadis. Kami menamai grup ini µ's... Muse"

"Muse?"

"Yah, itu adalah nama yang diberikan oleh salah satu senpai kami yang memiliki arti mengenai 9 dewi penghibur. Dan oleh karena kita terdiri dari 9 orang makanya kita diberi nama yang sama. Dan karena itulah muse harus tampil lengkap dengan 9 orang." Kata Umi sambil membuka smartphone miliknya dan menjukkan foto mereka. "dengan grup idol school ini kami bermaksud menyelamatkan sekolah kami agar tidak di tutup di tahun berikutnya."

"Hmm, begitu yah? Aku harap kalian bisa berhasil yah?"

"Arigatou..."

.


.

Kyoto, Jepang.

.

"Yah, grup µ's ini tercipta berkat kekuatan spiritual Nozomi yang telah menyatukan kami semua." terang Honoka.

"Ahh, ngomong apa kamu itu? Bukankah kalian mendirikan grup idola ini atas inisiatif kalian sendiri?" dia menyangkal pujian tersebut.

"Tapi, tetap saja.. Kalau tidak ada kamu tentu tidak mungkin kami berjumlah 9 orang! Bisa saja kami akan tetap dengan 7 orang saja!"

"Ufufu... Kalau begitu berterima kasihlah terhadap kartu ini. Karena kartu inilah yang terlebih dahulu menemukan kalian. Aku hanya mengikuti tuntunan dia saja."

"Nozomi, kamu itu memang aneh, yah?" kata Eli sambil mendesah nafas panjang.

"Umm, begitu yah?" respon Chihaya. "Tapi tetap saja ada yang kurang disini. Kenapa kalian berminat membentuk grup school idol?"

"Sebenarnya itu karena kami sejak awal bertujuan menyelamatkan sekolah kami. Lalu kami berpikir bahwa cara tercepat untuk mempopulerkan sekolah ini adalah dengan menjadi school idol dan memenangkan Love Live!" jawab Kotori.

"Yah, itu berkat ide gila Honoka, sih." cibir Maki.

"Hei, tentu saja itu adalah cara tercepat. Apakah kalian tidak melihat A-RISE? Grup mereka menjadi terkenal berkat menjadi school idol, kan?!"

"Yah-yah... A-RISE, pasti ujung-ujungnya ngomongin Tsubasa lagi, deh." sahut Rin dengan suara malas.

"Hei! Pokoknya saat ini kita harus berjuang mempopulerkan grup µ's! Dan sekolah Akademi Otonokizaka, tentunya.

"YOOO!"

"Yosh, minna! Kalau begitu kita ulangi lagi latihannya! Faito-dayo!"

"One, Two, Three, Four...

Mereka bersembilan kemudian memulai latihannya kembali. Disana, sebuah lagu latihan tari diputar untuk mengiri mereka berdansa kali ini.

.

"Watashi wa akai bara no hime yo yasashiku sarawaretai"
"Sotto sasayaite imi arige ni me o sorasu"
"Anata wa shiroi tsuki no Naito fureta te ga mada atsui"
"Nogasazu ni dakishimete, Kono kiseki o koi to yobu no ne"

.


.

Notes Insert Song:

"Aoi Tori" by Chihaya Kisaragi – The Idolmaster

"Kaguya no Shiro de Odoritai" by µ's – Love Live!

.


.

Bersambung