.
*Cklek*
.
Seorang pemuda yang tengah menggendong seorang gadis di punggungnya baru saja membuka sebuah pintu di salahsatu apartemen mewah. Ruangan tersebut adalah tempat tinggalnya Hinata di Tokyo.
"Jadi, kau pingsan karena kelelahan?" Tanya Naruto saat Hinata sudah sedikit sadar namun belum sepenuhnya.
"Hn" jawab Hinata sekenannya karena kondisinya.
"Makanya aturlah waktumu, senpai. Orang yang sukses salahsatu faktornya karena berhasil memenejemen waktu" ujar Naruto lembut saat meletakkan Hinata di atas ranjangnya.
Dengan muka lesu karena setengah sadar, Hinata pun diletakkan oleh Naruto di ranjangnya. Naruto langsung mengatur posisi Hinata agar gadis itu nyaman.
"Kenapa kau peduli padaku?" Tanya Hinata yang entah sadar atau tidak atas pertanyaannya.
"Are?" Respon Naruto saat mendengar pertanyaan Hinata yang asing baginya. Tapi sejurus kemudian Naruto langsung tersenyum.
"Hmmm...Karena aku tertarik denganmu, senpai"
.
.
KAZEHIRO TATSUYA
PRESENT
Title :
I Got You!
Disclaimer :
Masashi Kishimoto
Created By :
Kazehiro Tatsuya
Pair :
Naruto X Hinata
Warning :
Segala ide cerita, latar, dialog, narasi, sifat, sikap, dan settingan lainnya murni ide Author sendiri. Jika ada kesamaan dengan fanfic Author lain, maka hanya sebuah kebetulan. Mohon dimengerti
.
My First Romance Fic, Gajeness, OOC, OC figuran, AU, Typo, EBI gak jelas, alur kecepetan (karena ane gak bisa bikin lebih detail), bahasa ancur (mungkin), bikin sakit mata, masalah lainnya, dan terpenting DLDR
Rated :
M
Genre :
Romance, Drama, Humour (maybe), dan Hurt/Comfort
.
.
"T-rex! T-rex! T-rex!"
Sorakan ribuan pelajar Konoha High School memenuhi gedung luas KHS Convention Hall. Bahkan di luar pintu, antrian panjang juga ada. Ternyata event yang dibuat oleh klub koreografi dibantu klub jurnalis, klub tata rias, dan Dewan Kedisiplinan ini telah menyita banyak perhatian pelajar Konoha High School. Terutama pelajar laki-laki. Mereka terlihat sangat antusias dengan tatapan mesum mereka.
Dari balik layar panggung, seorang pria bersurai pirang tengah mengintip banyaknya penonton dari balik tirai panggung. Matanya menerawang setiap penonton yang hadir. Sungguh seperti lautan. Naruto tidak dapat membayangkan berapa banyak kupon yang akan diperoleh oleh klub koreografi.
"Klub koreografi pasti mendapatkan keuntungan besar dari semua ini" gumam Naruto takjub. Untung saja klub jurnalis bagian dari panitia sehingga laba juga akan datang pada mereka karena telah mensponsori kegiatan mereka.
"Hoi, Naruto-kun" sapa seorang laki-laki membuat Naruto menoleh ke belakang.
Naruto menyengir lebar saat mendapati Toneri dengan tangan terangkat menyapanya. Tetapi dibalik punggung Toneri, Naruto dapat menemukan Hinata dengan wajah kesal yang ia perlihatkan.
"Ohayou, Toneri-san!" Sapa Naruto dan menghampiri Toneri.
.
*Plak*
.
Mereka pun saling ber-highfive. Hinata yang menyadari keakraban diantara mereka pun dibuat penasaran. Naruto dan Toneri, terlihat akrab? Apa Hinata sedang berhalusinasi?
"Semenjak kapan kau jadi akrab dengan dia, Toneri-kun?" Tanya Hinata masih kesal atas keberadaan Naruto yang menganggu momen berpacarannya.
"2 minggu belakangan ini, mungkin" jawab Toneri.
"Ha?" Respon Hinata tak percaya.
"Kenapa kau tak percaya, Hinata-senpai? Kau iri, hm?" Tanya Naruto menjahili kekasih Toneri itu.
"Grrrrr" gumam Hinata bertambah kesal terhadap Naruto.
"Hahahahaha! Kalian sangat akrab ternyata. Syukurlah" kata Toneri sambil mengacak surai indigo Hinata. Hal ini berhasil membuat Hinata bersemu merah dan disadari oleh Naruto.
"Cantik" batin Naruto kagum. Tersadar dari kekagumannya, Naruto pun menggeleng-gelengkan kepala. Naruto harus ingat! Hinata adalah kekasihnya orang yang ia hormati.
"Aitakatta..."
Musik pun berhenti ketika suara Hinata mengalun merdu dalam nada rendah sebagai penutup lirik lagu mellow yang dibawakan oleh Hinata seorang. Lagu debutnya saat dirinya menjadi penyanyi terkenal.
.
*Prok! Prok! Prok!*
.
Suara tepuk tangan pun memenuhi KHS Convention Hall. Mereka semua kagum mendengar suara indahnya Hinata. Diantara sekian ribu penonton, Hinata berhasil menemukan sosok Naruto. Kenapa? Apa karena Naruto begitu istimewa bagi Hinata? Jawabannya tidak seperti itu. Naruto berhasil ditemukan karena dialah yang bertugas memotret setiap acara yang ditampilkan. Oleh karena itu, Naruto berdiri di barisan paling depan.
Hinata pun turun dari panggung digantikan oleh Sara selaku MC dalam acara akbar ini. Kali ini adalah gilirannya Sakura untuk menampilkan bakatnya.
Di awal-awal acara, masing-masing anggota T-rex Girls akan menampilkan bakat menyanyi masing-masing alias solo song. Masing-masing mereka akan membawakan 2 lagu berturut-turut. Setelah sesi solo song berakhir, mereka berempat pun mulai bersatu menjadi T-rex Girls di atas pannggung dan membawakan 5 buah lagu.
.
*Tap..Tap...*
.
Hinata menuruni panggung dari balik layar. Salahsatu kru yang berasal dari anggota Dewan Kedisiplinan mulai mendatangi Hinata untuk memberikan segelas air dan handuk kering.
"Terimakasih" kata Hinata.
Salahsatu anggota Dewan Kedisiplinan itu pun pergi meninggalkan Hinata. Hinata melangkahkan kakinya menuju ruangan make up. Setelah masuk ke dalam ruangan yang cukup besar itu, Hinata pun memilih duduk di bangku yang telah disediakan agar make up natural yang dipakai Hinata bisa kembali diperbarui oleh make up artist yang didatangkan dari klub tata rias.
"Wah kerja bagus"
Hinata pun menoleh ke samping saat mendengar suara bariton yang ia kenali sebagai Naruto itu. Pria bersetelan Konoha High School dengan sebuah kokarde penanda panitia yang bertengger di saku blazernya itu berjalan menghampiri Hinata.
"Apa yang kau lakukan? Bukankah kau sibuk?" Tanya Hinata.
"Aku sedang istirahat. Kiba menggantikanku sementara waktu" jawab Naruto dan mengambil sebuah bangku dan meletakkannya di samping Hinata. Naruto pun mendudukinya.
"Keluarlah" usir Hinata.
"Malas" balas Naruto.
Hinata menatap tajam ke arah Naruto. Pria satu ini sungguh susah untuk dikalahkan. Andai saja Hinata memiliki bela diri yang mengandalkan fisik, ia pasti akan menghajar pemuda sok akrab ini.
"Jadi, senpai. Apa kau lapar?" Tanya Naruto.
"Tidak" jawab langsung dari Hinata sambil membuang muka.
"Seperti biasanya" batin Naruto agak jengkel.
"Hey ayolah. Setidaknya biarkan aku mengenalmu lebih jauh, senpai" kata Naruto.
"Tidak boleh" jawab Hinata cepat.
"Kenapa? Apa aku kurang baik?" Tanya Naruto.
.
*Set*
.
"Baik atau jahatnya dirimu aku tak akan mau berteman denganmu, Namikaze" jawab Hinata dingin sambil menarik dasi Naruto agar wajahnya mendekat lalu mendorong pemuda itu agar menjauh.
"Dasar tsundere" gerutu Naruto pelan melihat sikap Hinata yang kadang-kadang pemalu dan kadang-kadang pemarah.
"Apa kau bilang?!" Marah Hinata karena ia berhasil mendengar gerutuan Naruto. Entah kenapa ekspresi marahnya Hinata mampu membuat Naruto bergidik ngeri.
"Kau selalu saja mengangguku" kata Hinata kesal akibat selalu diganggu oleh Naruto semenjak awal sekolah hingga sekarang.
"Hmmm...karena aku tertarik denganmu, senpai" kata Naruto tanpa beban dan santai.
Jika menurut Naruto apa yang ia katakan tadi hanyalah hal yang biasa, tetapi bagi Hinata itu merupakan sebuah kalimat yang sangat sensitif. Saking sensitifnya berhasil membuat wajah cantik itu memerah.
"Ha? Kenapa wajahku memerah?" Batin Hinata.
Melihat wajah Hinata yang memerah, Naruto pun kian mendekat menghampiri Hinata. Setiap Naruto mendekat, Hinata menjauh. Gadis indigo ini seperti melihat sosok shinigami yang akan mengambil nyawanya.
"Ternyata benar. Kau gadis tsundere" kata Naruto lalu tertawa terbahak-bahak.
"Hahahahahaha!"
Wajah Hinata semakin memerah karena malu. Pemuda didepannya ini sepertinya tidak tahu tata krama kepada seniornya di Konoha High School.
"Aku mengingatnya" batin Hinata yang entah kenapa langsung merasa gugup saat mengingat bahwa Naruto juga pernah mengatakannya kemaren malam disaat dirinya setengah sadar.
"Ada Hinata-chan dan Naruto-kun ternyata"
Hinata pun langsung menoleh ke asal suara sedangkan tertawanya Naruto berhenti lalu menoleh ke asal suara. Naruto membelalakkan matanya saat mendapati Toneri. Rasa takut langsung merayapi hatinya. Ia takut karena mungkin saja pria yang sangat ia hormati itu akan marah melihatnya dengan Hinata.
"Toneri-kun?" Kata Hinata semangat lalu menghampiri Toneri. Hinata langsung bersembunyi di belakang Toneri.
"Sepertinya kalian baru saja mengakrabkan diri" kata Toneri merealisasikan pikirannya saat melihat interaksi kedua manusia itu beberapa detik yang lalu.
.
*Tap..Tap...Tap...*
.
Tiba-tiba saja datang sang ketua klub jurnalis, Shikamaru. Tampang mengantuk memang tidak pernah lepas dari pemuda yang pernah dinilai Sasuke sebagai orang yang tidak berguna ini.
"Toneri-sama, konnichiwa" sapa Shikamaru lalu membungkuk hormat. Toneri pun membalasnya dengan senyumannya.
"Naruto, waktu istirahatmu telah berakhir. Gantikan Kiba sekarang" kata Shikamaru usai menyapa Toneri.
"Hai'" balas Naruto lalu mengalihkan perhatiannya ke Hinata.
"Jaa ne, Hinata-senpai" pamit Naruto lalu melangkah pergi. Hinata hanya menatap punggung lebar Naruto. Entah kenapa ia merasa kecewa atas kepergian Naruto. Namun ia segera menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Apa yang kupikirkan?!" Batin Hinata.
"Aku pergi dulu, Toneri-sama" pamit Naruto kepada Toneri.
"Silahkan" balas Toneri.
Naruto pun meninggalkan ruangan tata rias tersebut sepenuhnya meninggalkan Toneri dan Hinata. Wajah Hinata langsung memerah saat menyadari mereka hanya berdua saja dalam ruangan.
Toneri pun menghampiri kekasihnya tersebut dengan senyum yang tidak luntur dari wajahnya. Toneri berdidi di depan Hinata.
"Kau mau pergi denganku ke suatu tempat, Hinata-chan?" Tanya Toneri.
"Are? Kapan?" Tanya Hinata.
"Hmmm...besok minggu, bukan?" Jawab Toneri.
"Apa ini ajakan kencan?" Tanya Hinata dengan seringai jahilnya.
"Kau bisa menyebutnya begitu" jawab Toneri.
"Oke" kata Hinata atas ajakan kencan Toneri.
.
.
-_I Got You!_-
.
.
*Ckrek...Ckrek...Ckrek...*
.
Naruto terus memotret T-rex Girls yang tengah tampil di depan panggung besar tersebut. Lagu yang mereka bawakan'pun bernuansa ceria sehingga personil T-rex Girls membawakannya dengan senyuman.
"Mungkin aku akan menyimpannya 1 di kamarku" batin Naruto lalu memotret Hinata saat gadis itu tersenyum manis di tengah panggung.
Hari sudah menunjukkan pukul 3 sore dimana acara hanya tinggal sejam lagi. Lagu yang mereka bawakan sekarang adalah lagu terakhir mereka di acara akbar ini. Setelah mereka selesai tampil, sesi terakhirnya adalah memperkenalkan seluruh panitia dalam acara akbar ini dan seluruh penonton yang datang diberikan kaset rekaman T-rex Girls secara gratis.
"Yo, Naruto" sapa seorang pemuda bersurai bob klimis seperti diberi pomade segenggam penuh itu.
"Rock Lee-senpai? Ada apa?" Tanya Naruto saat Lee datang menghampirinya saat ia sedang sibuk.
"Kata Shikamaru tugasmu sampai disini. Istirahatlah. Tapi, kau harus datang kembali saat sesi terakhir" jawab Lee.
"Baiklah. Terimakasih" kata Naruto lalu pergi dari hadapan Rock Lee.
"Dimana dia?" Batin Hinata saat menyadari Naruto sudah tidak ada di posnya.
.
.
.
.
.
Naruto memandangi burung-burung yang hinggap di ranting pohon sekitar taman Konoha High School. Ia sudah sering duduk disini. Mungkin saja Naruto mulai nyaman duduk diatas bangku ini.
.
*Slruup..*
.
Naruto meminum jus jeruk dalam kemasan kotak di tangannya. Ia sangat lelah sekarang. Ternyata tugasnya sebagai juru foto juga kelelahan. Apalagi T-rex Girls yang menghibur para penonton.
"Konnichiwa, Naruto-kun. Seperti biasa, kau selalu duduk disini" sapa seseorang.
"Konnichiwa, Toneri-san. Duduklah" kata Naruto dan disebelahnya langsung diduduki oleh Toneri.
"Sepertinya ada yang ingin dibicarakan, Toneri-san" kata Naruto lalu meminum jusnya.
"Ini mengenai Hinata. Kau mau mendengarnya?" Tanya Toneri
Naruto memandang Toneri dengan sebelah alis mata yang terangkat. Tanpa mereka sadari berdua, sosok yang akan diperbincangkan baru saja menemukan mereka sedang mengobrol diatas bangku. Hinata pun langsung bersembunyi.
"Mengenai Hinata?" Ulang Naruto membuat Hinata terkejut. Ternyata kedua pria itu sedang membicarakannya.
"Ya" jawab Toneri lalu menautkan kedua tangannya. Ternyata Toneri malah membicarakan ini dengan serius.
"Kau sudah kuanggap sebagai adikku sendiri, Naruto" ujar Toneri membuat Naruto menyengir.
"Hahahaha terimakasih, Toneri-san. Aku sangat tersanjung. Atau aku harus memanggilmu 'onii-san' sekarang?" Kata Naruto dengan candaannya.
"Begitu juga Hinata" lanjut Toneri membuat Naruto terdiam dan Hinata tersentak.
"Ma..makksud anda?" Tanya Naruto gelagapan.
"Aku menganggap Hinata sebagai adikku sendiri Naruto. Aku memandang Hinata sebagai adikku. Bukan pandangan laki-laki pada sosok perempuan. Tetapi pandangan kakak pada adiknya" jawab Toneri membuat Hinata terbelalak.
"Souka..." Gumam Hinata lalu memegangi dada sebelah kirinya. Entah kenapa begitu sakit rasanya.
Naruto tersentak saat Toneri menatapnya dengan serius. Kedua alis pria bersurai putih itu bertaut.
"Aku ingin kau membuat Hinata mencintaimu, Naruto. Aku tidak ingin kebohongan ini selalu menyakiti perasaan Hinata" ujar Toneri membuat mata Hinata terbelalak. Sedetik kemudian setetes air pun mendarat ke tanah dari sudut matanya.
Tanpa ba-bi-bu lagi, Hinata langsung pergi dari sana dengan langkah kecilnya. Ia merasa kecewa atas ucapan Toneri tadi. Hinata semakin kesal saat tahu mereka ada janji berkencan besok.
Naruto? Pemuda itu hanya berekspresi biasa-biasa saja saat Toneri mengatakan aibnya itu. Naruto memang tahu semuanya. Setidaknya hanyalah sebuah hipotesis.
Naruto berdiri dari duduknya dengan ekspresi datar. Ia menengadahkan wajahnya sehingga poninya menutupi matanya.
"Aku tidak bisa"
Toneri membelalakkan matanya. Naruto pergi begitu saja tanpa pamit kepada Toneri. Kecewa? Tentu saja Naruto kecewa. Naruto sangat kecewa dengan lelaki yang menyakiti perasaan wanita.
Kenapa Naruto membenci itu? Padahal ia sendiri adalah sosok playboy. Itu dikarenakan Naruto mengencani perempuan karena ia tidak ingin menolak permintaan mereka yang ujung-ujungnya akan membuat mereka kecewa karena ditolak.
.
*Tap...Tap...*
.
Naruto berhenti tepat didepan tong sampah. Ia memandang kesal benda tak bersalah itu. Ia sungguh kecewa atas apa yang diucapkan oleh Toneri.
"Konoyarou!" Teriak Naruto dan menendang benda tidak bersalah itu sehingga sampah-sampah yang ada didalamnya jadi berserakkan.
Nafas Naruto jadi memburu karena kekesalannya. Sifat alaminya ternyata keluar. Sifat dimana dirinya terlihat seperti berandalan. Tangannya terkepal.
"Namikaze" gumam seseorang dapat didengar oleh Naruto.
Naruto pun menoleh ke asal suara menemukan keberadaan Hinata. Hinata memandangnya dengan deraian air mata di matanya.
"Hinata-senpai" gumam Naruto dengan mata membulat.
"Sepertinya ia sudah menguping" batin Naruto lalu mencoba menghampiri Hinata.
"Jangan mendekat" cegah Hinata sambil memejamkan matanya menahan air mata.
Perkataan Hinata sukses membuatnya terdiam di tempat. Naruto semakin mengepalkan tangannya saat melihat gadis itu sedang menahan tangisannya.
"Hiks!"
Gadis itu langsung berbalik dan melangkah pergi. Naruto berniat mengejar seniornya itu. Tapi, sebuah nasehat mengingatkannya.
.
"Jika seseorang bersedih, biarkan dia sendirian terlebih dahulu. Namun ada saatnya kita menghiburnya"
.
Nasehat sang ayah terngiang di benaknya. Ayahnya memang benar. Seseorang butuh sendirian ketika ia sedang sedih. Dan jika sudah saatnya, sebagai teman kita harus menghibur disaat waktu yang tepat.
"Hinata-senpai" gumam Naruto menatap punggung Hinata dari kejauhan.
.
.
-_I Got You!_-
.
.
Keesokan Harinya
.
Hari minggu adalah waktu yang tepat untuk merilekskan otak. Hari minggu pedagang-pedagang akan semakin sibuk dikarenakan banyaknya pengunjung di hari itu.
Hal ini membuat terjadinya keramaian di jalanan kota Tokyo. Orang-orang yang datang tidak hanya sudah berkeluarga dan bersama pacarnya. Ternyata juga ada dengan sahabatnya. Seperti yang dilakukan oleh Naruto, Sasuke, dan Kiba.
"Panasnya" gumam Naruto saat melangkahkan kakinya di jalanan kota Tokyo di siang hari dimana matahari sedang berada di titik tertinggi.
"Panas bertanda tidak dingin, Naruto" kata seorang pemuda bersurai cokelat, Kiba.
"Panas seperti ini bagusnya menikmati yang dingin" ujar Sasuke
Kebetulan sekali setelah Sasuke mengucapkan kalimat menggiurkan itu, seorang pedagang es krim kaki lima tengah memberikan es krim kepada anak-anak.
"Enaknya" gumam Kiba lalu melangkahkan kakinya menghampiri pedagang es.
"Tunggu" kata Naruto yang ikut menghampiri pedagang es.
Sasuke terlebih dahulu menghela nafas. Perkataannya tadi sangat mujarab sehingga membuat Sasuke sweatdrop.
"Pesan es krim 6 tingkat, ojii-san!" Seru Naruto bersemangat.
"Aku juga!" Kata Kiba.
"Hai'...hai'. 2 es krim 6 tingkat untuk remaja besar seperti kalian" kata sang pedagang es keliling tersebut dengan ramahnya.
.
*Broom...*
.
*Ciiittt...*
.
*Brak!*
.
Semua orang yang ada di jalanan pada saat itu langsung menoleh ke asal suara. Mereka semua terkejut saat menyadari bahwa ada sebuah kecelakaan. Orang-orang pun langsung datang mengerubungi TKP.
"I...ini pesanan kalian" kata si pedagang yang juga terkejut atas kejadian mendadak tersebut.
Tanpa berkata apapun, Naruto langsung meletakkan uang tagihan membeli 3 es krim lalu mengambil es krim tersebut dari tangannya. Setelah itu Naruto langsung berlari menghampiri TKP karena penasaran.
"Dasar" gumam Sasuke lalu juga mengambil es krimnya diikuti oleh Kiba.
Naruto, sekarang pemuda pirang itu berusaha untuk menjadi barisan terdepan di kerumunan manusia itu.
"Permisi" kata Naruto agar orang-orang mau memberikan jalan walaupun terjadi dorong-dorongan. Tak lupa Naruto mengangkat tangannya yang mengenggam es krim setinggi-tinggi mungkin agar tidak tumpah.
Saat Naruto sudah di barisan terdepan, matanya langsung terbelalak kaget membuat es krim di genggamannya terlepas dari tangan sehingga jatuh.
"TONERI-SAN!"
Naruto langsung menghampiri tubuh yang tergeletak diatas aspal tersebut. Tidak ada satu pun yang berniat menolongnya. Mereka semua hanya berinisiatif memanggil ambulan.
"Naruto...kun" gumam Toneri dengan mata sayu menatap Naruto. Tubuhnya melemah sekarang. Tabrak lari yang menimpanya berhasil membuatnya kehilangan banyak darah.
"Toneri-san, bertahanlah. Ambulan sebentar lagi akan menjemputmu" kata Naruto panik.
Naruto terdiam saat Toneri mencengkram kaosnya di bagian dada. Kepalanya menggeleng-geleng pelan membuat Naruto membelalakkan matanya.
"Aku...datang bersama...Hinata" ujar Toneri membuat Naruto tersentak.
"Dimana dia?"
"Air pancuran" jawab Toneri lemah.
"Sasuke, Kiba, tolong cari Hinata-senpai sekarang juga"
Sasuke dan Kiba pun langsung mengambil langkah seribu untuk mencari Hinata. Ingin menghubunginya lewat ponsel, percuma. Karena mereka tidak punya kontak Hinata. Mereka harus menemui Hinata di pancuran air yang dimaksud oleh Toneri.
"Naruto-kun" panggil Toneri dengan lemahnya sambil menahan sakit.
"Hai'?!" Sahut Naruto.
"Hinata..."
"Ya. Kami akan membawanya kemari, Toneri-san!"
"Bukan" kata Toneri membuat Naruto terdiam.
"Hanya kau laki-laki yang bisa akrab dengan Hinata selain aku. Buatlah ia mencintaimu sepenuh hatinya" Ujar Toneri membuat mata Naruto membulat sempurna.
"Toneri-san" gumam Naruto tidak percaya karena Toneri mengharapkannya.
"Aku memintamu seperti ini karena kau juga tertarik bukan dengan Hinata? Aku berharap kau mencintainya juga" lanjut Toneri.
"..." Naruto hanya bisa terdiam. Permintaan Toneri sungguh mengejutkan baginya. Membuat Hinata mencintainya?
"Sampaikan maafku kepada Hinata karena hanya menganggapnya sebagai adik, Naruto-kun" kata Toneri dibalas anggukan oleh Naruto.
.
*Tap! Tap! Tap!*
.
"Toneri-kun!"
Terdengar suara teriakan Hyuuga Hinata dari kejauhan. Suara tersebut dapat didengar oleh Naruto dan samar-samar oleh Toneri.
"Kupercayakan Hinata kepadamu, Naruto-kun!"
"Baiklah"
"TONERI-KUN!"
.
.
.
.
.
TO BE CONTINUED
.
.
.
.
.
AUTHOR NOTE :
Oke, sepertinya di chapter berikutnya interaksi antara Naruto sama Hinata akan di'intim'kan lagi dimana saya bikin kedekatan diantara mereka :v
Eits...jangan berpikiran ikkeh-ikkeh langsung. Maksud intim disini, saya lebih mempererat komunikasi antara Naruto dengan Hinata (y)
Tunggu saja kelanjutannya, Reader-san :v
Maaf jika mengecewakan.
.
Thanks For :
RyukiNamikaze (Guest), Baenah231 (Guest), uzu ziite, NamiKura10, mauriceandreane, Ryousuke 0919, leonardoparuntu9, Musasi, alvinsuprayogo, Ila (Guest), HariwanRudy, Gaara van astrea , soulia (Guest), remedia (Guest), nurscreation93, Aphrodite Yocasta, Aruto-kun, FrofFallen , evill smirk, rios (Guest), siura (Guest), Tisnata404, dindra510,MoMo785, Eizy No Kitsune, EsAbcd (Guest), Purnama03.
.
.
.
.
Silahkan tinggalkan jejak,
.
.
.
.
.
KAZEHIRO TATSUYA
