Lama Updatenya? Hehehe… author tak berguna.. Arigau yang sudah mau review.. jadi semangat deh! Langsung aja deh! Cekidot!
Kerasukan Dewi Poker
Genre : Humor, Romance
Rated : K+
Summary : Mamori yang ga ngerti poker, tiba – tiba bisa menang melawan Hiruma! Apa yang terjadi? Baca!
Warning!
OOC, Gaje, garing, ga humor, ga seru, ga romance! Typoness
Pairing : Hiruma Y. & Mamori A.
Disclaimer : Riichiro Inagi dan Yusuke Murata
A / N
Pemula nih authornya!
Don't like Don't read!
~ Happy Reading! ~
Chapter 3 : Tanding ulang? dan perwakilan Mamori
Mamori PoV
Pagi yang cerah "Hoammsss" aku menguap selebar mulut kuda nil. Ada yang mengganjal hatiku, apa ya?
Kriiiinnnggg..
"Kau telat, jam beker! Payah kau! Kalau kau bisa mendahuluiku, aku akan mencium Hiruma-kun!" Wah? Mendadak aku gila? Ckckckc sudah jelas ku set jam baker pukul 12.00. Hari ini saja aku bangun lebih pagi, yah, 11.59.
Drrttt…
Hm? Ada yang menelponku.. kuharap Hiruma-kun, lalu ia menyatakan cinta padaku! ( Ngarep )
"Halo?" Aku memberi salam yang seluruh dunia tahu.
"HEH! MANAGER BAKA! AKU SUDAH MENUNGGUMU SELAMA 5 JAM TANPA BERGERAK, BERNAFAS, DAN BICARA! KAU BANGUN JAM BERAPA SIH?" Bentaknya diseberang sana otomatis aku menjauhkan telingaku dari I-phone itu.
"Errr- maaf Hiruma-kun! Karena ini hari libur, jadi ku set jam 12.00. Heheheehehehe" Tawaku garing .
"WHAT? KAU CEWEK ATAU KEBO SIH? TIDUR AJA KERJAANYA!" Bentaknya lagi. Bahkan dari Deimon sampai Deimon lagi.
"Aku malah pernah 3 hari ngga bangun.." Ucapku dengan nada bangga. Bangga? Uppsss! Aku keceplosan!
".." Kurasa, dia sudah pingsan mendengar kebo emmm- Mamori pernah tidur ngga bangun-bangun.
"Ok, Aku datang dalam hitungan 10 detik." Janjiku padanya karena iba melihat setan yang nyaris ubanan menungguku.
End Mamori PoV
"5..4..3..2." Hiruma menghitung mundur.
BRAKKK!
Pintu terbuka dengan cara ditabrak, Mamori berlari ke ruang klub dengan berlari, Devil Bats Ghost + Rodeo Drive = Devil Rodeo Mamori.
"1. Tepat waktu. Hebat. Mungkin kau akan ku rekrut sebagai running back. Kekekeke" Ucapnya membuat mata Mamori membulat.
"Really? Ora iso!" Tanggapan Mamori kaget.
"Hm? Memangnya aku serius, Kuso~Mane?" Tanya Hiruma menyentuh kening Mamori dengan telunjuknya.
"Ti…dak ta..hu.." Jawab Mamori menunduk. Wajahnya sudah semerah langit, dan sebiru darah.
"Ayo, sekarang kau harus menjalankan tugas!" Perintah sang kapten, lalu duduk disofa.
"Memangnya tugas apa, Hiruma-kun?" Tanya Mamori penasaran.
"Kutantang kau main poker lagi!" Jawab sang kapten.
"Main poker lagi? Aku tidak pernah main poker denganmu! Dan aku tidak mengerti cara main poker!" Jelas ga jelas, pokoknya ini Mamori yang ngomong.
'Jadi begitu, memang, ada yang merasukinya.. Hmm.. Padahal aku sudah dipermalukan di depan umum! Cih!' Batin sang kapten.
"Ya sudah! Temani aku pergi ke suatu tempat! Kekekekeke!" Ajak [ baca : paksa ] Hiruma lalu menarik tangan Mamori + sekujur tubuhnya ( kalau cuma tangannya, berarti.. tangan Mamori putus? Hie! )
"Ya ampun Hiruma-kun! Kita mau kemana lagi?" Tanya Mamori malas.
"Ke Bikini Bottom! Sudah! Jangan cerewet, Mamo~Chan!" Goda Hiruma.
"Hmph" Mamori menggembungkan pipinya. Tapi wajahnya memerah.
~Skip perjalanan~
Tibalah mereka di sebuah rumah, rumah mungil yang gelap.
"Hiiiy! Hiruma-kun! Aku takut!" Ucap Mamori berlindung dibelakang Hiruma.
Hiruma tak menghiraukannya, ia mengambil handphonenya,, lalu menelpon seseorang.
"Hei, rambut kain pel! Dia hilang ingatan, jadi, aku menggantikannya. Aku sudah didepan, jadi, SAMBUTLAH KAMI LAYAKNYA TAMU, BAKA!" Hiruma barbicara pada orang di seberang.
Mamori tercengang. 'rambut kain pel? Ikkyu maksudnya?' Batinnya.
CKREEK..
"Hai… Sampah.. Selamat datang.. jadi sang manager tidak bisa bermain lagi? Padahal beritanya sudah tersebar ke penjuru Deimon, lho~!" Sambut sang pemilik rumah.
"Aku yang menggantikannya, baka!" Jawab iruma dengan nada menantang,
'Jadi.. Kongo Agon dari Shinruuji Naga..? Ada apa dengan mereka?' Batin Mamori
Mamori yang tak memperhatikan perbincangan mereka, hanya mendengar terakhirnya.
"Kalau kau kalah, maka Mamori menjadi milikku! Deal?" Tanya Agon.
"Deal. Tapi kalau kau kalah, jangan harap akan bertemu managerku ini!" Jawab Hiruma.
Mereka bertiga pun masuk. Hiruma dan Agon serius bermain, tetapi Mamori hanya diam memperhatikan mereka.
1 jam kemudian..
Mereka sama-sama skornya, Jadi, mereka bermain lagi agar mendapakan pemenangnya.
Dilain tempat..
"Aku harus membalas dendam!" Gumam Vivi,
Tiba-tiba ayahnyakeluar dari kamarnya.
"Kau mau kemana, Vi?" Tanya sang ayah.
"A..Aku mau ke taman, Yah. Aku pergi dulu ya!" Pamit VIvi pada sang ayah.
"Ckckck… mau membohongi ayah? Mesin bilang dia bohong! ( IKlan mie S**ap, dong? ) Aku harus membuntuti dia!" Gumam sang ayah yang masih percaya dengan mesin pendeteksi kebohongan.
Back to Deimon..
"Ternyata… Dia sedang main bersama orang berambut panjang.. Lihat! Akan kubalas dendamku!" Gumam Vivi.
Dibelakang Vivi..
"Benar! Ia membohongiku! Dan dia mau memperalat anak jelek itu! Berarti aku harus masuk ke anak setan yang tampan itu! Sekali-sekali jadi orang tampan, boleh 'kan?" Lalu Napoleus merasuki badan Hiruma.
Hiruma dan Agon..
'Jago sekali dia? Aku 'kan pernah mengalahkan dia! Masa secepat itu?' Batin Agon / Vivi.
Dan pemenangya adalah….
HIRUMA! ( atau bisa dbilang Napoleus. )
Dan Vivi melarikan diri [ Baca : pulang ] dengan kekesalan memuncak. Saat dia memasuki kamarnya, dia mendengar ayahnya berbicara.
"Kalau kau ke bumi lagi, tidak akan kuanggap kau lagi sebagai pewaris tahtaku! Ingat itu!" Kata sang ayah.
Vivi pun menangis sejadi-jadinya, mulai saat itulah, Vivi tidak pernah keluar.
Back to Hiruma, Mamori, dan Agon..
'Kekeke, rupanya dewi sialan itu kabur. Untung ada ayah sialannya..' Batin Hiruma.
"Ayo, Manager, kita pulang!" Ajak Hiruma menarik tangan Mamori.
"Sampah!" Kata Agon kesal.
Semenjak itu, Hiruma menjadi kekasih Mamori, dan Mamori tidak pernah melihat Agon, kata Ikkyu, dia sudah mencukur habis rambutnya. Tetapi, beda lagi kata Unsui, dia bilang Agon beralih profesi menjadi banci salon.
3 tahun kemudian..
Hiruma sudah tunangan dengan Mamori. Walaupun masih berkuliah di Saikyoudai.
"Anak-anak, kita kedatangan mahasiswa dari Somalia. Dia mantan perompak, katanya dia menjadi perompak karena ia frustrasi tidak mendapatkan wanita kesukaannya. Kita langsung panggil saja ya! Ag! Sini." Panggil dosen Darui.
Semua siswa bergidik ngeri. Kecuali Hiruma.
"You, aku takut!" Kata Mamori.
Hiruma hanya membalas dengan sandi tangan mereka.
'Aku akan menjadamu sampai kapanpun, tenang saja!' Batin Mamori yang sedang mengartikan sandinya.
CKREEEK
"Mas Agon?" Kata Ikyu kaget dengan medoknya.
"Agon, toh?" Kata Yamato Biasa saja.
"Kongo? Hpmh!" Kata Mamori kaget dengan gaya rambut Agon yang meniru Elvis, dia menahan tawa dan menyandarkan kepalanya ke bahu Hiruma.
Hiruma tetap stay cool, dia tidak tertarik melihat Elvis Agon itu.
END!
Akhirnya… abis jugaaa…
Makin ndak nyambung.. hehehehe..
Humornya hilang…
Review?
