Tittle Fishing Sistem
Disclaimer
Semua Chara Highschool DXD bukan punya saya.
Semua Chara Naruto bukan milik saya tapi milik MK
Rated
T semi M
Warning!
OOC! GaJe! Typo bertebaran! Banyak kesalahan Tulis! Dll!
Genre
Adventure, dan FANTASY.
Pair
Naruto X Gabriel
"…" Percakapan Biasa
'…' Batin
[…] Buat yang kayaknya penting
.
.
.
.
.
.
.
Chapter 2
Psst!
Pintu kamar gravitasi yang terletak di samping sumur tua terbuka perlahan, yang menampakan Naruto berjalan dengan lemas.
"Baru satu hari, tapi aku sudah ingin berhenti." gumamnya.
Ini adalah pertama kalinya Naruto berlatih, dia bahkan tidak tahu untuk apa dia berlatih, yang jelas, sikap sombongnya membuatnya ingin melampaui gadis miko itu, dan tidak ingin berada dibawah rantai makanan.
Langkah kaki yang lemas milik Naruto, berjalan menuju tempat dimana dia tidur, dan mengambil pakaian sebelum menuju kamar mandi.
10 menit kemudian, Naruto keluar dari kamar mandi menggunakan kaos kuning, dan celana panjang. Saat Naruto akan pergi, Handphone yang ditaruh diatas meja bergetar, yang membuatnya langsung membuka handphone.
[From : Namikaze Minato]
Naruto, ayah sudah memutuskan, Gabriel akan tinggal bersamamu, kemarin dia sudah berangkat menuju Kuoh, dan harusnya dia sudah sampai.
Ayah sudah tidak membekukan kartu bank yang diberikan ibumu, jadi kau harus perlakukan Menantu ayah dengan baik.
Naruto dengan tenang menutup handphonenya, tapi jika diperhatikan tangannya agak bergetar dan mulutnya agak bergelumutuk.
"Menjaganya dengan baik? Heh..., akan kulakukan ayah." katanya.
Tok! Tok! Tok!
Mendengar suara tok tok tok, Naruto segera menuju pintu gerbang, dan perlahan-lahan membuka pintu, untuk melihat seorang perempuan berambut pirang bergelombang yang balas menatapnya.
'2 Battle Poin'
"Naruto-kun..."
"Jangan panggil aku seperti itu!, dan cepat masuk!"
"Baik, Naruto-kun..."
"Guh!"
Dengan perasaan jengkel, Naruto berbalik dan masuk, sedangkan Gabriel hanya tersenyum dibelakangnya.
Mata Gabriel menatap bingung pada kamar gravitasi, soalnya kemarin dia tidak melihat ini saat melihat Naruto tidur.
"Naruto-kun, apa itu?" ucap Gabriel dengan tangan menunjuk Kamar Gravitasi
Mengikuti apa yang ditunjuk Gabriel, Naruto hanya menjawab 'Toilet' dengan ogah-ogahan.
"Ohhh."
Walaupun mulutnya berkata Ohh, tapi matanya secara tajam mengamati bahasa asing yang terukir di 'Toilet' milik suaminya.
'Bahkan di Heaven tidak ada bahasa seperti itu' batinnya karena tidak mengenali bahasa asing ini.
"Ini Kamarmu, disini juga dekat dengan kamar mandi. Ingat, jangan masuk ke toiletku!"
Gabriel tersenyum, walaupun dia sudah jatuh, tapi sifatnya masih sama, dan beberapa sifat tambahan akibat jatuh.
"Aku akan mengingat itu, Naruto-kun.."
Naruto melengos keluar dari ruangan Gabriel, dan menuju sumur untuk memancing.
'Mudah-mudahan, dapat sesuatu yang berguna!' batinnya.
Dengan itu, pancingan yang ada ditangannya membuang kail perak menuju sumur dan entah jatuh kemana.
Sedangkan Gabriel, yang tanpa sengaja melihat apa yang dilakukan Naruto, hanya memiringkan kepalanya bingung, dan mau tidak mau rasa penasaran mulai muncul, dengan itu Gabriel mendekati Naruto dan duduk disampingnya.
"Apa yang kau lakukan, Naruto-kun?"
"Memancing, dan jangan banyak bicara!"
"Uhm!"
Dengan itu, pemandangan pria dan wanita berambut pirang duduk bersama dengan si pria memancing terjadi.
...
Didunia yang penuh dengan binatang buas, dimana binatang buas hampir menguasai setengah dunia ini, yang membuat manusia membuat 3 lapis benteng setinggi 50 meter, dan hidup didalam benteng itu selama 100 tahun terakhir.
Ditempat bernama God's Valley, yang konon terjadi akibat pertarungan manusia dan binatang dengan kekuatan dewa, hingga salah satu serangan mereka membuat lembah ini.
Didasar God's Valley, ada danau yang memancarkan suhu dingin, yang membuat tidak ada yang bisa hidup disekitar danau ini, tapi..., tidak dengan ikan ini.
Ikan yang memiliki sisik biru, dan kumis panjang. Sekilas ikan ini memiliki bentuk ikan arwana, hanya saja ukurannya yang benar-benar besar. Panjang yang hampir mencapai 7 meter, lebarnya mencapai 3 meter.
Ikan arwana besar ini, sedang berenang dengan malas disekitar danau dingin, hingga matanya tanpa sengaja menangkap sebuah kail perak.
Ikan arwana raksasa berenang mengitari kail itu, sebelum membuka mulutnya dan menelan kail perak itu.
Secara tiba-tiba, ikan ini merasakan sebuah gaya tarik keatas yang sangat kuat, tapi dengan cepat, ikan arwana raksasa menyelam kedasar danau, tapi tiba-tiba, gaya tarik yang lebih besar menariknya, membuat tubuh besarnya perlahan-lahan terangkat dari danau, dan tanpa ampun terbang keatas, hilang dibalik awan.
...
Tangan Naruto mengejang, dia tidak tahu hal apa yang tersangkut di kailnya, tapi dia merasakan hal ini perlahan membalas tarikannya, dan yang membuat Naruto lebih lemas adalah, tenaganya kalah!
"Gabriel, bantu aku menarik pancingan ini."
"Eh? Uhm!"
Tangan letik Gabriel ikut menggenggam pancingan, tapi wajahnya tiba-tiba saja menjadi pucat.
'Berat!'
Dengan hati-hati, Gabriel menggunakan sedikit kekuatannya, dan pada saat Naruto menarik, Gabriel, yang menggunakan sedikit kekuatan, ikut menarik pancingan.
Jika sekarang Naruto melihat Gabriel, maka mulutnya pasti akan jatuh melihat Battle poinnya.
'100.000'
Tapi, dengan cepat juga Battle poinnya kembali ke semula, seolah tak pernah menambah ataupun berkurang.
Bats!
Mulut Naruto dan Gabriel membuka lebar dengan apa yang keluar dari sumur tua, tapi dengan cepat Naruto tenang dan menarik Gabriel akan tidak terkena itu.
Brak!
Plak! Plak! Plak!
Ikan, ikan arwana besar berwarna biru!
Ding
[Anda mendapatkan, Harta karun, Grade 3 Ice King Fish.]
[Anda mendapatkan Harta karun, Grade 5 Pearl ice]
[3.500 pengalaman didapat]
Mulut Naruto membentuk senyuman, tapi dia bingung, tentang harta karun Ice Pearl.
"Gabriel, ambil golok, atau apapun yang tajam."
"Ah, ehm! Aku akan ambilkan."
Walaupun Gabriel ingin bertanya, tapi mengingat ikan yang kini bergerak merusak sekitar sumur, membuatnya menelan bulat-bulat pertanyaannya.
Dalam waktu 1 menit, Gabriel mengambil kapak pemotong kayu, yang langsung diambil Naruto.
Kapak itu dengan cepat diarahkan menuju leher ikan, tapi hal yang terjadi membuat Naruto kaget.
Ting!
Kapak tidak mampu menggores sisik ikan, bahkan mata tajam kapak, rompol sedikit.
"Ambilkan yang lebih tajam dan kuat."
"I-iya!"
Kali ini, hanya dalam beberapa detik, Gabriel memberikan Naruto sebuah Samurai, yang secara samar memancarkan aura suci, tapi sayangnya tak diperhatikan Naruto.
Tangan Naruto mengeluarkan Samurai, dan dengan mudah mengiris leher ikan arwana.
Brash!
Darah biru memuncrat keluar dari potongan leher kepala ikan arwarna raksasa, yang membuat tanah membeku akibat darah biru ikan arwarna.
Melihat darah berwarna biru, yang tumpah sia-sia, Naruto mau tidak mau merasakan rasa sesak, jadi dia mengambil sebuah tong besar dari ruang bawah tanah, dan menampung darah biru ikan arwana di tong itu.
Perlahan-lahan, jumlah tong yang digunakan meningkat, dari 1 menjadi 20 tong setinggi 50 cm yang penuh dengan darah biru milik ikan arwana raksasa.
"N-naruto-kun..."
"Nanti, Gabriel. Aku belum selesai dengan ikan ini, juga ambilkan aku beberapa kotak untuk menampung daging ikan ini."
"U-uhm!"
Naruto mulai perlahan-lahan memotong tubuh ikan arwana raksasa, satu demi satu juga, sisik biru di tubuh ikan arwarna jatuh.
'Sisik ini..., mungkin akan berguna nanti...' batin Naruto.
Walaupun tahu sisik ikan berguna, Naruto tidak terlalu terburu-buru mengambilnya, dia masih serius mengiris daging ikan arwana raksasa, tapi tiba-tiba saja, di bagian usus ikan, dia menemukan bola biru yang memancarkan hawa dingin yang menggerikan.
[Terdeteksi Ice Pearl, apakah anda ingin menggunakannya?]
"Naruto-kun, ini kotaknya."
Bersamaan penemuan itu, Gabriel juga sudah datang dengan satu kotak ditangannya, jadi mau tidak mau Naruto menyimpan Ice Pearl di sakunya.
"Masukan daging yang kupotong ini kedalam kotak."
"Uhm."
Perlahan-lahan, daging ikan yang awalnya berserakan, dimasukan Gabriel menuju kotak yang dibawanya, sedangkan Naruto semakin mempercepat mengiris daging ikan raksasa ini, tapi dia menghentikan irisannya, saat melihat apa yang ada didalam perut ikan ini.
Ding
[Grade 1 Treasure, Ice Child Fish didapat]
[Grade 1 Treasure, Ice Child Fish didapat]
...
[Grade 1 Treasure, Ice Child Fish didapat]
[1.400 pengalaman didapat]
12 anak ikan!, 10 mati dan yang bertahan hanya ada dua.
Seperti induknya, sisiknya dipenuhi warna biru, dan kumis kecil yang baru tumbuh, dengan tubuh ikan sepanjang 2 meter.
"Kenapa Naruto-kun?.."
"Ah, tidak. Dan hei! Cepat masukan daging itu!"
"H-hai!"
Mata Naruto masih menatap bingung dengan apa yang harus dilakukan dengan anak-anak ikan, haruskah dibunuh? Tidak, Naruto lebih suka memelihara mereka.
Dengan pemikiran itu, Naruto mengambil cangkul dari gudang, dan menggali tanah didekat sumur, perlahan-lahan, lubang itu melebar sampai 4 meter, dan kedalam 1 meter.
Naruto langsung mengisi air lubang itu hingga penuh, dan menaruh dua ikan berukuran 2 meter, tapi dua ikan yang ditaruh dalam kolam yang baru dibuat lemas, yang membuatnya binggung.
Seakan teringat sesuatu, Naruto meuangkan 1 tong penuh darah ikan kedalam kolam, yang membuat kolam perlahan-lahan menjadi sangat dingin, yang anehnya malah membuat dua ikan kembali bersemangat.
Naruto mengangguk puas, dan berbalik, dengan samurai ditangan untuk memotong-motong daging milik 1 ikan, maksudnya 11 ikan.
...
"Huft... Huft... "
Nafas Naruto agak sesak, mengingat dalam waktu yang sangat lama, dia harus memotong daging-daging, dan menyortir, mana bagian dalam dan mana yang bukan.
Mata birunya melirik Gabriel, yang juga mengeluarkan keringat, tapi senyuman lembutnya masih menempel diwajahnya, seakan menikmati pekerjaan ini.
'Cantik...'
Ya, Istrinya memang cantik, sangat malah kalau boleh dibilang. Tapi..., Naruto membencinya, gara-gara dia, tunangannya sejak kecil, sekaligus cinta pertamanya pergi, dan menatap jijik padanya. Perusahaan, yang harusnya menjadi miliknya, sekarang menjadi milik adik laki-lakinya. Mau tidak mau, Naruto mendengus sebelum mengalihkan pandangannya dari Gabriel.
"Naruto-kun, ini adalah kotak ke 50, mau ditaruh dimana?"
"Taruh di dalam Toilet itu, dan juga jangan memberitahu siapapun tentang hal ini. Mulai dari sumur, sampai ikan ini. Kau mengerti?" kata Naruto, yang sekarang menatap tajam pada mata biru Gabriel.
Menurutnya, dengan Battle Poin 500-nya, Naruto mampu melakukan apapun terhadap Gabriel, jadi dia tidak terlalu peduli jika rahasia ini diketahui Gabriel.
"Aku paham."
Gabriel menunduk setelah mengatakan ini, berkat hidup lebih lama sebagai Angel, dia tahu tatapan apa yang dilayangkan Naruto padanya. Benci, Jijik, dan menganggapnya seperti semut yang mudah diinjak.
Tangannya terkepal, Gabriel hampir saja meledak dan melemparkan tombak cahayanya pada kepala suaminya, tapi sekali lagi dia menahan amarahnya, dan membawa satu persatu kotak menuju 'Toilet' atau kamar gravitasi.
Pssstt!
Mulut Gabriel sedikit terbuka melihat apa yang ada dibalik Toilet ini, teknologi yang jauh melampaui teknologi sekarang, dan bahasa asing yang menempel disekita ruangan ini.
"Cepat Gabriel!"
"H-Ha'i!"
Satu persatu, kotak berisi daging, organ dalam, dan darah biru, dibawa masuk oleh Gabriel dan Naruto, dan dalam waktu setengah jam, semua kotak daging, dibawa masuk ke tempat penyimpanan, kecuali satu kotak yang sengaja tertinggal.
"Bawa ini, dan masakan aku sesuatu dengan daging ini." kata Naruto, dengan tangan menyerahkan kotak berisi daging.
"Baik, aku akan memasakannya sekarang."
"Pergi, dan jangan ganggu aku."
Mata Naruto menatap Gabriel yang pergi dengan membawa kotak penuh dengan daging, saat Gabriel sudah keluar dari kamar gravitasi, Naruto mengeluarkan bulatan berwarna biru yang memiliki suhu sangat dingin.
Sebenarnya, apa Ice Pearl ini?.., apakah ini hal yang berguna?.., Naruto tidak tahu, dan tidak mau peduli!
Ding
[Apakah anda ingin menggunakan Ice Pearl?]
[Biaya penggunaan 3.000 poin pengalaman]
"Lakukan!"
Perlahan-lahan, Ice Pearl ditangan Naruto, terserap masuk kedalam tangannya, dan perlahan-lahan, dia juga merasakan sesuatu yang bergerak langsung menuju jantungnya.
Sssttt!
Dingin..., sangat dingin!
"Grek..., Grek..., Grek.. !"
Gigi Naruto beradu, tidak kuat menahan perasaan dingin yang tiba-tiba saja dirasakan dari dalam tubuhnya, hal ini berlangsung selama 10 menit, sebelum tubuh Naruto kembali normal.
'Status.'
[Fisher]
Level : 0 (1.000/1.000)
Nama Host : Namikaze Naruto
Kekuatan : Ice Manipulation, 1 Layer (5 Layer), Enternal Mangekyou Sharingan (mata kanan, mati)
Battle poin : 1.500
Kesempatan memancing : 1/hari
Matanya menatap takjub, dengan kekuatan barunya, tapi yang lebih menakjubkan adalah Battle poinnya meningkat hampir 3 kali lipat!
"Menakjubkan! Aku yakin, aku bisa melampaui si gadis miko itu!" Kata Naruto.
Ding
[Pengalaman telah penuh, apakah anda ingin menaikan level pemancing]
"Naikan!"
Tiba-tiba, energi di sekitar sumur mulai terserap, yang mengakibatkan sebuah gambar yang pernah dilihat Naruto, kembali muncul di atas sumur, hanya saja hal ini bertahan selama kurang lebih 1 menit.
Tidak hanya itu, Naruto juga merasakan tubuhnya diperkuat, dan perlahan-lahan Battle Poinnya kembali naik.
1.500, 1.600, 1.900, 2.500, 3.000!
3.000 Battle Poin! Itu dua kali kekuatannya sebelumnya!
Ding!
[Level pemancing telah naik]
[Pancingan telah diupgrade ke level 1, mengurangi beban hingga 1.000×.]
[Kesempatan memancing menjadi 1 kali / dua hari.]
[Kesempatan mendapatkan harta karun naik 10%]
[10.000 pengalaman dibutuhkan untuk naik level selanjutnya.]
[Fungsi Penyerapan telah ada di kail emas]
'Menakjubkan!'
.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
Chapter 2 udah selesai, moga pada suka.
Nah, saya lupa nama jurus Mokuton : Shisusenju, atau apapun itu. Jadi, saya ngasal dah.
Idenya? Saya dapet dari novel Cina.
Gak lah, cuman bisa benda aja. Ngomong-ngomong amalgamasi tuh apa?
Yap. Naruto bakal punya kekuatan anime lain! Tapi ada juga dunia anime yang saya plesetkan, dan dunia yang saya buat sendiri.
Kaya Rpg? Yah. Saya sengaja buat karena saya suka game RPG.
Bahkan saya malah mau buat fanfic lagi judulnya Inner World, kayak dunia mimpi dengan sistem Rpg.
Oh, saya mau tanya, ada yang tahu bagaimana kasih tanda kurung kaya [Naruto U, Gabriel] itu. Saya gak tahu, karena ini adalah pertama kalinya saya pake Pair.
Saya ucapin terimakasih bagi yang udah baca dan review dan pol dan pav.
Sekian.
