Teach Me How to Love
•
•
Chapter 3 / KookV / Jungkook x Taehyung / AU / Boys Love.
•
Hope you guys enjoy it!
•
•
Pertama kali Jungkook melihat Taehyung adalah satu tahun yang lalu. Saat Taehyung mengenalkan dirinya sebagai guru sejarah baru di sekolah tempat ia menuntut ilmu. Jungkook tidak dapat mengalihkan pandangan nya sedikitpun dari makhluk manis di depan nya saat ini. Dia memberikan senyuman manis yang membuat para gadis memekik gemas. Jungkook perlahan menarik bibirnya dan membalas senyum Taehyung.
Jungkook tidak hanya berdiam. Dia melakukan banyak jurus pdkt pada Taehyung. Mulai dari membelikan Taehyung kopi kemasan. Modus untuk bertanya tugas dan materi pelajaran sampai minta private. Menunggu Taehyung selesai mengajar di gerbang sekolah hanya untuk mengucapkan 'sampai besok ssaem!' 'hati hati di jalan!' dan banyak lagi. Namun Taehyung hanya menanggapi semua perlakuan Jungkook sangat biasa. Jungkook sampai dibuat bingung. Jungkook sudah sangat obvious kalau dia menyukai Taehyung. Tapi entahlah. Mungkin Taehyung sudah punya kekasih?
•
•
Taehyung pulang kerumah dengan keadaan lesu. Dia benar-benar sial hari ini. Mengingat kejadian memalukan tadi bersama Jungkook di lorong sekolah. Taehyung tidak buta melihat semua afeksi yang Jungkook berikan padanya. Ia hanya mengira kalau itu hanya crush sesaat diantara guru dan murid. Terbukti saat ia memergoki Jungkook dan Jimin di ruang kesenian dan melaporkan pada Kepala Sekolah, Jungkook mulai menjauhinya. Entahlah mungkin dia marah.
Taehyung menatap bayangan dirinya depan cermin besar di kamar mandi rumahnya. Dia mengusap wajahnya kasar dan segera melesat pergi ke dalam kamarnya. Taehyung harus bekerja malam ini.
•
Jungkook memutar mutar smartphone di tanganya. Matanya menerawang mengingat kejadian tadi di sekolah. Ia terlihat seperti seorang jerk. Entahlah. Jungkook tidak sadar melakukan itu semua. Ia hanya tidak tahan dengan bibir tipis milik gurunya itu. Jungkook men-swipe layar smartphonenya dan membuka sebuah foto. Foto Taehyung di night club minggu lalu. Jungkook melihat jam di nakas. Pukul 8 malam. Apa ia harus kembali ke sana dan memastikan bahwa Taehyung benar-benar bekerja di sana atau tidak. Jungkook men-dial nomor Hoseok dan meminta bantuan agar dia bisa masuk ke Night club itu. Jungkook tidak tahu mengapa Hoseok dapat dengan mudah keluar masuk Night Club mungkin insider?
•
Taehyung tiba di night club tempat ia bekerja. Pagi hingga sore hari Taehyung bekerja menjadi seorang guru sedangkan malam hari ia bekerja di night club. Alasan ia mengambil pekerjaan ini adalah untuk menambah penghasil Taehyung. Gaji menjadi guru hanya cukup untuk membayar apartemen dan makan sehari-hari. Belum ia harus mengirim uang untuk ibu dan adik-adiknya di Daegu.
Taehyung sedang duduk di sebuah ruangan khusus. Ia dan yang lainnya sedang menunggu kalau kalau ada orang yang ingin mereka temani. Seorang pria tinggi menghampiri dia. Itu Kim Namjoon. Bisa dibilang atasan Taehyung disini. Namjoon menyerahkan sebuah card. Disitu tertulis nama Jung Hoseok. Taehyung mengangguk paham, segera bangkit dan pamit untuk menemani clientnya malam ini. Taehyung melihat disana terlulis sebuah nomor kamar. Oh, jangan lagi. Sebenarnya Taehyung lebih nyaman untuk menemani client-nya di luar ruangan. Ia agak parno kalau harus berduaan di ruang tertutup. Taehyung bisa saja tidur dengan siapapun. Itu memang sudah menjadi konsekuensinya saat menerima pekerjaan ini. Taehyung berjalan pelan menuju pintu di sudut ruangan. Tempat ini sepi. Jarang ada yang pakai. Taehyung jadi merinding. Setelah sampai di depan pintu. Ia segera membuka pintu setelah memasukkan password yang tertera di kartu yang ia pegang. Taehyung segera masuk dan seorang pemuda menyambutnya dengan senyum lebar.
•
Jungkook menggoyangkan kakinya bosan. Oh ayolah sudah 45 menit Jungkook menunggu di kamar ini. Ini terlalu lama, berulang kali pemuda berumur 17 tahun itu berdiri, berjalan jalan, kembali duduk, dan hal lainnya namun itu tidak cukup untuk mengusir rasa bosannya. Ia mendengar suara pintu yang dibuka. Jungkook segera bangkit dari duduknya dan sedikit merapikan celana jeans belel yang dipakainya. Jungkook menghampiri orang tersebut dengan senyum lebar.
"Hi Taehyungie!"
Taehyung melotot kaget. Ia mematung dan kakinya tiba tiba kram. Oh Jeon Jungkook muridnya berada disini. Di hadapannya. Apa ia salah kamar? Tunggu. Taehyung mengecek ulang kartu yang ada di tanganya. Disana tertera nama Jung Hoseok kan. Mengapa jadi Jungkook di sisni? Nomor kamarnya juga tepat.
"apa yang kau lakukan disini" Taehyung mengumpulkan semua keberaniannya untuk bicara. Dia mulai ketakutan. Tidak ada seorangpun yang mengetahui kalau ia bekerja disini setiap malam.
"aku tidak menyangka. Seseorang yang sangat dihormati di sekolah. Seseorang yang mengemban tugas mulia dan seseorang yang selalu memberikan kita contoh baik ternyata seorang pelacur" Jungkook menyeringai dan melihat wajah Taehyung pucat pasi. Jungkook tersenyum menang. Taehyung menampar pipi Jungkook keras hingga menimbulkan suara plak yang cukup kencang. Pipi Jungkook berubah merah sekarang.
"aku bukan pelacur. Dan itu bukan urusanmu. Aku gurumu di sekolah. Dan aku bukan siapa-siapamu di luar itu" Taehyung mendesis marah. Ia benar-benar tidak habis pikir. Jungkook sengaja memakai identitas orang untuk bertemu dengannya. Jungkook benar-benar licik.
"Oke bukan pelacur tapi kau senang di cium pak tua setelah itu kau dapat uang. Itu apa namanya? Pemain sirkus?"
"bajingan!"
Taehyung berbalik dan ia segera membuka pintu. Namun Jungkook dengan sigap menarik tangan Taehyung dan mendorong Taehyung hingga ia terlentang di ranjang. Jungkook segera menindih Taehyung dan mengunci pergelangan Taehyung di atas kepalanya.
"brengsek kau Jeon Jungkook lepaskan aku!"
Kedua kalinya. Taehyung berada di posisi seperti ini dengan Jungkook. Ia menangis dalam diam. Meratapi nasibnya yang akan semakin buruk bila ia terus-terusan berada dekat Jungkook.
Jungkook mencium kasar bibir Taehyung. Menggit bibir bawanya agar terbuka lebar. Jungkook perlu tenaga ekstra karena Taehyung terus berontak di bawahnya. Jungkook meremas keras pinggang ramping Taehyung. Tangannya masuk ke dalam kemeja Taehyung dan mengelus perut ratanya. Taehyung menggerak gerakan kakinya dan mulai menendangi Jungkook. Jungkook sedikit kewalahan dan akhirnya ia menyerah.
"oke aku akan berhenti"
Jungkook bangkit dari tubuh Taehyung dan membiarkan Taehyung bangun. Jungkook bisa melihat Taehyung meraup oksigen sebanyak banyaknya. Dan kakinya bergetar. Matanya merah menahan tangis.
"kau keterlaluan Jungkook" Taehyung berucap rilih. Ia merasa sangat sangat terhina kali ini.
"aku sama seperti si pak tua itu kok! Aku membayarmu. Kau itu sangat mahal. Dan servicemu buruk!"
Taehyung mengepalkan tangan emosi.
"biarkan aku pergi" apa Taehyung baru saja memohon?
"aku akan melepasmu tapi dengan satu syarat"
"apa?"
"kita harus melanjutkan yang tadi"
"aku tidak sudi"
Jungkook mengerutkan keningnya. Apa Taehyung menolaknya? Oh penolakan tidak ada dalam kamus Jungkook.
"baiklah. Lihat baik-baik" Jungkook mengeluarkan handphone dari saku jeansnya dan menunjukan foto Taehyung yang ia ambil minggu lalu. Taehyung membola. Itu fotonya dengan clientnya. Oh tidak. Ia dalam bahaya.
"apa yang akan kau lakukan bajingan licik" Taehyung menggeram marah. Ia sangat ingin membunuh lelaki di hadapannya saat ini.
"simple. Tidur denganku dan foto ini aman. Kalau kau tidak mau aku akan mengupload foto ini di website sekolah. Kau tau apa artinya? Foto dirimu akan terpajang di seluruh layar monitor sekolah. Aku juga mengambil profile kau sebagai pekerja di sini. Jadi kau tidak bisa mengelak"
Taehyung menggertakan giginya. Emosinya sudah naik. Jungkook mengancamnya. Ia tidak bisa membiarkan ini.
•
•
To be continue..
•
•
Hi aku bawa chapter ke-3nya. Aku belum bisa nulis panjang2 tp aku bakal berusaha untuk cepat update. Oh ya aku tuh bingung mau sebut Taehyung yang kerja di club apa. Ada yang bisa kasih saran? Aku gatega kalau sebut dia yg kotor. Kalau lelaki penghibur gimana? Hahaha. Oh ya aku ngarang banget sih sistem nunggu sama kartu itu. Aku gak ngerti dunia malam hahahaha. Okedeh, makasih banget yang udah nyempetin waktu untuk baca dan review. Thank you so much! Maafin kalau typo ya hehe.
