chapter 3
kedatangan seorang butler
"kaname, maaf aku merepotkan mu." Kata yuuki dengan nada lemah.
"Tidak apa apa, yuuki. Kamu baring saja ya." Jawab kaname dengan nada pelan.
"Wa...watashi... " kata yuuki dengan terbata-bata.
"Cukup yuuki, kamu istirahat saja di pangkuanku." Kata kaname menutup mulut yuuki.
Kenapa yuuki memanggil kaname, karena kaname ingin di panggil hanya namanya saja bukan seorang butler. Supaya yuuki tidak kaku dengan kaname dan supaya mereka bisa saling bersama-sama.
"Maaf, yuuki jika saja ritual itu selesai. Jika saja paman rido tidak datang dan jika saja aku membunuh paman rido. Maka orang tua kita tidak mati dan kita bisa hidup bebas." Kata kaname dengan berlinang air mata.
"Doshite, kaname." Yuuki kaget dia melihat mata kaname berkaca.
"Tidak..tidak apa apa. Kamu tidur saja. Kamu masih lemas dan belum sehat." Kata kaname dengan terbata-bata. Dia tidak ingin yuuki cemas dan merasa bersalah.
-Di depan pintu kamar yuuki-
"Onee san, ada temanmu. " kata zero.
"Siapa zero?." Tanya yuuki.
"Yorichan, teman ngobrol mu ." kata zero sambil mengantar yori chan ke kamar yuuki.
"Ah.. maaf... aku akan keluar yuuki." Kaname merasa tidak enak karena teman yuuki datang.
- di ruang tamu-
"Nee zero, bolehkan aku membawa kakakmu ke apartemen ku. Aku ingin dia di sana jadi dia selamat." Kata kaname, dengan nada datar.
"Jangan sekali-kali kau menyentuh kakakku." Kata zero, dengan nada marah.
"Kenapa kamu marah zero, yuuki akan selamat bila berada dengan ku. Dan aku tunangannya kami sudah membuat perjanjian dengan orang tuanya di masalalu." Kata kaname, yang melirik sinis karena zero tiba-tiba memegang kerah baju kaname.
"Apakah kamu cemburu, toh kaien mengizinkan ku dengan dia. Aku tau kamu bukan adik kandungnya dan kamu juga mempunyai rasa cinta yang sama seperti ku." Kata kaname, dengan lantang.
Kaname POV :
Waktu kaname membuat makanan untuk yuuki, dia memikirkan keselamatan yuuki. Dia merencanakan jika zero dan kaien setuju , kaname akan membawa yuuki ke apartemennya ya, tempat yuuki di lahirkan dan tempar ortu nya kaname dan yuuki.
-di pintu tamu-
"Eheem.. apakah kalian sudah puas dengan debatnya." Kata kaien, yang menghentikan perkelahian dua cowok ganteng.
"Zero, apa yang kaname katakan benar. Dengan kita di sini kakakmu akan semakin buruk." Kata kaien.
- di kamar-
"Aku , pulang dulu yuuki. Jaga kesehatanmu. Maaf aku sudah lama tidak ke rumahmu." Kata yori-chan keluar dari kamar yuuki.
- di ruang tamu-
"Aku permisi dulu zero, paman, kaname kun." Kata yori-chan pamit kepada 3 orang yang di ruang tamu.
Author POV:
Yah kalian taulah, semenjah 5 tahun lalu. Kaname pernah datang ke rumah kaien menanyakan kabar yuuki, tapi dia menyamar sebagai pamannya dari sepupunya rido. Menyuruh kaien supaya yuuki mempunyai teman, yori-chan lah salah satunya.
"Yori-chan mau kah jadi teman yuuki." Kata kaien dengan wajah cemas.
"Semenjak ia di sini dia hanya mau ketemu kaname, dia takut pada semua orang " kata kaien.
"Tidak apa-apa paman, lagian ayahku sibuk dan aku punya waktu bebas untuk menjadi teman curhatnya."
"Makasih yori-chan, aku kaname. Aku sekaligus tunangan yuuki dan aku menyamar sebagai paman." Kata kaname, dengan nada pelan dan senyum kepada yori-chan.
Nah begitulah kenapa yori-chan akrab terhadap yuuki apalagi kaien.
- di kamar-
"Ayah, kepalaku sakit. Aku ... aku takut ayah mimpi itu menghantui ku." Kata yuuki, yang menangis ketakutan sambil memegang kepalanya.
"Ayah... hiks... hikss... aku takut" kata yuuki, menangis ketakutan.
- di ruang tamu-
"Suara yuuki memanggilku, iya yuuki ayah akan ke sana. Kaname , zero ayo kekamar yuuki."
Mereka bergegas ke kamar yuuki dan menenangkan yuuki
"Yuuki, tenang ya sayang. Kaname akan menyembuhkan mu." Kata kaien dengan wajah cemasnya.
"Yuuki, tutup matamu. Supaya rasa sakit itu tidak terasa." Kata kaname.
"Ha'i kaname kun." Kata yuuki.
"Kaname, apa yang mau kau lakukan terhadap yuuki." Kata zero dengan emosi.
"Zero, sepuluh tahun lalu yuuki lahir dari rahim seorang vampire bernama juri san. Dia memohon kaname dan aku supaya tidak terlibat peperangan dengan asosiasi vampire. Tapi aku menolak, 5 tahun berlalu juri dan haruka meninggal akibat ulah rido, juri membuat ritual supaya yuuki menjadi manusia dan menghapus memorinya." Kata kaien, dengan wajah penuh sesalan.
"Ka... kaname... sa..sakit." yuuki teriak dengan mulut tertutup tangan kaname.
Flash back on:
"Okasama... di mana onii sama." Kata yuuki kecil.
"Kaname onii sama, lagi sekolah. Sebentar lagi dia datang." Kata ibunya yuuki.
"Apakah kamu suka dengan kaname onii sama?." Kata juri yang menanyakan perasaan yuuki terhadap kaname.
"Ha'i okasama..." kata yuuki
"Tadaima otousama okasama."kata kaname.
"Kaname onii sama, ceritakan tentang taman dan keadaan di luar." Kata yuuki kecil.
"Okasama, kenapa yuuki terus di kurung seperti boneka. " tanya kaname dengan wajah cemas.
"Aku tidak ingin dia diambil seperti mu oleh ridho." Kata haruka ayah kaname dan yuuki.
Flashh back off:
"Onii san, hiks... hiks gomene aku membuat mu sendirian setelah kematian ibu." Kata yuuki yang menangis mengingat masa lalunya
"Tidak apa.. apa yuuki. Kamu tidur saja kamu baru terlahir kembali seperti vampire." Kata kaname sambil menggendong yuuki.
"Kaien zero, maaf merepotkan mu selama ini. Aku akan membawa yuuki ke apartemen ku." Kata kaname pamit terhadap kaien dan zero.
"Ayah kenapa selama ini kamu tidak memberi tau bahwa yuuki vampire, kenama kamu tega terhadap ku." Kata zero dengan kesal...
"Maaf zero, ini demi persahabatan vampire dan manusia."
- di apartemen yuuki atau kaname-
"Nee yuuki apakah kamu siap menjadi tunanganku."kata kaname.
"Ah... gomen..."kata yuuki mengusap air matanya.
"Kenapa kamu menangis yuuki, aku tidak bisa meihat mu menangis." Kata kaname yang melihat yuuki menangis.
"Apakah kamu masih memikirkan Ayah angkatmu dan Zero. Kalau begitu kamu boleh memilih Zero tapi kamu harus berada di dekatku selamanya."
"Hiks... hiks" kata yuuki menangis.
"Seiren apa kamu di sana." Kata kaname, yang lemas karena kekuatannya berkurang dan sedih melihat yuuki menangis.
"Kaname, bukan maksudku begitu. Maafkan aku atas keegoisan ku." Kata yuuki, memeluk kaname.
"Aku beruntung mempunyai mu yang pengertian, yuuki. Aku memaafkan mu dan aku tidak akan meninggalkan mu lagi." Kata Kaname, mencium kening yuuki.
TBC
